Kisah Lu Dia Gw Part 24

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 24

Start Kisah Lu Dia Gw Part 24 | Kisah Lu Dia Gw Part 24 Start

(pov andi)

Jam 9 malam aku baru tiba di rumah pakde, sejak 3 hari yang lalu aku mengikuti acara ukm di kampusku. Saat ku masuk ke dalam, ternyata pakde dan budeku sudah tertidur dan hanya ada kak dewi yang masih nonton tv di ruang tamu. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu hubunganku dengan kak dewi biasa saja, berjalan normal seperti biasanya. Tidak ada kecanggungan diantara kami.

“belom tidur kak?” sapaku saat memasuki rumah.

“eh kamu ndi, belom nih lagi seru nonton film.” Katanya sambil tetap menatap layar tv

Aku lalu meletakan tasku di kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci kaki dan muka lalu kembali lagi ke kamar. ku rebahkan tubuhku dan mulai membuka facebook di hpku, saat beranda mulai tampil aku terkejut karena ada sebuah akun yang bernama andi yang menandai beberapa foto di akun fb suci. terlihat di foto itu suci berfoto dengan 2 cowok dan 1 cewek, aku tidak mengenal mereka. Lalu ada sebuah foto yang membuat ku sedikit terkejut sekaligus marah. Terlihat suci yang hanya memakai celana pendek dipadu dengan kaos yang sedikit ketat sedang dirangkul oleh cowok. Di foto tersebut suci terlihat memancarkan senyum indahnya tanpa risih dirangkul oleh orang lain. “maksudnya apa ini? Kenapa kamu bisa seperti ini ci, ditambah pakaianmu tidak seperti biasanya.” Batinku dengan sedikit kesal.

Aku lalu mengeluarkan fb ku lalu berniat menelfon suci untuk meminta penjelasannya tentang foto itu. tak butuh waktu lama telfonku langsung diangkat oleh suci, “assalamuallaikum yang?” kata suci.

“wallaikumsalam.” Jawabku ketus

“kamu kenapa kok jawabnya gitu?” suci berbicara lirih dan terdengar beberapa suara yang tak ku kenal.

“kamu lagi apa sekarang?” kataku dengan sedikit keras.

“eehh aku lagi di homestay kok yang.” Jawab suci dengan agak terbata-bata.

“jangan boong, disekitarmu kedengeran agak rame.” Kataku

“i..iya yang. A..ku lagi bakar2 sosis di homestay temenku.” Kata suci

“di homestaynya andi?” kataku.

“kok kamu tau?” kata suci dengan terkejut.

“gak penting aku tau darimana, aku juga udah liat foto2mu di pantai dan kamu pake pakaianmu yang biasa kamu pake.” Kataku dengan suara lebih keras dari sebelumnya.

(suci hanya diam)

“kenapa diem? Jawab!” kataku

“iya maaf yang, aku ngaku salah. Tapi aku bisa jelasin semuanya” kata suci sambil terdengar isakan tangisnya.

“Jangan hubungin aku dulu.” Kataku sambil langsung mematikan telfonku.

Ku letakan hpku dan aku hanya diam sambil menatap langit-langit kamarku. aku tidak menyangka suci bisa seperti itu tanpa memberitahuku sebelumnya. “suci suci kenapa kamu bisa kayak gitu sih aaarrgghhhh” kataku dengan diakhiri teriakan yang sedikit kencang.

Setelah itu kulihat kak dewi membuka pintu kamarku dan langsung masuk kedalam, “kenopo kamu ndi? Kok teriak-teriak?” kata kak dewi sambil duduk di samping tubuhku.

“gpp kak” jawabku datar.

“jangan boong kamu, mukamu keliatan lagi kesel begitu kok. Ayo cerita!” Kata kak dewi.

Aku lalu mengambil hp ku dan membuka fb ku kembali untuk menunjukan sebuah foto suci dengan pria lain lalu menunjukan kepada kak dewi, “liat kak”.

“eh ini kok kayak suci ndi, tapi kok gak pake jilbab” kata kak dewi sambil mempehatikan foto itu.

“iya itu suci kak.” Kataku lirih.

“coba kamu hubungin dulu, omongin baik-baik.” Kata kak dewi sambil memberikan hp kepadaku.

“udah kak, suci juga udah ngaku.” Kataku sambil meletekan hpku di Kasur.

“yaudah kamu jangan emosi dulu ya, tenangin dirimu.” Kata kak dewi.

“aku gak nyangka aja dia bisa begitu kak” kataku

Saat kak dewi ingin berbicara hpku berbunyi dan ternyata suci menelfonku.

