Kisah Hidup No Part 14

Part 1Part 2Part 3    

Cerita Seks Kisah Hidup No Part 14

Cerita Seks Kisah Hidup No Part 14

BAB 14
DARSO TUMPAS TAPIS

Tumpas tapis itu artinya habis habisan semuanya tak bersisa…
Habis bis…
Ya orangnya ya hartanya…
Keluarganya …?
Ya ga sampai habis lah…
Cukup ikut merasakan kehancuran saja…
Biar ga macem2 lagi dan ga berusaha membalas dendam…
Dihabisi segala kemampuannya dan segala garis komando ataupun garis koordinasi dengan pihak lain…

Itulah pembalasan tumpas tapis…
Pembalasan yang sekaligus melumpuhkan kemungkinan tumbuh kembali pembalasan balik…
Warso jelas sudah habis…
Istri dan anak2nya juga harus selesai dengan gemilang sehingga mereka tak akan berani lagi membalas dendam, dan kalaupun berani sekalipun mereka tak akan bakalan mampu…

Lagipula mereka akan sibuk memperbaiki diri sebelum keinginan membalas itu ada…
Mereka harus merasakan traumatik yang sama agar bisa mereka gentar nanti…
Mereka harus tertekan sedalam2nya sehingga hanya bisa berlari saja…

Cukuplah mereka bersenang2 selama ini dengan hasil menekan para gadis dan mereka harus tahu rasanya gadis yang dijual dan ditekan oleh bapaknya…

Kata2 itulah yang aku akan sampaikan kepada Suryani sepulang perjalanan bisnisku di kota kabupaten…
Detailnya aku tak menyampaikan lah, tapi biarlah dia tak tahu apa yang aku lakukan untuk membalaskan segala dendam dan perhitungan….
Plus tambahan dariku karena niatan menganggu keluargaku dan diriku sendiri…

***

Langkah pertama jelas adalah mengamankan harta rampasan lebih dulu…
Kusimpan dan kutimbun dalam dasar sungai yang kutumpuk dengan bebatuan besar2 yang aku angkat sendiri…

Langkah kedua adalah menikmati pertunjukkan….

Kusiapkan matras dan lambaran untuk bercinta di alam liar…
Tiga tempat sekaligus terpisah dengan jarak yg tak terlalu jauh…
Penerangan adalah lampu jalan…
Lampu jalan yang kupilih terang dan tempat nya kupilih tersembunyi dari jalan dan ada semak2 sebagai covernya dr arah jalan…
Terang tapi terlindung…
Banyaklah tempat nya…

Semuanya dekat dengan warung2 binaan Darso…
Dalam artian warung2 minum yang setor dana keamanan…

Setelah tempatnya sudah ok….
Aku setting HP dan video yang langsung bisa dilihat via internet…
Blog khusus…
Aku buat untuk kepentingan itu…

Khusus aku beli HP resolusi tinggi utk videomya…
Uangnya ya uang si Darso lah…
Edan apa pakai uangku…
Semuanya dia yang modalin lah…
Ha ha ha…

Setelah tempat sudah ok…
Settingan video ok…
Semuanya ok…

Aku kembali menyelinap di rumah Darso…
Mengambil satu persatu istri dan anak2nya mencekoki mereka dengan obat perangsang dosis tinggi dan menyalakan videonya..

Kemudian membuat sedikit kerusuhan agar yang lagi teler tergoda melihat….

Beres, lalu kutinggalkan mereka…
Terus terang semua langkah yang ada sudah cukup bagus dan tak akan terlacak…

Aku kemudian menuju tempat persembunyian si Darso dengan membawa air galon dan bubur ayam….

***

Kubangunkan Darso dengan mengguyur sekujur badannya dengan air galon… sampai basah kuyub…
Kemudian mencekokinya dengan bubur ayam…

Sebelumnya aku cekoki dengan obat2an agar demamnya turun sebentar…
Ya butuhnya cuma sebentar kok…

Ha ha ha akhirnya si Darso bangun terjaga benar2…
“Kkkaaauu maaau aapaa laagiii…. Bunuh saja akuuuu”

“Ha ha ha ha…
Kalem saja habis ini kau tak akan kutengok lah…
Mati2 lah kau…
Ha ha ha…

Ini sajian asyik punya dari Youtube xxx
Ha ha ha ha….”

