Kisah Lu Dia Gw Part 20

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 20

Start Kisah Lu Dia Gw Part 20 | Kisah Lu Dia Gw Part 20 Start

(pov suci)

Pagi telah datang dan kini aku telah bersiap mandi, meski hari ini aku kuliah jam 1 siang namun aku tetap mandi di pagi hari. Aku lalu mengambil handuk dan pakaian beserta dalemannya, aku langsung keluar kamar untuk menuju kamar mandi. saat ku keluar kamar terlihat nenek sudah berkapakaian rapi. Aku yang melihat hal itu langsung bertanya kepada nenek.

“nenek mau pergi?” Kataku.

“iya ci, nenek disuruh ikut kondangan di kota B” Jawab nenek.

“oh gitu, yaudah hati2 ya nek.” Kataku

“iya suci, o iya nenek udah masak tuh di dapur. Kamu jangan lupa sarapan sebelum kuliah, nenek berangkat ya.” Kata nenek sambil berjalan keluar.

“iya nek.” Jawabku.

Aku tidak melihat kakek pada pagi itu, entah pergi kemana dia. Lalu aku langsung mandi, setelah selesai mandi aku langsung menjemur handukku diluar. Setelah itu aku langsung mengambil makanan untuk sarapan. Selesai sarapan aku lalu kembali ke kamar. Aku langsung mengambil hpku dan menelfon andi untuk membangunkannya. Tak butuh waktu lama andi langsung mengangkat telfonku.

“assalamuallaikum suci sayang hehe” kata andi

“wallaikumsalam, tumben kamu udah bangun?” Kataku sambil merebahkan tubuhku ke Kasur.

“udah dong, ini aja aku udah mau berangkat ke kampus. Mau ada quiz nih soalnya” kata andi.

“oh yaudah, kamu berangkat sana. Hati2 ya, ngerjain quiznya yg bener.” Kataku.

“iya pasti dong, aku berangkat ya. Assalamuallaikum”. Kata andi yang berpamitan kepadaku.

“wallaikumsalam” kataku sambil mematikan telfonku.

Aku lalu keluar kamarku untuk menonton tv di luar. aku duduk di sofa dan mulai menonton tv ,sekitar 20 menit aku menonton tv, terdengar suara pintu terbuka.

“eh kamu nduk, udah bangun hehe” kata kakek sambil berjalan ke belakang.

“iya kek.” Kataku lirih.

Aku masih melanjutkan kegiatan menonton tv ku hingga tiba2 kakek datang dan duduk di sampingku sambil membawa 2 gelas yang entah isinya apa.

“ini diminum nduk, tadi kakek kepasar beli jamu” kata kakek sambil memberiku sebuah gelas.

“iya kek, makasih” kataku sambil menerima gelas pemberiannya.

“ayo diminum, biar badanmu seger hehe” kata kakek

Aku lalu mulai meminumnya hingga habis dan rasanya sangat aneh dan pahit.

“ini nduk air gula nya” kata kakek sambil memberiku sebuah gelas lagi dan mengambil gelas yang ada dttanganku.

Aku langsung meminumnya karena aku merasa mulutku terasa aneh akibat jamu tadi. Setelah itu aku langsung meletakan gelas kedua di meja.

“nenek udah berangkat nduk.” Kata kakek sambil tangan kirinya mulai merangkulku.

“emmm udah kek” kataku sambil menatap ke layar tv.

Lalu aku merasakan tanganku dituntun oleh kakek untuk memegang sesuatu yang terasa hangat dan keras. Aku langsung menoleh dan ternyata tangan ku sedang memegang kontol kakek yang sudah berdiri tegak. Entah sejak kapan kakek melapas celana pendeknya. Aku lalu melepas genggaman tanganku di kontolnya.

“pegang lagi nduk, apa mau kakek bilangin ayahmu” ancam kakek.

“jangan gini dong kek” kataku lirih

“udah kamu nurut aja” kata kakek sambil menuntun tanganku ke kontolnya lagi.

Aku tak bisa berbuat apa2 lagi, selain menuruti kemauannya. Lalu tanpa disuruh aku mulai mengocoknya.

“enak banget nduk, pagi2 dikocokin kamu hehe” kata kakek sambil merasakan kocokanku.

Aku mengocok kontolnya sambil masih menonton tv, lalu kurasakan ada tangan yang menyelinap kedalam kaosku lalu menyingkap bh ku ke atas.

“ahhh kek jangan” kataku saat tangan kakek telah masuk ke dalam kaos dan bhku.

