Kisah Lu Dia Gw Part 30

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 30

Start Kisah Lu Dia Gw Part 30 | Kisah Lu Dia Gw Part 30 Start

Hari kedua di Kota T

Aku terbangun dari tidurku akibat merakan elusan di wajahku, perlahan ku buka kedua mataku dan samar-samar mulai terlihat suci yang duduk di pinggir kasur sudah rapi memakai pakaiannya yang semalam ia pakai.

“bangun yang, udah pagi.” Kata suci yang kini mengelus rambutku sambil tersenyum.

“eehhmm, jam berapa sekarang?” kataku sambil masih tiduran di kasur.

“udah jam 8.” Kata suci.

“eh si ema mana yang?” kataku sambil melihat sekeliling kamar.

“oh dia pagi-pagi tadi pulang yang, aku berangkat dulu yah. Itu udah aku beliin sarapan, jangan lupa di makan.” Kata suci sambil menunjuk sebuah plastik di meja.

“bener, kamu gak mau aku anter?” kataku.

“iya yang bener, aku sendiri aja gpp. Nanti kan aku kesini lagi kalo udah selesai. Aku berangkat yaa, assalamuallaikum.” Kata suci sambil mencium tanganku.

“wallaikumsalam.” Kataku

Suci lalu beranjak dari kasur dan bersiap untuk berangkat. saat ia baru melangkahkan kaki menuju pintu, ku sedikit menahan tangannya dan sambil berkata “hati-hati kamu ya.” Kataku sambil tersenyum. Suci hanya menganggukan kepalanya. Setelah itu suci keluar dari kamar hotel.

Aku lalu beranjak dari kasur dan mengambil pakaian yang akan kugunakan pagi ini, kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku langsung sarapan makanan yang sudah disiapkan oleh suci. setelah selesai sarapan aku hanya tiduran di kasur sambil menonton acara di tv. sesekali kulihat jam dan tak terasa sudah jam 2 siang. Cukup lama juga aku tiduran di kamar, ku ambil hpku dan mengirim pesan ke suci “kamu masih lama?” isi pesanku. Tak lama pesanku langsung dibalas olehnya, “ini aku udah di jalan mau ke hotel kok. Tunggu yaa.” Isi pesan suci yang di akhiri dengan emot senyum.

Aku senang suci sedang dalam perjalanan kesini, sekitar setengah jam aku mendengar pintu kamarku seperti ada yang mengetuk. Aku langsung bergegas bangun dan membuka pintu, “halo sayang, maaf ya aku tinggal lama.” Katanya sambil tersenyum.

“enggak tuh biasa aja yee.” Kataku dengan sedikit jutek.

“yaudah ah aku pulang aja.” kata suci sambil berniat untuk melangkah pergi.

“eehhh jangan pergi. Yaudah yuk masuk” Kataku sambil menahan tangannya lalu menggandengnya masuk ke dalam kamar dan langsung menutup pintu kamar.

Suci melepaskan tangannya dan ia meletakan sebuah tas dan bungkusan yang kutebak isinya adalah makanan. Setelah itu ia langsung melepas jilbab dan menyimpannya di dalam lemari. Aku yang kini duduk di pinggir kasur hanya memperhatikan aktifitasnya.

“huh panas banget hari ini.” Katanya sambil menjatuhkan tubuhnya di kasur.

Kulihat suci merebahkan tubuhnya di kasur, namun kakinya terjuntai di lantai. Posisi tubuhnya membuat payudara suci membusung ke atas. Ia memejamkan matanya dan menarik nafas sangat dalam. Perlahan-lahan aku mulai bernafsu melihat posisi tidurnya, kudekati tubuhnya dan ku posisikan wajahku diatas wajahnya. Suci masih terpejam dan belum menyadari bila wajahku sudah berada di atas wajahnya. Mungkin akibat hembusan nafasku yang tepat di wajahnya, suci mulai membuka matanya. Ia memandangku sayu dan tangannya mulai mengelus wajahku. Dibelainya dari dahiku lalu turun hingga pipiku. Suci melakukannya berulang-ulang, saat tangannya telah sampai di pipiku kutahan tangannya dan perlahan-lahan ku majukan wajahku. Suci masih menatapku dengan pandangan sayu saat bibir kami hampir saling bertemu. Namun, suci tiba-tiba menjauhkan wajahnya dan mendorong tubuhku untuk menyingkir darinya.

