Kisah Lu Dia Gw Part 33

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 33

Start Kisah Lu Dia Gw Part 33 | Kisah Lu Dia Gw Part 33 Start

Pov Suci

Siang ini aku telah berada di lobby kampus menunggu kak tomi yang belum datang. kami janjian bertemu untuk bimbingan bareng. Seharian ini tidak ada kabar juga dari andi, pesanku semalam juga belum terkirim.

Tak berselang lama, hp ku berdering menandakan ada telfon. Aku mengambil hpku di tas dan telfon itu dari kak tomi. “halo kak” kataku saat menjawab telfon darinya.

“halo ci, lu dimana?”

“aku di lobby nih kak.”

“yaudah tunggu bentar ya, baru markirin motor nih.”

“oke kak.” Kataku.

Setelah kak tomi tiba di lobby, kami langsung menuju ruang dosen untuk bimbingan. “nih ci, laporan lu, udah gue print.” Kata kak tomi saat kami sudah tiba di depan ruang dosen.

“oh iya makasih kak, yuk masuk. Tadi aku udah ngabarin dosennya kok.” Kataku sambil menerima kertas laporanku.

“lu duluan aja ci, gue tunggu di situ.” Kata kak tomi sambil menunjuk sebuah kursi panjang di depan ruang dosen.

“yaudah aku masuk duluan ya kak.” Kataku.

Aku lalu masuk ke ruang dosen dan terlihat dosen pembimbingku sudah ada di mejanya. Aku sempat takut bila harus ada revisi lagi dan ternyata bimbinganku hari ini lancar. Tak ada revisi yang diberikan oleh dosenku.

“oke udah betul, kamu bisa lanjut bab 3 ya ci. Minggu depan ketemu saya lagi.” Kata dosenku.

“iya baik bu, terima kasih ya bu.” Kataku sambil tersenyum.

Setelah bimbingan selesai aku langsung keluar dari ruang dosen dan menemui kak tomi yang sedang menungguku. Aku langsung duduk di sebelahnya yang sedang memainkan hpnya.

“gimana ci bimbingannya?” kata kak tomi yang mulai kehadiranku di sampingnya.

“Alhamdulillah gak ada revisi kak hehe. Makasih ya udah bantuin aku kemarin.” Kataku dengan raut wajah bahagia.

“syukurlah haha.” Kata kak tomi.

“yaudah sana kakak masuk, kan juga mau bimbingan.” Kataku.

“revisiannya belom gue kerjain, semalem ketiduran di kos ci.” Kata kak tomi.

“tuh kan, pasti gara-gara bantuin aku ya kak.” Kataku.

“enggak ci, bukan gara-gara lu kok. Emang gue udah ngantuk banget semalem.” Kata kak tomi.

“aku jadi gak enak kak.” Kataku.

“eh temenin gue nonton yuk. lagi butuh mood buat ngerjain revisian nanti nih.” Ajak kak tomi.

(aku diam dan sempat berfikir menerima ajakannya atau tidak.)

Disatu sisi aku ingin menolak karena takut terlalu dekat sama dia, disisi lain aku juga gak enak untuk menolak karena ia sudah membantuku mengerjakan revisian kemarin.

“gimana ci?” tanya kak tomi.

“mhh yaudah ayuk kak aku temenin.” Kataku.

Setelah aku mengiyakan ajakannya, kami berdua langsung berangkat menuju sebuah mall yang terletak lumayan jauh dari kampus. kak tomi langsung mengajakku ke bioskop yang berada di lantai paling atas. Keadaan bioskop siang itu lumayan rame, jadi kami sempat mengantri untuk membeli tiket.

“ci, nonton itu yuk.” kata kak tomi sambil menunjuk sebuah neon box bergambar poster film.

“iya kak boleh.” Kataku sambil mengangguk.

Setelah sampai di depan petugas tiket, kak tomi langsung memilih untuk menonton sebuah film dan memilih tempat kursi untuk kami berdua. Setelah mendapatkan tiket kami langsung menuju studio bioskop yang tertera di tiket. Pintu belum terbuka, maka kami duduk di kursi depan pintu studio.

Sambil menunggu untuk masuk, aku mengambil hp dari tasku untuk mengecek bila andi menghubungiku. Tetap tidak ada pesan dari andi hingga waktu itu, “ih andi kemana sih.” Batinku.

“yuk masuk ci, pintunya udah dibuka.” Suara kak tomi menyadarkanku.

“eh iya ayuk kak.” Kataku sambil memasukan hp kedalam tas dan berjalan mengikutinya.

Kami langsung duduk di tempat yang sudah tertera di tiket. Rasa bimbang dan bersalah mulai menghinggapiku, sudah sekitar 1 jam film diputar. Aku merasa bersalah kepada andi, namun aku juga tidak enak kepada kak tomi karena sudah membantuku hingga revisiannya sendiri saja belum dikerjakan.

Aku sudah tidak fokus sama film di depanku, hanya rasa bimbang yang aku rasakan. Tak terasa film pun sudah selesai dan aku sama sekali tidak tau alur ceritanya karena memang aku tidak fokus nonton tadi. Kami langsung keluar dari studio.

“seru ya ci filmnya.” Kata kak tomi.

“hehe iya kak seru.” Jawabku bohong.

“mau kemana lagi abis ini?” tanya kak tomi.

“langsung pulang aja yuk kak.” Kataku.

Setelah selesai nonton, kak tomi sempat mengajakku makan sebelum pulang. Aku sempat menolak karena kak tomi mengajakku makan di sebuah restoran yang menurutku mewah. Aku belum pernah kesini sebelumnya

“kak, makan di tempat biasa aja ya. Aku belom pernah.” Kataku.

