Justin Sad Story Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Tamat

Cerita Sex Dewasa Justin Sad Story Part 2 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Justin Sad Story Part 1

Ya, setiap orang memang bisa jatuh cinta secara tiba-tiba termasuk gue dan jessica. Cinta itu di ibaratkan bagaikan air hujan, yang walaupun jatuh berkali kali tidak mengeluh dan tetap setia. Hujan tidak mengenal katanya menyerah, begitupun dengan gue sekarang. Gue gak kan pernah menyerah untuk mendapatkan perempuan yang gue sayangi.

“jessicaaa.. jessicaaa..” ucap justine sambil memandangi bintang di langit sana dengan mengeluarkan senyum bahagianya yang khas.

“justine..Nama yang unik buat gue” ucap jessica, yang sama dengan justin melihat bintang di atas sana.

“ehh ada bintang jatuh” ucap jessica dan justine seara bersamaan. Mereka pun langsung menginginkan sesuatu.

Ada perasaan yang tersimpan di lubuk hati mereka masing masing.

***

Mereka secara tak sengaja bertemu di sebuah restoran dekat dengan starbuck.

“Hmm, kayaknya gue mengenali dia” pikir keras justin sambil mengerutkan keningnya.

“Jessica, ia dia jessica.. Dia makan di sini juga rupanya”

Jessica pun melihat ke arah justine dan secara tidak sengaja melambaikan tangannya dari jarak yang lumayan jauh darinya.

“Tak gue sangka bakalan bertemu dengan lo disini” ucap justine sambil mengeluarkan senyum khasnya itu, membuat jessica menjadi salah tingkah..

“Kok pipi lo berubah jadi merah gitu?”

“Apaan sih lo, enggak ah.. perasaan lo aja kali tuh” jawab jessica yang sedikit gugup lalu pergi pulang.

Saat jessica berjalan, tiba-tiba dia berhenti dan melihat ke belakang, tampak justine melambaikan tangannya sambil berkata *Hati-hati ya di jalan*

Jessica pun merasa senang, dia tidak menunjukan rasa senangnya itu kepada justine.. jessica membalikan badan dan berjalan dengan senyum senyum sendiri..

“Coba lihat dia ma, betapa cantiknya dia” senyum bahagia mulai tampak kembali di wajah pria tampan bermata coklat itu.

“Bukankah dia perempuan yang dulu membuatmu menjadi marah dan emosi?” Tanya venesia sambil memicingkan sebelah matanya.

“Iya, itu memang dia. Tapi sekarang dia sudah mulai berubah benjadi lebih baik.. aku melihat ada kelembutan di diri dia.
Dan aku yakin bahwa dia yang terbaik buat aku, ven” jawab justine dengan percaya diri. Venesia pun melontarkan canda kepada kko nya itu..

“Halaahh, mending dia mau sama kko, kalau enggak gimana? Bisa nangis darah kko. Hahahahahaha” lantunan venesia membuat orang-orang yang sedang makan menjadi terhibur karenanya..

“Kamu enggak percaya sama kko mu ini?” Sahut justine sambil mencubit hidung adiknya tersebut

“Aduhhhh!! SAKIT TAU KO!”

“Lagian sih.. kamu enggak percaya sama kko kamu ini” sahut justine sambil tertawa ringan..

“Udah-udah. Makan dulu gih, nanti makanannya jadi dingin” lanjut mama gue sambil memakan makanan ringan di restoran tempat kami makan.

***

Apakah sebutan lo gue bisa menjadi aku kamu buat kita berdua?

Apakah lo dan gue bisa menjadi kita?

Apakah lo bisa bersama dengan gue selamanya?

Pertanyaan itu terlontar dari pikiran justine tanpa di sadarinya. Justine pun, langsung merebahkan dirinya ke kasur lalu tertidur dengan lelap.