Kupasang 3 HP sekaligus yg kubeli dengan uang Darso…
Belinya juga atas namanya…
Aku yang beli sambil menyamar kok…
Ha ha ha

“Semuanya sudah siap…
Silahkan mau lihat yang mana saja…
Ini istrimu lagi digilir…
Anak sulungmu yang ini…
Anak ragilmu yang ini….
Ha ha ha…

Silahkan dinikmati…
Sudah aku set baterainya penuh bisa untuk nonton 3 jam full…
Sebelum nantinya
Anakmu jadi superstar istrimu juga…
Karena setelah 2 jam wartawan akan ada disana mengabadikan peristiwa itu dan polisi yakin baru nongol setelahnya…

So…
Banggalah anakmu bakalan terkenal …
Ha ha ha”

“Bajingannnn kenapa kau sampai hati berbuat begini? Dduuuh isstrikuu maafkan akku… Aanaakku ampuni papamu naaakkk”

“Ha ha ha ha ….
Jangan cengeng… kamu sudah biasa merusak anak orang khan..? Membunuh juga ? Kenapa cengeng haahhh ?
Ha ha ha ha

Sudah lah…
Aku tak tahan kecengenganmu…
Nikmati saja pertunjukannya…
Seolah ini hiburanmu terakhir kalinya…
Eh…
Kalau bisa jangan menangis ya…
Ga ada yang dengar soalnya…
Eh satu lagi…

Kamu aku rekam ya…
Buat pertunjukkan betapa sang bapak menikmati sajian anak2nya digangbang rame2…
Ha ha ha ha
Selamat tinggal ya boss….”

***

Aku pulang ke rumah…
Semua peralatan yang tak diperlukan untuk mentransfer data rekaman ke cloud atau data base virtual di internet aku bawa pulang…

Sudah aku perhitungkan semua alibi dan jejak yang ada bahkan kepada si Darso yang sudah kubuat cacat saja aku berlaku hati2 dengan tetap menyamar sebagai orang lain…

Aku mampir ke pasar membeli banyak peralatan utk sawah dan memborong pupuk serta pakan ternak…
Beberapa kebutuhan rumah tangga juga aku beli sesuai catatan dari Sulastri…
Pickup ku penuh sesak dengan belanjaanku…
Itupun masih ada bahan2 ayng aku minta dikirim saja karena kendaraanku tak muat….

Sejak kemaren siang aku tinggal di kota kabupaten dan semua orang tahu itu…
Ada banyak barang2 yang aku beli khususnya peralatan pompa air, diesel dan sebagainya yang aku ingin beli untuk dimodifikasi menjadi traktor tangan yang simple sesuai disain dari pak Sumarna…

Aku juga jalan2 mencari alat2 motor ku yang rusak…
Aku memang bisa memperbaiki sendiri dan menyetel sendiri motorku tapi onderdilnyantetap harus beli…

Sejak aku menikah, perjalanan macam ini memang sering aku lakukan dan memang selalu menginap saking jauhnya jarak dengan desaku yang ga nyaman kalau bolak balik aku laju…

Bukan apa, hunting alat2 memang mengasyikkan juga melelahkan dan membutuhkan banyak waktu keliling kesana kemari…

Apalagi di kota Bogor ada pasar loak yang asyik untuk dijelajahi…
Banyak alat2 mesin dapur aku dulu beli dan rangkai sendiri buat menyenangkan istri…
Mesin jahit murah meriah…
Mesin bordir aku juga punya…
Beli bekas memang jauh lebih murah…

Uang sejuta bisa dapat macam2 lah…
Alat potong rumput baru saja 1.5 juta merk aneh2 dari jepang… tapi sejuta bisa beli 2 alat potong fumput merk honda sekalipun bekas tapi aku bisa menyulapnya seolah baru…

Bahkan bisa kujual sampai 3 jutaan kepada seorang kawan…

Ha ha ha
Mahal ya…? Ya iyalah…
Capeknya aku waktuku masa ga dihargai ?
Wong sama2 mau ya sudahlah…
Dia beli baru juga lebih dari 5 jt…

