Justin Sad Story Part 1

Part 1Part 2Part 3Part 4Tamat

Cerita Sex Dewasa Justin Sad Story Part 1 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sex Dewasa Justin Sad Story Part 1

Perkenalkan, nama gue justine chriss. Nama gue justine karna nyokap gue suka sekali dengan justine bieber, sampai suka dan fansnya kepada penyanyi terkenal itu, gue di lahirkan sama tanggalnya dengan kelahiran penyanyi terkenal tersebut. 1 maret ya itu lah tanggal kelahiran gue.

Umur gue itu 17 tahun, dan gue tinggal bersama bokap nyokap gue yang selalu syang sama gue. Tetapi, gue takut bokap gue gk bisa temenin gue lagi. Dikarenakan kondisi bokap gue yang semakin hari semakin memburuk.

Bokap gue terkena penyakit lupus sejak 5 tahun terakhir. Bokap gue ingin bersahabat dengan penyakitnya tersebut, tapi penyakitnya pun tetap ingin merenggut nyawa bokap gue.

“Gue benci penyakit lupus!! penyakit itu kenapa menyerang bokap gue? kenapa dia gk menyerang yang lain!!! KENAPA HARUS BOKAP GUE?” ucap justine sambil memukul-mukul tembok rumah sakit dengan sekencang-kencangnya, dan membuat punggung tangannya berdarah dan akhirnya memar.

“JUSTINE!!! apa yang kamu lakukan? kamu jangan melukai dirimu seperti ini!! kalau papa liat kamu seperti ini, papa akan menjadi lebih sakit lagi” ucap adik justine sambil memegang tangan kokonya yang kekar itu.

Keesokan hari, untuk pertama kalinya justine masuk di bangku kuliah. Betapa senangnya dia berada di kampus ternama “UNIVERSITAS GADJAH MADA (UGM)” yang terletak di Bulaksumur, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“siapa gadis cantik itu?” ucapnya sambil memandangi perempuan itu dengan penuh rasa ingin taunya. Perempuan itu tiba-tiba melihat ke arah justine, yang sontak membuat justine kaget dengan menaikan kedua alisnya.

“NGAPAIN LIAT GUE?” ucapan yang terlontar dari mulut gadis itu yang berwana merah merona dengan tatapan serius sambil memicingkan kedua matanya ke arah justine.

“engg-enggakk kok!, gue enggak ngeliat lo. Ge-er banget lo!” jawab justine dengan sedikit gugup. Lalu justine pergi begitu saja tanpa menanyakan nama perempuan itu, yang baru saja membuat matanya tak bisa beralih ke yang lain

“HEI!! BERANINYA SEKALI LO TINGGALIN GUE! LO PIKIR LO ITU SIAPA?” ucap perempuan itu dengan sedikit kesal.

Justine pun tidak memperdulikan ucapannya, dia pun tetap berjalan lurus kedepan tanpa melirik lagi perempuan itu. “Astaga ya Tuhan.. siapa perempuan itu? betapa cantiknya dia” ujar justine dalam hati yang membuatnya sedikit tersenyum saat berjalan menuju kelas nya itu.

*TRINGGGGGG……!!!!

*TRINGGGGGG……!!! (bunyi bel masuk kampus)

Mereka pun semua masuk ke dalam kelasnya, tanpa terkecuali perempuan yang memiliki bibir merah merona dengan mata indahnya itu. Ternyata, perempuan itu juga memasuki kelas yang sama dengan justine. Betapa kagetnya justine, jantung justine berdetak dengan tak karuan.

“DAK DIK DUK-DAK DIK DUK-DAK DIK DUK” kira-kira itulah bunyi detakan jantung justine.

“ELO!! NAGAPAIN LO DISINI”

lontaran perempuan itu dalam keadaan berdiri dan melihat kekanan dan kekiri yang tak ada lagi kursi, yang tersisa hanya bangku di sebelah justine. Justine hanya bisa terdiam melihat perempuan itu yang membuatnya langsung terkesima dengan kecantikannya.

Perempuan itu pun langsung duduk di samping justine, dan langsung menggeserkan kursinya agak tidak terlalu berdekatan dengan bangku milik justine.

“siapa nama lo?” tanya justine dengan sedikit gugup, lalu kembali memperhatikan perempuan itu.