Dalam mimpi gue, gue melihat bahwa jessica sangat bahagia bersama gue. Dalam mimpi gue, jessica memelukku dengan sangat erat. Wajah gue dan wajah jessica berdekatan akhirnya kami pun mendekatkan bibir kita, akhirnya kami merasakan kelembutan yang belum pernah kami lakukan kepada siapa pun.

Justine pun langsung terbangun dari mimpi indahnya tersebut. Dan mendengar suara panggilan adiknya tersebut.

“KOKO…!!” Teriak venesia dengan kencang

“Aduuhh, apaan sih kamu ven, kamu merusak mimpi indh aku tau gk bersama dengan jes……” justine tidak melanjutkan ucapannya tersebut

“Udah ahh sana keluar dari kamar kko” merebahkan diri ke kasurnya lagi

“Ohhhh, ternyata kko lagi mimpiin calon kka ipar ku ya” ledek jessica sambil tertawa dengan sejadi jadinya.

Justine pun hanya diam dan muncul merah pada pipinya yang tirus tersebut..

“Aduuhh, aduuhh, perut ku sakit” ngeluh venesia

“Makanya jangan ketawa terus, kualat kan jadinya” ujar justine sambil menertawainya

Venesia pun keluar dari kamar kkonya dan menceritakan kepada mamanya.

***

Tepat pukul 7 malam, justine merasakan sakit kepala dengan hebatnya, kemudian keluar darah lagi dari hidungnya tersebut. Anggota keluarga justine yang melihatnya langsung membawa justine ke rumah sakitnya.

Dokter pun memberi saran agar justine di periksa secara lebih lagi, supaya mengetaui apa yang sebenarnya terjadi pada diri justine.
Setelah mensetujuinya, akhirnya justine melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tunggu 3 hari ya, untuk mengetahui hasil pemeriksaannya” ujar dokter kepada mamanya justine.

“Baik dok” jawab mama justin sambil menunjukan ekspresi wajahnya yang cemas dah khawatir.

“Apa yang terjadi pada diri gue? Kenapa gue selalu merasakan sakit kepala yang hebat dan mngeluarkan darah yang cukup banyak?” Tanya gue pada diri sendiri dengan air mata yang jatuh dari pipi ku.

“Sayang, mama mohon jangan berfikiran macem macem. Dan berjanjilah kepada mama bahwa kamu akan selalu sehat” sahut mamanya dari arah belakang sambil menangis

Justine pun memeluk mamanya dengan erat.

*zzzzztttt…. zzzzztttt..* (bunyi dering hp milik justine)

Ternyata yang meneleponnya tidak di ketahui. Justine pun mematikan telponnya tanpa memencet tombol hijau untuk bertanya siapa yg meneleponnya.
Hp pun kembali berdering, saat di angkat oleh justine, ternyata yang menelpon itu…

“Hallo? Ini siapa ya?” Tanya justine

“Ini aku” jawab penelepon tersebut

“Siapa ya? Sepertinya gue enggak mengenali anda” lanjut perempuan itu

“Aku jessica. Masa kamu enggak mengenali suara ku?”

“Ohh jessica.. maaf maaf gue gk mengenali karna lo manggil aku kamu” ditambah sedikit bercandaan di antara percakapan mereka

” emang enggak boleh ya, kalau gue panggil aku kamu?” Jawab jessica dengan sedikit suara yang lembut

“Boleh kok boleh!!” Jawaban yang terlontar dari mulut pria tampan bermata coklat itu dengan cepat.

” aku ingin mengajak kamu ke perta ulang tahun ku besok.. apa kamu bisa ikut?” Dengan nada yang sedikit pelan dan santai

“Iya boleh, besok aku akan datang ke pesta pulang tahun mu” ucap gue senang

“Oke deh, kalau gitu. Aku tunggu kamu besok ya.. bye justine. Good night”

“Iya night jessica”

Justine pun merasa senang hingga dia melompat-lompat di kasurnya. Dan langsung menghampiri kaca di samping lemarinya. Gue harus terlihat rapih buat dia besok.

