Kisah Lu Dia Gw Part 15

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 15

Start Kisah Lu Dia Gw Part 15 | Kisah Lu Dia Gw Part 15 Start

(Pov andi)

Aku terbangun dari tidurku, kulirik jam dan sudah menunjukan pukul setengah 7 malam. Aku lalu melihat suci yang masih tertidur di dadaku. Kulihat wajahnya yang sedang tertidur, “suci pules banget kayakya” (batinku). Aku lalu menyalakan tv di kamar hotel, ku tonton acara tv sambil mengelus rambut indah suci. lama kelamaan suci terbangun, “mmmhhh yang, jam berapa ini” (katanya)

Aku: “udah mau jam 7 yang”

Suci: “yaampun lumayan lama juga ya kita tertidur” (suci mulai bangkit dan duduk)

(Suci duduk di samping tubuhku, ia menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya.)

Aku: “mandi sana yang, trus jalan2 di deket2 sini aja”

Suci: “mandi lagi nih aku?”

Aku: “iya mandi lagi ih, kan abis ngompol tadi haha” (kataku sambil meremas payudaranya)

Suci: “ahhh sayang ih aku malu”

Aku: “yaudah sana mandi, nanti gantian”

Suci lalu bengkit dari Kasur dan langsung menuju ke kamar mandi. Mulai terdengar suara pancuran shower dari arah kamar mandi. Aku menunggu suci sambil menonton tv, tiba2 hp ku berbunyi. Lalu aku langsung mengambil hpku. Ternyata ada chat dari kak dewi yang berisi, “udah sampe ndi? Trus udah ketemu suci”

Aku: “udah nyampe tadi siang kak, ini aku juga udah di hotel sama suci haha”

Kak dewi: “wahhhh udah ngapain aja tuh?”

Aku: “dihhh mau tau aja emot melet”

Kak dewi: “yang pneting jangan lupa pesen kak dewi, kalo mau gituan kamu harus pake itu. biar gak kelepasan”

(aku teringat kak dew pernah menyuruhku menggunakan kondom bila berhubungan badan dengan suci, kak dewi khawatir aku mengeluarkan sperma ku di dalam memeknya)

Aku: “iya kak siap, nanti aku beli di mini market”

Kak dewi: “yaudah have fun ya ndi, hati2 kamu disana”

Aku: “oke kak”

Setelah aku meletakan kembali hpku, kulihat suci sudah keluar dari kamar mandi. Lagi2 ia hanya menggunakan handuk di badannya.

Suci: “sana mandi yang, katanya mau jalan2”

Aku: “siap suciku” (Aku langsung menuju ke kamar mandi)

15 menit kemudian

Aku telah selesai mandi dan langsung keluar dari kamar mandi. Saat aku keluar dari kamar mandi, aku hanya menggunakan handuk. Kulihat suci sedang berdiri di depan kaca sambil merias wajahnya. Dia sudah memakai pakaian yang digunakannya tadi. Aku langsung memakai kaos dan celana jeans, dan tak lupa menggunakan jaket.

Aku: “yahh, aku gak bawa sandal lagi yang. Apa pake sandal hotel aja ya?”

Suci: “ih jangan pake sandal hotel, kan tipis. Kamu pake sepatu aja gpp”

(aku langsung memakai sepatuku)

Aku: “yuk berangkat”

Kami lalu keluar dari kamar, kami berjalan menyusuri lorong hotel dengan bergandengan tangan. Saat kami sudah keluar dari hotel, suci mengajakku untuk makan di dekat kampusnya.

Suci: “makan di deket kampusku yuk”

Aku: “ayok, kita mau naik apa?”

Suci: “jalan kaki aja yang”

Aku: “yakin? Emang deket? Tadi aja aku di suruh naik ojek kata supir taksi kalo mau ke kampusmu”

Suci: “emang kamu tau kampusku dimana?”

Aku: “engga hehe”

Suci: “ya karene kamu belom tau, maknnya tadi disuruh naik ojek”

Aku: “betul juga ya” (batinku)

Suci: “yaudah yuk kita ke arah sana”

Kami lalu jalan berdua di trotoar jalan sambil tetap bergandengan tangan, suara deru kendaraan menemani perjalanan kami menuju kampus suci. terlihat keramaian di sekitar sini, berbeda jauh dari kota asal kami berdua.

