Istriku Kujadikan Fantasy Part 1

Part 1Part 2Part 3Tamat

Istriku Kujadikan Fantasy Part 1

Istriku Kujadikan Fantasy Part 1

Aku cukup beruntung memiliki seorang istri yang cantik, seorang wanita keturunan yang manis dengan body yang aduhai. Saat ini usia pernikahan kami sudah 10 tahun, di usiaku yang ke 36 dan istriku yang ke 32. Namaku Eko dan istriku Lita.

Setahun lalu, setelah bertengkar hebat karena masalah-masalah kecil.. kami dipaksa kakak kandung istriku, yang namanya juga mirip, Lisa. Untuk menemui psikiater konseling mengenai pernikahan kami. Dari konseling yang menghabiskan dua bulan gajiku, ternyata permasalahan kami adalah kurangnya keterbukaan, terutama masalah seksual yang ujungnya merembet ke hal-2 lain.

Setelah dari psikiater itu hidup kami berubah total, kami mulai menceritakan fantasi-fantasi seksual kami, dan lebih berusaha memenuhi keinginan pasangan.
Satu demi satu fantasi seksual kami terpenuhi.
Ketika aku minta dia untuk berpakaian lebih seksi, Lita pun menyetujui selama masih di rumah, bahkan Lita menyempatkan diri untuk shopping baju-baju yang seksi. Maka sejak saat itu pemandangan di rumah menjadi segar, selama dirumah Lita tampak begitu seksi dengan baju-bajunya.

Hari pertama, ketika pulang kerja kudapati Lita sedang memakai celana pendek merah dari sutra, satu stel dengan atasannya, sebuah tank top dengan belahan V rendah yang memamerkan belahan dada Lita (36B, ukuran yang cukup besar untuk orang asia)..kain tank top itu hanya sampai di atas pusarnya, perutnya yang rata dan putih keliatan kontras dengan bajunya yang merah.

“Wow!…” kata-kata yang langsung keluar dari mulutku.
“Kenapa ? kaget ya punya istri sexy ?” canda Lita.
“hmmmm, yang gini nich yang bikin kerasan dirumah” sambil gue liatin Lita dari ujung kepala lehernya yang jenjang, bahunya, gundukan belahan dadanya, pusarnya sampai kakinya. putih mulus…..

Tentu pakaian-pakaian itu membuat kami make love hampir dua hari sekali.
Sedangkan fantasi Lita tidak banyak, satu-satunya keinginannya yang dia sampaikan adalah merasakan di oral. Sudah tentu itu aku penuhi selalu..

Kejadian seru bermula ketika aku memberanikan diri menyampaikan fantasiku , melihat istriku berbaju seksi di depan orang lain, entah kenapa membayangkannya aja udah membuat jantungku berdegup lebih kencang, dan ada rasa menggelitik yang merangsang.

“Ko, masak kamu mau aku dilihat orang lain?!?”
“kenapa tidak? kamu begitu seksi, dan aku begitu bangga punya istri seseksi kamu, …….ayolah kita coba sekali aja dulu… oke sayang?” sambil kupeluk.
“mm..” Lita melirik ke arahku sambil mengerutkan keningnya.
“ayolah, kita coba sama anak tetangga sebelah dulu, aku tau dia suka banget ngeliatin kamu.. lagian dia ganteng juga kan? hehe..ayolah”
“iya deh, demi suami, besok ya” sahutnya sambil ketawa.

darahku langsung berdesir, otakku berputar cepat merencanakan langkah selanjutnya,
tak terasa aku tertidur dan esokpun tiba.

Kebetulan karena besok libur, maka aku tidak kerja dan bisa dirumah.

“Mas, Lita pakai baju apa nich?” tanyanya manja.

Gleg, tak kusangka dia akan memperbolehkan aku memilihkan baju yang akan dipakai.

“terserah kamu deh…kalo aku suka rok mini tipis itu, atasannya terserah kamu” kataku takut salah.
“bentar ya aku ganti dulu” Lita naik ke kamar.

Lima belas menit kemudian dia turun
Mataku terbelalak terkagum…
rok mini merah mudah tipis yang dipakainya memamerkan lekuk indah paha dan betis Lita, mulus tak bercacat, oh ya tinggi Lita 168 dengan body langsing, namun montok ditempat yang pas, berkat latihan aerobiknya.

Setiap langkah menuruni tangga roknya akan terbang sedikit, hampir memperlihatkan celana dalamnya. Agak kecewa dengan atasan yang di pakai Lita, ternyata dia memilih baju piyama kutungan longgar. tapi secara keseluruhan dengan wajahnya yang manis dan bibirnya yang merah dan bodynya Lita tetap tampak seksi… Penisku mulai mengeras.

