Kisah Lu Dia Gw Part 12

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 12

Start Kisah Lu Dia Gw Part 12 | Kisah Lu Dia Gw Part 12 Start

(pov andi)

Hari menunjukan pukul 6 pagi dan aku sudah berada di stasiun akan bertolak ke kota M dengan menaiki kereta. Aku sudah di dalam kereta, namun kereta belum diberangkatkan. Aku mulai membuka kunci pada hpku dan terlihat foto suci yang memang aku menjadikannya sebagai wallpaper hpku. Melihat layar hp ku, aku menjadi rindu pada suci. Lalu aku mengechat suci untuk mengabarkan aku sudah di dalam kereta sekaligus mengucapkan selamat pagi kepadanya. Chatku belum menunjukan tanda bila sudah terkirim ke suci, lalu aku mencoba menelfonnya namun hp suci sedang tidak aktif. “kok tumben hpnya gak aktif, apa suci belom bangun ya?” (batinku)

Aku lalu meletakan hpku ke kantong dan langsung mencoba tidur di kereta dan aku pun mulai tertidur. Aku terbangun setelah selama 2 jam aku tertidur di kereta, ternyata kereta sedang berhenti di sebuah stasiun. Aku langsung turun dan berniat untuk merokok, karena biasanya kereta lumayan berhenti lama di stasiun ini. Aku mulai membakar rokokku bebarengan dengan suara hpku berbunyi. Aku langsung mengambil hpku dan ternyata ada telfon dari suci dan aku langsung mengangkatnya.

Aku: “Assalamuallaikum”

Suci: “wallaikumsalam sayang, selamat pagi. Maaf hpku batrenya habis tadi. Ku lupa charger hp soalnya ngantuk banget semalem pas baru sampe rumah kakek hehe”

Aku: “pantesan aku telfon nomernya gak aktif huu”

Suci: “kamu udah berangkat?”

Aku: “udah yang, ini keretanya lagi berenti di stasiun”

Suci: “yaudah kamu hati2 ya yang, kabarin aku kalo udah sampe. Aku ini mau beli perlengkapan buat ospek minggu depan”

Aku: “iya pasti aku kabarin kok”

Suci: “udah dulu ya yang, kakek udah manggil buat nganter aku beli perlengkapan”

Aku: “yaudah hati2 ya, jangan lupa jaga hati”

Suci: “haha iya pasti kok, kamu juga jangan lupa jaga hatimu yang hehe. assalamuallaikum”

Aku: “wallaikumsalam”

Setelah aku mematikan telfonku, aku langsung mematikan rokokku dan langsung masuk kereta lagi Karena kereta akan segera diberangkatkan.

(Pov suci)

Setelah aku selesai mandi, aku langsung memakai pakaianku. Aku langsung menuju kamar untuk menggunakan jilbab. Setelah memakai jilbab, aku mengambil hpku dan berniat menghubungi andi tetapi ternyata hp ku batrenya habis dan mati total. Aku langsung mencharger hpku, “nduk, sini” aku mendengar suara dan itu pasti suara kakekku. Aku langsung menuju ruang tamu untuk menemui kakek. aku berjalan sambil berharap semua akan baik2 saja.

Kakek: “sini duduk nduk, ada yang mau kakek omongin”

Aku: “i..iya kek” (kataku sambil duduk di kursi)

(aku hanya menundukan wajahku dan mengapitkan kakiku)

Kakek: “jangan takut nduk, kakek gak ngulangin itu lagi sama kamu. Kakek benar2 minta maaf atas semua perbuatan kakek ke kamu, kakek menyesal” (kata kakek sambil menundukan wajahnya)

Aku: “ka..kakek serius?”

Kakek: “iya kakek serius, kamu mau maafin kakek kan?” (sambil menatapku)

Aku: “iya aku maafin kek” (aku mulai meneteskan air mataku karena teringat kejadian2 dengan kakek)

Kakek: “jangan nangis nduk, kakek menyesal.”

Aku: “iya kek”

Kakek: “kamu ospek kapan nduk?”

Aku: “minggu depan kek, tapi aku belum membeli perlengkapan2 nya”

Kakek: “yaudah kamu siap2 dan bawa catatan biar gak lupa apa yang mau dibeli, nanti kakek anterin”

Aku: “yaudah kek aku ke kamar dulu”

Kakek: “iya nduk”

Aku sudah di dalam kamar dan duduk di Kasur, aku masih memikirkan kata2 kakek. “apa kakek benar2 serius dengan perkataannya dan gak akan ganggu aku lagi? Semoga perkataan kakek benar” (batinku). Aku teringat bahwa aku ingin mengabari andi, aku bergegas melepas charger hpku dan langsung menyalakan hpku. Setelah hp ku nyala, langsung masuk bebrapa chat. Aku langsung membuka chat itu dan ternyata itu dari andi, aku langsung menelfon andi.

