Karyawati Yang Menjadi Piala Bergilir Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Tamat

Karyawati Yang Menjadi Piala Bergilir Part 3

Karyawati Yang Menjadi Piala Bergilir Part 3

Pagi hari ane masih tiduran, mata baru melek lihat jam tangan udah jam 8:30
Mencoba mengingat apa yang terjadi semalam, ane melihat sekeliling ruangan… ane di kamar hotel.
Ohh.. ya ane abis ngewe sama Yuni!

Ane mencari Yuni dengan agak panik…
Ternyata dia masih tidur dengan selimut dan kepala ditutup bantal. Ane menyentuh lembut pundak sampai punggungnya. ane elus2.. dan dia terbangun matanya melek sedikit dan menguap.

Trus ane kecup keningnya. “kamu mau teh anget ga?” kata ane. Dia mengangguk sambil merem lagi.
Ane ke meja membuat kopi untuk ane dan membuat teh manis hangat buat si pecun ini. Ane taruh tehnya deket meja disamping kasur dia. Ane buka jendela balkon dan mulai ngerokok sambil ngopi.

Hmmm enakk… semalem abis make binor… hidup ini bener2 indah.
Setelah lihat2 pemandangan di luar hotel, ane balik badan melihat Yuni… ane mulai ngaceng lagi. Sambil nyeruput kopi ane terus ngebayangin ngewe sama dia lagi. Ahhhh… pasti nikmat banget.

Benar saja, kontol ane mulai mengeras dan makin keras. Yuni masih tiduran merem tapi balik badan membelakangi ane. Disitu ane melihat bentuk lekukan badan Yuni, ane makin nafsu. lekuk pinggang ke pantatnya. Nafas ane mulai cepet. Ga sadar tangan kiri ane megangin si ‘otong’ sementara tangan kanan megang cangkir kopi yg udah tinggal dikit.

Ane taruh cangkir kopi itu di tembok balkon. Ane masuk ke dalam dan tidur dibelakangnya, ane peluk dari belakang. ane ciumin rambut dan kupingnya. Tangan ane menggerayangi pinggangnya trus meraba ke arah toketnya. ‘aduhh makk enak banget empuknya’.

Tiba2 aja tangan Yuni megang tangan ane mengusir dari daerah toketnya. Ane tempelin kontol ane yg udah ngaceng ke pantatnya yg dibalut rok itu. kontol ane merasakan belahan pantatnya empuk dan lembut. ughh!
Tiba2 Yuni memajukan pantatnya menghindari tempelan ‘otong’. Ane makin gemes dan langsung aja mulai cumbuin dia. Ane mulai memperkosa.. ane remes toketnya ane naik mau nindihin dia sementara Yuni menahan dada ane sambil memalingkan mukanya ke bantal, tidak mau menatap ane. Sesaat ane terdiam diposisi itu.

Trus ane berdiri dan diam sebentar ngeliatin dia. Yuni bangun dan duduk di kasur sambil liatin ane. Dia merasa gak enak mungkin serba salah.
Ane hanya diam trus ambil celana ambil baju “yuk jalan deh” kata ane.

“mas.. marah ya ?” Suara Yuni pelan..

Ane pura2 ngambek gak mau liat dia. Ane pake celana dan ikat pinggang. Trus ambil kunci mobil di meja, sambil pake baju. Yuni tiba2 turun dari kasur megang tangan ane.. “mas.. jangan marah ya” katanya.

“aku takut mas. aku sudah tidur sama mas” dengan suara memelas.

Trus ane diam sekitar 1 menit..
Ane bilang “ya udah kamu mandi dulu aja deh”

Akhirnya Yuni menuju kamar mandi. Tidak lama dari situ ane buka lagi baju ane.. kontol ane mulai ngaceng mendengar suara pakaian dalam yg dilepas… ditambah suara gemericik air shower.. nafsu ane mulai bergejolak. Apalagi kamar mandi hanya berdinding kaca yang dilapisi seperti kaca susu. Sehingga terlihat bayangan tubuh Yuni.
Tanpa pikir panjang, ane langsung masuk ke kamar mandi hotel yang memang tidak ada kunci.

Desiran darah ane mengalir deras.. jantung ane berdebar kencang… Yuni tidak sadar.. dia menghadap shower ditembok.
Ane dari belakang menatap dia. Ya ampun tubuhnya….. basah dibawah siraman shower.