Aku: “udah malem tapi masih rame ya yang?”

Suci: “ya namanya kota besar yang, jadi rame”

(Sekitar 20 menit kami berjalan akhirnya kami sudah sampai di depan kampus suci)

Suci: “ini kampusku yang”

Aku: “oh ini, luas juga ya yang kampusmu” (sambil memperhatikan bangunan kampus suci)

Suci: “yaudah yuk kita kesana”

Aku: “masih jauh gak? Capek nih“

Suci: “sebentar lagi sayang”

Akhirnya kami sampai juga di sebuah empat makan yang lumayan ramai. Kami duduk di luar karena suci yang memintanya, biar gak panas katanya. Lalu pelayan mulai mendekati kami yang sudah duduk di kursi. Aku langsung memesan makanan dan minuman.

Aku: “kamu sering makan disini ya?”

Suci: “iya yang, aku biasanya makan disini sama ema. Ini mayoritas pengunjungnya juga mahasiswa/I di kampusku”

Aku: “pantes kamu tau2an tempat ini hehe”

Suci: “ini biasanya lebih rame yang, gara2 lagi libur kuliah aja ini makannya jadi agak sepi”

(lalu pesanan datang dan kami langsung mulai makan)

Saat makan, aku merasakan seperti ada yang memperhatikan kami berdua. Kulihat suci tidak menyadarinya dan ia masih saja memakan makanannya. Setelah makanan habis, kami masih duduk disitu sambil menghabiskan minuman kami.

Aku: “ahh kenyang“

Suci: “sama yang kenyang banget aku, enak gak makanannya?”

Aku: “ya lumayan sih” (sambil melirik gerombolan cowok yang memperhatikan kami berdua)

Suci: “balik ke hotel yuk”

Aku: “yaudah kamu tunggu disini dulu ya, aku mau bayar dulu di kasir”

Aku lalu masuk ke restoran dan menuju ke kasir untuk membayar makanan dan minuman kami. Setelah itu aku langsung keluar restoran dan terkejut karena ada cowok yang duduk di kursiku. Dia tampak mengobrol dengan suci. aku yang melihat hal itu langsung mendekati mereka. Suci menyadari aku sudah berada di dekatnya.

Suci: “eh udah bayarnya yang”

Aku: “udah kok” (sambil memperhatikan cowok itu)

Suci: “o iya ini kenalin yang, seniorku di kampus. Namanya kak tomi”

Aku lalu mengajak cowok itu bersalaman sambil memperkenalkan diriku, “aku andi, pacarnya suci”

Tomi: “gue tomi, oh lu pacarnya” (sambil menatapku sinis)

(aku melepaskan salamanku)

Suci: “yuk yang kita jalan lagi, aku duluan kak”

Tomi: “iya suci, hati2 ya” (sambil melambaikan tangannya)

Aku yang melihat hal itu merasakan sedikit cemburu dan bertanya ke[ada suci, “kamu kayaknya deket banget sama dia?”

Suci: ”ah engga yang, tapi memang dia deketin aku mulu”

Aku: “oh”

Suci: “kamu cemburu ya? Haha”

Aku: “enggak tuh biasa aja”

Suci: “udah jujur aja kenapa sih yang haha”

(aku mulai tersenyum, “suci pinter banget bikin aku selalu senyum” (batinku))

Suci: “kamu tenang aja, aku disini gak macem2 kok.” (sambil mengertakan genggaman tangannya)

Aku: “iya aku percaya kok”

Kami lalu berjalan kembali menuju hotel, akulalu melihat sebuah mini market. Aku kembali mengingat pesan kak dewi, “yang, kamu tunggu sini ya. Aku mau ke mini market dulu sebentar. Kamu mau nitip apa?”