“suci ya?” Tanya kak dewi.

“males kak.” Kataku sambil me-reject telfonnya.

Suci kembali menelfon dan aku me-reject nya sampai 3x.

“coba angkat dulu ndi” kata kak dewi.

“enggak kak, aku lagi males.” Kataku sambil menonaktifkan hpku.

“yaudah besok kalo kamu udah tenang, kamu omongin baik2 ya” kata kak dewi.

“maaf kak, bisa tinggalin aku sendiri gak?” kataku kepada kak dewi.

“iya ndi, kakak keluar ya.” Katanya sambil berjalan kea rah pintu kamarku.

Saat ia ingin menutup pintu kamarku, kak dewi berkata “ndi, jangan bunuh diri ya haha”

Aku yang mendengar perktaannya hanya tersenyum kepadanya, sepeninggal kak dewi aku kembali merebahkan tubuhku. Pikiranku sedang kacau saat itu, aku cemburu melihat foto itu. kenapa suci bisa kenal dengan cowok itu?” batinku.

Hingga akhirnya aku terlelap.

(pov suci)

Jam menunjukan pukul setengah 5 sore dan aku baru selesai mandi. Aku kini menggunakan kaos dan celana pendek yang kubeli kemarin. Saat ku sedang tiduran di Kasur, terdengar ketukan dari arah pintu. Aku saat itu sedang sendiri Karena kakek sedang ke warung pak sunar. Aku yang mengira itu kakek, lalu membuka pintu tersebut. aku terkejut karena yang mengetuk pintu adalah mas andi, bukan lah kakek.

Kulihat mas andi sedikit terkejut dengan penampilanku, ya aku yang biasanya memakai pakaian tertutup kini hanya menggunakan kaos ketat dan celana pendek saja. “mhh ada apa mas?” kataku sekaligus menyadarkan lamunannya.

“eh ci, jalan2 yuk sambil ngeliat senja.” Ajak mas andi.

Setelah mas andi berbicara, tiba2 sudah ada kakek dibelakangnya.

“ada apa mas andi?” Tanya kakek.

“oh ini kek, saya amu ngajak suci jalan2 dipantai.” Jelas mas andi

“oh gitu, yaudah ajak aja nak andi. dari pada suci di homestay terus nanti malah bosen.” Kata kakek.

“iya kek hehe.” Kata mas andi

“yaudah sana nduk, temenin mas andi jalan2.” Kata kakek kepadaku.

“tapi kek, masa pake baju kayak gini.” Kataku lirih.

“udah gpp nduk, keburu gelap malah nanti.” Kata kakek memaksaku.

Akhirnya aku mengiyakan ajakan mas andi untuk jalan2 di pantai, kuambil hpku dan langsung berjalan2 sama mas andi. ini adalah petama kalinya aku keluar tanpa menggunakan jilbab. Ditambah pakaianku saat ini terbilang “minim”. Kaos ketat yang kugunakan menunjukan lekuk tubuhku, dadaku menjadi terlihat menonjol dan celana yang kugunakan berada diatas lutut. Saat berjalan, kuihat cowok2 yang ada melihatku dengan tatapan yang membuatku risih. Aku malu sekali saat itu, memang di pulau ini tidak ada yang mengenalku. Namun tetap saja aku merasa risih di beri tatapan seperti itu.

Kini aku sampai di pantai dan mulai berjalan-jalan diatas pasir putih, kami mengobrol sambil berjalan menyusuri pantai hingga kulihat mas bram dan mbak nindy sudah ada terlebih dulu di pantai. “halo mas, mbak” sapaku kepada mas bram dan mbak nindy.

“halo ci.” Kata mas bram dan mbak nindy bersamaan.

Aku duduk di pasir, sambil kakiku ku luruskan. Itu membuat bagian bawah celanaku sedikit tertarik keatas dan paha atasku terlihat jelas.

“abis ini ikut kita bakar2 sosis yuk ci” ajak mbak nindy.

“bakar sosis dimana mbak?” tanyaku.

“di homestay yang kami sewa ci.” Jelas mbak nindy.

“iya mbak, aku ikut.” Kataku

Entah mengapa aku langsung mengiyakan ajakannya, lalu kami kembali menikmati senja sambil terdengar suara ombak pantai. Kupergoki mas andi memandangi wajahku, “kenapa mas? Kok ngliatin aku nya gitu?” tanyaku.

“kamu cantik ya ci” kata mas andi dengan tegas.

