Kisah Lu Dia Gw Part 21

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 21

Start Kisah Lu Dia Gw Part 21 | Kisah Lu Dia Gw Part 21 Start

(pov suci)

Mata kuliah ku telah berakhir dan kini aku bersiap ikut ema pulang. Kami berdua langsung menuju motor ema di parkiran. Aku membonceng ema untuk menuju rumahnya, aku belum mengabari nenek bila hari ini aku akan nginep di rumah ema. Aku berniat mengabarinya nanti malam. 30 menit kemudian akhirnya aku telah sampai di rumah ema.

“ayo masuk ci” kata ema.

“iya ma” kataku sambil berjalan mengikutinya.

“langsung ke kamar gue aja yok” ajak ema.

“iya ma, o iya ortumu pada kemana?” kataku.

“ortu gue pada kerja ci, nanti abis isha paling baru pulang” kata ema sambil membuka pintu kamarnya.

“ohhh” kataku sambil masuk kedalam kamarnya.

“lu nyantai dulu aja di sini, gue mau ke bawah dulu bikin minum.” Kata ema sambil meninggalkanku di kamarnya sendiri.

“iya ma” kataku sambil duduk di kasurnya.

Aku lalu mengambil hp ku dan langsung mengirimkan sms ke nenek untuk memberitahu bila aku mala ini nginep di rumah ema dan baru pulang besok setelah kuliah selesai. Aku juga mengabari andi bila aku sedang di rumah ema. Ku berniat akan bercerita peristiwa ku bersama kakek dan kak tomi kepada ema, aku sudah tidak bisa memendam ini sendiri. Ema adalah orang yang kupecaya untuk menjaga rahasiaku ini. Aku tidak mungkin bercerita ke orang tuaku maupun andi. tak berselang lama, ema sudah kembali ke kamarnya dan sudah membawa 2 gelas es jeruk.

“nih diminum dulu ci.” Kata ema sambil memberiku sebuah gelas.

“makasih ya ma.” Kataku sambil meminum es jeruk pemberian ema.

“jadi lu mau curhat tentang apa? Pasti andi yah aha” kata ema.

“bukan ma, aku mau curhat tentang peristiwa yang aku alami.” Kataku sambil meletakan gelas di meja sebelah Kasur ema.

“ci, lu lagi ada masalah?” kata ema sambil menatapku dengan tajam.

“kamu janji ya ci, jangan cerita sama siapapun. Cuma kamu yang aku percaya buat saat ini.” Kataku sambil mulai menahan air mataku.

“iya ci, gue janji bakal jaga cerita lu.” Kata ema lagi.

“jadi gini kemarin pas kamu gak masuk itu…..” aku mulai menceritakan kejadian di kos kak tomi.

(aku bercerita dari awal hingga akhirnya aku bisa keluar dari kos kak tomi)

“serius kamu ci? Wah kurang ajar kak tomi itu ya.” Kata ema setelah mendengar cerita pertamaku.

“ada lagi kejadian setelah itu ma hiks hiks.” Kataku sambil sedikit mulai menangis.

“apa ci?” kata ema sambil memegang tanganku.

(aku menceritakan saat berhubungan badan dengan kakek akibat obat perangsang dari kak tomi)

“kakek lu tega berbuat kayak gitu ke elu ci?” kata ema sedikit terkejut”

“iya ma, bahkan sejak aku sma. Bahkan tadi sebelum ke kampus, aku sempat….” Ucapanku terhenti karena ema langsung memeluku.

“udah ci, cukup. Gak usah dilanjutin lagi.” Kata ema sambil memelukku.

“aku takut ema huhuhu.” Kataku sambil membalas pelukan ema.

“lu nangis aja dulu, sampe lu tenang. Jangan ditahan sendiri.” Kata ema lag.

Aku lalu menangis di pelukan ema, cukup lama aku menangis hingga akhirnya aku sudah agak tenang. Setelah ku berhenti menangis, ema melepas pelukannya.

“kenapa lu gak bilang ke ortu lu ci?” kata ema.

