Janda Di Kontrakanku Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Tamat

Aku hanya bisa melongo menyaksikan keindahan pemandangan toket beserta bra nya dan tembemnya memek bu Amel yang kebetulan saat itu dia tidak memakai celana dalam.

“Heeyyy, koq bengong siiichh”, tegurnya

“eeeehhh, maaaf, bbuuu”, kataku

“Kayak yang ga pernah liat toket sama memek aza, segitu melongonya”, balasnya

Aku pun hanya tersenyum kecil sambil menelan ludah, lalu bu Amel memekai kaos putih ketatnya dan wooowww, sungguh2 seksi sekali. Toket nya membentuk sempurna, bulat padat dan berisi sedangkan memeknya seksi sekali dengan belahannya yang tercetak dengan jelas

“bu, coba buka bh nya”, perintahku

“aahh, kamu ada2 aja, ini kan di tempat umam”, balasnya

“ga apa2, sebentar aja”, jawabku

Lalu bu Amel membuka koas itu lalu membuka bh nya dan memakaikan lagi kaos putih ketatnya, hasilnya, pentil toket bu Amel tercetak dengan jelas, aku semakin horny di buatnya, secepat kilat aku rangkul bu Amel, aku lumat bibirnya dan tanganku meremas2 toket bu Amel dari luar kaos lalu pentilnya aku pilin2.

Mendapat serangan kilat itu, bu Amel hanya bisa pasrah dan mendesah2. Untungnya suara musik dari departemen store dapat menyamarkan suara desahan bu Amel.

“mmmssshhh, aaaahhhhh, uuuuuhhhh, heerriiii”

“mmmssshhhh, ggeeelii, uuugghhhhh, yyyeeeaahh”

“ssshhhhh, oooohh, uuuuuuhhhhhh, herrriiii, uuuuuhhh”

Lalu aku membalikan tubuh bu Amel menghadap ke cermin sedangkan aku memeluknya dari belangkang sambil tanganku terus meremas2 toket ranumnya sedangkan tangan yang satu lagi mengobel2 memeknya. Tangan ku yang berada di memeknya menelusup masuk ke dalam hotpants dan mengelus2 itil bu Amel

“uuuuhhh, yyyeeaahhh, mmmmhhhhhsssss, oooohhh”

“aaaahhhhh, heerrii, janggaann, uuuuuhhhh, maluuuu, mmmmsshhh”

“aapoongg, kamuuu seksssiii, aaku penggen ngentott memek kamuuu”, bisikku ke telinganya

“uuuuhhhh, ssshhhh, mmmsshhhh, oooohhhh”

“aaacchhhhh, iiiyaaa naanttiii yaaaa, ooouuuggghhhh, aaaaaaahhhhhh”

Bu Amel bergetar, tubuhnya mengejan2 , tangan ku dijepit oleh pangkal pahanya kuat sekali, mungkin bu Amel akan mendapatkan orgasme. Tiba2 terdengar suara orang berdehem

“hhheeeemmm, eeehhheeeemmmmm, mmmmmmmmm”

Kami pun kaget, buru2 aku tarik tanganku dari tubuh bu Amel sedangkan bu Amel merapihkan kaos sama hotpantsnya

“mmmhhhh, iyaa buu, udahh, baguuss”, kataku untuk mencegah kecurigaan orang yang berada di luar

“iya, ssipp, yang ini dan ini, ambil aja”, sambungku

Bu Amel hanya tersenyum2 kecil namun aku lihat ke 2 pahanya masih bersatu dan terlihat samar2 di wajahnya seperti orang yang menahan sesuatu.

“bu, ibuu ga apa2”, tanyaku

“oooohhh, iyaaaa. Tega kamu, herr. ibu mau bucat tau, eeehh, ga jadiii”, caracaunya

“ooohh, maaf buuu. nantii kalo di terusin bisa berabe kita”, jawabku

“Nanti di terusin di rumah aja yaaa, sayaang”

“kontolku juga udah ngaceng banget nich”, sambungku

Selama 1 jam kami berbelanja setelah itu, kami mampir di sebuah restoran untuk makan siang lalu setelah itu pulang ke rumahku.
Sesampainya di rumah aku sudah tidak tahan lagi, begitupun bu Amel, sudah sangat bernafsu ingin di entot memeknya.
Di ruang tamu aku lucuti semua pakaianku dan pakaian bu Amel.

