Kisah Lu Dia Gw Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 4

Start Kisah Lu Dia Gw Part 4 | Kisah Lu Dia Gw Part 4 Start

Bagian 4 (Pov Suci)

Setelah ketukan pintu kamarku oleh pak min, kakek langsung berdiri dan memakai baju dan celana yang tadi di pakai dan langsung membuka pintu. Aku yang panik langsung berdiri di dekat lemari supaya bila pintu kamar ku dibuka, pak min tidak melihat tubuh telanjangku. Tapi aku melihat bh ku masih ada di Kasur. Aku khawatir dan berharap pak min tidak melihatnya, nanti ia berfikiran macem2 bila melihatnya.

Kakek: “sudah selesai min?”

Pak min: “sudah mbah”

Kakek: “o yowes. Matur suwun yo min man. Eh kesini dulu, tak ambil duit.” (kata kakek meninggalkan kamarku.)

“oh nggih mbah” (kata pak min dan pak man)

Aku lalu mengunci pintu kamarku dan merebahkan tubuhku sambil menangis. Setelah itu aku memakai pakaianku dan menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah kejadian itu selama seminggu kakek tidak menggangguku lagi. Aku sangat lega dan tenang.

Saat itu hari minggu jam menunjukkan jam setengah 7 malam, semua anggota keluargaku sedang berkumpul di ruang tamu untuk menonton tv bersama. Kecuali kakek yang masih di mushola. Aku duduk di bangku sambil membuka facebook ku. tak lama kemudian terdengar pintu terbuka dan suara kakek mengucapkan salam. “wah lagi pada ngumpul toh.” (kata kakek sambil berjalan menuju kamar untuk mengganti baju kokonya.)

Setelah itu kakek langsung ikut gabung di ruang tamu dan langsung duduk di sebelahku. Aku mulai risih duduk berdua bersama kakek. Kakek saat itu menggunakan kaos singlet dan sarung, mulai membuka pembicaraan.

Kakek: “ jo, aku besok berencana pulang.”

Ayah: “wah baru 2 minggu koku dah mau pulang aja to pak.”

Kakek: “iya kan besok bocah2 juga udah masuk sekolah, lagi pula aku udah kangen ibumu haha.”

Ayah: “haha ono2 wae pak (ada2 saja pak). Besok naik bis yang pagi apa sore pak?”

Kakek: “sore aja lah biar bisa tidur di bis.”

Ayah: “o yowes besok di anter suci aja ya pak. Takutnya aku belom pulang kerja. Bis nya jam 4 to?”

Kakek: “sekarang jam 3 jo.”

Ayah: “besok kamu bisa anter kakek kan ci?” (Tanya ayah pada ku)

Aku: “insyaallah pak.” (jawabku datar)

Setelah itu kami semua makan malam bersama dan aku pun langsung masuk kamar setelah makan tidak lupa aku langsung mengunci pintu kamarku. walaupun selama seminggu ini kakek tidak menyentuhku tetapi aku tetap saja takut bila tiba2 kakek masuk kamarku. keesokan harinya, aku bangun jam setengah 5 untuk menunaikan sholat subuh. Setelah sholat aku bersiap mandi untuk ke sekolah setelah 2 minggu llibur. Setelah itu aku langsung memakai seragam dan tak lupa memakai jilbabku. Aku menuju meja makan untuk sarapan. Disana semua keluargaku sudah berkumpul termasuk kakek untuk sarapan bersama. Saat aku makan, aku memergoki kakek memandangi payudaraku yang tetap terlihat menonjol meski sudah menggunakan jilbab.

Ayah: “ jangan lupa anter kakek nanti ya ci.”

Aku: “iya yah.”

Setelah itu aku merias tipis wajahku dan tak lupa memakai lisptik pink favoritku, aku langsung memakai cardigan dan mengambil tas. Ayahku sudah berangkat kerja sekaligus mengantarkan adikku yang smp dan sd, sedangkan ibuku berada di kamar mandi untuk memandikan adiiku yang kecil.

Aku: “bu, aku berangkat.” (aku pamit sambil mencium tangannya.)

Ibu: “hati2 ya ci, jangan lupa pamit sama kakek. Oiya nanti ibu ada pengajian di kampung sebelah.”

Aku hanya mengangguk dan tiba2 ada yang memanggilku “suci sini nduk, kakek kasih uang jajan.” Itu suara kakek ku. namun aku masih saja berada di belakang.

