Family Super Konyol Season 2 Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 4

Start Family Super Konyol Season 2 Part 4 | Family Super Konyol Season 2 Part 4 Start

Part IV : Shandy Ananta dan Mei Xiang

Dua hari setelah kedatanganku di jakarta, semua masih terlihat biasa saja dan aku juga masih belum memulai pekerjaanku, aku pun mengambil handphone untuk menelepon kakek untuk menanyakan kapan kedatangan Shandy dan Mei ke jakarta.

“hallo kek, pa kabar ?” tanyaku via telepon.

“baik.. bagaimana kau disana ?”, tanyanya balik.

“baik.. juga, ohh yaa.. kapan mei dan shandy datang ?”, tanyaku kepada kakek.

“mereka sudah berangkat, tunggu saja !”, jawab kakekku.

“ok, aku hanya menanyakan hal itu saja, terima kasih kek !”, ucapku.

Ku tutup telepon lalu kubaringkan tubuhku di ranjang, sangat membosankan dengan keadaan seperti ini, lebih baik aku jalan-jalan keluar sambil menunggu kedatangan mereka berdua. lebih baik aku ke perusahaan yang sedang di rintis oleh keluarga ini, salah satu tugasku adalah membantu membesarkan perusahaan PT. Antrops ini, sejak kedatanganku aku hanya menghabiskan waktu bersama rina tanpa sempat menengok perusahaan tersebut.

Aku pun mulai merapikan diri untuk segera berangkat ke perusahaan itu, namun tiba-tiba saja pintu kamarku di buka oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan rina karena hanya dia yang aku berikan kunci akses untuk memasuki kamarku.

“hi yank.. rapi amat mau kemana ?”, sapa rina dengan keceriaan.

“hi.. aku mau lihat-lihat perusahaan keluarga orang tuaku !”, jawabku santai.

“aku ikut yaa.. !”, pintanya dengan senyuman.

“kamu di sini aja, aku sebentar doank kok !”, jawabku.

“gak mau ahh.. pokoknya mau ikut !”, ocehnya lagi dengan manja.

“yaa udah.. kita disini saja, aku gak jadi pergi !”, ucapku datar.

“hah.. kok gitu, emang kenapa kalau aku ikut ?”, tanya rina dengan nada sewot.

“aku malu.. !”, jawabku singkat.

“malu… kamu malu jalan sama aku !”, sautnya dengan nada tinggi.

“iya.. malu karena takut aku tidak pantas berjalan dengan seorang bidadari !”, rayuku.

“ihh.. gombal !”, ucapnya dengan senang.

Dia pun mendekatiku dan mencium bibirku, aku pun langsung mendekapnya dengan erat dan ku balas ciumannya dengan cumbuanku, tangan kiriku pun ku arahkan ke payudaranya dan mencoba untuk meremasnya, tapi di tariknya tanganku olehnya.

“ehmm… aku tadi pagi ngeluarin darah menstruasi, payudaraku sakit kalau kamu remas !”, tutur rina kepadaku.

“ohh maaf sayank… !”, ucapku kepadanya.

“aku bantu keluarin aja yaa !”, ucapnya menggodaku.

“yaa udah deh kalau kamu maksa, hehehe… !”, candaku.

“huh.. alibinya bisa aja !”, ucapnya.

Ku tarik tangannya untuk mengikutiku ke sofa yang ada di kamar, lalu aku dudukan rina di sofa itu dan aku pun berdiri menghadapnya, ku buka celanaku hingga burungku bisa terbebas dari sesaknya celana dalamku dan kemudian ku arahkan mulutnya dengan kedua tanganku tepat ke arah penisku.

“ihh.. kok tambah gede seh yank ?”, tanya rina dengan memainkan penisku.

“iya.. kemarin habis aku bawa ke mak erot !”, ucapku dengan bercanda.

“hahaha… kecilin lagi, kalau kegedean sakit !”, ucapnya dengan menggodaku.

“udah bawel, buruan.. tar aku telat ke perusahaan keluarga !”, sautku.

“huft.. !”, muka lucu pun keluar.

