Kisah Lu Dia Gw Part 32

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 32

Start Kisah Lu Dia Gw Part 32 | Kisah Lu Dia Gw Part 32 Start

Pov Suci

Aku baru saja menyelesaikan masa magang kerja selama 1 bulan di suatu perusahaan swasta di kota T. Magang Kerja adalah merupakan suatu mata kuliah wajib yang harus kutempuh di semester ini. Aku sempat kesulitan mencari perusahaan yang mau menerimaku, sedangkan ema melakukan magang di tempat ayahnya bekerja. Namun akhirnya aku menemukan perusahaan yang mau menerimaku.

Kini aku harus dipusingkan dengan deadline laporan magang kerjaku yang nantinya akan aku presentasikan di semester ini. Pagi ini aku langsung ke kampus karena sudah ada janji bersama dosen pembimbingku. Sesampainya di kampus aku langsung janjian bersama ema.

“ma, kamu dimana? Aku udah di kampus nih.” Isi pesan yang aku kirimkan kepada ema.

Tak lama berselang ema langsung membalas pesanku, “gue di kantin ci, sini aja. gue juga lagi ngerjain laporan nih.”

Aku langsung menuju kantin untuk menemui ema, saat sampai di kantin aku sempat menghentikan langkahku sejenak karena aku melihat ema sedang duduk bersama senior-senior, termasuk kak tomi. Aku yang selama ini sudah berhasil menjaga jarak dengan kak tomi mulai bimbang, apakah harus bergabung bersama ema atau tidak.

“suciiii.” Suara yang menyadarkanku dari lamunan.

Pandanganku tertuju ke ema yang memanggilku sambil melambaikan tangannya agar aku bergabung dengannya. Kulihat kak tomi dan senior-senior yang sedang duduk juga menatapku. Dengan berat hati aku langsung menuju tempat dimana ema dan senior-seniorku sedang berbincang.

“sini ci duduk.” Kata ema mempersilahkanku duduk di kursi kosong sebelahnya.

“kamu revisi apa ma?” tanyaku sambil duduk di kursi.

“nih liat, dicoret-coret laporan gue ci. Pusing gue revisi mulu.” Kata ema sambil memberikan laporannya kepadaku.

Aku menerima laporan milik ema dan melihatnya, memang banyak coretan di kertas laporan ema. Terkadang tatapanku ku alihkan ke orang yang duduk di depanku. Saat aku meliriknya ternyata orang tersebut juga sedang memandangku. Siapa lagi orang itu kalo bukan kak tomi.

“lu udah ngerjain laporan ci?” tanya kak tomi kepadaku.

“udah kak.” Jawabku dengan masih membolak-balik kertas laporan ema.

“trus udah bimbingan?” tanya kak tomi lagi.

Aku hanya menggelengkan kepalaku.

“kalo ada revisi, bilang gue aja ci. Nanti gue bantuin haha.” Kata kak tomi.

“woooo bisa aja lu tom.” Kata kaka senior lainnya.

“biarin sih, namanya juga usaha. Iya gak ci?” kata kak tomi.

Aku tak merespon ucapannya dan masih tetap melihat laporan ema. Seketika aku teringat janji dengan dosen pembimbingku. “astaga aku lupa ma, ada janji sama ibu sukma (dosen pembimbing). Aku ke atas dulu ya.” Kataku sambil mengembalikan laporan milik ema.

“yaudah good luck suci, jangan lupa berdoa biar gak revisi haha.” Kata ema.

Aku langsung menuju ruangan dosen pembimbingku tanpa berpamitan kepada kak tomi dan senior lainnya. Ku ketuk pintu sebentar dan langsung membukanya, dan dosen pembimbingku terlihat sedang duduk di kursinya.

“selamat pagi bu, saya mau bimbingan.” Kata ku sambil salim kepadanya.

“eh iya duduk dulu ci, ibu bales chat dulu dari mahasiswa bimbingan skripsi sama ibu.” Kata bu sukma sambil mengetik sesuatu di hpnya.

Sambil menunggu bu sukma mengetik, ku keluarkan laporan yang sudah aku print semalam.

“mana ci laporan kamu.” Kata bu sukma.

“ini bu.” Kataku sambil menyerahkan laporan bab 1 – 2 kepada bu sukma.

Aku memperhatikan bu sukma yang sedang membaca laporanku hingga bu sukma mulai memberi coretan di beberapa kata yang ada di laporanku.

