Forbidden Love Part 6

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6  

Forbidden Love Part 6

Start Forbidden Love Part 6 | Forbidden Love Part 6 Start

“Ada apa yah, didalam sini ?kenapa Tio melarang semua orang masuk kesini ?” bathin Melia, ia amati satu persatu sudut ruangan kerja Tio, dan tak ia dapati sama sekali suatu keanehan bahkan meja kerjanya tertata sangat rapi, tapi tunggu dulu !! Mata Melia tiba-tiba menatap sangat tajam ketika ia melihat sebuah photo yang tergeletak diatas meja.

Karena rasa penasarannya, Melia perlahan demi perlahan ia pun mulai berjalan mulai mendekati meja kerja itu, melihat lebih dekat photo yang tergeletak diatasnya, hingga akhirnya mata Melia terbelalak kaget langsung, ketika ia mengambil dan melihat phto itu.

Deg..

Siska !!!!

Dalam diamnya, Melia masih seakan-akan tak percaya apa yang dilihatnya dalam photo itu sekarang ini. Seorang perempuan mengenakan seragam SMA (anggap saja mulutrasinya pakai seragam sekolah), tengah diikat disebuah kursi dan mulutnya dibungkam sereta kedua matanya ditutup dengan sebuah kain, disekap dalam sebuah ruangan.

“Apa Tio selama ini jadi dalang semua ini?” bathinnya, semua pikiran Melia pun kembali teringat kejadian-kejadian yang telah berlalu,

Hiks..hiks..hiks, “Mas,” lirihku sambil mencoba mulai tersenyum, ia pun juga membalas tersenyum juga. Kami berdua tersenyum bersama. Namun setelah itu kulihat ia menghelakan nafasnya sebentar dan sekali lagi kudengar kata permintaan maaf meluncur dari mulutnya, “Maaf,” ucapnya lalu ia berbalik badan dan mulai berjalan meninggalkanku.

“MAAASSSSS!!!!” teriakku langsung memanggilnya, namun ia tak berhenti dan berbalik kembali padaku. Ingin rasanya aku mengejarnya, tapi tubuhku terasa sangat kaku bahkan rasanya berjalan aku pun tak sanggup.

Aku berteriak histeris memanggilnya berulang kali, memanggil dirinya yang perlahan demi perlahan mulai menghilang dari hadapan mataku, “MASS !!! , hiks hiks hiks jangan pergi hiks hiks,” lirihku, sampai akhirnya seluruh pandanganku menjadi buram dan aku mulai tak sadarkan diri.

Kejadian pertama, dimana kekasihnya tiba-tiba saja meninggalkannya tanpa memberitahukan kepadanya sebuah alasannya sama sekali.

Kejadian kedua, ketika ia mencoba mencari kekasihnya dirumahnya, ia tak mendapati satu orang disana. Bahkan saat itu ia bertanya ke para tetangga kekasihnya dan ketua rt setempat, tapi tetap saja mereka semua tak tahu keberadaan kekasihnya itu.

Kejadian terakhir, saat melia mencari keberadaan adik kekasihnya itu dan datang langsung datang ke sekolahannya, namun ia tak menemukannya disana. Bahkan menurut penuturan para guru yang mengajar, adik kekasihnya itu sudah tak masuk selama 2 hari tanpa surat izin apapun.

Semua kejadian itu seakan-akan berputar dalam pikiran Melia saat ini. Apakah harusnya langsung melabrak Tio suaminya sekarang ini? Dan langsung meminta cerai, juga meminta Tio untuk segera membebaskan adek dan kekasihnya.

“Yah, ia harus melakukan itu semua !!”.

Tetapi ketika Melia menginggat kembali sifat dari Tio suaminya yang dapat menghalalkan segala cara, ia mengurungkan niatnya itu. Apalagi Melia tak mau harus membahayakan putrinya, maupun kedua orang tuanya kedepannya.

Melia terlihat terdiam sejenak sambil ia pun duduk disebuah kursi, ia mulai memikirkan sesuatu cara untuk lepas dari belenggu Tio suaminya tanpa melukai orang-orang yang disayanginya. Sampai akhirnya ia pun mempunyai cara untuk menjatuhkan seorang Tio.

