Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11

Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 4

Start Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 4 | Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 4  Start

Maya dan Dion kembali pulang ke Bandung dengan perasaan puas. Mereka semakin intim dan mesra karena telah merasakan kenikmatan persetubuhan yang mereka lakukan. Dion menjadi semakin bernafsu dengan Maya. Maya pun semakin cinta dengan Dion. Sayangnya Dion tidak tahu, bahwa tak lama lagi bukan hanya dirinya yang dapat menikmati tubuh indah Maya. Demi menyelesaikan skripsinya Maya menyetujui komitmen untuk menyerahkan tubuhnya kepada Pak Budi. Di kamarnya, sambil memainkan hp, Maya mengontak Pak Budi via chat whatsapp.

Maya : Pak, setelah Maya fikir-fikir, Maya mau menerima tawaran Pak Budi. Maya bersedia dientot Bapak.
Pak Budi : Hahaha.. Akhirnya kamu menerima tawaran Bapak juga. Oke kalo gitu kapan kamu bisa ketemu bapak?
Maya : Besok juga bisa pak kalau aku. Bapak bisanya kapan?
Pak Budi : Oke kalo gitu. Besok seperti biasa ke ruangan bapak ya.

Maya : Baik pak.
Mendengar kabar dari Maya Pak Budi sangat senang. Kontolnya ngaceng membayangkan segera mengentot mahasiswi tercantiknya.
Pak Budi : Aaahhh.. Maya… Kuentot juga kau….

****

Maya : Selamat pagi pak.
Pak Budi: Eh Maya, ayo sini
Maya : Iya pak
Pak Budi lalu beranjak dari tempat duduknya dan menutup lalu mengunci pintu ruangannya.
Maya : Loh kok dikunci pak?
Pak Budi : Biar tidak ada yang mengganggu hihi

Sebagai kaprodi Pak Budi mempunyai ruangan sendiri yang tertutup dan tidak menyatu dengan dosen lainnya. Pak Budi kemudian kembali ke kursinya, di hadapannya sudah ada Maya gadis impiannya untuk dientot.
Maya : Mmmhhh Pak, jadi gimana? Skripsi saya dipermudah kan?
Pak Budi : Hahaha.. Iya donk sayang.. Asal kamu mau nurutin bapak ya?
Maya : Iya pak, Maya siap.. Asal skripsi Maya dipermudah.

Pak Budi : Minggu depan kamu sudah boleh seminar proposal. Bapak kasih kamu izin. Bulan depan kamu sudah bisa sidang skripsi. Bapak akan bantu kamu beresin skripsi kamu.
Maya : Wah? Seriusan pak? Asyik… Makasih ya pak…
Pak Budi : Hehe.. Ya asal kamu mau setia sama bapak. Dan menuruti bapak..
Maya : Ehhmm.. iya pak.. Kalau gitu mau kapan dimulainya?
Pak Budi : Haha.. Kamu dah pengen ya May..
Maya : Eh nggak pak, maksud Maya pengen tau aja..
Pak Budi : Hihi.. Sekarang kamu harus bikin bapak puas ya May…
Maya : Eh iya pak, Maya siap.
Pak Budi : Kami sini, duduk dipangku sama Bapak ya.

Maya lalu berjalan menuju kursi Pak Budi, meja kerja Pak Budi digeser agar mereka bisa leluasa bercumbu. Maya kemudian tersenyum dan mencium bibir Pak Budi. Pak budi hanya terdiam merasakan bibirnya dilumat oleh Maya.
Tubuh Pak Budi bergetar seperti dialiri listrik, namun bibirnya merasakan manisnya bibir dan air liur Maya, birahi Pak Budi terdongkrak dengan cepat, maka secara naluri pak budi membalas ciuman dan lumatan bibir Maya pada pak budi. Dan secara reflek tangan Pak Budi memeluk Maya erat-erat sehingga percumbuan yang mereka lakukan semakin panas dan lama.
Setelah bibir Pak Budi merasakan kaku, pak budi melepaskan pagutan bibirnya dari bibir Maya. Sambil duduk berpangkuan, pak budi berkata pada Maya

Pak Budi : Kok Maya demikian lihainya berciuman? Dasar ayam kampus kamu ya.
Maya : Maya sering ciuman sama pacar Maya pak.
Pak Budi : Aaahhh.. beruntung ya pacar kamu. Bisa ngewe kamu tiap hari.
Kembali bibir Pak Budi mencium bibir Maya. Dan kembali mereka terlibat percumbuan bibir yang panas dan menggairahkan, nafsu Pak Budi sudah menguasai dirinya, kontol Pak Budi sudah sangat tegang dan keras mendorong celana yang dia kenakan sehingga menimbulkan rasa nyeri pada kontol dan selangkangannya.