“emang kenapa ci? Ya kan mumpung lu belom pernah jadi gue ajak kesini..” kata kak tomi.

“tapi kak..” kataku.

“udah gausah tapi-tapian ci, nih lu mau pesen apa?” kata kak tomi sambil memberikan menu.

“samain aja kak.” Kataku.

Akhirnya kak tomi memesan makanan dan minuman untuk kami berdua. Setelah pesanan datang, kami berdua langsung menyantap hidangan yang sudah tersaji di meja. “enak ci?” kata kak tomi.

“iya kak.” Kataku sambil tersenyum.

Setelah kak tomi membayar makanan dan minuman, ia lalu mengantarku pulang ke rumah.

skip

“makasih ya kak udah dianterin pulang.” Kataku setelah turun dari motor.

“iya ci, makasih juga ya udah nemenin gue.” Kata kak tomi.

“abis ini langsung ngerjain revisian lho.” Kataku.

“siap cantik.” Katakak tomi.

Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Kak tomi langsung pulang setelah mengantarku, setelah kak tomi pergi aku langsung masuk ke dalam rumah.

1 Bulan Setelahnya.

Kini aku sudah siap untuk mempresentasikan laporan yang 1 bulan terakhir ini kususun. Kak tomi selalu membantuku mengerjakan laporan hingga aku bisa siding magang kerja hari ini. Hubunganku dengan kak tomi semakin hari semakin dekat.

Kak tomi selalu menjemput dan mengantarku untuk ke kampus, ia juga sudah sering mampir ke rumah untuk bertemu kakek dan nenek. Aku menutupi kedekatanku dengan kak tomi kepada ema. Ema sempat curiga denganku yang kemana-mana selalu bersama kak tomi.

Aku juga sudah sering mampir ke kosan kak tomi, meski awalnya ragu, namun kak tomi tetap meyakinkanku bahwa ia tak melakukan macam-macam kepada diriku. Memang benar, saat aku ke kosannya ia tak melakukan hal yang dulu sempat dilakukan kepadaku.

Perlahan-lahan, aku mulai memiliki perasaan kepada kak tomi. Entah disebut apa perasaan ini, aku memang bahagia bila di dekatnya. Bahkan bisa membuatku lupa dengan kekasihku, andi. hubunganku sendiri dengan andi masih baik-baik saja hingga saat ini. Kami sempat bertengkar karena memang aku sering lupa mengabarinya. Aku sering lupa mengabarinya bila sedang jalan dengan kak tomi. Aku dan kak tomi sering ke kafe untuk sekedar nongkrong dan nonton ke bioskop.

Aku sudah tau bila kak tomi menyukai diriku sejak dulu, namun disisi lain aku juga sudah punya andi. dulu memang aku bersikeras untuk menghindarinya. Tapi semuanya berubah disaat beribu perhatian diberikan olehnya kepadaku.

Kak tomi yang kini selalu ada bila aku butuh sesuatu, kak tomi yang kini selalu menemaniku pergi kemanapun. Aku sadar, bila ini adalah pilihan salah. Aku mempersilahkan kak tomi untuk semakin denganku yang sudah memiliki pacar.

“maaf” hanya itu yang aku sering ucapankan di dalam batinku setiap aku pergi bersama kak tomi. Tentu saja kata itu aku tujukan kepada andi.

***

“atas nama suci bisa masuk ke ruangan.” Sebuah suara menyadarkanku dari sebuah lamunan.

“ci, giliranlu siding tuh.” Kata ema disampingku.

“eh iya ma, aku deg-degan. Doain aku ya. Nih aku nitip hpku.” Kataku sambil masuk kedalam ruangan dan memberikan hpku kepada ema sebelumnya.

Setibanya di dalam ruangan, aku langsung mulai mepresentasikan hasil dari laporan yang sudah ku susun kepada dosen. Hingga akhirnya siding pun berakhir dan taka da revisi lagi setelah itu. aku sangat senang karena telah berhasil menyelesaikan sidangku dengan lancar dan aku langsung keluar ruangan.

“gimana ci di dalem?” tanya ema saat melihatku keluar dari ruangan.

“Alhamdulillah lancar kayak kamu hehe.” Kataku.

“wah syukurlah, o iya tadi andi nelfon.” Kata ema sambil mengembalikan hp milikku.

“andi ngomong apa ci?” tanyaku sambil duduk di kursi.

“andi Cuma bilang salam aja buat lu, semangat terus katanya. Dia juga bilang lu suruh ngehbungin dia kalo udah selesai.” Kata ema.

“iya aku telfon dia sekarang deh.” Kataku

Saat aku ingin menghubungi andi, tiba-tiba terdengar suara kak tomi di dekatku. “hai ci, gimana tadi?”

Aku langsung menuju suara itu, terlihat kak tomi sedang berdiri di depanku yang sedang duduk. Kumasukan hpku kedalam tas dan langsung mereson perkataannya. “Alhamdulillah lancar dong, kan dibantuin kamu kemarin.” Kataku

Ya, kini aku dan kak tomi sudah memanggil dengan sebutan aku kamu. Karena memang hubungan diantara kami sudah dekat, awalnya kagok namun aku sudah terbiasa.

“sini ikut aku sebentar ci” kata kak tomi sambil menarik sedikit tanganku untuk mengikutinya.

“ada apa sih?” tanyaku penasaran.

Lalu kak tomi mengambil sesuatu dari dalam tasnya, ternyata ia mengambil sebuah coklat yang dihias dengan pita yang cantik. “ini buat kamu.” Kata kak tomi sambil memberikan coklat itu.

“yaampun kak, makasih ya.” Kataku menerima coklat darinya.