Perempuan itu mengeluarkan secarik kertas kecil, dan menulis 2 kata.

“JESSICA ELIZABETHH” ya itu lah tulisan yang tertera di dalam kertas kecil itu.

“ohhh, nama kamu jessica” jawab justine dengan memberi senyuman kecil.

“gak usah panggil aku kamu!! panggil aja gue elo, itu lebih bagus” kemudian perempuan yang memiliki bibir merah merona dan mata indah itu, beralih pandangannya ke depan.

“oke deh.. oh ya, nama gue justine, senang berkenalan dengan lo” sambil menjabat tangannya dengan mengeluarkan senyum khasnya, yang sontak membuat mata jessica memandang ke arah senyumannya cukup lama. Kemudian jessica pun tidak menjabat tangannya kembali.

“gak usah lebay deh lo!!” ucap jessica dengan memalingkan matanya kembali.

“okee okee, yaudah gak usah marah kayak gitu, nanti kecantikan lo bisa hilang” seru justine sambil tertawa ringan.

“zzzzzzttt… serah lo mau ngomong apa! gue gak peduli”

Bel istirahat pun berbunyi, mereka semua meninggalkan kelasnya dan beralih ke kantin. Saat justine berjalan ke arah kantin, dia melihat bahwa jessica menunjuk ke arah nya dan mempermalukan dirinya di depan orang banyak.

“kalian liat orang itu? dia sksd banget sama gue” mereka semua pun tertawa tanpa terkecuali jessica yang telah mempermalukan dirinya.

Justine pun tidak memperdulikannya, lalu pergi begitu saja ke arah lapangan bola basket.

***

Jam 3 pm, waktunya mereka semua pulang ke rumahnya masing masing. Saat ingin pulang, justine melihat ke arah perempuan yang telah mempermalukannya itu, tak lain dan tak bukan permpuan itu jessica.

“sepertinya dia menunggu sebuah jemputan” memperhatikan jessica dengan jarak yang tak jauh darinya. Justine pun menghampiri perempuan itu.

“butuh tumpangan?” tanya justine sambil memiringkan kepalanya.

“gak usah! gue bisa pulang sendiri. jangan sok baik deh sama gue !! CAPER!!” langsung meninggalkan pria tampan bermata coklat yang indah itu.

“yasudah” ucapnya kecil dan langsung pulang ke arah rumahnya.

Sesampainya di rumah, justine merasakan ada yang tidak beres dari rumahnya.

“tak biasanya rumah ini sepi seperti ini. Yang lain pada kemana? MA!! PA!! VEN!!” memanggil anggota keluarganya.

*zzzzzztttt….. zzzzzttttt…..* (bunyi dering hp pribadi milik justine)

” Hallo ma? mama dan yang lain sekarang ada dimana? kok pergi tanpa bilang ke aku sih?” ucap justine sambil membuka lemari es, dan menuangkan sebuah susu coklat segar ke dalam gelas miliknya.

Didalam telpon itu terdengar suara tangisan yang amat mendalam, yang membuat justine menjadi khawatir dan panik. “ada apa ma? kenapa mama menangis?” ucap justine dengan penuh kekhawatiran.

“Papa… papa” jawab mamanya sambil menangis.

“ada apa dengan papa ma? ada apa dengan papa? kenapa mama membuatku sangan khawatir?!” menaikan tinggi suaranya.

“Papa sudah meninggal justine”

Kemudian justine menjatuhkan gelas kaca yang berisi susu segar yang belum dia minum ke lantai..

*PRAKKK*

“aku enggak percaya ma, mama pasti lagi sedang bercandakan sama aku. Ulang tahun ku sudah lewat ma, jadi mama jangan mengerjai ku seperti ini!!” menaikan sedikit tinggi nadanya daan melontarkan ketawa kecilnya sambil menangis.

“kamu harus cepat ke sini justine, untuk melihat secara langsung mengenai papa” kemudian mamanya memberikan alamat rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, justine berlari ke arah ruangan papanya yang sudah meninggal. Justine pun diam tidak percaya, bahwa yang dia lihat adalah jenazah milik papanya sendiri yang tubuhnya sudah di tutupi kain berwana putih .