Sebulan sekali aku pergi hunting alat2 bekas ini, awalnya susah nyari barang2 ini, lama kelamaan saking kenalnya dan sering belanja…
Mereka selalu info via WA barang2 yang mereka punya…

Aku tinggal ambil saja…
Kadang butuh waktu lama soalnya kalau tak bilang2 dulu…
Kalau komumikasi dulu paling 2 hari cukup untuk hunting alat2…
2 hari itu bak pick upku penuh…
Ada puluhan barang romgsok sih..
Semuanya kalau dimata orang awam tak ada harganya…

Begitu aku sentuh dengan keahlianku barang2 bekas itu bisa berlipat harganya…

Contoh saja diesel las yang bekas aku obrak abrik hingga jadi seolah baru, harga belinya cuma 1 juta aku jual 6 juta… itupun rebutan…
Ha ha ha…

Alat2 itulah yang aku pajang ditoko alat2 ku dan perlengkapan rumah tangga milik Suryani…
Dibelakang toko itu adalah workshop ku sendiri utk ngoprek alat2 bekas itu kala aku luang waktu…

Lumayan hasilnya…
Semua aku belikan tanah sawah dan kebun…
Sawahku lumayan luas sekarang mungkin akulah pemilik tanah sawah terbesar di desaku…
Lha gimana….
Aku baru nikah juga anak istriku bisa hasilkan uang, aku bantu2 hidup orang juga hasilkan uang…
Semua hasilkan uang termasuk kegemaranku ngoprek2 alat2 bekas…

Toko ku yang awalnya cuma jualan bahan2 kelontongan ala ibu2 rumah tangga ku rombak total di bulan ke 7-8 an…
Ada juga jual pupuk aku…
Macam2 pokoknya halal lah…

Sehingga makin lama belanjaanku makin banyak dan akhirnya aku sering menginap di Bogor utk nyari macem2 soalnya pesanan Suryani juga makin banyak…

Apalagi sekarang merambah jualan alat2 dapur dr stainlessteel juga plastik…

Lengkap – murah – pelayanan ramah (cantik tak perlu diaebutkan) membuat tokoku yang berada diujung kampung yang berbatasan denga area pesawahan ramai dikunjungi orang…

Beberapa anak putus sekolah karena tak mampu ikut membantu dengan konsep dan janji mereka mau sekolah terus dan belajar giat serta bekerja giat…

Usaha ku yang awalnya asal2an sekarang mulai modern manajemennya…
Serba tercatat dan sangat rapih…
Bagian belakang toko disamping workshop kubangun hall besar tempat belajar dengan berderet buku2 pelajaran dan buku2 bacaan lainnya…

Disanalah anak2 asuhku belajar kalau malam…
Semua dalam pengawasanku…
Untuk urusan belajar aku sangat ketat…
Semua meniru cara2 pak Sumarna…

Selain Bu Tina sekarang ada 2 orang lagi janda yang ditinggal mati suaminya yang anak2nya bekerja dan belajar disini…

Ibu2 mereka bekerja disini juga…

Ketiganya bergiliran libur sih…
Bagaimanapun juga rumah mereka harus ada yang mengurus…
Anak2 mereka juga bergiliran libur..
Aku sangat toleran soal ini…

Aku punya sebutan baru….
Pak No tukang ngumpulin janda…

Julukan yg lucu sebenarnya dan bisa membuat orang salah paham sih.
Cuma ga papa sih toh aku tak pernah berhubungan dengan para janda itu…
Lagipula rumahku atau tepatnya tempat usahaku mirip2 panti asuhan kali ya…
Banyak anak2 yang sekolah berkat aku, dan anehnya mereka pintar2 dan cerdas sehingga seolah tempatku isinya orang2 cerdas semua…

Tono bertindak sebagai kepala anak2, dia yang mengatur jadwal belajar dan siapa mengajari siapa….
Di rumah atau di hall bwlajar memang ada banyak meja dan kursi serta ada kamar khusus bila ada yang capek berbaring tidur disana…
Setidaknya ada 2 yang masih SD Tino dan Mawar, 5 masih SMP si Arimbi, Tadi, Tika Anton dan Anwar, 3 SMA Astuti, Hartono dan Gani…