“masih ada hadiah lagi sebenernya, tapi ada di kosanku. Ke kosan ku yuk sekalian ada yang mau aku omongin” Kata kak tomi.

Aku diam sebentar lalu melihat ema yang ternyata ia juga sedang memperhatikan kami berdua. “yaudah ayuk kak, aku ambil tas dulu ya sekalian bilang ke ema.” Kataku lalu berjalan menuju ema.

“ma, aku duluan ya.” Kataku sambil mengambil lalu memakai tas di punggungku.

“lu mau pergi sama kak tomi ci?” tanya ema.

“iya ma.” Kataku.

“lu jangan macem-macem ya ci, inget ada andi yang nunggu kabar dari lu.” Kata ema.

“iya ema, nanti kalo andi ngehubungin kamu bilang aja aku lagi di rumahmu ya.” Kataku.

“hmm iya.” Kata ema.

“yaudah aku duluan yaaa dadaaaa.” Kataku sambil melambaikan tanganku kepadanya.

“iya hati-hati ya, inget pesen gue.” Kata ema.

Aku hanya menganggukan kepalaku lalu meninggalkan ema yang sedang duduk di kursi. Setelah berpamitan kepada ema, aku langsung menuju kosan kak tomi bersama kak tomi juga tentunya. Sesampainya di sana, suasana kosan sangat sepi karena memang hari masih siang dan kebanyakan penghuni kos masih kerja dan kuliah.

“mau minum apa ci?” tanya kak tomi saat aku sudah masuk dan duduk di dalam kamar kosnya.

“nanti aja gampang kak, aku masih punya minum kok di tas.” Kataku.

Siang ini sangat panas, aku juga masih memakai kemeja putih dan rok hitam beserta jilbab hitam yang membalut kepalaku. Keringat mulai membasahi tubuhku, ku kebas-kebaskan ujung jilbabku untuk mengurangi rasa gerahku.

“gerah ya ci?” tanya kak tomi setelah keluar dari kamar mandi.

“iya kak panas banget.” Kataku.

“yaudah nyalain aja ac nya, tuh remotnya. Aku tutup ya pintunya biar ac nya kerasa.” Kak tomi sambil berjalan menuju pintu untuk menutupnya.

Aku langsung mengambil remot ac yang sudah diberi tau letaknya oleh kak tomi. Langsung ku nyalakan ac di kamarnya dan udara dingin perlahan mulaii kurasakan. Aku kini sudah terbiasa berada di dalam kamar kosnya, akrena sebelum ini aku sudah beberapa kali main kesini untuk sekedar mengerjakan laporan atau menemani saat mengerjakan skripsinya.

“nih ci hadiahnya.” Kata kak tomi sambil memberikan sebuah bingkisan.

“apa ini kak?” tanyaku.

“buka aja!” suruh kak tomi.

Aku langsung membuka bingkisan pemberian kak tomi, saat ku buka aku sempat kaget karena di dalam bingkisan tersebut ada sebuah kemeja flannel dan setangkai bunga mawar merah. Aku senang mendapat hadiah dari kak tomi, aku menjadi menegaskan perasaan yang sedang kurasakan saat ini. Ya, aku jatuh cinta kepadanya. Jatuh cinta terhadap perhatian yang 1 bulan terakhir ini kudapat darinya. Kuambil setangkai bunga mawar darinya dan ku hirup wanginya sambil memejamkan mataku.

“suka ci?” tanya kak tomi.

“aku suka banget kak, makasih ya.” Kataku lalu memeluknya yang sedang duduk di sampingku.

Aku memeluknya sambil masih memegang bunga mawar pemberiannya. Kak tomi mulai membalas pelukanku, kurasakan tangannya membelai punggungku dari atas kebawah. “aku cinta sama kamu” kata kak tomi lirih di telinga kananku.

Aku yang kaget mendengarnya langsung melepas pelukanku. Kulihat kak tomi menatapku tajam, aku bingung harus berbicara apa. “kamu mau jadi pacarku?” tanya kak tomi.

“mhhh aku kan udah punya pacar.” Kataku sambil menundukan wajahku.

“kita kan bisa ngejalanin hubungan tanpa sepengetahuan pacarmu itu.” kata kak tomi.

“tapi kak…..” aku tak menyelesaikan ucapanku karena kulihat kak tomi mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku.

Hatiku berdebar, aku tau apa yang akan terjadi. Aku lagi-lagi bimbang berusaha menolaknya atau malah membiarkannya semakin mendekatkan wajahnya. Ternyata keadaan berkata lain, aku kini malah pasrah apa yang akan terjadi setelahnya.

“mmmhhhh” suara yang keluar dari mulutku saat bibir kak tomi sudah menyatu dengan bibirku. Awalnya aku tak membalas lumatan bibirnya, namun kelamaan aku mulai terbuai dengan ciumannya. Kubuka sedikit bibirku dan kak tomi langsung memasukan lidahnya ke dalam mulutku. Lidahnya menari-nari dan membelit lidahku.

“mmmhhh mmmhhh mhhh” hanya itu yang keluar dari mulut kami. Kami saling melumat bibir dan bertukar air liur. nafsuku mulai bangkit, kurasakan tubuhku mulai didorong perlahan oleh kak tomi untuk rebahan di kasur.

Aku yang sudah dibalut nafsu hanya bisa pasrah dan mengikuti dorongan di tubuhku. Kini aku sudah rebahan di kasurnya dan kak tomi berada di atas tubuhku. Sambil mencium bibirku, kurasakan tangannya kini mulai memegang pinggulku. Digerakkan naik turun hingga ketekku.