“PAPAAA!! PAA!! BANGUN PA, JANGAN BERCANDA SEPERTI INI.. PAPA LUPA DENGAN JANJI PAPA, BAHWA KITA AKAN BERLIBUR KE JEPANG SETELAH AKU LIBURAN NANTI? PAPA LUPA BAHWA PAPA BERJANJI AKAN SELALU BERSAMA-SAMA DENGAN AKU, MAMA, DAN JUGA VENESIA?” ucap justine dengan keadaan yang sangat terpukul teramat dalam.

Mamanya dan adiknya pun hanya bisa menangis mendengar justine mengungkapkan janji ayahnya kepada mereka. Justin pun memeluk ayahnya dengan sangat erat.

***

1 bulan telah terlewati tanpa adanya pahlawan di dekatku, yaitu Papa. Aku yakin kok bahwa ini yang terbaik buat papa. Tuhan sayang sama papa, makanya Tuhan enggak membiarkan papa merasakan sakit lagi. Papa orang baik, pasti papa sedang melihat ku disni.

“papa lagi apa sekarang? justine kangen banget sama papa, kangen bercandaan papa, kangen ucapan papa yang selalu membuatku merasa seperti jadi seorang pemenang” ucapnya sambil melihat bintang, yang berkelap kelip di langit.

Kemudian air mata pun terjatuh dari mata indah milik pria tampan itu. Akhirnya dia menangis dengan mendekap di lututnya itu.

Tiba-tiba sesuatu terjadi. justine merasa dipanggil oleh suara yang tak asing baginya. Justine pun menengok ke arah suara tersebut. Pria tampan tersebut lalu melihat sebuah cahaya yang terang menyinari matanya. Dia melihat sosok ayahnya di depan sana, dengan semangat justine mendekati cahaya putih itu.

“Papa..” peluk justine erat, sambil menangis.

“Jangan menangis putraku, kamu itu laki-laki jadi jangan mengeluarkan air matamu seperti ini. Papa disini baik baik saja kok, papa bersama dengan malaikat-malaikat yang selalu menjaga papa.” sahut ayahnya sambil mengelus-ngelus kepala putranya.

Justine pun hanya bisa menangis di pelukan papanya.

“iya pa, aku janji sama papa bahwa putra papa ini tidak akan menangis seperti ini lagi… Aku kangen sama papa” justine merasakan kehangatan yang ayahnya beri dalam sebuah pelukan dan ayahnya pun mengeluarkan senyum khasnya sama seperti putranya justine.

“Ada yang papa ingin sampaikan ke kamu justine, anak teman papa yang sekarang ini berada dekat denganmu di kelas. Cintai dia, dan ubahlah dia seperti yang kamu lakukan kepada adikmu venisia. Dia yang akan menjadi tulang rusukmu nanti. Walaupun kamu sekarang masih menginjak bangku kuliah, kamu pasti bisa bersama dengannya sampai kamu dewasa nanti.” ucapan terakhir ayahnya kepada putranya yang kemudian mengilang begitu cepat.

“maksud ayah? jess….”

Sebelum menyebutkan nama perempuan itu secara seutuhnya, ayahnya pun menghilang. membuat justine terbangun dari mimpinya itu.

“hanya sebuah mimpi” ucap justine dengan putus asa sambil menundukan kepalanya.

***

“JUSTINE….!!!” panggil mamanya yang membuat justine tergaket dari tempat tidurnya.

Pria tampan bermata coklat itu pun keluar dari kamarnya. Melihat banyak makanan yang ada di atas meja makan, justine pun mulai melontarkan wajah bingugnya kepada mama dan adiknya.

“ada acara apa nih? kok banyak sekali makanan yang dibuat?” tanya justine yang langsung duduk di kursi yang selalu dia duduki saat makan..

“ehhh eehh eehh, jangan duduk di kursi itu lagi ko. Pindah ke tempat duduk papa aja. Karna aku gak mau tempat duduk papa kosong” ujar adiknya yang melontarkan wajah sedih.

“tapi kan… ”

Bicara justin di potong oleh mamanya dan kemudian menyuruh anak putranya untuk duduk di kursi ayahnya. Justine pun mengikuti kemaudan mama dan adiknya. Rasa sedihpun muncul tiba-tiba di benakku, seketika aku terdiam tanpa sekata apapun.

“kalau semua ini enggak terjadi, pasti papa sekarang ada bersama sama dengan kita” ujarku sambil menaikan mataku ke arah atas, agar air mata ku tidak jatuh membahasi pipiku.