***

Tepat di hari ulang tahunnya tanggal 25 juli, justine datang ke acara ulang tahun jessica dengan mengenakan jas hitam dan celana bahan hitam. Justine terlihat sangat menawan, sampai-sampai banyak yang mengagumi ketampanannya tersebut.

“Whoaaa justine, lo terlihat sangat tampan dan keren” ucap teman sekelasnya di kampus, irzra.

“Hahahaha, biasa aja bro” jawab justine dengan sedikit mengeluarkan senyuman khasnya tersebut.

Saat di pesta ulang tahun jessica, justine tidak melihat adanya jessica di sana. Justine pun merasa bingung dan bertanya-tanya kepada sahabatnya tentang keberadaan jessica.

Jam tepat pukul 9 malam, dan acaranya pun mulai pukul 9.30 malam. Justine merasa kebingungan karena tidak melihat keberadaannya di sana.

“Dimana jessica? Kenapa dia belum ada di acaranya ini? Bukankah seharusnya dia berada di sini lebih awal dari tamu-tamu yang di undangnya?” Ucapnya kepada salah sau sahabat jessica, mira.

“Tadi sih gue ada liat dia jus, tapi sekarang dia menghilang gitu aja” jawab mira dengan perilaku yang cukup aneh di lihatnya, yang kemudian membuat justine merasa sedikit curiga. Kemudian mira pergi begitu saja.

Justine pun tidak tinggal diam, pria tampan dengan menggunakan jas hitamnya itu mengikuti mira dari belakang tanpa sepengetahuan mira.
Mira pun masuk ke arah gudang yang sepi dan gelap, terlihat wajah mira yang sedikit mengeluarkan aura kejahatan.

Justine pun ikut masuk ke dalam gudang secara diam-diam.

Ternyata, ada sesuatu yang terjadi kepada jessica.

Jessica terikat dalam kursi sambil di tutup matanya, terlihat jessica tak sadarkan diri. Mira pun ingin melakukan aksi jahatnya, dia memegang sebuah benda tajam di tangan kirinya. Tangan mira pun terangkat ke atas dengan benda tajam tersebut, yang ingin mengenai kepala jessica..

*STOPPPP….!!!!!*

teriak justine yang mengagetkan mira.

“NGAPAIN LO DISINI” ucap mira yang sedikit bergemetar dan ketakutan, karena aksinya tertangkap basah oleh justine.

Tiba-tiba……

*SURPRISED* teriak teman teman mira, termasuk mira.

“Yahh kena jebak lo justine” ketawa mira dengan sejadi jadinya

Jessica pun terlihat sangat bahagia, dan wajahnya tampak berbinar-binar karena membuat justine merasa terkejut..

Gue hanya terdiam melihat semua ini, tanpa sekata apapun yang keluar dari mulut ini. Mau marah tapi ini hanya gurauan sementara dalam acara bahagianya jessica.
Jessica pun hanya melontarkan kebahagiaannya kepada justine. Tatapan muka pun terjadi begitu saja. Mereka mulai mendekat-mendekat dan mendekat.

*ADUHH…..!!*

Teriak jessica sambil memegang keningnya yang telah di jitak oleh justine.

“Kok kamu malah jitak aku sih?” Tanya jessica dengan mengeluarkan muka yang cemberut..

Tanpa pikir panjang justine langsung memeluk erat jessica. Semua teman-teman yang datang ke acara ulang tahun jessica hanya menyaksikan pertunjukan mereka..

Perasaan tak karuan pun muncul di antara mereka, “kamu tau gk kenapa aku memelukmu dengan sangat erat?” ucap justine di telinga jessica yang membuat jessica merasa penasaran.

“Hmmm, kenapa?” Dengan penuh penasaran

“Aku enggak tau ini perasaan apa yang timbul dari hatiku. Aku mau jujur kekamu sesuatu. Sebenernya aku… ”

Tiba-tiba orang tua jessica datang dan sontak membuat mereka sangat kaget dan merekapun melepaskan pelukannya.

