Family Super Konyol Season 2 Part 38

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 38

Start Family Super Konyol Season 2 Part 38 | Family Super Konyol Season 2 Part 38 Start

Part XXXVIII : Dua Kubu

Sialan.. di luar dugaan ternyata herlina jago juga main catur, aku terlalu meremehkannya sampai-sampai pertandingan ini harus berjalan round ke tiga. pertandingan pertama aku bisa memenangkannya walaupun dengan sangat susah payah, lalu berlanjut ke round kedua dimana gantian herlina yang mampu membalik keadaan, dia bisa mengalahkanku setelah belajar dari kesalahannya di round pertama.

Dan sekarang adalah round penentuan dimana siapa punn yang kalah akan menurut kehendak dari pemenang sesuai dengan kesepakatan, jika draw maka semua kesepakatan akan hilang karena tidak ada pemenang. tak kusangka herlina bisa bermain dengan cermat dan teliti, mungkin hal inilah yang membuatnya percaya diri untuk melawanku dan berani menerima taruhan yang ku berikan.

“ok, kamu duluan !”, ucapku pada lina.

“kau kaget yaa melihat perkembanganku ?”, tanya dari lina.

“hahaha.. biasa aja gak terlalu hebat !”, ucapku merendahkannya.

“tapi kau terlihat sangat berpikir keras hans, hehehe.. !”, ucap dari lina meledekku.

“last round.. aku gak bakal main-main lagi !”, ucapku pada herlina.

“sama hans.. aku juga gak akan main-main lagi !”, saut lina.

Pertandingan terakhir telah dimulai dengan herlina berjalan lebih dulu, pion demi pion dia gerakan untuk bertahan dari serangan kuda dan menteriku, herlina terlihat sangat berhati-hati dalam mengambil langkah, hampir setiap langkah yang diambil olehnya bertujuan untuk memblok langkahku, herlina sengaja mengambil cara bertahan dari pada menyerang.

Ketidak adaannya dua benteng dan wakil rajaku membuat permainan ini benar-benar sangat memeras otakku, aku tidak bisa lagi memancing herlina masuk kedalam perangkapku, langkahnya penuh dengan perhitungan. yang bisa aku lakukan sekarang hanya berharap semoga herlina melakukan kesalahan.

“semua langkahmu kini terblok hans !”, ucap dari lina.

“kau sengaja ingin membuat kuda-kudaku mundur yaa !”, sautku.

“pak teguh pernah bilang padaku, jangan terlama membiarkan musuhmu berada terlalu lama berada di area kita karena dia akan mempelajari kelemahan kita !”, ucap dari lina.

“ohh.. ternyata om teguh yang mengajarimu yaa, pantes sekali kalau kau sangat jago sekarang !”, ucapku.

“tentu saja dan kau telah meremehkan murid dari salah satu master catur !”, ucap dari lina.

“hahaha.. semua masih bisa terjadi, pertandingan belum berakhir !”, ucapku.

Kini aku mulai tersudut karena beberapa pionku telah hilang di makan oleh wakil dari rajanya herlina, bertahan juga percuma karena akan di kepung habis-habisan olehnya. cara terbaik adalah memancing keluar rajanya dari perlindungan para pengawalnya, dengan begitu aku bisa lanjut skakmat herlina.

Disaat seru-serunya permainan yang akan mendekati akhir permainan, tiba-tiba saja sebuah dua orang lelaki paruh baya berbadan tegap menghampiri diriku dan herlina. dia adalah om teguh dan saudaranya yang berasal dari surabaya, siapa lagi kalau bukan teddy suryadharma. manusia yang paling aku tunggu-tunggu akhirnya datang juga ke jakarta.

“Waahh.. seru banget nih maen caturnya !”, ucap om teguh pada kita berdua.

“Ohh yaa nath… kenalin ini adalah saudara om dari surabaya !”, ucap om teguh memperkenalkan sosok teddy padaku.

“Ohh yaa.. perkenalkan, saya hans antoline !”, ucapku pada teddy dengan menyodorkan tanganku.