“eh.” Kataku

Aku sangat malu mendengar perkataannya namun aku juga senang dengan pujiannya. Kutundukan kepalaku dan tanpa sadar aku tersenyum-senyum sendiri.

“eheemmm, kalo gue cantik gak ndi?” kata mbak nindy menyadarkan kami berdua.

“cantikan suci lah ndi haha.” Kata mas andi

Lalu kami ber4 selfie menggunakan hp mbak nindy, “ci, foto berdua yuk?” ajak mas andi.

“bareng2 aja mas.” Kataku sambil tersenyum.

“udah ci gpp foto berdua sama andi” bujuk mas bram.

“i..ya mas.” Kataku

Lalu aku berdiri di sebelah mas andi, aku bingung harus berpose gimana. Namun, aku juga sangat deg2an berfoto sama mas andi berdua.

“yok siap yak, 1..2..3” aba2 mas bram.

“cekrekk” suara hp mas bram.

“ah ulang dong, kaku banget kayak foto ktp. Coba lebih deket lagi.” Kata mas bram.

Aku merapatkan tubuhku ke tubuh mas andi.

“rangkul dong ndi sucinya haha, gpp kan ci?” kata mbak nindy.

(Aku hanya mengangguk)

Lalu perlahan tangan kiri mas andi merangkul pundak kiriku, aku merasa sangat gugup saat itu. akhirnya kami berfoto berdua beberapa kali.

Langit sudah mulai gelap, kami berniat kembali ke homestay. Aku kembali ke homestay diantar oleh mas andi. di perjalanan mas andi menanyakan username akun sosmed ku. aku lalu memberitahu username ku dan mas andi menambahkan ku sebagai teman.

Kini ku telah sampai di homestay dan nanti jam 8 aku akan dijemput kembali oleh mas andi untuk ikut bakar-bakar sosis. Aku langsung masuk ke dalam homestay dan melaksanakan kewajiban ibadahku. Setelah selesai, ku lihat sudah ada kakek di dalam.

“nanti makan di tempatnya si sunar aja ya nduk.” Kata kakek.

“mhh aku nanti mau ikut bakar-bakar sosis sama mas andi, sama temen2nya dia juga kek.” Kataku.

“oh yaudah, kalo gitu. Nanti kakek sendiri aja.” kata kakek.

“iya kek.” Kataku.

“si andi2 itu kayaknya suka sama kamu deh nduk.” Kata kakek

“gak tau kek, lagian kan aku juga udah punya pacar.” Kataku sambil duduk di sebelah kakek.

“tapi kakek lebih setuju sama dia dari pada pacarmu.” Kata kakek.

Aku hanya diam sambil sedikit kesal mendengar ucapan kakek, bagaimana pun juga aku andi itu pacarku. Jam sudah menunjukan pukul setengah 7 malam, aku lalu menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaian dengan pakaian yang lebih sopan. Di luar juga angin berhembus agak kencang, jadi gak mungkin aku memakai pakaian minim seperti ini.

Sesampainya di dalam kamar mandi aku langsung membuka kaos dan celana pendekku lalu menaruhnya di cantolan belakang pintu. Saat sehabis mencantolkan pakaianku, tiba2 pintu terdorong dan kakek langsung masuk ke dalam kamar mandi.

“a..ada apa kek?” kataku sambil menutupi sebagian tubuhku yang hanya terbalut bh dan cd.

“kakek pengen nih nduk, yuk ke Kasur.” Kata kakek sambil menarik tanganku agar mengikutinya keluar dari kamar mandi.

Aku menahan tarikan kakek, namun hanya setegah hati. Aku menolak pun percumah, toh aku sudah tidak bisa menolak selama masih di pulau ini.

Kakek langsung menidurkan ku di Kasur, lalu ia melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya. kulihat kontolnya sudah tegak berdiri. Kakek tersenyum kepadaku sambil mulai menindih tubuhku.

Kakek langsung menyerang leherku, ia menjilati leherku dengan rakus. “mmhhh kek” kataku saat mulai merasakan geli. Setelah itu kakek mencium lembut bibirku, sapuan lidah kakek di dalam mulutku membuat gairahku mulai naik. Kurasakan juga tangan kakek mulai meremas-remas payudaraku yang masih tertutup bh.

“mmhhhhh” desahku saat merasakan tangan kakek mulai menyelinap dan menyentuh putingku.