***

Selesai acara pesta ulang tahun jessica, pria tampan yang memakai jas hitam itu menghampiri jessica dan memberikan sesuatu kepadanya.

“Ini buat kamu” mengeluarkan senyum khasnya yang membuat jessica merasa terkesima.

“Apa ini jus?” mengerutkan keningnya sambil memegang kado yang di berikan justine kepadanya.

“kamu buka aja nanti saat kamu sudah di kamar, ya aku harap sih kamu menyukainya.”

Mata pun kembali membawa mereka menjadi tidak sadar sampai beberapa detik, sampai akhirnya mereka tersadar akan pandangannya.

Saat justine membalikan badan dan ingin masuk ke mobil pribadi miliknnya, tiba-tiba justine pingsan dan tak sadarkan diri. Jessica yang melihatnya langsung menghampiri justin dan berteriak meminta bantuan.

“JUSTINEE..!!”

“TOLONG… TOLONG..” teriak jessica sambil menunjukan wajah khawatirnya. Beberapa orang di sekitar sana langsung menolong justine. Jessica sangat khawatir dengan keadaan justine.

*zzzzzztttt… zzzttt….zzzztttt” (dering hp justine)

Jessica mencari dimana letak hp yang di simpan justine. Jessica mencarinya di jas yang di pake oleh pria tampan tersebut. “mama” . Ternyata yang menelfon adalah mamanya justine.. Tidak ragu-ragu lagi, jessica langsung mengangkat telpon dari mamanya justine

“hallo tante” suara jessica yang bergemetar

“ini siapa ya? kenapa hp anak saya bisa di kamu? ” tanya mama justine dengan penuh tanya

“saya jessica tante, teman justine.. sekarang justine berada di rumah sakit tante, tiba-tiba dia tak sadarkan diri” jawab jessica dengan penuh kekhawatiran…

“Baik jessica, tante segera kesana” kemudian mama justine bergegas untuk pergi kerumah sakit.

Sesampainya dirumah sakit, mama justine mencari-cari ruang rawat justine. Berlari kesana dan kesini untuk bisa menemukan ruang rawat putranya tersebut..

“TANTE..!!” panggil jessica dengan suara yang lantang, hingga membuat mama justine menjadi terdiam selama beberapa detik.

Mama justin berlari menghampiri putranya tersebut dengan keadaan yang sudah bercucuran air mata dengan rasa khawatirnya.

“Apa yang terjadi pada justine? kenapa dia bisa menjadi seperti ini?” tanya mamanya sambil memegang pundak jessica

“Saya juga kurang tahu tante, saat dia ingin menaiki mobil dan bergegas pulang, tiba-tiba saja justin pingsan tak sadarkan diri” jessica menceritakan dalam keadaan panik

***

“Gak terasa ya sudah 1 tahun kita berteman. Hati ini, tak henti-hentinya memanggil nama mu.

“Jessicaa… jessicaa…” hati ku merasakan ketenangan saat memanggil namamu.. Aku benar-benar mencintai dirimu. Sulit diriku untuk mengungkapkannya kepada kamu. *I love you jessica*”

Isi dari buku harian milik pria tampan bermata coklat itu dengan senyum khas yang menawannya.

Sudah 1 tahun lamanya, justine merasakan sakit kepala yang amat dalam, hingga membuatnya sering tak sadarkan diri, mama justine dan venesia hanya bisa menangis dalam diam melihat justine sakit seperti itu.

Setengah tahun lanya juga, anggota keluarga justine merahasiakan sakitnya itu kepada justine. Mereka tidak mau kalau suatu saat justine mengetahui sakitnya, kondisi justine akan semakin memburuk. Yang bisa dilakukan hanyalah *DIAM*.