Kami selalu makan siang bersama mereka dan ibu2 mereka layaknya sebuah keluarga besar…
Ada juga anak yang dititipkan orang tuanya disini bersamaku agar belajar hidup katanya…
Hartono dan Gani itulah orangnya…
Badan mereka kekar dan matanya tajam penuh semangat…
Mereka berdua baru masuk SMA…

Merekalah yang aku ajari merangkai macam2 alat2 untuk dijual…
Merekalah selain Tono yang membongkar memilah2 dan mengelompokkan semua belanjaanku…
Bertiga mereka aku ajari peralatan2 seperti pak Sumarna mengajariku…

“Kalian semua harus pandai2 sekolah ya…
Tono kamu harus pandai juga sekolah dan belajar merangkai peralatan ini semua…

Pak No SD saja ga lulus…
Tapi bisa nyari uang dengan cara memperbaiki alat2 ini…

Kamu nanti kuliah harusnya bisa mandiri salah satunya dengan memperbaiki alat2 seperti ini…

Juga mengajari privat…
Macem2 pekerjaan halal yang bisa menghasilkan uang untuk kamu sekolah kelak…

Cukup Pak No saja yang SD ga lulus…
Cukup Pak No saja yang suka dihina orang…
Tapi bukan anak2 pak No…
Paham semua…?
Ingat itu…
Kalian semua adalah balas dendam pak No…
Biar pak No ga sekolah tapi bisa membuat anak2 pak No sekolah sampai tinggi…
Pak No sangat mengharapkan yang tinggal di rumah ini menjadi pemimpin negara kelak dengan ilmunya…
Paham kamu Hartono dan Gani?”

“Paham pak No…
Terima kasih”

Semua penghuni rumahku belajar pencak aliran Banyu Mili…
Semuanya termasuk ibu2 anak2 ku itu…
Makanya aku tak pernah khawatir meninggalkan rumah barang sehari dua hari…

Perlu serombongan preman dengan kemampuan tinggi untuk melibas rumahku…
Dan itu belum tentu bisa…

Bara yang masih kecil sudah benar2 jago sekali…
Dia mampu berendam hingga 2 jam…
Kemampuannya kira2 setara dengan kemampuan si Pitak plus 3 orang pengikutnya…

Astuti adalah murid wanita paling tinggi ilmunya dalam hal pencak Banyu Mili…
Hampir menyamai istriku Suryani…
Jauh lebih tinggi dibanding Bara…

Bayangkan sendiri kemampuan anak2ku semuanya bila serentak maju…
Dan aku bersyukur pencak aliranku ini benar2 sesuai dengan keinginanku…
Karena nafas kami adalah nafas air, tak satupun dari kami menjadi sombong, itulah inti nafas air…
Menyelaraskan dan membuang kesombongan…

Dan aku menyakini kecerdasan anak2ku itu dilambari oleh nafas air juga…
Nafas air akan membuat pelakunya tekun dan giat serta tak.mudah patah.
Pendiam dan tak suka cari gara2…
Tapi bila ditepuk…
Penepuknya akan basah tersiram tenaganya sendiri…

***

Aku tiba dirumah disambut oleh Suryani dengan pandangan menyelidiknya…
Aku tahu maksudnya, tapi itu nantilah setelah malam dibahas…
Bukan sekarang saatnya…

Peristiwa Darso kemaren kala aku menyusup diam2 dan menggelar pertunjukkan live di internet, benar2 menggemparkan banyak pihak…

Semua majalah koran dan TV memberitakannya sebagai kebejatan moral anggota keluarga Darso…
Kenapa ?
Karena aku mengunggah semua video itu di cloud dan di google drive yang berukuran besar dengan nama Darso…
Membeli slot data yang besar sekaligus untuk 5 tahun…

Termasuk video2 kebejatan Darso kala memeras dan mengerjai korbannya…
Ada juga video2 yang mengangkat nama pejabat publik yang menjadi langganannya…
Baik pejabat sipil militer dan kepolisian…

Semuanya kena dan tertangkap basah divideo2 itu…
Kegemparan melanda seluruh negeri…
Semuanya geger dan gempar..

