Kisah Hidup No Part 13

Part 1Part 2Part 3    

Cerita Seks Kisah Hidup No Part 13

Cerita Seks Kisah Hidup No Part 13

BAB 13
RAHASIA DARSO

Darso memang memiliki rumah bordir tertutup yang pelanggannya bukan sembarang kalangan..
Hanya kalangan tertentu yang sanggup membayar dan boleh masuk ke sana…

Bentuknya mirip rumah besar dengan banyak kamar seperti kos kosan elite dimana ada parkir luas dan dijaga satpam…

Dekat Kampus….
Itulah cara Darso mengumpulkan mahasiswi mahasiswi sebagai anak buahnya…
Dan memang cara2nya sangat licin dan sangat tak kentara..
Anak2 didiknya benar2 mahasiswi ternyata…
Awqlnya mereka anak baik2 dan seiring waktu sedikit demi sedikit dijerat untuk menjadi pemuas nafsu…
Ada yang dengan ditawari langsung kalau kelihatan mereka kesulitan keuangan…
Ada yang dijebak dengan foto2 atau video syur…
Ada yang memang ingin jadi pelacur…

Luar biasa…
Dari gambaran itu saja, tak mungkin Darso orang biasa2 saja…
Pasti orang yang punya pengaruh dan kuasa membeli aparat…
Lagi2 No hanya geleng2 kepala menemukan betapa kuatnya organisasi mereka…

Anehnya….
Darso tak ada tinggal disana…
Selidik punya selidik bahkan Darso jarang kesana…
Yang mengoperasikan rumah kos adalah seorang karyawannya yang ibu2 setengah baya dan masih keluarganya…

Rumah kos itu memang benar2 rumah kos saja…
Seolah cerita2 aneh2 tadi bukanlah soal rumah kos tadi…
Lantas yang mana yang salah? Soal rumah kos nya atau ceritanya yang salah ?

Aku diajarkan untuk menjadi orang yang memang super sabar…
Khas jebolan Sumarna…
Kalau orang lain melihat kondisi yang tak sesuai dengan berita atau info yang diterima pasti sudah marah2, tapi aku tidak…
Aku lebih memilih diam sejenak atau lebih lama menunggu datangnya berita baru yang lumayan baik dan benar…

Tiba2 ada pintu semacam pintu gudang terbuka lebar…

Tampak keluar Si Warso yang dengan langkah2 gagah berjalan keluar….
Diiringi gadis2 cantik yang tampak lelah lemas seolah habis berolah raga…

Pintu itu seolah dibiarkan terbuka lebar, tampak keyakinan di Darso bahwa ruangan itu tak akan ada yang berani masuk…
Dan memang pintu itu dilengkapi oleh sebuah door closer yang bisa membuat pintu tertutup sendiri….

“Kalian istirahat yang banyak, nanti malam aku ingin kalian seperti Sulastri, yang kalian lihat videonya…
Aku ingin client kita puas dengan service kalian..
Paham ?”

“Paham pak…. Hi hi hi”

“Ya sudah aku pulang ke rumah dulu…
Nanti malam kita pergi”

Semua pembicaraan itu dilakukan sambil berjalan meninggalkan ruang itu…

Setelah semuanya agak jauh, aku memasuki ruangan tersebut yang seperti ruang tidur tapi besaar sekali…
Ada ranjang yang besaaar dan tv yang super besaar di sana..
Sofa yang juga besar…

Kasur di bawah lantai yang nampak acak2an spreinya seolah habis digunakan…
Tersiar aroma khas habis ada pertempuran birahi di sini…

Pintu tertutup….
Aku biarkan karena memang bisa dibuka dari dalam tanpa kunci, namun untuk masuk harus tahu paswordnya…

Kuperiksa tv dan coba kunyalakan…
Ada pilihan video coba ku pilih…

Tampak film Sulastri dan Warso serta Karta sedang bermain bertiga…
Sulastri memang tampak sangat binal disitu dan seolah sedang dalam kondisi setengah teler…
Mmm dibuat mabuk kah ?
Atau memang sedang birahi tinggi ?
Ada desiran aneh di dadaku…
Entah cemburu entah marah…
Kucari bahan penyimpanan film CD kah atau sebuah harddisk atau flash disk…
Ternyata sebuah harddisk….
Yang isinya banyak film…
Kuambil dan kumasukkan dalam tas pinggangku…
Kutumpuk semua bantal guling dan sprei…
Kutuang bensin yang sengaja aku bawa dalam botol kecil…
Kucari server cctv yang ternyata semuanya tersimpan dalam kamar ini…
Kamar2 kost yang ternyata semuanya terekan oleh cctv sampaipun kamar mandinya juga…

