Gadis Ayah Yang Baik Part 15

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Tamat

Douglas menegang melihat apa yang dilakukan Emma. Pikirannya berkecamuk. Gairah begitu kuat menguasainya tapi akal sehatnya mengingatkannya bagaimana saat terakhir mereka bercinta Emma lari ketakutan.

Dan sekarang gadis ini datang mengisyaratkan padanya bahwa dirinya siap untuk semua permainan ini.

Emma duduk dibawah kaki Douglas dengan masih menggigit cambuk, menanti perintah Douglas tapi pria itu hanya menatapnya dalam diam. Dia menanti dengan sangat gelisah
Douglas mengambil cambuk dari mulut Emma dan menyuruh gadis itu agar berdiri.

“Kau menginginkannya?” tanya Douglas.

“Ya daddy” jawab Emma.

Douglas kembali terdiam untuk beberapa saat. Dia tampak berpikir keras. Dia tak ingin membuat kesalahan yang bisa membuat Emma kembali lari tunggang langgang meninggalkannya lagi. Tapi dia juga tak mampu menyangkal gairahnya. Dia menginginkan Emma.

“Kau tahu apa kesalahanmu baby girl?” tanya Douglas tiba-tiba.

Emma menatap Douglas bingung. “Apa maksudmu, aku tak mengerti. Dimana salahku?” tanyanya bingung

Douglas mengambil sebuah tongkat kecil panjang yang sangat diingat oleh Emma, dadanya berdebar kencang.
Douglas berjalan mengelilingi Emma dan menatap Emma dengan tatapan menilai dari atas sampai bawah.

“Rok yang kau kenakan terlalu pendek” kata Douglas menyingkap sedikit rok nya dengan tongkat di tangannya.

“Dan kenapa kau membuka kancing bajumu?, Apakah kau senang menggoda para pria?” tanyanya seraya mengetuk-ngetuk kancing Emma yang terbuka

“Tidak, daddy” jawab Emma

“Kau tahu apa hukuman untuk kesalahanmu baby girl?” tanya Douglas menatap Emma

“Tidak, daddy ” jawab Emma menundukan kepalanya.

Douglas berjalan kebelakang Emma, memegang dan meremas bokong gadis itu. “Aku akan memukul bokong indahmu” bisik Douglas lalu membelai bokongnya.

Emma mendesah dan memekik pelan saat belaian Douglas berubah menjadi remasan kuat. Dadanya berdebar kencang, gairah dan rasa takut bercampur menjadi satu.

Seakan tahu kegelisahan dan ketakutan Emma, Douglas mengecup telinganya. “Kau percaya padaku baby girl?” bisiknya

“Ya, daddy” bisik Emma lirih.

Douglas menarik tubuh Emma kearah sel dan mengikat kedua tangan Emma di salah satu jeruji besi, melebarkan kedua kaki gadis itu dan menyuruhnya untuk sedikit membungkuk hingga rok nya sedikit tersingkap memperlihatkan pakaian dalamnya yang berwarna putih.

“Kau tahu, warna putih sangat cocok untukmu baby girl. Mari kita lihat apa yang kau punya dibalik kain putih itu” kata Douglas di telinga Emma

Douglas mengarahkan tongkatnya ke balik bokong Emma dan menarik pakaian dalam putih itu ke bawah. Douglas melepaskan dan mengambilnya.

Dipeluknya tubuh Emma. “Oh lihat ini baby girl, kau sudah basah” pekik Douglas senang lalu mengendusnya.

“Aku menyukai aromanya” bisiknya

Nafas Emma tersentak saat jemari Douglas membelai kewanitaannya “Ohhh.. Please” desahnya

Douglas menghentikan belaiannya. “Nanti baby girl, setelah kau mendapat hukumanmu” kata Douglas tajam

Douglas mundur selangkah melepaskan pelukannya, dibelainya bokong Emma dan di tepuk pelan “kau siap, baby girl?”

“Ya, daddy” jawab Emma

Douglas berjalan menjauh, Emma menanti dengan tegang. Dia tak tahu apa yang akan Douglas pilih untuk menghukumnya kali ini. Tiba-tiba dia merasakan Sebuah benda keras terbuat dari kulit menempel dibokongnya.

