Kisah Lu Dia Gw Part 29

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 29

Start Kisah Lu Dia Gw Part 29 | Kisah Lu Dia Gw Part 29 Start

Liburan Menjelang Semester 8

Pov Andi

Aku telah menyelesaikan UAS di semester 7 dan akan menghadapi skripsi pada semester depan, untuk mengisi liburan maka aku memutuskan untuk pulang ke rumah untuk melepas rindu bersama ibuku. Sudah satu minggu aku di rumah dan besok aku akan bertolak ke kota T untuk menemui suci ditambah 2 hari lagi suci akan berulang tahun. Aku berencana untuk tidak memberitahu suci bila aku akan kesana.

Saat ini aku sedang santai di ruang tamu sambil menonton tv bersama ibuku, “Kamu besok udah skripsi kan ndi?” Tanya ibuku.

“iya udah bu, doain ya biar aku bisa selesai tepat waktu. Biar gak nambah biaya kuliah lagi.” Kataku

“iya ndi, pasti ibu doain kok. O iya suci engga pulang ndi?” Tanya ibuku lagi.

“engga bu, sekalian juga besok aku mau minta izin buat ke kota T hehe.” Kataku

“kamu mau nemuin suci?” kata ibu.

“iya bu hehe, udah lama gak ketemu.” Kataku.

“yaudah kamu besok hati-hati ya ndi, naik kereta kan kesananya?” Tanya ibuku.

“iya bu besok pagi aku naik kereta.” Kataku.

“ibu mau tidur duluan ya, kamu jangan tidur malem-malem. Takutnya besok kesiangan.” Kata ibu sambil berjalan menuju kamarnya dan meninggalkanku sendiri di ruang tamu.

Tak lama setelah ibu masuk ke kamar, akupun langsung masuk ke kamar untuk mempersiapkan pakaian-pakaian yang akan ku bawa besok.

Skip

Hari ini adalah hari sabtu dan aku telah tiba di kota T dan sudah check in di sebuah hotel. Perjalanan hampir 8 jam di kereta membuat badanku sedikit capek, sebelum aku beristirahat kusempatkan untuk menghubungi ema supaya nanti jam 12 malam untuk mengajak suci ke kamar yang sudah booking selama 3 malam. Aku berniat merayakan ulang tahun suci di dalam kamar ini nanti malam, dengan ema juga tentunya.

Akupun menelfon ema untuk jangan lupa rencana nanti malam,

“halo ma, jangan lupa nanti malem ya.” Kataku

“siap ndi, lu udah sampe emang?” kata ema dibalik telephone.

“udah nih, nanti abis ini aku kasih tau hotel sama nomer kamarnya lewat chat ya. Oiya ma, kamu nanti jemput suci di rumah kakeknya jam berapa?” tanyaku.

“enggak ndi, nanti gue ketemuan sama dia di mall xxxx jam 9 malem.” Kata ema.

“hah ngapain dia ke mall malem-malem? Dia sama siapa ma?” tanyaku dengan nada khawatir.

“gak tau ndi, dia sih bilangnya nanti ketemuan di mall xxxx aja gitu.” Kata ema.

“yaudah gitu dulu aja ma, aku mau siap-siap beli kue ulang tahun dulu bua suci.” kataku.

“oke ndi, jangan lupa chat gue hotel sama nomer kamarnya.” Kata ema.

“iya ma.” Kataku.

Aku langsung mematikan telfonku lalu bersiap mandi dan langsung membeli kue ulang tahun untuk suci. setelah mandi aku langsung menuju sebuah mall yang terletak dekat dengan hotel tempatku bermalam. Jam sudah menunjukan pukul setengah 7 malam, dan aku masih berjalan-jalan di mall sambil melihat-lihat toko kue. Akhirnya aku masuk ke dalam sebuah toko dan melihat kue-kue ulang tahun yang tertata rapi di dalam sebuah lemari kaca.

“ada yang bisa dibantu mas?” suara seorang karyawan toko mengagetkanku.

“eh iya mas, saya mau beli kue ulang tahun mas.” Kataku kepada karyawan itu.

“mau yang mana mas?” kata karyawan itu.

“ehhmm yang ini aja deh mas, trus di kasih tulisan selamat ulang tahun suci gitu ya.” Kataku sambil menunjuk sebuah kue ulang tahun.

“oh baik mas, bayarnya langsung di kasir ya mas.” Kata karyawan itu.

Akupun langsung menuju kasir yang saat itu tidak ada antrian yang panjang. “ada tambahan lainnya mas?” kata kasir sambil tersenyum.

“ehmm sama lilin ulang taun deh mbak, angkanya 22 ya.” Kataku.