Tiba2 Yuni menyadari keberadaan ane.. dia terkaget. mundur menempel tembok shower..
Ane menatap dia tajam dengan telanjang bulat. kontol ane sudah kaku seperti menunjuk ke arah dia. Yuni menelan ludah melihat ane bugil lalu melihat kontol ane yang sudah mengeras.

Langsung ane peluk dia, ane berusaha ciumin lehernya.. Dia menahan pundak ane dengan kedua tangannya. Dibawah siraman shower ane terus berusaha menyosor leher dan pipinya. Dia memalingkan muka ke samping sambil menahan tubuh ane yang mau nempel ke tubuhnya.

Akhirnya kedua tangan ane mencengkram pinggangnya, ane tarik mendekat dengan tenaga penuh nafsu. Tangannya menekuk diantara dadanya dan dada ane. Abis itu ane mulai mencium dengan buas, berhasil kecium pipinya, walaupun dia terus memalingkan wajah. Ane mulai meraba pantatnya.. dan meremas dengan sangat gemas.

“mas.. ” kata Yuni singkat. Mungkin maksudnya berusaha menyadarkan ane.

[table “Iklan1” not found /]

Ane tetep cium2in lagi lehernya, kupingnya. Sementara tangannya yg masih menekuk membuat pertahanan supaya tubuh ane tidak menempel ke dia. Tangan kanan ane langsung memegang mantap mekinya. Sampai dia kaget melotot melihat ane. Trus langsung ane celupin jari tengah ane ke dalam mekinya.

“ouwh.. ” dia mendesah kaget.

Yuni seketika memejamkan mata. Dan ane langsung colokin makin dalem mekinya. colok tarik keluar colok tarik keluar dan seterusnya…
Sampai ane merasakan mekinya mulai basah.

Tangan kiri ane memegang tangan dia yang menekuk diantara dada kami dan menarik turun sampai dada ane bisa nempel ke toketnya.

“aduh mas.. kenapa gini lagi sih” kata dia mendesah sambil melihat ane”

Tapi ane gak perduli. Langsung muka ane turun ke bagian dadanya, ane kenyot toket kirinya, ane jilatin ane gigit2 pelan pentilnya.
“aahh….. ” seketika Yuni mendesah panjang.

Setelah itu gantian toket kanannya mendapat giliran yang sama. Ane kenyot sampe basah sama ludah ane, sambil tangan kiri ane meremas pantatnya. Secara tidak sadar kedua tangan Yuni sedang memegang kepala ane dengan mencengkram rambut ane. Makin ane kenyot dan gigit kecil pentilnya, dia semakin kuat menjambak rambut ane.

Sementara itu tangan kanan ane gak kasih kendor ke dia.. masih mencolok colok mekinya.

Akhirnya setelah 2 menit an.. Ane balikin badan dia menghadap tembok shower. Kedua tangannya memegang tembok. Posisinya seperti orang yang digerbek polisi, menghadap ke dinding tangan di tembok. Yuni menoleh kesamping berusaha melihat ane. Tapi dia tidak berkata-kata. Dia hanya diam walaupun kelihatan ada penolakan terhadap hubungan seks ini.

Masa bodo! Tangan kanan ane mulai arahin kontol ane ke pantatnya.. ane gesek2in ke bongkahan pantat sebelah kanan, trus gantian ke bongkahan pantat sebelah kiri.

Tangan kiri ane mencengkram toketnya sebelah kiri dari belakang. Ane memilin pentilnya sambil ane ciumin leher belakangnya.
Dibawah siraman air shower yang hangat.. nafsu kami semakin terbakar.

Ane mulai gesekin kontol ke belahan pantatnya. Yahh ampunn enak banget… !
Gesek2 terus sampe ane merasakan letak bibir mekinya. Ane merasakan jembut yang basah halus. Perlahan ane masukin deh

Mulai dari ujung palkon saat masuk membelah bibir meki… desiran nafas makin gak karuan.
Terasa hangat dan lembut.. trus ane masukin lagi kontol ane sampe setengah batang… hangatnya makin terasa….