“nikmatin nduk, nurut aja sama kakek” kata kakek sambil mulai meremasi payudara kananku.

“ehhmm kek ahh” kataku saat merasakan putingku di putar2 oleh kakek.

“ayo pindah kamarmu nduk” kata kakek sambil menarik tanganku dan menuntunnya sampai ke dalam kamar ku.

Sesampainya di dalam kamar, kakek melepaskan tanganku dan langsung menutup sekaligus mengunci pintu kamar.

“kek udah kek, jangan” kataku sambil masih berdiri..

“udah kamu nurut aja nduk.” Sambil membingbingku untuk duduk du pinggir Kasur.

Setelah ku duduk kakek langsung melucuti seluruh pakaiannya. Kontolnya yang berdiri tegak kini berada di hadapanku. Lalu kakek memegang kepalaku dan langsung mengarahkan ke kontolnya, aku tau apa yang di inginkan dan aku tak punya pilihan lain.

Ku buka perlahan mulutku dan langsung melahap kepala kontol kakek, kepalaku di maju mundurkan oleh tangan kakek.

“sllluurrrp mmmpphhhh” suara mulutku saat mengemut kontol kakek.

“nduk enak banget nduk, terusin ya” kata kakek menerima servis dari mulutku.

Kakek kini melepaskan kedua tangannya dari kepalaku, kini aku memaju mundurkan kepalaku sendiri.

“untung aku udah minum jamu nambah stamina hehe” kata kakek.

Aku mulai merasakan pegal di daerah pipiku lalu melepaskan kontolnya dari mulutku.

“kok udahan nduk?” kata kakek.

“mulutku pegel kek” kataku lirih

“hehe yaudah sekarang gentian kakek ya” kata kakek sambil menarik kaosku keatas.

Kakek melepas kaos dan bhku, kini hanya menyisakan celana dan cd di tubuhku. Lalu kakek menyuruhku untuk tiduran di Kasur. Aku kini telah tiduran di Kasur, namun aku memiringkan tubuhku dan memunggunginya. Tak lama setelah itu aku merasakan tubuh kakek di belakangku dan tangannya memeluk tubuhku.

“mmhh wangi banget tubuhmu nduk” kata kakek sambil menciumi bahuku dan tangannya mengusapi perutku.

Aku mulai merasakan geli akibat sentuhan tangan kakek, cukup lama kakek mengelus bagian perutku hingga kini tangannya sudah menggengggam payudara kananku. Lalu kakek perlahan mulai meremas payudaraku. Tubuhku sedikit bergetar saat menerima perlakuan kakek, kurasakan. Setelah puas dengan payudaraku, kakek langsung menurunkan celana beserta cd ku. setelah melepas celanaku, kakek langsung meremas pantatku. Kurasakan lama kelamaan tangan kek sudah membelai bibir memeku.

“udah basah aja nduk hehe.” Kata kakek sambil memainkan memekku.

“mmhh kek udah ah.” Kataku sambil menahan gairah yang mulai menjalar di tubuhku.

Kakek lalu menarik bahuku lalu ia langsung mencium bibirku. “mmhhh mmmhhhhh egghhh” suara dari bibirku. Kakek menciumku dengan tangannya masih bermain di memekku, tanpa kusadari aku membalas ciuman kakek. tubuhku sudah sangat terangsang sekali, aku mulai memeluk tubuh kakek kdan sesekali menekan kepalanya untuk menciumku lebih dalam. Setelah puas dengan mulutku, kakek melepas ciumannya.

“kamu nafsu banget sih nduk, kepala kakek di teken2 gitu hehe.” Kata kakek

Aku hanya diam saja dan kini aku merasakan tangan kakek sudah di payudara kananku. Dia meremas dan memainkan putingku.

“aahhh kek aahhh.” Desahku

“ohh kek ahhh mmhhhh geliii.” Kataku saat merasakan putingku telah di emut oleh bibir kakek.

Badanku bergoyang2 menerima rangsangan kakek di payudara kakek. hingga terasa aku akan merasakan orgasme. Aku meremas rambut kakek saat, kakek masih saja mengemuti putingku.

“ahhhh kek aahhh ohhhhhh.” Desahku

“udah mau kelar ya nduk.” Kata kakek sambil tangan kanannya kini bermain di memekku lagi.

“heee eemmm kek ohhhh.” Kataku saat merasakan orgasmeku semakin dekat.