Dengan malu-malu Pak Budi meluruskan posisi batang kontolnya, Maya melihatnya dan hanya tersenyum seolah tahu apa yang terjadi pada kontol Pak Budi. Kemudian dengan penuh nafsu Pak Budi meremas buah dada Maya dari luar bajunya. Ternyata Maya malah memberi kesempatan dengan mendongakkan kepala dan melenguh nikmat dengan desahan yang merangsang.
Maya : Ouh….pak…

Nafsu Pak Budi semakin berada diubun-ubun, tangan kirinya meyibakkan jilbab yang dikenakan Maya dan bibir Pak Budi langsung mencium lehernya yang putih jenjang dan menggairahkan, sehigga kepala Pak budi berada dibalik jilbab.. Mata Maya terpejam menikmati apa yang Pak Budi lakukan padanya sambil mengerang.
Maya : Ouh…euh….Pak…..Pak… ouh..

Pak budi semakin berani, pak budi berusaha membuka kancing baju Maya. Dengan nafas yang memburu dan tersengal-sengal Maya membantu membukakan kancing baju dan BH nya sendiri. Rupanya Maya sudah dikendalikan oleh nafsunya sendiri sehingga sudah tidak malu-malu lagi pada Pak budi.

Begitu buah dadanya terbuka, maka tampaklah pemandangan indah yang baru pertama kali pak budi melihatnya. Buah dada gadis remaja yang montok putih dan mulus dengan puting yang menantang tegak. Pemandangan ini membuat mata Pak Budi nanar. Pak Budi langsung menciumi dan menjilati buah dada itu. Dan akhirnya bibir dan lidah Pak Budi asyik memilin putting susu Maya yang tegak merangsang. Mulut Maya semakin tak bisa diam terus menerus mengerang dan mendesah menahan nikmat. Dia membalas membuka sleting celana pak budi dan mengeluarkan kontol tegang pak Budi dari cd, tanpa ragu-ragu dia remas-remas dan kocok-kocok kontol Pak Budi membuat pak budi terhenyak merasakan nikmatnya permainan tangan yang diberikan oleh Maya pada kontolnya.
Pak Budi : Oukh…ouch…hohh….

Pak budi mengerang melayang-layang. Tiba-tiba, dengan nafsu yang mengebu-gebu. Maya mengagetkan Pak Budi dengan sesuatu yang tak diduga-duga. Kepala Maya menunduk, lidahnya langsung menjilati kontol Pak Budi yang sudah sangat keras dan tegang berdiri dengan gagahnya. Tangan Pak Budi tersentak dan badannya seolah-olah dialiri listrik ribuan volt
Bergetar seluruh tubuh Pak Budi ketika lidah basah nan panas membara terus menerus menjilati dan diselingi dengan mulut Maya yang mengemut dan menghisap penis Pak Budi. Pak budi semakin tak tahan, seluruh bulu yang ada di tangan dan tengkuknya seolah berdiri dengan perasaan nikmat yang tak dapat diuraikan dengan kata-kata. Hanya bibir Pak Budi saja tanpa sadar mengeluarkan keluhan dan erangan nikmat.

Pak Budi : Ouh…. Maya…. Ouh……
Pak Budi terus melayang dan melayang dengan mata yang terbeliak-beliak menyaksikan pemandangan sensasional dari seorang gadis berkerudung sedang mengoral kontolnya dengan lihainya. Kaki Pak Budi terkejang-kejang menerima deraan nikmat ini.