“Teddy !”, ucap dari teddy dengan menjabat tanganku.

“Dia ini adalah orang yang memegang perusahaan sementara, kinerjanya sangat bagus !”, ucap om teguh memperkenalkanku pada saudaranya itu.

“thanks !”, saut teddy padaku.

“aku istirahat dulu !”, ucap teddy pada om teguh.

“baiklah… aku akan menyusulmu bentar lagi !”, ucap dari om teguh pada saudaranya.

Teddy pun pergi masuk kedalam rumah untuk istirahat, auranya benar-benar sangat dingin dan menakutkan, manusia itu sama saja seperti dulu dan tidak berubah sedikit pun. karena dia sekarang sudah hadir maka ada baiknya jika kita selesaikan pekerjaan rumah ini secepat mungkin.

“hans… kau bisa didesak oleh herlina, serius nih ?”, tanya om teguh padaku.

“haha.. sengaja mengalah om !”, jawabku.

“enak saja.. udah jadi kesepakatan kalau kamu gak pakai wakil dan dua benteng !”, ucap dari lina.

“hahaha… kau sudah meremehkan muridku hans !”, ucap dari om teguh padaku.

“aku tidak menyangka jika om akan mengajari lina sampai sejauh ini !”, ucapku.

“sudah berapa pertandingan nih ?”, tanya om teguh.

“ini pertandingan yang ketiga pak !”, jawab lina.

“terus gimana hasilnya ?”, tanya lagi om teguh dengan penasaran.

“imbang 1-1 !”, jawab dari lina pada om teguh.

“ehm… hebat juga kau hans bisa menahan imbang dengan posisi tidak menggunakan wakil dan dua benteng !”, ucap dari om teguh padaku.

“tapi kali ini seperti kau harus menyerah pada lina, posisimu benar-benar tidak menguntungkan !”, sambung dari om teguh.

“belum tentu, masih ada satu jalan keluar dari permainan ini !”, ucapku pada om teguh.

“kau benar, hanya ada satu jalan keluar yaitu memaksa berbaik draw !”, ucap dari om teguh.

“enak saja aku tidak akan membiarkan itu terjadi !”, ucap dari lina.

Permainan pun kita lanjutkan kembali, untuk memenangkan pertandingan kemungkinannya sangat kecil mengingat herlina begitu berhati-hati dalam mengambil langkahnya, sangat kecil kemungkinan jika berharap herlina akan melakukan kesalahan sendiri, jadi aku harus berpikir secara objectif yaitu mengambil kemungkinan yang besar dengan memaksakan permainan ini berakhir dengan draw.

Harus berkonsentrasi dan fokus pada permainan catur ini dulu baru berpikir tentang teddy lagi, dengan begitu aku bisa mengatur strategi untuk mengakhiri permainan ini dengan hasil draw. satu kesalahan kecil bisa berakibat kekalahan, apa lagi sekarang om teguh sedang menyaksikan muridnya sedang bermain tentu saja hal ini akan memacu semangat herlina untuk bisa mengalahkanku.

“hahaha… tepat sekali hans !”, tertawa om teguh melihat caraku bermain.

“tidak ada cara lain selain ini !”, sautku.

“kau masih butuh jam terbang lagi lin.. untuk bisa melawan hans !”, ucap dari om teguh.

“dia hebat.. dalam kondisi terdesak masih bisa memaksaku untuk bermain draw !”, ucap lina pada om teguh.

“hans tidak memaksamu tapi kau terlalu bernafsu untuk segera mengakhiri permainan ini, sehingga hans bisa memanfaatkan celah yang ada !”, papar dari om teguh.

“andai kau bisa menekan nafsumu mungkin hans tidak akan bisa berkutik tadi !”, sambung dari om teguh.

“om teguh benar sekali.. jika kau bisa menahan nafsumu maka aku akan kalah !”, ucapku pada lina.

“baiklah sekarang giliranku melawanmu hans !”, ucap om teguh menantangku.