Mungkin bukan sekarang waktu tepat untuk melakukan semua rencana-rencananya, dan Melia harus tetap sabar menunggu sambil perlahan menyusun dan mulai menjalankan rencananya tanpa membuat Tio curiga kepadanya.

++++​

Back to Pt. Armatha Wijaya

Didalam sebuah lift, terlihat Melia masih terdiam terpaku, dengan air mata yang keluar dari sela-sela kedua matanya. Yah, Melia saat itu menangis karena ia menginggat kembali semua masa lalunya. Begitu sakit dan merasa lelah dengan kehidupannya, mungkin itulah yang Melia rasakan saat ini.

Namun apa dayanya ia tak mampu untuk berkeluh kesah maupun protes kepada yang maha kuasa. Yang ia mampu lakukan sekarang ini hanyalah terus tetap bersabar dan menjalani semua, menggapai semua harapannya. Harapan untuk lepas dari belenggu Tio !.

Huft, sebentar ia menghela nafasnya dan mencoba menenangkan dirinya. Hingga tak berapa lama kemudian Melia pun segera keluar dari dalam lift, berjalan menunju tempat dimana mobil pribadinya di area parkiran.Dengan tergesa-gesa Melia berjalan tanpa mempedulikan beberapa karyawan yang sempat menyapa dirinya.

“Pagi bu Melia,” sapa beberapa karyawan yang bertemu dengannya.

Sesampainya Melia di tempat parkir, ia pun segera masuk kedalam mobil pribadinya, ia pun langsung membawa mobil meninggalkan perusahaan dan melaju cepat di jalan menunju ke suatu tempat.

1 jam dalam perjalanan , akhirnya mobil yang dikendarai Melia sampai didepan sebuah gerbang pintu masuk ke komplek perumahan minimalis bernama Asri Indah.

Sebuah komplek perumahan yang sebenarnya adalah milik Melia pribadi dan tanpa diketahui oleh Tio suaminya.

“Pagi bu Melia,” sapa 2 orang satpam yang saat itu kebetulan sedang berjaga di post penjaga gerbang masuk perumahan Asri indah.

“Pagi, gimana keadaan disini? amankan?” tanya Melia kepada 2 orang satpam yang berjaga, sesaat ia membuka kaca mobilnya.

“Aman terkendali bu Melia,” jawab mereka berdua langsung.

“Ok, kalau begitu saya mau masuk dulu,” ucap Melia, lalu dengan sigap salah satu satpam itu membuka gerbang, mempersilahkan mobil yang dikendarai Melia untuk masuk kedalam.

Melihat salah satu satpam telah membuka pintu gerbangnya, tanpa membuang waktu lagi akhirnya ia melajukan mobilnya untuk masuk kedalam area perumahan Asri Indah,sedangkan 2 orang satpam tersebut terlihat sempat memberikan hormat mereka saat mobil yang di kendarai Melia masuk kedalam.

Komplek perumahan Asri indah, di kompleks perumahan ini hanya menyediakan berapa rumah dengan type 21,36,45,54, juga 70, dan di komplek perumahan ini sudah ada sedikitnya 25 unit dari 40 rumah yang tersedia, sudah dihuni oleh kepala keluarga berserta keluarganya.

Suasana yang asri serta sejuk dan juga dari keamanan terjamin di perumahaan Asri indah membuat keluarga yang tinggal disana merasakan sebuah kenyamanan dan ketenangan. Terbukti selama mobil Melia melintas dengan perlahan, Melia sempat melihat beberapa orang tua yang sedang bermain bersama anak mereka masing-masing.

Ada perasaan iri juga sedih dalam hati Melia saat melihat itu semua, kebersamaan keluarga, wajah yang ceria, membuat Melia sedikit terhanyut dalam perasaannya dan membuat Melia mengeluarkan air mata, tanpa ia sadari sama sekali.

“Kapan aku bisa seperti mereka?”, mungkin itu pertanyaan yang cocok menggambarkan perasaan Melia saat ini.

Hingga akhirnya mobil Melia telah berhenti tepat didepan saty rumah yang cukup besar, berbeda dari rumah-rumah yang ia lewati sebelumnya. Yah, rumah besar itu bisa dibilang adalah tempat untuk memasarkan rumah-rumah minimalis Asri Indah, bahkan rumah besar itu terlihat sangat dijaga oleh beberapa orang kepercayaan Melia.

