Kehilangan Keperawananku Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9

Kehilangan Keperawananku Part 2

Start Kehilangan Keperawananku Part 2 | Kehilangan Keperawananku Part 2 Start

Jumat siang, aku bersiap untuk menuju soetta sengaja aku berangkat pukul 12 biar tidak macet walaupun harus menunggu lama di airport. Mas bag mengabariku jika hari ini dia pulang cepat, kerumah untuk mengambil barang dan cuss kesolo, karna ada ketemu dengan temannya. Aku menghabiskan waktu 2 jamku untuk membuka laptop dan mengecek email, walaupun sudah resign tapi aku masih harus menyelesaikan beberapa hal terkait berkas-berkas. Penerbangan jam 15.15 dan akan sampai solo jam 16.00. Gak sabar rasanya pengen ketemu, dan menuntaskan planning yang telah kita susun seminggu ini. Sampai di solo aku masih menunggu bagasi, dan mas bag belum juga chat aku. Aku memutuskan untuk menunggu diruang tunggu luar. Tiba-tiba ada wa

B : bisa naik gojek gak? Sorry

G: oh iya bisa tapi bentar ya aku capek dulu hehe

Baru aku mau beranjak dari tempat dudukku dan pergi keluar, ternyata masbag sedari tadi duduk dibelakangku.

G: loh kok?

B: makanya jangan main hape mulu

Kami larut dalam tawa, lalu menuju ke parkiran.

B: sate buntel ya, belum makan kan?

G: aku blm pernah makan sate buntel, kaya gimana sih mas?

B: persis kamu hahahhaa

Kamipun meluncur ke tempat makan lalu menuju hotel di kawasan selamet riyadi sekitar pukul 18.30. Sesampainya di hotel aku segera membersihkan diri dibawah kucuran air hangat, sembari memikirkan apa yang akan terjadi. Aku keluar kamar dengan handuk lalu mengubek-ubek isi ranselku yg berisi baju ganti, aku tau mas bag memandangi tubuhku yg hanya terlilit handuk pendek khas hotel, dengan rambut di konde seadanya. Aku masuk lagi ke kamar mandi untuk ganti baju.

G: mas ga mandi?

B: aku udah abis mandi sih, kamu capek ya ?

G: emang mau sekarang?

B: hah? Bukan aku nanya kamu capek atau enggak, kalau capek gausah nonton wayang aja kasian kamu, bukan mau ngajakin tidur sekarang

G: hahahahhaa pikiranku udah terlampau ngeres ya

B: emang mau sekarang? Gak capek?

G: jangan dibahas malu ghea

B: sini pangku

Aku mendekati mas bag lalu duduk dipangkuan dia, obrolan kita kian dalam dan hangat. Obrolan kami bahkan sudah mulai nglantur, sambil terus menatap wajahnya aku rasa wajahku kian condong mendekati mas bag

B: aku cium ya bibir kamu

G: kayaknya untuk beberapa hal kamu gaperlu bilang deh apa aja yang kamu mau lakuin

B: lalu?

G: lakuin aja yg kamu mau, kalau ada yang aku gasuka aku akan bilang

Seperti sebuah komando masbag langsung mencium bibirku, kami berpangutan cukup lama. Lidah kami beradu cukup dasyat satu sama lain. Badan kami semakin mendekat dengan saling berpelukan. Aku melepaskan ciumannya

G: mas kita mau pangku”an gini ya? Kamu nanti kesemutan. Di kasur aja

Masbag menggendongku menuju kasur dan merebahkan badanku, dia menindih tubuhku lalu mendekatkan badannya, ciumannya menyerbu leherku dengan beberapa bekas cupangan yang dia buat. Lidahnya naik kekuping, menjilati daun telingaku yang sangat sensitif.

G: aaaaaaaahhh masssss mmmhhh geliiii

Aku sedikit menghindar ketika lidah itu menyapu kupingku. Jilatannya turun sembari tangannya membuka kancing piyamaku. Lidahnya menyapu leher dan turun kebuah dadaku yang memang sengaja tak kututup dengan bra. Dia memejamkan matanya tanda dia sangat menikmati momen-momen itu. Dia melumat dengan perlahan putingku yang telah menegang, lidahnya memainkan putingku didalam mulutnya sembari jari jemarinya memainkan puting yang satu lagi.

G: masssss aaaahhh aaah geli banget

Tanpa mendengar omonganku dia melumat buahdadaku sebelah satunya seperti tak ingin melewatkan sejengkal dari dadaku. Aku gakuat geli banget rasanya. Aku memegang kepalanya seraya kutarik lalu kucium bibirnya. Kulepaskan ciumanku dan tanganku sigap membuka kaos yang melekat dibadannya

Lidahku kusapukan di tengkuknya, lalu sesekali kugigit kecil aku menciumi leher lalu turun kebawah menuju dadanya yang bidang. Kukulum puting menggemaskan itu masbag meracau keenakan dan desahan demi desahan keluar dari mulutnya. Melihat reaksi masbag aku makin terangsang. Lidahku kusapukan pasa pusar dan turun kebawah hingga tanganku menjangkau resleting celananya.

Bersambung

END – Kehilangan Keperawananku Part 2 | Kehilangan Keperawananku Part 2 – END

(Kehilangan Keperawananku Part 1)Sebelumnya | Selanjutnya(Kehilangan Keperawananku Part 3)