“oh iya mas.” Kata kasir sambil berjalan mengambil lilin pesananku.

“udah ini aja mas?” Tanya kasir.

“iya udah itu aja mbak, jadi berapa?” tanyaku sambil mengambil dompet di saku celana.

“jadi xxx.xxx totalnya mas.” Kata kasir.

“ini uangnya mbak.” Kataku sambil memberikan beberapa lembar uang.

“ini mas kembalian sama struknya. Terima kasih.” Kata kasih sambil tersenyum.

“iya mbak.” Kataku sambil tersenyum.

Setelah membeli kue untuk suci, aku lalu mencari tempat makan di dalam mall. Akhirnya kuputuskan untuk makan di tempat makan yang mempunyai slogan “jagonya ayam”. Sambil memakan makananku, aku mengirim pesan kepada suci untuk menanyakan sedang dimana. Kulihat jam di hpku menunjukan waktu jam 8 malam.

“hai yang, lagi dimana kamu?” isi pesanku.

Cukup lama suci tak membaca sekaligus membalas pesanku. Maka kuputuskan untuk menghabiskan makanan dan minumanku. Setelah itu aku kembali ke hotel untuk mempersiapkan kejutan untuk suci nanti.

Sesampainya di kamar aku langsung memasukan kue ulang tahun suci ke dalam kulkas kecil yang ada di dalam kamar hotel. Kurebahkan tubuhku di kasur sambil kunyalakan ac dan tv, tak lama setelah itu terdengar hpku berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk. Langsung kuambil hp dan kubuka pesan itu.

“maaf baru bales yang, aku lagi di rumah ema nih. Disuruh nginep sini.” Isi pesan dari suci.

“oh gitu, yaudah kamu di rumah ema dulu aja. aku tidur ya, night.” isi pesanku kepada suci.

Setelah membalas pesan dari suci akupun mengirim pesan kepada ema untuk memastikan apa benar suci sudah bersamanya. ”ma, suci udah sama kamu?” isi pesanku.

Tak butuh waktu lama, emapun membalas pesanku “belom ndi, suci belom sama gue. Ini malah tadi suci ngabarin suruh jemput di kafe deket kampus jam 11 malem.”

“loh barusan suci aku tanya, katanya lagi di rumahmu.” Pesanku kepada ema.

“sumpah ndi, suci belom sama gue.” Pesan ema.

“trus suci dimana dong sekarang, gak biasanya suci bohong kayak gini ma.” Balas pesanku kepada ema.

“gue juga gak tau ndi, yaudah yang penting lu siapin aja buat nanti malem.” Isi pesan dari ema.

“iya ma, nanti kabarin ya kalo otw ke sini.” Isi pesanku.

“oke ndi.” Balas ema.

Aku langsung meletakan hpku di kasur dan menuju jendela kamar. kubuka gorden dan kubuka sedikit jendela kamar. kubakar sebatang rokok sambil berdiri menatap lampu-lampu rumah dan kendaran yang berada dibawh kamarku.

“kok suci bohong ya, gak biasanya suci begini.” Batinku sambil menghisap rokokku. Pikiranku jadi tidak tenang tentangnya. Aku khawatir dengan keadaan suci namun aku tidak habis fikir suci berbohong kepadaku malam ini.

Tak terasa sudah 4 batang rokok ku hisap sambil menunggu kabar dari ema, kulirik jam dinding di kamar menunjukan pukul jam setengah 12 malam. “ya ampun udah jam segini aja” batinku, setelah itu terdengar hp ku berbunyi.

Kumatikan rokokku dan menuju kasur untuk mengambil hpku, ternyata itu pesan dari ema yang memberitahuku bahwa dia akan segera otw hotel bersama suci. setelah membaca pesan ema, kulempar kembali hpku dan segera menuju kamar mandi untuk mencuci mukaku.

Lalu ku keluarkan kue ulang tahun dari kulkas kecil, kubuka kotak kue itu dan kutancapkan lilin ulang tahun diatas kue itu. “semoga suci suka.” Batinku. Entah kenapa aku menjadi tidak sabar bertemu suci, persoalan suci yang bohong kepadaku sudah kulupakan.

Saat ini aku hanya fokus untuk merayakn ulang tahun suci malam ini. Ku keluarkan kado dari tasku yang sudah kusiapkan sejak kemarin. Namun kumasukan kembali ke dalam tas karena aku berniat memberikannya besok saja saat aku akan pulang.

“tok tok tok.” Bunyi suara pintu kamarku diketuk.

“wah udah dateng mereka” kataku lirih sambil melirik jam dinding kembali.

