Gadis Ayah Yang Baik Part 22

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Tamat

Douglas menatap lembut gadis yang tertidur pulas di sampingnya. Wajah kekanakannya membuat Douglas tersenyum

Aku mencintaimu.

Kalimat yang diucapkan lirih oleh gadis itu mengusik hatinya. Bahagia? Tentu saja, membuat dia sulit memejamkan matanya. Dia ingin mengguncang-guncang tubuh gadis itu dan memintanya untuk mengulang kembali kalimat yang dia ucapkan tadi

Kemarin adalah hari yang sangat buruk untuknya (tentu saja sebelum dia bercinta habis-habisan dengan Emma). Setelah dia melihat foto-foto Emma yang hanya mengenakan bikini di majalah yang coba disembunyikan oleh Agatha,dia mengemas barang-barangnya dan meminta pilotnya untuk bersiap terbang saat itu juga ke London.

Dia pergi menemui Richard. Dia sudah siap menerima kemarahan pria itu bahkan jika pria itu memukulnya tak jadi soal. Yang penting baginya adalah menemui gadis itu. Gadis yang sudah menjungkir balikan dunianya.

Setibanya di mansion keluarga MacGarth, Douglas merasa heran karena Richard sendiri yang membukakan pintunya.

“Kemana para pelayan?” tanya Douglas melihat kesekeliling rumah

Richard berbalik menatap Douglas tajam. “Kau mencariku atau pelayan ku?”

“Aku hanya sedikit heran mengapa kau sendiri yang membukakan pintu” jelas Douglas

“Tidak ada. Emma memberhentikan semua pelayan” jawab Richard lalu mempersilahkan Douglas duduk dan menuangkan brandy untuk mereka berdua

“Tapi kenapa? Mansion ini besar, dan butuh perawatan khusus ” kata Douglas

“Menurut Emma, setiap sen sangat berharga untuk kami saat ini” ucap Richard dengan nada sedih

“Lalu siapa yang…” Douglas terdiam tak melanjutkan kalimat yang akan diucapkannya. Dia menatap tajam kearah Richard.

“Itu artinya dia tidak kembali ke asrama?” desisnya

“Tidak. Dia sudah tidak tinggal di asrama. Dia memilih keluar dan bersekolah di sekolah umum” ucap Richard pelan

“Oh Tuhan Richard. Mengapa kau membiarkannya ” seru Douglas

“Dia sudah dewasa Blackwood. Lagipula, apa yang bisa kulakukan. Aku sudah tak memiliki apa-apa lagi. Bahkan aku merasa gagal sebagai ayah ” bisik Richard sedih

“Mengapa kau tak membicarakannya denganku ” tanya Douglas tajam

“Lalu apa yang akan kau lakukan setelahnya?” kata Richard

“Kau bisa mencicil hutangmu tanpa harus menjual semua asetmu ” jawab Douglas

“Apa yang kau minta sebagai imbalan?”

Douglas menggertakan giginya, kedua tangannya mengepal. “Aku tidak sepicik itu Richard. Dan jangan sangkut pautkan masalah ini dengan kenyataan bahwa aku sudah tidur dengan putrimu. Masalah ini dan itu adalah hal yang berbeda”

“Ada hal penting apa sampai kau datang kemari. Selain membicarakan tentang hutang-hutangku tentu saja ” tanya Richard

“Serahkan Emma padaku Richard ” Douglas berkata lirih

Richard mengernyit bingung. “Apa maksudmu Blackwood. Putriku bukan barang” desisnya.+

“Kau tahu maksudku dengan jelas ” desis Douglas

Richard berdeham dan bergerak gelisah “Hmm…katakan dengan jelas ” pintanya

“Aku ingin meminta Emma padamu ” jawab Douglas canggung. “Maksudku, ijinkan aku menikahinya

“Kenapa, kenapa kau ingin menikahi putriku. Dia berbeda dengan kekasih-kekasihmu. Dan bukankah kau akan kembali bersama Irina?” tanya Richard

“Seperti kata mu, dia berbeda dengan wanita-wanita yang sering terlihat bersamaku. Dan tentang Irina, media terlalu membesar-besarkannya. Kami tidak ada hubungan apa-apa lagi ” tegas Douglas

“Apakah kau mencintai Emma?” tanya Richard tajam

“Aku mencintainya Richard. Jika tidak, aku tak akan mungkin datang jauh-jauh kemari dan memintanya padamu” jawab Douglas marah2

“Semua tergantung pada Emma. Aku hanya ingin melihat putriku bahagia. Tapi dia masih sekolah ” kata Richard

“Kelulusannya hanya tinggal beberapa bulan lagi. Aku akan menunggunya. Sekarang dimana dia?” tanya Douglas

“E..e..dia pergi ke Cambridge bersama Dorian” jawab Richard

“Brengsek!” maki Douglas yang cepat-cepat pergi keluar tak mempedulikan Richard yang terus berteriak memanggilnya2

******

“Sayang kau di mana?” teriak Douglas

“Aku dikamar mandi Douglas” sahut Emma

Tadi sewaktu dia bangun, dia tak mendapati pria itu di samping nya. Emma merutuki kebodohannya yang kembali terjatuh pada pesona Douglas sedangkan dia sendiri tahu pria itu kembali bersama Irina, tapi dia tak bisa memungkiri perasaan cinta nya.