Ibu: “itu di panggil kakek, lumayan dikasih tambahan uang jajan haha.” (kata ibu sambil tertawa)

Andai aja apa yang udah kakek perbuat ke anakmu ini bu (aku sedikit melamun.)

Ibu: “udah sana ke kakek trus berangkat nanti kamu telat, ibu juga mau mandiin adikmu nih.’

Aku tersadar dari lamunanku dan langsung menuju kamar kakek. Saat aku masuk ke kamar kakek sudah duduk dipinggir ranjang dengan menggunakan sarung saja. “sini nduk.” (kata kakek) aku mulai ikut duduk di samping kakek. Kakek langsung memelukku sambil berkata “wangi banget kamu nduk.” Tak lupa kakek mulai meremas payudaraku dari luar seragam.

Aku: “udah kek, akuu mau berangkat mmhh.”

Kakek: “sebentar aja nduk.” (kakek langsung mencium bibirku.)

Aku: “mmhhhh mhhh.” (sambil aku memukul dada kakek untuk menyudahi ini.)

Akhirnya kakek melepaskanku dan memberiku uang 50rb.

Kakek: “nih buat jajan, jangan lupa nanti anter kakek ya hehe.”

Aku mengambil uang itu sambil berlalu pergi, aku sempat masuk sebentar ke kamarku untuk merapihkan pakaianku yang agak lecek akibat remasan tangan kakek dan tak lupa memakai lipstick lagi karena lipstick yang kupakai tadi mulai pudar akibat ciuman kakek.

Hari pertama masuk sekolah membuat ku senang, karena aku terhindar dari kakek. Bel berbunyi dan aku dan teman2 bersiap untuk upacara di lapangan. Pagi itu sangat cerah dan membuatku sedikit gerah, aku merasakan keringat mulai membasahi tubuhku. Pak kepsek sudah berada di mimbar dan sudah siap berbicara, aku memperhatikan pembahasan itu dan ternyata nanti hari ini aku sekolah hanya sampai jam 12 siang saja karena guru2 akan rapat.

Hari itu aku langsung menerima materi pelajaran matematika dan biologi, ya aku sekarang kelas 11 sma dan aku anak IPA karena pada saat penjurusan aku memlihi IPA pilihannya. Tak terasa sudah jam 12 dan bel berbunyi menandakan pulang. Aku langsung menuju gerbang untuk menunggu angkot, tak sedikit siswa cowok yang menawarkan mengantar aku pulang. Tapi aku menolaknya. Akhirnya angkot yang aku tunggu datang. Setelah setengah jam perjalanan akhirnya aku telah sampai di rumahku.

Aku langsung membuka pintu dan mengucapkan salam, aku lihat ibu sudah bersiap siap untuk pengajian dan mengajak adikku.

Ibu: “loh kok udah pulang jam segini?”

Aku: “iya bu, guru2 sedang rapat.” (kataku sambil mencium tangannya)

Ibu: “oh gitu, yaudah ibu berangkat ya. Kunci motor ibu taro di deket tv ya, hati2 nanti kalo nganterin kakek. Oiya kakek lagi tidur tuh di kamarnya. (kata ibu sambil berjalan keluar rumah).

Aku pun menutup pintu dan menguncinya, setelah itu aku melepas sepatu dan langsung menuju ke kamar. Aku melepaskan cardigan dan tasku, setelah itu aku ke kamar mandi untuk mencuci kaki sekalian mengambil minum karena aku haus sekali. Saat aku habis minum, aku dikagetkan karena aku merasa ada yang memeluku dari belakang. Siapa lagi kalo bukan kakekku.

Kakek: “udah pulang nduk?”

Aku: “udah kek.” (kataku sambil meletakkan gelas)

Aku tidak bisa kemana2 karena saat itu tubuhku dipeluk dengan erat. Aku berusaha melepaskan pelukannya. Tetapi tidak bisa, dan tiba2 kakek menarik tanganku dan mengajakku di kursi tamu. Tubuhku di dudukkan di kursi dan kakek duduk di sebelahku. Aku tidak bisa berbuat apa2 lagi dan kakek langsung mencium bibirku dengan ganas “mmmhh aahh mhhh” lidahku langsung dililit dengan lidah kakek. Kakek langsung membuka kancing seragam ku satu persatu setelah terbuka kakek langsung melepaskan seragam atasanku. “kekk ahhhh hmmmm” kakek langsung meremas payudara kananku dengan kencang. Mungkin kakek merasa tidak puas, lalu ia menarik tanktop putih dan bh ungu ku. kakek melepaskan bibirku dan langsung meremas dan memijit putting ku kembali.

