Kerja ya Kerja, Ngeseks ya Ngeseks Part 25

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21
Part 22Part 23Part 24Part 25Part 26Part 27Part 28
Part 29Part 30Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40Part 41Part 42
Part 43Part 44Part 45Part 46Part 47Part 48Part 49 END

Cerita Dewasa Kerja ya Kerja, Ngeseks ya Ngeseks Part 25

Cerita Dewasa Kerja ya Kerja, Ngeseks ya Ngeseks Part 25

Chapter XXV
Bad Blood

“DA JIE!”, aku saat ini berhadapan dengan kakak tertuaku, kakak perempuanku, dia adalah panutan aku dan koko ku, wanita tangguh yang sekarang menjalankan sebagian besar perusahaan keluarga kami. Dia berjalan mendekati, entah kenapa aku merasa gentar, ada sesuatu dari sorot matanya.

Dia mengenakkan Mini dress hitam sepaha dan ditutup mantel biru besar di tubuhnya. Tubuhnya yang tinggi semakin tinggi karena dia menggenakkan high heels, tatapannya yang dingin membuatku merinding, membuat perutku bergemuruh.

“PLAK”, kepalaku terasa berputar, pandanganku buram, dan rasanya seperti aku akan jatuh, tubuhku miring dan hampir tidak bisa menjaga keseimbanganku. Rasa panas menjalar seluruh wajahku, leherku terasa tegang dan terasa sesuatu yang asin mengalir di lidahku. Sebuah tamparan backhand mendarat dengan tepat di pipi kananku, membuatku hampir jatuh dan sisi dalam pipiku berdarah karena berbenturan dengan gigiku.

Dia baru saja menamparku dengan sangat keras, tangan seorang petarung, cepat dan bertenaga, aku tidak yakin itu sebuah tamparan, rasanya lebih seperti sebuah pukulan telak yang masuk ke wajahku. Aku hanya bisa memegangi pipi kananku, tidak tahu apa yang menyebabkannya menamparku sekeras itu, aku hanya menatapnya dengan penuh tanya.

“Jangan melihatku seperti itu, KAU telah melakukan kesalahan”, kata yang keluar dari mulutnya penuh dengan ketegasan, seperti seekor singa yang mengaung di safana membuat gentar semuanya.

“Apa yang ku perbuat!”, aku mengangkat tubuhku dan berusaha berdiri tegak di hadapannya, walau dalam hatiku aku bergetar, aku gentar. Aku tidak pernah melihatnya semarah ini padaku, tidak selama hidupku.

“KAU menyentuh gadis yang berada dalam perlindunganku!”, jawabnya sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya, dia terlihat tegas tapi anggun, dan juga mematikan. Aku masih bisa merasakan rasa asin dan amis dalam rongga mulutku, sepertinya darahnya cukup banyak, dan aku terpaksa harus meludahkan darah itu keluar dari mulutku.

“Do you meen Ling?”, aku mentap nya dengan wajah yang masih bingung, dan dia berjalan mendekatiku, dan tanpa sadar, kakiku melangkah mundur.

“Who else do you think!”, lalu lengannya menjulur, tubuhnya yang sama tinggi dengan ku membuat jangkauan tangannya cukup jauh dan menarik kepalaku merapat ke kepalanya, dan kening kami saling bertemu. Aku merasa gentar padanya, tatapan mata kami bertemu.

“I had been her protector for 9 years, and now you laid you dirty finger on her!”, terasa tangannya kini mencengkram rambutku dengan keras.

“Don’t you think that you are my brother, than you can do what ever you like!”, lalu kemudian kaki kiriku di tendang olehnya tepat di persendian, membuatku terpaksa harus berlutut di hadapan kakakku ini.

Tangan kanannya menjulur dan bersiap menyentil keningku tapi tangan kiriku menahan tangannya.

“Cukup!”, dan aku pun berdiri di hadapan kakakku, dan aku mengambil selangkah mundur menjauh darinya.

“Ling yang memulainya!” aku berusaha membela diriku, walau aku tahu aku juga bersalah dalam hal ini, tapi aku bukan pertama yang memulainya tapi Inggrid lah yang memulainya. Aku tahu jie jieku selama ini yang melindungi, tapi aku tidak menyangka masih hingga saat ini, pantas saja bang Andre juga mundur perlahan.

“sekarang KAU berusaha melempar kesalah pada seorang wanita”, dia tampak lebih marah dari sebelumnya.