“MAA…!!” teriak justine dari dalam kamarnya, yang membuat theresia (mama justine) merasa kaget.

Mamanya pun masuk kedalam kamar justine, dan tidak percaya dengan yang terjadi pada putranya tersebut.

“Kenapa rambut justine rontok ma?” Ujar justine dalam keadaan sedikit mengeluarkan air mata

Mama justine langsung memeluk putranya dan menangis sejadi jadinya, tanpa menjawab pertanyaan yang terlontar dari bibir putranya

“Kenapa mama menangis? Apa yang salah dari diriku, hingga membuat mama menangis? Apa ada yang mama sembunyikan dari putra mama ini?”

Mamanya hanya bisa menangis dan menangis. Kemudian, venesia pun masuk ke kamar justine, karna mendengar suara menangis yang cukup kencang. Saat venesia masuk kedalam kamar justine, venesia hanya bisa terdiam melihat rambut justine yang tadinya tebal menjadi sedikit tipis. Air mata pun terjatuh dari pipi venesia.

” kenapa kalian semua menangis? Apa yang salah dari diriku?” Ucap justine sambil melepaskan pelukan mamanya yang erat itu

Merekapun hanya bisa terdiam melihat justine bertanya-tanya tentang keadaan yang sebenarnya.

“Kenapa aku selalu sakit kepala ma? Kenapa aku selalu mimisan dan mengeluarkan darah yang amat banyak?” Lontaran pria tampan itu kepada mamanya sambil menangis

“Mama enggak berani untuk mengungkapkannya kepada kamu. Mama takut sayang” jawab mamanya dengan nada yang bergemetar sambil mencucurkan air mata yang tak henti-hentinya

“Apa yang mama sembunyikan dariku? Mama gak sayang sama aku lagi, hingga mama selalu merahasiakan itu kepadaku? Apa mama pikir anak mama hanya satu, venesia doang?” Menaikan nadanya menjadi lebih kencang.

Mamanya pun tak bisa menahan ucapan putranya. Tangan pun melayang sangat cepat hingga mengenai pipi pria tampan berwajah sedikit tirus itu.

*TAAKKKK* (suara tamparan mamanya yang sedikit kencang membuat justine terdiam)

“KAMU PIKIR MAMA ITU APA JUSTINE? KAMU PIKIR, MAMA SELALU MEMBEDA-BEDAKAN KAMU DENGAN ADIKMU? MAMA SAYANG SAMA KAMU, MAKANYA MAMA MERAHASIAKAN SEMUANYA KEKAMU, KARNA MAMA TIDAK MAU KAMU SEMAKIN SAKIT MEMIKIRKAN PENYAKITMU YANG SEKARANG INI BERADA DI KEPALA DAN TUBUHMU” jawab mama justine yang sedikit menaikan nadanya, lalu mamanya memeluk justine kembali dengan erat.

Justine hanya bisa terdiam dengan ucapan mamanya itu. Pertanyaan pun terlontar membali dari bibirnya itu, sesekali dia meminta maaf kepada mamanya atas apa yang dia ucapkan kepada mamanya.

“Maafkan aku ma..
Sebenarnya apa yang mama sembunyikan dari ku? Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?”

Yang ada hanyalah tangisan dari orang-orang yang menyayangi justine. Satu persatu katapun terucap dari bibir theresia (mama justine)

“Tapi kamu harus berjanji sama mama, jika kamu sudah mengetahui semuanya, maka kamu harus lebih kuat dan bisa melawan sakitmu itu” jawab theresia sambil memegang kedua pipi putranya

“Iya ma, aku janji ke mama. Bahwa aku akan selalu kuat” ucap pria tampan tersebut sambil meyakinkan theresia, mama justine. Venesia pun hanya bisa menangis melihat mereka

“Sebenernya yang terjadi pada kamu sayang, kamu terkena kanker otak stadium 3”

Justine pun diam tak percaya. Bahwa dia menderita penyakit yang begitu parah. Darah pun mengalir dari hidung pria tampan itu

“Mama pasti bohong kan? Aku enggak mungkin sakit sampai separah itu, aku pasti hanya kecapean saja ma” jawab justine dengan rasa tak percayanya.