Mmm… rupanya inilah alat mengambil gambar2 penghuni kost sebagai bahan memeras…
Semuanya coba kukumpulkan jadi satu…
Kucoba membuka pintu perlahan dan kulihat sekitar…
Sepi…
Sore2 yang sepi…
Kunyalakan korek, kubakar kertas dan kulemparkan ke tumpukan bantal sprei dan macam2 tadi…

Segera api menyala besar…
Aku menyelinap keluar…

Untung aku belajar banyak kepada pak Sumarna termasuk soal2 cctv guna menjaga perimeter kebun dan rumah.
Karena pak Sumarna tak ingin tak ada bukti kejahatan di rumah utamanya di kandang dan area sekitar rumah…
Saat ini pengetahuan itu kugunakan sebagai cara menghilangkan bukti…

***

Aku menunggu dan menunggu…..
Sampai akhirnya muncul keributan di dalam rumah kos tersebut…

“Kebakaran kebakaran….”
“Semuanya cepat keluar, ada kebakaran….”

Suasana panik…
Semua penghuni kost panik…
Para penjaga nya juga panik…

Cuma mereka memang tak bisa masuk dengan mudah, pintu besi yang terintegrasi dengan sistem kunci yang luar biasa itu sulit dibuka…

Didobrak juga sulit…
Asap menyembur melalui celah2 sempit pintu…
Daerah kiri kanan kamar mulai terjilat api yang melewati bagian atas plafon yang digunakan menyalurkan kabel dan ducting AC…

Untungnya kamar itu banyak bahan bakar…
Macam kasur sprei sofa dan macam2 benda yang mudah terbakar lainnya…
Aku yakin sebentar juga kamar itu habis dilahap oleh api…

Darso akhirnya datang tergesa2…
Dia memang berhasil membuka pintu, namun itulah hal yang membuat api malah menyembur keluar pintu seolah disemprotkan…
Tak ada yang berani mendekat…
Api malah meluas dengan sangat cepat karena terbukanya pintu kamar…

Pemadam api portabel tak ada gunanya lagi…
Api sudah terlalu besar…
Selang air dari keran dan siraman lewat ember2 tak berguna lagi…
Kamar yang penuh dengan bahan bakar itu termasuk lemari dan alat2 elektronik serta wall papernya semakin membuat api membesar…

15 menit kemudian muncullah mobil damkar…
Petugasnya gesit segera melokalisasi kebakaran di sekitar sumbernya…
Semua kamar2 sekeliling kamar yang terbakar “dibasahi”
Butuh 10 15 menit untuk itu…
Barulah petugas mencoba menjinakkan sumbernya…

Mungkin karena cekatan atau mungkin bahan bakar habis yang berarti semua yang ada di dalam kamar musnah…

Api cepat dipadamkan…
Dan betul saja…
Semua yang ada di dalam kamar ludes terbakar habis…

Darso marah2 tak jelas kepada siapa…
Kunci dia bawa…
Dia yang menggunakan terakhir kalinya berserta wanita2nya dan diyakininya semuanya aman kala mereka keluar…
Darso berfikir mungkin ini adalah akibat arus pendek listrik yang memang semua di dalam kamarnya penuh peralatan listrik…
Bukan karena ludesnya kamar dia marah, tapi didalam kamar itu banyak rekaman dan catatan untuk memeras orang juga ludes…

Darso tertunduk lemas….
Di kejauhan tiba2 dilihatnya orang tertawa dan tersenyum padanya melambaikan tangannya dan pergi….
Darso bengong namun kemudian dia berlari mengejar orang itu…

Ha ha ha
Orang itu adalah aku….
Yang menyamar seolah pria tua dengan baju batik lusuh dan celana longgar…