“Apa aku pernah mengajarmu seperti itu, menjadi pengecut dan menyalahkan orang lain”, sambil dia perlahan melangkah maju, Jie Crystal melepaskan mantel yang dia kenakkan dan juga sepatu hak tingginya, dan melepas antingnya, hal ini bukan pertanda baik bagiku. Aku perlahan melangkah mundur, namun aku terpojok oleh tembok saat ini. Mau tidak mau aku harus mengangkat kedua tanganku dan memasang kuda-kudaku, untuk bersiap menghadapi kakak kandungku ini.

***

Teringat ketika kami masih kecil, saat itu kami tinggal di sebuah rumah yang besar dan semua kebutuhan kami tercukupi, tapi kami tidak pernah didik untuk terbiasa di layani, kami harus mengurus diri kami masing-masing, para pelayan hanya memastikan kami melakukan tugas kami dengan benar, mereka hanya mengawasi kami, dan melindungi.

Jie Crystal, Ko Alex dan Aku, Kami tumbuh besar di sebuah keluarga yang di dasari dengan prinsip beladiri, setiap kami harus menguasai beladiri, termasuk Jie Crystal, walau dia wanita bukan berarti dia tidak harus belajar beladiri seperti kami para lelaki. Ibu kamipun adalah seorang ahli beladiri yang handal dan tangguh.

Selain itu, menurut ku, Jie Crystal adalah yang paling cerdas diantara aku dan Ko Alex, mungkin karena dia lebih memperhatikan semuanya, to details. Dalam beladiripun seperti itu, dia bertindak cepat berpikir cepat. Walau secara fisik tubuhnya tidak sekuat tubuh kami, tapi Jie Crystal selalu menang dengan kecepatannya dari kami, jadi teknik awal Jie Crystal adalah Mass x Kecepatan = kekuatan.

Tapi walaupun tangguh seperti itu, dia selalu penyayang kepada kedua adiknya, Aku dan Ko Alex. Jie Crystal berusia lebih tua dariku 6 tahun, sedangkan ko Alex hanya 4 tahun, mereka berdua adalah panutanku.

Walaupun Jie Crystal adalah anak tertua tetap saja Ko Alex menjadi favorit Ayahku, karena bagaimanapun di adalah putra sulungnya, selain itu ko Alex memang selalu bisa di andalkan, walaupun seperti itu Jie Crystal tidak pernah cemburu pada Ko Alex walau lebih di favoritkan oleh Ayah.

Setelah lulus dari kuliahnya yang hanya 3 setengah tahun di luar negeri, dia sudah langsung mengurus perusahaan Ayah, begitu juga dengan Ko Alex, segera setelah selesai dia juga langsung terjun ke perusahaan, tapi berbeda dari Jie Crystal yang langsung diberikan kepercayaan di posisi tengah perusahaan, ko Alex memilih memulai dari bawah, dari karyawan biasa, tapi bersamaan dengan awal kuliahku, sikap Jie Crystal mulai berubah terhadap ku, dia menjadi lebih dingin, dia menjadi lebih tempramental.

Aku tidak mengerti apakah karena Ko Alex yang memilih mulai dari bawah, atau karena sikapku yang tidak ingin meneruskan usaha keluarga saat itu, yang jelas dia tidak senang. Sekarang di bandingkan Ko Alex, Jie Crystal memegang lebih banyak peran di perusahaan ayah, dan juga mengatur lebih banyak usaha lain, jaringannya menjadi jauh lebih luas, mungkin ini juga adalah pembuktian dari Jie Crystal pada ayah, bahwa dia mampu.

***

Kondisi saat ini Jie Crystal jelas tidak ingin berbicara denganku, dia ingin menghajarku, dan dia tidak akan mendengarkan apapun perkataanku saat ini.

Walau aku telah mengangkat kedua tanganku dalam posisi bertahan, aku tetap merasa gentar, kecepatan Jie Crystal jauh di atasku, asalkan aku bisa mendaratkan satu pukulan saja kepadanya aku bisa menyelamatkan diriku.

Aku mengangkat lengan kiriku, ke atas, tangan kanan di dadaku, dan kakiku membentu Neko dachi, bersiap untuk menyerangnya. Jie Crystal masih dalam kondisi tidak berkuda-kuda, matanya tajam menatapku, masih berjalan mendekat dengan perlahan padaku.

Aku merentangkan tubuhku, kaki kiriku berpijak, lengan kiriku melaju menujuh wajahnya. Crystal menghindarinya dengan mudah, hanya dengan sedikit gerakan, dia telah berada di kananku, Aku telah berada dalam jangkauannya. Segera aku melontarkan tubuhku ke kiri, namun masih kurang cepat, rentangan tangan Jie Crystal menjangkau pipiku, jari tangan kirinya mengores di pipiku, nyaris tapi berhasil ku hindari.

