Irish Story Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Tamat

Cerita Sex Dewasa Irish Story Part 3 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Dewasa Irish Story Part 2

Dayu

Hari yang paling ditakutkan Irish benar-benar terjadi. Bagaimana tidak Dayu pacar Nando tiba-tiba muncul di Jagapati. Irish sudah merinding membayangkan Dayu akan melabraknya. Namun kenyataannya perempuan itu hanya mengajak Irish bicara baik-baik.

Tak dipungkiri Irish, akhir-akhir ini Irish sering menghabiskan waktu bersama Nando diam-diam. Mereka pergi makan malam bersama. Lalu menghabiskan waktu berlibur ke bedugul.

Nando juga tidak segan-segan lagi mencium Irish. Menggrayangi tubuh gadis itu, meski dalan batasan wajar. Dan sungguh Irish sangat menikmati kebersamaanya dengan Nando.

Otak Irish sebenarnya sudah sering memperingati bahwa sepintar-pintarnya bangkai yang disimpan pasti akan tercium juga. Namun hati Irish malah berkhianat. Tubuh dan bibirnya malah menikmati ciuman Nando.

Gaya mencium Nando sudah banyak berubah. Lebih berani dan menantang. Mungkin Nando pernah belajar dengan bule-bule disana, pikir Irish. Tapi sebodo amat, sekarang ini toh yang diciumi Nando adalah dirinya.

Setelah pintu ruangan Irish tertutup, Dayu melempar sebuah amplop yang berisi foto-foto mesra dirinya dengan Nando. Semua foto itu lengkap dengan tanggal mereka bertemu.

Mata Irish melotot melihat foto itu. Rupanya Dayu sudah menaruh curiga akhir-akhir ini dengan Nando. Dimulai dari kelakuan pria itu yang jarang menelpon atau mengiriminya pesan. Nando yang sibuk sendiri di kala weekend. Dan Nando yang selalu pulang tepat waktu lalu menghilang begitu saja.

Dayu kemudian menyuruh orang membuntuti Nando. Dan akhirnya dia menemukan fakta, tunangannya itu sedang CLBK dengan mantan kekasihnya yang merupakan sales manager di Jagapati Hotel.

Dayu meredam emosinya dengan menutupi semua tingkah Nando. Dia tidak ingin Nando terlihat buruk di mata keluarganya. Karena itu hari ini dia berniat menemui Irish.

“Saya nggak mau banyak bicara. Saya tau kamu mantannya Nando. Tapi saya adalah tunangannya. Kamu adalah masa lalu. Dan saya masa depan Nando. Saya harap kamu menyadari posisi kamu.” kata Dayu tegas.

Irish tidak berusaha melawan. Dia tau dia sudah bersalah. Mengijinkan hatinya menikmati kebersamaan dengan Nando. Tapi kebersamaan itu telah menyakiti hati orang lain.

“Saya minta maaf.”

“Saya nggak butuh maaf. Cukup kamu jauhi Nando. Dan tidak meladeninya lagi.”

“Oke.” jawab Irish pelan.

Kemudian Dayu berlalu dari ruangannya.

Tak lama setelah itu Kinta muncul. Melihat air menggenang di mata Irish, Kinta langsung mendekat dan memeluk Irish.

“Nando, Ta..Nando sama gue.. Hikss..” isaknya pelan.

“Udah. Udah. Gue juga salah waktu itu mempengaruhi loe buat balikan sama Nando.” Kinta menepuk-nepuk punggung Irish.

“Gue yang salah. Gue nggak harusnya ngikutin kemauan semata. Hikss.” tangisnya tak tertahan lagi. Air mata membanjiri blazer Kinta.

“Udah ya Rish. Mereka nggak bakal bisa dipisahkan. Kalo Nando emang cinta sama loe, harusnya dia mutusin Dayu dulu sebelum jalan sama elo.” hibur Kinta.

Kinta tau, sahabatnya pasti shock dengan kedatangan Dayu yang tiba-tiba. Meskipun Dayu tidak bikin keributan, namun Irish merasa malu. Dirinya tertangkap selingkuh dengan calon menantu Convic.

***

Diam-diam hati Reagan mencelos melihat kejadian tadi. Dayu yang menghampiri sahabatnya. Entah apa yang dikatakan perempuan itu, pasti Reagan mendengar tangisan Irish setelah Dayu keluar dari perempuan.