Aku berlari ke arah sawah di selatan kota…
Aku berlari dengan mengatur kecepatan seolah terkejar oleh Darso…
Namun Darso tak pernah bisa mengejarku…
Aku berlari sambil mencoba mengetest kemampuan Darso…

Perlahan aku makin menambah kecepatanku…
Darso terus mengejar menyesuaikan dengan kecepatanku…
Aku terus menambah kecepatanku…
Darso terus mengejar…
Hingga kami telah sampai di pinggiran kota dengan hamparan sawah yang luas…
Aku terus menambah kecepatanku…
Rupanya Darso masih bisa mengejar…

Sampai aku pada 70% kemampuanku berlari…
Darso mengimbangi…
Kutambah kecepatanku…
Darso tertinggal dan kelihatan terengah2…
Kukurangi kecepatanku sampai akhirnya tiba di tepi hutan…..

Darso terus berlari hingga sampai dihadapanku yang menunggunya…
Wajahnya kelam…
Merah menghitam karena marah juga karena hangus atau kena asap tadi…

“Ha ha ha…
Wajahmu jelek banget So….
Heran aku wajah kaya pantat kuali gosong ini ngaku2 diimpikan gadis2 ….
Ha ha ha”

“Setan…. Siapa kau haahhh
Berani2nya membuat masalah denganku….”

“Ha ha ha, hei wajah pantat kuali, memangnya kamu ini siapa sampai aku harus takut padamu haaah? Dasar pantat kuali…
Ga bisa ngaca rupanya kau…”

Darso marah semarah2nya dan menyerangku dengan gerakan2 gesit dan bertenaga…
Pukulan2nya menderu2 melambangkan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa…

“Ha ha ha ilmu apa ini srudak sruduk macam tikus buta hei… ha ha ha”

“Bajingan kau…
Inilah dirada meta…
Kau ini cobalah pukul aku kalau bisa ha ha ha”

“Ooohhh ilmu gajah boon tho…
Ha ha ha ha… kirain ilmu ini sudah ga ada, soalnya yang punya katanya jadi bloon sih ha ha ha”

Aku sungguh terkejut mendengar soal ilmu si Warso, soalnya itu masih ilmu dari kerajaan Kediri kala jayanya…

Ilmu2 yang termasuk jajaran milik para pangeran yang dibuat dan disarikan dari gelar perang…
Dirada Meta artinya gajah yang sedang marah..
Ilmu ini ilmu keras, yang memilikinya pastilah orang dengan kekuatan wadag atau raga luar biasa kuat dan kebal…
Macam ilmunya petinju mike tyson…
Type2 slugger yang dalam bertarung srudak sruduk saja…
Semuanya digunakan untuk menyerang jual beli pukulan…
Semakin marah semakin gila ilmu ini…
Semakin srudak sruduk…
Karena kebal mereka tak biasa bertahan, jurus bertahan juga ga ada dalam ilmu ini..
Kalaupun untuk menyarangkan satu pukulan harus terpukul ya sudah mereka terima pukulan itu asal pukulan mereka masuk…

Aku terus berkelit kesana kamari karena memang ilmuku begitu adanya…
Sambil berkelit kesana kemari aku terus mengejeknya sehingga dia tambah marah dan tambah tak peduli pertahanannya sama sekali…

Muka Warso memerah menghitam malah…
Saking marahnya dan semua itu dilampiaskan dalam serangannya yang membabi buta…
Tapi satupun tak ada yang masuk…

“Ha ha ha….
Dasar babi marah, tambah lama tambah ****** saja kau ini So….
Ha ha ha mana semakin lama semakin lambat…
Ini bukan gajah mengamuk So… ini celeng kebelet berak So…
Ha ha ha”

Pukulan Darso semakin menderu2 tanda kecepatannya sudah luar biasa dan kekuatannya utuh…
Aku masih berkelit kesana kemari…
Bagiku gerakan Darso memanglah semakin cepat, tapi deru pukulannya seolah memeri tanda kemana arah pukulannya membuatku mudah berkelit dan memang kecepatan Darso tak secepat gerakanku..