“Aku sudah telpon si Gery, gue minta tolong dia kesini buat bantu di taman, gue bilang kalo mas Eko pergi luar kota”
“wah ide bagus.. nanti gue bisa intip kalian dari jendela kamar di lantai dua”

baru saja aku selesai ngomong, pintu depan sudah diketok.
sambil mengetipkan sebelah mata ke istriku, aku lari naik ke lantai 2.

“Permisi tante, ada yang bisa Gery bantu?”

Sopan sekali anak ini.

“silahkan masuk Ger, ini lho tante minta tolong kamu bantuin pindah tanaman di belakang ke taman di depan”

Dari void aku bisa melihat mata Gery tak lepas memandang gunung kembar di balik piyama istriku. Bahkan ketika istriku berjalan memimpin ke taman, si Gery berjalan dibelakang sambil memandang ke pantat Lita yang berlenggok lenggok. Dengan teropong kecil aku juga ingin melihat apa yang dilihat sama Gery, wah ternyata Lita memakai G-string sehingga tidak ada tampak garis celana dalam dari luar roknya..

Yang terlihat hanya dua bulatan yang menyatu dengan indahnya. Namun rok tipis itu tetap tidak cukup untuk menutupi warna kontras celana dalam yang dipakai Lita, samar-samar dari luar tampak tali G-string hitam Lita yang mengitari pinggulnya dan menghilang di tengah-tengah belahan bokongnya. Mmmm, pantat itu yang bikin aku gemes (tipe-tipe pantat seperti jessica alba).

Sesampainya mereka di taman, Lita membungkuk tanpa menekuk kakinya sambil mengambil sekop kecil untuk bertaman, hanya saja kali ini dia membiarkan dirinya agak lama di posisi itu sambil berpura-pura mencabut beberapa helai rumput.

Gerry yang dibelakangnya kontan menatap tajam… rok tipis Lita otomatis terangkat naik di bagian belakang karena posisinya.
‘Gile pahanya putih mulus banget.’ pikir Gerry

Ternyata bagian bawah pantatnya keliatan sedikit membuat tongkat ajaib Gerry bereaksi di dalam celana jeansnya.
Bahkan si Gerry sempat memiringkan badannya untuk berusaha melihat lebih jauh ke isi rok Lita, sambil berpura-pura memperhatikan apa yang diambil Lita. Sempat sedetik Gerry melihat sekilas G-string Lita yang terbenam di belahan pantat Lita.

Mendadak Lita berdiri kemudian setelah memilih salah satu tanaman , ia jongkok sambil memberitahu Gery ini tanaman yang dimaksud. Gerry yang melihat Lita jongkok tepat di depannya dengan wajah se-level dengan tongkat ajaibnya, bibirnya yang merah basah langsung membuatnya membayangkan rasanya di oral tante cakep ini. Gery menggelengkan kepalanya berusaha untuk konsentrasi dengan apa yang dijelaskan Lita tentang cara mencabut tanaman itu.

Tapi malah dia sadar bahwa dari posisi berdirinya sekarang dia bisa melihat buah dada lita yang putih montok, bahkan dia bisa samar-samar melihat areola di seputar puting Lita yang udah tegak. ‘wah mimpi apa gue semalem, tante Lita gak pake beha’.
Gerry harus berulang kali menelan ludah ketika puting Lita berhasil diintipnya.

“Ger, kamu denger kan apa yang tante bilang” Lita tau bahwa Gery sedang melihat susunya, dan memeknya mulai bereaksi semakin basah.
“Oh..anu..iya tante”

kemudian si Gery ikut jongkok disebelah lita, sambil menggali dengan sekop kecil Lita dengan sengaja membiarkan kedua lututnya terbuka dan mengarah ke Gerry, memberikan Gerry pandangan bebas ke dalam roknya.

‘Kucing mana yang tidak suka ikan’ pikir Lita.
Dan memang betul Gerry tak bisa lepas melihat celana dalamnya yang hanya menutupi memeknya.

“Ger, kamu ngeliatin tante ya?”
“Eh, ngga…”
“Jangan bohong dari tadi tante perhatikan kamu ngeliatin badan tante terus kan?”
“sebenernya iya sich… habis tante sexy banget…”
“Ah masak sich”
“Tante pasti sering olahraga ya, body tante sintal banget, semua cowok juga pasti ngeliatin”
“Tante suka aerobik di klub perumahan ini, emang kamu sendiri pasti juga sering fitnes kan ? badanmu gagah.” sambil memandangi badan Gery dari kaki sampai kepala.
“ah tante bisa aja..” matanya kembali lari ke sela-sela rok Lita yang sedang jongkok.