“aku takut ayah sama ibuku marah ma.” Kataku.

“ya paling nggak kan lu gak di ganggu kakek lu lagi ci.” Kata ema sambil memegang tanganku lagi.

“iya besok aku coba bilang ke ibuku ci, supaya aku tidak terus2an di ganggu kakek.” kataku

“andi gak tau semua ini?” kata ema.

(aku menggelengkan kepalaku)

“disini ada gue, lu kalo ada apa2 cerita sama gue ya ci. Jangan sungkan2.” Kata ema sambil menggenggam tanganku.

“iya ma, makasih ya.” Kataku.

Ternyata hari sudah sore, cukup lama juga aku bercerita kepada ema. Aku lalu ijin untuk mandi dan sholat ashar kepada ema. Setelah mandi aku di antar ema ke ruang sholat di rumahnya dan aku langsung melaksanakan ibadahku.

Selesai menjalankan sholat, aku lalu duduk di ruang tamu sambil menunggu ema yang sedang mandi. Aku duduk sambil memperhatikan foto2 di ruang tamunya hingga aku mendengar suara mobil yang masuk ke garasi rumahnya. Lalu ada seorang lelaki tua yang masuk ke dalam rumah, “ini pasti ayahnya ema soalnya wajahnya sama kayak yang ada di salah satu foto di ruang tamunya.” Batinku

“assalamuallaikum.” Kata ayah ema sambil masuk kedalam rumahnya.

“wallaikumsalam.” Kataku

“eh ada tamu.” Kata ayah ema.

“iya om, saya suci temen kuliahnya ema.” Kataku sambil salim kepadanya.

“oh gitu, trus emanya mana?” katanya sambil mencari2 ema.

“emanya lagi mandi om hehe.” Kataku.

“oh yaudah kamu santai aja dulu disini, om mau ke kamar dulu ya.” Kata ayah ema sambil berjalan ke kamarnya.

“iya om.” Kataku.

Setelah itu kulihat ema telah selesai mandi dan menghampiriku di ruang tamu. Kami mengobrol2 sambil menonton tv. dan setelah itu ibunya ema pulang sehabis kerja.

Aku pun diajak makan malam bersama keluarga ema di rumahnya. Setelah itu kami mengobrol2 bersama di ruang tamu.

(pov andi)

Aku telah menyelesaikan makan malamku bersama bude dan kak dewi, ya mala mini pakde sedang pergi ke luar kota karena ada urusan kantor. Setelah makan aku langsung kembali ke kamarku, dikamar aku lalu merebahkan tubuhku. Ku ambil hpku dan langsung mengirim chat ke suci.

Aku: “kamu jangan lupa makan yang.”

Suci: “aku udah makan yang tadi sama keluarganya ema.”

Aku: “trus sekarang lagi ngapain?”

Suci: “lagi tiduran aku yang di kamar ema.”

Aku: “coba dong liat yang lagi tiduran hehe”

(10 menit kemudian)

Suci: “aku gendut ya 🙁 “ (chat suci sambil mengirimkan foto dirinya)

Aku lalu membuka foto yang dikirimnya, terlihat suci memakai kaos yang sedikit ketat. Terlihat gundukan payudaranya yang menonjol di kaosnya. Aku yang melihat hal itu langsung merasakan kontolku berdiri. “ahh suci jadi pengen aku nih” batinku.

Suci: “tuh abis dikirimin foto malah gak dibales”

Aku: “hehe maaf yang baru bales, abis liat foto kamu soalnya. Oiya, kamu itu gak gendut tapi……”

Suci: “tapi apa?”

Aku: “montok haha”

Suci: “ih kamu dasar”

Aku: “jadi kangen nih”

Suci: “aku juga kangen hehe”

Aku: “bentar lagi kan kita liburan trus bisa ketemu hehe”

Suci: “hehe iya, aku ke ruang tamu dulu ya. Gak enak masa di kamar terus.”