Aku: “ahhh hmmm kekkk hmmm” (hanya itu yang keluar dari mulutku, aku hanya bisa menerima perlakuan kakek)

Kakek hanya tersenyum melihatku yang mulai menerima perlakuannya, setelah mendapat angina segar lalu kakek membungkukan badannya dan langsung menghisap payudaraku dengan kencang. “aahhhhhhhhh mmhhhh ahhhhh” kaatku sambil meremasi rambut kakek. Ya perlahan aku mulai menikmatinya. Ini terlalu nikmat. Tak lama setelah itu aku tersadar kembali, ah bagaimana aku bisa menikmati ini. Ini salah, ya salah (pikirku begitu). Stelah puas mencium, menjilati dan menghisap payudaraku. Kakek langsung melepaskan celana pendeknya sambil berkata, “kontol kakek kangen kocokanmu nduk”. Aku yang sudah paham langsung mengocok kontolnya. Lalu kakek membimbing tubuhku untuk pindah di bawah kakek duduk. Aku mengocok kakek dengan payudaraku yang mulai diremas kembali. Setelah setengah jam aku mengocok, lalu belum ada tanda2 kakek akan mengeluarkan cairan itu. aku sempat melirik jam dan sudah menunjukkan jam setengah 2 siang.

Kakek: “emut kontol kakek nduk” (sambil mengelus kepalaku yang masih menggunakan jilbab)

Aku: “ahh gak mau kek, aku belom pernah”

Kakek: “iya kamu coba dulu nduk” (kata kakek membimbing ku berdiri lalu mengangkat rokku)

Aku: “ahhh jangan kek”

Kakek sudah menarik rokku keatas hingga ke pinggang, lalu langsung mendudukan ke pangkuannya. Aku merasakan kontol kakek bersentuhan dengan memekku, meskipun masih menggunakan cd tapi aku merasa sangat nikmat. Kakek yang melihatku keenakan langsung menghisap puting payudaraku yang berada didepan kepalanya.

Aku: “ahhhh kek”

Kakek: “enak nduk? Haha”

Aku: “heeeemmm ahhhh achhhhhhh” (desahku panjang sambil merasakan aku pipis enak lagi)

Kakek yang menyadari hal itu langsung mendudukan ku disampingnya, tangannya langsung memegang cdku yang sudah basah sekali. “kamu orgasme nduk? Haha”, aku masih diam saja belummengerti apa itu orgasme.

Kakek: “itu namanya orgasme nduk”

Aku hanya diam sambil memahami bila pipis enak itu namanya orgasme.

Kakek: “ayo di emut nduk” (sambil memegang kontolnya)

Aku: “dikocok aja ya kek” (aku mulai menahan tangis)

Kakek: “kalo dikocok kakek lama keluarnya, tuh liat sudah jam 2 kita berangkat kan jam 3. Emang kamu mau kakek ketinggalan bis? Nanti kalo kakek ketinggalan ya bisa2 nanti malem kamu kakek perkosa hahaha (kakek tertawa dengan penuh kemenangan)

(Aku masih saja terdiam)

Kakek: “jadi gimana nduk, mau emutin gak?”

(aku hanya mengangguk)

Setelah melihat aku setuju lalu kakek langsung berdiri dan mengarahkan kontolnya ke bibirku, “ehmm baunya aneh” (batinku). “ayo buka mulutnya nduk” (kata kakek) aku pun membuka bibirku secara perlahan dan mencoba memasukan kontol kakek ke mulutku. Aku membuka mulutku agak lebar supaya kepala kontol kakek dapat masuk. “mmhhhhh” hanya itu yang keluar saat kontol kakek berada dimulutku. Kakek menahan agak lama kepalaku, “hmmm hooeekk” (aku melepaskan kontol kakek karena memang rasanya aneh) “ayo lagi nduk” (perintah kakek). Aku lalu membuka lagi mulutku dan kakek mengarahkan kontolnya masuk. “mmhhh” hanya itu yang keluar dari mulutku.

Kakek: “ah mulut mu enak nduk. Jangan sampe kena gigi ya.” (kata kakek ku sambil mulai meremasi payudaraku kiriku.)