Sementara itu sang suami sudah berada di lantai 2 di jendela kamar, mengintip melalui sela-sela korden, sambil memegang handycam.
Ketika Lita melirik ke atas, Eko memberikan tanda jempol untuk mendukung Lita.
Lita juga tahu bahwa tongkat ajaib Gerry udah tegak dari tadi dan membentuk tenda kecil di celananya, rasa bangga sekaligus merangsang mengalir di dalam darahnya.

“panas banget ya Ger..”
“iya nich, Gery berkeringat semua”
“lepas aja bajumu, biar gak kotor” kata Lita sambil melirik nakal

tanpa diperintah dua kali Gerry melepas kaosnya dan melemparnya ke jemuran di dekatnya.
setelah mereka menggali tanah diseputar akar tanaman, Lita berdiri dan mekangkangi tanaman itu untuk mengambil posisi menariknya. Gerry tiba-tiba merangkulnya dari belakang dan tangan mereka bersatu memegang batang tanaman untuk menarik bersama..

“Gerry bantu ya tan”

Tubuhnya berkeringat, dan menempel ke badan istriku begitu lekat. Aku yakin Lita pasti merasakan benda tumpul Gerry yang menempel di bokongnya.
Mereka terdiam di posisi itu beberapa saat tanpa ada usaha untuk mencabut tanaman sampai suara Gerry memecahkan keheningan.

“Tante harum sekali…. Gerry suka ama tante…”

Hal yang tak terduga ini membuat Lita panik, dia tidak berencana untuk melakukan kontak fisik apalagi menimbulkan perasaan pada Gerry.

“Ger, jangan begini ya… lepasin tante, masih banyak cewek di sekolahmu yang jauh lebih sexy dari tante”
“Ga! ga ada tante, cewek – cewek di sekolah resek semua, tante jauh lebih sexy” kedua tangannya melepaskan batang pohon lalu memeluk Lita persis di bawah susunya.
Aku bisa dengan jelas melihat Lita sedikit meronta sambil melihat ke arahku.
Jantungku berdegup kencang, aku tak tahu harus bagaimana, ada rasa cemburu dan marah, namun tubuhku terangsang berat… kontolku uda berdiri tegak. Aku hanya memberikan tanda jempol lagi kepada Lita.
Rupanya tanda itu ditangkap Lita sebagai persetujuan..
ia berhenti meronta.

“tante, Gerry dari dulu sering ngintip tante kalau lagi di taman atau kalau tante mau berangkat aerobik, Gerry fans berat tante,” Gerry merasakan nikmatnya kenyal pantat tante Lita yang selama ini udah bikin dia masturbasi.
“Oke Gerry, kamu baik banget ama tante, tapi lepasin tante dulu ya” Lita bisa merasakan benda tumpul yang menempel di tengah bokongnya, dan ia sendiri pun basah.
“Gerry lepasin asal tante mau tunjukin toket tante sebentar aja, dari dulu Gerry penasaran ingin melihatnya tanpa ditutupi” nafsunya bikin dia jadi nekat.

Lita tahu dia punya pilihan, bila dia menolaknya dan memarahinya maka semuanya akan selesai, tapi disisi lain dia ingin memuaskan suaminya, selain itu tubuhnya juga ingin meneruskan permainan ini.

“oke, tapi sebentar aja ya, anggap aja ini upahmu selama ini udah bantu tante”

Gerry tak menyangka keinginannnya terkabul. Dia melepaskan Lita dari pelukannya. Lita berdiri berhadapan dengan Gerry, di tengah taman terbuka di belakang rumah.
Lita melepaskan kancing piyamanya satu-satu lalu melepaskan bajunya dan membiarkannya jatuh di rumput.

“Wooaah…” Gerry terbelalak kegirangan melihat satu pasang susu montok yang begitu putih kontras dengan putingnya yang kecoklatan. Kulitnya begitu mulus dan wajah Lita begitu cantik.
tangannya kontan meraih buah dada istriku dan ia mendekatkan wajahnya ke buah dada kiri Lita, Lita segera menahan wajahnya.
“Jangan.. janjinya kan cuma liat” Lita melirik ke arahku seakan meminta persetujuan…

Aku dari tadi sudah sangat terangsang bahkan sudah mulai onani sambil melihat adegan istriku. Udah kepalang tanggung aku memberi tanda jempol.
Istriku bahkan sempat membelalakan matanya terkejut atas responku. tapi dia sendiri juga udah terangsang, memeknya sudah basah dan cairannya sudah menetes keluar dari G-string yang begitu kecil merembet di pahanya.

Si Gerry yang sudah bernafsu, memeluk punggungnya dan menariknya mendekat dengan paksa, kontan puting itu masuk ke mulut Gerry… langsung dilumatnya ganas, sambil tangannya meremas-remas susu istriku yang selama ini hanya aku yang menikmatinya. Sekarang aku membaginya dengan anak tetangga, gila!!… tapi begitu merangsang.