“tok..tok..tok.” (suara ketukan pintu)

Aku dan bu sukma menoleh ke arah pintu yang di ketuk dan tak lama kemudian dibuka. Masuklah seorang lelaki yang ternyata itu adalah kak tomi.

“selamat pagi bu, saya mau bimbingan.” Kata kak tomi mulai masuk dan berdiri di sampingku.

“oh iya duduk dulu tom, saya meriksa laporan suci dulu ya.” Kata bu sukma.

Ternyata yang dimaksud oleh bu sukma tadi adalah kak tomi, mahasiswa bimbingan skripsinya. Kak tomi kini duduk di sebelahku yang sebelumnya sempat melempar senyum ke arahku. Namun, lagi-lagi aku tak merespon senyumnya.

“nih ci, laporan kamu. Masih ada beberapa yang harus kamu revisi lagi. 2 hari lagi ketemu saya” kata bu sukma mengembalikan laporanku.

“iya baik bu, terima kasih. Saya permisi dulu.” Kataku sambil salim kepadanya dan langsung keluar ruangan setelahnya.

Aku duduk di sebuah bangku panjang di depan ruang dosen. Kulihat kembali kertas laporanku dan terdapat beberapa coretan pulpen yang lumayan banyak. “duhh kok banyak banget sih, padahal aku udah ngikutin panduannya deh.” Batinku.

Saat aku masih membaca laporanku, terasa ada yang duduk di sampingku. Aku langsung menoleh ke samping dan ternyata kak tomi yang sedang duduk di sampingku.

“banyak revisinya ci?” tanya kak tomi.

“hmm lumayan kak.” Kataku

“mau gue bantu?” kata kak tomi sambil mengambil kertas dari tanganku.

Aku hanya diam dan melihat dia yang sedang membaca-baca laporanku, “eh gak usah kak, aku bisa sendiri kok.” Kataku mengambil laporanku dan langsung beranjak dari kursi.

Hari itu aku langsung pulang ke rumah, karena tidak ada jam kuliah lagi. Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku di kasur. “huh masih ada revisi lagi.” Batinku.

*keesokan harinya

Jam menunjukan pukul 5 pagi pada hari ini dan aku baru saja menyelesaikan ibadahku. Ku ambil hp ku dan langsung ku telfon andi sekaligus untuk membangunkannya.

“tuuttt..tuutttt” (suara sambungan telfon)

“assalamuallaikum yang.” Suara andi menjawab telfonku.

“wallaikumsalam yang, tumben udah bangun kamu?” kataku.

“udah dong, udah shalat juga haha.” Kata andi.

“nah gitu dong hehe.” Kataku.

“o iya, abis ini aku berangkat ke daerah B. ada acara organisasi kampusku disana, aku semalem lupa mau bilang ke kamu” Kata andi.

“iya gpp yang, berapa hari disana?” tanyaku.

“ya sekitar 5 harian sih jadwalnya, minggu pagi juga udah pulang kok.” Kata andi.

“yaudah kamu hati-hati ya disana, inget jangan macem-macem.” Kataku dengan nada sedikit mengancam.

“haha gimana mau macem-macem, semacem yang kayak kamu aja belom habis-habis.” Kata andi.

“woo dasar, aku hari ini mau ke kampus trus ngerjain revisi laporanku yang kemarin nih.” Kataku.

“kamu semangat ya, ngerjain laporannya biar cepet selesai. Ngerjain bareng ema kalo kamu masih ada yang bingung.” Kata andi.

“iya pasti semanat dong aku haha.” Kataku.

“udah jam segini yang, aku berangkat ya. Have a nice day!” kata andi.

“iya kamu hati-hati loh, inget. Kamu juga ya, semoga lancar disana. O iya ndi hmmm.” Kataku yang tak meneruskan ucapanku.

“ada apa yang?” tanya andi.

“aku kangen hehe.” Kataku sambil senyum-senyum sendiri.

“yaampun, aku juga kangen sama kamu ci.” Kata andi.

“yaudah katanya mau berangkat?” tanyaku.

“iya ini mau berangkat, udah dulu ya. Nanti aku kabarin kalo udah sampe sana. wassalamuallaikum” kata andi.

“iya yang, wallaikumsalam.” Kataku sambil mematikan telfonku.

Setelah menutup telfon aku lalu menuju dapur untuk membantu nenek memasak sekaligus menyiapkan sarapan.

Skip

Aku baru saja menyelesaikan jam kuliah terakhirku hari ini, lelah sekali rasanya. Ditambah aku masih kepikiran revision yang belum smepat aku kerjakan. “ma, kamu mau ngerjain revisian abis ini?” kataku kepada ema sambil berjalan menuju lobby kampus.

