Family Super Konyol Season 2 Part 37

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 37

Start Family Super Konyol Season 2 Part 37 | Family Super Konyol Season 2 Part 37 Start

Part XXXVII : Cerita Keluarga Kecil

“sekarang saatnya aku untuk mengetahui hasil dari pertemuan mereka !”, gumamku sendiri.

Beberapa hari yang lalu aku telah mengatur pertemuan mereka, antara nathael dengan seluruh teamku kecuali diriku dan tepat kemarin pertemuan itu telah terjadi. dengan memanfaatkan salah satu sopir joseph aku menyuruhnya untuk berbicara dengan agnes untuk menyampaikan pesan kepada nathael yang sedang berada di dalam usaha yang di rintis oleh bu farah.

Kemudian ku ambil handphoneku dan mencoba menghubungi shandy…

“hallo shan.. !”, sapaku pada shandy.

“yaa hans.. ada apa ?”, taya shandy.

“bagaimana pertemuan kalian kemarin ?”, tanyaku balik.

“semua lancar hans, sesuai dengan perintahmu !”, jawab shandy.

“bisa ceritakan secara detail tentang pertemuan tersebut ?”, tanyaku pada shandy.

“setelah kau menyuruh sopir joseph menyampaikan pesan kepada nathael lewat agnes, tidak lama kemudian nathael datang sendiri ke caffe tersebut setelah nathael memasuki pintu caffe lalu dia di sambut dan diantar oleh salah satu orang suruhan joseph ke tempat dimana joseph dan nova sedang duduk, sementara itu aku dan mei duduk tepat di samping meja mereka !”, penjelasan shandy.

“lalu apa yang di bicarakan oleh joseph ?”, tanyaku lagi.

“sama seperti yang kau perintahkan, bicara tentang kematian renald !”, jawabnya.

“lalu bagaimana tanggapan dari bocah itu ?”, tanyaku lagi.

“dia terlihat sangat kesal dan berusaha untuk melawan joseph !”, jawab dari shandy.

“terima kasih shan atas informasimu !”, ucapku pada shandy.

“sama-sama hans !”, sautnya membalas ucapanku.

Sesuai dengan yang ku mau semuanya akan berjalan dengan lancar, selama bocah itu terpokus pada mereka berempat aku akan dengan leluasa menjalankan aksiku dengan menghancurkan keluarga ini dari dalam.

Kini aku harus kembali memastikan rencana kedua ku berjalan dengan mulus juga, kali ini adalah tugas dari mei. aku sengaja menyuruhnya untuk memanfaatkan keluarga kecil dari agnes atau lebih tepatnya adalah memanfaatkan bu farah untuk mau meminjam modal usaha kepada perusahaan ini.

Tentu saja aku yang menggunakan nama samaran sebagai renald bisa dengan leluasa melancarkan aksiku dengan merayunya agar mau menerima tawaran dari mei, walaupun kita hanya sekali bertemu tapi aku bisa merayunya memalui BBM yang pernah aku dapatkan darinya waktu pernah kali bertemu, pertemuan pertama yang berkesan menimbulkan efek yang bagus bagiku untuk bisa merayu bu farah.

Aku pun melakukan panggilan kepada mei dari handphoneku…

“hallo mei !”, sapaku.

“iya hans, ada apa ?”, tanya mei padaku.

“tidak apa-apa mei aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu !”, ucapku.

“bertanya apa hans ?”, tanya mei.

“ehm.. tentang perintahku kepadamu !”, jawabku.

“perintah yang mana ?”, tanya mei penasaran.

“tentang bu farah.. bagaimana kelanjutannya ?”, tanyaku balik pada mei.

“ohh.. tentang peminjaman modal itu kan !”, jawab mei.

“iya benar.. sudah sampai dimana kemajuannya mei ?”, tanyaku lagi.

“sepertinya hal ini tidak semudah yang kau bayangkan hans… terutama tentang bocah itu !”, ucap dari mei.

“maksudmu apa yaa ?”, tanyaku.

“bocah itu memberikan bantuan kepada bu farah dengan mengenalkan relasi dari ayahnya teguh kepada bu farah untuk memperluas usahanya !”, jawab mei.