“makan dulu yuk yang, aku laper.” Kata suci sambil bangkit dari ranjang dan langsung menuju meja untuk membuka makanan yang ia bawa tadi.

Aku hanya diam saja dan berjalan menuju jendela kamar, kusibakan gorden dan kubuka jendelanya. Kuambil sebungkus rokok beserta koreknya dari kantong celanaku. Kubakar sebatang rokok sambil melihat suasana di luar kamar. ku pandangi kendaraan yang berlalu lalang di jalanan, aku merasakan perasaan yang tidak enak. Lagi-lagi suci berbeda hari ini, aku ingin sekali menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Hal apa yang ia tutupi dariku. Namun untuk saat ini, rasanya kurang pas bila aku menanyakannya sekarang. Apa lagi hari ini adalah hari ulang tahunnya, aku gak mau merusak momen kebahagiannya meski sebenarnya pikiran itu masih menghantuiku.

“kamu gak makan yang?” suara suci menyadarkanku dari lamunan.

“nanti aja, aku belom laper.” Kataku sambil masih menatap jendela sambil menghisap rokokku.

Lalu terdengar langkah kaki yang perlahan mendekatiku, dan ku mulai merasakan seperti ada yang memeluku dari belakang. Ya, suci yang memeluku dari belakang.

“kamu marah sama aku?” tanya suci.

Kulepaskan perlahan tangannya yang kini sedang memeluku, kumatikan rokokku diasbak dan duduk di kasur. Suci mengikutiku dan duduk di sebelahku. “kamu kenapa sih?” tanya suci sambil memegang tanganku.

“aku yang harusnya tanya kayak gitu ke kamu, ngerti gak?” kataku kepada suci dengan sedikit membentak.

Suci hanya diam dan menatapku, lagi-lagi matanya mulai berkaca-kaca. Aku yang melihat itu langsung berusaha meminta maaf kepadanya. “suci maaf, aku gak ada maksud buat ngebentak kamu.” Kataku sambil memegang tangannya. Suci lalu menepis tanganku dan naik ke kasur lalu memunggungiku. Mulai terdengar suara suci menangis, semenjak kami berhubungan memang kali ini aku membentaknya secara langsung.

Kudekati suci, kuelus lengannya sambil meminta maaf lagi. “sayang maafin aku, aku gak ada maksud buat begitu.” Kataku berusaha menenangkannya. Namun usahaku tak membuahkan hasil, sudah berulang kali aku menenangkannya tapi hasilnya nihil. Suasana kamar menjadi hening, hanya terdengar suara tangis suci yang masih memunggungiku.

Melihat usahaku tak membuahkan hasil, aku lalu duduk di lantai dan menyenderkan tubuhku diranjang. Kubakar lagi rokokku untuk membuatku lebih tenang. Sudah beberapa batang rokok kubakar dan ku hisap, mulai tak terdengar tangisan suci. kutengok suci dan ternyata ia sedang tertidur dengan mata yang sedikit lembab. Akhirnya kuputuskan saja untuk mandi, hari juga sudah semakin sore. Setelah selesai mandi dan memakai pakaian, kulihat suci masih tertidur. ku biarkan suci tertidur, menjelang maghrib ku dekati suci yang sedang tertidur. ku berlutut dilantai dan memperhatikan wajahnya yang masih tertidur. kubelai rambut panjangnya lalu ku kekecup dahinya cukup lama hingga ia perlahan membuka matanya. Kulepas kecupanku di dahinya, dan menatapnya. Suci juga menatapku dengan mata yang masih lembab akibat tangisannya tadi.