Awalnya Reagan tidak begitu memperhatikan, namun ketika pegawainya ribut-ribut berbisik mengucapkan nama Irish dan Dayu–perempuan yang dia tahu sebagai putri tunggal Convic–radarnya langsung menyala.

“Itu Bu Dayu. Putrinya Convic kan?” tanya salah satu pegawai perempuan.

“Mau apa dia kesini?” tanya yang lain.

“Mau ketemu sama Bu Irish.” jawab pegawai yang lain lagi, kemungkinan orang kitchen. Karena memakai setelan koki.

“Oh, aku tau. Waktu itu beberapa kali Pak Nando, tunangannya Bu Dayu sering jemput Bu Irish kesini. Mereka kepergok selingkuh kali.” bisik mbak-mbak resepsionis.

“Berisik! Kerja yang bener! Gosip aja daritadi.” bentak Reagan cukup keras, hingga mereka semua langsung terdiam dan bubar.

Reagan ingin sekali menghampiri Irish, bertanya apa yang sudah terjadi. Namun diurungkannya niat itu kala mendengar isakan Irish.

Yang Reagan tahu akhir-akhir ini Nando memang sering menjemput Irish sepulang kerja. Bahkan mereka terlihat mesra. Reagan sering memperhatikan Irish yang rajin pulang tenggo. Reagan juga pernah melihat Nando menyambangi Irish saat gadis itu sedang MOD.

Sudah dari lama Reagan ingin menanyakan sejauh apa hubungan Irish dengan Nando, namun Reagan tak pernah menemukan waktu yang tepat. Apalagi Jagapati Residence baru saja launching. Dan Reagan lebih sering ngantor mengawasi apartemen itu.

***

Mata Irish sembab setelah dirinya seharian menangis. Didapatinya pula 50 miskol dan ratusan pesan di WA dari Nando. Sepertinya pria itu sudah tau kejadian dirinya dengan Dayu tadi siang.

Tapi Irish tidak menghiraukan Nando sama sekali. Salah satu pegawainya juga menyampaikan bahwa Nando mencari dirinya daritadi, namun Kinta mengatakan bahwa Irish sibuk banyak pekerjaan, tidak bisa menemui Nando. Kenyataannya adalah gadis itu menghabiskan sekotak tissue di hadapan Kinta. Matanya bengep seharian menangis.

Kinta memilih menemani Irish di ruang kerjanya. Kinta bahkan membatalkan kencannya dengan Derek demi menghibur sahabatnya itu. Dia bersedih melihat keadaan Irish.

“Udah ya Rish. Jangan nangis terus. Nando udah gue suruh pulang kok.” namun tangis Irish tak juga berhenti.

Tiba-tiba pintu ruangan Irish diketuk pelan. Belum sempat Kinta menjawab, Reagan sudah masuk dan menghampiri keduanya.

“Loe tidur di hotel ajah ya malam ini Rish. Gue udah bukain kamar buat loe. Loe nggak mungkin pulang dengan mata bengep begitu.” Reagan menyodorkan kunci kamar VVIP untuk Irish.

Sebenarnya hanya manager atau asisten manager yang bertugas MOD lah yang akan mendapatkan fasilitas menginapa satu malam. Itupun hanya kamar biasa. Tapi hari ini pengecualian. Reagan memberi Irish kamar VVIP supaya membuat gadis itu nyaman.

“Nggak gue pulang ajah. Makasih Re.” balas Irish dengan masih terisak.

“Nggak. Gue nggak ngijinin loe pulang malam ini. Loe tidur disini. Gue udah bilang sama Abel tadi loe MOD dadakan.”

“Tapi Re..”

“Loe nurutin gue atau gue samperin Nando dan bikin dia babak belur?” ancam Reagan.

“Re!”

“Makanya nurut sama gue. Gue yang temenin loe malam ini.”

“Hah?” Irish bingung mendengar kata-kata Reagan barusan.

“Gue udah booking kamar VVIP masa gue kasi ke Kinta. Ya buat gue sama elo lah.”

“Irish belum kelar masalahnya, loe jangan macam-macam Re.” selak Kinta kesal.

“Siapa bilang gue mau macam-macam. Gue mau nemenin Irish doang malam ini. Daritadi elo kan udah on duty nemenin dia. Malam ini Irish berhutang cerita sama gue.” balas Reagan tajam.