Darso mwnjadi orang yang dicari2…
Buronan kelas kakap…

Semuanya mencari Darso…
Anak.dan Istrinya dianggap sebagai pelaku kejahatan amoral yang mempertontonkan kegiatan asusila yang sengaja di rekam…

Mereka digelandang masuk kedalam tahanan untuk diberkas sebagai pelaku kegiatan pornografi dan pornoaksi melalui internet…
15 tahun penjara menanti…

Pejabat yang terbawa2 dengan kegiatan Darso menjadi bulan2an publik…

Presiden bahkan memecat banyak diantaranya, selain sisanya mengundurkan diri…
Semuanya dijerat dengan kejahatan yang sama dengan anak2 dan istri Darso…

Kemaren hingga hari ini, berita2 seluruh stasiun televisi isinya ya kehebohan asusila Darso CS…
Rumah Darso dan Kos2an miliknya dibakar masyarakat…

Semuanya milik Darso ludes tanpa sisa…
Tabungan2nya dibekukan…
Disita oleh negara sebagai bukti kegiatan trafficking…

Tak ada lagi pejabat yang perlu ditakuti…
Semuanya sibuk menyelamatkan diri masing2..
Tak ada lagi yang mau membantu mereka daripada ikut tersangkut gara2 melindungi mereka…

Satu tepukan seluruhnya sirna…

Tinggal 4 orang lagi….
Asep dan kawan2nya….

Itu soal nanti, aku seorang yang sabar menunggu….

***

“Sayang itu perbuatanmu kah ?”

“Mmm kenapa sayang ? Ada yang salahkah?”

“Kenapa keluarganya terseret2?”

“Percayalah, semua keluarganya tak lebih baik dari Darso, aku sudah menyelidikinya semuanya, bahkan anak2 Darsolah yang mengumpankan teman2nya utk dijadikan budak nafsu Darso…

Lagian mereka makan dan bermewah2 dengan membuat teman2nya menjerit dalam kenistaan, sekarang waktunya…

Juga pejabat2 itu punya andil juga kok sayang”

“Jadi…?”

“Sekarang sayangku ini legalah, tinggal 4 orang lagi yang membuatmu dulu terjebak di jurang nista, tapi itu soal nanti sayang…

Kita menunggu saja, lagian aku beli banyak peralatan untuk dibongkar2…
Sawahku juga nambah kemaren gara2 penjualan alat2 juga baik sebaik hasil panen…

Orang2 yang ikut aku kini semakin banyak…
Semuanya harus diurus sebaik baiknya…
Anak kita Bara juga mau SMP, anak2 kita lainnya juga butuh biaya dan dukungan belajar dan usaha, semua harus aku pikirkan juga sayang…”

“Hiks hiks hiks, terimakasih sayangku, cintaku dan pepundenku…
Terima kasih telah membalaskan sakit hatiku dan Bara…
Mulai saat ini aku akan hidup dengan sepenuh hati mensujudimu sayang…”

“Sudahlah…
Besok matahariku harus bersinar cerah, tak ada lagi awan mendung yang membayangi…
Semua sudah kuhalau pergi…”

***

Aku memang harus memikirkan banyak hal…
Aku harus bisa seperti pak Sumarna yang mengangkat derajat anak2 miskin dan yatim disekeliling nya…

Minggu depan aku akan melihat2 tanah yang pas utk aku kembangkan menjadi kos2an serta sedikit area usaha utk dijalankan oleh Tono nanti kala kuliah…

Saat ini semangatku benar membara karena tantangan kedepan yang aku hadapi juga sangat besar dan berat…

Sawah2ku dan ladangku hasilnya memang luar biasa…
Setahun ini tak kurang dari 400 juta totalnya…
Itu bersih uangku…
Setelah sisa buat makan dan minum serta uang sekolah anak2ku yang banyak…

Buruh tani yang bekerja bersamaku juga banyak…
Setidaknya 5 orang mengurus ladang tanaman kayu dan kopi…
10 orang mengurus sawah2ku…
Sehingga aku lebih bisa punya waktu luang mengurusi kolam2 ikanku dan sayuran serta buah2an ku bersama anak2ku…

Tabunganku juga semakin membesar…
Berkembang hampir mendekati 1M semuanya…
Hasil kiriman dari desaku termasuk didalamnya…