“udah mau maghrib yang, jangan tidur.” Kataku sambil membelai rambutnya.

Suci masih diam dan menatapku lalu berkata, “maafin aku ya.”

“aku yang harusnya minta maaf, udah ngebentak kamu kayak tadi.” Kataku sambil tersenyum kepadanya.

“iya gpp kok.” Kata suci lirih.

“yaudah kamu mandi, trus dandan yang cantik. Aku mau ajak kamu ke mall sebrang sekali makan malem.” Kataku.

“iya, aku mandi dulu ya.” Kata suci sambil mulai bangun dan langsung menuju kamar mandi.

Skip

Setelah suci mandi, ia langsung menggunakan pakaian yang tadi dia ambil dari rumah kakeknya. Suci kini memakai rok lebar berwarna hitam bermotif garis-garis dan kaos putih putih yang dimasukan di dalam roknya. Ditambah cardigan hitam dan balutan jilbab yang membalut kepalanya membuat dirinya lebih terlihat cantik. Suci sejak dulu memang suka memakai cardigan, katanya lebih nyaman dari pada jaket.

“yuk aku udah siap.” Kata suci dihadapanku.

Aku memandang suci dari ujung kaki hingga ujung kepala, “sungguh sempurna ciptaanmu ya Tuhan.” Batinku.

“ih malah bengong.” Kata suci menyadarkan lamunanku.

“tapi aku takut nih.” Kataku sambil memasang wajah cemas dihadapannya.

“takut kenapa?” kata suci penasaran.

“Takut kalo kamu nanti dilirik cowo-cowo seisi mall, habisnya cantik banget kamu male mini.” Kataku diakhiri dengan memeletkan lidahku.

“ah kamu maahhh, jadi malu.” Kata suci sambil menundukkan wajahnya.

“haha yuk berangkat.” Ajakku.

“yuk hehe.” Kata suci.

Kami menuju mall dengan berjalan kaki, karena letak mall tersebut hanya berada di sebrang hotel dimana aku menginap. Kami langsung berjalan sambil melihat store yang ada di dalam mall. Kami berjalan sambil bergandengan tangan, terlihat raut wajah gembira dari suci.

“mau kemana dulu yang?” tanyaku.

“makan dulu aja yuk, aku laper hehe tadi kan gak jadi makan di hotel.” Kata suci.

“yaudah mau makan apa?” tanyau sambil melihat seisi mall.

“ehhmm itu aja yuk.” kata suci sambil menunjuk sebuah restoran yang berada di dalam mall.

“yaudah yuk kesana.” Kataku sambil menggandeng tangan suci menuju restoran tersebut.

Kami langsung duduk dan memesan makanan sekaligus minuman. Setelah pesanan kami tiba, kami berdua langsung menghabiskan makanan dan minuman yang tadi telah dipesan. “mau kemana lagi yang?” tanyaku.

“ke timezone yuk.” kata suci.

“yaudah ayok sekarang.” Kataku

Setelah membayar makanan dan minuman, kami langsung menuju timezone. Aku langsung menuju kasir untuk membeli beberapa koin yang nantinya akan digunakan untuk dapat bermain di timezone. Suci langsung mengajak menuju permainan bola yang di masukan ke keranjang.

Setelah puas bermain bola basket, suci mengajak bermain ke tempat lainnya. Kami mencoba banyak permainan di timezone. Malam itu aku juga mendapatkan beberapa kupon yang nantinya dapat di tukar dengan makanan kecil atau barang.

“waahh udah lumayan banyak nih kuponnya.” Kata suci sambil menghitung lembar kupon yang kami dapat.

“mau di tuker apa nanti?” kataku.