Kami berciuman dengan ganas, saling membelit lidah, kontolku bergesekan dengan memek bu Amel, tanganku meremas2 pantat semoknya
dan menusuk2kan jariku ke lubang pantatnya. Sengaja aku tekan 2 dan aku gesek kontolku ke memeknya supaya gairah bu Amel semakin cepat naik.

“mmmmsshhh, oooohhhh, uuuuuuuhhh”

“enttoott memek ibuu, herrrii”

” memek ibu udah gateeell”

Lalau aku balikan tubuh bu Amel menghadap kursi tamu membungkukannya, aku remas2 dulu pantat bahenolnya lalu aku posisikan kontolku ke memek bu Amel. Aku ingin mengentoti memek janda kembang ini dengan gaya doggy stlye dan

Bleeessss

Aku langsung menggenjotnya denga tempo tinggi dan liar, kedua tanganku memegang pinggang bu Amel sebagai penahan tubuhku

Plloookkk Plloookkk Plloookkk Plloookkk
Plloookkk Plloookkk Plloookkk Plloookkk

“aaaaahhh, yyeesss, memek muuu enaakkk, Ameelll, uuuuhhhh”

“oooohh, memmeekk, aku entttoott kamuuuu, Ameelll, mmmsshhh”

“terruuuss, herriii, eweee memek Ameelll, eenaakk, uuuhhhh, yeeess”, balasnya

“aaacchhh, kamuuu sukaaa Ameelll, di entttoott, aaaccchh”, tanya ku

“ssukaa,ooohhhh, teruuuss yang kenceeenggg”, balasnya

“aaacchh, ooohhh, mmmm, aaaaahhh”

“memekkk, ooohh,, Ameelll, mmmmssshhhh”

Plloookkk Plloookkk Plloookkk Plloookkk
Plloookkk Plloookkk Plloookkk Plloookkk

“kontttol kmuuu, ooohhh, enaaakkk, kerrraass, ooohhh”

“eentttoot memek ibbuuuu, oooohhhh”

“haaamiliiin ibuuuu, ooohhh, bunttingginn Ameelll, heerriii”

“iibbuu pengeen pejuhhh, oooohhh”

Plloookkk Plloookkk Plloookkk Plloookkk
Plloookkk Plloookkk Plloookkk Plloookkk

Selama 20 menit aku mengentot memek bu Amel dan tak berapa lama kemudian kami orgasme bersamaan dan aku menunpahkan pejuhku di dalam memek bu Amel.

Sssseeeeeerrrrr Crrrrooottt Crrroooottttt

“Buuucaaattt, Ameelll, aaaaccchhhhh”

“iiibuuuu, jugaaaaa, oooooohhhhhh”

Begitulah kehidupanku bersama bu Amel, tiada hari tanpa ngentot. Sampai suatu hari bu Amel memberitahukan sesuatu yang membuatku bercampur aduk perasaan antara bingung, senang, takut dan entahlah sulit untuk dijelaskan.

“Heerrii, pejuh kamuu tokcer, sayaaang”, katanya dengan wajah ceria

“Ga sia2 ibu ngentot sama kamu, ga sia2 pula memek ibu di entot sama kontol kamu”

“ibu hamil, udah telat 3 minggu”, katanya sambil memberikan hasil testpack Sen***if. Terlihatlah 2 garis merah.

Mendengar hal itu, aku tidak tahu harus berkata apa, aku hanya bisa diam dan bingung apa yang harus aku lakukan

“Her, heriii, koq diem siichh ?”, tanya bu Amel

“Heeyy, kenapa, koq seperti orang yang bingung ?”, tanya nya lagi

“mmm, enggak, enggak apa apa koq”, jawabku singkat

“Ohhh, ibuu, tau, bingung yaaa, harus bagaimana ?”, terka nya

“Simpel aza, kamu harus tanggungjawab dengan kehamilan ibu ini”, jawabnya ringan

Deg, aku semakin terkesiap dengan pertanyaan dan jawaban bu Amel. Apa yang harus katakan kepada orang tuaku, bibi dan pamanku, tetangga2ku, aku semakin bingung.

