Istriku Seorang Pelacur Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Tamat

Istriku Seorang Pelacur Part 2

“plok plok plok” suara seperti orang menepuk tangan begitu jelas di samping kananku. Kasur ini pun terasa bergoyang goyang seperti ada gempa. Ada apa dengan tubuhku aku sama sekali tak bisa bergerak. Kudengar pula suara tangisan anakku nina

“sluurpp slurrp , ayo terus cantik sepong kontol itu”

“uh nikmat jilat juga lidahnya sayang ya begitu”

“ahh ahh sshh uhh terus sodok yang kencang aduhh bool kuu ahh pakk keluarr” suara erangan wanita disampingku begitu nyaring

“hhaha yang dientot bool, malah keluar di memek dasar” samar samar suara laki laki terdengar

“masih mau lagi kan adek yang sexy” kata seorang pria lagi

“hosh hosh mau aku mau, pengen dientot kontol gede kalian”

“ya udah cepet sini naik diatasku” kata seorang pria dengan napas berat kali ini aku mendengar suaranya begitu lantang di sampingku yang tengah terlentang tertidur

“bangsat ada apa ini kenapa dengan diriku”, aku mengutuk diriku sendiri yang tak mampu bergerak

“uuuhhhhhh oughh” suara wanita yang mendapat kenikmatan terdengar

“ahhh nikmat memek kamu enak banget ayo goyang sayang”

“uhh uhh sshh aahh kontol bapak nikmat ahh sshh “

“Ya terus goyang bikin toket kamu yang indah ini ikutan goyang”

“aggghh uuhh , mana pak kontolnya satu lagi”

“ini sayang uuhhh nikmat banget seponganmu sayang”

“cep clep plok plok ghlock gholok” hanya itu yang terdengar.

Ada apa ini kenapa aku, apa ini hanya mimpi tapi terasa sangat nyata bagiku. Percakapan mesum mereka suara desahan dan erangan wanita itu juga suara lelaki yang mendengus bagai kuda terdengar begitu nyata. Apa mungkin istriku, tapi dengan siapa. Aku bertanya tanya dalam hati

“uhh sudah sayang bapak masukin di bool mu yah sayang”

“plop, ah iya pak masukin aja cepet cepet”, kata siwanita begitu tak sabar

“siap siap neng satu dua ti..”

“agghhhhhh”, lengkingan suara wanita itu mengalahkan suara tangis anakku

“uhh nikmat sekali boolmu sayang”

“ iya pak ayo pak tusuk kedua luubangg kuuh uuhh ouggh”

Aku hanya bisa meremas remas seprei, mencoba bergerak namun tak bisa. Goyangan dikasur ini begitu keras hingga ranjang kami menderit derit. Si wanita tak lagi mendesah tpi mengerang penuh kenikmatan. Suara tumbukan alat kelamin begitu lantang terdengar

“wow sempit banget sayang, bapak kocok yah”

“uhh ahhh “ suara desahan wanita itu terdengar lirih

“muach muach slurrpp sluurp”

“ahh toketku diapain pak uhh jangan digigit” desah wanita itu

“hehhe habisnya bapak gemes sih toket kamu kenyal, apalagi nih putingnya”

“haha uhhh oouugghh sshh ya sudah nikmatin toketku pak nih nih”

Desahan dan erangan kemudian terdengar lagi sesekali terdengar suara orang menampar kulit seseorang. Anakku tak berhenti menangis karna ulah berisik mereka. Tak lama kemudian ranjang bergoyang goyang kembali kali ini begitu keras lebih keras dari yang tadi akupun sampai terlonjak lonjak karenanya.

Siapa kedua pria ini apakah ini benar benar mimpi aku bingung aku dengan sekuat tenaga berusaha bergerak dan membuka mata namun tak bisa. Hanya membuatku lemas dan lemas. Tiba tiba saja terdengar erangan dari wanita itu

“ahhh pak pak mau keluarr ahh sshhh”

“ahh sama bapak juga barengan yah neng” kata si pria dengan nafas berat

“uggh ahhhh paakkk kellluaarrrr aahhh ennnakkk” teriak wanita itu yang sekarang benar benar kukenali kalau itu suara sinta

“ahhhh terima benihku lonte uhhhh” suara pria disampingku yang merasakan begitu nikmat

Aku masih mendengar adanya tumbukan seperti orang menepuk tangan. Namun terdengar semakin cepat dan cepat hingga terdengar suara dengusan pria itu, juga terdengar suara tepukan yang keras dan berulang kali dengan ritme yang agak lambat.

Seiring dengan itu Aku yang benar benar lemas kemudian tertidur kembali karna kelelahan berusaha bergerak.

Aku terbangun tepat tengah malam. Lampu di kamar tidurku mati kulihat bayangan istriku yang tengah tertidur disampingku. Aku kemudian menyalakan lampu tidur dan bangkit menuju dapur lalu makan akibat kelaparan.

Baru kali ini aku tertidur cukup lama. Aku masih memikirkan peristiwa tadi apakah itu hanya mimpi namun begitu nyata.