Suci: “mau es krim hehe”

Aku: “malem2 kok minum es krim sih yang”

Suci: “aku pengen es krim abisnya”

Aku: “yaudah kamu tunggu disini ya, aku masuk ke mini market dulu”

Aku lalu masuk dan meninggalkan suci di depan mini market. Aku langsung menuju ke tempat es krim dan langsung mengambil beberapa es krim kesukaan suci. setelah itu aku langsung menuju kasir, suasana mini market sangat sepi saat itu. saat aku sudah nyampe di kasir, “ini aja mas, ada tambahannya lagi?” (kata kasir itu)

Aku: “mas sama hmmm kondom 1” (kataku lirih)

Kasir: “mau yang mana?” (sambil menunjukan jenis2 kondom di hadapanku)

Aku: “terserah mas nya aja”

Kasir: “yaudah ini aja nih mas, mantep haha”

Aku: “hehe yaudah deh. Jadi berapa totalnya?”

Kasir: “Rp 51.300,- mas”

(Aku lalu membayar total belanjaan ku, setelah itu aku langsung keluar minimarket untuk menemui suci)

Suci: “udah yang?”

Aku: “udah nih, kita naik taksi aja yuk biar cepet. Udah gak tahan aku hehe”

Suci: “gak tahan apa yang?”

Aku: “eh gak tahan pengen pipis haha”

Suci: “wooo dasar”

Kami menunggu taksi di depan mini market, sesaat kemudian ada taksid yang berhenti di depan kami. Kami langsung masuk dan menuju hotel. Sesampainya di hotel, kami langsung menuju ke kamar. “akhirnya sampe juga” (sambil merebahkan tubuhku ke Kasur) kulihat suci mulai melepas jilbabnya lalu menuju ke kamar mandi. Setelah itu suci keluar dengan wajahnya sedikit basah dan tanpa make up. Meski tak menggunakan make up, suci terlihat tetap cantik.

Suci: “es krimku mana yang?”

Aku: “itu yang di plastik”

Suci lalu mencari es krim nya dan suci menanyakan sesuatu, “ini apa yang?” (sambil menunjukan sekotak kondom)

Aku: “ehh itu kondom yang hehe”

Suci: “ini buat apa yang?”

Aku mulai bangkit dan mendekati suci yang duduk di sofa, aku langsung memegang kepala suci dan mencium keningnya setelah itu aku berkata “nanti aku kasih tau, sekarang kamu abisin es krimnya trus nanti nyusul aku ke kasur ya hehe”. Suci mendengar hal itu hanya tersenyum dan langsung membuka bungkus es krimnya. Aku lalu melepas kaos, jaket dan celana jeansku setelah itu aku langsung masuk ke dalam selimut. Ku perhatikan suci mulai menjilati es krimnya sambil bermain hp, perlahan-lahan kontolku mulai berdiri.

Aku membayangkan es krim yang sedang ia jilat itu kontolku. Perlahan2 aku mulai melepas celana pendek beserta cd ku dan meletakannya di samping Kasur. Suci tidak menyadari itu dan kini aku sudah telanjang di dalam selimut. Lalu kulihat suci telah menghabiskan eskrimnya, ia langsung membuang bungkus eskrim dan langsung menuju kamar mandi. Setelah itu ia keluar dengan bibirnya sedikit basah, “oh suci abis mencuci mulutnya” (batinku). Suci lalu menyusul ku masuk ke dalam selimut.

Suci belum menyadari bila aku sudah telanjang, suci masih menatap layar di tv. lalu aku perlahan menarik tangan suci dan langsung kuarahkan ke kontolku yang sudah berdiri. “ih sayang udah gak pake celaaahhmmmmm” suci belum sempat menyelesaikan ucapannya karena aku langsung mencium bibrinya. Kami berciuman dan saling beradu lidah sambil suci mulai mengocok kontolku secara perlahan. Tanganku langsung meraih kancing bajunya untuk membukanya. Sambil masih berciuman aku tetap membuka kancing baju suci satu persatu hingga terlepas. Aku berusaha membuka bajunya tapi sedikit mengalami kesulitan, suci yang menyadari ku kesulitan membuka bajunya mulai melepas ciumanku dan bangun dari tidurnya.