Aku menghamili wanita paruh baya yang sudah janda yang kebetulan wanita itu mengontrak di rumah paman dan bibiku. Ahh, pikiran aku semakin buntu. Aku terdiam untuk beberapa saat, sampai akhirnya bu Amel berkata

“Udah, tenang aja, jangan dijadikan pikiran, jalanin aja”, katanya

“jalanin, bagamana, bu ?”, tanyaku

“yaa, tau lah, bertanggungjawab sebagai seorang lelaki”, jawabnya

Deg, aku tertembak lagi dengan perkataannya. Berarti aku harus menikahinya, waduuhh pusing sekali pikiranku. Aku harus menikahi wanita yang terpaut umur hampir 20 tahunan ini, apa nanti kata ortuku, sanak keluargaku. AAaahh, aku semakin bingung.

“bertanggung jawab, gimana, bu”, kataku belaga bodoh

Bu Amel hanya tersenyum dengan pertanyaanku, rupanya dia mengetahui kegelisahanku

“Ya, udaah, gini aja. Kamu bertanggung jawab dengan kehamilan ibu dengan merawat ibu dengan baik trus merawat anak kita dengan penuh kasih sayang”, jelasnya

“ibu, tau kamu ga mau kan menikahi ibu karena ibu sudah tua trus kamu masih muda”

“dan kamu sulit bahkan malu untuk menjelaskan semua ini ke orang tua kamu, bibi sama paman kamu”

“ibu ngerti akan semua ini. Dulu sebelum semua ini terjadi, ibu sudah memikirkannya matang2”

“dan ibu tidak akan menuntut kamu untuk menikahi ibu”

“ibu hanya ingin membuktikan kalau ibu itu tidak mandul seperti yang dituduhkan oleh mantan suami ibu dulu”, jelasnya

Aku hanya bisa mendengarkan saja tanpa bisa berbicara sepatah katapun karena aku tidak tau harus berkata apa.

“ini semua akan menjadi rahasia kita berdua”

“Dan untuk menutupi kehamilan ini, ibu kalau keluar akan memakai baju yng longgar supaya tetangga2 di sini tidak curiga”

“trus kamu harus sering nengokin anak kita, yaa”, sambungnya

“nengokin, gimana bu ?”, tanyaku bodoh

“Herri, herri, kamu panik yaaa ?”, tanya bu Amel

“gini, kamu harus sering sering ngentotin memek ibu”, jawabnya

Jawaban bu Amel membuat aku terkejut, dan tidak menyangka akan semua penjelasannya.

“Jadi, saya bebas ngentot dengan ibu tanpa harus menikahi ibu, begitu”, kataku meyakinkan bu Amel

“iyaaa, herri, sayaangg”

“├»bu, rela koq tubuh ibu dimiliki oleh kamu tanpa harus menikahi ibu”

“kamu bebas mengentot memek, pantat atau apalah”

“tubuh ibu milik kamu seorang, sayang”

“Terserah kamu mau sebut ibu pelacur, wanita haus kontol, wanita suku di entot atau apa aja terserah kamu”

“lagian ibu juga menikmati entotan kontol kamu dan ibu jadi ketagihan di entot sama kontol kamu”, jelasnya

“Tapi kamu harus sayang sama ibu, merawat ibu, sayang sama anak kita. itu aja”, sambungnya

“kamu sanggup ?”, tanya nya

“iyaa, bu. saya sanggup”, jawabku

Setelah itu mulailah babak baru kehidupanku, kini aku berstatus suami dan calon ayah dari anak yang bu Amel kandung secara de facto
Aku merawat bu Amel seolah-olah dia adalah istriku sendiri.