Sebentar ia menghela nafas dan menghapus air matanya yang keluar tadi, akhirnya Melia pun turun dari mobilnya, lalu ia pun berjalan, masuk kedalam rumah besar itu.

Para penjaga yang melihat kedatangan Melia, langsung menyambut dirinya serta memberikan hormat mereka kepada Melia, “Sudah datang mereka?” tanya Melia kepada salah satu penjaga, sebelum ia masuk kedalam.

“Sudah bu,”jawabnya.

“Oke, hari ini kalian semua harus lebih waspada, saya gak mau pertemuanku dengan orang itu diketahui orang lain selain kalian !” ucap Melia dengan tegas menyuruh para penjaga agar lebih berjaga dengan ketat.

“Siap bu Melia,” balasnya, akhirnya Melia pun berjalan masuk kedalam rumah besar itu.

Sesampai didalam rumah besar itu, beberapa karyawan yang berkerja dengannya sempat menyapa dirinya.

“Pagi bu Melia,” ucap karyawannya yang langsung dijawab singkatnya olehnya, lalu ia pun kembali berjalan sampai akhirnya ia masuk kedalam sebuah ruangan, dan didalamnya sudah ada 3 orang menunggu kedatangannya.

Satu orang yang menunggunya memiliki adalah seorang pria berwajah tampan bertype oriental, sedangkan 2 orang lagi berdiri dibelakangnya adalah orang suruhan Melia yang ia beri tugas untuk mencari keberadaan pria berwajah oriental, yang saat ini sudah berdiri tepat didepannya.

“Akhirnya saya bisa bertemu denganmu,” ucap Melia sambil mengulurkan tangannya mengajak bersalaman,tanpa rasa takut sama sekali Melia kepada pria berwajah oriental itu.

“Anda yang bernama bu Melia?” tanyanya sambil membalas uluran tangan Melia, dan bersalaman dengannya.

“Ya, saya Melia. mungkin kedua orang suruhanku sudah menjelaskan ataupun menceritakan semua kepadamu, saat diperjalanan menunju kesini, kenapa saya menyuruh mereka untuk mencarimu dan mengajakmu datang bertemu denganku,” balas Melia.

“Saya sudah mendengar semuanya dari kedua orang suruhanmu selama dalam perjalanan ke sini, tapi kenapa kau harus repot-repot menyuruh orangmu untuk mencariku? Mungkin kau,seharusnya sudah tahu berita tentangku 3 tahun lalu, yang membuatku memilih untuk menghilang dari ibu kota ini,” balasnya dingin kepada Melia dengan sorot matanya tajam.

Tapi Melia tidak merasa takut dengan sorotan mata tajam itu, bahkan Melia tetap tenang dan membalasnya juga dengan tatapan tajam miliknya.

Sejenak mereka berdua terus terdiam, saling beradu tatapan tajam mereka masing-masing, hingga akhirnya Melia memutuskan untuk berbicara kembali kepada orang berwajah oriental itu, “Ya saya sudah berita tentangmu 3 tahun lalu, maka dari itu hanya kamu yang bisa melakukannya,” Ucap Melia.

“Hmm, apa hanya karena suamimu ada hubungannya dengan masa laluku? Jika aku menolaknya? Walaupun suamimu ada hubungganya dengan masa laluku dulu. Yang terpenting saat ini dendamku sudah terbayarkan, dan aku tak mempunyai sebuah alasan tepat untuk menjadi diriku dulu lagi,” balasnya lagi hingga membuat Melia beberapa detik terdiam sejenak, lalu Melia dengan sikap tenang yang dimilikinya, ia pun mulai menceritakan semua kepada pria itu.

Entah apa keputusannya nantinya, tapi yang pasti Melia akan terus berusaha menyakinkan dan meminta tolong pria berwajah oriental itu, walaupun harus dibayar dengan harga diri yang dimilikinya.