“lalu apa kau tidak berhasil melakukan rencana ini ?”, tanyaku pada mei.

“memperluas usaha pastilah membutuhkan modal, semakin banyak relasi pastilah semakin banyak orderan, meskipun kau telah membantuku dengan merayu bu farah tapi tetap saja tidak mudah bagiku untuk membujuknya agar mau menerima pinjaman modal dari perusahaan ini !”, ucap dari mei.

“kau gagal !”, sautku.

“tidak hans.. semua relasi yang di kenalkan oleh bocah itu adalah bagian dari perusahaan suryadharma yang ada di jakarta ini, jadi aku sengaja memanfaatkan mereka untuk tidak hanya memperluas usaha bu farah saja tapi juga melalui mereka aku memberikan modal usaha untuk membuka cabang-cabang usahanya !”, tutur dari mei.

“maksudmu kau meminjamkan modal usaha kepada bu farah melalui perusahaan itu, bukan dari perusahaan kita ?”, tanyaku pada mei.

“benar hans… dan saat perusahaan suryadharma ini hancur maka aku dengan sengaja akan mengakuisisi perusahaan suryadharma ini agar bisa jatuh ketangan perusahaan kita, dengan begitu relasinya juga akan jatuh ke tangan kita, dan jika ini semua berjalan lancar maka sangat mudah bagiku untuk mengendalikan pinjaman tersebut !”, penjelasan dari mei.

“kau akan menghasut relasi-relasi itu untuk memuluskan rencanamu !”, ucapku.

“tentu saja hans !”, saut mei.

“lalu bagaimana dengan perusahaan suryadharma sendiri ?”, tanyaku pada mei.

“semua sudah beres hans.. tinggal menunggu vonis dari hakim kepada retno setelah itu aku akan mengambil alih perusahaan suryadharma ini !”, jawab shandy.

“bagus sekali.. terima kasih mei !”, ucapku pada mei.

“sama-sama hans !”, jawab mei.

Rencana cadanganku juga telah berjalan walaupun tidak semulus yang aku rencanakan tapi tidak apa-apa yang penting mei bisa mengatasi semuanya dengan baik, kini tinggal menunggu detik-detik vonis kepada retno di umumkan lalu aku akan menghancurkan perusahaan ini, tapi sebelum itu aku terlebih dulu akan menahan teguh untuk tidak melakukan tindakan yang bisa meringankan hukuman dari retno.

Satu sentuhan lagi maka semua umpanku akan termakan oleh mereka, baiklah jangan buang-buang waktu sebaiknya sekarang juga aku ke tempat teguh berada, karena aku harus menahannya untuk tidak melakukan tindakan yang berlebihan. dengan cepat aku menuju ke parkiran mobil dan berangkat menuju tempat herlina biasanya berada yaitu tempat persembunyian teguh suryadharma.

Sesampainya di tempat teguh…

“hans.. apa yang kau lakukan disini ?”, tanya lina.

“ohh.. lina, aku sedang mencari om teguh !”, jawabku.

“pak teguh sedang tidak ada disini !”, jawab dari lina.

“keman dia pergi ?”, tanyaku.

“menjemput seseorang di bandara !”, jawabnya.

“ohh.. pasti orang penting sampai-sampai om teguh harus menjemputnya sendiri !”, ucapku.

“tunggu dulu.. jangan-jangan kau kesini tidak mengabari terlebih dahulu ?”, tanya lina.

“iya sengaja… soalnya aku ingin menantangnya main catur lagi, kalau aku bilang-bilang maka dia akan menyiapkan dirinya untuk melawanku !”, jawabku.

“kau licik juga ternyata !”, ucap lina.

“kita tunggu di luar saja yaa.. nanti kalau di dalam bisa nimbulin fitnah !”, ucapnya lagi.

“hahaha… kau benar !”, ucapku dengan tertawa.

