Hidup di Jakarta Part 21

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45Part 46Part 47Part 48
Part 49Part 50Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55Part 56
Part 57Part 58Part 59Part 60Part 61Part 62 END

Hidup di Jakarta Part 21

Start Hidup di Jakarta Part 21 | Hidup di Jakarta Part 21 Start

Part 21

‘Slurppp’
“Agggghhhhhhh, tan. Enak tan”
Yap, saat ini, Gege kecil lagi di sedot si tante. Dan gw lagi di awang-awang sekarang. Gw dan tante masih di ruang tamu dan berpakaian lengkap.
Gw di sofa dan tante dibawah.

Kenapa tiba-tiba, gw di oral si tante? Gw juga bingun karena itu tiba-tiba.
Cuma gw gigolo yang tugasnya dipuaskan, bukan memuaskan.

Gila, gw salut sama permainan lidahnya. Gw udah tewas, men.
Beruntung banget suaminya, bisa di service kayak gini.

“Tannnn, sumpah, tan. Ini matap banget”
“Ih, kamu bisa aja” kata tante mencopot, sepongannya.
“Emang enakan mana, sama si Berlian?” Tambahnya, sambil mengocok Gege kecil.
“Tante Berlian itu lebih enak di service dibanding nyervice. Jadi enakan tante, lah.”
Emang harus diakui, gw lebih suka mengoral tante BeR, dibanding gw di oral tante BeR. Nggak Tahu, deh, kenapa.

“Kamu nginep, ya. Tante pengen lama-lama, sama kamu”
“Ya, terserah tante, aja”
“Karena, kamu mau, tante bakal kasih kamu hadiah”

Lalu si tante membuka baju dan behanya. Dan ukurannya lumayan. Apalagi, putingnya masih menantang.
Dan, lebih parahnya lagi, penis gw di kempit diantaran dua toketnya.
Ah, gila gw di titjobs.

“Aggghhhhhh, tan, parah. Hadiahnya keren, tan”
“Gitu ya, kalau gitu tante tambahin. ‘Sluprrr'”

Wahhhhhh, gw di titjobs sambil di oral. Ini enak banget, sumpah. Gw harus sering-sering minta hadiah ke si tante Clara.
Dan si tante cuma butuh sekitar lima menit, untuk membuat gw mau meletus.

“Tan, aku mau keluar, tan”
“Udah nggak papah, keluarin aja. Tapi, nanti kita lanjut lagi. Di dalem aja ya”

Dan permainan tante berlanjut.
Luar biasa!

“Ah tannnnnnnn”
‘Cuurrrrrrrrr’
Benih-benih, gw mengalir deras ke mulut si tante.

‘Glekk’
“Gimana, enak, Ge?”
“Enak banget, tan”
Anjir sperma gw ditelan semua. Haus, tan?

“Enak, ya, di service sama istri saya?”
“Iyah, enak banget”

Wait. Gw nggak salah dengerkan?
Oke gw buka kamus KBBI, dulu. Mencari kata suami.
suami/su·a·mi/ n pria yang menjadi pasangan hidup resmi seorang wanita (istri);
Gw nengok ke belakang gw.
Oh, fuckkk.

“Gini dong, mah. Cari cowok tuh yang ganteng.
Masa yang biasa-biasa mulu.
Papa aja, nyari cewek yang cantik”
Kata sang suami, Dengan muka cengengesan.
“Iya pah. Ganteng, kan? Berarti mama nggak salah milih” jawab sang istri, dengan muka sumringah juga.

WTF! Gw udah terjerumus kedalam apa ini.
Gw pikir, gw bakal di gebukin.
What’s the matter, ini????????
Pasti ada something.

“Berarti rencana mama, bisa dijalankan, dong?” Tanya sang suami.
“Bisa, dong. Dan itu harus berjalan. Iya, nggak, Ge”
Jawab sang istri lagi, sambil membenarkan celana gw.

Apa rencana gerangan, yang melibatkan gw?
Lalu tante bangun dan duduk disebalah gw, dalam keadaan masih telanjang dada, dan senderan di badan gw.

“Udah, nggak usah tegang. Santai aja. Kenalin saya Revi, suaminya Clara” sambil dia duduk di sofa seberang gw.
“Oh, saya Gege, om”
“Nama aslinya Gavin, pah” kata si tante.
“Lah, nama anak kita”
“Gimana, pah udah mau nyampe belum?” Tanya tante.
“Udah deket, kok. Sebentar lagi juga sampe”

Oke. Siapa yang sedang ditunggu?
Apa POLISI?
TNI?
Atau PASPAMPRES?
Gw mau masuk penjara, kali.
Selamat tinggal Monique, Tere, tante BeR, tante SuS, abang harus mendekam di Nusa Kambangan.

Nggak lama, ada sebuah mobil dateng.
“Nah, tuh, udah dateng” si om ini teriak.

Shit, shit, shit, shit.

“Halo om, halo tan. udah telanjang aja, tan. Nggak tahan?”
Hee????? suara perempuan????
Kok, kayaknya gw kenal suaranya?

Lalu gw menengok,
Dan…………
‘Jeng-jeng’

Wajah yang tidak asing.
Suara yang tidak asing.
Orang yang mengambil job gw.

“DEWI!”
“GEGE!”
“NGAPAIN LO!”

Bersambung

END – Hidup di Jakarta Part 21 | Hidup di Jakarta Part 21 – END

(Hidup di Jakarta Part 20)Sebelumnya | Selanjutnya(Hidup di Jakarta Part 22)