Justin Sad Story Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Tamat

Cerita Sex Dewasa Justin Sad Story Part 3 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Justin Sad Story Part 2

Makanan pun sudah datang di hadapan mereka. Ada sedikit pertanyaan di benak mereka masing-masing. Justine dan jessica terdiam sejenak, dan mata mereka pun saling memandang. Ketika jessica melihat justine, ada pertanyaan besar yang ada di benar jessica.

“Justine” panggil jessica kepada pria tampan yang ada di hadapannya saat ini dengan lembut

“Ada apa jessica?” memandang jessica dengan penuh pengharapan

“Ada yang ingin aku tanyakan ke kamu, tapi aku takut pertanyaan ku akan menyinggung kamu” sahut jessica dengan sedikit mengeluarkan raut wajah tanda tanya.

Justine terdiam dan bingung. Ketika melihat raut wajah jessica yang berubah menjadi murung, justine pun memberikan candaan kecil

“Kamu mau tanya apa sih, peri unyu ku” memberikan senyuman lebar sampai terlihat gigi putih bersihnya itu. Jessica pun terhibur dengan candaannya itu.

“Aku emang unyu kali… *bweeek ” menjulurkan kecil lidahnya.

“Aku mau tanya ke kamu justine. Kenapa aku sering lihat kamu ke rumah sakit akhir-akhir ini?” pertanyaan yang terlontar dari bibir jessica yang membuat justine menjadi terdiam selama beberapa menit.

“apa yang harus aku katakan kepada kamu jes, aku takut memberi tahu mu bahwa aku terkena kanker otak stadium 3” jawab pria tampan itu dalam hati.

Tanpa sengaja setetes air mata jatuh dari wajah pria tampan itu.

Melihat itu, jessica langsung mengambil tissue yang berada di meja makannya, lalu air mata justine di lap dengan lembut oleh tangan kecilnya.

“maaf ya, kalau pertanyaan aku membuat kamu menjadi sedih” ujar jessica dengan wajah yang sedikit merasa bersalah

“Tak apa kok jessica” mengeluarkan sedikit senyuman yang terlihat sedih

“yaudah-yaudah, kita makan aja ya”

Akhirnya mereka pun makan. Setelah selesai makan, justine mengantar jessica pulang kerumahnya. Tak ada percakapan yang tersiar di antara mereka. Hanya keheningan yang terpancar.

Sesampainya di rumah jessica, pria tampan itu langsung ingin pulang kerumahnya, tetapi karena jessica tak mau justine kenapa-kenapa di jalan, jessica pun menyuruh justine untuk bermain di rumahnya tersebut sampai keadaan nya tenang kembali.

“Justine. Main dulu ya di rumahku, sehabis itu kamu boleh pulang”

Justine pun tak bisa membuat perempuan yang di cintainya itu menjadi kecewa maupun sedih. Pria tampan itu hanya mengangguk. saat masuk kedalam rumah perempuan cantik itu, betapa berantakannya rumah jessica. Sontak membuat jessica dan justine menjadi kaget.

Jessica langsung melihat apa yang sebenarnya terjadi dalam rumahnya tersebut.

“MA… PA… JEN… MBA… ” panggil jessica kepada anggota keluarganya

Tak ada jawaban dari anggota keluarganya tersebut yang membuat jessica menjadi sangat khawatir. Tiba-tiba suara tangisan pun mucul di kolong meja makan yang juga membuat jessica menjadi sangat takut. Justine pun tak tinggal diam. Pria tampan itu langsung menghampiri suara tangisan itu yang terdengar di kolong meja makan.

Ternyata, yang menangis itu adalah jenny, adik jessica.

“JENNY” teriak justine yang membuat jessica kaget.

“ada apa jenny?, kenapa di sini sangat berantakan?” lanjut justine sambi menaikan jenny keatas untuk duduk di kursi. Jenny pun tak menjawab pertanyaan justine, hanya ada wajah ketakukan dan tangisan yang ada.