Dia pun mulai dengan ciuman kecil di kepala penisku, lalu dia lumuri penisku dengan ludahnya dan dia julurkan lidahnya, lalu dia mainkan lidah dengan jilatan-jilatan di batang penisku, dari pangkal penis sampai ujung penisku dia jilati dengan lidahnya yang terjulur, liurnya menetes basah di seluruh batang penisku.

Tidak hanya batang penisku saja yang di jilati tapi buah zakar ku juga tiak lepas dari sasarannya, tangannya mengkocok-kocok penisku yang basah dengan air liurnya dan mulutnya melahap buah zakarku, dia pun menjilati kedua telurku dengan sesekali dia hisap, lalu dia memasukan ke dua bola zakarku kedalam mulutnya dan dia kulum habis dengan sedotan-sedotan dari mulutnya, tubuhku terasa sangat gemetar merasakan aksi rina yang sangat menggila.

Setelah puas bermain-main dengan kedua bola zakarku, kini mulutnya mulai menyantap kemaluanku, perlahan dia menghisap kepala penisku lalu dia lahap semua batang penisku, dengan sangat bernafsu dia pun memasukan seluruh penisku yang tegak berdiri kedalam mulutnya. dia mulai mengulum dan menghisap burungku, lalu dia kocok penisku dengan mulut manjanya, aku pun di buat tak berdaya menghadapi permainannya.

“Ooohh.. lebih kencang lagi sayank !”, ucapku mendesah.

Tanganku dengan spontan menggerakan kepalanya untuk lebih kencang mengkocok kemaluanku, ku gerakan kepala rina maju mundur untuk mendapatkan puncak kenikmatanku, saat semua akan mencapai klimaks.

“hi hans.. !”, ucap seorang wanita menyapaku.

Sentak saja aku pun langsung menghentikan aksi kita berdua, ku singkirkan kepala rina untuk menjauh dari kemaluanku dan dengan cepat ku kenakan kembali celanaku yang terbuka. lalu ku tengok wanita yang menyapaku itu dengan menahan malu, ternyata wanita itu adalah Mei Xiang, seseorang yang aku minta tolong untuk membantuku membereskan urusan ku di jakarta.

“hahaha.. teruskan saja, aku cuma mau menumpang ke kamar mandi !”, serunya dengan tertawa puas setelah melihat adegan tadi.

“kenapa kau bisa masuk kamar ini ?”, tanyaku dengan menahan malu.

“apa kau gak tau kalau pintu kamarmu belum terkunci !”, jawabnya.

Kulihat rina sangat panik dan malu karena aksi kita dilihat oleh orang lain, dia pun juga terlihat kebinggungan dengan keberadaan wanita yang asing baginya itu.

“siapa dia yank.. ?”, tanya rina kepadaku.

“Mei Xiang, dia partnerku selama di jakarta !”, jawabku.

“apa dia kekasihmu yang baru hans ?”, tanya mei kepadaku.

“sejak kapan aku punya kekasih !’, bantahku.

“ohh sory.. tapi dia cantik juga, seleramu bagus juga hans !”, celetuknya lagi.

“itu ranjangku bukan kamar mandi, kamar mandi ada disana !”, ucapku dengan menunjuk lokasi kamar mandi di kamarku.

“ehm.. aku ingin melihat aksi kalian lagi, lakukan lagi hans, hahaha.. !?”, ucapnya.

“haha.. apa aku terlihat sebodoh itu sehingga mau menuruti perintahmu !”, balasku.

“oohh.. pasti tidak enak banget rasanya menahan sesuatu yang mau keluar.. sepertinya aku mencium aroma kentang di kamar ini, hahaha… !”, ucapnya meledekku.

“sudahlah.. dimana shandy ?!”, tanyaku.

“tuh di kamar sebelah !”, jawab mei dengan ekspresi menggodanya.

“kamar sebelah… !”, ucapnya penasaran.

“iya.. kakekmu yang menyiapkan semuanya !”, sautnya.

“ok.. lebih baik aku pergi dari sini sebelum kemaluanmu loyo lagi !”, ledeknya lagi.