Aku: “oke yang, aku juga mau charger hp dulu”

Aku lalu mencharger hpku, dan lalu kembali rebahan di Kasur dengan kontol yang masih berdiri. Aku lalu berniat mengocok kontolku karena aku sudah tidak tahan akibat melihat foto suci tadi. Namun sebelum itu aku mulai teringat sesuatu, aku lalu bangkit dan mengambil tasku. Kubuka tasku dan mencari sesuatu yang tadi di kasih si dimas (teman kuliahku). Akhirnya aku menemukan sebuah pil berwarna biru muda yang dibungkus plastik kecil.

*sedikit flashback tadi siang di kampus*

Hari ini aku menyelesaikan jadwal matakuliah ku hari ini, aku lalu mengajak dimas ke kantin untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang.

“dim, makan dulu ayo di kantin”. Ajakku ke dimas

“ayo lah, aku juga mau makan dulu sebelom tempur haha” kata dimas

“tempur apa?” kataku.

“udah ayo ke kantin nanti tak critain.” Kata dimas sambil menarik tasku.

Kami berdua lalu menuju kantin untuk makan, dan setelah makan dimas menceritakan dia yang akan ena-ena dengan pacarnya di kosannya.

“wooo pantes tadi bilang mau tempur haha” kataku setelah mendengar ceritanya.

“iya lah, ini aja aku udah bawa peralatan tempurnya haha” katanya sambil memperlihatkan isi tasnya.

Ya, selain buku dan pulpen ternyata di dalam tasnya juga ada sekotak kondom dan beberapa pil berwarna biru muda. Aku yang tidak tau itu pil apa lalu menanyakan kepada dimas, “lah itu pil apaan dim? Kataku lirih.

“oh ini obat kuat ndi hehe. Minggu kemarin aku iseng nyoba, eh cewekku malah suka ndi. Yaudah semalem aku beli beberapa. Kamu mau?” Kata dimas

“buat apaan dim, pacarku aja jauh disana” kataku

“udah gpp nih, besok dicoba aja. gak bakal basi ini, asal nyimpennya di tempat kering haha” katanya sambil memberiku sebutir pil itu.

“oke deh, aku juga mau tau bakal seberapa lama sih.” Kataku sambil memasukan pil itu kedalam plastik lalu memasukan ke dalam tasku.

“yowes, aku cabut dulu ya. Pacarku udah nunggu di kos haha” kata dimas sambil beranjak dari duduknya.

“oke dim, selamat tempur haha” kataku.

*kembali ke cerita*

Aku lalu membuka plastik itu, aku penasaran dengan efek pil ini. Lagian kan nanti aku juga mau ngocok, lalu aku mengambil gelas yang bersisi air di meja kamarku. aku langsung meminum pil itu dan ternyata rasanya hambar dan tidak pait. Setelah itu aku mengerjakan tugas kuliahku.

Sudah sekitar 30 menit aku mengerjakan tugasku, tetapi kontolku masih saja berdiri dan merasakan sudah sangat keras batangnya. Aku mulai merasakan tidak nyaman, lalu aku menghentikan kegiatan mengerjakan tugasku. Aku baru selesai setengah nya saja, karena aku langsung menutup buku ku dan langsung rebahan di Kasur. Aku melepaskan celana pendek beserta cdku, aku lalu mulai menggenggam kontolku dan mulai mengocoknya.

“ahh kok gini rasanya” batinku.

Aku lalu mulai mengocok sambil membayangkan suci sedang mengemut kontolku, perlahan kupejamkan mataku sambil tetap membayangkan suci. “ahhh suci enak banget.” Racauku lirih, aku masih mengocok kontolku. Sudah cukup lama aku mengocok kontolku, namun belum ada tanda2 akan ejakulasi. Saat aku sedang asyiknya mengocok tiba2 aku di kagetkan dengan suara pintu kamarku terbuka. Aku langsung membuka mataku dan menghentikan aktifitasku, aku langsung melihat ke arah pintu. Dan ternyata kak dewi yang membuka pintu kamarku. kulihat dia menatapku tajam, lalu dia masuk dan langsung menutup pintu kamarku. aku yang tersadar dengan cepat memakai celana pendekku tanpa memakai cd ku. aku lalu duduk di kasurku.