“liat nanti aja yang, mau nyoba apa lagi nih?” tanya suci.

“hmmm apa ya?” kataku sambil melihat permainan-permainan yang ada di timezone. Akhirnya mataku tertuju pada sebuah photo box yang ada di sebelah pojok timezone.

“kesana yuk.” kataku sambil menunjuk photo box.

“emang koinnya masih cukup?” tanya suci.

“mudah-mudahan cukup hehe, yuk.” kataku.

“ayuk hehe.” Kata suci sangat antusias.

Kami menuju photo box dan untungnya sisa koin yang ku miliki masih cukup untuk dapat berfoto. Kami langsung masuk kedalam dan kumasukan koin yang ku punya. Layar di depanku mulai menunjukan wajah kami berdua. Aba-aba foto dimulai, kamu langsung berpose di depan kamera yang ada di depan kami.

Setelah selesai kami menunggu proses pencetakan foto, dan keluar lah dua lembar foto dari alat pencetak foto. Suci langsung mengambil 2 lembar foto tersebut, “wihh bagus yang hehe aku suka.” Kata suci sambil melihat foto tersebut.

“yaudah pulang yuk.” ajakku.

“he’em.” Kata suci sambil memanggutkan kepalanya.

Sebelum keluar dari timezone, aku menuju tempat penukaran kupon. Ku tukarkan kupon yang tadi kami dapatkan, ternyata kupon tersebut hanya mendapat sebuah permen lollipop dan langsung kuberikan ke suci. suci terlihat sangat senang saat ku kasih permen, ia lalu membuka bungkus permen tersebut dan langsung memakan permennya.

Berhubung waktu sudah malam, maka kami putuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat. Sesampainya di dalam kamar, aku langsung melepas sepatu dan celana panjangku dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan kakiku. Saat aku mencuci muka, terdengar pintu kamar mandi terbuka. Aku langsung melihat ke cermin di hadapanku, terlihat suci di belakangku sambil tersenyum melihat cermin.

Suci saat itu sudah melepas pakaian beserta jilbab yang digunakannya tadi, aku langsung membasuh mukaku dan membalikan badanku untuk meilhatnya. Aku terkejut saat melihat suci hanya menggunakan bra hitam dan cd hitam yang terlihat kontras dengan tubuh suci yang putih dan bersih. Pandanganku tentu saja langsung tertuju pada payudaranya yang masih tertutup bra nya.

“hayo ngeliatin apa haha.” Kata suci mengagetkanku.

“ngeliatin gunung kembar haha.” Kataku sambil masih menatap belahan payudaranya.

“ih dasar mesum, awas gantian yang. Aku juga mau cuci muka.” Kata suci langsung maju menggeser tubuhku agar minggir.

Saat suci sudah berada di depanku, ku bisikan sesuatu di telinganya “aku tunggu di ranjang ya.”. suci hanya melirikku sambil tersenyum. Aku langsung keluar kamar mandi dan langsung menuju kasur, ku rebahkan tubuhku sambil menunggu suci selesai dari kamar mandi. Tak lama setelah itu, suci langsung keluar kamar mandi dan langsung menuju kasur. Ia langsung masuk ke selimut dan tiduran disebelahku.

Suci tiduran sambil menonton acara tv, kuperhatikan wajah suci yang masih fokus menonton tv. udara dingin di kamar ditambah melihat suci hanya memakai pakaian dalam, membuat kontolku berdiri perlahan. Ku ubah posisi tubuhku, kini ku peluk suci dari samping. Ku letakan tanganku di atas perut dan pinggangnya. Ku dekatkan wajahku ke pipinya, kucium dan kuhembuskan nafasku di pipinya. Suci masih fokus mnonton tv, tapi lama-kelamaan kurasakan tangan kirinya berusaha masuk ke dalam celana pendekku. Kumundurkan pinggulku kebelakang agar memudahkan tangannya untuk masuk kedalam celanaku.