Wanita ini benar-benar membuat geleng-geleng kepala, sangat sulit bagiku menaklukan hatinya. jangankan hatinya untuk mendapatkan informasi darinya saja sangat sulit bagiku, aku harus kerja ekstra keras untuk merayu dan membujuknya agar bisa membuka mulutnya. walaupun terlihat bodoh tapi prinsipnya sangat kuat dan kokoh sekali sampai-sampai semua cara yang aku lakukan tidak memberikan efek apa pun padanya.

“ohh yaa hans.. maaf ya soal sikap nathan waktu di rumah makan itu !”, ucap dari lina.

“ohh tidak apa-apa.. bisa di maklumi kok !”, jawabku.

“aku juga udah omelin dia kok agar bisa ngerubah sikapnya yang nyebelin itu !”, ucap dari lina rada kesel.

“hahaha… biasa aja lin.. namanya juga masih labil, pasti bedalah dengan kita yang sudah tua !”, sautku.

“tua.. tua.. kamu aja kali yang tua !”, saut dari lina.

“hahaha… tua’an kamu lagi !”, ucapku menyindir lina.

“mau ngajak ribut !”, ucap lina dengan mengempalkan tangannya kepadaku.

“gak deh untuk sekarang ini.. kamu menang kandang !”, sindirku lagi.

“sialan.. ayo di luar !”, tantang lina kepadaku.

“iya.. iya.. ampun, aku nyerah aja deh !”, ucapku gugup menanggapi tantangan lina.

“hahaha… polisi di lawan !”, ucap sombong dari lina.

“eehh.. ngomong-ngomong jemput siapa ya om teguh ?”, tanyaku pada lina.

“katanya seh jemput saudaranya yang datang dari surabaya !”, jawab lina.

Wooww… ternyata dia datang lebih cepat dari dugaanku, lalu untuk apa dia datang secepat ini ke jakarta, sepertinya aku harus lebih mencari tau akan hal ini dan lebih hati-hati lagi. bisa di bilang nasibku kini berada di tangan rina, jika dia membuka semua rahasiaku maka tamatlah riwayatku yang tengah menyusup di pusaran keluarga ini.

“heh… malah ngelamun !”, sentak dari lina membubarkan lamunanku.

“ohh.. gak kok !”, jawabku.

“gak apaan.. orang jelas-jelas bengong gitu !”, sangkal dari lina.

“iya lagi mikirin gimana kalau tadi aku ngeladenin tantanganmu yaa !”, ucapku mengalihkan perhatian dari lina.

“ohh masih penasaran yaa.. penasaran apa ngeremehin nih !”, ucap dari lina dengan kedua mengikat pingang.

“haha.. gak bakal berani aku ngelawan kamu !”, ucapku.

“gimana kalau kita maen catur saja !”, ucapku lagi pada lina.

“yuk !”, jawab lina.

“tapi taruhan yaa !”, tantangku.

“gak ahh.. aku sadar kalau aku bukan lawanmu !”, jawab dari lina menolak tantanganku.

“gimana kalau aku maen tanpa kedua benteng dan wakil raja !”, ucapku.

“deal… !”, ucap lina dengan semangat.

“tapi taruhannya apa ?”, tanya lina.

“kau harus jadi kekasihku, bagaimana !”, jawabku.

“tiga game, dua kali kemenangan dia pemengannya, jika draw sekali maka dan masing-masing player mendapat satu kemenangan berarti taruhan ini batal !”, papar dari lina menjelaskan aturan permainan.

“setuju !”, ucapku.

“dan kalau kau kalah.. kau harus menuruti perintahku tanpa banyak tanya !”, ucap dari lina.

“bisa kita mulai sekarang !”, ucapku pada lina.

“tunggu sebentar, aku ambil papan catur dulu !”, ucap dari lina.

Wow… permainan dengan taruhan yang sangat menarik, aku sudah tidak sabar untuk memulai pertarungan catur ini. aku sangat yakin jika aku bisa mengalahkannya dengan mudah walaupun aku harus bermain tanpa kedua benteng dan sang wakil raja, karena lina bukanlah teguh yang sangat alih memainkan strategi dan taktik dalam permainan catur ini.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 37 | Family Super Konyol Season 2 Part 37 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 36)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 38)