Family Super Konyol Season 2 Part 36

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 36

Start Family Super Konyol Season 2 Part 36 | Family Super Konyol Season 2 Part 36 Start

Part XXXVI : Kembalinya Shandy

Kini hanya tinggal aku shandy saja di ruangan kerjaku yang dulu, sementara itu joseph mei dan nova telah pergi meninggalkan kita berdua. suasana begitu hening dan aura yang penuh kekecewaan dari shandy. raut wajahnya sangat penuh dengan emosi serta rasa ketidakpuasan akan sesuatu. aku yang sedari tadi hanya berdiri tak kuasa mengutarakan satu kata pun untuk mencairkan suasana, aku juga terlihat sangat binggung menghadapi hal ini.

“hans.. jika kau disuruh memilih aku dan rina, siapa yang akan kau pilih ?”, tanya shandy padaku dengan nada yang tajam.

“dua-duanya !”, ucapku dengan menundukan wajahku.

“aku atau rina, pilih salah satu dari kami hans ?”, tanyanya lagi dengan sedikit menaikan nada suaranya.

Sebuah pertanyaan yang bagaimanapun aku tidak akan mampu menjawabnya, shandy melontarkan prtanyaan itu kepada karena dia ingin sekali memastikan kemana langkahku akan bermuara. sebuah rencana yang tak seharusnya dia ketahui terpaksa aku harus mengungkapkannya kepada shandy.

“hanya kau dan aku saja yang mengetahui rencanaku ini !”, ucapku.

“apa yang kau bicarakan, aku hanya ingin kau menjawab pertanyaanku !”, saut shandy.

“dengarkan aku shan… !”, ucapku dengan sedikit membentak untuk memastikan shandy mendengarkanku.

“sejak awal rencanaku yang sesungguhnya adalah menghancurkan keluarga suryadharma dan juga keluarga angkawijaya !”, ucapku.

“kenapa kau ingin menghancurkan keluargamu sendiri ?”, tanya shandy.

“targetku hanyalah lima orang saja, yaitu retno, teddy, teguh serta joseph dan kakekku !”, sautku.

“aku tidak mengerti kenapa kau melakukan ini ?”, tanya shandy.

“aku tidak ingin jika dendam ini terus berlanjut, siapa pun pemenang dari pertikaian ini hanyalah sekumpulan orang-orang yang telah termakan oleh ambisi dan dendam, oleh karena itu aku ingin mereka berlima ku lenyapkan !”, ucapku pada shandy.

“dan aku juga telah merencanakan sesuatu untukmu, mei dan juga nova. perusahaan antrops inilah masa depan kalian, aku sengaja menyarankan kakek untuk membangun perusahaan ini dan dengan kemampuanku aku berusaha untuk mengembangkannya, supaya kelak kalian bertiga bisa menikmati hidup yang bahagia tanpa adanya dendam lagi !”, ucapku pada shandy.

“hans.. aku tidak mengerti dengan maksudmu ?”, tanya shandy.

“aku juga telah merencanakan sesuatu untuk mengeluarkan kalian bertiga dari pertikaian ini, sama halnya yang seperti aku lakukan pada rina !”, ucapku lagi.

“hans apa kau berencana mengakhiri ini sendiri ?”, tanya shandy dengan mata berkaca-kaca.

“kau benar.. entah aku hidup atau mati yang penting tujuanku adalah menyelesaikan rencanaku dengan sesempurna mungkin !”, sautku.

Hangat… hangat… dan sangat hangat, pelukan dari shandy yang langsung mendekap tubuhku saat aku berucap perkataan tentang hidup dan mati, tetesan air matanya pun membasahi pipiku, rintihan dan tangisan yang tertahan juga terdengar lirih dari mulut shandy.

“hentikan.. !”, ucap shandy dengan menangis lirih.

“jangan katakan itu lagi hans !”, ucapnya lagi.

“aku akan selalu bersamamu, aku berjanji padamu… !”, sambungnya.

“tak akan kubiarkan siapapun menyakitimu !”, ucap dari shandy.

“terima kasih shan… tapi aku akan terus berjalan pada rencana awalku !”, jawabku.

“hans… kau tidak akan bisa melawan mereka semua sendirian !”, ucap dari shandy memperingatkanku.

“hentikan hans… !”, sambungnya.