Setelah berhasil masuk ke dalam celanaku, kurasakan tangannya menggenggam kontolku dan mulai di kocoknya perlahan. Suci memainkan kontolku dengan matanya yang masih fokus menonton tv. permainan tangan suci di kontolku membuatku sedikit merinding, aku merasakan nikmat. mulai kunaikan tanganku yang tadi di perutnya kini mulai naik menuju payudaranya. Kugenggam payudara kanannya yang masih tertutup bra. Mulai kuremas perlahan, namun aku merasa belum puas, ku masukan tanganku melalui celan branya dan langsung ke genggam payudaranya. Kuremas kembali dengan sesekali ku mainkan putingnya yang mulai mengeras. Suasana kamar yang tadinya hening, kini mulai terdengar desahan lirih dari suci. “aahhh” desah suci saat kumainkan payudaranya.

Aku yang sudah sangat bernafsu mulai menyerbu bibirnya, kucium bibirnya dan langsung ku masukan lidahku kedalam mulutnya. Sambil tetap berciuman, kugunakan tanganku untuk melepas celana pendek beserta cdku. Saat ku melepas celana suci masih saja memainkan kontolku, “mmhhh mmmhhhh” desah suci sambil memejamkan matanya.

Suci melepas ciumannya dan langsung bangkit dan duduk di kasur, ia langsung melepas kaitan bra dipunggungnya lalu menarik branya perlahan melewati kedua tangannya. Aku hanya terdiam sambil melihatnya, setelah bra nya terlepas ia juga menarik turun cd nya.

Kini sudah tak ada lagi pakaian yang melekat di tubuhnya, suci menatapku dengan tatapan menggoda. Suci menyibakan selimut yang menutupi tubuhku dan ia mulai merangkak naik diatas tubuhku. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku, perlahan-lahan suci langsung mencium bibirku. Namun saat aku ingin melumat bibirnya, ia menarik lagi bibirnya dari bibirku.

“semoga kamu suka ya.” Katanya sambil tersnyum.

Suci kini menjilati leherku, “aahhh sayang.” Desahku saat merasakan lidah suci bermain-main di leherku.

Baru kali ini suci seperti ini, tapi aku masa bodoh dengan hal itu. tubuhku sedikit menggigil dikala permainan lidah suci mulai turun ke arah dadaku. “ehh yang geli aahhh.” Aku tak kuat menahan desahanku saat suci memainkan lidahnya di area dadaku. Setelah puas bermain di dadaku, kurasakan jilatan suci turun ke daerah perutku. Suci hanya sebentar bermain di daerah perutku, ia langsung menurunkan kembali jilatannya yang kini sudah mulai menyerang batang kontolku.

Dijilatinya batangku sambil tangan kirinya meremas-remas buah zakarku. Lama kelamaan permainan lidah suci sudah sampai ke kepala kontolku. Ia langsung memasukan kontolku kedalam mulutnya. ”aahh enak banget suciiiiiii.” Desahku saat kepala kontolku mulai masuk kemulutnya. Aku yang tadinya hanya memandang langit-langit kamar, kini mulai menurunkan pandanganku ke arah suci.

Terlihat kepala suci sedang naik turun sambil memainkan kontolku. Ini adalah salah satu pemandangan terindah saat suci sedang memainkan kontolku di mulutnya. Selain mengulum kepala konotlku suci juga menyedotnya, sesekali lubang kencingku juga dijilati olehnya dan itu membuatku sedikit melayang. lama kelamaan pertahananku mulai ingin jebol karena saking nikmatnya permainan lidah suci.

“sayang udah dulu yang, aku gak kuat kalo lama-lama kamu gituin ahh.” Kataku.

