Kisah Lu Dia Gw Part 27

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 27

Start Kisah Lu Dia Gw Part 27 | Kisah Lu Dia Gw Part 27 Start

(pov andi)

“assalamuallikum” kataku sambil mengetuk pintu rumah pakde.

Hari ini aku mengajak suci kerumah pakdeku, sekaligus aku mengambil tas untuk tempak pakaianku. Ya malam ini, rencananya aku akan menginap di hotel sekaligus menemani suci.

“pada tidur siang kali yang” kata suci, sudah lama memang kami berdua berada di depan pintu. Ku ketuk pintu sekali lagi dan akhirnya pintu terbuka. Ternyata budeku yang membuka kan pintu, “eh umak ndi.”

“iya bude” kataku.

“ini siapa ndi?” Tanya bude sambil memperhatikan suci.

“saya suci.” kata suci sambil salim kepada bude.

“oalah, pacarmu ya ndi. Ayune rek.” Kata bude memperhatikan suci dari atas sampai bawah.

“hehe iya bude.” Kataku.

“yaudah ayo masuk, ajak pacarmu ndi.” Kata bude sambil masuk ke dalam rumah dan diikuti oleh kami berdua.

Suci kuajak masuk dan kupersilahkan duduk di ruang tamu, aku ijin kebelakang untuk membuatkan minum untuknya. Sesampainya di dapur, kulihat bude sedang menyiapkan gelas dan terlihat ingin seperti membuat minuman.

“lagi ngapain bude?” kataku sambil menghampirinya.

“ini bikin minum buat kalian.” Katanya

“udah biar au aja yang bikin minum bude.” Kataku berdiri di samping tubuhnya.

“udah gpp, pacarmu kan tamu bude. Sana temenin pacarmu di depan.” Kata bude

“tapi bude..” kataku

“udah gak usah tapi2an. Sana temenin.” Kata bude.

“yaudah deh, maaf ngrepotin ya bude.” Kataku sambil berjalan menuju ruang tamu.

Sebelum ke ruang tamu, aku masuk kedalam kamarku untuk mempersiapkan pakaian yang nanti aku bawa. Aku memasukan beberapa pakaian ke dalam tas, setelah semuanya selesai aku kembali ke ruang tamu. Ternyata bude sudah lebih dulu ke ruang tamu dan sedang mengobrol bersama suci.

Aku kemudian bergabung dnegan mereka yang sedang asik ngobrol. Aku menuju kursi kosong disebelah suci. “pakde sama kak dewi kemana bude?” tanyaku sambil duduk di kursi.

“pakdemu lagi tidur ndi, kalo si dewi lagi beli pulsa” Jawab bude

“oh gitu.” Kataku.

“oiya dalam rangka apa kamu kesini ci?” Tanya bude kepada suci.

Aku sedikit kaget mendengar pertanyaan bude, aku melirik suci dan ternyata suci juga melirikku.

“eh ini bude, suci kesini lagi libur abis uts hehe.” Jawabku, ya aku terpaksa berbohong kepada bude. Tak mungkin aku bercerita jujur alasan suci bisa datang kesini.

“hmmm. Trus nanti suci tidur dimana?” Tanya bude lagi.

“suci udah nyewa kamar di hotel tadi bude.” Kata suci sambil tersenyum.

“mbok ya aturan nginep sini, ngapain buang-buang duit buat nyewa kamar. kan nanti bisa tidur sama si dewi.” Kata bude.

“hehe iya besok lagi kalo aku kesini nginep sini deh bude.” Kata suci.

Aku senang karena suci dapat akrab dengan budeku, terlihat bude juga sangat ramah kepadanya. Kami pun mulai ngobrol bermacam-macam hal sampai tiba-tiba suara kak dewi menyadarkan kami yang larut dalam obrolan.

“assalamuallaikum.” Kata kak dewi sambil masuk ke dalam rumah.

“wallaikumsalam” jawab kami bertiga.

“loh loh sopo iki ndi?” Kata kak dewi sambil duduk di sebelah bude.

“iki pacare andi dew.” bude menjelaskan kepada kak dewi.

“oalah, ayune rek haha. Halo suci, aku dewi.” Kata kak dewi sambil mengulurkan tangannya.

“halo kak, aku suci.” kata suci sambil bersalaman bersama kak dewi.

“yaudah bude tak kedalem dulu ya, kalian lanjut ngobrol aja.” kata bude sambil meninggalkan kami bertiga di ruang tamu.

Kulihat kak dewi memakai pakaian sangat rapi pada hari itu akupun bertanya kepada dia, “beli pulsa aja bajunya rapi banget kak haha.”

“oh iya aku tadi beli pulsa trus abis ini mau beli kado buat temenku yang ultah besok.” Kata kak dewi.