Ada kedutan seperti denyut dari dinding vaginanya.
Pelan-pelan ane terus dorong masuk kontol ane.. Seketika itu juga Yuni memundurkan pantatnya seolah memudahkan batang ini masuk makin dalam. “mmhhh….!” desah Yuni bernada tinggi seperti menahan sesuatu.

“uughhh.. ssshhh” desahan ane cukup keras merasakan kenikmatan ini.
Ane tarik keluar pelan kontol ane.. sampe separuh batang. Trus ane dorong masuk lagi dengan cepat sampe bunyi ‘plak!’
Trus ane cabut pelan.. keluar setengah batang… trus ane sodok lagi dengan cepat ‘plak!’ Berulang kali sampai ritme nya mulai agak cepat.

Yuni merasakan kenikmatan, setiap kali kudorong kontolku masuk dengan cepat, bebarengan dia mengeluarkan suara seperti tertahan.
plak! “uughh!”
plakk! “ughh”
plak! “ughh!”

terus seperti itu dengan tubuh kami yang basah dibawah siraman air shower.
Posisi ini seperti doggy style tapi posisi badan agak tegak.

Akhirnya saat ane cium pipi Yuni, lama2 wajahnya berusaha memaksa menyamping menyambut bibir ane. dan kami berciuman… Lidah ane mulai masuk menerobos mulut Yuni.. dan disambut sama dia mengulum lidah ane.
Pantat ane bergerak mengayun terus dari tadi karena kontol ane yg menyodok2 meki pecun ini. Sampai lama2 Yuni mulai mengimbangi… pantatnya bergerak mengikuti irama sodokan kontol ane.
pas kontol masuk pantatnya mundur, seperti adu tumbukan. bunyi tepukan antara paha ane dan pantat Yuni makin kencang.

‘plak!.. plak!.. plak! plak! …plak!’

Terdengar nyaring di dalam ruangan kamar mandi itu.
Tak henti2nya kedua tangan ane meremas toketnya dari belakang. Ane cengkram trus ane pencet2, pokoknya ane mainin dengan gemes toketnya. Sambil terus menyodok meki dengan kecepatan konstan.

Empuknya pantat Yuni terasa di paha dan di perut bawah ane. Setiap kali bertumbuk dagingnya kenyal dan lembut. membuat kontol ane makin bersemangat. Sambil meremas toketnya.. ane mencium punggungnya. Sambil terus menyodok meki.
Makin lama makin cepat… seiring ane mulai merasakan waktunya pengen nyemprot.

‘plak. plak.. plak. plak..’ makin cepat makin cepat

Yuni mulai bergetar dan kurasakan mekinya seperti pipis…
Ane mencium punggung dan leher belakangnya sambil merem. ane mendesah keras….

“ssshh ahh… ssshh ahh”

Sementara Yuni juga makin keras mendesah “mmhh.. ahh.. mmh.. ahh””
“enak banget meki lu Yun” desah ane di deket kupingnya…

“mmhh.. ya. mas.. ahhh.. mmhh ahh” jawabnya dengan mendesah.
“sshh ahhh! – sshh ahh! – sshh ah!” ane makin cepet nyodoknya dan makin mendesah kencang
“mau keluar Yun.. dah mau keluar” desah ane.

Trus sesaat sebelum nyemprot, kontol ane cabut dan ane tahan sambil menepuk pundak Yuni “jongkok Yun.. ngadep sini!”
Seketika itu juga Yuni menurut langsung balik badan jongkok. wajahnya tepat di depan kontol ane yang sudah keliatan bengkak …

Setelah memastikan posisi wajahnya ane kocok kontol ane dan melepaskan semprotan kuat ke muka pecun ini.

Crottt… tembakan awal kena matanya. Dia langsung merem… ” oohhh ssshit” desah ane
crott .. tembakan berikutnya menyasar ke hidungnya. “oohhh…. ” ane melenguh panjang
dan seterusnya semprotan makin pelan ane asal arahin ke bagian mukanya.

Yuni hanya diam dan merem saja dengan wajah yang penuh peju ane.. bercampur siraman air shower.

…..

Setelah itu kami bersih2 mandi dan ane anter dia pulang.
Ane pesen ke dia gak usah masuk toko hari ini. Istirahat aja.

Hari itu bener2 puas.. ane langsung pulang dulu dan siap2 berangkat lagi ke toko.

(bersambung.. )