Gadis Ayah Yang Baik Part 19

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Tamat

Douglas terus menerus memaki Irina. Akibat ulah wanita itu, beberapa hari ini semua koran dan tabloid membicarakan tentang kebersamaan mereka beberapa waktu lalu.

Yang sebenarnya terjadi adalah Irina menghampirinya saat dia makan malam bersama kliennya di restaurant itu, lalu saat pulang Irina memintanya untuk mengantar wanita itu ke hotel tempat dia menginap, karena merasa tak enak badan.

Tapi Douglas tak mengira bahwa di luar restaurant itu sudah menanti banyak wartawan. Ulah siapa lagi jika bukan ulah Irina yang haus publikasi.

Dan soal ciuman itu, Douglas tak menyangkanya sama sekali. Semua begitu tiba-tiba. Dan selama beberapa hari ini hal itu membuatnya meradang. Dia merasa sudah dijebak.

“Irina mencarimu” kata Agatha tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerjanya.

Douglas tahu Agatha sangat membenci Irina, dan menyebut mantan istrinya itu penyihir jalang. Dan Agatha tak pernah berusaha menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap Irina.

Douglas menatap muak saat Irina masuk ke ruang kerjanya. “Sekarang apa lagi Irina?” tanyanya tajam.

“Douglas, baby. Berhentilah merajuk” bujuk Irina berjalan mendekati Douglas, lalu duduk di pangkuannya. “Aku merindukanmu” desahnya di telinga Douglas.

“Hentikan Irina” desis Douglas

“Douglas, beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku ingin kita kembali bersama seperti dulu. Aku sudah lelah berkelana, aku ingin menetap” ucapnya dengan nada memohon.

Douglas tertawa sinis mendengar ucapan Irina. “Aku sangat mengenalmu Irina. Katakan saja dengan jujur, bahwa saat ini ketenaranmu sudah mulai meredup, dan tawaran untuk pemotretan mulai berkurang atau pria-pria itu mulai bosan denganmu?” Tanya Douglas.

Irina terlihat tidak suka dengan komentar Douglas, dan Douglas tak mau ambil pusing.

“Dengar Douglas, aku hanya ingin mencoba memperbaiki hubungan kita” jawab Irina

“Hubungan kita sudah lama berakhir Irina, dan aku tak berminat untuk memperbaiki apa-apa denganmu” jawab Douglas tak peduli.

“Tapi kau tak bisa menyangkal bahwa kita adalah pasangan hebat diatas ranjang” potong Irina.

“Dulu kita memang pasangan hebat jika menyangkut soal seks Irina. Tapi itu hanya masa lalu” jawab Douglas.

“Mengapa kita tak mencobanya sekarang Douglas? Untuk membuktikan bahwa kita masih sangat cocok.” bujuk Irina

“Aku tak tertarik untuk mencobanya” dengus Douglas

“Kau takut” tukas Irina

“Kau lucu sekali Irina. Aku bukan takut, tapi tak berminat. Tidakkah kau mengerti hal itu?” desis Douglas

“Mengapa Douglas, apakah ada seseorang?” Kata Irina sengit

“Kurasa itu bukan urusanmu!” jawab Douglas tak kalah sengitnya.

“Pergilah, aku ingin sendiri”

“Siapa dia?” tanya Irina

“Bukan seseorang yang kau kenal. Dan bukan urusanmu” kata Douglas lagi

“Lusa aku pulang, mungkin kau berubah pikiran” ucap Irina penuh harap lalu berjalan kearah pintu.

“Apakah kau mencintainya? Atau kau hanya memanfaatkannya untuk melampiaskan nafsu binatangmu?” tanya Irina tiba-tiba.

Douglas hanya terdiam menatap Irina. Tangannya mengepal. Kata-kata wanita itu cukup menohoknya. “Pergilah Irina” jawab Douglas tajam.

***

Pertanyaan Irina terus terngiang di telinga Douglas. Cintakah dia pada Emma. Douglas terbiasa sendiri setelah perceraiannya dengan Irina, wanita datang dan pergi dalam hidupnya, tak pernah benar-benar tinggal dalam jangka waktu yang lama.

Douglas selalu menghindari hubungan yang bersifat emosional. Dia tak berminat untuk menjalani satu hubungan dengan serius. Media selalu menyebutnya seorang casanova dan Douglas tak peduli.

Sampai dia bertemu Emma MacGarth, putri dari rekan bisnisnya. Gadis itu penuh semangat dan segar. Tubuh mudanya mampu membius Douglas. Lidah tajam lnya membuat Douglas kehilangan kendali dirinya.

Dan sekarang gadis itu pergi, membuat Douglas merasakan suatu kehilangan yang amat sangat. Bahkan perpisahannya dengan Irina tak terasa seperti saat Emma meninggalkannya.

Cintakah yang dia rasakan saat ini, Douglas tak tahu. Dia tak mengerti tentang konsep cinta. Tapi jika kehilangan dan kerinduan yang sedang dia rasakan saat ini adalah cinta, celakalah dia karena sudah membiarkan Emma keluar dari hidup nya.

***

“Selamat pagi” sapa Douglas menarik sebuah kursi di pantry

Agatha yang tak menyadari kehadiran Douglas tampak sangat terkejut, dengan cepat dia meraih sesuatu dan menyembunyikannya dibelakang punggungnya.

“P..pagi Douglas” sapa Agatha dengan nada gugup

Douglas memicingkan matanya menatap Agatha. “Apa yang sedang kau pegang itu Agatha, mengapa kau menyembunyikannya dibelakang punggungmu?” tanya Douglas penasaran

Agatha menelan ludah dengan gugup. “Mmm..ini..ini bukan sesuatu yang penting, hanya sampah. Aku bermaksud untuk membuangnya” jawabnya.

Douglas berdiri dan menghampiri Agatha yang bersikap sangat aneh menurutnya.

“Berikan padaku Agatha. Aku ingin tahu apa itu” pinta Douglas dingin.

“Dengar Douglas, ini hanya sampah. Sungguh” jawab Agatha dengan nada lirih, tubuhnya terasa lemas.

Dengan tenang Douglas mengulurkan tangannya meraih sesuatu yang Agatha sembunyikan. Sebuah majalah, kernyit Douglas.

“Ini Majalah lama, aku bermaksud untuk membuangnya” ucap Agatha lirih.

Agatha mencoba merebut majalah dari tangan Douglas tapi terlambat, karena Douglas sudah terlanjur melihat apa yang coba Agatha sembunyikan darinya.

“Sialan!. Apa-apaan ini, brengsek!.” serunya dengan marah dan membanting majalah itu ke meja.

Brengsek! Sialan! Maki Douglas. Dia berjalan cepat menuju kamarnya. Meraih beberapa pakaian dan memasukkannya kedalam tas.
Harusnya dari kemarin dia menyelesaikan semua ini. Dan mengapa gadis itu melakukannya lagi! Memamerkan tubuh indahnya. Batin Douglas geram.

Lalu kenapa Emma tidak berada di asramanya. Bukankah liburan telah usai. Apa sebenarnya yang terjadi. Apa yang Richard pikirkan. Membiarkan Emma seperti itu.

Douglas sangat marah! Dia menghubungi asistennya, untuk menarik semua majalah sialan bergambar Emma. Tak boleh ada satupun pria yang menikmati keindahan tubuh gadis itu. Dia adalah milik Douglas.

Emma McGrath adalah milik Douglas Blackwood! Dan akan dia pastikan itu! Tak peduli bagaimana caranya nanti dia menghadapi Richard. Pria itu boleh memukulinya, dia tak peduli.