Saat orgasme ku sudah hampir tiba, kakek melepaskan tangannya dan bangkit. Aku langsung menatap wajahnya. Dia langsung bangkit dan langsung memposisikan tubuhnya di depanku. Dilebarkan kedua pahaku dan dia memajukan tubuhnya. kini aku merasakan kontol kakek sudah di bibir memekku. Kakek perlahan-lahan memajukan kontolnya.

“eemmmhhhh ohhhhh” desahku saat merasakan kontol kakek mulai masuk ke memekku.

“aahhh angett memekmu nduk” kata kakek setelah kontolnya sudah masuk ke memekku.

Lalu kakek mulai mengocok kontolnya di memekku, belum lama kakek mengocok kontolnya tiba2 aku merasakan akan orgasmeku. “mmhhh kek aahhhhhhhh” desahku

“kenapa ndukk aaahhhh” kata kakek dengan masih memaju mundurkan kontolnya di memekku.

“kek aaahhhhhh aaahhh” desahku lagi

“keluarin nduk jangan di tahan hah hah” kata kakek sambil mempercepat genjotannya.

Aku sudah tidak bisa menahan lagi orgasmeku dan “oouuhhhhhhhhh” lenguh panjangku.

Kuremas sprei kasurku saat orgasme ku tiba, kulihat kakek tersenyum padaku. Kakek tidak memberiku kesempatan untuk menikmati oragsmeku. Ia masih tetap melakukan penetrasi di memekku, bahkan kurasakan ritme genjotannya semakin cepat. Tangannya yang tadi memegang pinggangku kini berpindah di kedua payudaraku. Kakek menggenjotku dengan sambil meremasi kedua payudaraku.

“aahhh aaahhh aaahhhh” desahku

“enak to nduk hehe aah ahh” kata kakek.

“kek cepet kek, akum au kuliaahhhhh aahh” kataku.

Kakek lalu menghentikan genjotannya lalu ia duduk di sampingku.

“sini nduk naik kesini” kata kakek sambil menyuruhku duduk diatasnya.

“engga ah kek” kataku.

“cepet nduk, katanya mau cepet trus mau kuliah.” Kata kakek.

Lalu dengan agak malas akhirnya aku mulai bangkit dan langsung memposisikan tubuhku di atas kakek.

“masukin ini nduk, di pasin memekmu.” Kata kakek sambil memegang kontolnya.

Aku perlahan-lahan menurunkan badanku dan kakek menempatkan kontolnya pas di memekku. Aku mulai menurunkan badanku dan kurasakan kontol kakek terasa memenuhi memekku. Kini aku berhadapan dengan kakek dengan memeku yang sudah di masuki kontolnya.

“mmmhhhhh” kataku saat merasakan kontol kakek masuk.

“ayo goyang nduk” kata kakek

(aku hanya diam karena aku tak tau harus bagaimana)

“cepet nduk, kok malah diem” kata kakek sambil tangannya meremas payudara kiriku.

Aku lalu mulai menggoyangkan pinggulku, “mmhhh gitu nduk goyang terus.” Kata kakek.

Aku menggoyangkan pinggulku agak lama dan aku merasakan akan orgasme lagi, kakek memeluk tubuhku dan merebahkan tubuhku di Kasur. Kakek lalu menggenjot kontolnya di mememekku lagi, aku sudah tidak menahan orgasme ku lagi. Secara tidak sadar aku memegang kepala kakek dan langsung mencium bibirnya. “mmmhhhh aaaahhhh mmhhhhh” suara bibir kami, lalu aku orgasme. Badanku kini sangat lemas, aku sudah orgasme 2x dan kakek belum menunjukan tanda2 akan orgasme. Setelah orgasmeku reda, aku melepaskan ciumanku. Aku mulai meneteskan kembali air mataku, “jangan nangis nduk, nikmatin aja” kata kakek sambil mengelap air mataku.

“tolong kek udah ya huhu” kataku sambil sedikit menangis.

“bentar nduk, kakek belom keluar. tahan sebentar ya” kata kakek mulai menggenjot memekku lagi.

Aku merasakan memekku sedikit perih akibat sodokan kontol kakek, kakek mulai mempercepat sodokannya dan “nddukkk keluar akuuu aaahhhhh” kata kakek sambil menahan kontolnya di dalam memekku. kurasakan beberapa kali rahimku tersiram sperma kakek. aku mulai ketakutan, kakek ejakulasi di dalam memekku. Aku takut hamil akibat kakek yang mengeluarkan spermanya di dalam memekku.