Dia pun pergi keluar kamar dan mengunci kamar kami, ku lihat wajah rina yang penuh penasaran menatapku tajam, dia pasti berpikir yang tidak-tidak tentang aku karena keberadaan wanita itu apa lagi setelah dia mendengar pembicaraanku yang sangat vulgar dengannya.

“kenapa dia terlihat sangat santai setelah melihat ini semua ?”, tanya rina kepadaku.

“dia dulu salah satu teman baikku selama aku menimba ilmu di london dan ada satu lagi yaitu shandy !”, jelasku.

“lalu apa maksudnya dengan kekasihmu yang baru ?”, tanya rina yang terlihat sangat cemburu.

“aku berani bersumpah aku tidak pernah menjalin hubungan atau membuat suatu komitmen dengan wanita lain selain dirimu, selama kita berpisah banyak sekali wanita yang mendekatiku tapi aku hanya menganggap mereka hanya sebatas teman saja, tidak lebih !”, jelasku serius kepada rina.

“apa kau tidak bohong ?”, tanyanya sedikit melemah.

“hal apa yang bisa membuatmu yakin akan diriku, aku akan lakukan hal tersebut untukmu.. walaupun itu harus mempertaruhkan semuanya !”, ucapku.

“aku ingin kau selalu berada di sampingku, hal itu yang harus kau lakukan untukku !”, pintanya.

Dia pun mendekatiku dan memelukku sangat erat, aku pun memberikan kehangatan dengan dekapanku di tubuhnya.

“aku mencintaimu hans, aku percaya kepadamu !”, ucap rina dengan sangat lirih.

“aku juga merasakan hal yang sama denganmu !” jawabku.

“sayank.. ikut aku ke kamar sebelah, akan aku kenalkan kau dengan mereka !”, ucapku.

“mereka tinggal di hotel ini juga ?”, tanya rina.

“sepertinya begitu !”, ucapku.

Aku pun berjalan keluar kamarku dan menuju sebuah kamar dengan pintu yang sedikit terbuka, ku intip kedalam kamar itu dan terlihat lah sosok mei dan shandy sedang merapikan barang-barang mereka, sepertinya mereka baru saja tiba di hotel ini.

“hi shandy.. apa kabar ?”, sapaku kepada shandy.

“baik hans.. bagaimana denganmu ?”, tanyanya balik kepadaku.

“baik juga.. aku ingin kenalkan kalian dengan kekasihku !”, ucapku dengan mengarahkan pandanganku ke arah rina.

“hi.. aku rina oktavia !”, salam kenal rina kepada mereka.

“ohh.. oktavia, nama yang tidak asing di telingaku !”, saut mei.

“diamlah mei !”, ucapku kepada mei.

“aku Mei Xiang, panggil saja mei.. kau bisa menanyakan semuanya tentang hans kepadaku, hahaha.. !”, ujar mei kepada rina.

“aku shandy ananta, pangggil saja shandy.. maaf aku tidak bisa membantumu untuk urusan asmara !”, salam kenal shandy kepada rina.

“senang bisa berkenalan dengan kalian berdua !”, ucap hangat rina kepada mereka.

“tugas pertama kalian adalah menemaniku jalan-jalan ke perusahaan Antrops, aku ingin melihat-lihat seperti apa perusahaan yang mulai di rintis lagi dari awal !”, ucapku.

“hahaha.. aku bekerja di bawah komando kakek, bukan dirimu hans !”, ucap mei kepadaku.

“aku yang akan menemanimu !”, saut shandy.

“ahh.. sikapmu membuatku malu di hadapan rina !”, ucapku kepada mei.

“sudahlah.. aku akan pergi jalan-jalan dengan pacaraku, sampai ketemu besok !”, ucapku.

Aku pun meninggalkan mereka berdua dan pergi dengan rina untuk menikmati indahnya kemacetan di jakarta, hahahaha… besok aku akan memulai pekerjaanku dan akan aku beberkan rencanaku kepada mereka.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 4 | Family Super Konyol Season 2 Part 4 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 3)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 5)