“untuk aku yang buka pintu kaamrmu, bukan ibuku.” Kata kak dewi lirih

“ehh kak mmhh.” Kataku dengan gugup.

“santai aja ndi, aku paham. Kamu lagi kangen sui kan hihihi.” Kata kak dewi sambilduduk di sampingku

“hehe iya kak.” Kataku dengan santai.

Entah kenapa, saat melihat kak dewi aku malah merasakan kontolku tambah mengeras dan nafsuku tambah naik. Ya saat itu kak dewi memakai babydoll berwana pink, dan bagian bawahnya hanya berada sedikit dibawah pantatnya sehingga memperlihatkan pahanya yang putih. Aku memperhatikan pahanya cukup lama hingga kak dewi menyadarkanku.

“matanya dijaga ndi hihi.” Kata kak dewi

“eh mmhh maaf kak.” Kataku sambil menundukan kepalaku.

“oiya ndi, aku boleh pinjem laptopmu gak? Aku mau ngirim tugas ke email temenku. Laptopku kan lagi dibawa bapak ke luar kota.” Kata kak dewi sambil duduk di sampingku.

Dengan duduk di sampingku, bagian bawah babydollnya menjadi ketarik keatas sehingga pahanya semakin terlihat. Aku yang sudah sangat nafsu mulai tidak bisa berfikir jernih, berniat untuk menggodanya.

“gimana ndi boleh gak aku pinjem laptopmu, malah bengong. Penting nih” Kata kak dewi

“ehh boleh kak, tapi ada syaratnya.” Kataku sambil menatapnya

“apa syaratnya?” kata kak dewi.

Lalu aku memajukan kepalaku menuju kupingnya lalu aku membisikan sesuatu, “kalo udah selesai ngirim tugasnya, bantuin kocokin kontolku ya kak.” Kataku lirih di kupingnya.

Kak dewi sempat terdiam dan sesaat menatap gundukan di celanaku.

“gimana kak? Hehe” kataku.

“mmmhhh kamu gak inget suci.” kata kak dewi

“aku udah gak tahan nih kak, lagian kan Cuma sekali ini aja.” kataku.

“yaudah deh, kali ini aja ya. Aku kekamar dulu mau ambil flashdisk sekalian mau liat ibu udah tidur apa belom”. Kata kak dewi yang langsung berjalan keluar dari kamarku.

Setelah kak dewi keluar dari kamarku, lalu aku langsung mengeluarkan laptop dari tasku. Setelah itu samar2 aku mendengar sebuah suara pintu yang di kunci dan tak lama kemudian kak dewi kembali ke kamarku sambil memegang flasdisk dan menggendong tas kuliahnya.

“nih kak laptopnya. Aku mau ke kamar mandi dulu” kataku sambil memberinya laptopku.

Setelah memberikan laptopku, aku langsung menuju kamar mandi. Aku lalu pipis dan tak lupa mencuci kontolku dengan sabun. “ahh gila ini obat, dari tadi kontolku berdiri terus.” Batinku sambil menyabuni kontolku. Setelah selesai aku langsung kembali ke kamarku.

Saat aku masuk ke kamarku, kulihat laptopku sudah tertutup di meja dan kak dewi sedang duduk di kasurku sambil memainkan hpnya.

“loh udah ngirim tugasnya kak?” kataku sambil menutup pintu kamarku dan tak lupa menguncinya karena takut bila tiba2 bude masuk ke kamarku.

“udah lah ndi, kan Cuma ngirim email doang.” Kata kak dewi.

Aku lalu duduk di sebelahnya, kak dewi yang menyadari hal itu langsung meletakan hpnya.

“mau sekarang? Hihihi.” Kata kak dewi

“iya dong kak, udah gak tahan nih. Liat aja nih.” Kataku sambil membuka celanaku dan menunjukan kontolku yang berdiri tegak.