(tuttt tutttt)

Andi: “Assalamuallaikum”

Aku: “wallaikumsalam sayang, selamat pagi. Maaf hpku batrenya habis tadi. Ku lupa charger hp soalnya ngantuk banget semalem pas baru sampe rumah kakek hehe”

Andi: “pantesan aku telfon nomernya gak aktif huu”

Aku: “kamu udah berangkat?”

Andi: “udah yang, ini keretanya lagi berenti di stasiun”

Aku: “yaudah kamu hati2 ya yang, kabarin aku kalo udah sampe. Aku ini mau beli perlengkapan buat ospek minggu depan”

Andi: “iya pasti aku kabarin kok”

Tiba2 aku mendengar kakek memanggilku, “nduk audah siap belom? Ayo kita berangkat beli perlengkapan ospekmu” (kata kakek)

Aku: “udah dulu ya yang, kakek udah manggil buat nganter aku beli perlengkapan”

Andi: “yaudah hati2 ya, jangan lupa jaga hati”

Aku: “haha iya pasti kok, kamu juga jangan lupa jaga hatimu yang hehe. assalamuallaikum”

Andi: “wallaikumsalam”.

Setelah telfon aku langsung merias wajahku sebentar dan mengambil dompetku. Aku langsung keluar dari kamar dan ternyata kakek sudah mengganti pakaian untuk mengantarku. Kami langsung berangkat dengan menggunakan mobil kakek. di perjalanan kami berdua hanya diam dan tiba2 kakek mulai berbicara.

Kakek: “kok diem aja nduk? Kamu masih takut sama kakek ya?”

Aku: “ehh..aku takut kakek mengulanginya lagi” (jawabku lirih)

Kakek: “kakek serius sama perkataan kakek tadi nduk, kakek menyesal”

(Aku mendengar perkataan kakek mulai mempercayainya, tetapi aku harus jaga2 bila ternyata kakek bohong pada ucapannya sendiri)

Aku: “iya kek, aku percaya kok” (aku tersenyum)

Sekitar 20 menit perjalanan, akhirnya kami sampai di sebuah toko. Dan langsung membeli perlengkapan ospekku. Setelah perlengkapan sudah ku masukan keranjang, aku langsung menuju kasir untuk membayar perlengkapanku.

Kakek: “kakek aja yang bayar nduk”

Aku: “pakek uang ini aja kek, aku kemarin udah di kasih ayah” (sambil mengeluarkan uang)

Kakek: “pake uang kakek aja, kan kamu disini jadi tanggung jawab kakek sama nenek”

Aku: “yaudah kek, makasihya” (aku kembali tersenyum ke kakek)

Setelah membayar, kakek langsung membawa plastik belanjaanku menuju mobil. Setelah membeli perlengkapan ospek ku kami langsung pulang.

(pov andi)

Setelah melewati 9 jam perjalanan dengan kereta akhirnya aku sampai di kota M, aku langsung menaiki angkot untuk lanjut menuju rumah pakdeku. Sesampainya di rumah pakde, aku langsung mengetuk pintu rumahnya dan tak berapa lama pintu pun terbuka. Ternyata bude ku yang membukakannya.

Bude: “eh kamu sudah sampe ndi?”

Aku: “iya bude” (sambil salim)

Bude: “ayo masuk ndi”

(Aku mulai masuk dan langdung duduk di ruang tamu)

Aku: “pakde sama kak dewi (sepupuku) kemana bude?”

Bude: “pakdemu masih kerja ndi, lembur katanya. Paling pulang abis maghrib. Kalo dewi masih di kampus katanya ada rapat buat ospek.”

Aku: “oh gitu”

Bude: “oh iya sampe lupa bikini kamu minum, bentar ya ndi”

Setelah bude pergi ke dapur, aku langsung mengeluarkan hpku untuk mengabari ibu kalo aku sudah sampe, tak lupa aku mengabari suci.

Aku: “sayang, aku udah sampe di rumah pakde” (chat ku)

(5 menit kemudian suci membalas)

Suci: “Alhamdulillah kalo udah sampe yang, aku juga tadi udah beli perlengkapan ospek.”

Aku: “aku mungkin besok baru beli perlengkapan ospek, nunggu kak dewi ngasih tau perlengkapan yang harus dibeli apa aja haha”

Suci: “kak dewi siapa?”

Aku: “anaknya pakde bude yang, dia anak BEM dan yang ngospek aku juga dia”

Suci: “enak kamu ya di ospek sepupu sendiri, aku disini belom dapet temen yang. Jadi deg2an buat ospek, takut di marah2in sambil memberi emot sedih”

Aku: “aku juga belom ada temen yang disini.”

(Bude datang membawa minuman)

Bude: “sibuk banget sama hp nya” (sambil meletakan cangkir di meja)

Aku: “biasa bude, anak muda hehe”

Bude: “haha iya bude paham, ibumu juga bilang kalo kamu udah punya pacar. Siapa itu namanya bude lupa, surti ya?”