Sambil bergerak aku mengambil batu besar dengan aliran hawa ilmuku kutarik dan kulemparkan ke arah Darso…

BLARR

Batu besar itu hancur berkeping2 dan seolah menjadi debu berhamburan kesegala arah…

Darso terkejut, memukul batu hancur memang kebisaannya…
Tapi mengambil batu besar kemudian seolah menyodorkannya menyambut pukulannya jauh lebih nggigirisi dari segi kemampuannya yang hanya membuat batu hancur…

Tapi kesadaran Darso terlambat…
Tiba2 lututnya merasa kan sakit dan sangat dingin…
Sekejap daerah lututnya seolah membeku akibat pukulan yang seolah tak teraba kapan datangnya oleh Darso…

Pukulan atau tepatnya tepukan air beku atau banyu beku, membuat lutut Darso membeku termasuk sendi2 dan pelumasnya..

Harusnya yang terkena pukula tak boleh bergerak, namun Darso adalah seekor gajah marah, yang ilmunya memang seolah meniadakan rasa sakit…

KRAAAKK

Dua lutut Darso seolah patah….
Tepatnya engsel2nya tak bisa menahan gerakannya akibat membeku otot2nya terutama sendi2nya…

PLAK PLAK PLAK PLAK

Hampir serentak aku memukul seluruh sendi2 Darso, mulai dari lengan leher sampai pinggang dan tangan2nya…

Dan itu semua seolah tak dirasakan oleh Darso..
Hanya kemudian gerakannya adalah penuntas pukulanku…
Perlahan setelah lutut, lengannya seolah patah, pinggangnya hingga lehernya…

Darso rebah tak bisa bergerak karena sendi2 utamanya rusak parah…
Dalam kondisi membeku dipaksa bergerak…
Hancur…

Kupegang Kontolnya dan kutepuk perlahan dengan seluruh lambaran ilmuku…
Kontolnya membeku…
Dan kemudian aku jentik…

KRAAAKK…

Remuk kontolnya…

Hebatnya Darso tak berteriak sama sekali…
Syaraf sakitnya sudah tak berasa lagi kali…
Hanya kulihat matanya melotot kearahku…

“Ha ha ha, kamu ngapain So…?
Matamu itu benar2 kaya celeng ****** melotot So…
Aku ga puas sebelum kamu teriak kesakitan So…
Ha ha ha
Ayo coba2 So…”

Kuremas lututnya yang patah…
Kuremukkan dua duanya sekaligus…
Remuk…
Dan darahnya membeku di dalam…

“Ha ha ha …
Ini ada celeng pincang So….
Matanya melotot hiiiii bikin aku takut So…
Eh kayaknya tanganmu ga berguna ya So…
Diremukkan sekalian saja ya….
Kiri dulu ya…”

Lagi2 kuremukkan telapak tangannya sekalian lengannya…
Kali ini Darso melolong…

“Aaahhh ampun tuan… Ampuun tuaaannn….”

“Ha ha ha….
Kamu nih sudah remuk kontolmu So…
Lututmu remuk… dua2nya…
Tangan kirimu remuk sampai lengan…
Tinggal tangan kananmu ya So…
Ha ha ha….
Iya iya aku penuhi permintaanmu so…”

Kuremas remuk tangannya yang sebelumnya aku bekukan…
Sebatas siku remuk semua…

“Bunuh saja aku…. Bunuhhh….”

“Ha ha ha….
Asyik kayaknya ya so…
Melihat istrimu digilir rame2 sementara kamu ga bisa ngaceng…
Ha ha ha
Kontol saja ga punya…”

“Bunuh aakuuuuuu huuuu huuuuu”

“Hei jangan menangis lah So…
Kamu ga akan mati kok…
Aku sudah memasang CCTV di rumahmu…
Nanti kamu bisa lihat kok So…
Anak2mu diperkosa orang bagaimana asyiknya…
Istrimu digilir juga…
Haa ha ha ha…
Asyyik khan so…
Yuk ikut ke rumah dinas barumu So…
Kamu bakalan asyik disana kok So….”

Aku seret kakinya yang remuk menuju sebuah gubuk di pinggir jalan, agak menjorok ke dalam dan memangbtak berpenghuni…

Kulemparkan begitu saja tubuhnya di amben atau sejenis tempat tidur dari bahan kayu/bambu…
Kuikat tubuhnya ke amben tadi…

“Ha ha ha biar kamu ga jatuh So…
Kuikat ya… soalnya kaki dan tanganmu dah remuk…
Kalem we kamu masih hidup kok…
Ini aku pergi dulu ya…
Eh…
Sebentar…
Kamu pasti haus khan?”