“yaampun ndi, udah tegang banget.” Kata kak dewi sambil memperhatikan kontolku.

“yaudah ayok kak mulai hehe.” Kataku bersemangat.

“Cuma kocokin aja ya.” Kata kak dewi

(aku hanya mengangguk).

Lalu perlahan-lahan kak dewi mulai mengarahkan tangan kirinya menuju kontolku dan “ahhh” desahku saat kontolku di genggam oleh tangan halusnya. Kurasakan kak dewi mulai mengocok kontolku perlahan.

“enak ndi? Hihihi” kata kak dewi

“ahhh enak kak terus kak.” Kataku lirih.

Kak dewi masih mengocok kontolku dengan sesekali memijat batang kontolku.

“ahh ahhhh gila enak kak.” Kataku saat menerima kocokannya.

Kulihat aku mulai mengeluarkan sedikit cairan dari lubang kontolku. Kak dewi masih saja mengocok kontolku sambil sesekali tersenyum kepadaku. Aku sesekali melirik ke tubuhnya sambil menerima kocokannya di kontolku. Lalu tangan kiriku perlahan mulai memeluk tubuhnya, ku arahkan tangan kiriku di perutnya. Ku elus2 perutnya dan kak dewi masih mengocok kontolku. Terdengar deru nafas kak dewi yang agak cepat akibat elusan diperutnya.

“jangan gitu ndi, gelihh katanya Cuma dikocokin.” Kata kak dewi sambil tetap mengocok kontolku.

“tubuhmu wangi kak ahhh.” Kataku sambil menciumi tengkuknya.

Rabaan ku di perutnya kadang menyentuh bagian bawah payudaranya. Terasa bh kak dewi di tanganku, ternyata kak dewi menggunakan bh yang keras pada saat itu. aku yang sudah tidak tahan langsung meremas payudara kirinya.

“eh ndi jangan aahhh.” Kata kak dewi merasakan payudaranya diremas oleh tanganku.

Namun kak dewi masih saja mengocok kontolku, aku masih meremasi payudaranya hingga kak dewi mulai mengeluarkan desahannya.

“ndii ahh geli ih.” Kata kak dewi sambil menatapku.

Aku yang melihat kak dewi menatapku, langsung ku majukan wajahku dan mencium bibirnya. “mmhhhh” suara dari bibir kak dewi saat menerima ciumanku. Aku langsung melumat bibirnya, dan kak dewi ternyata malah membalas ciumanku. Bibirnya terbuka dan aku langsung memasukan lidahku untuk mencari lidahnya. Kami berciuman dengan tangan kak dewi yang masih mengocok kontolku. Perlahan-lahan kudorong tubuhnya hingga tiduran di kasurku. Kini kak dewi sudah tiduran di kasurku sambil tangannya masih memegang kontolku. Ku lepaskan ciumanku dan langsung menjilati lehernya dan kak dewi langsung melepaskan kontolku. Kini kak dewi malah memeluku, “ahhh ndi enak terus jilatin ndi.” Kata kak dewi sambil merasakan jilatanku dilehernya dan rabaan tanganku di tubuhnya.

Aku masih menjilati lehernya sambil kini tanganku meraba pahanya yang terbuka. Kuraba pahanya dan kini tubuhnya menggelinjang kegelian. Kuraba pahanya hingga kini tangan ku sesekali menyentuh cdnya.

“ahh aahhh ndiii.” Kata kak dewi sambil meremasi kepalaku.

Perlahan ku Tarik keatas hingga keperutnya, dan terpampang lah cd hitam milik kak dewi. Kini keberanikan meremas pantatnya sambil kembali mencium bibirnya. Ku remas pantat kak dewi yang terlihat montok, kuremas sambil sesekali jariku menyentuh memeknya. Kurasakan cd nya sudah basah, aku langsung membelai memeknya meski dari luar cdnya. Ku rasakan tangan kak dewi meraba-raba perutku dan ternyata kak dewi mencari kontolku. Di kocoknya lagi kontolku dan kini ia mengocoknya lebih cepat. Aku yang merasakan saat keenakan mulai membelai bibir memeknya dengan cepat.