Setelah mendengar perkataanku, suci langsung melepaskan kontolku. Terlihat dari bibirnya yang basah akibat memainkan kontolku. Suci langsung merebahkan tubuhnya disampingku, tanpa menunggu komando aku langsung memposisikan tubuhku diatasnya. Pertama-tama langsung kucium bibirnya yang basah, “mmhhhh” desah suci saat menerima ciuman dariku. Kami berciuman cukup lama, tangannya di lingkarkan ke leherku seolah ia tak rela bila aku melepas ciuman di bibirnya.

Kulepas bibirku dari bibirnya, kini kuarahkan bibirku ke telinga kanannya. Aku tau bila telinga adalah titik rangsangan bagi suci. “aaahhh aahhh geli yang.” Desah suci saat merasakan lidahku yang kini mulai menjilati telinganya.

Tak sampai disitu tangan kiri kugunakan untuk meremas payudara kirinya. Desah suci semakin menjadi-jadi. Tubuhnya pun bergelinjang dibawah tubuhku. Kuturunkan jilatanku menuju lehernya, kumainkan lidahku dilehernya. Kujilati naik turun samping lehernya, lagi-lagi suci mengeluarkan desahannya. “aahh enak yang aaaahhh.”

Setelah bermain dilehernya, kuangkat kedua tangan suci keatas kepalanya dan terpampang lah kedua ketek suci yang putih bersih. Suci yang sudah mengetahui apa yang aku lakukan, mencoba mencegahnya “yang jangan disitu geli banget nanti aku cepet lemes aaaaaahhhhhhhh.” Kata suci dan diakhiri desahan panjangnya karena tiba-tiba aku langsung menjilati ketek kanannya. Kumainkan lidahku naik turun dan mulai tercium aroma dari ketek suci namun itu membuatku malah tambah bergairah.

“aahh sayang ihhh gelii ohhh.” Kaat suci sambil menggelengkan kepalanya.

Kupindahkan jilatanku ke ketek sebelah kirinya, dan lagi-lagi kurasakan tubuh suci bergoyang-goyang. Hanya desahan yang keluar dari mulutnya dan sesekali tangannya meremas-remas rambutku. puas dengan keteknya, kini giliran payudara montoknya yang menjadi incaranku selanjutnya.

Kumainkan lidahku di payudara kanannya, sambil tangan kiriku meremas payudara kirinya. Kumainkan lidahku di sektiar putingnya hingga akhirnya aku mengulum putingnya. Kumainkan putingnya di dalam mulutkua, ku hisap-hisap dan sesekali kuberikan gigitan kecil. Saat ku gigit-gigit kecil, desahan suci semakin menjadi-jadi.

“aahh yang aku mau eehhmmm keluar aaahhh.” Katanya sambil meremasi rambutku.

Mendengar ucapannya aku malah semakin semangat memainkan kedua putingnya, mulai kuhisap dalam-dalam sedangkan payudara kirinya kuremas dan sesekali kucubit putingnya.

“aaahhh gak.. gak kuat akuu yaanggg ooouuuccchhh.” Desahan suci yang kutau ia telah mendapatkan orgasme pertamanya malam ini.

Kini kulepas kedua payudaranya, dan mulai melebarkan kedua paha suci. ia kini hanya tergeletak pasrah sambil berusaha mengatur nafasnya. Kuarahkan kepala kontolku menuju bibir memeknya, sebelum kumasukan kgesek-gesekan kepala kontolku di bibir memeknya yang terlihat basah akibat orgasmenya.

“mmmhhh yang bentar dulu.” Kata suci sambil terpejam karena menikmati gesekan kontolku di memeknya.

Setelah cukup lama, akhirnya perlahan-lahan kumasukan kontolku kedalam memeknya. Tangan kiriku kini memegang pinggulnya dan tangan kananku membimbing kontolku untuk masuk ke dalam memeknya.

“aaahh pelan ya yang.” Kata suci saat kepala kontolku mulai membelah memeknya.

Akibat cairan di memeknya, kontolkupun masuk dengan lancar dan sempurna, “oohhh anget banget memekmu yang.” Kataku saat kontolku sudah sepenuhnya masuk ke dalam memeknya.