Jam saat itu sudah menunjukan pukul 12 malam lewat 5 menit, “pas banget, nyalain sekarang deh.” Kataku sambil menyalakan lilin di kue ulang tahun suci. setelah lilin menyala, kubawa kotak yang berisi kue ulang tahun bersama lilin yang sudah menyala diatasnya. Kubawa menggunakan tangan kiri dan perlahan kubuka pintu kamarku menggunakan tangan kananku. Tampaklah suci dan ema malam itu, suci sedikit terkejut melihatku. Penampilannya malam ini sangat cantik dan anggun, ia memakai kemeja merah dan bawahannya memakai rok hitam lebar, ditambah balutan jilbab hitam di kepalanya membuatku sedikit terpaku atas penampilannya malam ini. Aku tersenyum lalu berkata, “selamat ulang tahun sayang.”

Suci masih menatapku seolah-olah ia belum percaya kalua aku dihadapannya malam ini. “heh kok bengong lu ci?” kata ema.

Kuperhatikan suci masih saja diam sambil mentapku, mulai terlihat kedua matanya mulai berkaca-kaca. “ayo tiup dulu dong lilinnya ci, jangan lupa berdoa dulu ya.” Kataku sambil menyodorkan kue ulang tahun dihadapannya.

Suci hanya diam dan memejamkan matanya lalu meniup lilin yang ada di kue ulang tahunnya. “yeeeyyy, selamat ulang tahun ya temen gue yang cantik dan montok haha semoga panjang umur dan kebaikan selalu menyertai lu ci.” Kata ema sambil memeluknya.

“yaudah yuk masuk dulu.” Kataku kepada ema dan suci.

“sini gue aja yang bawa kuenya ndi.” Kata ema

“nih ma.” Kataku sambil memberikan kue kepada ema dan dia langsung masuk ke dalam kamar terlebih dahulu.

Suci masih berdiri di depan kamar sambil menatapku. “yuk masuk yang.” Kataku sambil menarik tangannya untuk masuk ke kamar.

Aku masuk sambil menggandeng tangan suci, setelah menutup pintu tiba-tiba suci memelukku dengan erat. “makasih ya ndi.” Katanya sambil memelukku erat.

“hehe iya sama-sama sayang. Maaf ya aku gak ngasih tau kamu kalo aku kesini, sengaja sih pengen bikin kejutan buat kamu.” Kataku sambil membalas pelukannya.

Kami berpelukan cukup lama di belakang pintu yang tertutup hingga suara ema menyadarkan ema, “udah kali pelukannya, masih ada gue nih.”

Akhirnya suci melepaskan pelukannya dan mulai tersenyum sambil berkata, “gitu aja sewot kamu ma haha.”

“yaudah yuk dipotong dulu kue nya.” Kataku sambil menggandeng tangan suci untuk menuju meja.

saat sudah sampai di meja aku lupa akan sesuatu, “o iya, gak ada pisau sama piring kecil buat kuenya nih.” Kataku sambil menepuk jidat.

“haha kamu gimana sih yang.” Kata suci sambil tertawa.

“hahaha tenang ndi, nih gue bawa kok. Gue tau pasti disini gak ada begituan.” Kata ema sambil mengambil sesuatu dari tasnya.

“serius ma?” kataku.

“iya nih, buru ci gue pengen nyobain kuenya. Kayaknya enak haha.” Kata ema sambil memberikan pisau plastik dan piring kecil kepada suci.

Suci langsung memotong kue nya dan meletakan di piring kecil, “nih buat kamu.” Katanya memberikan piring kecil yang berisi potongan kue kepadaku.

“makasih ya.” Kataku sambil menerima pemberian suci lalu mengecup keningnya sebentar.

“iya sayang, nah ini buat kamu ma. Sahabatku yang paling bawel haha.” Kata suci sambil memberi kue ke ema.

“ih apaan sih lu ci haha.” Kata ema.

Akhirnya kami bertiga memakan kue sambil mengobrol hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul jam 2 dini hari.

“astaga udah jam 2 aja.” kata ema sambil melirik jam di tangan kirinya.

“kamu tidur sini aja ma, bertiga muat kok.” Kata suci kepada ema.

“emang gpp ndi? Nanti ganggu lagi.” Kata ema kepada diakhiri senyum menggoda ke suci.

“haha ya gpp kali, udah jam segini juga. Bahaya kalo kamu pulang.” Kata ku kepada ema.

“yaudah aku mau cuci muka dulu trus istirahat yuk.” kata suci sambil membuka jilbabnya lalu menuju kamar mandi.

“ci barenggg.” Kata ema sambil menyusul suci di kamar mandi.