Karena justine syok dengan apa yang di deritanya tersebut, kemudian justine pingsan tak sadarkan diri lagi.

***

Sudah 1 tahun lamanya jhony (papa justine) meninggalkan keluarga yang di cintainya.

Sebuah pemakaman yang secara rutin di kunjungi oleh keluarganya masing masing. Air mata pun tak kuasa melihat keadaan tersebut.

“Ma… apakah justine akan seperti papa yang akan tidur dengan lelap di dalam tanah yang tak ada udara tersebut?” Lontaran ucapan justine, lalu melihat kearah mamanya dengan raut wajah yang sangat serius.

“Tidak sayang, bukankah kamu sudah berjanji kepada mama bahwa kamu akan selalu kuat?” Jawab mamanya sambil memegang kedua tangan anaknya yang dingin.

Venesia pun melontarkan sebuah kalimat kepada justine, yang membuat justine merasa bangkit lagi dari tidurnya itu.

“Koko adalah putra papa yang kuat, jadi koko harus selalu kuat. Dengan apa yang terjadi pada koko sekarang, itu seharusnya tak membuat koko jadi putus asa. Koko enggak ingat akan perjuangan koko kepada perempuan yang koko perjuangkan?” Ujar venesia dengan wajah serius

Justine diam sejenak, semangat pun muncul kembali begitu dengan cepatnya.

“Kamu benar ven” sambil mengeluarkan ekspresi yang sangat semangat

“Aku tidak akan melupakan semuanya begitu cepat. Aku akan tetap membuat orang yang aku sayangi menjadi bahagia, termasuk perempuan yang aku cintai itu, JESSICA”

Theresia hanya bisa melihat bahagia, karna semangat justine kembali muncul. Theresia yakin bahwa putranya tersebut tak akan putus asa begitu saja.

“Kamu lihat pa, putra kita sangatlah kuat” ucapan yang terlontar dari hati theresia, sambil melihat ke atas langit yang cerah itu.

***

Sekembalinya di rumah, justine bersiap siap untuk menemui jessica yang sudah beberapa minggu tak di temuinya.

“Gue harus tampil keren untuk dia”

Berbicara di depan kaca, sambil mengambil sisir untuk merapikan rambutnya. Tetapi, rambutnya pun tak berasahabat, sekali di sisir rambutnya pun terjatuh dan terjauh. Melihat itu justine tak ambil pusing, dia mengambil kupluk yang berada di dalam lemarinya yang berwarna coklat untuk di pakai di atas kepalanya.

Betapa tampannya justine, saat dia mengenakan kupluk berwarna coklat di atas kepalanya yang menutupi telinga kanan dan kirinya. Siapa pun yang melihat justine, pasti akan terkesima melihat ketampanannya tersebut. Justinepun jeluar dari kamar dan bertemu dengan mamanya di ruang tamu yang sedang menonton televisi.

“Mama aku keren gak?” Pertanyaan yang terlontar dari pria tampan bermata coklat sambil mengeluarkan senyuman khasnya yang sama dengan ayahnya.

Theresia pun melihat wajah yang secara tak sengaja muncul di wajah anaknya yang tampan itu.

“Jhony suamiku”.

Ya itu lah yang terlontar dari bibir theresia dengan raut wajah yang sedikit mengeluarkan perasaan sedihnya.

“Pasti mama lagi memikirkan papa ya? Papa pasti senang kok melihat kita. Papa pasti juga kangen dengan kita.” Mengeluarkan senyum khasnya tersebut

“Iya sayang, kamu benar. Pasti papa terlihat sangat senang melihat kita semua bahagia. Oh iya, mau kemana kamu? Roma-romanya kamu mau bertemu dengan seseorang” jawab mamanya sambil melepaskan canda

“Hahahaha, aku mau bertemu dengan jessica ma. Sudah keren kah aku ma?” Menaik turunkan alis matanya, sambil mebgeluarkan senyum lebarnya.