Dia nyaris tertidur didalam jacuzzi saat Douglas berteriak mencarinya.
Douglas masuk dengan lengan kemeja tergulung hingga ke siku lalu duduk di tepi jacuzzi memperhatikan Emma

“Kau dari mana saja?” tanya Emma

“Ada sedikit urusan yang harus ku selesaikan” jawab Douglas tersenyum+

Douglas berdiri lalu melepaskan pakaiannya dan bergabung masuk ke dalam jacuzzi.
Wajah Emma merona menatap tubuh telanjang Douglas yang memeluknya dari belakang didalam jacuzzi

Tangan Douglas membelai pinggul Emma, bibirnya menjelajah kulit lembut Emma

“Aku masih menginginkanmu baby girl. Tapi, ayahmu menunggu kita di rumahmu” bisik Douglas masih terus membelai tubuh Emma

Emma terkejut mendengar kalimat Douglas. “Oh Tuhan Douglas, ayah…apa yang harus kukatakan pada ayah” serunya panik

“Ssttt..tenanglah sayang. Ayahmu tahu kau bersamaku ” bisik Douglas lagi

“Apa katamu? ” Emma terkejut mendengar kalimat Douglas

“Dia tahu kau bersamaku dan meminta kita untuk datang secepatnya” Douglas menggigit dan menarik daun telinga Emma

“Apakah ayah marah?” tanya Emma melihat kebelakang kearah Douglas

“Mengapa dia harus marah?” Douglas mengernyitkan dahinya

Emma membalikan tubuhnya menghadap Douglas. “Kau ingat bukan kejadian saat di ruang kerjamu waktu itu?”

Douglas meraih tubuh Emma. Emma mencengkram bahu Douglas. “Ya, aku ingat” jawab Douglas menjilat bahu Emma yang basah lalu mendesah nikmat

“Hentikan Douglas. Aku sedang bicara serius” pekik Emma kesal

“Baby, waktu kita tidak banyak” desah Douglas mengangkat tubuh Emma dan melesakan miliknya di kehangatan gadis itu.

***

Emma terus menggerutu sepanjang jalan menuju mansion keluarganya. Berkali-kali dia melirik kaca spion untuk memastikan penampilannya dan letak bajunya agar menutupi kissmark akibat ulah Douglas.

Douglas terkekeh yang dibalas pelototan oleh Emma.

Emma merasa sedikit heran dengan sikap Douglas yang terlihat sangat lepas. Ini bukan Douglas yang sama yang Emma temui pertama kali

Mungkinkah Irina yang membuat pria ini tampak begitu bahagia, pikirnya sedih

Mereka tiba dihalaman luas mansion keluarga MacGarth. Ketika Emma akan membuka pintu, Douglas menarik tubuh Emma kearahnya

“Ada apa, kenapa kau terlihat sedih?” Douglas mengecup dahinya

Emma menggelengkan kepalanya, menenggelamkan kepalanya di dada Douglas

“Kalau begitu ayo kita segera temui ayahmu” Douglas mengecup Bibir Emma sekilas

Emma bergegas keluar dari dalam mobil. Ketika dia akan membuka pintu rumah dia terkejut Karena ada yang membukanya Dari dalam

“Damson!” sera Emma terkejut melihat pelayannya

“Selamat datang Miss MacGarth. Ayah Nona Sudah menunggu di ruang kerjanya” sapanya tersenyum dan menganggukan Kepalanya pada Douglas

Douglas yang melihat kebingungan di wajah Emma segera menarik gadis itu menemui Richard

“Douglas, ada apa ini. Kenapa Damson ada disini dan pelayan-pelayan ini kenapa mereka disini? ” Emma menatap para pelayan yang berada disana

“Ayolah sayang, kita temui ayahmu dulu” Douglas memeluk Emma dan membimbing gadis itu menuju ruang kerja ayahnya

Emma berjalan sesekali menatap kearah Douglas yang hanya tersenyum simpul. Dia benar-benar tak mengerti. Semua terasa tidak nyata.

Sikap Douglas yang berubah menjadi lembut, lalu sekarang saat dia pulang, semua pelayan yang dulu bekerja pada keluarga nya kembali lagi dan bekerja seperti biasa seolah-olah tak terjadi sesuatu

Ada apa ini, apa yang tidak dia ketahui, pikir Emma bingung.