“Saya tidak tahu keputusan yang akan kamu ambil setelah mendengarkan semuanya dariku, tetapi aku sangat memohon kepadamu untuk menolongku, dan saya berjanji akan memberikan semua permintaanmu bahkan jika kamu minta harga diri saya, saya berikan !” ucap Melia dengan tegas, tak main-main dengan perkataan yang ia keluarkan dari mulutnya barusan,Melia terlihat ingin membuka salah satu kancing kemeja ia kenakan, namun pria berwajah oriental langsung menyuruh Melia untuk menghentikan aksinya,

“Berhenti !!” ucapnya sambil menahan tangan Melia yang berusaha membuka kancing kemeja ia kenakan.

“Jangan kau merendahkan dirimu sendiri seperti itu, saya akan membantumu.” Ucapnya yang membuat Melia tersenyum dan mengucapkan rasa terima kasih kepadanya, “Terima kasih,” ucap Melia.

“Ya, tapi sebelumnya saya butuh beberapa info yang bu Melia ketahui, dan satu lagi saya ingin melakukannya sendiri tanpa orang-orangmu,” ucap pria itu yang kembali memanggil Melia dengan kata bu didepannya.

“Baik saya mengerti, 2 orang suruhanku yang berdiri dibelakangmu akan memberikan semua infonya,” ucap Melia tak permasalahkannya lagi,jika pria itu bertindak sendiri tanpa bantuan ataupun orang-orang kepercayaannya.

“Ok,”

++++​

Di tempat lain,

Tepatnya disebuah rumah besar, terlihat seorang wanita tanpa menggunakan satu helai kain satu pun yang menuntupi tubuhnya itu,tengah terbaring lemas disebuah kasur, di dalam salah satu kamar yang ada dirumah besar tersebut.

Wajah cantiknya terlihat begitu lesu,letih,juga sangat kelelahan.bahkan juga terlihat beberapa bekas cupangan dikedua payudaranya sekal dan padat, juga berada di jenjang leher wanita cantik itu

Secara perlahan terlihat wanita itu mulai terbangun dan membuka kedua matanya, dipegangnya rambutnya yang terasa olehnya sangat lengket, dan ia merasakan seluruh badannya terasa sangat pegal.

Lalu perlahan-lahan ia pun mulai turun dari atas kasur dan berjalan menunju sebuah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Didalam kamar mandi, ia pun mulai menghidupkan shower, dan beberapa saat seluruh air yang turun, sudah membasahi seluruh badannya itu.

Beberapa saat ia terdiam sambil memejamkan matanya, dan tanpa ia sadari air matanya mulai keluar bersatu dengan air yang keluar dari shower, ia hidupkan. Dalam diamnya wanita itu bertanya-tanya pada dalam hatinya sendiri, “Kapan semua ini berakhir?” bathinnya sambil menginggat kembali dimana ia harus terpaksa melayani 2 orang lelaki sekaligus.

Malam itu, seperti biasanya ia harus menggunakan pakaian minim,memperlihatkan lekuk tubuhnya yang membuat tiap laki-laki melihatnya tidak menahan napsu mereka untuk menjamah tubuhnya.

“Well, sesuai janjiku, tuan-tuan malam ini bisa menikmati wanita peliharaanku ini,” ucap seorang laki-laki bertubuh sedikit atletis, ditambah beberapa rambutnya yang sudah mulai memutih, kepada 2 orang oknum, yang terlihat masih mengenakan seragam dinas kerja mereka.

“Hahahaha, terima banyak pak xxx. Saya gak mengira bapak mempunyai wanita peliharaan yang cantik dan seksi seperti ini,” ucap orang pertama, berpenampilan perutnya sudah agak membuncit.sambil ia pun terlihat meremas kedua payudara sekal milik wanita cantik yang ada didepannya saat ini.

“Hahaha tentu saja, apa yang kumiliki pasti semua barang berkualitas nomer satu dan servis memuaskan,” balas laki-laki yang berbadan agak atletis itu, sambil ia memperhatikan wanita peliharaannya itu,mulai dijamaah secara bergantian. Sebentar ia melihat mereka berdua, hingga akhirnya dengan senyum liciknya, ia langsung keluar dari kamar ini meninggalkan wanita peliharaannya melayani napsu kedua oknum itu.

Terlihat didalam kedua oknum sudah tidak sabar menuntaskan nafsu birahi mereka, dengan cepat dan kasar mereka melucuti semua pakaian yang dikenakan oleh wanita itu.