“Tenanglah baby girl, ini hanya paddle terbuat dari kulit pilihan. Aku memesannya khusus, tak akan melukaimu” bisik Douglas. “Mulailah berhitung baby girl”

Emma menjerit menahan sakit dan berteriak menghitung setiap kali Douglas memukul bokongnya dengan paddle.

Emma memutar kepalanya ke belakang melihat tangan Douglas yang lain sedang memegang kejantanannya dan membelainya turun naik setiap kali pria itu selesai memukul bokongnya. Mata pria itu terpejam raut wajahnya memperlihatkan suatu kenikmatan.

Douglas membuka mata nya dan menyadari Emma sedang melihat dirinya, diraihnya tubuh Emma, dicengkramnya rahang gadis itu “apa yang kau lihat baby girl?” tanyanya.

“Kau ingin ini?” ucap Douglas seraya menggesekan miliknya di bokong Emma.

“Ohhh, please..” desah Emma menggerakan tubuhnya.

“Sttt.. Tenanglah, jadilah gadis baik maka aku akan memberikannya untukmu” bisik Douglas.

Douglas melepaskan ikatan tangan Emma lalu berjalan kearah sofa. “Kemarilah little girl” perintahnya seraya menepuk kedua pahanya.

Emma berjalan perlahan mendekati Douglas lalu berdiri menunggu hingga Douglas memintanya untuk duduk dibawah diantara kedua kaki nya.

Douglas mengetuk-ngetukan jemari nya di lengan sofa, menilai Emma secara menyeluruh, lalu menarik kepangan rambut gadis itu hingga dia sedikit membungkuk dan melumat bibirnya kasar.

“Kau ingin ini?” tanyanya seraya memegang miliknya yang masih tertutup celana kerjanya

“Ya daddy, please..” pinta Emma

“Apa yang akan kau lakukan dengan ini little one?” tanya nya

“Aku ingin kau memenuhi mulutku lalu memasukiku, please..” desah Emma.

“Gadis malang, kau sangat menginginkan ini ya?” tanya Douglas

“Ya daddy..”

“Aku akan memberikannya untukmu baby girl” kata Douglas seraya melepaskan miliknya dari dalam celananya.

Emma melirik Douglas penuh harap, membuat pria itu terkekeh.”Berlutut” perintah Douglas. Emma menuruti perintahnya.

Lalu Douglas menarik kepala Emma kearah miliknya menyuruh gadis itu untuk mengoralnya. Tanpa ragu Emma memenuhi mulut mungilnya dengan milik Douglas, menjilat dan mengulumnya, sesekali menghisapnya kuat membuat Douglas memekik nikmat.

Douglas memegang tengkuk Emma dan menahan kepala gadis itu lalu mulai mengocok miliknya dengan cepat keluar masuk dimulut Emma membuat gadis itu sulit untuk bernafas dan hampir tersedak saat milik Douglas menyentuh ujung tenggorokannya.

Tiba-tiba tubuh Emma diangkat dan didudukan dipangkuan Douglas. Douglas merenggut kasar kemeja Emma hingga terlepas menyisakan bra hitam gadis itu.

Tangannya meremas kasar payudara Emma dan melepaskan kaitannya lalu melemparkan bra itu. Dipandanginya dada Emma yang telanjang, diusapnya puting yang mencuat tegang dengan ibu jarinya. Emma terengah nikmat.

“Kau cantik baby girl, aku sangat memujamu” bisik Douglas.

Emma merintih saat Douglas menurunkan bokong Emma dan melesakan kejantanannya. Douglas menarik pinggul Emma agar menerima desakannya yang sangat kuat, matanya menggelap dan kilat posesif terlihat diantara kabut gairahnya. dia mengerang setiap kali tubuhnya mendesak tubuh Emma.

Emma bergerak melawan desakan tubuh Douglas, lidah dan mulut pria itu bergerak lincah menjilat dan menghisap puting Emma.