“oh” kataku

“kamu sampe sini kapan ci?” Tanya kak dewi.

“tadi pagi kak.” Jawab suci.

“oh pantesan tadi helm ku dipinjem andi trus dia buru-buru juga tadi pagi.” Kata kak dewi.

“hehe.” Kataku.

“trus udah diajak kemana aja sama si andi?” Tanya kak dewi kepada suci.

“belom kemana-mana kak, Cuma sarapan doang sih tadi pagi.” Jawab suci.

“gimana to ndi, masa belom diajak kemana-mana. Yaudah abis ini temenin aku beli kado aja yok. Sekalian muter-muter kota ini.” Ajak kak dewi kepada suci.

Suci sempat melihatku, akupun menganggukan kepalaku sebagai tanda setuju. Setelah mendapat persetujuan dariku, ia pun mau diajak kak dewi.

“iya mau kak.” Kata suci.

“yaudah bentar yo, aku tak ambil tas dulu.” Kata kak dewi sambil berjalan menuju kamarnya.

Tak berapa lama kak dewi kembali ke ruang tamu dengan membawa helm budeku dan tak lupa tas miliknya.

“ayo ci.” Ajak kak dewi.

“aku nemenin kak dewi dulu ya.” Kata suci kepadaku.

“iya” kataku.

Aku pun mengantar mereka sampai di depan pintu. Kak suci sudah di motornya dan suci membonceng dibelakangnya.

“udah siap ci? Ayok kita liat cowok2 dikota ini. Andi mah kalah ganteng sama cowok sini haha.” Kata kak dewi sambil menggodaku.

“kalo kayak gitu, suci gak aku bolehin pergi aja deh.” Kataku dengan nada sedikit kesal.

“haha ngono wae nesu. Aku berangkat ndi.” Kata kak dewi.

Suci pun melambaikan tangannya sambil tersenyum dan akupun juga melambaikan tanganku kepada suci. setelah mereka berangkat, akupun membawa gelas bekas minuman ke belakang.

“pacarmu masih ngobrol sama si dewi ndi?” Tanya bude

“suci diajak kak dewi beli kado bude.” Kataku.

Setelahmeletakan gelas, aku langsung menuju kamarku. aku mulai merasakan sedikit mengantuk siang itu dan memutuskan untuk tidur sambil menunggu suci pulang.

Skip

Aku terbangun saat jam menunjukan pukul 5 sore, aku langsung keluar kamar dan keadaan rumah masih sepi. Kulihat bude dan pakde sedang menonton tv, dan ternyata kak dewi dan suci belum pulang.

“eh udah bangun ndi?” Tanya pakde saat menyadari aku sudah di belakangnya.

“iya pakde, ketiduran aku hehe.” Jawabku sambil berjalan dan duduk disebelahnya.

“tadi katanya pacarmu kesini?” Tanya pakde lagi

“iya pakde, tapi sekarang lagi diajak kak dewi beli kado. Tapi kok belom pulang-pulang ya” Kataku.

“paling sebentar lagi ndi” kata budeku.

“yaudah aku tak mandi dulu aja.” kataku sambil meninggalkan mereka berdua.

Setelah selesai mandi, aku keluar kamar mandi dan samar-samar terdengar suara kak dewi dari arah ruang tamu. “akhirnya pulang juga mereka” batinku, aku pun langsung menuju ruang tamu untuk menemui mereka.

“lama banget sih perginya kak?” kataku sambil menghanduki rambutku.

“kan dibilang selain beli kado, kita tebar pesona ke cowok-cowok haha.” Kata kak dewi sambil membuka plastik belanjaannya.

“ah boong.” Kataku.

“yeehh ra percoyo, tadi aja ada yang kenalan sama suci haha. Bahkan sampe minta nomer telfonnya, tapi tenang aja ndi, suci gak ngasih nomer telfonnya kok.” Kata kak dewi.

Aku yang mendengar ucapannya sempat cemburu, namun akhirnya dapat tenang setelah mendengar akhir ucapan kak dewi.

“trus kamu tadi beli apa ci?” tanyaku ke suci.

Suci hanya diam dan hendak membuka plastik belanjaan miliknya, namun saat ingin membukanya kak dewi melarang suci.

“jangan kasih tau ci, nanti aja ngasih taunya haha.” Kata kak dewi

“aku penasaran kak.” Kataku sambil memasang muka sedikit melas.

“hehe iya nanti aja ya kak.” Kata suci kepada kak dewi.

Akhirnya aku dan suci berkumpul dan makan bersama di rumah pakde, kami mengobrol hingga tak terasa sudah jam 8 malam. Aku pun mengajak suci untuk kembali ke hotel untuk beristirahat.

“mau sekarang?” tanyaku ke suci.