Kubuka celanaku dan kukencingi mulutnya…

“Bajingaaan heeeeppp glek glek…”

“Ha ha ha, siip enak ya soo…. Ha ha ha….
Kamu bisa rasakan enak khan…?
Kalem saja nanti anak2 dan istrimu bakalan dapat air kencing juga kok, aku mau pergi dulu ya…
Ha ha ha…
Aku mau atur pesta besar buat anak istrimu So…
Eh…
Nanti aku bawain TV juga kok…
Eh ini makan siangmu lupa aku…”

Kulolohi mulutnya dengan kotoran anjing yang kubungkus tadi dengan kresek…

“Ha ha ha …
Enak khan So…
Meski tai anjing juga enak dan bisa membuatmu hidup 2 hari lagi kok…
Eh ini air got So…
Minum dulu…. Eh…Maaf ada tainya eh… lumayan buat ganjel perut So…
Ha ha ha…

Aku mandi dulu So…
Enak sih kalau dimandiin istrimu ya So…
Ahhh iya…
Aku minta istrimu mandiin aja…
Nanti aku film kok…
Jangan takut ya So…

Aku selalu bayar kejahatan orang sampai lunas sekalian bunga2nya kok…
Jadi jangan takut aku lalai ngentonin istri dan anakmu ya So…
Ha ha ha…
Kalau ga sempat…
Ya terpaksa aku panggil pengemis2 serta preman ikutan lah So…

Tunggu kabar baiknya ya…
Jangan nangis So…
Mukamu dah kaya pantat kuali kalau nangis jelek So…

Ha ha ha
Eh lupa aku, tadi aku sudah beberes isi brankasmu, lumayan So ada kali harta senilai 5 M disana ya…
Ha ha ha
Jadi pengen beberes yang dirumahmu So…
Anak istrimu kayaknyanpantasnya buat gerombolan pemulung ya So…
Ha ha ha …

Pengen tahu orangnya So ?
Ini so orang2nya…
Nanti juga tahu lewat videonya kok…

Kayaknya tempeknya bau So…
Bapaknya celemg soalnya…
Aku ga pengen sih…
Eh si sulung dah dicoblos kamu ya So…
Si bungsu juga kayaknya ha ha ha, pantesan bau.

Kalem we So…
Aku pelan2 kok…
Ntah kalau yang make pemulung2 itu…
Ada 30 orang So…
Ha ha ha”

***

Kutinggalkan Darso dengan segala kekacauan tubuhnya…
Wajahnya tak lagi menyiratkan kemarahan namun permohonan belas kasihan…
Ha ha ha ha
Mana bisa kau trenyuh pada orang macam Darso…
Pembalasan harus lebih kejam…

Selanjutnya aku mengerjai keluarga Darso…
Ha ha ha…
Aku cepat pergi menuju rumah nya yang sebenarnya dimana ada 3 wanita cantik di dalamnya…
Istrinya dan 2 anaknya yang bahenol….
Ha ha ha…

Aku benar2 menjadi seorang yang luar biasa gila….
Benar2 jadi orang lain sama sekali…
Kejam brutal dan sangat telengas…

Aku benar2 mempraktekkan ajaran Sumarna…

Kalau ada yang berbuat baik buatku dan keluargaku aku balas berlipat, namun kalau ada yang hendak menghancurkan keluargaku, aku benar2 akan melibas mereka tanpa belas kasih sama sekali tumpas tapis tak bersisa….

Aku akan menhabisi mereka hingga tak bersisa…

***

Rumah itu sungguh megah, di dalamnya ada banyak orang lalu lalang, ada polisi dan banyak juga wartawan.