Tubuhku merespon dengan rasa geli namun nikmat. kak tomi kini mulai menggeser tubuhnya, kini ia tiduran disampingku namun masih tetap melumat bibirku. Aku dikagetkan dengan tangannya kini diletakan diatas payudara kananku.

Aku sempat menyingkirkan tangannya, namun ia kembali meletakan di atas payudaraku. Tangannya kini mulai meremas payudaraku dengan perlahan. Kak tomi menarik wajahnya sekaligus melepaskan ciumannya.

Terlihat bibirnya basah akibat ciuman kami tadi. Cukup lama kurasakan kami berciuman bibir, “kamu cantik sayang.” Katanya lirih sambil menatapku.

Belum sempat aku berbicara, kak tomi kembali mencium bibirku. Kini ia menciumku sambil kembali meremas payudaraku. Aku merasakan sangat geli akibat remasan tangannya di payudaraku. Kurasakan kini tangannya mulai merambat naik menuju kancing atas kemejaku.

Kami kembali saling membelit lidah hingga aku tak menyadari bila semua kanjing kemejaku sudah terlepas. Kedua payudaraku masih tertutupi oleh tanktop tipis beserta bh berwarna abu-abu. Kubuka mataku, dan kulihat kebawah. Disana terlihat tangan kanan kak tomi mulai menarik tanktop ku keatas secaa perlahan.

Ia menarik tanktop ku hingga ke atas payudaraku, dengan cepat ia juga mengangkat bhku keatas. Setelah itu aku mulai sadar, kudorong tubuh kak tomi. Ciuman kami pun terlepas, aku langsung bangkit dari kasurnya. Kini kududuk di kasurnya sambil menurunkan tanktop dan bh ku sekaligus mengancingkan kembali kemejaku.

“ci, maaf ya aku kebawa suasana.” Kata kak tomi yang kini duduk disampingku.

“iya gapapa kak.” Kataku lirih sambil menahan malu.

“jadi gimana ci? Kamu mau ngejalanin hubungan sama aku?” kak tomi kembali menanyakan hal itu kembali.

“jujur kak, aku sebenernya cinta sama kamu. Aku juga sayang dan cinta sama pacarku. Aku bingung.” Kataku lirih sekaligus menahan air mataku supaya tidak menetes.

Aku teringat dengan andi, aku sudah mendekati perselingkuhan saat ini. Aku sudah bercumbu dengan kak tomi. Rasa bersalah menghinggapiku, namun aku juga tak bisa memungkiri bila kini aku mulai jatuh cinta kepada kak tomi.

“kita bisa ngejalanin hubungan tanpa sepengetahuan siapapun kan ci. Dari dulu aku udah suka sama kamu, tapi aku dulu sempet ngelakuin kesalahan sama kamu.” Kata kak tomi.

“aku berusaha ngilangin perasaanku ke kamu dari dulu, tapi aku gak bisa ci.” Tambahnya lagi sambil mulai memegang tanganku.

“aku bingung kak.” Kataku sambil menundukan wajahnya.

“aku harap kamu bisa menjawabnya sekarang ci. Biar aku juga lega tau jawabanmu.” Kata kak tomi.

“aku ke kamar mandi dulu kak.” Kataku sambil melepas genggaman tangannya lalu berjalan menuju kamar mandi.

Sesampainya di dalam kamar mandi, air mataku menetes. Ya, aku sudah menahan air mataku untuk turun sejak tadi. Kini aku berada di pilihan sulit. Aku dihadapkan dengan pilihan kedua lelaki yang mencintaiku dan aku juga mencintai keduanya.

Setelah lama berfikir sekaligus merapikan kemejaku di kamar mandi, aku kelar dan kembali menemui kak tomi. Dia menatapku dengan tatapan yang menunggu jawaban dariku.

“gimana ci jawabannya?” tanya kak tomi saat aku baru duduk di sampingnya.

“kak, setelah aku pikir-pikir aku mmhhh akum au ngejalanin hubungan sama kak. Tapi dengan syarat jangan sampe ada yang tau. Cukup kita berdua aja yang tau ya.” Kataku dengan menatapnya.

“serius ci? Iya aku janji gak bakal bilang siapa-siapa kok.” Kata kak tomi.

“iya kak.” Kataku lirih.

“makasih ya suci sayang.” Katanya sambil tersenyum lalu tiba-tiba memeluk tubuhku.

Aku merasa lega telah menjawab pertanyaannya. Kuarahkan kedua tangannya menuju punggungnya sebagai balasan pelukannya. Kurasakan kak tomi memeluk tubuhku dengan erat.

Tak terasa hari sudah sore, aku meminta kepada kak tomi untuk mengantarku pulang. Seperti biasa, kak tomi mengantarku sampai ke rumah. Saat sampai di rumah ternyata ada kakekku di depan dan kak tomi disuruh masuk lebih dulu.

Entah kenapa sikap kakek kepada kak tomi berbeda, dia sangat baik dan ramah. Sangat berbeda dikapnya kepada andi dulu. Kakek dan kak tomi ngobrol di ruang tamu sedangkan aku langsung masuk ke dalam untuk mandi.

Setelah mandi ternyata kulihat kak tomi masih mengobrol dengan kakek. akupun duduk di samping kak tomi yang sedang mengobrol dengan kakek. hingga menjelang maghrib tiba, kak tomi ijin untuk pulang ke kosannya. Akupun mengantarkan sampai ke motornya, “aku pulang dulu ya yang,” kata kak tomi sambil menyalakan motornya.

“iya kamu hati-hati ya, kabarin aku kalo udah sampe kos.” Kataku.

“iya nanti aku kabarin kok.” Kata kak tomi.

