Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11

Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 3

Start Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 3 | Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 3  Start

Pasca bimbingan dengan Pak Budi, Maya memikirkan tawaran Pak Budi di kosannya. Dia sedang menimbang-nimbang apakah akan menerima tawaran Pak Budi atau tidak. Sebenarnya Maya bukanlah gadis yang alim banget, bahkan dia cenderung agak nakal sejak berpacaran dengan Dion. Namun yang jadi pertimbangan utamanya adalah hubungan dengan Dion, pacarnya pasti tak mengizinkannya menerima tawaran Pak Budi. Inilah kenapa Maya tak mau menceritakan hal ini kepada Dion. Dia pasti marah, jangankan masalah ini, Maya berkomunikasi dengan laki-laki lain saja Dion cemburu. Pacarnya ini memang pencemburu. Maya berfikir bahwa dia bisa menyembunyikan ini dari Dion, namun kalau Maya diperawani oleh Pak Budi Dion pasti kecewa karena Maya sudah tidak perawan dan menanyakan siapa yang memerawani Maya. Satu-satunya hal yang paling mungkin dilakukan adalah Dion yang harus memerawani Maya, terlebih Maya sudah bilang kepada Pak Budi bahwa dirinya tidak perawan.

Namun sisi baik dalam hati Maya masih belum sepenuhnya menerima jika dia harus melayani nafsu tua Bangka jelek itu. Dirinya yang cantik dengan Pak Budi layaknya beauty and the beast, bagaikan langit dan bumi. Pergulatan batin terjadi dalam diri Maya, namun Maya harus segera mengambil keputusan sebelum membuang-buang waktu terlalu lama. Akhirnya Maya memutuskan untuk menerima tawaran Pak Budi dengan terlebih dulu diperawani Dion. Bagi Maya inilah keputusan terbaik untuk saat ini. Maya kemudian mulai menjalankan rencananya. Maya lalu mengontak Dion via whatsapp.

Maya : Sayang, weekend kita liburan yuk. Sumpek nih ngerjain skripsi.

Dion : Wah, ayo sayang. Aku juga lagi pengen liburan.

Maya : Ke Pantai Pangandaran yuk. Kita nginep semalem di sana.

Dion : Yakin kamu sayang? Lumayan jauh loh.

Maya : Kalau deket bukan liburan namanya sayang. Jalan-jalan.

Dion : Kamu bener juga ya. Ayo kalau gitu. Aku siapin mobil dan penginapannya.

Maya : Makasih sayang kamu emang baik deh

Dion : Oke deh. Sampai ketemu ya.

Dion merasa senang ajakannya untuk liburan tempo hari dikabulkan Maya. Namun Dion tidak sampai berfikir jauh bahwa Maya akan mengajaknya ena-ena di pantai nanti.

****

Hari yang ditunggu pun tiba, Maya dan Dion sudah siap untuk pergi ke Pangandaran. Sabtu subuh jam 3 mereka berangkat agar dapat sampai pada pagi hari. Mereka pun berangkat melewati Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. Pukul 9 pagi mereka sudah sampai di tujuan. Dion sudah booking hotel di dekat pantai, hotel yang lumayan bagus. Mereka lalu cek in di kamar dan bersih-bersih setelah melewati berjam-jam perjalanan. Mereka menyimpan dan merapikan barang-barang mereka. Mereka menyewa hanya satu kamar untuk berdua, seperti orang yang berbulan madu mereka sangat mesra satu sama lain.

Maya : Sayang, kita ke pantai yuk!

Dion : Bentar say, istirahat dulu, aku kan cape nyetir dari tadi.

Mereka berdua kemudian duduk berdua sambil menyender di ranjang, tangan Dion sudah merangkul Maya.

Dion : Say, kita berdua di kamar ini, satu ranjang, nanti malem kita nginep. Bagaimana kalau aku khilaf?

Maya : Hihi. Awas lo sayang, inget komitmen kita ya, nanti gituannya pas malam pertama.

Maya pura-pura jual mahal, padahal justru dia yang punya rencana melepas keperawanannya malam ini.

Dion : Iya, tapi jujur setiap bareng kamu aku horny sayang, tadi di mobil juga aku liatin kamu kontolku ngaceng. Untung kamu lg tidur. Kalau nggak aku minta kamu kocokin.