“hah hah enak nduk” kata kakek

“kenapa di dalem kek, nanti aku hamil huhuhu” kataku

“tenang aja nduk, tadi kan kamu udah minum jamu. Jadi gak bikin kamu hamil hehe hah hah hah” kata kakek.

Lalu kakek menarik kontolnya keluar dari memekku, dan kurasakan ada cairan yang keluar dari memekku. Dengan keadaan masih lemas, aku berusaha bangun dan langsung menuju ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi aku langsung menceboki memekku, aku berusaha mengeluarkan sperma kakek dari memekku. Meski kakek bilang aku tak akan hamil, namun aku masih saja tetap khawtir. “huhuhu andiiiiii tolong akuuu huhuhu” kataku sambil masih mencuci memekku. Setelah selesai, aku langsung mandi untuk membersihkan tubuhku. Aku keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, karena memang aku tidak membawa pakaian saat ke kamar mandi. Sesampainya di kamar, kulihat kakek sudah tidak berada di kamarku. aku langsung memakai pakaianku dan bersiap untuk ke kampus, meski jam kuliahku masih 2 jam lagi namun aku ingin cepat2 meninggalkan rumah ini. Aku takut kakek memaksaku untuk melayani nafsunya lagi.

Setelah selesai mempersiapkan diri, aku langsung mengambil tasku dan keluar rumah untuk mencari ojek. Aku kini sedang menuju kampus dengan menggunakan ojek, sesampainya di kampus aku langsung menuju lobby kampus. Aku duduk di kursi lobby sambil menunggu ema datang, sebelumnya aku sudah menghubunginya bila aku menunggu di lobby. Saat aku lagi duduk dan bermain hp, tiba2 ada suara yang ku kenal mengagetkanku “suci” ya itu suara kak tomi. “kenapa harus ada dia sih, udah tau aku lagi sebel sama dia” (batinku). Aku lalu bangkit dari dudukku dan berniat pergi dari tempat itu, namun saat aku hendak berjalan tangan kanan ku di tahan oleh kak tomi. Aku langsung menarik kembali tanganku dan langsung berlari meninggalkannya, namun kak tomi tetap mengejarku. Disaat aku sudah sampai di lorong kampus yang agak sepi, kak tomi kembali menahan tanganku.

“mau apa lagi sih kak?” kataku sambil mulai menagis.

“tunggu ci, gue mau minta maaf” kata kak tomi

(aku hanya diam)

“gue mohon ci, maafin gue. Gue khilaf kemarin” Kata kak tomi sambil menundukan kepalanya.

“gara2 perbuatan kakak kemarin, aku jadi……” kataku.

(hampir saja keceplosan bila kemarin aku jadi di perkosa kakek)

“jadi apa ci?” kata kak tomi lagi.

“mau nya kakak apa sih?” kataku

“gue Cuma mau lu maafin gue ci” kata kak tomi sambil memegang kedua tanganku.

“iya udah kak, udah kejadian juga. Aku maafin kok” kataku lirih.

Kak tomi tiba2 memeluku dan berkata “makasih ya ci, udah maafin gue”

Aku hanya diam dan menangis di pelukannya, aku lalu tersadar karena hpku berbunyi. Aku langsung melepaskan pelukannya dan mengambil hpku. Ternyata ema yang menelfonku, “halo ema” kataku

“lu dimana ci? Gue di lobby” kata ema

“iya tunggu aku kesana” kataku sambil menutup telfonnya.

Aku lalu menuju lobby tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada kak tomi. Kulihat ema sedang duduk di lobby, aku langsung menghampirinya.

“lu kenapa ci?” kata ema sambil memperhatikanku.

“ehh gpp kok ma” kataku

“yaudah yuk ke kelas” ajak ema.

“ayuk” kataku.

Kami langsung menuju kelas untuk mengikuti perkuliahan, sesampainya di kelas aku langsung duduk di depan bersama ema.

“mmhhh ma, nanti aku boleh nginep dirumahmu?” kataku.

“tumben lu mau nginep di rumah gue haha” kata ema.

“iya, aku mau curhat hehe” kataku sambil tersenyum.

“oh yaudah, nanti lu nginep di rumah gue aja” kata ema.

“iya ma, makasih ya.” Kataku.

“santai aja kali ci” kata ema.

Tak berselang lama, dosenku sudah datang di kelas untuk memulai perkuliahan.

Bersambung

END – Kisah Lu Dia Gw Part 20 | Kisah Lu Dia Gw Part 20 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 19)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 21)