“Apa yang terjadi jen?” tanya kakanya kepada adiknya tersebut

Akhirnya jenny pun angkat suara dan menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya tersebut. Selesainya jenny menceritakan kejadian tersebut, jessica pun diam tak percaya yang kemudian membuatnya terjatuh dan pinsan. Justine juga tak percaya dengan kejadian tersebut yang meninpa keluarga jessica.

” TADI SIANG SAAT AKU PULANG DARI SEKOLAH, MAMA DAN PAPA BERTENGKAR DENGAN HEBATNYA DI RUMAH. SAMPAI MEMBUAT PAPA MEMBANTING-BANTINGKAN BARANG DI SEKITARNYA. AKU ENGGAK TAHU KENAPA, YANG AKU DENGAR PAPA MENYEBUT-NYEBUT NAMA LELAKI YANG SELAMA INI ADALAH SIMPANAN GELAP MAMA. AKU PUN TADI HANYA BISA TERDIAM DAN TAK BISA BERBUAT APA APA.

MBA AMI MEMUTUSKAN UNTUK PERGI DARI RUMAH. AKU JUGA MENDENGAR BAHWA PAPA MENGUGAT CERAI MAMA. DAN MAMA PUN ENGGAK MENOLAK GUGAT CERAI YANG DI LONTARKAN PAPA. TIBA-TIBA, ADA SEORANG PRIA YANG MASUK KERUMAH LALU MEMBAWA MAMA PERGI BEGITU AJA, AKU RASA ITU LAH SIMPENAN GELAP MAMA SELAMA INI KA. AKU SANGAT TAKUT DAN AKHIRNYA AKU MENGUMPAT DI BAWAH MEJA MAKAN. DAN PAPA, ENTAH KEMANA DIA PERGI”

Itulah yang diceritakan jenny kepada justine dan juga jessica, yang membuat jessica sangat syok hingga membuatnya tak sadarkan diri.

***

Banyak pecahan-kecahan kaca di rumah itu. Vas bunga yang indah menjadi serpihan-serphian kaca yang kemudian di buang ke tempat sampah. Itu diibaratkan sama seperhin hati. Sebuah hati yang bersatu kemudian hati tersebut menjadi hancur tak beraturan.

Justine pun melihat adanya buku kecil seperti diary milik jessica. Penasaran pun muncul ketika pria tampan itu melihat buku diary tersebut. Buku diary itu kemudian di bawa oleh pria tampan itu ke rumahnya.

***

Isi diary milik jessica selama 1 tahun

*1 january 2010 : Dear diary, *

“Hari ini adalah hari yang indah buatku. Betapa menyenangkannya hari ini. Semua anggota keluargaku merasakan kebahagiaan. Aku akan menjadi seorang kaka baru lagi. Yeyyy.. Aku melihat wajah kedua orang tuaku yang sangat bahagia, yang kemudian membuatku menjatuhkan air mata kebahagiaan. Semoga hari ini dan seterusnya, keluargaku selalu bahagia.”

Itulah cerita pertama yang dibaca oleh pria tampan tersebut.

*5 january 2010 : Dear diary,*

“Tuhan, kenapa engkau mengambil adik ku begitu cepat? aku belum merasakan menjadi kaka yang baik untuk adikku yang belum melihat dunia ini. Tapi, kenapa engkau tega Tuhan mengambilnya begitu cepat. Engkau tahu Tuhan, akibat Engkau mengambil adikku, mama dan papa ku menjadi sedih. Sangat sedih. Engkau jahat Tuhan”

*20 january 2010 : Dear diary, *

“Tuhan, kenapa Engkau enggak memberikan keharmonisan lagi kepada keluargaku? apa salah keluarga sehingga Engkau tak lagi memberi kami kebahagiaan. Dan mama, tak lagi bisa mengandung karena rahimnya telah di angkat. Sekarang perkerjaan papa yang yang menjadi taruhannya. Usaha papa kini akan mengalami kebangkrutan. Tapi Engkau hanya diam Tuhan. Kenapa?! Kenapa?! Engkau sungguh jahat Tuhan”

*10 febuary 2010 : Dear diary , *

“Kenapa keluargaku tak lagi mempunyai keharmonisan? kenapa mama dan papa selalu bertengkar? dan kini, aku yang kena karena kemarahan kedua orang tua ku. Tadi pas aku pulang, aku di tampar oleh papa. Sungguh pipi ku terasa sangat sakit. Sedangkan adikku! Dia yang selalu dibela. Kenapa sih jadi aku yang selalu di pojokkan? AKU BENCI KALIAN SEMUA!!! AKU BENCI!! TAK ADA LAGI YANG SAYANG SAMA AKU!.”