Aku: “mmhhh mhhhh keemmhhh.” (aku tak bisa berbicara karena memang kepala ku di tahan dan kakek memaju mundurkan kontolnya.)

Mungkin kakek merasa capek karena terlalu lama berdiri, lalu ia duduk sambil menahan kepalaku tetap mengemut kontolnya. Kakek masih saja meremasi payudaraku, aku merasa sangat geli. Anehnya aku malah semakin menikmati kontol kakek saat payudaraku diremas. “mmmhhh mmmhhhh mmhhaahhhh.” Desahanku berulang kali.

Kakek: “ahhh nduk nikmat banget. Aku gak tahan nduk.”

Mendengar hal itu aku berniat untuk mengangkat kepalaku karena kakek akan mengeluarkan cairannya, namun kepalaku ditahan dan kakek malah menyodok mulutku dengan cepat. “ahhh ndukkk, terima iniiiihhh ahhhh.” Dan “crooottt crooot ccrrrooott cccrooot.” Aku merasakan mulutku di semprot secara 5x. aku mulai mual dan ingin muntah, lalu kakek melepaskan kepalaku. Aku langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkannya. “hooeekk hhooeeekkk.” (aku memuntahkannya) aku mencuci mulutku sambil menangis. Setelah itu aku menurunkan tanktop dan bh ku yang tadi sempat ditarik ke atas oleh kakek. Aku kembali menuju kamarku, dan berpapasan dengan kakek yang menuju ke kamar mandi. “makasih ya nduk.” (kata kakek dengan senyum yang menjijikkan). Aku tak menghiraukan itu dan langsung menuju ke kamarku.

Jam sudah menunjukkan pukul 3, aku langsung mengganti seragam sekolahku dengan kaos, rok panjang, cardigan kesayanganku dan tentunya jilbab. Pintu kamarku diketuk oleh kakek, aku pun membukakan pintu. Aku yang masih berdiri melihat kakek yang sudah siap untuk berangkat.

Kakek: “ayo nduk berangkat.”

(aku hanya menganggukan kepala ku sambil menutup pintu kamar)

Setelah menutup pintu kamar lalu kakek tiba2 mendorong tubuhku hingga terhimpit tubuhnya dan tembok. Kakek langsung mencium bibirku, aku hanya diam dengan tatapan kosong. Kakek terus melumat bibirku dan aku hanya diam. Setelah itu kakek menyelesaikan ciumannya dan berkata, “suatu saat kamu bakal merasakan yang lebih nikmat lagi nduk.” (kata kakekku sambil meremas mememkku dari luar rokku.) aku yang merasakan hal itu langsung mendesah lirih, “ahh”. Akhirnya aku mengantarkan kakek ke terminal dan langsung pergi tanpa menunggu dia naik bis. Difikiranku saat itu aku hanya ingin mandi dan membersihkan tubuhku ini. Sesampainya dirumah aku langsung menuju ke kamar mandi dan aku menangis sekencang-kencangnya sambil memikirkan maksud dari kata-kata kakek tadi. Entah apa yang akan terjadi padaku, tapi mulai saat itu aku merasa sudah tidak becus menjaga tubuhku.

3 bulan setelah kepulangan kakek, aku mulai melupakan kejadian yang telah menimpaku. Aku ingin merubah penampilan ku, khususny pakianku. Aku mulai memakai baju lengan panjang, rok panjang, dan jilbab lebar saat keluar rumah, meskipun sudah seperti itu aku juga belum bisa menyembunyikan tonjolan payudaraku. Saat dirumah aku juga mulai mengurangi memakai daster dan pakaian minimku dan lebih memilih menggunakan celana training dan kaos lengan panjang dan mulai menggunakan jilbab bila ada orag lain yang berkunjung di rumahku. Perubahan pada diriku pun mulai disadari oleh ayahku.

Ayah: “kamu kok sekarang pakaiannya lebih tertutup ci?”

Aku: “emang kenapa yah? Gak pantes ya?”

Ayah: “bukan gitu ci, tapi ayah mendukung kamu bila mulai merubah pakaian mu lebih tertutup.”

Aku: “iya yah, makasih ya.”

Setelah mendengar persetujuan ayah, aku mulai memantapkan diriku untuk lebih menjaga penampilanku. Supaya tidak menarik perhatian laki-laki yang mesum, seperti kakek.

Bersambung

END – Kisah Lu Dia Gw Part 4 | Kisah Lu Dia Gw Part 4 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 3)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 5)