“Ya.. ya..” desis Emma saat dia merasa orgasmenya mulai terbit, tubuhnya gemetar hebat gerakannya semakin liar.

Douglas menahan pinggul Emma dan mendesakan tubuh nya lebih kuat dan cepat. Nafasnya memburu seiring hujamannya yang kuat.

Erangan nikmat keluar dari mulutnya, beberapa desakan lagi dan kepalanya terdongkak, pinggul nya mendesak lebih liar geraman dan makian vulgarnya membuat gairahnya semakin terpacu.

Tubuh Emma menegang. Erangannya semakin keras terdengar. Gadis itu bergerak liar, diatas Douglas.

“Ya baby girl, seperti itu.. Daddy menyukainya” geram Douglas, tubuhnya bergetar hebat. Matanya menggelap diikuti suara penuh kenikmatan mereka berdua saat klimaks menerjang keduanya.

Tubuh Emma melemah, nafasnya terengah dia memeluk erat Douglas menaruh kepalanya dibahu pria itu mencoba mencari kenyamanan dan merasakan perasaan hangat menyelimuti hatinya saat Douglas balas memeluknya dan mengecup lembut keningnya

“Jangan tidur princess, aku masih belum selesai denganmu, aku masih menginginkanmu.” Bisik Douglas.

Tubuh Emma gemetar, gairah kembali menerjangnya saat Douglas membelai liang anusnya. “Oh Tuhan..” desah Emma saat Douglas menekan kan jarinya disana.

Douglas terus membelai dan melumasi liang anus Emma dengan sisa cairan pelepasan mereka berdua dan sesekali menekan liang itu lalu terkekeh saat melihat reaksi Emma.

“Aku tahu ini sama perawannya, tapi aku sangat menginginkannya.. amat sangat” desis Douglas terdengar nakal

“Oh please, daddy. Lakukanlah, aku juga menginginkannya…” desah Emma.

“Kau yakin baby girl?” tanyanya

“Ya ,ya…” erang Emma saat jemari Douglas terus menggodanya.

Douglas kembali melumat mulut Emma, menyelinapkan lidahnya kedalam kehangatan rongga mulut gadis itu lalu menghisap kuat lidahnya.

Jemarinya masih terus membelai liang anus Emma berkali-kali memancing keluar cairan dari kewanitaannya, lalu mengoleskan cairan itu kedalam liang anusnya. Geraman lirihnya terdengar sensual saat jarinya masuk perlahan.

Douglas meraih tubuh Emma, menggendongnya menuju ranjang dan menyuruhnya untuk membungkuk, mengangkat tinggi bokongnya. Emma melakukan semua perintah Douglas, tubuhnya seakan menyerah pasrah dan terasa lemah.

Douglas berjalan menuju lemari dan membukanya, Emma melihat Douglas meraih sebuah benda berwarna hitam “apa itu?” tanya Emma.

Douglas mendekati Emma menempelkan benda hitam panjang itu di pipi Emma, tekstur nya elastis seperti karet “kau tak tahu ini apa?” tanya Douglas lalu mengerang saat Emma menggelengkan kepalanya.

“Oh Tuhan, kau benar-benar masih sangat murni. Tapi aku sangat bahagia mengetahui bahwa akulah pria pertamamu” bisik Douglas.

“Apa yang akan kau lakukan dengan benda itu?” tanya Emma dengan terengah saat Douglas menyusuri tubuhnya dengan dildo yang sedang dia pegang.

Douglas berhenti di belakang Emma, menyentuh kewanitaannya dengan kepala dildo. Di dengarnya Emma mengerang dan merengek meminta lebih.

“Aku tak sabar ingin menyetubuhimu dengan benda ini, Apakah kau bisa membayangkan saat aku memasukimu dari belakang dan benda ini memenuhi liang vaginamu disaat bersamaan? Bayangkan bagaimana nikmatnya itu baby girl” desis Douglas.

“Tapi aku takkan memaksamu little one. Katakan sekarang juga jika kau tak menginginkannya” lanjut Douglas.

Oh Tuhan. Batin Emma, saat gairah dan rasa takut saling berkelebat dalam bayangannya.

Bersambung