“mmhhh mmhhhh mmhhhh.” Suara bibir kak dewi

Aku lalu melepaskan ciumannya dan aku menatap wajahnya. Terlihat wajahnya memerah dan matanya terlihat sayu.

“nddiii jangan diliatin aku malu.” Kata kak dewi.

“kak dewi cantic kalo lagi nafsu gini hehe.” Kataku sambil mempercepat belaianku di memeknya.

“aahhh ndii aku mau nyampee terus ndi cepetin.” Kata kak dewi sambil merem melek.

Aku yang mendengar hal itu langsung menyelipkan jariku lewat samping kain cd nya yang menutupi memeknya. Kini tanganku sudah bersentuhan langsung dengan memeknya yang basah. Kumasukan 2 jariku ke dalam memeknya.

“aahhh ndiii enaakkkk.” Kata kak dewi.

“kocokan kakak juga enak ahhh.” Kataku

“ndi aku nyampe ooouuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.” Lenguh panjang kak dewi saat merasakan orgasme.

Ku diamkan 2 jariku di dalam memeknya dan tersa sangat basah. Kak dewi terlihat memejamkan matanya sambil nafasnya terlihat ngos-ngosan. Lalu ku Tarik jariku dari memeknya, terlihat jariku basah akibat cairan kak dewi.

“gak ada darah di jariku, berarti kak dewi udah gak perawan nih.” Batinku.

Lalu kini kutarik ke atas babydollnya hingga kini sudah sampe di lehernya, terlihat bh kak dewi yang warnanya selaras dengan cd nya.

Terlihat sangat kontras sekali warna daleman kak dewi dengan tubuhnya yang putih mulus. Lalu ku berusaha melepaskan lengan babydolnnya dari kedua lengannya dan ternyata kak dewi membantuku hingga kini babydollnya terlepas. Aku terkesima dengan keindahan tubuh kak dewi.

“jangan diliatin ndi, aku malu ah.” Kata kak dewi.

“badan kakak bagus.” Kataku sambil memperhatikan gundukan payudaranya yang masih tertutup bhnya.

“buka aja ndi bh ku gpp.” Kata kak dewi yang mengagetkanku.

“serius gpp kak?” kataku

“iya serius, tapi kamu juga buka kaosmu.” Kata kak dewi sambil tersenyum.

Mendengar hal itu aku langsung membuka kaosku dan membuangnya di samping kasurku. Kini aku yang sudah telanjang berniat membuka bh kak dewi. Ku arahkan tanganku di punggungnya untuk membuka kaitan bh nya. Kak dewi menaikan tubuhnya untuk memudahkanku membuka bhnya. Setelah kaitan bh nya terbuka ku loloskan bhnya melalui keuda tangannya. Kini tubuh kak dewi hanya menyisakan cd di tubuhnya.

“udah ya ndi itu aja yang dibuka, cd ku jangan.” Kata kak dewi.

“iya kak, boleh dilanjutin lagi gak hehe.” Kataku

(Kak dewi hanya tersenyum)

Senyuman kak dewi kuanggap sebagai persetujuan, aku lalu mulai menyerang payudaranya kirinya. Kujilati putingnya yang kecoklatan. Kuhisap, kujilat dan terkadang ku gigit kecil. Kak dewi mulai mengeluarkan desahannya. tangan kanan ku kugunakan untuk membelai dan meremas payudara kanannya.

“ahh ndi kamu kok pinter sih.” Kata kak dewi sambil meremas rambutku.

Aku tak menghiraukannya, kupercepat sedotanku pada putting kirinya. Tak lama setelah itu kak dewi mencapai orgasmenya yang kedua.

“ooouuuhhhhhh anddiiiiiiiii.” Suara kak dewi saat orgasmenya tiba.

Aku lalu bangkit dan berniat membuka cdnya, saat aku sudah memedang cdnya tiba2 kak dewi menahan tanganku.