Kedua payudara terlihat membusung, seakan-akan menantang kedua oknum itu untuk menjamahnya langsung, apalagi wanita itu memiliki body yang sangat seksi dengan perutnya rata tak berlemak, serta warna kulitnya yang sangat putih bersih tanpa ada cacat sama sekali.

“Ahhh, emmmhh,” wanita cantik mulai mendesah saat oknum pertama berperut buncit mulai memainkan kedua putingnya,mencubit, menariknya, secara bergantian

Bahkan dengan napsu sekali, oknum pertama langsung mencaplok, terkadang mengisap puting kanan dan kiri wanita secara bergantian.

“Ehmm,” desah wanita tak dapat ditahannya saat kedua payudaranya mendapat rangsangan seperti itu. Sedangkan teman oknum itu yang berbadan agak kurus daripadanya, memilih untuk mengalah membiarkan dirinya untuk menikmati wanita itu, Toh dia juga akan sama-sama menikmati nantinya.

Wanita cantik itu hanya bisa mendesah, menikmati rangsangan yang diterimanya oleh oknum pertama, apalagi oknum pertama itu seperti sangat kelaparan, terus menyedot kedua payudaranya kuat-kuat, dan terkadang meremasnya.

Kedua payudaranya terlihat bagaikan main baru oleh mainan pertama, bahkan terlihat oknum pertama itu tak segan-segan untuk meninggalkan bekas atau bisa dibilang sebuah cupangan di kedua payudara wanita itu.

Merasa puas dengan kedua payudara wanita itu, perlahan-lahan oknum pertama itu mulai menjilat turun ke perut rata tanpa lemak wanita itu dan akhirnya jilat itu sampai pada vagina mulus milik wanita, tanpa ada rambutnya sama sekali.

Benar-benar bentuk yang mulus dan sempurna, dapat meninggikan hasrat napsu laki-laki jika melihatnya langsung, apalagi warna vagina wanita tak beda dengan warna kulitnya, bahkan vaginanya tercium sekali wangi sekali.

Dijilatnya vagina itu terus menerus oleh oknum pertama, hingga membuat tubuh wanita itu terlihat sedikit melengkung akibat tak dapat menahan rangsangan yang diterimanya. “Aghh….,” desah wanita itu, membuat teman oknum pertama yang selama ini hanya melihat, berjalan mendekati dan mulai meremas, menjilati kedua payudaranya secara bergantian.

Kedua oknum itu larut dengan napsu mereka, bahkan akhirnya wanita cantik itu, berteriak sangat keras, menandakan orgasmenya telah tiba.

“Aghhhhhhhhhhhhhhh,” sekali lagi tubuh wanita itu melengkung namun oknum pertama menahan pinggulnya dan menyedot semua cairan kenikmatan yang keluar dari vagina wanita itu. “Slrppppphh!slrppppphh!!!”

Senyum puasa terlihat dari oknum pertama setelah menikmati cairan orgasme wanita itu, yang dia rasakan sangat manis. Dan dipandanginya sebentar wanita cantik itu, lemas tak berdaya tapi dipaksa oleh temannya untuk mengoral penisnya.

“Bro, gue dulu yang makai yah,” ucap oknum pertama yang terlihat penisnya sudah berdiri tegak sempurna dari tadi, tak sabar untuk menikmati hidangan utama, sambil ia memukul-mukulkan penisnya berulang kali pada vagina mulus wanita cantik itu. Sedangkan temannya hanya bisa mengangguk karena ia sedang benar menikmati hangat mulut wanita cantik itu, dengan sedotannya yang membuat ia melayang-layang.

“Hemmpph !” wanita cantik itu terkaget bahkan ia sampai tersedak oleh penis yang berada dimulutnya, saat tiba-tiba ia merasakan sebuah penis masuk dan memenuhi vagina miliknya, secara kasar.

Air mata wanita itu terlihat keluar dari sela kedua matanya, badannya terus terguncang sangat keras, dan membuat kedua payudara yang sekal miliknya ikut bergoyang atas bawah, saat menerima hujaman keras penis oknum pertama, yang keluar masuk vaginanya.

“Hmppph !!” tiap kali wanita itu juga hampir muntah, tersedak oleh penis oknum kedua.