“Sudah sempurna” jawab mamanya sambil mencium kening anaknya.

” pasti jessica akan terlihat bahagia melihat kamu seperti ini. Jangan lupa ya cerita ke mama sesudah kamu bertemu dengannya” lanjut mama sambil melontarkan candaan yang membuat justine tertawa.

“Ihhh, apaan sih mama. Aku gak mau cerita ahhh” *menjulurkan lidahnya #bweekk . Mamanya pun tertawa melihat tingkah anaknya.

“Yaudah ya mama, byee” berlari ke arah pintu luar.

“Hati hati kamu justine, jangan ngebut naik mobilnya” teriak theresia

“Iya ma”

***

Sesampainya di rumah jessica, justine kembali mengaca di kaca mobilnya yang gelap, sambil merapikan kupluk yang dia kenakan.

*TING TONG*

*TING TONG* (bel rumah jessica)

“Iya iya, sebentar” lontaran suara wanita dari dalam rumahnya. Justine membalikan wajahnya kedepan. Pintu pun sudah terbuka

“Iya cari siapa ya?” Jawab wanita tersebut

Justine pun membalikan wajahnya, memberikan senyuman yang membuat wanita itu salah tingkah.

“Saya justine temannya jessica, bolehkah saya bertemu dengan jessica?” Jawab justine dengan raut wajah yang bahagia

“Iya tentu, saya panggilkan kaka saya dulu ya” jawab adik jessica

“Ayo silahkan masuk dulu”

Justine pun mengangguk akhirnya masuk kedalam rumahnya yang cukup besar, tak jauh dari rumah miliknya tersebut.

“KAJES…” teriak adiknya

“Iya… apaan sih teriak-teriak panggil nama gue. Gue masih ngantuk tau gak” jawab jessica dari dalam kamarnya dengan suara yang kencang

“Ada temen kaka nih yang datang! Cepet keluar!” Sahut adiknya

“Yaudah, bilang tunggu sebentar” siap siap keluar dari kamarnya

“Begitu tuh kajes, gak jelas dia” tertawa ringan ke justine. Justine pun hanya tersenyum melihatnya.

“Hmm, kajes? Kenapa di panggil kajes?” Tanya justine yang sedikit bingung

” ihhhh, kajes itu “KA-JE-SSI-CA” jawab adiknya sambil di eja. Mereka pun akhirnya tertawa.

“Oh iya, nama ku jenny adiknya kajes” menjabat tanggannya

“Iya… senang berkenalan dengan mu jes” ujar pria tampan bermata coklat sambil mengeluarkan senyuman khasnya yang membuat jenny tak berkutik.

Mata jenny pun tertuju pada justine. Jessica yang melihat itu langsung menyuruh jenny untuk pergi.

“Sana sana pergi jen” ucap jessica sambil menarik tangan jenny

“Ihhh!! Apaan sih ka, gue tahu kali #bweekk.. Dasar srigala!” Menjauh pergi dari mereka

Justine hanya tertawa meligat tingkah mereka yang seperti anak kecil. Jessica yang melihat justine, langsung mengambil bantal kecilnya dan di lemparkannya ke arah justine sambil memicingkan sebelah matanya.

“Aduhh.. kok aku di lempar bantal sih” ujar pria tampan bermata coklat tersebut.

“Lagian sih, ketawa-ketawa mulu. Jangan-jangan kamu ketawain aku ya!” Lanjut perempuan cantik yang memiliki bibir merah merona dan mata indahnya.

“Eng-enggak kok, kamu kelihatan cantik sehabis bangun tidur” mengeluarkan senyuman yang membuat jessica menjadi salah tingkah, pipinya pun berubah menjadi merah.