“ayok, aku juga belom mandi.” Jawab suci.

“loh pada mau kemana?” Tanya pakdeku.

“mau nganter suci balik ke hotel pakde.” Jawabku.

“mbok nginep sini aja aturan tadi, ngapain nyewa hotel segala.” Jawab pakde.

“hehe iya pakde besok kapan-kapan aku kesini lagi.” Jawab suci.

“trus kamu juga nginep hotel ndi?” Tanya pakdeku.

(Aku terdiam dan hanya menganggukan kepalaku)

“oh yowes, jangan macem-macem lho ndi. Cukup semacem aja.” kata pakde.

Kami semua tertawa setelah mendengar sedikit lelucon ucapan pakdeku ini.

“ iya siap pakde, yaudah tak ke kamar dulu ambil tas sekalian buat besok persiapan buat kuliah.” Kataku.

Aku langsung menuju kamar dan mengambil tas yang sudah kusiapkan sedari siang tadi. Aku dan suci lalu berpamitan kepada pakde, bude, dan kak dewi untuk berangkat ke hotel.

Kami berangkat menuju hotel menggunakan motorku, helm kak dewi kupinjam lagi saat itu. sebelum sampai hotel, kusempatkan ke mini market untuk membeli cemilan. Aku dan suci melanjutkan perjalanan sampai ke hotel.

Sesampainya di dalam kamar, suci langsung meminta ijin untuk mandi terlebih dahulu. Sambil menunggu suci selesai mandi, aku memutuskan menyeduh kopi. Ku buka sedikit gorden kamar, sangat indah pemandangan malam itu. pijaran lapu dan kendaraan berlalu lalang menjadi santapan mataku malam itu. kunikmati pemandangan itu dengan meminum segelas kopi yang kuseduh tadi.

Aku larut dalam suasana saat ini, hingga tak menyadari suci yang sudah berdiri disampingku. Kurasakan tangan kanannya memeluk pinggangku dan kepalanya disandarkan dibahuku.

“cakep juga ya yang suasana diluar.” Kata suci.

“iya, aku baru sadar sekarang kalo pemandangan dari kamar ini indah banget.” Kataku sambil tetap memandang kearah luar jendela.

Kulirik suci sebentar, dan ternyata suci memakai daster mini berwarna putih miliknya. Terlihat belahan payudara besarnya yang indah, kuyakin malam itu suci tidak memakai bh nya.

Setelah puas memandang suasana malam itu, kututup kembali gorden kembali dan langsung menuju Kasur setelah meletaakan gelas kopiku di meja.

Kami berdua duduk di pinggiran Kasur, tak ada sepatah katapun keluar dari mulut kami saat itu. perlahan-lahan kurasakan tangan kiriku digenggam oleh suci. kulirik dirinya dan suci juga memandang mataku dengan tatapan sayu. Aku tersenyum sebentar, dan perlahan kumajukan wajahku menuju wajahnya. Saat bibir kami hampir bersentuhan, kudiamkan wajahku didepan wajahnya. “Love you” kataku lirih, sebelum suci berkata langsung kucium bibir ranumnya.

“mmhhhhhhhhh” suara dari bibirnya. Kucium sambil kumasukan lidahku kedalam mulutnya, kumainkan lidahnya dengan lidahku dan suci pun membalas permainan lidahku. Kuarahkan tangan kiriku ke punggungnya.

Kunaik turunkan tangan kiriku dipunggungnya, suci merespon dengan tubuhnya yang bergoyang-goyang akibat sentuhan tanganku. Kuarahkan tanganku hingga kelehernya dan sedikit memberikan sentuhan lama di tengkuknya. “mmhhh ccuuppp” suara dari bibir suci.

Tangan kananku yang sedari tadi menganggur, perlahan kuarahkan kepayudara kirinya. Kurasakan putting suci sudah sangat keras.kuremas payudaranya secara perlahan hingga sedikit kencang. Sudah lama sekali rasanya aku tidak menyentuhnya, kurasakan juga kontolku sudah mengeras dibalik celana yang masih kugunakan saat itu.

Kuremas dan sesekali kumainkan putting kirinya, suci langsung mengeluarkan desahan kecilnya saat ku sentuh puting miliknya. setelah puas meremas payudaranya dari luar, ku gerakan tanganku menuju tali dasternya. Saat hendak menurunkannya, suci langsung melepas ciumannya. Ia memandangku, terlihat bibirnya sedikit basah akibat ciuman kami tadi.

“kalo mau ini, kamu lepas celanamu yang.” Kata suci lirih ditambah dengan senyumnya yang seidkit menggodaku.

Bersambung

END – Kisah Lu Dia Gw Part 27 | Kisah Lu Dia Gw Part 27 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 26)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 28)