“Gue tunggu malam ini di kamar. Jangan lama-lama Rish. Dan jangan kabur!”

Setelah itu Reagan berlalu dari ruangan Irish.

***

Pelukan Hangat

Malam ini Irish menuruti perintah Reagan. Gadis itu melangkah memasuki kamar VVIP Jagapati setelah Kinta pamit pulang sebelumnya.

Reagan sedang menyiapkan camomile tea ketika dilihatnya Irish masuk ke kamar. Reagan kemudian menyodorkan secangkir teh tersebut pada Irish.

“Minum dulu. Ini enak buat mulihin tenaga loe habis nangis tadi.” ujar Reagan sambil tersenyum.

“Makasih Re.” Irish menerima cangkir teh tersebut dan meminumnya perlahan.

“Duduk sini Rish.” Reagan menepuk-nepuk sofa kosong disebelahnya.

“Re.. Gue.. Gue minta maaf. Gue mungkin udah bikin hotel ini malu. Bukan mungkin lagi sih. Tapi beneran bikin malu. Orang-orang pasti bicarain gue tadi.” kata Irish pelan. Matanya menunduk. Tak sanggup memandang Reagan.

“Gue kecewa karena loe nggak cerita apapun sama gue soal loe deket lagi sama Nando. Seenggaknya kalo loe cerita, gue bisa ingetin loe kalo jalan yang loe pilih kali ini salah. Mendingan loe ONS deh Rish daripada jalan lagi sama Nando.”

Irish sontak mendongak menatap Reagan sengit. Bisa-bisanya dia bicarain ONS disaat hati Irish masih kelu memikirkan kejadian tadi. Reagan emang fix otaknya cuma di selangkangan!

“Maksud gue, loe boleh sama laki manapun. Tapi jangan bakal laki orang juga. Sekalipun dia mantan terindah loe. Loe mau sama gue, ayok gue jabanin, yang penting loe nggak sakit hati.”

“Gue sama elo yang ada makan hati!”

“Hahahaha. Yang penting kan nggak bakal ada yang ngelabrak elo.”

“Udah jangan dibahas lagi. Malu gue.”

“Iya iya. Eh, elo belum makan kan? Gue pesenin makan ya.”

Irish menggeleng.

“Gue masih kenyang. Gue nggak napsu makan gara-gara Dayu nyamperin gue.”

“Pokoknya loe harus makan. Gue nggak terima bantahan. Kalo loe nggak makan nanti loe pingsan lagi. Loe kira gue buka VVIP room cuma buat ngehibur elo apa?”

Irish langsung mendelik mendengar kata-kata Reagan barusan.

“Ini semua biar gue juga bisa ena-ena sama elo Rish. Loe enak gue juga enak.” lanjut Reagan lagi yang langsung dibalas oleh Irish dengan serangan bantal ke arah Reagan.

***

Sinar matahari pagi masuk lewat celah jendela yang sedikit terbuka. Irish sedang berusaha membuka matanya, menahan silau yang menusuk penglihatannya.

Irish mencoba bergerak, namun gadis itu baru menyadari sebuah lengan posesif tengah melingkari perutnya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan lengan Reagan.

Saat Irish hendak mengangkat lengan tersebut dari perutnya, Reagan malah menarik Irish lebih dalam hingga punggung gadis itu mebentur dadanya. Lengan Reagan semakin erat memeluk Irish.

Kurang ajar nih Reagan. Cari kesempatan dalam kesempitan. Batin Irish kesal.

Seingat Irish, dirinya semalam sempat menangis lagi karena terbayang-bayang wajah Nando. Mana Nando tidak juga berhenti menghubunginya. Sehingga membuat Irish menangis terus.

Lalu Reagan yang kesal, merebut hape Irish dan mematikannya. Lalu membuang hape itu di sembarang tempat. Ingatkan Irish untuk meminta ganti rugi pada Reagan kalo hapenya benar-benar rusak nanti.

Karena kelelahan menangis semalaman, Irish ketiduran di sofa. Tapi pagi ini dirinya malah terbangun di kasur dengan posisi Reagan yang memeluknya dari belakang. Mungkin Reagan yang memindahkan dirinya di kasur, kemudian ikut tertidur bersama Irish.

“Reagan lepas.” Irish berdesis sambil berusaha melepaskan tangan Reagan.