“Ihh apaan sih kamu. Gak lucu deh candaannya” kemudian duduk.

” belom mandi kan kamu? Sana mandi.. bau tau” ujar pria tampan bermata coklat tersebut sambil menutup hidungnya yang mancung itu.

“Ihh jahat banget sih kamu! Walaupun aku belom mandi, tapi aku tetap bersih dan wangi tau!” Sahut jessica sambil mengeluarkan wajah lucunya saat cemberut.

Justine pun yang melihat jessica, tersenyum dan memberantakan rambut panjang milik jessica.

“Aku bercanda kok, yaudah mandi gih.. abis itu kita pergi makan di luar” ucap justine sambil memiringkan wajahnya.

” mau makan dimana emangny?” Tanya jessica sambil membulatkan matanya

“Liat aja nanti. Yaudah mandi gih, abis itu kita langsung pergi” seru justine

“Oke deh. Sebentar ya” jawab jessica dan langsung bergegas untuk bersiap siap.

***

Justine mengajak jessica ketempat makan paling ternama, “HOUSE OF RAMINTEN”. Itulah tempat makan paling populer di jogja. Betapa senang dan bahagianya jessica ketika sudah dampai di tempat makan itu.

“apa kamu menyukainya?” tanya justine dengan raut wajah yang terlihat mempesona

“Yaaaa.. aku sangat suka”jawab jessica dengan semangat

“Baru pertama kalinya aku lihat kamu sehabagia ini jes.. aku ingin mengatakan aku cinta kamu, tapi kenapa bibir ini terasa susah untuk mengucapkan kata itu”

lontaran ucapan justine dalam hatinya yang memandang ke arah jessica dengan sangat ama lama, yang membuat jessica membuyarkan pikiran yang sedang di pikirkan oleh justine.

“HEII…!!, apa yang lagi kamu pikirkan sambil melihat ku?” ujar jessica sampai melambaikan tangannya ke arah wajah pria tampan bermata coklat.

Justine pun hanya mengeluarkan senyuman khasnya itu kepada jessica sambil menyapu lembut di kepala jessica.

“yaudah yuk, kita masuk kedalam” ajak justine sambil menarik lengan jessica dengan sanagat amat lembut.

Saat jalan masuk ke dalam restoran, jessica hanya memperhatikan lengan tangannya yang di pegang oleh justine.

“coba saja dulu ada yang peduli kepada ku seperti kamu, justine” ucapan dalam hati jessica sambil memperhatikan wajah tampannya.

Secara tak sengaja justine memalingkan wajahnya ke arah jessica, pria tampan itu melihat ada kesedihan di mata perempuan yang di cintainya itu

“kamu kenapa?” memiringkan wajahnya di hadapan jessica sambil mengerutkan keningnya.

Pertanyaan justine membuyarkan semua pikiran jessica. Perempuan cantik itu berhenti dari jalannya dan langsung menunduk ke bawah. Jessica tak bisa menjawab pertanyaan apapun dari justine

“kalau ada yang kamu mau ceritain, ceritain aja ke aku. Aku akan mendengarkan cerita mu dengan sebaik-baiknya. Dan jika ada kamu meminta saran kepadaku, akan aku beri saran yang baik sesuai dengan yang aku tangkap dari cerita mu itu” memberi senyum khasnya yang membuat jessica menjadi lebih tenang.

“iya, makasih ya justine” ujar jessica dengan membalas senyumnya kepada justine.

Dari raut wajah yang terpancar dari wajah jessica, justine tahu bahwa ada yang ingin di ceritakan jessica kepadanya. Karena justine tidak mau melihat wajah cantik perempuan yang dicintainya itu terus-menerus sedih, Justine pun mulai memperlihatkan perhatiannya kepada jessica sambil diiringi sebuah bercandaan kecil yang membuat jessica menjadi sedikit terhibur karenanya.

Bersambung