Apakah istriku selingkuh namun aku menepis kemungkinan itu tidak mungkin istriku selingkuh. Ini pasti mimpi yah hanya mimpi. Setelah makan kemudian aku kembali masuk ke kamar dan menengok anakku nina yang pulas tertidur sambil menghisap dotnya.

Aku kemudian naik kembali ke ranjang dan berusaha tidur karna besok aku harus pergi ke sebuah perusahaan untuk interview kerja.

Besok nina akan dijaga oleh kakek nenek dari pihak istriku karna aku satu satunya keluargaku yang tinggal dikota ini sementara Seluruh keluargaku berada di luar kota. Ayah dan ibuku sudah meninggal saat aku bekerja selama 2 tahun. Kematian mereka hampir bersamaan. Sementara aku tak punya saudara karna aku anak tunggal.

Kuputuskan memejamkan mata namun sebelum aku mematikan lampu tidur aku memperhatikan sebuah kejanggalan, ya kejanggalan itu adalah seprei yang kupakai saat ini berubah. Ingin kubangunkan sinta namun ia tampak nyenyak tidurnya.

Kuurungkan niatku dan berpikir positif kalo mungkin ini hanya perasaanku saja. Aku kemudian tertidur sambil menunggu esok hari dan menganggap seluruh kejadian ini hanya mimpi

***

“tttinnnn ttinnn!!!”

“woy maju dong”

“sabar mas lagi macet ini”

Macet dan macet lagi. Kutengok jam tanganku waktu sudah menunjukan pukul 2 siang. Dari semenjak pagi aku meninggalkan rumahku, untung saja orang tua sinta datang saat pagi. Kedua orang mertuaku itu membawa nina ke rumah mereka. Rencananya aku ingin singgah kerumah mertuaku sekarang. Namun disinilah aku, lagi lagi terjebak dalam padatnya lalu lintas di kota ini. aku berencana untuk singgah sebentar ke mall atau kafe untuk sedikit menghilangkan rasa gerahku saat ini. lebih dari sejaman aku terjebak macet dan akhirnya bisa lolos juga dari debu dan asap polusi kendaraan yang memadati jalan.

“huuhh akhirnya” gumamku dalam hati, kupacu sepeda motor matic hasil kerjaku dulu menuju sebuah mall terdekat dari tempatku sekarang, tak berapa lama akupun sampai diparkiran. Memarkirkan motorku lalu segera masuk kedalam mall tersebut menuju sebuah kedai kopi dengan brand dan logo wanitanya yang sudah cukup terkenal di negara ini.

Setelah memanggil pelayan dan memesan kopi mocacinno hangat akupun menyenderkan tubuhku melepas penat setelah interview tadi dan merasakan sejuknya AC di kafe ini sambil memejamkan mataku. Baru sebentar aku memejamkan mata aku merasakan ada yang menepuk pundakku. Akupun segera menoleh.

“ngapain lo tiduran disini hahah” kata seorang pria bertubuh tinggi dan atletis serta wajahnya lebih tampan dariku dengan tahi lalat dibawah matanya.

“eh elo cel kirain siapa ngapain lo” kataku sambil berdiri dan menjabat tangannya.

“gue nyari ikan disini, ya minum kopilah sekalian nungguin pacar gue tadi katanya ke salon ya udah gue tinggal aja lo taukan kalo cewek kalo nyalon lama bener” kata marcel

Marcel adalah temanku sejak sd hingga masuk smk yang sama. Namun karena hobb dan passionnya bukan dikimia seperti yang kugeluti di sekolahku. Ia kemudian memutuskan pindah dan masuk ke sma lalu melanjutkan kuliahnya sejak saat itu kami putus kontak.

“gimana sekarang loe kerja apa masih kuliah?”, tanyaku pada marcel

“enak aja masih kuliah, gue udah kerja di salah satu statiun tv bagian broadcasting, ngedit ngedit VT gitu deh” jawabnya

“VT apaan cel” , tanyaku lagi

“vT Itu semacam video teaser. Kayak berita nih setelah si pembawa acara bacain berita nah gue bagian nampilin videonya”.

“hooo” kataku membentuk huruf O bulat

“btw lo gimana kesibukan lo apa” tanya marcel padaku.

“ya gini gini aja cel, nyari kerjaan jaga anak, jaga istri.”.

“bentar bentar lo udah nikah punya istri ama anak?” tanya marcel tak percaya. “sialan kok lo nggak ngundang gue “

“gimana mau ngundang lo nomer hape lo nggak aktif. Gue datanging rumah lo ternyata lo udah pindah” kataku

“oh iya ya sorry kebetulan bokap dimutasi kerja di luar kota makanya ya sekalian aja pindah”

Tak berapa lama pelayan membawakan pesanan kopiku. Aku dan marcel saling duduk berhadapan. Ia kemudian memesan kopi setelah itu kami melanjutkan perbinvcangan membahas masa masa smp dan smk kami.

“eh kapan kapan gue kerumah lo yah, gue penasaran seperti apa cewek yang jadi nyonya dimas hahah”

“iye mampir aja, asal jangan ngerusuh ye”

“ye emang gue mau tawuran disana, gue nggak kayak elo yang dari dulu doyan kelahi” kata marcel mengingatkan kebiasaanku dulu.