Hasil pertandingan antara aku dan herlina berakhir seri jadi tidak ada yang memenangkan pertaruhan di antara kita, dan sekarang aku harus menghadapi sang master si om teguh. permainan dimulai dengan aku berjalan lebih dulu, dan herlina menyaksikan permainan ini dengan serius sekali untuknya belajar dari kita berdua.

“skakmat !”, ucapku pada om teguh.

“1-0 untukmu hans, kita lanjut lagi !”, ucap dari om teguh.

Pertandingan kedua pun kita lanjutkan lagi setelah pertandingan sebelum aku memenangkannya, namun kali ini pertandingan sangat seru sekali dan berlangsung cukup lama karena benar-benar kita saling mengadu strategi.

“skakmat !”, ucapku lagi mengakhiri pertandingan kedua.

“2-0 untukmu hans, kita lanjut lagi !”, ucap om teguh menantangku lagi.

“cukup om karena aku harus bertemu dengan seseorang !”, tolakku secara halus.

“2-0 tanpa balas, hebat sekali !”, pujian dari lina kepadaku.

“hahaha… apa kau sudah lihat sendiri kehebatan dari hans, lin !”, ucap om teguh.

“iya.. benar-benar sangat hebat, bahkan pak teguh tidak dikasih kesempatan untuk menang !”, ucap dari lina.

“mungkin karena om teguh sedang lelah saja makanya beliau kurang bisa fokus dan berkonsentrasi !”, ucapku merendah.

“hahaha.. lain waktu aku akan menghabismu hans !”, ucap dari om teguh.

“baiklah kalau gitu, aku pamit dulu om dan lina !”, pamitku pada mereka berdua.

“ok, terima kasih atas kunjunganmu hans !”, ucap dari om teguh.

“ohh yaa.. besok sore sempatkan waktumu untuk kesini lagi, ada yang perlu om omongin denganmu !”, ucap dari om teguh padaku.

“baiklah om… saya permisi dulu !”, ucapku.

“hati-hatilah !”, saut dari om teguh.

Dengan segera aku pun mengemudikan mobilku keluar dari rumah itu dan menuju ke tempat kerjaan, namun di tengah perjalanan aku menelepon mei untuk memberitahunya soal kedatangan dari teddy suryadharma yang sekarang telah berada di jakarta. dan kuambil telepon genggamku untuk menghubungi shandy tentang kabar ini.

“hallo shandy !”, ucapku pada shandy.

“iya hans !”, ucap shandy.

“bisakah kau percepat proses hukum yang sedang di jalanin oleh retno ?”, tanyaku pada shandy.

“bisa saja tapi akan membutuhkan budget yang lebih lagi karena aku harus menyuap beberapa hakim dan jaksa !”, jawab shandy.

“baiklah, lakukan saja perintahku. setelah retno ada di dalam sel bayaran beberapa orang untuk membunuhnya dan lakukan sebersih mungkin !”, ucapku pada shandy.

“baiklah hans… tapi kenapa mendadak sekali kau memerintahku ?”, tanya shandy.

“karena musuh kita telah berada di jakarta, hari ini dia telah sampai di sini !”, ucapku pada shandy.

“maksudmu teddy telah berada di jakarta ?”, tanya shandy.

“kau benar shandy… dan perintahkan juga pad mei untuk segera men-take over perusahaan suryadharma secepatnya !”, ucapku pada shandy.

“wow… diluar prediksi, dia datang lebih cepat ternyata !”, ucap dari shandy.

“tentang mei sepertinya dia sudah mempersiapkan semua, dan aku akan menyampaikan pesanmu pada mei !”, sambung dari shandy.

“oh yaa.. beritahu juga kabar ini kepada joseph dan nova !”, ucapku pada shandy.

“baiklah hans !”, jawab dari shandy.

Jika joseph mengetahui kabar ini maka dia akan mengirim kabar ke kakeknya, dengan begitu pastilah kakek akan datang juga ke jakarta, disaat seperti inilah kedua kubu ini akan berkumpul dan dengan begitu maka akan mudah bagiku untuk menjalankan misi ini.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 38 | Family Super Konyol Season 2 Part 38 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 37)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 39)