Sambil measih berciuman, kurasakan tangan kakek menelusup ke punggungku dan melepas kaitan bhku. Setelah kaitannya terlepas, bh ku langsung dilepas oleh kakek. kini payudaraku terpampang jelas dihadapannya, kakek memandang kedua payudaraku dengan tatapan nafsu. “indah banget nduk” kata kakek

Lalu ia mulai mengemut putting kanan ku sambil meremas payudara kananku. Kurasakan cdku sudah lembab akibat cairan dari memekku.

Setelah puas dengan kedua payudaraku, kakek lalu menarik lepas cdku. “langsung aja ya nduk.” Kata kakek saat mulai memposisikan kontolnya di depan memekku.

“heeemmmmpp kek” kataku saat merasakan kepala konol kakek menggesek bibir memekku.

“aaahhhhhh” teraikku saat meraskaan kontol kakek mulai memasuki memekku.

“oohhh rapet banget ndukkk.” Kata kakek sambil mendorong kontolnya agar masuk lebih dalam.

Setelah kontol kakek masuk sepenuhnya, lalu kedua tangan nya mulai memegang pinggulku dan mulai menggenjot tubuhku.

Kakek memaju mundurkan tubuhnya sambil tangannya menggerayangi tubuhku. “aahhh aaahhhh aaahhh mmmhhhh.” Desahku.

Sekitar 10 menit kakek menggenjotku, aku mulai merasakan orgasme. “ooohhhh kek aku akkuu keeelluuaarrr ohhhh.” Kataku saat orgasme.

Setelah orgasme reda kakek menarik keluar kontolnya dari memekku. “u..udah kek?” kataku saat melihat kakek menarik kontolnya.

“ya jelas belum lah nduk hehe.” Kata kakek sambil mencium bibirku kembali

Dengan satu sentakan penuh tenaga, kakek mendorong kontolnya ke depan, masuk ke dalam memekku dengan satu tusukan yang sangat kencang, Aku melenguh karena kaget dan merasa perih, bibir memekku terbelah. Kontol kakek memenuhi rapat liang kewanitaanku.

Terdengar suara kecipak becek memekku, aku menarik nafas yang terasa berat, mataku terbelalak dan aku bisa merasakan ukuran sesungguhnya dari kontol kakek yang kian lama kian membesar di dalam memekku.

“Memekmu yang rapet meremas-remas kontolku nduk!” kata kakek.

“Oooohhhh, memekmu rapet bangeeet!” kata kakek sambil nafasnya terengah-engah.

“kek a-aku gaaak kuat…” desahku saat orgasme kedua ku datang, aku bisa merasakan seluruh tubuhku bergetar dan menyerah dalam pelukan kakek.

Detik demi detik berlalu, Aku memejamkan mata, gerakan kakek makin lama makin stabil, dia ingin seperti ini terus, nikmat luar biasa yang berasal dari selangkangannya membuatku terbang ke angkasa.

“nduk aku mau keluaarrr aahhhh” kata kakek dengan mempercepat sodokannya.

“aahhhh jangan di dalem kek” kataku.

Kakek lalu menarik keluar kontolnya dari memekku lalu menempatkan kontolnya di depan wajahku, aku yang sudah tau maksudnya langsung mengemut kontol kakek. Tak butuh waktu lama akhirnya kurasakan “crrooott ccrroooottt ccrroooottt” sperma kakek keluar di mulutku.

“hhhgggghhh” suaraku saat menerima sperma kakek.

Kepalaku ditekan oleh kakek, kurasakan beberapa sperma kakek tertelan olehku. Setelah orgasmenya reda kakek menarik kontolnya keluar dari mulutku. Ikut menetes juga sperma kakek keluar dari sela2 bibirku. Aku langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan sperma kakek yang ada di dalam mulutku.

Akhirnya aku mandi lagi untuk membersihakn tubuhku, kubasuh tubuhku dari sisa2 persetubuhanku dengan kakek. setelah selesai mandi, aku memakai pakaian yang tadi sudah ada di kamar mandi.

Aku lalu keluar kamar mandi dan langsung memakai kamar mandi, kulihat kakek masih tiduran di Kasur dengan tubuhnya ditutupi selimut. Ku rias sedikit wajahku malam itu, tak berapa lama kudengar pintu di ketuk.

Aku langsung membuka pintu dan ternyata mas andi yang datang, “udah siap ci?” kata mas andi.

“udah mas.” Kataku.

“yaudah yuk berangkat sekarang”. Ajak mas andi.

“yuk mas.” Kataku menutup pintu dan tanpa pamit kepada kakek.

Tak butuh waktu lama untuk tiba di homestay mas andi dan temannya, kulihat di depan sudah ada kayu yang sudah terbakar api.