“Hmmm..” Reagan hanya bergumam.

“Re! Lepas. Gue sesek napas.”

“Gue masih ngantuk Irish.” Reagan menjawab dengan setengah sadar.

“Tapi gue mau bangun. Lepas.”

Yang terjadi kemudian adalah pelukan Reagan makin mengetat dan kepalanya masuk di cerukan leher Irish. Membuat gadis itu langsung menahan napas dan debaran jantungnya.

***

Reagan bangun sambil tersenyum bahagia. Semalam dia berhasil membuat Irish tidur dengannya, walaupun mereka nggak ngapa-ngapain sama sekali. Reagan hanya tidur dengan memeluk Irish dari belakang.

Meskipun lengannya harus kebas di pagi hari, karena menahan berat kepala gadis itu, namun Reagan senang. Bisa bersama Irish semalam. Menghibur gadis itu. Merupakan anugerah terindah untuknya.

Tunggu. Anugerah terindah. Sejak kapan dia melihat Irish melebihi sahabat. Oh, mungkin karena ciuman itu. Tapi beneran bibir Irish bikin Reagan ketagihan ingin mencobanya lagi. Kalau Reagan minta lagi, Irish pasti akan melayangkan pukulan lagi padanya.

Reagan menatap kasur yang sudah kosong disampingnya. Irish berhasil meloloskan dirinya tadi pagi dengan memukul keras tangan Reagan kemudian berlalu ke kamar mandi.

Reagan sempat membayangkan yang tidak-tidak saat Irish mandi tadi. Mungkin kalau kontrol dirinya lepas, pasti sudah diserangnya Irish tadi di kamar mandi.

Sepanjang sejarah hidup seksualnya, hanya Irish yang mampu membuat Reagan tidur tanpa melakukan adegan 17 tahun ke atas. Standing applause to Irish Jenadine Varma!

*****

“Loe nggak habis ena-ena kan semalem sama Reagan?” itulah kalimat pertama yang keluar dari bibir Kinta begitu duduk di hadapan Irish. Mata Kinta menatap dengan penuh curiga.

“Sialan loe! Emang gue semureh apa habis dari Nando menjatuhkan diri ke Reagan. Masalah gue satu belum beres. Masa mau bikin masalah baru.” Irish menjawab ketus pertanyaan Kinta barusan.

“Habis hape loe gue hubungin pagi ini nggak aktif. Gue kira loe depresi berat, terus melemparkan diri ke Reagan. Hihihi.”

Kinta terkikik geli melihat pelototan tajam Irish.

“Gue belum segila itu Kinta. Hape gue dimatiin sama Reagan semalem gara-gara Nando berisik hubungin gue terus.”

“Ohhh. Pantes. Menurut gue mending loe selesain masalah loe sama Nando sekarang. Biar dia nggak ngejar-ngejar loe lagi.”

“Gue masih males ketemu dia. Gue juga nggak tau mau ngomong apa nantinya.” kata Irish sambil bergidik mengangkat bahunya.

“Ya loe bilang donk kalo loe udah nggak mau ada urusan apapun lagi sama dia. Loe harus teges Rish. Jangan lemah dan jangan tergoda.”

“Gue coba deh kalo udah siap.”

“Secepatnya Irish. Jangan terlalu lama lari dari nasalah. Loe lari nggak akan bikin masalah loe kelar.

Irish menghela napas panjang mendengar nasihat Kinta. Tumben sahabatnya ini bener jalan pikirannya.

***

Melepas Masa Lalu

Usai pergulatan panjang dengan hati dan pikirannya, disinilah Irish duduk sekarang, berhadapan dengan Nando. Mereka memutuskan bertemu di Warung Italia yang tak jauh dari rumah Irish.

“Rish.” panggil Nando pelan.

“Hmmm..”

“Aku minta maaf soal Dayu.”

“Kamu nggak perlu minta maaf mewakili Dayu. Dayu benar. Nggak harusnya kita kayak gini.”

“Tapi aku masih cinta sama kamu Rish.”

“Aku juga Ndo. Tapi ini salah. Kamu udah punya tunangan.”

“Aku sedang berusaha melepas Dayu. Aku minta kamu tunggu aku.”

“Aku nggak bisa nunggu kamu Ndo. Aku memang salah waktu ngelepas kamu. Aku salah nggak berusaha mempertahankan hubungan kita. Aku salah karena ketakutan aku dengan hubungan jarak jauh. Tapi yang aku lakuin sekarang ini lebih salah lagi. Aku menyakiti kaumku.”