Plak…plak…plak..,terdengar suara antara selangkan wanita cantik itu yang beradu dengan selangkangan oknum pertama, sangat keras menggema didalam kamar ini. Dan terkadang terdengar desahan yang tertahan, keluar dari mulut wanita cantik itu.

“GILA…!, Enak banget memeknya bro !! Rasanya kontol gue diremes-remes,” ucap oknum pertama sambil terus menerus menggenjot wanita itu dengan kasarnya.

Merasa bosan dengan gaya yang seperti itu saja, oknum pertama dengan kasar menyuruh wanita itu segera berdiri dan mau tak mau temannya yang daritadi menikmati penisnya yang sedang dioral, berhenti sejenak.

“Hei, sini lu lonte !! Duduk diatas gue,” perintah oknum pertama,sudah berbaring diatas kasur sambil ia pun mengurut-ngurut penisnya sendiri, yang masih berdiri tegak. Sedangkan wanita cantik tanpa berkata atau pun menolaknya sama sekali, secara perlahan ia mulai duduk diatas oknum pertama sambil penis oknum pertama kedalam vaginanya lagi.

“Aghmmmm,” matanya terpejam, sambil terlihat ia mengigit bibir bawahnya sendiri, saat penis oknum pertama sudah masuk dan memenuhi vaginanya. Wanita muda itu terlihat mengigit bibir bawahnya, dan tanpa diminta lagi ia pun mulai bergoyang atas bawah, juga sekali-kali ia terkadang memutar pinggulnya.

Plak..plak..plak, sekali suara nyaring benturan selangkangan mereka terdengar.

Kondisi vagina wanita muda itu yang sudah basah, dan denyut vagina yang seakan-akan meremas penis oknum pertama, membuat wajah oknum pertama terlihat sangat menikmatinya permainan birahi ini.

Wanita cantik itu terus menerus bergoyang, ditambah lagi kedua payudaranya terlihat ikut bergerak atas dan bawah, membuat oknum pertama yang melihatnya merasa gemas, dan langsung meraih, meremas kencang kedua payudara itu.

“Aghhhh…!!” keduanya saling mengerang nikmat bersamaan seakan-akan melupakan satu oknum kedua yang dari tadi diam dan hanya melihat, tak dapat menahan napsunya lagi.

Dengan kasar oknum kedua mendorong tubuh wanita cantik itu, hingga membuatnya langsung terbaring diatas oknum pertama.

Lalu dengan kasarnya tanpa memberikan pelumas terlebih dahulu ke penisnya, oknum kedua langsung memasukan penisnya kedalam anus wanita cantik itu, hingga membuatnya mengerang sambil menahan sakit yang ia rasakan pada anusnya.

Oknum kedua terlihat menggertakan giginya sebentar menahan sempitnya dan keringnya anus wanita cantik itu, dan tak berapa lama ia pun mulai mengenjotnya langsung dengan kasar tanpa memberikan waktu pada anus wanita cantik itu untuk beradaptasi dengan penis miliknya.

“Aghh !” terlihat air mata wanita cantik itu keluar dari kedua matanya, dan untuk menahan rasa sakit yang ia rasakan, ia langsung mencium dengan rakusnya bibir oknum pertama.

Ketiganya larut dengan napsu birahi mereka, dan hampir 2 jam hanya terdengar suara desahan, dan suara nyaring dari selangkan mereka bertiga, hingga akhirnya hampir secara bersamaan mereka bertiga berteriak keras, yang menandakan ketiganya telah mencapai puncak orgasme mereka.

Oknum pertama menyemprotkan sperma pada vagina wanita cantik itu, sedang oknum menembakan spermanya kedalam anus wanita cantik tersebut.

Napas ketiga terlihat masih terengah-engah menikmati sisa orgasme mereka tadi, namun permainan belumlah selesai dan wanita muda itu harus terus menerus melayani napsu kedua oknum. Vagina, anus, mulut, bahkan muka wanita cantik itu menjadi sasaran sperma kedua oknum.

Sampai akhirnya wanita cantik terlihat lemas dan kedua oknum itu sudah merasa puas menikmati semua bagian jengkal tubuh miliknya.