Maya : Ih dasar cowok, emang suka gitu.

Dion : Banyak loh temen kerjaku yang nanya tips dapetin cewek secantik kamu, banyak juga nanya kamu dah kuentot belum. Wkwkwk Aku bilang aja udah. Mereka suka stalking ig kamu loh temenku, kata mereka kamu cantik.

Maya : Yang penting yang bisa nikmati aku Cuma kamu kan sayang wkwkwk. Mereka paling Cuma bisa mengkhayal sambil masturbasi hihi

Dion : Ahhh… kamu ngomong gitu bikin aku terangsang, liat tuh kontolku dah berdiri.

Maya : Hihi kocok aja pake sabun di kamar mandi..

Dion : Dasar.. Awas kamu ya…

Mereka lalu saling bercumbu di atas kasur, Dion grepe-grepe tubuh Maya, sementara Maya mengocok kontol Dion.

Maya : Sayang udah ah, kita jalan-jalan dulu ke pantai.

Dion : Ok deh, nanti malem ya puasin aku hihi..

Mereka berdua pergi ke pantai bermain ombak, Maya menggunakan hijab dan baju renang muslimah, hal ini justru makin membuat Dion terangsang karena lekukan tubuhnya semakin terlihat jelas. Beberapa laki-laki juga melihat dan kagum dengan keseksian dan kecantikan Maya. Setelah puas bermain ombak mereka mencari oleh-oleh, lalu makan dan minum kelapa muda.

*****

Makan malam telah usai, mereka berdua kembali merebahkan diri di kasur. Walaupun lelah seharian berjalan-jalan di pantai, namun malam itu Dion bersemangat karena pasti akan melakukan yang enak-enak dengan Maya. Dion berharap Maya khilaf dan dapat memberinya kepuasan maksimal. Tiba-tiba saat sedang enak-enak mengkhayal, Maya mengagetkannya dengan sebuah pertanyaan.

Maya : Sayang, kamu janji kan mau nikah sama aku?

Dion kaget dengan pertanyaan ini, dia mulai takut dan khawatir kenapa Maya menanyakan ini.

Dion : Eh, iya aku janji sayang. Aku serius sama kamu. Aku Cuma lagi ngumpulin uang buat nabung, kan gak pake daun nikah itu. Hihi.

Maya : Kalau gitu, aku mau kok kamu perawani sekarang, malam ini kita ML. Asal kamu gak boleh ninggalin aku.

Dion : Sayang? Kamu serius? Kita kan dah komitmen bakal ML pas malam pertama nanti.

Maya : Sayang, dulu aku bilang gitu untuk menguji kamu, apakah kamu bisa menahan diri gak, ternyata kamu berhasil. Maka sekarang aku rela diperawani kamu, kita skidipapap sekarang ya sayang.

Dion kaget sekaligus senang, akhirnya yang dikhayalkannya selama ini akan menjadi kenyataan, lebih cepat dari yang dia kira. Hari ini kontolnya yang selama ini dikocok akan masuk ke dalam memek impiannya. Namun Dion juga tegang takut tidak bisa memuaskan kekasihnya.

Maya : Kamu janji ya, ga akan ninggalin aku.

Dion : Aku ga mungkin ninggalin kamu sayang, aku janji aku akan bertanggung jawab kalau ada apa-apa.

Maya : Aaaahhh sayang..

Dion langsung mendekatkan bibirnya ke bibir Maya, dengan cepat bibir Maya yang mungil dengan lembut Dion. Terasa begitu hangat dan lembab, juga nikmat dan sangat manis sekali. Hidung mereka saling bersentuhan, terdengar nafas Maya yang sedikit kaget, namun sama sekali tidak berontak. Dion melanjutkan dengan mengulum bibir bawahnya, disedotnya sedikit. terasa sangat halus dan mulus. Enak sekali ternyata.