Tak lama kemudian jari tangan Maya menggantikan mulutnya yang bekerja cukup lama memberikan kenikmatan pada kontol Pak Budi. Mulutnya kembali mencari menciumi wajah dan bibirku dengan panas membara. Luar biasa kemampuan gadis berjilbab ini dalam memberikan kepuasan pada laki-laki. Pak budi dibuat terus dan terus melayang tanpa diberi kesempatan untuk menghirup napas dengan tenang. Nafas Pak Budi terus menerus dibuatnya berpacu mengejar sesuatu yang belum pernah kualami sebelumnya.

Tangan Pak Budi bergerak mencari kepuasan tambahan, tangan Pak Budi berusaha menyingkapkan rok panjang Maya dan mengusap-ngusap paha yang mutih mulus menggairahkan, membuat nafsu semakin membungbung tinggi. Kemudian dengan perlahan namun pasti tangan Pak Budi menyelusup kebalik cd-nya dan mengubek-ngubek vaginanya yang terasa lembut ditimbuni oleh jembut yang lebat dan lembut.

Kembali kepuasan dan nafas Pak Budi terhenti mendapatkan pengalaman menyentuh vagina seorang wanita dengan penuh nafsu. Fikiran Pak Budi melayang dan pak budi merasa nerveous dan surprise yang tak dapat diuraikan dengan kata-kata. Vagina itu terasa lembab dan sedikit basah terutama tepat di bagian lipatan bibir vagina. Jari-jari Pak Budi berusaha menyibakkan bibir vagina itu dengan lembut dan berusaha menggesekkan jari tengahku kebagian dalam lipatan yang sudah sangat basah dan menggairahkan.

Setelah itu kembali mulut dan tangan Maya memberikan kenikmatan pada pak budi dan membuatnya melayang-layang kembali. Gerakan mulut, bibir dan lidahnya demikian hebatnya memberikan kenikmatan pada pak budi, ditambahkan dengan tangan halusnya yang mempermainkan kontol Pak Budi yang tak terjangkau oleh mulutnya membuat kenikmatan ini seolah-olah datang bertubi-tubi tiada henti.

Hingga akhirnya penglihatan Pak Budi terasa gelap, nafasnya terhenti dan tanpa dapat kukendalikan tubuh Pak Budi mengejang kaku dan akhirnya ada dorongan dalam tubuh Pak Budi melalui kontolnya melepaskan sperma demikian kuat dan derasnya membuat pak budi menjerit tertahan menahan nikmat yang tak terkira.
Pak Budi : Aaaahh…… Maya…. Bapak keluar… Aaaahhh……..

Cret…cret…cret…., sperma pak budi terpancar dari kontolnya yang masih berada di dalam mulu Maya yang seksi. Mulutnya tidak mau melepaskan kontol Pak Budi walaupun pada saat itu kontolnya terus menembakkan sperma beberapa kali, bahkan dengan rakusnya kontol Pak Budi dihisap-hisapnya hingga sperma yang disemprotkan langsung ditelan Maya dengan lahap. Hingga akhirnya sperma pak budi habis tak bersisa . Tubuh Pak Budi secara perlahan-lahan mengendur dan napasnya tersengal-sengal seperti orang yang kehabisan oksigen. Tangan dan kaki Pak Budi sangat lelah dan lunglai tak bertenaga. Akhirnya Badan pak Budi disandarkan di sofa dengan nafas yang masih tersengal-sengal menikmati sisa-sisa kenikmatan orgasme yang telah diberikan oleh gadis berjilbab yang sangat cantik dan menggairahkan ini.

Maya mengambil air dalam cangkir yang ada di atas meja kerja dan meminumnya dengan tergesa-gesa seperti orang yang kehausan karena habis bekerja keras. Kemudian Maya memandang Pak Budi dengan pandangan penuh kepuasan karena telah berhasil memberikan kenikmatan yang tak terhingga kepada dosen pembimbingnya.

Maya : Bapak puas?
Pak Budi : Banget May, kamu memang ayam kampus. Kamu betul-betul luar biasa seperti yang sudah sangat berpengalaman. Betul-betul diluar dugaan melihat penampilan Maya yang selalu menggunakan jilbab.

END – Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 4 | Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 4  – END

(Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 3)Sebelumnya |Bersambung(Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 5)