Kedua oknum itu langsung meninggalkan dirinya begitu didalam kamar, dengan kondisi vagina dan anus yang terlihat masih banyak mengeluarkan sisa-sia sperma dari dalam, juga wajah dan rambut yang berlumuran sperma kedua oknum itu.

Ketika menginggat malam dimana begitu binalnya dirinya melayani dua pria sekaligu, ia merasa hina dan jijik pada dirinya sendiri.

Bahkan kalau bisa ia ingin mengakhiri hidupnya dengan tangannya sendiri sekarang, daripada ia harus terus menerus melayani napsu birahi,makhluk yang bernama laki-laki !.

Entah sudah beberapa laki-laki yang sudah mencicipi tubuh seksi miliknya itu, Dan entah sudah berapa lama ia berada disini, hanya untuk memuaskan napsu semua laki-laki tak dikenalnya, juga berberapa penjaga yang menjaga rumah ini.

Pedih rasanya kehidupan ini baginya, namun apa daya yang ia bisa perbuat. Melarikan diri? Sudah berulang kali ia mencoba, pada akhirnya rencananya terus menerus gagal, bahkan sebagai hukumannya ia harus merelakan kembali tubuhnya, untuk dinikmati oleh 10 orang sekaligus.

Bunuh diri ? Setiap ia mencoba mengakhiri hidupnya, setiap pula ada saja yang langsung mengagalkan, karena setiap apa aktifitasnya selalu dimonitor oleh Cctv yang terpasang di setiap sudut rumah ini.

“Agghhhhhhhhhhhhh….!!!!!” teriaknya menggema seluruh ruang kamar mandi, bahkan suara teriakannya dapat didengar sampai keluar.

++++

Sebel..sebel…sebel !!!, Pokoknya hari ini aku sangat sebel. Aku gak tahu apa jalan pikiran mama, kenapa mama nyuruh aku satu tim sama cowok yang satu ini, apalagi harus dalam satu ruangan. Ia itu..tu, si Andi ! Sumpah rasanya pengen aku bejek-bejek tuh muka. Bikin gak mood banget hari ini, lihat muka dia.

Sok kalem, sok cakep, apalagi kayanya dia lagi cari muka sama si Nita sekertaris pribadi mama, pakai cara alasan-alasan tanya kerja yang dia gak ngerti. Helow, kalau gak bisa, ngapain sih mama nerima karyawan kaya dia !!.

Sumpah belum satu hari aja rasanya udah kaya gini, aku gak kebayang lagi kalau udah bertahun-tahun kerja satu tim dengan dia. “Oh My god, kapan jam istrahatnya ?” bathinku sambil sekali-kali melirik ke arah jam tangan yang kukenakan.Tak sabar rasanya aku menunggu jam istirahat, apalagi aku kan sudah janjian makan siang dengan Rio,kekasihku.

Beberapa jam telah berlalu, untuk setengah hari ini aku Cuma disuruh mempelajari dan memeriksa laporan pembukuan gaji karyawan bulan lalu, sedangkan Andi? Entahlah aku gak peduli disuruh apa dia, yang terpenting sekarang sudah waktunya jam istrahat. Lalu aku pun segera membereskan meja kerjaku dan mengirim pesan kepada Rio untuk menjemputku cepat.

“Mbak Nita, udah jam istrahatkan ini?” tanyaku, ketika aku menghampirinya yang terlihat masih sibuk mengerjakan sesuatu.

“Eh, iya mbak Merry. Mbak Merry mau istrahat? Ya udah, tapi jangan lupa istrahat makan siangnya 1 jam yah,” ucapk mbak Nita menginggatkanku.

“Duh, 1 jam? Istrahat makan siang kok pakai diatur segala sih,” bathinku, tapi ketika aku menginggat sekarang mama sedang tak berada dikantor, aku tersenyum sendiri dan langsung saja aku mengiyakannya saja.

“Ya mbak,” jawabku, dan tanpa membuang waktu lagi aku segera meninggalkan ruangan ini, dan berjalan menunju ke sebuah lift.

Ting, pintu lift telah terbuka dan aku langsung masuk kedalamnya, sambil memencet tombol angka 1 yang akan mengatarkanku ke lantai pertama.