5 bulan lagi anak kandungku lahir bila tak ada kendala…
Acara 4 bulanan sudah kami gelar minggu kemaren sekalian syukuran kami atas keberkahan yang tercurah selama ini, anak2ku nilainya pas bagus2 juga dan tak ada yang rangkingnya dibawah 5 besar…
Aku bercerita selain Bara lho ya…
Kalau dia tak perlu dibucarakan lagi lah…

3 diantaranya rangking 1 malah…
Pengalaman pertama mereka selama sekolah…
Ternyata pola belajar teratur yang aku terapkan secara tegas sesuai dengan pola pendidikan anak2 pak Sumarna dan para pegawainya punya andil besar dalam mengembangkan diri mereka…

Jangan tanya ibu2 nya bagaimana perasaannya…
Bapak ibu Hartono dan Gani jangan tanya lagi perasaan mereka…
Bajkan mereka sampai menangis sambil duduk simpuh menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya pada kami…

Hartono dan Gani sebelumnya adalah anak2 nakal di kelas dan jangankan rangking… bisa naik saja sudah bagus…
Nilai2nya dihiasi angka 5 dan 6…
Sekarang raport mereka berserak angka 8 dan 9…
Mereka sudah tak nakal bahkan…
Guru2 dan kepala sekolah juga heran dan bersyukur…

Benar2 kemajuan yang membuat kami harus lebih bersyukur. Pak RT dan Pak RW yang kami undang juga salut atas perjuangan kami…
Bisa mengumpulkan anak2 yang terancam putus sekolah dan mendidiknya sehingga bersinar benar2 luar biasa…

Sebenarnyalah aku bukan apa2…
Aku bisa begini sebenarnya tinggal meniru saja gaya dan cara2 pak Sumarna kala mendidikku dulu.

Itulah kesyukuran yang besar dalam hatiku, bisa bertemu dan menjadi kawulo dan belajar banyak hal kepadanya kecuali belajar ilmu silat beliau…

Pernah beliau bilang padaku soal itu…

“No, aku suka melihat mas Rangga dan Bayu latihan dan kamu temtu ingin ikut khan No?
Tapi percayalah padaku, ilmu yang kamu pelajari sangat sesuai dengan jiwamu dan nilainya tak berada dibawah ilmu keluarga ku…

Tinggi rendahnya tingkat kanuragan seseorang akhirnya akan ditentukan oleh keuletannya berlatih…
Kamu latih ilmu keluargamu…
Kamu akan tahu penilaianku saat ini bukanlah omong kosong belaka…”

Aku minggu ini jelas paham dan setuju dengan penilaian beliau…
Dirada Meta dan Glatik Neba adalah ilmu khas kerajaan Kediri yang diciptakan oleh Dua orang pangeran yang sangat digdaya…
Keduanya pilih tanding dan sangat diandalkan menjadi pokok2 latihan prajurit kerajaan kediri…

Semua senopati dan apalagi pangeran kerajaan harus bisa menguasai ilmu ini sebelum lainnya, itulah cerita dari kakekku…

Dan Banyu Mili adalah ciptaan raja Airlangga…
Raja yang menjadi sesepuh kerajaan kediri dan singasari…

Sehingga boleh dibilang Banyu Mili inilah awal muasal aliran Glatik Neba dan Dirada Meta…
Keduanya memisahkan kedahsyatan amukan air melalui wujud amukan seekor gajah dan lincahnya aliran air melalui wujud gerakan burung gelatik menukik…

Aku benar2 bersyukur bisa mengalahkan pengikut aliran Dirada Meta…
Sebab boleh jadi bila Darso pemahaman dan latihannya sudah sampai puncak akulah yang kalah..

Untung saja di tahun terakhir aku berlatih ilmu kedahsyatan air terjun yang terus menerus menyerang di kedinginan malam…
Dengan itulah aku seolah belajar menjinakkan Dirada Meta nya Darso…

Aku benar2 bersyukur…..

***

Akhirnya Benar2 No berubah menjadi sangat bengis…
Apalagi kala keluarganya akan terusik…
Tak ada belas kasih sama sekali…

Wuuihhhh…

(Kisah Hidup No Part 13)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Hidup No Part 15)

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game