“kamu enggak masuk kuliah ko?” tanya venisia kepada kokonya, untuk membahas hal lain, supaya kokonya, tidak merasakan sedih lagi.

“Aku kuliah kok ve, tapi kebetulan aku masuk siang. Jadi bisa santai sedikit disini” jawab ku dengan sedikit senyuman yang sama dengan ayahku.

***

Justine pun mulai beraktifitas seperti biasaya, dia masuk ke kelas dan duduk bersebelahan dengan jessica. Pikiran sepintas pun muncul, saat dia berbicara dengan ayahnya di dalam mimpi justine.

“Apa benar yang dimaksud ayah itu, perempuan ini?” tatapan pun kembali di lakukan untuk jessica sambil memicingkan kedua mata coklatnya itu. Jessica pun merasa risih terhadap justine yang selalu melihatnya.

“ngeselin banget sih lo!!.. kenapa sih lo selalu memperhatikan gue kayak gitu?!! najis!” pergi menginggalkan justine dan duduk di sebelah sahabatnya.

“dasar cewek aneh!!… kanapa sih dia kayak gitu mulu sikapnya ke gue? apa salah gue coba ke dia” ucap justine dalam hari dengan pandangan yang agak kesal.

Waktu mulai pukul 1pm, waktunya untuk beristirahat. Seperti biasa jessica mulai membuat masalah lagi kepada justine, dia dengan sengaja menyiram baju putih milik justine.

“eh kesiram… maaf ya” melontarkan senyum dan mata liciknya

“MAKSUD LO APA SIH JES? KENAPA LO SELALU BUAT MASLAH KE GUE? APA SALAH GUE KE ELO, HAH?” balas justine dan sedikit menaikan nadanya dengan membulatkan matanya yang coklat itu.

“ohhhh, berani ya lo sekarang ngebentak gue..!!! LO TAU GUE SIAPA, HAH?” balas jessica dengan melpas gelas yang dia pegang ke arah justine

“GUEE, GAK PEDULI SIAPA LO DAN APA URUSAN LO DI SEKOLAH INI!! menatap ke arah jessica

Jessica pun agak sedikit takut kepada justine karna kemarahannya semakin memuncak.

“suka suka gue lah” pergi dari justine bersama teman temannya. Justine pun ikut pergi dengan arah yang berlawanan.

****

Sesampainya di rumah, justin menatap foto ayahnya yang ada di meja kamarnya. pria tampan bermata coklat itu melontarkan amarahnya tentang perempuan yang selalu mengina dia. Justine pun mulai memukul kaca yang ada di samping lemari miliknya.

Dengan rasa kesalnya pun, kaca-kaca masuk ke dalam punggung telapak tanggannya yang indah itu.

“GUE JADI ENGGAK SUKA SAMA LO, PEREMPUAN ANEH!!” lontaran ucapan justine yang begitu keras, sampai-sampai mamanya mendengar ucapannya.

Pintu kamar pun di konci, sehingga mamanya tidak bisa masuk kedalam kamar putranya itu. tetapi, mamanya ingat bahwa dia menyimpan duplikat kunci kamar milik anaknya masing masing. setelah di buka pintu kamarnya, mamanya kaget bukan main dengan apa yang di lakukan anaknya di dalam kamar.

“JUSTINE!! teriak mamanya

*PETAKKKKK” tamparan mamanya yang cukup kenyang sampai membuat justine menjadi tersadar kembali.

“apa yang kamu lakukan justine?” nangis mamanya sambil memeluk lembut anaknya

“sepengecutnya kah aku, sampai aku selalu di permalukan oleh semua teman-teman di kampus? termasuk perempuan itu?”jawab justine sambil memukul kepalanya dengan tangan kekarnya itu.

“kamu itu laki-laki sayang, enggak seharusnya kamu melakukan hal ini! kamu harus kuat, kamu lupa dengan ucapan ayahmu sebelem beliau meninggal? dia gk mau kamu menangis atau pun melakukan hal ini, biarkan saja dia begitu! jika dia yang salah, dengan sendirinya dia akan mengakui kesalahanya” ucap mamanya sambil meyakinkan anaknya dan membuat semangatnya kembali muncul

Seketika ingatan tentang ucapan ayahnya muncul kembali. Bahwa tugas dia harus mencintai dan menjaga jessica seperti dia menenjaga dan mencintai adiknya venisia.