Ia langsung berdiri dan melepas pakaian yang membalut tubuhnya, setelah suci telanjang ia langsung menyibakan selimut yang menutupi tubuhku. Suci menaiki Kasur dan kembali langsung mencium bibirku. Tangannya kembali meremas kontolku. Aku mulai meremasi payudara montoknya. “mmhhhh hhhhmmmmm hhmmm” (desah suci), suci lalu menghentikan ciumannya lalu ia berkata “mau aku emutin?”. Aku hanya menganggukan kepalaku, melihat itu suci langsung mengarahkan kepalanya ke kontolku dan “ ahhhh sayang” (kataku saat merasakan kontolku masuk kedalam mulutnya). Suci memaju mundurkan kepalanya sambil lidahnya menjilati lubang kencingku, “ahhhh sayangggg enak bangetttt, kamu tambah pinter ihh” suci sangat bersemangat melahap kontolku. “smmmooocchhh ssmmooocccchhhh” (suara dari bibir suci).

setelah aku merasakan puas dengan sepongan suci, aku lalu mengangkat kepalanya dan langsung menyerang bibirnya. Aku merevahkan tubuh suci dan aku mnindihnya. Ku lebarkan kedua pahanya dan memposisikan tubuhku diantara kedua pahanya. Aku menjilati leher suci sambil menyodokan kontolku ke bibir memeknya. “ahhh sayanggg enakk banget terus yangggg” aku lalu menjilati puting suci yang terlihat sudah berdiri, “ahhhh andiii sayanngggg” aku menghisap kedua putting suci secara bergantian, “oohhhh sayanggghhhhh masukin kontolmu dongghhh aku gak tahan ahhhhh”. Aku tidak memperdulikan ucapannya, aku maish saja memainkan putting payudaranya sambil menyodok2 kontolku di bibir memeknya. Aku merasakan kepala kontolku sedikit basah akibat menyodok bibir suci. “ahhhh sayang masukinnn donnggggg oouuccchhh” (kata suci sambil meremasi rambutku). aku lalu menghentikan aktifitasku dan langsung meninggalkan tubuh suci.

aku menuju sofa untuk mengambil kotak kondomku, lalu aku membuka bungkus kondom dan ternyata isinya ada 3. Aku mengambil 1 dan mengambilnya, langsung kubuka dan langsung kupasangkan di kontolku. Aku sedikit kesulitan saat memasang, karena kondomnya sangat licin dan ini memang pertama kalinya aku memakainya. Dengan susah payah akhirnya aku berhasil memakainya, aku menyentuh batang kontolku dan aku merasakan kondomnya sedikit bergerigi. Setelah itu aku langsung naik ke Kasur kembali dan memposisikan tubuhku di antar kedua paha suci. “udah siap sayang?” (kataku sambil mengedipkan mata kiriku)

Suci: “udah dari tadi huuuuu”

Aku langsung menempatkan kepala kontolku di depan memek suci, setelah kurasa pas perlahan-lahan aku mulai mendorongnya masuk dan mulai meresakan memek suci yang sempit. “ahhh sayanggg ahhh pelan2 ya yangghhhh” (kata suci). aku lalu mendorong kontolku sampai seluruh kontolku berada di dalam memek suci. “diemin dulu yang mhhhh” (kata suci) aku lalu menyerang payudara ya lagi, aku menjilati sekitar putingnya. Lidahku memutari putingnya, “ahhhh ahhh enakk” (kata suci) lalu aku mulai memaju mundurkan kontolku secara perlahan. Aku mulai menghisap putingnya dan suci semakin mengeluarkan desahan liarnya. Sesekali aku gigit2 putingnya karena gemas, “ahhh jangan digigit yang mmhhh” aku melepaskan putingnya dan mulai mempercepat sodokan kontolku. “plokk plokkk plokkk” suara pahaku yang membentur paha dan pantat suci. “ahhh sayang rapet banget memekmu uhhh” (desahku)

Suci: “ahhhh iya yang ahhh, kontolmu kok enakk oohhh aku gak tahan yang”

Aku: “memek kamu juga enaakk yangg ahhh”

Suci: “ahhh yanggg ahhhh aku mau keluar hhmmpppp”

Aku: “ahhh keluarin yang jangan ditahan ahhh”

Dan “cret cret cret”, aku merasakan cairan suci menyemproti kontolku. Aku langsung menghentikan sodokanku untuk memberikan kesempatan suci agar menikmati orgasmenya.