Suara Irish mulai terdengar parau, gadis itu sedang berusaha menahan emosi dan tangisnya yang hampir meluap keluar.

“Rish. Aku benar-benar cinta kamu. Aku nggak bisa ngelupain kamu. Apa sulit buat kamu nunggu aku sebentar lagi buat lepas dari Dayu? Aku akan berusaha Rish. Aku ingin memulai lagi sama kamu dari awal. Melewati masa-masa yang hilang 2 tahun itu.”

Irish menggeleng.

“Nggak.”

“Kamu tunangan orang Nando. Astaga. Kamu ngerti nggak sih? Kamu akan nyakitin Dayu kalo kamu ninggalin dia.”

“Tapi aku nggak cinta sama dia. Aku cuma cinta sama kamu. Aku nggak bisa ngerasain apapun sama dia seperti aku sama kamu.” papar Nando dengan nada yang mulai tinggi.

“Awalnya aku dekat sama Dayu sebagai teman. Tapi sepertinya dia menyalahartikan pertemanan kami. Dia menganggap lebih. Dayu bilang pada keluarganya kalo kami pacaran.”

“Ayahnya Dayu senang mendengar berita tentang kami. Lalu dia menyuruh aku cepat-cepat melamar Dayu. Ayahnya Dayu punya penyakit jantung. Aku nggak tega kalo harus bilang bahwa aku nggak mencintai anaknya, aku masih cinta sama mantan aku. Aku takut Pak Ngurah kena serangan jantung gara-gara aku. Makanya aku mengiyakan semua permintaannya.”

“Tapi demi Tuhan. Aku nggak cinta sama Dayu. Aku berusaha cinta sama dia. Tapi tetap nggak bisa. Cuma kamu Irish, yang ada di hati aku. Cuma kamu.”

Air menggenang di pelupuk mata Irish ketika mendengar penjelasan Nando. Di sisi lain hatinya ingin sekali mengiyakan untuk menunggu Nando, tapi di lain sisi, Irish tidak ingin menyakiti orang lain. Sekarang hati Irish benar-benar dalam kebimbangan.

“Aku bakal jelasin pelan-pelan ke Dayu dan Pak Ngurah. Kamu mau kan Rish nunggu aku?” tanya Nando sambil meraih tangan Irish dalam genggamannya.

***

Sudah dua minggu sejak pertemuan itu Irish selalu menjauhi Nando. Apapun yang Nando lakukan untuk bertemu dengannya, Irish berusaha menghindar.

Irish sedang bergumul dengan hatinya. Ingin mempercayai Nando atau melepasnya. Sekarang batinnya benar-benar bimbang. Lama-lama Irish bisa gila memikirkan ini semua.

Irish butuh piknik!

Irish meraih gagang telepon dan menekan nomer extension HRD. Setelah terdengar halo dari ujung telepon Irish segera menyampaikan maksudnya.

“Pak Lukman, saya cuti seminggu ya.”

***

Ada 2 jenis patah hati. Patah hati lalu move on atau patah hati lalu galau. Dan Irish adalah manusia dengan jenis patah hati yang kedua. Irish galau setengah mati.

Niat hati dia habiskan dengan kabur ke Ubud untuk menghentikan galau berkepanjangannya, tapi yang ada malah galau Irish makin menjadi-jadi.

Percuma saja dia sewa villa mahal untuk dirinya sendiri tapi hatinya tetap saja merasa sedih.

Mau nyebur ke kolam renang, Irish nangis. Mau jalan keluar, nangis lagi. Mau masak, nangis. Mau beli makan di luar, nangis. Lama-lama Irish kayak orang gila.

Irish mengehela napas panjang. Di otaknya masih terngiang-ngiang pertanyaan Nando yang berharap menunggunya. Dohkah!

Kapan warasnya kalau kayak gini. Irish meringis dalam hati.

Kruyuk kruyuk kruyuk.

Perut sialan batin Irish kesal. Lagi galau-galaunya malah minta diisi. Kalo kayak gini mau nggak mau Irish harus nyari makan juga. Dia sudah terlalu malas untuk masak sendiri.

Irish mengambil tas dan kunci mobilnya. Lalu beranjak mencari asupan untuk perutnya. Kayaknya seafood enak nih.