“YA, aku akan menjalan semua tugasku untuk jessica, supaya dia bisa berubah… Tapi dengan cara apa?” seru ku dalam hati sambil mengerutkan kecing ku.

“apa yang kamu pikirkan justine?” tanya mamanya dengan serius sambil mengelus mengobati tangan anaknya yang terluka karena serpihan kaca yang masuk ke dalam putung telapak tangannya itu.

“YA, AKU AKAN MENGUBAH JESSICA, SUPAYA DIA BISA MENJADI YANG LEBIH BAIK. DAN AKU AKAN MENCINTAI DAN MENJAGA DIA SEPERTI AKU MENJAGA ADIK KU SENDIRI” ucap justine secara semangat yang membuat mamanya memberikan senyuman bahagia.

***

Cinta itu sulit ya untuk di tebak. Kadang perasaan ini bilang iya, kadang perasaan ini bilang tidak. Cinta yang cukup labil bagi gue. Memang benar, yang di katakan oleh ayah gue saat itu. laki-laki tidak boleh menangis atau pun melakukan sesuatu yang dapat merubahnya menjadi seseorang yang lain.

Kamu pasti pernah kan merasakan yang namanya jatuh cinta, tapi kamu tidak bisa untuk mengungkapkannya. Itulah yang gue rasakan saat ini. Perasaan ini seolah-olah menjebak gue, antara harus tetap bersamanya atau menjauh karna gue selalu di permalukan olehnya.

Gue ingat benar, dengan apa yang ayah gue bilang *Pria sejati akan selalu memperjuangkan wanita yang dicintainya, walaupun wanita itu tidak menyukainya. Percaya lah, bahwa suatu saat nanti, kamu akan mendapatkan dia sesuai dengan keseriusanmu selama ini. Dan kamu akan mendapatkan sebuah kebahagiaan yang sesungguhnya” itu lah lontaran ayah gue saat dia masih hidup.

“Benar sekali, gue gak boleh menjadi laki-laki yang pengecut!! kalau gue menjadi laki-laki yang pengecut, gue gak akan mendapatkan sesuatu yang seharusnya menjadi milik gue” ucap justine sambil memperlihatkan eskpresi semangatnya di depan kaca kamarnya.

Keesokan paginya, justine kembali pergi ke kampus, dan melihat jessica berada di taman sendirian dengan memegang sebuah buku novel di tangannya yang kecil. Justine dengan percaya diri datang dan menghampiri perempuan tersebut.

“Pagii cantik..” ujarku dengan sedikit candaan

“apaan sih lo justine!! sana lo menjauh dari gue!! jangan deket sama gue!” mengusir justine sambil menggeser badannya ke arah kanan yang masih banyak tempat duduk.

Justine pun tidak memperdulikannya. Ketika jessica melontarkan kemarahannya, itu menjadi sebuah tantangan bagi justine untuk membuat hatinya luluh terhadapnya.

“kayak lo asih membaca novel itu..” sambil memiringkan wajahnya dan melontarkan senyum khasnya yang pernah membuat jessica sedikit terkesima sesaat.

“aaiissshhh, bisa gak sih lo jangan kebanyakan ngomong! lo ngeganggu gue ngebaca tau gak!” memperlihatkan wajah cemberutnya yang semakin membuat justine semakin menyukainya.

“Gue enggak ngeganggu lo ngebaca kok, lo nya aja yang terganggu dengan keberadaan gue di sini” memalingkan wajah kearah taman dengan melontarkan senyuman khasnya.

Jessica pun memalingkan wajahnya ke justine sambil meperhatikan senyuman yang menawan itu. Jessica pun memperlihatkan senyuman kecilnya itu, ketika justine memalingkan wajahnya kembali ke arah jessica, perempuan cantik yang memiliki bibir merah merona dan mata indah itu memalingkan wajahnya ke buku novel yang dia pegang itu. Terlihat pipinya berubah menjadi merah merona.

“Lho kenapa sih gue? kenapa gue jadi salah tingkah seperti ini?” ucap wanita itu dalam hati dengan tingkahnya yang terburu-buru ingin pergi dari justine.

“kenapa jes?” menaikan kedua mata dan mengayunkan tagannya ke depan muka jessica

“eemmm, enggak-enggak.. gue gak kenapa-kenapa. yaudah gue mau ke kelas lagi” langsung memasukan novelnya ke dalam tas dan langsung pergi.