************************

4 Bulan Setelahnya

Aku kini sedang libur kuliah, liburan kali ini aku tidak pulang ke rumah karena kedua orang tua beserta adik-adiku datang ke rumah kakek. aku juga sudah memberitahu andi bila tidak pulang pada liburan kali ini. Mengenai hubunganku dengan kak tomi, kami masih menutupi hubungan terlarang kami.

Kak tomi juga sering datang ke rumah dan bertemu dengan kedua orang tuaku. Berbeda dengan kakek, kedua orang tuaku malah bersikap dingin kepadanya. Terlihat dari tatapan dan nada berbicara ayah kepada kak tomi. Ibuku juga sering menasehatiku agar jangan terlalu dekat dengannya, ia juga mengingatkanku untuk menjaga hati andi yang sedang jauh di sana.

Hubungan kami semakin dekat, bahkan sudah mulai intim. Kami sering melakukan percumbuan di kosannya. Lambat laun aku mulai menikmati hubungan ini. Namun, aku belum memperbolehkan kak tomi untuk memasukan kontolnya ke memekku.

Kami hanya saling cium dan saling raba. Kedua payudaraku menjadi bulan-bulanan permainan mulut dan tangannya setiap aku main ke kosannya. Aku juga sudah pernah mengocok dan mengoral kontolnya hingga ia mengeluarkan sperma nya di dalam mulutku.

Setiap melakukan perbuatan itu aku selalu megingatkan kak tomi, untuk tidak melepas celana dalamku. Aku belum siap untuk melakukan ha lebih. Sering terbesit sebuah pikiran untuk mengakhiri hubunganku dengan kak tomi, namun kami sudah melakukan hal yang terlalu jauh. Hingga saat ini pun aku masih menyayangi andi kekasihku.

Sahabatku ema juga mulai curiga kepadaku. Namun aku berhasil meyakinkannya bila aku dan kak tomi hanya memiliki hubungan dekat biasa. Entah ema mempercayainya atau tidak karena memang bila di kampus, aku dan kak tomi terlihat saat mesra.

Kini aku sedang menunggu di jemput kak tomi di rumah kakek, kak tomi memintaku untuk menemaninya membeli baju untuk wisudanya minggu depan. Tak lama berselang terdengar ketukan pintu dan kuyakin itu adalah kak tomi.

Aku langsung berpamitan kepada kedua orang tuaku untuk pergi terlebih dahulu. Saat kak tomi datang, ayahku enggan untuk menemuinya dan kakek lah yang membukakan pintu untuknya. Setelah berpamitan, aku dan kak tomi langsung berangkat menuju sebuah mall.

Sesampainya di mall, kami langsung menuju sebuah toko yang menjual kemeja-kemeja formal. Akhirnya kak tomi membeli 2 buah kemeja yang ku nilai sangat cocok bila di pakai olehnya. Setelah mendapatkan kemeja yang ia cari, kami berdua memutuskan untuk makan.

“yang, abis ini ke kosku dulu ya. Naroh baju ini.” Kata kak tomi saat kami telah selesai makan.

“naroh baju doang nih? Yakin?” kataku sambil sedikit melotot ke arahnya.

“haha ya sekalian lah ya.” Katanya sambil mengedipkan mata kirinya.

Aku sudah tau maksud dari dia, “tapi aku gak mau di kos, takut ketauan apalagi ini kan hari libur. Pasti orang-orang lagi pada di kamarnya semua.” Kataku dengan sedikit agak berbisik.

“trus mau dimana?” tanya kak tomi.

“terserah kamu.” Kataku.

“yaudah sekarang ikut aku yuk.” kata kak tomi.

Kak tomi langsung menggandeng tanganku untuk pergi dari mall ini lalu mengikutinya yang mengajakku entah kemana. Aku membonceng motornya sambil membawa belanjaannya tadi. Setelah berjalan selama setengah jam akhirnya kak tomi memberhentikanku di depan hotel. Melihat hotel itu, aku dihujani rasa bimbang.

Hotel itu adalah dimana andi dan aku menginap dulu. Andi dulu menginap di hotel ini saat ia baeru pertama kali ke kota ini. “mau disini yang?” tanya kak tomi sekaligus menyadarkanku dari lamunan.

“ehh jangan disini kak, cari hotel lain aja yang lebih aman.” Kataku dengan sedikit gugup.

Kak tomi langsung menjalankan kembali motornya, ia mengemudikan dengan pelan sambil melihat-lihat bila ada hotel yang cocok. Akhirnya kak tomi langsung membelokan motornya masuk ke dalam parkiran sebuah hotel dengan bangunan yang menjulang tinggi. Seolah ia sudah yakin bahwa aku setuju dengan pilihannya.

“disini aja ya.” Kata kak tomi setelah melepas helmnya.

“iya.” Kataku lalu melepas helm yang kugunakan.

Aku dan kak tomi mulai masuk ke dalam lobby hotel, aku disuruh menunggu di sebuah sofa yang ada di ditu. Sedangkan kak tomi langsung melakukan reservasi kamar. aku sempat merasakan deg-degan akan berada satu kamar dengan kak tomi.

Sebelumnya aku memang sudah terbiasa berduaan dengannya, namun itu di kamar kosnya. Aku menunggu kak tomi sambil menggoyangkan kakiku agar aku merasa lebih tenang. Lalu kulihat ia sudah selesai melakukan reservasi dan langsung menghampiriku.

“yang, nih kamu langsung ke kamar aja. aku mau ke mini market depan dulu ya. Beli minuman sama cemilan buat kita.” Kata kak tomi sambil memberikan sebuah kartu akses untuk membuka pintu kamar.

“iya udah.” Kataku sambil menerima kartu itu.