Berita tentang kebakaran dan lengapmya Darso sungguh menggegerkan. Seolah diriny lengap tak berbekas entah hilang kemana…
Ada isyu2 miring tentang prostitusi di rumah kos itu dan memang aku sudah mengambil semua berkas2 disana dan mem fotokopi dan kusebarkan disudut2 jalan dan bangku2 taman serta dimanapun orang bisa menemukannya…

Ada 25 bundel hasil penggandaan aku buat semuanya aku sebar dan rupanya sampai juga ke tangan polisi dan wartawan…

Ha ha ha…
Saat ini kepergian Darso seolah dianggap melarikan diri…
Dia dicari sebagai pentolan trafficking atau jual beli orang ke pelosok negeri…
Kedekatan Jakarta dan Bogor membuat berita ini tersebar meluas dan menggila karena 25 kopi tadi dipegang oleh banyak orang yang bahkan ada yang menguploadnya ke internet…

Luar biasa…
Para pejabat yang tadinya ada hubungannya dengan Darso lantas mengelak kenal dan sebagainya..
Darso dicari bak penjahat…
Rumahnya diawasi…
Anak istrinya dilecehkan dihinakan dan dicaci maki masyarakat luas…

Sebentar saja, belum juga berganti hari…
Semua kejahatan Darso terungkap dengan banyaknya saksi2 yang akhirnya berani buka mulut…

Polisi sibuk..
Jaksa sibuk…
Jelas kasus ini tak akan bisa disembunyikan…
Darso harus jadi tumbal….

Ha ha ha…
Akhirnya aku bisa memutus jalur kekuasaan melindunginsi Darso dengan kekuatan berita dan modal 25 eksemplar fotokopian….
Aku sudah memikirkan prosentase keberhasilan rencanaku…
Dari 25 itu 5 saja ditemukan orang akan memicu kegincangan…
Dan rupanya 15 ditemukan orang dan dilaporkan ke polisi..
5 dilaporkan ke media…
5 lagi diunggah ke media sosial oleh orang yang berani melawan secara sosial media…

***

HP ku berdering….

“Kang Asep ada apa kang?….
.
Ow ga jadi apa ditunda kang ?
.
Ow ok ok kang…
Kabarnya ditunggu ya…
.
Ok kang yuuk mari”

Sesuai dugaanku…
Kang asep keder juga dan menunda acara jalan2 melihat2 tanah yang akan ditawarkan…

Ha ha ha…
Gerombolan Asep dkk semuanya tiarap…
Ha ha ha…
Lebih enak macam ini kalau ingin mengerjai mereka satu2…

Sekarang saatnya mengerjai keluarga si Warso…
Semuanyanakan kuabadikan untuk jadi bahan colian para anggota gerombolan…

Ha ha ha…

***

Malam itu aku berhasil menyelinap masuk kedalam rumah Warso…
Saat ini sedikit sekali orang yang mampu mendeteksi keberadaanku…
Karena ilmuku memang demikian…
Semua ilmuku dasarnya adalah utk menerobos, menyusup celah2 dan melewati tanpa merusak…

Pas sekali digunakan untuk keperluan ini…
Di dalam rumah aku memeriksa dipasangnya CCTV yang ternyata banyak sekali…
Mmm…
Aku memilih untuk naik melewati plafon saja…
Kuurut kabel fiber optik yang digunakan untuk membuat jaringan CCTV ini…
Kuputus satu persatu kabelnya…
Hingga akhirnya aku bisa menemukan pusat servernya…
Kuputus semuanya…
Langsung dari kabel pusatnya…

Aku yakin dengan kemampuan finansialnya dan jaringan kabelnya Darso pasti membuat jaringan CCTV nya bisa diakses oleh semua orang yang tahu kode akses ke server…

Itulah sebabnya server CCTV harus mati dulu mulai dengan mematikan kabel jaringan data dengan memutus kabel2 FO (fiber optiknya) dan mematikan kabel power (listriknya)

***

Akhirnya aku menyusup turun melalu lubang service di area dapur yang setelah kuperiksa tak ada orang…

Dengan menyelinap dengan lambaran ilmuku aku bisa mendeteksi keberadaan orang2 yang ada di dalam rumah…

Dengan cekatan kubuat mereka pingsan satu persatu tak terkecuali para petugasnya…

Yang aku lakukan sebenarnya ringan2 saja…
Soalnya para petugas dalam semua pada tidur…
Petugas luar memang berjaga2 diluar sana…
Jarak mereka agak jauh…
Aku hanya mengelus leher mereka manambahkan efek pemulas saja…
Begitu saja dan tidur lelaplah mereka sampai pagi…