Selama didalam lift sejenak aku berpikir untuk bagaimana caranya agar Andi tidak berkerja disini? Atau aku bisa saja mencari-cari kesalahannya hingga aku mempunyai alasan mengadu ke mama agar Andi dipecat. “Hmm, mungkin gitu caranya ya? Tapi kayanya malah terlalu keterlaluan sama dia. Ah, bodo amat salah sendiri dia cari masalah denganku !”bathinku,

Tak berapa lama pintu lift kembali terbuka, lalu aku pun segera keluar dan berjalan menunju ke lobby, dimana selama didalam lift tadi aku mendapatkan pesan dari Rio, bahwa ia sudah menunggu didepan lift, didalam mobilnya.

Sebuah mobil sedan putih kulihat telah berhenti didepan lobby pintu masuk, dan aku tahu itu pasti mobil kekasihku, lalu akupun berjalan masuk langsung kedalam mobil itu. “Hy yank, tumben on time,” sapaku kepada Rio.

“Hehehe, aku selalu on time toh,”Balasnya.

“Iya sekali ini, tapi udah ah ! Ayo aku udah lapar nih,” Ucapku kepada Rio dan tanpa menjawab lagi, kekasihku itu sudah membawaku pergi dengan mobilnya.

++++

Hari semakin sore, disebuah komplek perumahan, atau tepatnya disebuah taman bermain anak, terlihat seorang ibu muda sedang menemani putra kecil berumur 5 tahun yang sedang bermain sebuah pasir.

“Ma.mamah, baguskan istana yang kubuat,” ucap anak kecil itu dengan riangnya menunjukan hasil karya yang dibuatnya.

“Iya bagus nak,” ucap ibu muda tersenyum kepada putra kecilnya itu. Begitu damai rasanya melihat seorang anak tersenyum, gembira saat bermain seperti ini.

Dilihatnya terus putra kecil sedang asyiknya bermain-main ditaman ini,sampai akhirnya tiba-tiba ia menginggat seseorang yang sudah lama menghilang dari kehidupannya, kehidupan mereka.

“Kamu dimana sekarang? Seandainya kamu disini, kamu pasti bisa melihat putra kita yang sudah tambah besar,” bathinnya, hingga tak terasa butiran-butiran air mata keluar, mengalir dari kedua matanya.

Sedangkan putra kecilnya yang daritadi asyik bermain melihat mamanya yang tiba-tiba menangis, berjalan menghampir dirinya, “Ma..mama, kenapa nangis?” tanya putra kecilnya.

“Eh, gak kenapa-kenapa kok nak. Sudah kamu lanjut main sana,” balasnya saat tersadar putra kecilnya itu menghampiri dirinya, lalu ia pun menghapus air matanya yang keluar itu.

“Hmm, gak mau ah kalau mama nangis. Mending aku nemenin mama biar gak nangis lagi,”ucap lugu putra kecilnya yang membuat hati kecilnya terharu, dan langsung memeluk putra kecilnya itu dengan curahan penuh kasih sayangnya.“Hiks..hiks.makasih nak sudah menemani mama selama ini,”Ucap ibu muda itu yang kembali menangis ketika memeluk putra kecilnya.

“Hehehe iya ma, aku cowok jadi harus menjaga mama terus, mama jangan nangis lagi yah,” Ucap putra kecilnya lagi.

“Hiks..hiks..hiks..iya mama gak nangis lagi kok, sudah kamu main lagi sana atau mau main sama mama?” tanyanya sambil ia pun kembali menghapus air matanya yang keluar.

“Iya.iya..ayo main ma,” Ucap putra kecilnya sambil menarik tangannya, mengajaknya untuk bersama-sama.

Sedangkan diluar taman, terlihat seseorang berwajah tampan type oriental baru saja turun dari sebuah motor yang dikendarainya.

Sebentar ia masih terdiam, berdiri, mengamati taman ini dari pintu masuk kedalamnya, lalu dengan sebentar menghela nafasnya sebentar, ia segera berjalan masuk kedalam taman itu.

Secara perlahan ia berjalan sambil melihat ketiap-tiap sudut yang ia lewati. Sampai akhirnya sorotan matanya tajam melihat ke arah seorang ibu muda yang tengah bermain dengan anaknya.

Deg !!

“Vero,”

Bersambung