Suci: “hah hah hah enak banget yang, nanti dulu yah hah hah hah” (kata suci sambil mengatur nafasnya)

Aku: “iya sayang hah hah”

(5 menit kemudian)

Suci: “ayo lagi yang, kamu kan belum keluar”

Aku: “udah siap?”

Suci: “udahhhh”

Aku mulai memaju mundurkan kembali kontolku, aku mulai meraba raba tubuhnya. Desahan suci mulai terdengar kembali. “ahh yang gelihhhh”. Aku mulai memegang pinggangnya dan memeprcepat sodokanku. Aku merem melak menikmati sempitnya memek suci, aku juga merasakan kontolku di sedot2 oleh memek suci. “ahhh yang akum au keluar lagi huh huh” (kata suci) aku masih menyodok memeknya sambil berkata “tahan sebentar yang, aku juga mau keluar aahhhh kita keluar barengan yang” (kataku). Tak lama setelah itu aku mulai meresakan sperma ku akan keluar, “ahhh yang akuuhh mau keluarr yang ahhhhhhh” (lenguhku panjang). Saat aku merasakan orgasme lagi2 aku merasakan kontolku tersiram oleh cairan suci.

aku mengeluarkan sperma ku di dalam karena aku sudah menggunakan kondom. “hah hah hah hah” (nafas kami berdua), aku masih mendiamkan kontolku di dalamnya hingga aku menarik kontolku secara perlahan. Setelah terlihat kontolku telihat mulai mengecil dan terlihat juga sperma ku di ujung kondom yang aku gunakan. Aku langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membuang kondomku dan mencuci kontolku. Setelah itu aku langsung kembali ke kamar dengan telanjang, aku langsung memakai kaos, celana pendek beserta kaosku. Lalu menghampiri suci yang masih tergeletak dikasur.

Aku: “sayang ke kamar mandi gih bersih2” (sambil mengelusi rambutnya)

Suci: “nanti dulu yang, aku lemes banget hah hah ha”

Aku: “nikmat banget tadi yang hehe”

Suci: “iya aku juga ngerasa enak banget hehe” (sambil menatapku)

(10 menit kemudian)

Suci: “aku ke kamar mandi dulu yang”

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum, kulihat suci sempat mengambil pakaian dan lansgung menuju kamar mandi. Cukup lama suci berada di dalam kamar mandi, dan akhirnya aku mendengar pintu kaamr mandi terbuka. Aku sangat terkejut saat suci keluar dari kaamr mandi, Kulihat suci keluar kamar mandi menggunakan daster tanpa lengan dan kuyakin tanpa bh karena payudara suci terlihat jelas. Bagian bawah dasternya juga hanya sampai paha atasnya saja. Suci lalu menyusulku di Kasur dan merebahkan tubuhnya di sampingku.

Aku: “yaampun yang pakaianmu, nanti kalo aku pengen lagi gimana? Hehe” (kataku sambil memiringkan tubuhku untuk menghadapnya)

Suci hanya diam dan wajah nya menatap wajahku, lalu “cup” suci mengecup bibirku dan berkata “besok lagi ya sayang, kan besok aku masih disini. Tapi besok pagi temenin aku ke kampus ya, aku mau minta acc krs ke dosen PA ku” (kata suci)

Aku: “jam berapa yang?”

Suci: “jam 9 yang, nanti sekalian aku kenalin ke ema dan teman2ku yang lain”

Aku: “hehe iya sayang”

Suci: “yaudah kita sekarang bobo yuk” (sambil memeluku)

Aku: “ayuk” (membalas pelukannya)

Aku sedikit mendekap tubuhnya dan lama kelamaan suci mulai tetidur. Kulihat wajah suci terlihat bahagia saat tertidur. Aku lalu mengecup keningnya dan berkata “selamat istirahat suci” dan aku mulai tidur dengan masih memeluknya.

Bersambung

END – Kisah Lu Dia Gw Part 15 | Kisah Lu Dia Gw Part 15 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 14)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 16)