Kamar anak2 Darso kosong…
Ternyata mereka semua berkumpul di kamar ibunya…
Kondisi masyarakat yanh menghina dan membuat mereka seolah sampah masyarakat membuat mereka praktis stress dan berkumpul tidur bersama agar bisa saling menguatkan kali…

Kubuat mereka lebih pulas tidurnya….
Kuperiksa kamarnya…
Ada brankas…
Mmmm…
Mudah…
Aku sudah tahu kode2 nya semua…
Darso rupanya takut lupa dan semua ditulisnya di HPnya…
Dikira tak ada yang berani membuka HPnya…
Ha ha ha …

Kukuras semuanya…
Ada uang dollar bahkan…
Emas batangan…
Dan banyak lagi…
Surat2 berharga dan mmmm tumpukan sertipikat tanah…!!!
Woow…
Banyak juga…

Luar biasa si Darso ini dalam menggandakan uangnya…

Kukuras semuanya tak bersisa…
Termasuk perhiasan2 istrinya…
Perhiasan2 anak2nya…
Semuanya…
Aku karungi dan aku pergi meninggalkan semuanya setelah aku memfilmkan anak2 dan istri Darso dalam kondisi telanjang bulat setelah kutelanjangi…

Kufilmkan semuanya baik proses menelanjangi maupun mempermainkan susu dan memeknya…

Lantas aku pergi…

Menuju tempat dimana Darso berada dan sebelumnya aku menyimpan harta jarahan di suatu tempat…

***

“Ha ha ha …
Kamu ini ngorok we kerjamu So….
Ha ha ha…
Ini aku bawakan makanan dari kotoran anjing dicampur kencingku…
Anggap saja bubur So…”

Kubuka mulutnya dan kupencet lehernya kutuangkan tai anjing yang lumer kuaduk dengan kencing masuk ke mulutnya…

Wajahnya tampak kelam…
Marah benci mungkin putus asa jadi satu…

“Bunuh saja aku…..bajingan…!!!”
“Ha ha ha enak saja kau ini…
Mati itu pasti bagianmu…
Mmmm bau..
Aku mandiin dulu kau So….”

Aku keluar mengambil air got yang mengalir di sisi jalan…
Dan menyiramnya..

“Ha ha ha wangi ya So…
Kamu menggigil demam ya So…?
Tapi ga akan mati kok…
Setidaknya 3 hari lagi lah…
Ini aku punya sesuatu…”

Kuambil HPku kemudian kubuka, sebelumnya aku pasang HP yang khusus untuk merekam wajah Darso dan mengabadikan ketakutannya melihat film tentang anak dan istrinya yang kutelanjangi….

Luar biasa perubahan wajahnya…
Ketika melihat film dimana aku menguras isi rumahnya…
Menelanjangi istrinya dan anak2nya…
Memeras susunya dan mengobel2 memeknya…

“Ha ha ha….
Masih belum apa2 So…
Rumahmu banyak polisinya sih…
Tapi jangan khawatir….
Nanti malam mereka aku bawa keluar saja…
Kucekoki mereka dengan obat perangsang andalanmu yang dikamarmu…
Kutelanjangi lalu kuumpankan pada para pemabok di warung tempat biasa kau minum2 So…

Kalem saja nanti kurekam kok…
Aku jamin kamu menikmatinya nanti…
Ha ha ha…
Aku pergi dulu ya…
Bau disini…
Lagipula wajahmu kaya pantat kuali menyeramkan…
Nanti aku kemari buat ngasih tontonan bagaimana istrimu dan anak2mu menikmati memeknya dirojok habis sama para pemabok…

Tunggu ya…
Ha ha ha…

Eh satu lagi…
Hari ini kau akan demam So…
Tapi perutmu perut babi sudah diisi oleh kotoran anjing… jadi kamu tak akan mati kok…

Ga sabar ya mau lihat wajah istri dan anak2mu keenakan khan ? Ha ha ha”

***

Aku harus segera pulang ke rumah…
Malam ini aku mau menemani istriku yang tersayang…
Sambil merencanakan siasat yang manis buat anak dan istri Darso….

Ha ha ha

Aku benar2 puas hari ini…

***

Kekejaman No luar biasa…
Entah ketularan entah karena saking marahnya…
Entahlah…