Aku langsung menuju lift untuk naik ke atas, sesampainya di depan kamar aku langsung masuk kedalam yang sebelumnya ku buka menggunakan kartu yang diberi oleh kak tomi. Langsung kunyalakan ac di ruangan ini. Terlihat kasur yang masih rapi tertata dengan bantal diatasnya.

Aku meletakan plastik belanjaan dan tasku diatas meja, lalu aku duduk di pinggir ranjang. Lagi, untuk kesekian kalinya aku dilanda rasa bimbang. Aku mulai teringat andi, langsung kuambil hpku dan berniat untuk menelfonnya.

Memang akhir-akhir ini aku sangat jarang memberi kabar kepadanya. Karena kak tomi sering marah dan terlihat kesal bila aku menghubungi andi saat sedang berdua dengan kak tomi. Aku langsung menelfon andi untuk memberi kabar kepadanya, karena sejak tadi aku tidak membalas pesan darinya.

“halo yang, kamu kemana aja sih?” suara andi saat telfonku diangkat olehnya.

“halo yang, maaf ya aku tadi lagi siap-siap.” Jawabku bohong.

“kamu mau pergi? Bapak ibu jadi kesana?” tanya andi.

“iya jadi yang, kan aku gak bisa pulang liburan kali ini.” Jawabku.

“aku gak ketemu kamu dong liburan ini.” Kata andi dengan nada suara sedikit memelas.

“iya gimana lagi yang.” Kataku lirih.

Perlahan aku mengingat semua kesalahanku pada andi. air mataku mulai membasahi kelopak mataku.

“aku kangen kamu yang, kangen banget.” Kata andi dengan nada lembut.

Aku hanya diam dan mulai menyeka air mataku yang sedikit lagi akan menetes.

“halo yang.” Kata andi lagi.

“eh iya yang, aku juga kangen banget sama kamu.” Kataku sambil sesenggukan.

“kamu nangis ya?” kata andi yang menurutku mulai menyadari bila suaraku mulai berbeda karena sedang menahan tangis.

“eh enggak kok yang. Udah dulu ya, akum au pergi dulu sama ibu sama nenek juga.” Kataku.

“iya kamu hati-hati ya.” Kata andi.

“iya yang, aku pergi gak bawa hp ya. Mau aku charger dulu soalnya baterai nya mau habis yang.” Alasanku supaya andi tidak mencariku bila aku tak memberi kabar.

“iya yang.” Kata andi.

“yaudah nanti lagi yaa.” Kataku.

“aku mau ngomong sesuatu boleh.” Kata andi dengan nada sedikit serius.

“i..iya mau ngomong apa?” kataku penasaran.

“aku cinta sama kamu suci, baik-baik ya di sana. Kabarin aku terus ya, soalnya aku akhir-akhir ini sering khawatir kalo kamu gak ngasih kabar. Kamu juga jangan telat makan, ibadahnya yang rajin.” Kata andi.

Aku kini sudah tak bisa menahan lagi tangisku, apalagi setelah mendengar andi berbicara seperti itu. bibirku sedikit bergetar karena sebisa mungkin aku menahan agar suara tangisanku tak terdengar oleh andi.

“halo..halo yang. Kamu masih disitu kan, duh kok malah gak ada suaranya sih padahal masih nyambung. Masa iya sinyalnya jelek sih.” Kata andi dengan sedikit menggerutu.

Lalu ku putuskan untuk mematikan telfonku, aku sudah tak sanggup lagi bicara sama andi dengan keadaan seperti ini. Tangisku pecah dengan masih memegang hp milikku. “aku juga cinta sama kamu ndi, cinta bangeeett.” Kataku lirih sambil masih menangis.

Lalu mulai terdengar suara ketukan di pintu, aku langsung menghapus air mataku. namun kurasa itu belum cukup, maka aku langsung masuk ke dalam kaamr mandi untuk membasuh wajahku. Setidaknya supaya kak tomi tidak mengetahui bila aku habis menangis.

“tokk..tokkk…tookk.” (suara ketukan semakin keras)

Setelah membasuh wajahku, aku langsung membuka pintu kamar. “kok lama banget sih yang?” kata kak tomi langsung masuk ke dalam setelah ku bukakan pintu.

“i..iya aku abis dari kamar mandi tadi.” Jawabku lalu menutup dan mengunci pintu.

Kak tomi langsung meletakan cemilan yang ia beli tadi diatas meja, lalu ia melepas sepatunya dan langsung masuk ke kamar mandi. Aku mengambil sebuah botol air minum dan langsung meminumnya untuk membuatku lebih rileks.

Kulepas jilbab yang membalut kepalaku sedari tadi, kusampirkan jilbabku di kursi. Lalu aku langsung mulai naik ke atas kasur lalu merebahkan tubuhku. Ku nyalakan tv supaya suasana kamar tidak terlalu hening.

Kulihat kak tomi keluar kamar mandi, ia hanya memakai kaos dan celana kolornya. Ia langsung naik ke kasur dan tiduran di sampingku. Dia tiduran sambil menghadap ke arahku, tangan kanannya juga sudah berada di atas perut dan pinggangku.

Tangan kak tomi mulai masuk ke dalam kaos yang kugunakan. Dielus-elus perutku, “geli yang.” Kataku sambil masih menatap kea rah tv.

Tanpa berlama-lama ia langsung mencium bibirku, aku yang belum siap sempat kaget. Kak tomi langsung memasukan lidahnya kedalam mulutku. Aku pun yang terbawa suasana mulai membalas ciuman dan permainan lidahnya.