“aku tidak akan berhenti shan.. jika aku hentikan maka kalian dan juga orang tuaku akan dalam bahaya, siapapun pemenangnya mereka akan menghalalkan segala cara untuk melampiaskan ambisinya serta nafsu untuk berkuasa, dan kalian serta orang tuaku pasti akan terlihat dalam ambisi itu !”, terangku pada shandy.

Suasana yang tadinya mencekam dan penuh dengan amarah serta rasa kecurigaan, kini telah berubah menjadi hangat dan penuh haru. shandy yang mendengar seluruh rencanaku yang sebenarnya pun tak kuasa menahan air matanya, sekuat apa pun shandy menahan cobaan, dia tetaplah seorang wanita yang akan menangis jika hatinya tersentuh oleh pengorbanan dari orang yang dia cintai, walaupun sebenarnya dia tau kalau cintanya bertepuk sebelah tangan.

“tapi kenapa kau mengajak kita semua untuk perang terbuka dengan keluarga suryadharma ?”, tanya shandy.

“bukan perang terbuka tapi lebih tepatnya perang secara bergerilya dan mengendap-endap !”, jawabku.

“apa maksudmu ?”, tanya shandy penasaran.

“melalui bocah itu aku akan mengalihkan perhatian musuh kepada kalian, dengan begitu aku bisa leluasa menghancurkan mereka dari dalam tanpa kecurigaan sedikit pun !”, jelasku.

“tapi bukankah kau tau sendiri kalau di team kita ada seorang pengkhianat yang dengan sengaja mengendalikan rina, hal ini akan berbahaya untukmu jika rina melakukan aksinya untuk menghentikanmu ?”, tanya shandy dengan rasa khwatirnya.

“kemungkinan kecil.. sepertinya fokus pengkhianat ini adalah menghancurkan keluarga suryadharma, setelah itu mungkin dia akan menjalankan rencana lainnya… dengan kata lain pengkhianat ini seperti simbosis mutualisme yang sengaja menumpang pada team ini untuk menjalankan rencananya, karena kita memiliki persamaan rencana makanya kita bisa saling menguntungkan !”, ucapku.

“lalu apa yang akan terjadi setelah keluarga suryadharma hancur ?”, tanya shandy.

“itulah yang aku tidak tau !”, jawabku.

“menurutmu siapa pengkhianat itu hans ?”, tanya shandy.

“kau.. !”, ucapku singkat dengan menatap tajam kepada shandy.

“apa maksudmu hans ?”, tanya shandy membentakku.

“jika kau terus bertanya aku akan mencurigaimu !”, jawabku lagi.

Sampai saat ini pun aku tidak bisa memastikan tentang siapa orang yang berkhianat tersebut, pasti pikiran shandy dan mei tertuju pada sosok joseph karena dari awal dialah yang selalu berseberangan denganku, namun setelah pertemuan kita tadi. kini semua orang berhak menyandang pengkhianat, semua pun mereka aku sangat yakin jika shandy bukanlah pengkhianat itu.

“tunggu sebentar hans.. masih ada yang mengganjal di otakku !”, ucap shandy.

“apa itu ?”, tanyaku.

“kenapa harus bocah tengik itu yang kau gunakan untuk mengalihkan perhatian musuh kita ?”, tanya dari shandy.

“pertanyaan yang bagus sekali shan !”, ucapku pada shandy.

“lalu kenapa harus dia ?”, sambung pertanyaan shandy.

“dengarkanlah rekaman ini, karena inilah alasanku !”, jawabku.

“ohh.. temen yaa, it’s ok kalau gitu !”, ucap dari herlina.

“hehehe… udah ahh jangan ngambek lagi tar jelek lho !”, ucap dari nathael.

“emang kenapa kalau jelek ?”, tanya lina dengan nada sewot.

“yaa.. nanti aku bakal cari gantinya lah !”, ucapku dengan santai.

“yaa udah cari aja sana !”, saut dari lina dengan ketus.

“gak jadi deh.. tar kalau aku cari beneran nanti ada yang galau !”, sindir nathael pada lina.

“hiiiiiihhh…. ngeselin !”, saut lina dengan sangat gemasnya.

“hahaha.. abis, kamu makan ama cowok lain gak bilang-bilang !”, ucap dari nathael.

“kan aku dah bilang kalau kejutan !”, jawab dari lina.

“ngelihat ceweknya makan dengan cowok lain kamu bilang kejutan… kalau aku jantungan aku bisa mati ngelihat hal ini !”, ucap dari nathael.