*11 febuary 2010 : Dear diary, *

“Aku sekarang sudah memliki pacar.. Untuk pertama kalianya aku berpacaran, sungguh menyenangkan bukan. Memiliki pacar yang selalu memberikan perhatiannya kepadaku. Saat dia menembakku, dia memberikan aku sekuncup bunga mawar yang sangat indah. I LOVE YOU.”

*21 febuary 2010 : Dear diary, *

” APAKAH INI YANG NAMANYA CINTA? CINTA YANG DIBUAT SELAMA BEBERAPA SAAT? KEMUDIAN DIA PERGI UNTUK MEMILIH WANITA LAIN? PADAHAL AKU LEBIH CANTIK, LEBIH KAYA, DAN AKU MEMPUNYAI SEGALANYA..!! DAN APA YANG DIMILIKI WANITA ITU?? TIDAK ADA YANG ISTIMEWA DARINYA!! ”

*5 maret 2010 : Dear diary, *

“Apa yang terjadi pada diriku ini? kenapa aku bisa di jatuhkan oleh laki-laki kayak dia? aku enggak tahu lagi harus cerita sama siapa selain buku diary ini. Ada apa dengan aku ini? Kenapa aku di permalukan oleh lagi-lagi macam dia? kenapa aku di ejek?…. OKE FIX, MULAI SEKARANG DAN KEDEPANNYA, SIAPA PUN LAKI-LAKI ITU AKAN GUE PERMALUKAN DAN EJEK SESUAI DENGAN APA YANG LAKI-LAKI BRENGSEK ITU LAKUKAN KE GUE. GUE JANJI ITU!! ”

“Sekarang aku mengerti, apa yang terjadi pada jessica selama ini. Kenapa dia bersikap seolah-olah dia lah yang punya dunia ini. Dia tak lagi merasakan kehangatan dalam keluarganya, dia tak lagi merasakan hal yang namanya cinta. Betapa bodohnya aku, jika aku tak mengetahui semua ini. Mulai sekarang aku lah yang akan memberikan kebahagiaan untuk jessica, walaupun aku tahu…. Aku tak bisa lama bersama dengan dia dalam kondisiku seperti ini” ucap justine dalam hatinya. Bendungan air mata pun terjatuh dengan sendirinya.

Justine pun melanjutkan bacaannya. Diary tersebut tak lagi menunjukan tanggal kapan dia menuliskannya dan rasakan.

*Dear diary,

“Tadi di kampus, aku bertemu dengan seorang laki-laki. Aku berhasil mengerjainya dan mengejeknya sesuai dengan yang dulu aku pernah alami. Betapa senangnya aku bisa mengerjai laki-laki itu. Namanya itu kalau gak salah Justine. HAHAHA! ENGGAK COCOK SAMA WAJAHNYA! NAJISS!! Apa lagi tadi aku duduk sama dia bersebelahan lagi.. ihhh geli bangetttttttt :P”

*Dear diary ,

“Hari ini aku bisa mengerjai laki-laki itu lagi. Ternyata dia bisa marah juga ya.. Tapi gue tetap bakalan mempermalukan dia, sampai dia keluar dari kampus ini!! Huuaahhh… ”

*Dear diary,

“Ada yang aneh dari diriku ini. Kenapa aku menjadi salah tingkah ketika aku melihat senyuman dari wajahnya itu? Ya jujur sih, dia itu emang lumayan tampan. Tapi … Ahh yasudah lah! tetap bakalan aku kerjai dia”

Justine yang membaca itu menjadi senyum-senyum sendiri. Karna tak percaya bahwa jessica menulis diarynya tentang diri justine. Justine pun tetap melanjutkan bacaannya terhadap diary itu dengan raut wajah yang sangat bahagia