Lima detik kemudian, Dion menarik bibirnya dari bibir Maya. Dia ingin melihat reaksinya, ternyata saat dikecup tadi ia memejamkan kedua matanya. Dengan sorot mata redup Maya memandang Dion, tatapannya sedikit aneh, namun wajah manisnya kelihatan begitu mempesona. Bibir mungilnya yang tadi dikecup masih setengah terbuka, terlihat begitu merah dan basah merekah.Batang kontol Dion sudah tegang tak terkira, terjepit di celana. Mulai terasa sedikit sakit, tapi terpaksa dia tahan sekuat tenaga.

Maya : Aaaahhh.., sayang, aku buka baju ya…

Maya mulai membuka baju dan celananya, tersisa bra, celana dalam dan jilbabnya.

Dion : Aku juga sayang, hijab kamu jangan dibuka, kamu lebih cantik pakai hijab.

Maya : Iya sayangku.

Dion lalu membuka seluruh pakaiannya, dia sudah telanjang bulat.

Maya mengulurkan kedua tangannya kepada Dion dan mengajaknya berdiri. Kini rasanya kami seperti Adam dan Hawa yang baru saja dipertemukan setelah sekian lama berpisah, sama-sama telanjang dan sama-sama saling menginginkan. Dion merangkul tubuh Maya yang telanjang begitu mesra. Tubuh Dion langsung seperti kesetrum saat kulit telanjang mereka saling bersentuhan. Apalagi ketika payudara Maya yang bulat dan padat menekan lembut permukaan dada Dion. ”Aah…” tak terasa Dion merintih nikmat.

Jemari tangan Dion segera mengusap punggung Maya yang telanjang, begitu halus dan mulus, membuat Dionb tak sanggup menahan gejolak birahi. Dengan penuh nafsu segera Dion meraih tubuh sintal Maya dan direbahkan diatas kasur. Dion kemudian membuka bra dan melepaskan celana dalam Maya. Kini Maya telanjang bulat tersisa hanya hijabnya.

Jantung Dion berdegup kencang saat mulai menaiki tubuh sintal Maya, Maya memandang Dion tetap dengan senyumnya yg manis. Dion merayap ke atas tubuhnya yang bugil dan menindihnya, tak sabar untuk segera memasuki lorong vaginanya.

Dion : Buka pahamu sayang, aku ingin menyetubuhimu sekarang.

Buah dadanya kelihatan sangat kencang dan bundar dengan puting mungil yang berwarna coklat kemerahan. Dion segera menjamahnya sambil menusukkan batang penisnya ke celah bukit kemaluannya.

Dion : Sayang, aku masukkan sekarang yah… nanti kalo sakit, bilang.

Maya : Pelan-pelan, sayang.

Maya memeluk pinggang Dion sambil memejamkan kedua matanya seolah menunggu Dion melakukan aksinya.

Tusukan Dion yang pertama gagal, Dion tidak dapat melihat celah vaginanya karena posisi tubuh Dion yang memang tidak memungkinkan untuk itu, tapi Dion terus berusaha.

Maya : Agak ke bawah, sayang.

Dion menekan agak ke bawah,

Dion : Di sini?

Maya : Ahh… kurang ke bawah dikit!

Dion menurunkan lagi kontolnya.

Maya :Hmm… yah disitu, tekan disitu sayang.

Dion pun mendorong. Benar, mulai terasa masuk sedikit.

Maya : Auw! Pelan-pelan, sayang… sakiiit!!!

Maya memekik kecil sambil menggeliat kesakitan. Dion segera memegangi pinggulnya agar tidak banyak bergerak. Dion mulai menekan lagi, kali ini lebih pelan. Meski begitu, tetap saja Maya merintih kesakitan.

Maya : Hhgg… sakit, say!

Tapi Dion tidak ingin menyerah, sambil mencium bibir Maya agar ia terdiam, Dion memaksa kepala kontolnya untuk menelusup lebih dalam lagi. Terasa sangat sempit dan basah disana.

Dion :Tahan, Sayang… aku masukin lagi.

Dion mulai merasakan kenikmatan saat kepala kontolnya berhasil menerobos masuk, dan langsung terjepit kuat di liang vagina Maya.

Maya : Auw, Kak… sakiiiiit!

Lagi-lagi Maya menjerit, tubuhnya menggeliat penuh penderitaan. Dion berusaha menentramkannya dengan mengecup kembali bibir mungilnya yang basah memerah, dilumatnya dengan perlahan.