“enggak dulu kayaknya ci, mau jalan sama cowok gue habis ini nih.” Kata ema.

“yahh aku kira mau ngerjain, kan bisa bareng gitu.” Kataku sambil memasang wajah sedikit cemberut.

“duh duh jangan cemberut gitu dong, nanti gue dimarahin andi gara-gara udah bikin lu cemberut haha.” Kata ema dengan sedikit menggodaku.

“ih apaan sih kamu.” Kataku.

“haha yaudah gue duluan ya ci, lu masih mau di kampus?” kata ema.

“iya ma, aku mau ngerjain laporan dulu deh di perpus.” Kataku.

“gue duluan deh kalo gitu, semangat ya suci montok haha.” Kata ema.

“haha iya hati-hati kamu ma.” Kataku.

Aku dan ema berpisah di lobby, aku menuju perpus sedangkan ema menuju parkiran. Aku langsung menuju perpus untuk mengerjakan revisian ku. sesampainya di perpus, ku ambil laptopku yang ada di tas dan meletakan tasku di dalam loker.

Ku ambil beberapa buku yang akan kugunakan sebagai referensi saat mengerjakan revisiku. Aku langsung menuju sebuah kursi yang masih kosong. Ku nyalakan laptopku dan mulai ku kerjakan revisiku. Jemariku mulai menari di atas keyboard laptopku, kata perkata mulai ku ketik.

“ddrrtttt” (suara hpku bergetar)

Ku buka layar hpku dan ternyata ada sebuah pesan dari kekasihku andi. pesan itu berisi bahwa ia sudah sampai dan ternyata di daerah sana sulit untuk mendapatkan sinyal. Saat aku ingin membalas pesan andi, lagi-lagi kak tomi datang dan langsung duduk di sebelahku.

“lagi ngerjain revision ci?” tanya kak tomi lirih.

“iya kak, besok kan aku bimbingan lagi.” Kataku sambil memasukan hpku ke dalam kantong bajuku.

“ngerjain di kafe sebrang kampus yuk, sekalian gue juga mau ngerjain skripsi gue ci. Kalo disana kan bisa sambil ngobrol.” Ajak kak tomi.

Aku diam sejenak, aku bingung harus menerima ajakannya atau menolaknya. Baru kali ini aku bimbang menentukan pilhan. Biasanya aku langsung menolak setiap ajakan kak tomi, namun kali ini berbeda.

“gimana ci? Nanti gue bantuin kalo lu masih ada yang bingung” kata kak tomi lirih.

“mmmhh gimana ya, yaudah deh ayok kak.” Aku mengiyakan ajakannya.

“nah gitu dong, yaudah yok sekarang.” Kata kak tomi yang terlihat begitu bersemangat.

Aku mematikan laptop dan mulai berjalan mengikutinya menuju loker, kumasukan laptopku kedalam tas. Lalu aku berjalan bersama kak tomi menuju kafe sebrang kampus. suasana kafe sudah mulai kampus mengingat hari sudah menjelang sore.

Aku dan kak tomi duduk di sebuah kursi yang kosong, “lu mau pesen apa ci?” tanya kak tomi.

“milkshake chocolate aja kak.” Kataku kepadanya sambil mengeluarkan laptopku dari dalam tas.

Kak tomi terlihat memesan pesananku dan dia.

“udah sampe mana ngerjainnya ci?” kata kak tomi sambil duduk di sampingku.

“eh ini sampe sini kak.” Kataku sambil menunjukan layar laptopku.

“kertas revisian lu bawa gak? Mana gue liat revisinya apa aja.” kata kak tomi.

Aku mengambil kertas laporanku yang kemarin dicoret-coret oleh dosen pembimbingku dan memberikannya kepadda kak tomi, “nih kak kertas revisiannya.”

“oh disini revisinya, tapi kok banyak banget ya ci.” Kata kak tomi sambil melihat kertas laporanku.

“hehe iya kak, abisnya aku gak tau harus gimana. Padahal udah ngikutin panduan.” Kataku yang kini mulai cair dengan suasana saat ini.

“yaudah sini gue kerjain aja biar cepet.” Kata kak tomi sambil memindahkan laptopku di hadapannya.

“loh kok kakak yang ngerjain, kan kakak juga mau ngerjain skripsi.” Kataku sambil emrasa tak enak.