“Tidak biasanya jessica seperti ini, kenapa dia seolah olah…, eh apaan sih lo justine, mana mungkin dia suka sama lo ” ujar justine dalam hatinya…

***

Malam pun terasa sangat dingin. Saat justine merebahkan diri di atas ranjang kamarnya, tiba-tiba kepalanya sangat sakit tak karuan, dan hidungnya yang mengeluarkan cukup banyak darah.

” AAGGGHHHH, KELAPA GUE.. KENAPA TERASA SANGAT SAKIT!! lontaran ucapan justine yang menjerit kesakitan dengan kencang, sampai kedua anggota keluarganya di rumah mendengar suara justine.

“Ma.. mama dengar gak suara itu?” Ucap venesia dengan sedikit merasakan perasaan yang aneh.

“Kenapa suara itu terdengar seperti di kamar kko? Apa yang terjadi dengan kko?” Bergegas meninggalkan ruang tamu dan langsung ke kamar justine. Saat membuka pintu sesuatu terjadi pada justine..

*JUSTINEE…!! Teriak mamanya saat melihat justine tergeletak di lantai dengan banyaknya darah yang keluar dari hidung justine.

Justine langsung di larikan kerumah sakit terdekat. Justine tidak sadar kan diri selama 2 hari lamanya, yang membuat kedua anggota keluarganya merasa sangat ketakutan dan khawatir kepada justine.

Mereka pun menangis dan berdoa kepada Tuhan, suapaya Tuhan bisa menyembuhkan justine..

***

Setelah dua hari lamanya justine tak sadarkan diri, justine merasakan bahwa ayahnya sedang bersama dengannya.

“Justine putraku, bangun nak dari tidur lamamu” suara yang tak asing bagi justine. Justine pun mulai sadar dari tidur lamanya selama beberapa hari.

“mama, ko justine sudah sadar” ujar venesia sengan sedikit senang bahwa kkonya sudah mulai sadar dari tidurnya

Justine mulai menggerakan mata dan jarinya, dan kemudian sadar dari tidurnya. “Aku ada dimana ma?” tanya justine dengan mengeluarkan suara lemasnya itu.

“kamu sekarang ada di rumah sakit” jawab mama justine dengan sedikit tenang kemuadian mengelus kepala justine.

“Aku jadi sedikit lapar ma, bolehkah aku makan?” tanya justine kepada mamanya dengan sedikit candaan nya

“YA, tentulah sayang, kamu mau makan apa? biar mama yang beliin” balas mamanya dengan sedikit tawaan kecil.

“Oh iya ma, tadi yang membangunkan ku, itu papa. Ppa ada disini tadi ma, dia yang bangunin aku” serunya dengan mengambil posisi duduk.

Mamanya hanya bisa tersenyum haru. akhirnya air mata mamanya jatuh ke tangan justine dengan lembut.

” ada apa ma? kenapa mama menangis?” kemudian menghapus air mata mamanya yang membasahi pipinya.

***

Justine pun di perbolehkan untuk pulang kerumah oleh dokter.

“Kamu sudah boleh pulang justine. tapi ingat jaga kesahatanmu baik-baik, jangan membuat keluargamu merasa khawatir” ucap dokter

“iya, baiklah dokter, terima kasih” senyum gue yang kembali terlontar

Saat sudah sampai di rumah, gue melihat ada sebuah kado kecil yang di atasnya tertulis nama gue

“JUSTINE CHRISS, GET WELL SONN YA :)”.

Gue hanya bisa terdiam dan memperhatikan baik baik kado kecil yang seseorang kasih buat gue.

“Apa justine udah membaca dan melihat kado yang gue kasih ya?” ucap perempuan yang justine suka, yaitu jessica.

“kenapa gue jadi khawatir gini ya ke justine?” tanya jessica dalam hatinya yang membuat dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Entah perasaan apa yang muncul di diri gue untuk cowok ngeselin itu.. apa gue mulai jaa…. ” jessica pun tersadar dari ucapannya itu.

“aduuhhh apaan sih, ya kali gue suka sama cowok ngeselin itu! mustahil banget! kemudian jessica membaringkan tubuhnya di kasur dan tertidur lelap.

Bersambung