Memang semenjak aku kecil aku kadang sulit menahan emosi dan sering berkelahi dengan teman teman sd hingga aku smk aku paling sering menjadi bagian terdepan saat tawuran, tapi itu dulu masa masa kelamku.

“eh ngomong ngomong pas gue tadi disalon gue ngeliat cewek beh cantik bener mirip artis siapa gitu mana pake pakaian kantor lagi. Pas selesai kampret dia ternyata udah punya suami padahal baru gue mau godain.

Karna pas gue keluar gue liat dia gitu jalan ama cowok ya mungkin 2 sampai 3 tahunan lebih tua trus gue liat tuh cowok sambil jalan ngeremes pantat sexynya tuh cewek. Sialan bener dah” kata marcel bercerita panjang lebar.

“hahaha dari dulu ye lu nggak berubah cewek mulu”

“ye daripada elo pasif, pas smp aja banyak senior yang nembak tapi lo tolak alasannya konyol lagi takut pacaran lagi karena takut diselingkuhin. Pas kayak waktu lo diselingkuhin si siapa tuh istrinya ahmad sekarang, oh si dina.”

“hahah dulu tapikan gue udah punya bini sekarang” kataku membantah ejekannya

“ye gimana kalo bini lo selingkuh”

“sinta nggak mungkin selingkuh gue percaya ama dia” kataku sambil berusaha tersenyum, aku sebenarnya tersinggung dengan kata katanya namun aku harus bisa belajar bagaimana mengatur emosiku.

“hahah eh udah dulu ye mana sini pin lo, gue invite, nanti kirimin gue alamat lo”

Setelah saling bertukar pin aku pun kemudian juga memutuskan pulang. Setelah sampai di parkiran akupun mulai menjalankan motorku. Saat melewati gerbang keluar mall aku berpapasan dengan sebuah mobil sekilas kulihat di jendela kirinya seperti sinta yang tengah duduk di bagian kursi penumpang.

Aku yang penasaran mencoba mengikuti mobil itu namun disaat sudah hampir dekat hampir saja aku menabrak seotang pengendara motor yang ingin memotong arah tanpa menyalakan lampu sein.

Hingga kemudian mobil itupun jauh dari jangkauanku dan menghilang. Kutepis pikiran negatifku, lalu akupun menuju rumah orang tua sinta.

Sesampainya disana akupun segera mengetuk pintu rumah. Tak berapa lama ibunya sinta membukakan pintu sambil menggendong nina.

“eh udah beres interviewnya nak” kata ibunya sinta padaku

“iya bu udah, lumayan sulit sih pertanyaannya tapi kujawab semampuku aja”.

“ya sudah ayo masuk nanti ibu buatin teh” kata ibunya sinta

Akupun segera masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu. Sambil menunggu kucoba menelfon sinta namun beberapa kali panggilan telfonku tak dijawabnya. Bahkan terakhir ia menolak panggilan telfonku. Mungkin ia sedang sibuk pikirku.
Tak berapa lama ibunya sinta pun datang, ia kemudian duduk di sofa panjang . kuperhatikan nina yang sedang menyedot susu formula yang ada dalam botol susunya sesekali nina memandangiku yang kubalas dengan tersenyum padanya.

“gimana dim, kapan nih nina punya adik” tanya ibunya sinta

“hahaha belum tau bu, dimas dan sinta udah usaha” kataku.

Selanjutnya aku dan ibunya sinta berbincang mengenai nina, apakah ia tadi rewel atau tidak, apakah ibu kerepotan dan sebagainya.
Tak berapa lama sedang asik mengobrol dering handphoneku berbunyi kulihat sinta menelfonku, setelah meminta ijin pada ibunya sinta kujawab telfon itu.

sinta said:
halo sayang,

dimas said:
ya, halo ada apa sayang kok tadi ditelfon nggak dijawab?

sinta said:
ahhss uuh, anu sayang tadi lagi meeting

dimas said:
loh kenapa kamu sayang kok kayak kesakitan?

sinta said:
nnggh nggak apa sayang, ini tadi temen numpahin teh manis, jadinya banyak semut merah trus ngegigit tangan uhh ku, oh iya ssayang, aku sekalian pamit yah 3 hari ini ada meeting nemenin bos sama relasinya, kamu nginepnya di rumah orang tuaku aja yah sayang. Kasian kamu kalo sendirian di rumah.

dimas said:
ya udah sayang aku nginep disini aja kamu hati hati yah, love u

Tak dibalas pesanku oleh sinta karna ia buru buru mematikan handphonenya, aku sebenarnya penasaran karna di belakang sinta seperti terdengar suara orang tertawa terbahak bahak, juga aku mendengar desahan wanita. Belum lagi kudengar suara sinta agak berbeda dia seperti menahan sesuatu.

Aku kemudian meminta ibunya sinta untuk mengijinkanku menginap tiga hari dirumahnya. Kemudian aku menuju kamar yang biasa sinta gunakan dulu untuk sejenak beristirahat dan akupun terlelap dalam tidur.

Bersambung …