Mata Lita terpejam, dia pasrah dan menikmatinya.

Gerry merasakan tubuh lawannya pasrah, ia melanjutkan aksinya dengan mengulum puting kanan istriku sambil meremas dua bongkahan daging di balik rok istriku..tangannya berada dibalik rok merah muda Lita yang tipis, jadi akupun masih bisa melihat tangan itu bergerak gerak di dalam rok istriku.
Lita menggeliat “Ahhhhhmmmmmm”, aku tahu bahwa puting kanan istriku memang sensitif, pasti si Gerry membuatnya sangat terangsang.
Ketika celana dalam G-string istriku melorot ke pergelangan kakinya, aku tahu bahwa saat ini tangan Gerry sudah meraba-raba memek Lita.

“Ohhh. tante basah banget” kata Gerry.
“Iya… gara-gara kamu nich, kamu koq pinter banget pasti sudah sering ya”
“Sering lihat di filem” kata Gerry.

Lita mendongak melihat ke arahku di lantai dua dan melihatku sedang mengocok penisku yang tegak berdiri. Ia tersenyum, dan membiarkan Gerry jongkok dan menjilati memeknya.. bahkan klitorisnya juga di kulum-kulum….aku bisa melihatnya dengan jelas karena rok Lita diangkat ke atas.

“Aaaahhhhhhh….yesssss…. ennaaak..” badannya menggeliat-geliat sambil berdiri. tak lama kemudian badannya mengejang dan begetar… orgasme hebat melandanya…
“sggggg..aaaahhhhhhhhh ohhhhhh yesssss…. Yesss… aahhh ohhhh oaahh…” Tubuhnya berguncang.

Gerry tak berhenti mengulum clitorisnya sampai Lita terduduk lemas di rumput. kemudian Gerry berdiri dan menurunkan celana sekaligus celana dalamnya, tongkat ajaibnya mencelat keluar menabrak pipi Lita yang sedang duduk. Dengan satu tangan Gerry menjambak istriku dan mengarahkan penisnya yang gede ke mulut Lita… Lita menerimanya dengan membuka mulutnya dan membiarkan kontol Gerry masuk dan dibasahi oleh ludahnya.

“Oh yesss, tante jago oral… mulut tante hangat dan ena..aak..”
Slrrrppppp slrrrrrrrrrrp Lita memaju mundurkan mukanya sambil mengulum penis Gerry dari kepalanya sampai ke dasarnya.. ia beberapa kali tersedak ketika berusaha mendorong masuk sampai ke tenggorokannya…

“ohhhhh enaaakk tante…terus! terus!” sambil menjambak rambut isitriku dan memaksanya untuk mengulum lebih dalam ke mulutnya. Gerry menggoyangkan pinggulnya maju mundur.
Aku yang di lantai dua melihat dengan mataku sendiri istriku saat ini mulutnya sedang di entot ama anak SMA! Sialan.. beruntung banget anak ini…

Tapi melihat istriku diperlakukan seperti juga membuat aku sangat terangsang, tak tahan aku mengambil body lotion Lita di meja rias dan menggunakannya sebagai pelumas onani-ku. Tak tahan lagi beberapa saat kemudian aku orgasme…”aaarhhhhhhhh!!” crooot crooot ke kaca jendela.

Tak lama kemudian si Gerry juga mengejang, dia menarik kepala istriku ke arahnya dan membenamkan tongkat ajaibnya dalam-dalam di tenggorokan istriku…dan……
Cruoooot cruooooooot…
“Ohhhhhhhhhhhh Tan..te…. Li…taaahhhhhh….”

Lita tak punya pilihan lain selain menelan sperma Gerry langsung, padahal selama ini dia tidak pernah mau kalau aku mengeluarkan di mulutnya. Ada satu tetes mengalir keluar di pinggir bibirnya. Semuanya terekam jelas di handycam-ku.

“makasih ya tante.” sambil Gerry memakai kembali celananya.
“Gerry suka banget ama tante, besok boleh ya Gerry kesini lagi?”
“jangan Gerry, besok om sudah pulang, kejadian ini jangan kamu ceritakan ke siapapun lho ya!! Janji?”
“iya tante Gerry janji asal Gerry boleh dateng kesini kalo om pergi”
“Tante ga berani janji Gerry, ini ga boleh terulang lagi, cukup satu kali ini, oke?” kata Lita dengan pandangan serius.
“i..ya deh tante, makasih ya!” sambil dia berlari pulang ke rumahnya.

Setelah Lita masuk, kami bercerita panjang lebar, dan aku menceritakan betapa sexy-nya dia bahkan sempat menunjukkan videonya, dan malamnya kami bercinta seperti kelinci.

Bersambung……..