Lalu di sela2 libur kerja, aku membelikannya baju2 yang longgar dan celana2 yang longgar trus tidak lupa aku membelikan susu khusus ibu hamil. Untungnya di kehamilannya yang pertama ini bu Amel tidak muntah2 dan mual dan tidak ada keinginan yang macam2 namun ada pengakuan yang membuatku terkejut yaitu

“Her, entah kenapa sejak ibu hamil, keinginan untuk ngentot koq tinggi yaa”, katanya

“Memek ibu basah terus trus keingetan sama kontol kamu aza”, sambungnya

“mungkin ngidam ibu, pengen di entot terus sama kontolku”, jawabku sekena nya

“Bukan mungkin lagi tapi sudah pasti, nich seperti sekarang ini, memek ibu sudah becek, minta di entot sama kontol kamu”, jawabnya sambil mengelus2 kontolku

“aaaccchhhh”, lenguhku

Lalu bu Amel meyergapku dan aku ditindihnya, kami saling berciuman, bu Amel mengesek2kan memeknya ke kontolku lalu seperti yang kesetanan bu Amel menekan2 bibir memeknya ke kontolku sambil dengan buas dia melumat habis mulutku.

setelah puas, bu Amel meraih kontolku dengan tangannya dan langsung memasukan kontolku ke dalam memeknya

Blleessss

Bak koboy betina yang sedang menunggangi kuda jantannya, bu Amel mengentot kontolku dengan posisi WOT.

“aaaacchhhh, uuuuhhhh, yeeeessss, eeenaaak konttollmu, herrriii, uuuuhhh”

Jllleebb jlleeebb jjjleeebbb
ppllookk ppplokkk plookkk

“Ameelll, kamu liaarr, cintaaa, teeeruuss, uuuhhh”,erangku

“ennttoot konttol akuu, betinakuuu, oooohhhh”

“memek muu, hanggatt, oooooohhhhh yeeessss”

“iiyaaa, sayaaaang, memek kuu,uuuhhhh, eennaaakkk”,balasnya

Ploookkk Ploookk PPPllookkk

Terasa sekali memek bu Amel yang semakin licin semakin hangat dan semakin menjepit ketika sedang hamil, berbeda sekali ketika sedang tidak hamil. menurutku siicchh memeknya enak dan nikmat ketika hamil. Selama 40 menit bu Amel mengentot kontolku sampai akhirnya bu Amel mendapatkn orgasme nya yang pertama

“heeerrii, ooohh,,,heeerrrii, memmeeekkk Ameelll buucaaatt, ooohh”, erangnya sambil terus memompa memeknya di kontolku

“aaaaaaacccchhhhhh”

ssseeeerrrrrrrr

Bu Amel ambruk menindih tubuhku, aku yang belum dapat memaksimalkan genjotanku ke memeknya dari bawah. Kini gantian aku yang mengentot memeknya. Sambil aku peluk dan aku cium bibirnya, aku genjot memeknya dengan penuh nafsu, kedua tanganku meremas2 buah pantat nya yang semok itu. Terkadang aku tampar2 pantatnya dengan tanganku, bu Amel semakin kelojotan.

“aaahhhh, heerrii, uudaaahh, Ameelll lemees, uuuuhhh”,desahnya

Namun tak aku hiraukan, aku hanya konsen untuk mendapatkan orgasme aku

pppllookkk pllookkk
plooook pplloookkk

“Ameelll, uuuhhhh, nikmmaaatt, memek kamuuu, uuuhhhh”

“aakuu sukaa ngentottt memek kamuuu, Ameelll, aaaaccchhhh”, ceracauku

15 menit aku entot memeknya dengan posisi itu dan akhirnya

Crrrrottttt crrooottt

“aaaaccccccchhhh, buuucaaatttt, Ameelll”, teriaku

Setelah persetubuhan itu kami istirahat bahkan aku sempat tertidur. Kini hari-hari ku dilalui dengan penuh nafsu, semakin hari kebinalan bu Amel semakin terlihat dan tak henti2nya dia selalu minta di entot memeknya. Dan yang anehnya memek bu Amel semakin legit saja rasanya sehingga aku tidak bosan untuk mengentotinya.

Tak terasa sudah bulan ke-4 usia kehamilan Bu Amel dan aku mengajaknya untuk memeriksakan kandungan nya ke dokter. Hasilnya bayi yang dikandung oleh bu Amel dalam keadaan sehat, sempurna dan tidak kurang satu apapun. Mendengar hal tsb, kami senang bukan main.

Bersambung …..