“jangan ndi, kakak gak mau sampe begitu.” Katanya sambil bangkit dari posisi tidurnya.

“aku belom keluar nih kak.” Kataku.

“kakak emutin aja ya kontolmu.” Kata kak dewi.

(aku hanya mengangguk.)

Kini aku duduk di kasurku dan kak dewi perlahan mulai memposisikan kepalanya di depan kontolku. Perlahan-lahan ia memajukan kepalanya dan kontolku mulai merasakan hangatnya mulut kak dewi.

“ahhh kak.” Kataku saat merasakan kontolku mulai di servis mulut kak dewi.

“sslluuurrrppp ssllluuurrrrpppp aahhhhh.” Suara dari kak dewi.

Kak dewi sangat lihai memainkan kontolku di mulutnya, kurasakan sepongan mulutnya sangat berbeda dengan suci.

“ahhh kak enakk.” Katau sambil membelai rambutnya.

Sekitar 30 menit kak dewi memainkan kontolku di mulutnya, tiba2 dia menghentikan emutannya.

“mmhh ndi, mulut kakak pegel. Kamu kok gak keluar2? Hah hah.” Kata kak dewi

“ya gatau juga kak, udah emutin lagi kak biar cepet.” Kataku

Kak dewi langsung memasukan kembali kontolku di mulutnya. Kini ia mempercepat ritme kepalanya yang naik turun di kontolku.

“terus kak enakkkk.” Kataku sambil mulai meremas payudaranya.

“mmmhhh nddee ahh geelleehhh.” Suara kak dewi sambil masih mengemut kontolku.

Setelah kurang lebih 15 menit kontolku di emut kak dewi, kurasakan orgasme ku akan datang.

“kak akku mau keluar ohhhh.” Kataku sambil menekan kpalanya agar kontolku masuk lebih dalam.

Kak dewi menggeleng-gelangkan kepalanya, namun masih tetap menjilati kepala kontolku. Aku sudah tak bisa menahannyya lagi dan “crrooottt ccrroooottt ccrrooooottttt” akumerasakan banyak sekali spermaku yang keluar.

Ku keluarkan spermaku di dalam mulut kak dewi, setelah orgasme ku selesai ku lepaskan tanganku dari kepalnya. Kini kak dewi menarik kepalanya dari kontolku, tanpa berkata apa2 ia langsung mengambil kaosku untuk mengelap mulutnya.

“gila kamu ndi, spermamu ketelen hooeekkk.” Kata kak dewi sambil mengelap mulutnya dengan kaosku.

“maaf kak hehe.” Kataku.

“udah keluar kok masih berdiri aja sih ndi.” Katanya memperhatikan kontolku.

Aku lalu memperhatikan kontolku dan benar saja, ternyata masih berdiri. Biasanya kalo udah keluar ya sudah perlahan mulai mengecil.

“o iya kok berdiri mulu ya kak.” Kataku nampak kebingungan.

Kak dewi menghiraukan ucapanku, ia kini sedang memakai bhnya beserta babydollnya lagi.

“aku balik ke kamar ya, jangan bilang siapa2 ya ndi.” Kata kak dewi sambil membawa tasnya.

“i..iya kak. Makasih ya.” Kataku.

Kini kak dewi meninggalkan ku sendiri di kamarku dengan keadaan kontol yang masih berdiri. Aku langsung memakai cd dan celanaku. Aku langsung pergi menuju kamar mandi untuk mencuci kontolku lagi.

Setelah itu aku langsung kembali ke kamarku, aku mengambil kaos dari lemari. Tak mungkin aku memakai kaos yang tadi digunakan kak dewi untuk mengelap mulutnya.

Kini kumatikan lampu kamarku dan langsung merebahkan badanku. Kini aku tiduran dengan keadaan kontolku yang masih berdiri tegak. Lalu aku perlahan berusaha memejamkan mataku untuk tertidur.

Bersambung

END – Kisah Lu Dia Gw Part 21 | Kisah Lu Dia Gw Part 21 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 20)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 22)