Gadis Ayah Yang Baik Part 23

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Tamat

Emma duduk gelisah menatap ayahnya yang masih menelpon seseorang. Diliriknya Douglas yang duduk tenang di sampingnya yang sesekali melempar senyum dengan maksud menenangkan dirinya.

“Sayang..” tegur ayahnya tiba-tiba

“A..ayah, aku..aku minta maaf ” jawab Emma gugup

“Ada apa sayang, kenapa kau minta maaf?” Richard menatap Emma dan Douglas secara bergantian

Emma menatap ayahnya dengan wajah bingung. Mengapa ayahnya tidak terlihat marah sewaktu dia datang bersama Douglas.

Ayahnya bersikap seolah kebersamaan mereka adalah hal yang wajar. Berbeda sekali saat dia di jemput paksa oleh ayahnya waktu itu

“Ayah memanggilmu karena ada sesuatu yang ingin ayah dan Douglas sampaikan padamu ” Emma kembali menatap bingung kearah dua pria itu.

“Sebenarnya, ada apa dengan kalian semua. Ini tidak seperti biasa. Kalian membuatku bingung.” Emma memijat pelipisnya

“Tenanglah baby girl. Biarkan ayahmu bicara ” kata Douglas lembut membelai jemari Emma yang berada dalam genggamannya

Richard berdeham melihat kemesraan yang ditunjukan Douglas pada putrinya. Baru kali ini dia melihat tatapan memuja seorang Douglas Blackwood. Selama ini pria itu selalu terlihat sinis dan dingin

“Aku sudah memutuskan besok lusa kau akan kembali ke asrama. Aku sudah menghubungi pihak asrama” kata ayahnya meraih tangan Emma yang bebas

“Tapi kenapa, bukankah kita sudah membicarakan tentang ini ayah?” tanya Emma lirih

Richard menghela nafas panjang. “Ayah tahu, ayah bukan ayah yang sempurna. Selama ini ayah terlalu sibuk dengan bisnis dan lebih memperhatikan caitlyn mantan istri ayah dibandingkan dirimu” kata ayahnya sedih.

“Ayah minta maaf sayang, saat ayah terpuruk hanya kau yang tetap tinggal disisi ayah dan hanya kau yang menguatkan ayah” isaknya

Emma bangun dan memeluk ayahnya. “Oh ayah, kau tak seharusnya meminta maaf. Kau sudah melakukan yang terbaik dan selalu berusaha membuatku bahagia.” Bisiknya lirih

Richard melepaskan pelukannya dan membelai pipi Emma. “Kembalilah ke asrama sayang, dan berhentilah mencemaskan banyak hal. Semua akan baik-baik saja”

“Tapi bagaimana mungkin, lalu kenapa semua pelayan kembali kemari ayah?” tanya Emma

Richard menatap Douglas lalu terdiam cukup lama. “Sayang, ayah harap apa yang nanti ayah sampaikan tidak membuatmu berpikiran negatif pada ayah ataupun pada Douglas”

“Ada apa sebenarnya ini?” Emma menjauh dari ayahnya dan berdiri sambil bersedekap menatap kearah ayahnya dan Douglas

“Sayang, kemarin Douglas mengunjungiku kemari. Membicarakan tentang semua hutang-hutangku padanya, lalu memutuskan untuk memberikan keringanan padaku dengan cara mencicil agar aku tak perlu menjual semua asetku ” Richard tersenyum, Emma bisa melihat bahwa beban ayahnya seperti terangkat, Emma sangat bahagia melihatnya. Tapi Emma merasa ada yang aneh disini.

Lalu kesadaran menohoknya. Ayahnya bilang, kemarin Douglas menemuinya membicarakan hal itu lalu pria itu menemuinya di lokasi pemotretan, membawanya pergi dan merayunya lagi hingga mereka bercinta dan pagi tadi mereka kembali bercinta.

Emma menatap ayahnya dengan tatapan nanar, sekarang dia mengerti mengapa ayahnya tak merasa terkejut melihat dia bersama Douglas, tak ada kemarahan juga.

“Apakah..apakah aku termasuk di dalam pembayarannya?” wajah Emma yang pucat menatap Douglas dengan sorot mata terluka dan kecewa

Douglas berdiri dan memaki. “Sialan! Aku sudah menduga kau akan berpikiran seperti itu.” tangan Douglas mengepal disisi tubuhnya. Douglas meraih bahu Emma dan menguncang-guncangkannya.

“Apakah kau merasa seperti itu? Apakah kebersamaan kita tadi malam dan pagi ini tidak membuatmu menyadarinya, tidakkah kau merasakannya?” Douglas menatap Emma yang sedang terisak dengan tajam

Richard yang merasa bahwa ini adalah masalah antara putrinya dan juga Douglas, meninggalkan keduanya dengan diam-diam dan berdoa semoga semua bisa kembali tenang dan bahagia

“Kau datang dengan tiba-tiba lalu menyeretku ke suite mu, menelanjangiku dan mengajakku bercinta setelah kau membicarakan hutang dengan ayahku. Kau kira apa yang akan aku pikirkan? Hutang ayahku tak sedikit jumlahnya Douglas, aku tahu itu!” teriaknya kencang

Douglas hanya diam menatap Emma, mencoba meredakan emosinya. “Aku tak peduli Emm, aku tak peduli jumlahnya. Bahkan jika ayahmu pergi tanpa melunasinya. Aku tak peduli” desis Douglas

“Apa yang kau inginkan Douglas?” bisik Emma lirih diantara tangisan nya

“Kau! Kau sayang! aku hanya menginginkan kau” jemari Douglas membelai pipi Emma dan bibir bagian bawahnya

“Aku…tak mengerti ” jawab Emma tergagap. Tatapan polosnya membuat Douglas mengerang

Douglas tertawa kecil. “Kau benar-benar sangat lugu hingga tak bisa mengartikan maksudku?”

Emma memicingkan matanya. “Well, maafkan aku kalau begitu tuan Blackwood yang terpelajar ”

Douglas terkekeh dan menarik tubuh Emma kedalam pelukannya, membelai rambut gadis itu dan berkali-kali mencium puncak kepalanya.
Tangan Emma mengepal di dada Douglas, dadanya bergemuruh hebat bersahutan dengan dada Douglas yang terasa berdebar nyaring di telinganya

“Menikahlah denganku sayang. Jadilah istriku, lengkapi hidupku” bisik Douglas