Kudiamkan sejenak kontolku di dalam memeknya. Kedua tanganku kini sudah memegang pinggulnya untuk bersiap mulai menggenjot tubuhnya. kini mulai ku maju mundur kan kontolku di memeknya.

“aahh yang.” Desha suci

“mmhhh rapet banget yang memekmu.” Kataku sambil menggenjot tubuhnya dengan ritme pelan.

Sudah hampir 10 menit kugenjot tubuhnya, dan berulang kali suci mengeluarkan desahannya. kedua tanganku kini kuarahkan ke payudaranya. Kugenjot tubuhnya sambil tanganku meremas kedua payuara montoknya. “ahh aahhh aahhhh.” Suci mendesah sambil memejamkan matanya.

Kulihat juga kedua tangannya meremas-remas sprei di kasur. Kurasakan sesekali memek suci menjepit kontolku dan itu terasa sangat nikmat. “oohhh ci enak banget memekmu.” Kataku saat kontolku seperti dijepit oleh memeknya.

“aahh yang aku mau keluar lagi aahhhh.” Kata suci sambil mendesah.

“aahhhh keluarin yang gausah ditahan.” Kataku sambil memaju mundurkan pinggulku dengan cepat.

“aahhh iyaaaahh aaahhh oouuuccccchhhhhh” lenguh panjang suci saat orgasme kedua nya tiba.

Kuhentikan sodokan kontolku ke memeknya, ku biarkan suci menikmati orgasmenya. “udah siap lagi yang?” tanyaku

Suci hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju untuk aku melanjutkannya. Aku kini mulai kembali melanjutkan penetrasi kontolku di memeknya. Kini kurasakan memek suci semakin basah akibat orgasmenya yang kedua taadi.

Sekitar 5 menit aku menggenjot tubuhnya tanpa henti, kini giliran aku yang akan merasaka akan orgasme. “aaahhh bentar lagi aku keluar yang, keluarin dimana aaahhh.” Kataku saat meraskaan kepala kontolku mulai berdenyut-denyut.

“aahhh jangan di dalem yang” kata suci sambil mendesah.

Aku yang sudah tidak tahan lagi langsung mencabut kontolku dari memeknya dan langsung mengarahkannya ke mulutnya. Suci yang sudah tau maksudku langsung membuka mulutnya, kumasukan kontolku ke dalam mulutnya. Suci kembali mengulum kontolku, dan tak lama setelah itu akhirnya orgasmeku tiba. “crrrooott crroooott crroootttt”

“aahhh enak yang.” Kataku sambil menahan kepala suci agar kontolku tetap berada di dalam mulutnya.

Spermaku telah keluar didalam mulutnya, kurasakan cukup banyak spermaku yang keluar malam ini. Stelah kontolku mengecil ku keluarkan dari mulut suci dan terdengar “glek”. Ya suci ternyata telah menelan semua sperma ku.

“yang ambilin air putih.” Kata suci lirih

Aku langsung mengambil sebotol air yang ada di meja dan memberikannya kepada suci. suci kini telah duduk di kasur dan meminum air pemberianku. “aahhh” kata suci setelah minum.

Aku juga ikut meminum air itu karena memang meraskan sanagt haus. Kulihat suci langsung turun dari kasur dan menuju kamar mandi. Diam-diam kususul ia menuju kamar mandi, kulihat ia sedang mencuci mulutnya di wastafel yang ada di kamar mandi.

Langsung kupeluk tubuhnya dari belakang, “eh yang ngagetin aja” kata suci

“makasih yang.” Kataku dan kuakhiri dengan sebuah kecupan di pundak kanannya.

Segitu dulu ya huu, sampai jumpa di update selanjutnya….

END – Kisah Lu Dia Gw Part 30 | Kisah Lu Dia Gw Part 30 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 29)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 31)