Aku lalu memberesi meja bekas kami makan kue lalu mulai merebahkan tubuhku di kasur. Aku mengambil posisi pojok kanan. Setelah suci dan ema keluar dari kamar mandi, mereka langsung ikut rebahan di kasur. Ema memposisikan dirinya di pojok kiri dan suci berada ditengah diantara aku dan ema.

Suasana sempat hening lumayan lama, kulirik suci dia masih belum tidur sambil memainkan hpnya. “ema udah tidur yang?” kataku sedikit berbisik ke suci.

“udah kayaknya yang, di amah pelor.” Kata suci sambil masih memainkan hpnya.

“kamu lagi ngapain sih, asik banget kayaknya.” Kataku sambil berusaha lirik hpnya, namun belum sempat melihat layar hpnya suci langsung mengunci layar hpnya dan diletakan di antara dia dan ema.

“eh gak ngapa-ngapain kok yang, tadi masang alarm aja buat besok.” Kata suci.

“emang mau kemana besok?” kataku.

“ehhmm aku mau ke tempat riset buat skripsi besok yang.” Kata suci

“besok aku anterin ya, sekalian aku mau tau tempatnya.” Kataku.

“gak usah yang, kamu disini aja. kalo udah selesai aku langsung kesini kok tenang aja.” kata suci sambil mengubah posisi tidurnya yang kini menghadapku.

“yaudah kalo gitu kamu istirahat.” Kataku smbil tersenyum.

“makasih ya buat hari ini, makasih juga kamu udah jauh-jauh kesini buat bikin kayak gini.” Kata suci lirih sambil memegang pipi kiriku.

“iya sama-sama, aku kayak gini juga buat kamu. Buat wanitaku ini.” Kataku lirih sambil membelai lembut pipi kananya.

Dari sinar lampu yang menembus jendela kamar, terlihat kedua mata suci kembali berkaca-kaca seperti tadi. Lalu suci sedikit berbisik kepadaku, “ikut aku sebentar.” Suci bangun dan langsung masuk menuju kaamr mandi, dia buka pintu kamar mandi lalu melirik ke arahku sambil menganggukan kepalanya.

Aku yang melihat hal itu langsung langsung bangkit dari kasur dan menyusulnya ke kamar mandi. Setelah berada di dalam kamar mandi, suci menutup pintu dan menguncinya. Di dorongnya tubuhku hingga ketembok, kurasakan dingin saat tubuhku bersentuhan dengan dinding.

Dengan sedikit berjinjit, suci memajukan wajahnya menuju wajahku. “mmmmhhhh” ketika bibir kami mulai bersentuhan. Kulihat suci memejamkan matanya sambil mencium bibirku. Aku langsung membalas ciumannya, kulumat bibirnya dan kumasukan idahku kedalam mulutnya.

Kami berciuman sambil berpelukan, kubelai tubuhnya yang masih tertutup pakaiannya. Terasa juga kedua payudara suci menyentuh dadaku. “mmhhh mmhhh.” Suara suci saat kami berciuman, kami berciuman cukup lama dan entah kenapa beda dari biasanya. Lama kelamaan, bibirku meraakan sedkit rasa asin. Kubuka mataku dan suci masih memejamkan matanya yang kini mengeluarkan air mata. Air matanya mengalir melewati pipinya hingga ke bibirnya yang kini masih ku lumat.

Setelah cukup lama berciuman, suci melepas ciuman bibirnya di bibirku. Suci menangis dan langsung memelukku. “aku sayang kamu.” Kataku sambil mencium rambutnya. Suci semakin mengeratkan pelukannya.

“suci, udah yuk kita istirahat.” Kataku sambil melepas pelukannya.

“iya ayuk yang.” Kata suci sambil mengelap air matanya.

“kamu kenapa kok nangis?” kataku sambil memegang kedua pipinya.

“gpp kok yang, aku eehhmm aku Cuma terharu aja hehe.” Kata suci sambil memaksa tersenyum.

Namun aku merasa senyuman suci berbeda, sejak suci membohongiku tadi perasaanku mulai berkata lain. Akhirnya kami berdua keluar dari kamar mandi dan menuju kasur kembali. Suci langsung merebahkan tubuhnya di kasur sambil memeluku sekaligus memunggungi ema.

Tak terasa, mulai terdengar dengkuran halus dari samping tubuhku. Kutengok kepalaku kearah suci dan ternyata suci sudah tertidur. Kulihat wajahnya yang damai saat sedang tidur, namun lagi-lagi pikiran di kepalaku belum tenang. Ada yang beda dari suci, seperti ada yang ditutup-tutupi olehnya. “apa suci digangguin kakeknya lagi ya?” batinku.

Segitu dulu ya huuu….

END – Kisah Lu Dia Gw Part 29 | Kisah Lu Dia Gw Part 29 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 28)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 30)