“hahaha… gak gitu maksudnya, si hans itu temen baikku dan dia itu penasaran banget ama kamu makanya aku sengaja ngatur waktu untuk kalian bisa bertemu, soalnya dia pernah kesekolahmu denganmu karena sengaja ingin bertemu tapi kamunya ada kegiatan lain jadi kita tinggal deh !”, ujar dari lina.

“gantengkan dia ?”, tanya lina seperti menggoda nathael.

“cowok ganteng tuh yang kekasihnya seorang polwan… polwan aja bisa di taklukin hatinya apa lagi hati cewek lain !”, ucap dari nathael dengan sombongnya.

“huh.. bener-bener yaa kamu tuh !”, ucap lina.

“ehh.. kamu tadi ngobrol apa aja ama dia ?”, tanya nathael.

“ngobrol biasa saja seh !”, jawab lina.

“biasa aja gimana, cerita donk biar aku gak jelous !”, ucap nathael seperti memancing lina untuk menceritakan sesuatu.

“obrolan biasa aja seh dan… dia juga tadi sempet bertanya tentang kasus renald, tapi aku gak ceritakan rahasia itu !”, jawab dari lina.

“ohh.. sebenarnya aku juga ingin bertanya tentang kasus itu, sepertinya ada yang disembunyikan dari om teguh dariku, bisa gak kamu ceritain ke aku detail peristiwa itu gimana ?”, tanya nathael pada lina.

“kamu kan pinter seharusnya kamu bisa menyelidikinya sendiri !”, ucap dari lina.

“gimana mau nyelidiki, orang om teguh aja kayak gitu.. dia tidak ingin aku terlalu jauh dalam penyelidikan ini !”, ucap dari nathael.

“kenapa seperti itu ?”, tanya dari lina.

“andai kamu mau cerita, mungkin aku bisa jawab pertanyaanmu itu ?”, tanyaku balik.

“aku minta tolong kepadamu sayank… tolong ceritakan karena ini sangat berhubungan dengan om teguh, atasanmu sendiri !”, ucap nathael dengan memelas memohon.

“baiklah tapi cerita dulu semua yang telah kau ketahui tentang kasus ini, nanti aku akan membenarkannya. tapi janji jangan ceritakan ini kepada pak teguh !”, ucap dari lina.

“baiklah aku janji !”, saut daru nathael.

“jadi begini, pertama aku tidak sepenuhnya yakin jika om teguh telah membunuh renald, dengan melihat kondisi mobil yang sudah tertabrak dan rusak parah, bisa dipastikan kalau renald juga mengalami kondisi yang kritis, namun saat aku melihat mayat tersebut ternyata ada lubang bekas tembakan di kepalanya yang kemudian di putuskan kalau om teguh lah yang membunuh renald !”, ucap dari nathael.

“memang benar kalau om mu lah yang membunuh renald, tapi menurut cerita dari pak teguh, sebenarnya pak teguh tidak ingin membunuhnya pak teguh hanya ingin memberinya pelajaran saja dengan menjebloskannya ke dalam penjara, namun saat di tengah pengejaran pak teguh mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku kalau dia itu adalah renald, orang yang telah berani menjamah istri dan anaknya, makanya pak teguh khilaf dan membunuhnya !”, ucap dari lina.

“dengan power dari om teguh jadi semua pemberitaan tentang kasus renald dibuat sesunyi mungkin dan terhindar dari media, namun tetap saja untuk sementara waktu om teguh harus disembunyikan dari dunia luar untuk menghindari media dan menimbulkan kesan kalau hukum di negeri ini telah di tegakkan !”, sambung dari lina.

“ok jadi seperti itu yaa… lalu denganmu sendiri, sejak awal aku juga telah mencurigainya kalau kamu sengaja di suruh oleh om teguh untuk menjadi pengawal pribadi dengan tujuan untuk menjagaku, benarkan ?”, tanya nathael dengan lina.

“benar.. aku di perintahkan oleh pak teguh untuk melindungimu dari gangguan orang yang ingin mencelakaimu oleh karena itu aku mencoba untuk sedekat mungkin denganmu termasuk menjadi kekasihmu agar tidak kau curigai kalau aku sengaja melakukan ini untuk menjagamu, karena pak teguh berpikir kalau kamu adalah salah satu amunisi yang di punyai oleh keluarga ini !”, ucap dari lina.