Aku: “hahaha suci bude”

Bude: “eh iya suci namanya haha, mana coba liat fotonya” (sambil duduk di sampingku)

Aku yang melihat bude tiba2 duduk di sampingku, mulai gelisah. Meskipun bude sudah berumur sekitar 40an tahun, tetapi bude masih terlihat cantik dan tubuhnya pun masih enak untuk di pandang. Bude saat itu menggunakan daster tanpa lengan dan berbelahan dada rendah.

Bude: “eh kok malah diem”

Aku: “eh iya ini bude foto suci” (sambil memberikan hpku)

Bude: “ayune rek, kamu pinter cari pacar ndi” (sambil menatap foto suci)

Aku mulai memperhatikan hpku juga dan perlahan menaikan padanganku, pandanganku terhenti saat melihat belahan payudara bude yang sedikit terlihat. Lama2 aku merasakan kontolku berdiri, “duhhh malah ngaceng” (batinku). Namun aku masih tak bisa melepas pandanganku hingga tiba2 suara bude menyadarkan ku.

Bude: “ndi, kok bengong”

Aku: “ehh anu bude, mmhh udah belum liat fotonya hehe” (jawabku gugup)

Bude: “udah nih ndi, yaudah ayok bude anter ke kamarmu”

Aku: “i.iya bude”

Aku langsung menuju kamarku dan langsung masuk ke kamar, dan bude ijin untuk mandi dulu. Aku langsung meletakan tasku dan merebahkan tubuhku ke Kasur karena aku merasa punggungku pegel akibat 9 jam duduk di kereta dan lama kelamaan aku mulai tertidur.

Aku terbangun karena mendengar dering hpku yang bunyi berkali-kali. Dengan masih keadaan mengantuk, aku mengangkat telfon di hpku.

Aku: “assalamuallaikum”

“wallaikumsalam ndi” (suara dibalik telfonku dan itu suara ibu)

Aku: “eh ibu, kenapa bu?”

Ibu: “kamu baru bangun ya?”

Aku: “iya bu, aku ketiduran hehe”

Ibu: “maghrib2 kok tidu, gak boleh tau”

Aku: “abis capek banget bu”

Ibu: “yaudah sana kamu mandi trus sholat, oiya jangan macem2 disana. Nurut apa kata pakde, bude sama dewi”

Aku: “iya siap bu”

Ibu: “yaudah sana mandi, assalamuallaikum”

Aku: “wallaikumsalam”

Setelah menutup telfonku aku langsung keluar sambil membawa handuk beserta perlengkapan mandiku dan berniat untuk mandi. Saat aku keluar kamar aku lihat seorang wanita muda berkulit putih dan dengan rambut sebahu sedang menonton tv di ruang tengah.ya, itu adalah kak dewi. Aku yang melihat itu langsung menyapanya, “hai kak”

Kak dewi: “hai ndi, baru bangun kamu?”

Aku: “hehe iya kak”

Kak dewi: “yaudah sana mandi, bau ih haha” (sambil menggodaku)

Aku: “tapi ganteng kan? Haha”

Kak dewi: “yeee pede banget umak ndi”

Aku: “umak apaan kak?” (tanyaku bingung)

Kak dewi: “umak itu kamu, ciri khas disini kan kalo ngomong dibalik haha”

Aku: “oh gitu, yaudah aku mandi dulu ya kak”

Kak dewi: “iya ndi” (sambil melanjutkan menonton tv)

Selesai mandi aku langsung ke kamar dan menunaikan shalat maghrib. Selesai itusemua, aku langsung bergabung dengan kak dewi untuk menonton tv. Kak dewi mulai menyadari kehadiran ku di dekatnya, “eh ndi udah mandinya?” (katanya)

Aku: “udah dong kak haha”

Kak dewi: “o iya ndi bentar kakak ambil catetan perlengkapan yang harus kamu bawa besok pas ospek” (sambil berjalan ke kamar)

(tak lama kak dewi kembali ke ruang tamu)

Kak dewi: “ini ndi.” (sambil membawa selembar kertas)

Aku: “banyak banget kak?” (kataku setelah melihat catatandi kertas)

Kak dewi: “haha ya gpp sih ndi, o iya itu semua harus kamu bawa pas ospek ya. Jangan sampe enggak, nanti kamu kena hukuman”

Aku: “siap kak”

terdengar suara motor berhenti di depan dan tak lama terdengar seseorang mengucapkan salam “assalamuallaikum”. Ya itu adalah pakdeku yang baru pulang kerja.

“wallaikumsalam” (kata ku dan kak dewi)

Pakde: “eh koe wes tekan le?”

Aku: “sampun pakde, pakde sehat to?”

Pakde: “Alhamdulillah sehat, yaudah kamu lanjut nonton tv dulu. Pakde mau mandi”

Aku: “iya pakde”

Aku lalu menonton tv dan makan malam bersama keluarga pakde, tidak banyak kegiatan ku malam itu karena aku masih capek maka aku langsung berniat istirahat.

Bersambung

END – Kisah Lu Dia Gw Part 12 | Kisah Lu Dia Gw Part 12 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 11)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 13)