Tangannya dengan cepat langsung menarik kaos ku keatas, aku yang sudah tau maksudnya langsung mengangkat tangan dan tubuhku agar kaosku dapat terlepas. Setelah kaos ku terlepas ia juga langsung melepas kaitan bh di punggungku lalu melepasnya dari tubuhku.

Kini tak ada kain yang menutupi tubuh bagian atasku, kak tomi langsung menyerang kedua payudaraku. Diremas kedua payudaraku secara bergantian, tak lupa ia juga memainkan kedua putingku.

“mmhhh pelan-pelan yang, sakit” erangku.

“aku gemes yang punya kamu gede banget.” Kata kak tomi lalu mulutnya mulai menghisap putting kananku.

“aahh aaaahhh.” Desahku saat kak tomi mulai menjilat dan menghisap putingku.

Tubuhku mulai bergetar menerima hisapan kak tomi dikedua putingku. Kak tomi masih menghisap putingku sambil tangannya kurasakan mengusap-usap perutku lalu turun hingga di celanaku. Dengan cepat, kak tomi langsung melepaskan kancing celanaku dan menurunkan resleting nya.

Kak tomi melepaskan bibirnya dari putingku, “buka aja ya.”

Aku hanya menganggukan kepalaku dan memandangnya sayu.

Kak tomi langsung melepas celana panjangku, namun kali ini beserta cdku. Aku yang menyadari hal itu langsung sedikit berusaha menahan cd ku agar tak ikut ditarik lepas. Namun gerakan tangan kak tomi begitu cepat dan kini aku sudah bugil dihadapannya.

“kok cd ku juga dilepas?” protesku.

“udah tanggung yang hehe sekalian ya.” Katanya sambil kembali mendorong tubuhku agar rebahan kembali di kasur.

ia kembali mencium bibirku, cukup lama kami berciuman. Tangan kak tomi juag kembali memainkan payudaraku. Lama-kelamaan kurasakan seperti ada benda keras yang menggesek-gesek pinggangku. Kulirik kebawah ternyata itu adalah kontol kak tomi. Entah kapan ia melepas celananya hingga aku tak menyadarinya.

Kak tomi mengakhir ciumannya dan kini ia mulai menjilati leherku sambil tangannya masih memainkan payudara kananku.

“mmhhh aahhh aaahh yang mmhhh.” Desahku.

Jilatan lidah kak tomi berakhir di putting kiriku, ia langsung mnghisp dalam-dalam.

“oouuccchhh yang pelan.” Racauku.

Tangannya kini melepas payudara kananku, tangannya tutun melewati perutku hingga kini aku merasakan bulu-bulu halus di memekku mulai disentuh olehnya. Rasa geli semakin menghujani tubuhku, kurasakan memekku dibawah sana sudah lembab.

Sambil masih menghisap putingku, kini tangan kanannya mulai membelai-belai bibir memekku yang sudah basah. Rasanya geli dan nikmat, aku hanya memejamkan mataku. kurasakan kini salah satu jarinya mulai masuk kedalam memekku.

“aaahhh yaanngg aaaahhh.” Desahku sambil kini mulai meramasi rambut kak tomi.

Jarinya mulai mengocok memekku yang sudah basah, cukup lama kak tomi mengocok memekku dengan 1 jari hingga kini kurasakan ia memasukan 1 jarinya lagi ke dalam memekku.

“ohhh yang gelliii aaahhh iyaaaaahhh.” Desahku semakin tak terkendali.

Sementara kedua jarinya masih mengocok memekku, bibirnya masih memainkan putingku. Kurasakan sudah tak bisa menahan lagi orgasmeku. Permainan jari kak tomi di memekku sangat lah terasa nikmat.

“ahh yangghhh aaahhh aku keluaaarr mmhhhh.” Kataku saaat orgasmeku tiba.

Kurasakan cairan keluar dari memekku dan kak tomi menghentikan kocokan jarinya di memekku.

“aahh yang aku keluar tauuu aahh aahh.” Kataku sambil mengatur nafasku.

Kak tomi melepaskan jarinya di memekku dan bibirnya juga sudah melepas putingku. Kini ia bangkit dan duduk disampingku sambil bersandar di tembok.

“enak yang?” kata kak tomi sambil membelai rambutku.

“hah hah hee’emm.” Kataku yang kini merasakan nafasku kembali normal.

“gantian dong sayang.” Katanya sambil mengocok kontolnya yang sudah berdiri tegak di hadapanku.

Aku langsung memegang batang kontol milik kak tomi, kuperhatikan di lubang kencingnya juga sudah basah akibat sebuah cairan. Tanpa berlama-lama aku langsung memasukan kepala kontolnya ke dalam mulutku.

“aahh gilaaa enak banget yang.” Katanya sambil membelai rambutku.

Aku yang mendengar erangan kak tomi semakin bersemangat untuk memainkan kontolnya. Kuhisap kepala kontolnya sambil sesekali ku jilati lubang kencingnya.

“aahhh enak succiiii aaahhh.” Desahnya lagi.

Sekitar 5 menit aku memainkan kontolnya, kak tomi menyuruhku untuk berenti dan dia turun dari tempat tidur dan menuju meja untuk mengambil sesuatu dari plastik yang ia bawa dari minimarket. Entah ia sedang apa, aku tak bisa melihatnya karena posisi badannya memunggungiku.

Lalu ia berbalik dan aku kaget karena kini sudah ada kondom yang terpasang di kontolnya. Ia kembali ke kasur, direnggangkan kedua pahaku dan ia memposisikan tubuhnya di antara kedua pahaku.

“kak, mau ngapain kak.” Kataku dengan sedikit panik.

“aku masukin ya sayang, udah nanggung.” Katanya.