Dion : Tahan, sayang… baru kepalanya yang masuk. Aku tekan lagi ya?

Maya : Auw!

Maya berusaha menggigit bibir untuk meredam teriakannya.

Dion : Tahan, sayang!

Maya hanya mengangguk perlahan, matanya lalu dipejamkan rapat-rapat sambil kedua tangannya memegangi punggung Dion kuat-kuat. Dion membungkukkan badannya ke depan agar pantatnya bisa lebih leluasa menekan ke bawah. Dion menahan napas sambil memajukan pinggulnya kembali, tapi mentok, seperti membentur sesuatu. Semakin ditekan, semakin terasa menghalangi. Apakah ini selaput dara-Maya?

Maya memandang Dion dan mengangguk, seperti membenarkan apa yang Dion pikirkan. Dion mengecup lagi bibir Maya dan mendorong pinggulnya semakin kuat. Setelah beberapa kali usaha, serta diiringi teriakan Maya yang semakin keras, akhirnya Dionpun berhasil. Creek… Dion merasakan seperti ada sesuatu yang robek di liang vagina Maya. Dan selanjutnya, seperti sudah bisa diduga, kontol Dion pun bisa meluncur masuk dengan begitu mudahnya.

Maya : Sayang…..!!!

Maya menjerit saat keperawanannya direnggut, sementara Dion melenguh nikmat merasakan jepitan vaginanya yang begitu kencang dan kuat. Dinding-dindingnya terasa hangat dan licin saat membungkus kontol Dion, namun cengkeramannya begitu dahsyat, seakan-akan tidak ingin kontol Dion keluar dengan utuh. Di sela-sela tautan alat kelamin mereka,Dion melihat beberapa tetes darah mengalir keluar membasahi sprei.

Dion menarik sedikit kontolnya, lalu kembali menekan.

Maya : Hhggh… sayang!!!

Maya kembali menjerit kesakitan, namun Dion tak peduli. Dion sudah merasa enak, tanggung kalau harus berhenti sekarang.

Dion : Maafkan aku, Sayang… tahan sebentar ya?

Tidak menjawab, Maya memejamkan matanya semakin rapat. Sementara sebutir air mata kulihat menetes di sudut kelopaknya. Dion segera memegang pinggul Maya dan mulai menggoyangnya perlahan-lahan.

Dion merintih keenakan, matanya mendelik menahan jepitan ketat vagina Maya yang luar biasa. Sementara Maya hanya merintih-rintih sambil memandang Dion sayu. Bibirnya bergetar, seperti ingin berucap sesuatu.

Maya :Sayang, aku sudah tidak perawan lagi sekarang.

Dion : Aku sekarang juga tidak perjaka lagi.

Mereka sama-sama tersenyum.

Maya: Gimana rasanya, sayang, enak

Maya sudah mulai bisa menerima kehadiran kontol Dion di rongga vaginanya.

Dion : Enak, sayang, nikmat sekali… ouhh… selangit pokoknya,

Dion mencium bibir Maya dengan penuh nafsu, dan Maya membalas tak kalah nikmatnya. Mereka saling berpagutan lama sekali sambil pinggul Dion terus bergoyang pelan menyetubuhinya.

Kontol Dion bergerak semakin cepat, terasa daging vaginanya seolah mencengkeram lebih kuat, nikmatnya sungguh sangat luar biasa. Dion sampai mendesis panjang karena saking enaknya.

Air mani Dion mulai terasa mendesak ingin muncrat keluar. Betapapun ditahan tetap tidak bisa. Terpaksa Dion harus merelakan untuk menyemprot duluan.

Dion :Sayang, aku mau keluar.

Maya : Ahhh.. Jangan di dalam sayang, nanti aku hamil..

Dion pun tidak sanggup bertahan lagi. Segera dia mencabut kontolnya dari vagina Maya. Dengan satu teriakan keras, air mani Dion menyembur berhamburan di keluar mengenai perut, payudara dan hijab Maya yang sudah acak-acakan.

END – Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 3 | Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 3  – END

(Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 2)Sebelumnya |Bersambung(Ketagihan Jadi Ayam Kampus Part 4)