“eh udah dateng ci?” kata mbak nindy sambil mengolesi sosis dengan mentega.

“hehe iya mbak, sini aku bantu mbak biar cepet.” Kataku sambil membantunya mengolesi sosis dengan mentega.

Mas andi dan mas bram kulihat sedang menyiapkan alat untuk membakar sosis2 ini, sesekali mas andi memperhatikanku sambil tersenyum. Aku malu diperhatikan mas andi seperti itu, hatiku tiba2 bergetar melihat tatapannya. Namun aku langsung cepat2 melupakannya, aku tak mau mengkhianati andi pacarku.

“udah belom sosisnya, udah siap ini alat buat bakarnya” Tanya mas bram.

“udah kok, yaudah yuk bawa kesana ci.” Kata mbak nindy

Aku membantu membawa baskom yang yang berisi sosis yang lumayan banyak. Lalu ku duduk dengan berasalan sandal yang kupakai.

“yok mulai dibakar, udah laepr nih haha.” Kata ams bram.

“ayok ci, mulai dibakar aja.” kata mas andi kepadaku.

“iya mas.” Kataku.

Akhirnya kami mulai membakar sosis satu persatu, saat aku membakar sosis tiba2 hp ku berbunyi. Aku langsung melihat layar hpku dan ternyata andi menelfonku. Aku langsung mengangkatnya,

“assalamuallaikum yang?” kataku irih.

“wallaikumsalam.” Jawab andi dengan ketus

“kamu kenapa kok jawabnya gitu?” kataku.

“kamu lagi apa sekarang?” kata andi dengan sedikit keras.

“eehh aku lagi di homestay kok yang.” Jawabku dengan agak terbata-bata.

“jangan boong, disekitarmu kedengeran agak rame.” Kata andi.

“i..iya yang. A..ku lagi bakar2 sosis di homestay temenku.” Kataku

“di homestaynya andi?” kata andi.

“kok kamu tau?” kataku dengan terkejut.

“gak penting aku tau darimana, aku juga udah liat foto2mu di pantai dan kamu pake pakaianmu yang biasa kamu pake.” Kata andi dengan suara lebih keras dari sebelumnya.

(aku hanya diam)

“kenapa diem? Jawab!” kata andi dengan keras dan membuatku takut.

“iya maaf yang, aku ngaku salah. Tapi aku bisa jelasin semuanya” kataku sambil mulai terisak.

“Jangan hubungin aku dulu.” Kata andi sambil langsung mematikan telfonku.

“halo.. halo yanggg.” Kataku namun telfonnya sudah di tutup oleh andi.

Aku lalu mencoba menelfonnya beberapa kali namun tidak diangkat oleh andi, air mataku mulai mengalir deras sambil masih kucoba menelfon andi.

“ci, kamu kenapa?” kata mas andi menyadari bila aku sedang menangis.

Aku hanya diam dan terus mencoba menelfon andi.

Lalu kurasakan tubuhku dirangkul oleh seseorang, ternyata itu adalah mbak nindy.

“suci kenapa?” Tanya mbak nindy.

Aku hanya diam dan langsung memeluk mbak nindy. Tangan mbak nindy mengelus punggungku dan berusaha menenangkanku.

“yok masuk yok, cerita sama aku.” Kata mbak nindy sambil melepas pelukanku.

Aku hanya mengangguk, lalu masuk ke dalam homestay bersama mbak nindy. Sesampainya di ruang tamu, aku lalu dduduk di kursi dan mbak nindy duduk disebelahku.

“udah ci, jangan nangis. Ayok cerita ada apa?” Tanya mbak nindy

Aku lalu menceritakan perbincanganku ditelfon bersama andi. aku menangis lagi, aku baru pertama mendengar andi berbicara seperti itu. aku juga pertama kali mengetahui andi semarah ini.

“yaudah kamu tenang dulu ya sekarang.” Kata mbak nindy menenangkanku.

“iiya mbak.” Katau sambil masih sesenggukan.

“besok coba hubungin lagi pacarmu itu ci, omongin baik2 ya.” Kata mbak nindy.

“iya mbak.” kataku

“yaudah jangan nangis lagi, sana ke kamar mandi dulu. Cuci muka dulu.” Kata mbak nindy.

Aku lalu ke kamar mandi untuk mencuci mukaku, di dalam akamr mandi aku kembali menangis. “andi jangan marah seperti ini, aku minta maaf.” Batinku sambil tetap menangis.

Bersambung

END – Kisah Lu Dia Gw Part 24 | Kisah Lu Dia Gw Part 24 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 23)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 25)