*Dear diary

“Aduhhh.. kenapa aku menjadi merasa bersalah gitu kepada justine! Kenapa saat aku mengerjainya dia merasa biasa aja dan tak peduli?. Malah saat aku mengerjainya laki-laki itu hanya bisa tersenyum dan tidak membalas kelakuan ku. Apa aku bakalan lanjut mengerjainya atau enggak ya?. Diaryy, tapi aku tak mengerti dengan perasaan ini. Mungkin aku kualat kali ya sama laki-laki itu? ahhh, tapi enggak mungkin lah! masa aku kulat sama laki-laki itu”

*Dear diary,

Diary, aku rasa aku mulai.. Aku mulai suka deh sama laki-laki itu yang selalu aku mempermalukan. Apa aku mulai merasakan yang namanya jatuh cinta lagi? perasaan ini membodohi ku sekarang. Kenapa aku menjadi jatuh cinta kepada laki-laki itu? kalau aku tahu bakalan seperti ini. aku enggak bakalan mau mempermalukan dia seperti yang kemarin-marin. BODOHNYA AKU INI!! HUFFFTT.”

*Dear diary,

“Aku tahu bahwa dia sakit, dan masuk rumah sakit. Hari ini dia kayaknya sudah pulang, tapi apa dia liat kado yang aku kasih ya? aku emang sengaja tidak menuliskan nama ku di kertas itu. Itu karena, aku enggak mau dia tahu bahwa akulah yang memberikan kado itu kepada dia. Aku malu, kalau misalnya dia tahu kado itu dari ku”

Setelah membaca itu, pria tampan itu langsung mengambil kado tersebut dari lemari meja belajarnya. Terlihat, bahagia di wajah pria tampan itu. Setelah di ambilnya kado tersebut, pria tampan itu mencium kado tersebut dan menambahkan tulisan di kertas kecil yang jessica tulis. “FROM : PERI UNYU”. Ya, itulah nama sebutan justine kepada jessica saat mereka makan di sebuah restoran ternama saat itu.

*Dear diary,

“Besok adalah hari ulang tahun ku. Rasanya bahagia sekali. Aku kayaknya akan mengundang dia deh ke acara ku besok.. Hmmm.. tapi dia mau gak ya? Aku takut dia gak mau/menolak ajakanku besok. Tapi, aku akan mencoba mengajak dia.. Yeayy, ternyata dia mau ikut besok.. Kamu tahu diary, aku sudah menelponnya barusan. Dan dia bilang dia bisa ikut ke acaraku besok. hmm.. Aku mau beri dia kejutan ahh ah besok. Nanti aku akan minta bantuan mira untuk memberinya kejutan”

Justine hanya bisa tertawa setelah membaca diarynya.

*Dear diary,

“Yesss, akhirnya aku berhasil mengerjai dia.. HAHAHA. Aku melihat ekspresinya, dia sangat khawatir kepadaku. Untuk pertama kalinya, aku berpelukan dengan dia.. rasanya itu.. aku enggak bisa menjelasknnya diary. Aku sangat bahagia hari ini. Tetapi, aku sekarang merasa khawatir dengan dia :(. Tiba-tiba saja saat dia ingin pulang, dia pingsan tak sadarkan diri. itu membuatku merasa khawatir.. Sangat khawatir.. Melihat wajah keluarga justine, aku merasa sangat sedih. Betapa sayang nya mereka kepada justine. Sedangkan aku? *menangis”

Setelah membaca semua tulisan yang jessica buat, matanya tak lagi bisa menahan untuk keluarnya air mata. Air mata yang tulus itu pun membanjiri pipinya yang tirus itu dan membahasi buku diary milik perempuan yang di cintainya itu. Pikiran justine menjadi sangat kacau, karena mengingat kondisinya yang semakin hari semakin menurun.

“AAGGGGHHHHH” jerit justine yang sangat keras, sehingga membuat anggota keluarganya masuk kedalam kamar justine.

“KENAPA KEPALA INI TERASA SANGAT SAKIT LAGI?” menjerit sambil memukul-mukul kepalnya.

Bersambung