“udah gpp ci, kan kalo laporan magang deadlinenya Cuma 1 bulan setengah kan? Kalo gue masih beberapa bulan lagi ci. Santai aja ya.” Kata kak tomi sambil tersenyum.

“iya sih kak, tapi aku gak enak kalo kakak yang ngerjain revisianku.” Kataku.

“udah gpp ci, gue kerjain dulu ya.” Kata kak tomi mulai mngerjakan revisianku.

Ku hanya bisa memperhatikan dirinya yang masih ngerjain revisianku. Tak lama berselang pesanan kami datang, pelayan meletakan satu gelas es jeruk dan milkshake chocolate pesananku. Setelah itu si pelayan juga meletakan 2 piring nasi goreng di meja kami.

“pesanannya udah semua ya mas.” Kata pelayanan kepada kak tomi.

“oh iya, makasih bro.” kata kak tomi.

Aku kembali bingung, padahal tadi aku hanya memesan minuman kepada kak tomi. Tapi kenapa ada makanan segala.

“ini nasi goreng kok ada 2 kak?” tanyaku kepada kak tomi.

“emang kenapa ci? Kurang? Haha.” Kata kak tomi kepadaku namun pandangannya masih fokus ke laptop.

“eh bukan gitu kak, kan aku pesen minum doang tadi.” Kataku.

“iya gue sengaja pesenin buat gue satu trus lu satu. Gue tau u belom makan dari tadi, gue gak mau lu sakit gara2 gak makan.” Kata kak tomi menatapku dan tersenyum diakhir ucapannya.

Aku hanya diam dan terpaku menatap wajahnya, sedari tadi aku memang belum makan dan sudah mulai lapar saat tadi di perpus. Aku tersadar dan mulai salah tingkah di hadapannya, “eh iya aku belum makan, makasih ya kak.” Kataku sambil menundukan wajahku.

“kalo bilang makasih tuh liat ke orangnya dong haha.” Goda kak tomi.

Aku hanya tersenyum dan menatapnya kembali, “makasih ya kak udah dipesenin nasi goreng.”

“nah gitu dong, kan keliatan wajah cantiknya. Haha.” Kata kak tomi.

“isshhh gombal.” Kataku sambil salah tingkah kembali.

“haha gue selesaiin ini dulu ya, abis itu kita makan nasi gorengnya.” Kata kaka tomi sambil melanjutkan mengerjakan revisiku.

“iya kak.” Kataku

30 Menit kemudian

“nahh selesai juga.” Kata kak tomi sambil merenggangan tubuhnya.

“udah selesai beneran kak?” tanyaku.

“udah nih, eh iya sebentar.” Kata kak tomi sambil mengambil sesuatu dari tasnya.

“gue save sekalian disini ci, trus besok gue print juga.” Kata kak tomi sambil mengopi fileku ke flashdisk nya.

“gak usah kak, aku aja yang ngeprint. Kakak kan udah bantuin ngetik masa mau ngeprint juga.” Kataku.

“santai aja sih ci, gpp. Besok kan kita bimbingan juga bareng.” Kata kak tomi.

“iya kak, sekali lagi makasih ya.” Kataku.

Setelah selesai memindahkan file ku, kak tomi langsung mencabut flashdisknya dan mematikan laptopku.

“nih ci, masukin tas trus makan dulu yuk.” kata kak tomi sambil memeberikan laptop kepadaku.

“iya kak.” Kataku menerima laptop dan memasukan ke dalam tasku.

Setelah itu, aku langsung memakan nasi goreng yang telah dipesan kak tomi hingga habis. “makasih ya kak sekali lagi.” Kataku setelah memakan nasi gorengnya.

“lu ngomong makasih mulu dari tadi haha udah sih santai aja.” kata kak tomi.

“iya aku abis gak enak, udah dibantuin trus dipesenin makan juga.” Kataku.

“iya suci gpp kok, gak usah gak enak segala.” Kata kak tomi.

Kami lalu melanjutkan obrolan kami hingga tak terasa cuaca diluar kafe sudah gelap. Kulihat jam tanganku, ternyata sudah menunjukan pukul 7 malam.

“yaampun, gak kerasa udah malem ternyata.” Batinku.

“kenapa ci?” kata kak tomi yang memergokiku sedang melihat jam.

“udah jam 7 kak, aku pulang dulu ya.” Kataku.

“yaudah, gue bayar dulu. Abis itu gue anter pulang.” Kata kak tomi.

“gak usah kak, aku pulang sendiri aja gpp.” Kataku.