Aku harus mengambil jarak darinya, posturku yang tinggi dan jangkauanku yang panjang tidak bisa ku gunakan, karena Jie Crystal juga memiliki kelebihan itu, jika aku bisa menjangkaunya maka dia juga bisa menjangkauku.

Jelas terdengar tadi pintu telah terkunci, melarikan diri bagiku bukan opsi sekarang, aku memang harus menghadapinya. Aku bergerak maju dengan kaki kananku, membentuk kuda-kuda, melontarkan pukulan kananku kepadanya, Jie Crystal berhasil menghindar dengan mudahnya seperti sebelumnya, dia membaca setiap gerakanku. Dia melangkahkan kaki kananya, kini dia telah berada tepat di depan wajahku, jarak yang sangat kecil untukku menarik tangan untuk melindungi tubuhnyku, aku terlambat.

“BUK”, sebuah hantaman siku telah mengenai tepat di tengah tulang rusukku, siku Jie Crystal telah mendarat dengan cepat, bukan hanya sekali, tapi dua kali, dan sebuah ura uke mendarat tepat di hidungku, dengan cepat, rasanya aku tidak bisa bernafas.

Pertama dadaku, kini hidungku, aku terhuyung mundur, bersandar di dinding, kecepatan dan ketepatannya pada titik vital membuatku kesulitan menghadapinya, bukan karena dia wanita aku tidak ingin menghajarnya, kecepatannya memang berada di luar jangkauanku.

Aku harus mencari cara lain, pertarungan fisik jelas aku kalah cepat dari Jie Crystal, aku harus bisa memanfaatkan lingkungan. Aku berusaha kembali mengambil jarak darinya, dia tidak berusaha mengejarku, hanya berjalan dengan pelan.

Aku menarik sebuah kursi dengan kakiku dari meja itu, dan mendorong kursi itu ke arahnya, dengan cepat, tentu saja dia menghindarinya, di kini berada di kiri, aku segera bergerak mendekatinya, berusaha melayangkan pukulanku kepadanya. Lengan kananku telah berayun, berusaha mendaratkan hook kananku padanya. Jie Crystal memutar tubuhnya, tangan kirnya kini telah menekan sisi luar dari sikut kananku, membuatku kehilangan keseimbangan, dan kaki kanan Jie Crystal terangkat, “KREAK! BRUK” seketika sebuah tendangan telak mengenai dadaku, bersamaan dengan itu mini dressnya robek di sisi kanan tepatnya melontarkan tendangan itu.

Aku terhuyung mundur, nafasku sepertinya terhenti sesaat, dia mengincar dadaku, mengincar nafasku, mengincar cedera lamaku. Aku hanya bisa memegangi dadaku saat ini, belum sempat aku mengembalikan nafasku, kini Jie Crystal sudah ada di depanku merapat seperti sebelumnya.

Terlambat bagiku mengangkat tanganku melindungi diri, sikut kanannya mendarat tepat di telinga kiriku. Tubuhku terhuyung ke kanan, kakiku berusaha menahan tubuhku agar tetap berdiri, sebuah hook rendah kiri darinya mendarat menghantam rahang kananku. Aku mengayun, sepertinya kakiku sudah lemas. Tapi masih belum selesai, sebuah back hand keras mendarat lagi di wajahku, membuatku terdorong mundur, terhuyung.

Dengan keras dia menghantam dadaku dengan kepalan kirinya, kemudian kananya, bertubi-tubi berulang-ulang membuat tubuhku terdorong. Rasa sakit, rasa panas, rasa sesak di dadaku membuatku perlahan tidak berdaya terdorong mundur, aku berusaha mengangkat lenganku, aku berusaha menghindar, tapi tubuhku tidak mendengarkanku, tubuhku tidak mampu bergerak, nafasku sulit ku tarik. HIngga akhirnya terasa punggungku terhenti oleh tembok yang dingin.

Pukulannya Jie Crystal berhenti, aku mengira ini sudah selesai, tubuhku lemas, aku terjatuh, berlutut di hadapannya. Sebuah tendangan kembali mendarat di pipi kiriku dan telingaku, aku hanya mendengar dentuman keras dan tubuhku menghantam lantai. Semua padanganku menjadi buram, sebelum tiba-tiba pintu itu di dobrak dan seseorang masuk, dan berusaha menghentikan Jie Crystal, tapi sepertinya terlambat bagiku.

***

Cerita Dewasa Kerja ya Kerja Ngeseks ya Ngeseks Part 25 Bersambung

(Cerita Dewasa Kerja ya Kerja, Ngeseks ya Ngeseks Part 24)Sebelumnya | Selanjutnya(Cerita Dewasa Kerja ya Kerja, Ngeseks ya Ngeseks Part 26)

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game