Kehilangan Keperawananku Part 7

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9

Kehilangan Keperawananku Part 7

Start Kehilangan Keperawananku Part 7 | Kehilangan Keperawananku Part 7 Start

[Lanjutan]

Pesawatku mendarat dengan agak kurang baik diiringi kecemasan penumpang lainnya, akutau pasti pada khawatir pasca terjadinya bencana yang kemarin. Setelah transit di cgk dan melanjutkan pulang dengan badan remuk redam dan perjalanan malam ini hffff 🙁

Sampailah aku dengan lemasnya disambut dengan senyuman paling indah sekota jogja, ah bebanku ilang begitu saja

B: gimana perjalanannya?

G: gatau aku tidur hahahahaa

B: yaudah yuk

G: aku mau ke minumarket dulu ya beli tolak angin hehe jangan di airport tapi ya, mahal

B: yaudah kita cari dulu ya yang masih buka

Kami menyusuri jalanan yang aku rindukan, masbag menyentuh tanganku. Ada kerinduan terselip jari-jemarinya tatkala menyentuh tanganku

Sesampainya di minimarket aku masuk dan membeli air mineral, koyo, tolak angin dan sedang melirik ke arah jejeran kondom. Extra safe… doted.. sutra.. beli gak ya? Gatau lagi yang mana

Mas-mas kasir sudah menyebutkan total belanjaanku. Dengan cepat aku mengambil kondom yang berada di dekat kasir

G: beda bill ya

Honestly aku gatau apa-apa dan asal ambil aja yang penting beli. Bodoamat deh. Aku memasukan kondom itu kedalam tasku karna sebenarnya wajahku sudah memerah menahan malu.

Kami menuju sebuah hotel (ghea boong bilang pulangnya dihari yang lain ke ortu) hehe

Sesampainya dihotel aku bergegas bersih-bersih dan berganti pakaian.

B : sini

Masbag melambaikan tangannya dari atas kasur, memanggilku untuk mendekat kearahnya.

B: tidur ya, capek kamu

G: iya mas

Akupun terlelap karna sakingcapeknya. Aku terbangun pukul 8 pagi, dengan suara samar-samar tv yang nyala dan aroma teh dipagi hari. Ya mas bag udah nyiapin teh panas yang udah jadi sedikit dingin karna aku yang gak bangun-bangun. Dengan muka kebo bin bantal aku berjalan setengah kopling menuju toilet untuk membersihkan diri.

Kuhampiri teh panas yang sudah tak panas lagi, dengan pandangan yang masih ngantuk aku duduk dipaha mas layaknya anak bayi. Mas memelukku dari belakang dan menyenderkan kepalanya di pundakku. Sedangkan aku masih berusaha payah membuka mata

Mas menciumi leherku dan dengan kebiasaannya membuat beberapa bekas cupangan disana.

G: mas aku bawain oleh-oleh, ambilen ndek situ

B: oleh-oleh apa? *sembari tangannya meraih slingbagku

G: di paling dalem mas, ada kotak kecil. Tulisannya durex

B: serius kamu beli? Dengan sigap mas mengubek tasku dan menemukan treasure itu haha

B: kenapa beli yang ini?

G: gatau aku asal ambil aja, aku malu nanya sama mas kasirnya

B: wah aku harus unboxing dan ngereview ini biar kaya kamu di channel youtubemu

Kami tertawa begitu lepas karna membayangkan imajinasi absurd itu

Kami reflek berciuman setelah saling pandang beberapa detik, ciuman yang mas berikan kian intens dan liar, bahkan tak segan-segan diselingi dengan gigitan

Mas mengangkat tubuhku lalu membaringkannya di kasur. Mas menindih tubuhku sembari menciumi leherku sedangkan tangannya sedang sibuk melucuti pakaianku. Ciumannya langsung berpindah ke buah dadaku. Mas memberikan hisapan demi hisapan bertubi-tubi di kedua gunung kembarku.

Mmmmmhhhhh aaaaahhhh mmmmmhh aku meracau dengan nafsu yang sudah sampai ubun-ubun

Mas membuka kedua pahaku lebar-lembar lalu mendekatkan mulutnya kearah vaginaku. Dengan telaten mas menciumi vaginaku yang sudah mulai banjir bandang tsunami itu. Duh rakuat aku bos lebokne cepet (hanya jeritan dalam hati)

Mas mengambil kondom yang telah aku beli

B: jadi gaes, gue mau review kondom extra safe ini

Aku tertawa, bahkan dikondisi sange tingkat provinsi aja masih bisa ngelawak. Aku memasangkan kondomnya dan menuntun sang gaman rujakpolo menuju vaginaku. Perlahan mas menekan kontolnya.

G: ahhhh

B: sakit dek?

G: perih mas

Aku gatau kok perih ya, anjir padahal kan udah pernah dijebol. Mas memasukkan dengan pelan-pelan tapi karna muka meringisku membuatnya gatega melanjutkan hujaman itu.

B: kamu diatas aja biar bisa ngira-ira sakitnya ya, kalau sakit jangan dipaksa masuk

Aku merubah posisi menjadi WOT (posisi mas bersandar di kasur) dan mencoba menuntuk kontolnya menuju bibir vaginaku. Aku mendorongnya amat sangat perlahan karna masih terasa perih. Hingga pada akhirnya seluruh kontolnya masuk kedalam vaginaku

G : sek mas aku siap-siap dulu

Aku mulai memaju mundurkan kontolnya yang sudah bercampur cairan vaginaku. Aku makin liar menggoyangkan pinggulku dengan buah dada yang juga ikut bergoyang membuat mas gak tahan untuk menghisap putingku. Double kill ini aduh gakuat aku. Mas memeluk tubuhku erat dibarengi erangan dari bibirnya

B: aku keluar dek, aaaaahhh mmmhh ahhhh maaf ya aaaaahhhhhhhhhh

Aku mencabut penisnya, lalu mengambilkan tisue untuk kita berdua. Aku memaklumi karna sudah lama gak ml mas jadi keluar lebih cepet. Mas menciumi pipiku disaat aku masih sibuk mengelap daerah vaginaku.

Waktu menunjukkan pukul 9 pagi, setelah berpakaian dengan leyeh-leyeh kami menonton tv dengan rasa mager mandi dan mager keluar beli makan hahahaha

Waktu menunjukkan pukul 10 siang

G: mas laper

B: yaudah mandi terus nyari sarapan

G: yuk mandi kita

B: diregeti sek tapi ya (dikotorin dulu tapi ya?)

Mas mendekatkan tubuhnya lalu membuka baju yang baru sejam melekat ditubuhku.

Bersambung

END – Kehilangan Keperawananku Part 7 | Kehilangan Keperawananku Part 7 – END

(Kehilangan Keperawananku Part 6)Sebelumnya | Selanjutnya(Kehilangan Keperawananku Part 8)