“ci, tadi kan gue yang ngajak kesini jadi gue juga nganterin lu pulang.” Kata kak tomi sambil menatapku tajam.

Aku hanya diam dan menganggukan kepalaku.

“tunggu sebentar ya.” Kata kak tomi yang langsung menuju kasur.

Tak lama kak tomi, sudah kembali. “yuk ci, ambil motor dulu ya di kampus” ajak kak tomi.

Kami keluar dari kafe dan kembali ke kampus untuk mengambil motor kak tomi. Sesampainya di parkiran, kami langsung menuju motornya. Kak tomi langsung memakai helm miliknya, “ci, gak pake helm gpp kan?” tanya kak tomi.

“iya gpp kok kak.” Kataku.

“yaudah naik, keburu malem nanti.” Kata kak tomi.

Aku mulai naik ke motornya dan memboncengnya, motor kak tomi mulai berjalan perlahan meninggalkan kampus. suasana jalan malam itu sangat ramai hingga sesekali kami terjebak oleh macet. Sekitar 40 menit perjalanan, akhirnya kami berdua telah sampai di rumah kakek.

“kak, makasih ya udah dianterin pulang.” Kataku setelah turun dari motornya.

“iya sama-sama ci.” Kata kak tomi masih duduk di atas motornya.

“mau mampir dulu?” kataku lirih.

“hmm besok aja kapan-kapan ci. Udah malem juga, yaudah gue langsung balik ya.” Kata kak tomi sambil menyalakan motornya.

“iya kak, hati-hati ya.” Kataku.

Kak tomi lalu mulai pergi dan berlalu dari pandanganku, selepas kak tomi pergi aku langsung masuk ke dalam rumah.

“assalamuallaikum.” Kataku saat memasuki rumah.

“wallaikumsalam.” Terdengar suara nenek dari dalam rumah.

“kok sampe jam segini nduk?” tanya nenek saat aku berada di ruang tamu.

“iya nek, abis ngerjain laporan. Capek banget huh.” Kataku sambil salim kepadanya.

“yaudah kamu mandi trus makan.” Kata nenek.

“aku udah makan tadi nek, ini mau mandi aja terus istirahat. Oiya, kakek kok gak keliatan?” kataku.

“kakekmu udah masuk ke kamar daritadi ci. Biasa lah masuk angina, namanya udah tua.” Kata nenek.

“yaudah aku mandi dulu ya nek.” Kataku sambil berjalan dan masuk ke dalam kamarku.

Ku letakan task u di meja belajarku, lalu kulepas jilbab yang seharian ini menutupi rambutku. ku ambil sepasang pakaian beserta dalemannya yang akan kugunakan setelah mandi.

Setelah selesai mandi dan berpakaian aku langsung kembali ke kamar dan merebahkan tubuhku di kasur. Terasa lelah sekali hari ini rasanya. saat aku ingin memejamkan mataku, tiba-tiba aku teringat sesuatu.

“yaampun, aku lupa bales pesan dari andi tadi.” Kataku lirih.

Aku langsung bangun dan mengambil hpku. Kubuka layar hpku dan langsung muncul pesan dari andi yang tadi belum sempat aku balas. “duhhh kok aku bisa lupa ngasih kaabr ke andi sih.” Batinku. Aku langsung membalas pesan darinya tadi, dan mengingatkannya agar suapaya jangan telat shalat dan jangan telat makan. Aku tidak bilang perihal aku yang tadi bersama kak tomi, aku gak mau dia marah. Setelah membalasnya, aku kembali merebahkan tubuhku di kasur dan meletakan hp di samping kepalaku.

“ddrrrtt..dddrrrtt” (suara getar hpku)

Ku ambil hpku dan langsung membukanya, karena ku yakin itu pasti dari andi. namun ternyata itu adalah pesan dari kak tomi kepadaku.

“selamat istirahat ya suci, sampai jumpa besok.” Isi pesan dari kak tomi.

“iya kak, terima kasih ya buat hari ini.” Balas pesanku kepada kak tomi.

Setelah membalas pesan kak tomi, aku langsung membuka pesan yang ku kirim kepada andi dan ternyata pesanku belum menunjukan tanda bila sudah terkirim. “huh pasti lagi gak ada sinyal disana.” Batinku.

Kuletakan kembali hp di samping kepalaku dan perlahan aku mulai terlelap tidur.

END – Kisah Lu Dia Gw Part 32 | Kisah Lu Dia Gw Part 32 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 31)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 33)