“tapi kan aaahhhhhh.” Aku memejamkan mataku saat merasakan kak tomi memasukan kontolku ke memekku secara tiba-tiba.

Kak tomi langsung memaju mundurkan kontolnya secara perlahan. Aku masih memejamkan mataku dan air mataku mulai menets keluar. perasaanku kalut, kini aku sudah benar-bener sepenuhnya mngkhianati andi.

Perasaanku campur aduk, ditambah kak tomi saat ini juga sedang mulai melakukan peneterasi di memekku.

“aahhh aaahhh” desahku sambil tubuhku bergoyang karena tubuhku sedang digenjot oleh kak tomi.

“aahhh enak banget yang, aku beruntung banget bisa ngerasain ini.” Katanya sambil mempercepat sodokannya.

“plok plok plok” suara tubuh kami yang saling bertemu.

Aku hanya memejamkan mataku saat kak tomi menyodok-nyodok kontolnya di memekku. Aku tau melihat kebawah karena aku belum siap untuk menerima ini semua. Namun lagi-lagi tubuhku berkata lain, tubuhku meresponnya dengan rasa nikmat yang mulai kurasakan.

“aahhh aaaahhhh aaahhh.” Desahku saat mulai kurasakan kedua payudaraku diremas oleh kedua tangannya.

“uhhh enak bangeeett aaaahhhh. Gak tahannn oohhh.” Racau kak tomi semakin keras.

Aku hanya bisa diam dan mendesah menerima danmenikmati perbuatan kak tomi kepadaku. Pikiranku sudah kacau saat saat ini.

Setelah cukup lama ia menggenjotku, ia menanyakan ingin di keluarkan dimana. “aahh yang aku mau keluar nihh, keluarin dimana aahhh.” Katanya semakin mempercepat sodokannya.

“aahhh aaahhh keluarin di luar, jangan di dalemm ohh.” Desahku sambil masih memejamkan mataku.

Tak laam kemudian ia mencabut kontolnya dari memekku dan aku merasakan perutku terasa basah, kini kubuka kedua mataku dan kulihat kak tomi sedang mengeluarkan spermanya di perutku.

Namun aku merasa aneh, aku tidak sempat orgasme lagi. Tidak seperti saat bersama andi, mungkin karena fikiranku tidak fokus tadi.

Setelah kulihat kak tomi telah selesai mengeluarkan semua spermanya di perutku, aku lalu langsung bangkit dan langsung menuju kamar mandi. Ku nyalakan sower dan air mulai membasahi ujung rambutku hingga ujung kakiku.

Ku basuh tubuhku khususnya bagian perutku yang terdapat sperma kak tomi. Kusabuni semua tubuhku, tak lupa aku membersihkan memekku. Namun saat aku menyabuni tubuhku, aku di kagtekan dengan sebuah dekapan dari arah belakang.

Aku langsung menolehkan kepalaku ke belakang, ternyata itu adalah kak tomi. Kurasakan juga kontolnya kembali keras dan menyodok-nyodok pantatku. “lagi yuk” katanya sambil tersenyum. Akhirnya kami melakukannya kembali, tubuhku di genjot di dalam kamar mandi.

Ya, kami melakukannya sekali lagi dan aku langsung memintanya untuk mengantarku pulang. Hari juga sudah mulai gelap. Aku takut di marahi bila pulang malam, ditambah aku takut di marahi oleh ayah.

Sesampainya di rumah kakek, “kamu langsung pulang aja yang.” Kataku setelah melepas helmku lalu memberikan kepadanya.

“iya yang, udah malem juga. Makasih ya buat hari ini hehe.” Katanya dan terlihat senyum kepuasan di bibirnya.

“iya sama-sama, nih belanjaanmu.” Kataku sambil memebrikan plastikk belanjaannya.

“yaudah aku pulang ya sayang.” Katanya berpamitan.

“iya kamu hati-hati.” Kataku.

Setelah kak tomi pergi dan menghilang dari pandanganku, aku langsung masuk ke dalam rumah. Ku lihat ibu dan ayahku sedang menonton tv bersama adik-adikku.

“baru pulang ci?” kata ibuku.

“iya bu, aku masuk ke kamar dulu ya.” Kataku.

Sesampainya di kamar aku langsung melepas jilbabku dan mengganti pakaian beserta dalemannya. Langsung kurebahkan tubuhku di kasur karena kurasakan badanku sangat capek. Kubuka hpku, dan ku kirim sebuah pesan ke andi. “sayang, telfon aku ya kalo kamu lagi gak sibuk.”

10 menit kemudian hpku berdering dan ternyata andi yang menelfonku. Akupun langsung mengangkatnya, “assalamuallaikum yang.”

“wallaikumsalam, tumben kamu minta di telfon?” kata andi.

Degg.. aku sempat terdiam mendengar pertanyaannya. Karena akhir-akhir ini aku selalu beralasan sibuk bila andi ingin menelfonku.

“halo yang, kok diem.” Kata andi lagi.

“eh iya yang, emang kenapa sih aku minta telfon sama pacar sendiri. Ada yang salah?” kataku.

“gak ada yang salah kok, aku malah seneng hehe.” Kata andi.

“kita telfonan sampe aku ketduran ya.” Pintaku kepada andi.

“dengan senang hati, aku juga kangen denger suara ngorokmu pas lagi tidur haha.” Kata andi

“ihhh dasar, aku gak ngorok tau kalo tidur haha.” Kataku.

Akhirnya kami telfonan sampe aku benar-benar ketiduran dan pagi harinya aku terbangun dengan kondisi hp sudah dalam keadaan mati disamping kepalaku..

END – Kisah Lu Dia Gw Part 33 | Kisah Lu Dia Gw Part 33 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 32)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 34)