“tapi sepertinya semakin hari dekat denganmu malah membuatku semakin jatuh cinta !”, sambung ucapan lina.

“hehehe… ternyata analisaku benar adanya !”, ucap dari nathael.

“ohh yaa… nih uang buat bayar semua makanan ini, biar aku saja yang traktir.. nih kamu bayarin ke kasir sana !”, suruh nathael.

“baiklah.. aku ke kasir dulu yaa !”, ucap dari lina.
Click to expand…Lalu pembicaraan mereka pun berhenti sesaat karena herlina sepertinya meninggalkan nathael sendiri di meja makan tersebut, tapi tidak butuh waktu lama nathael pun berbicara sendiri yang sepertinya ditujukan kepadaku. dia sengaja ingin membicarakan hal ini sendiri tanpa sepengetahuan dari herlina.

“kau mengkorek informasi tentang kematian renald dari lina, lalu dengan sengaja meninggalkan handphone di atas meja dengan kondisi terbalik. kebiasaan seseorang menaruh handphone di atas meja adalah dengan menaruh bagian layarnya di atas karena takut jika tergores, tapi aku pernah melakukan hal yang sama denganmu waktu berbincang dengan tanteku, namun tujuanku waktu itu adalah untuk merekam pembicaraan kita !”, ucap dari nathael.

“aku tidak tau kau sengaja menaruh handphonemu disini untuk tujuan apa… tapi jika kau sengaja untuk merekam pembicaraan kami, maka aku sudah membantumu untuk mendapatkan informasi dan jika kau memiliki niatan busuk maka kau akan bertindak sesuai dengan hasil informasi ini, dan dengan begitu secara tidak langsung kau sama halnya membuka topengmu sendiri !”, ucap dari nathael.

“tapi satu hal yang perlu kau ketahui, jika prediksiku tadi benar adanya maka aku akan membuat nasibmu sama seperti renald !”, ucap dari nathael dengan nada mengancam.
Click to expand…”bagaimana menurutmu shan ?”, tanyaku pada shandy.

“bocah tengik itu menantangmu !”, ucap shandy yang masih tidak percaya akan kelakuan nathael.

“oleh karena itu kenapa aku dengan sengaja mengalihkan perhatiannya dengan mempertemukan kita semua, kecuali aku !”, ucapku pada shandy.

“dia adalah amunisi terakhir dari keluarga suryadharma, apa maksudnya ini ?”, tanya shandy.

“kepintarannya melebihi batasan dari anak-anak lain seusianya, oleh karena itu teguh dan teddy sangat ingin melindungi anak ini, dengan memindahkannya ke jakarta dan menempatkan polwan itu sebagai pengawalnya !”, jawabku.

“maksudmu dialah musuh kita sebenarnya ?”, tanya shandy lagi.

“jika prediksiku tidak salah, sepertinya dia sengaja di gerakan oleh teguh untuk menyelidik sesuatu, analisaku ini berdasarkan dari rekaman obrolan itu !”, jawabku lagi.

“bocah yang tadinya hanya sebuah debu kini telah menjadi sebuah batu karang, di luar dari prediksi kita semua !”, ucap shandy.

“tenanglah… selama ada aku disini, tidak perduli sebesar apa batu karang itu, aku akan menghancurkannya !”, ucapku dengan nada sangat gemas.

“ohh iya… kau sudah 3 hari berada di jakarta, bagaimana dengan tugasnya di jogja ?”, tanyaku pada shandy.

“aku sudah menjebaknya dan mengajukan semua berkas-berkas dan bukti-bukti yang kau miliki untuk menjerat retno kedalam sel penjara !”, jawab shandy.

“disamping itu juga aku telah menyuap beberapa anggota kepolisian dan hakim disana supaya hukumannya di perberat !”, jawabnya lagi.

“bagus sekali shan, good job !”, ucapku memuji kinerja shandy.

“kini aku butuh sentuhan tangan dari mei agar sasaran kita datang ke jakarta !”, ucapku pada shandy.

“dengan kembalinya dirimu maka hal ini akan terlihat sangat mudah !”, sambungku lagi.

“aku akan selalu membantumu hans !”, saut shandy.

“terima kasih shan.. tapi selalulah patuh akan perintahku !”, ucapku.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 36 | Family Super Konyol Season 2 Part 36 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 35)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 37)