Irish melajukan mobilnya menuju sebuah restauran seafood yang tak jauh dari villa tempatnya menginap. Restauran itu dihiasi lampu warna-warni di sekelilingnya. Dan hanya beratapkan jerami. Meski begitu suasananya enak. Apalagi waktu masuk Irish disambut oleh band lokal yang menyanyikan lagunya Glenn Fredly.

Terserah kali ini
Sungguh aku takkan peduli
Kutak sanggup lagi
Mulai kini semua terserah

Lucu sekali pikir Irish. Resto seafood tapi lagunya mendayu-dayu.

Irish lalu duduk dan melihat-lihat menu makanan yang disodorkan pelayan padanya tadi.

“Cumi asem manis sama kerang rebus deh mbak. Nasi putihnya satu. Minumnya es jeruk ajah.” Irish menyebutkan pesanannya pada pelayan sambil mengembalikan buku menu.

Kebanyakan nangis memang menguras tenaga. Irish jadi laper berat.

Sambil menunggu pesanannya datang, Irish menyalakan hapenya yang dia matikan sejak detik pertama dia kabur ke Ubud. Berbagai pop up pesan langsung muncul di layar hapenya.

Kinta : Loe cuti kagak bilang-bilang ya? Gue kena MOD dobel nih gantiin elo.

Reagan : Loe cuti kemana? Pergi nggak bilang-bilang.

Nando : Aku ke kantor kamu. Kata pegawai kamu, kamu lagi cuti ya?

Reagan : Loe nggak minggat buat bunuh diri kan? Gue tanya Abel dia juga nggak tau elo kemana.

Memang Irish sudah mewanti-wanti Arabel untuk tidak memberi tahu keberadaan dirinya saat ini. Irish benar-benar butuh ketenangan untuk berpikir.

Kinta : Loe susah banget sih di telpon. Gue bete nih lama-lama sama elo ye! 😒😒

Reagan : KAMU JANGAN MACAM-MACAM YA RISH! JANGAN BIKIN AKU KHAWATIR. AKU NGGAK SUKA SIKAP KAMU YANG KABUR-KABURAN BEGINI. 😒😒😤😤

Pesan dari Reagan cukup membuat Irish tergelak sesaat. Apakah Reagan benar-benar sangat mengkhawatirkan dirinya saat ini? Mana pake aku-kamu segala lagi. Kayak orang pacaran aja.

Kinta : Elo jangan bunuh diri dulu. Inget elo masih punya hutang sepatu Loubotin gue yang loe rusakin waktu loe pinjem di kantor kemarin.

Sial si Kinta, disaat dirinya susah, dia malah mengingatkan sepatu Loubotin Kinta yang tak sengaja dia patahkan heelsnya kemarin. Dan itu sepatu kesayangan Kinta pula.

Waktu itu Irish terpaksa meminjam sepatu Kinta karena sepatunya tertinggal di kamar VVIP Reagan kemarin. Irish kembali ke ruangan hanya menggunakan sandal hotel. Lalu ada klien yang minta bertemu, dan Irish sudah terlalu malas kembali ke kamar mengambil sepatunya. Jadi Irish meminjam sepatu Kinta.

Tapi bukan sepenuhnya salah Irish. Heels sepatu Kinta juga sudah lost solnya. Karena terlalu sering digunakan. Waktu Irish mengenakannya, heelsnya malah patah. Di depan klien pula. Bikin Irish malu aja.

Dan yang terakhir adalah 50 panggilan tak terjawab dari Nando.

“Kamu mau makan apa sayang?”

“Terserah kamu ajahlah.”

Wait-wait. Itu kayak suara Nando deh. Tapi dia kok bisa disini? Batin Irish menangkap percakapan dua orang di belakang yang baru saja melewati dirinya.

Irish menoleh untuk memastikan dirinya tidak berhalusinasi. Itu beneran Nando dan… Dayu! Matanya memicing untuk memperhatikan lebih jelas kelakuan 2 pasang sejoli itu.

Kedua mata Irish terbelalak melihat pemandangan di depannya. Oohh. Oohh.. Astaganaga! Nando mencium bibir Dayu mesra sekali. Tangan Dayu juga bergelayut manja di lengan kekar Nando.

Holy crap!

NANDO SETANNNNNNNN!!!!!

Bersambung