Family Super Konyol Season 2 Part 34

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 34

Start Family Super Konyol Season 2 Part 34 | Family Super Konyol Season 2 Part 34 Start

Part XXXIV : Antara Hans, Lina dan Nathael

Cuaca sangat tidak mendukung sekali hari ini untuk melakukan aktifitas di luar ruangan, hujan mengguyur jakarta hari ini sepertinya akan banjir dan tentu saja kemacetan akan semakin parah. sejam lagi aku ada janji untuk bertemu dengan herlina di sebuah tempat dan dia bilang akan memberiku suatu kejutan yang menarik, karena hal ini lah aku jadi sangat penasaran dan bersemangat untuk datang menemuinya oleh karena itu aku tidak memperdulikan cuaca yang tidak bersahabat ini.

Kukemudikan mobilku menerjang cuaca yang buruk ini untuk menepati janji dengan herlina, wanita yang sangat kuat dengan pendiriannya. kali ini kemampuanku dalam menaklukan hati seorang wanita benar-benar di uji olehnya, sangat susah bagiku untuk bisa mendapatkan hatinya supaya bisa jatuh kedalam pelukanku karena aku sangat membutukannya untuk kujadikan pionku selanjutnya. menggunakannya sebagai pion adalah suatu keuntungan besar bagiku karena kedekatannya dengan teguh suryadharma.

Setelah hampir 1,5 jam perjalanan yang kutempuh, akhirnya aku pun sampai pada tempat yang di makasud oleh herlina, kulihat herlina sedang menunggu di dalam rumah makan yang tradisional ini. aku pun keluar dari mobil yang telah terparkir lalu ku terjang rintikan hujan untuk menuju ketempat herlina. melihat kedatanganku herlina pun terlihat senang dengan menebarkan senyuman di wajahnya untukku.

“maaf yaa telat !”, ucapku.

“gak apa-apa kok.. basah yaa kamu ?”, tanya lina.

“iya nih.. !”, ucapku sambil melepas jas kerjaku dan duduk di depan lina.

“kamu mau pesan apa biar aku pesanin ?”, tawar dari lina.

“menunya apa aja disini ?”, tanyaku balik.

“disini yang paling terkenal ayam bakarnya !”, jawab lina.

“ya udah deh boleh… sambalnya banyakin yaa !”, ucapku.

“doyan pedes yaa ?”, tanya lina.

“banget !”, jawabku.

“terus minumnya apaan ?”, tanya lina.

“es teh manis aja deh !”, jawabku.

“sebentar yaa.. aku pesenin dulu !”, sautnya.

Herlina pun pergi ke tempat pemesanan makanan untuk memesan menu yang kita inginkan, dia terlihat sangat perhatian dan telaten sekali dalam melayani seperti seorang pelayan saja. tapi akku masih dibuat penasaran dengan kejutan apa yang akan dia berikan kepadaku nantinya, ternyata dirinya bisa membuatku mati penasaran juga. dan tidak lama kemudian herlina pun kembali lagi ke tempat duduknya, lalu kita pun memulai lagi obrolan yang sempat tertunda.

“mana kejutannya ?”, tanyaku.

“sabar atuh kang !”, ucapnya dengan senyuman menggoda.

“kamu jangan senyum-senyum gitu.. bisa keGRan aku nanti !”, ucapnya menggodanya.

“hahaha… gombalan mu gak bakal mempan !”, ucap lina.

“aahh.. masak seh ?”, tanyaku.

“tiap hari aku di gombalin ama cowokku.. makanya udah kebal ama gombalan lelaki !”, jawab lina.

“pinter juga yaa cowokmu menyuntikan imunisasi anti gombalan, biar ceweknya gak bisa pindah ke lain hati, hahaha… !”, ucapku bercanda.

“hehehe.. yaa gitu lah !”, sautnya.

“sampai kapan aku harus nunggu kejutannya ?”, tanyaku.

“ehm… aku pingin tanya dulu ama kamu ?”, tanya balik lina padaku.

“tanya apaan ?”, sautku.

“tentang istri dari pak teguh !”, ucap lina.

“ohh.. bu rahma, ada apa emangnya ?”, tanyaku.

“kok bisa seh kamu di percaya banget ama bu rahma untuk mengelolah perusahaannya, dan pak teguh juga bisa merasakan nyaman banget denganmu ?”, tanya lina.

“gimana yaa.. sebenarnya ini ada hubungannya dengan bossku dulu, si renald orang yang menurut kabar meninggal karena om teguh, tapi aku sendiri juga gak tau tntang kebenaran itu !”, ucapku.

“terus gimana ?”, tanyanya lagi.

“gimana apanya ?”, tanyaku balik.

“kelanjutan dari ceritamu itu !”, jawabnya lina dengan kesel.

“sabar atuh neng !”, ledekku dengan meniru logatnya tadi.

Mungkin ini kesempatan bagiku untuk mengkorek semua informasi yang herlina ketahui, dengan memanfaatkan rasa penasarannya aku akan mencoba menggalih informasi tentang teguh dari dirinya.

“kalau gak mau cerita aku batalin kejutannya !”, ucap rina.

“ehm… kayaknya aku bakal di interogasi lagi nih !”, ucapku.

“baiklah dengerin baik-baik yaa.. karena ku gak bakal mau ngulangi lagi !”, ucapku pada lina.

“iyaaa… buruan !”, ucap dari lina karena gak sabaran.

“dulu kau pernah bekerja di perusahaannya renald lalu aku di suruh renald untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan bu rahma, setelah kerjasama terjalin ternyata si renald punya maksud lain di balik itu semua, jadi renald hanya mau manfaatin diriku doank !”, ucapku.

“maksud lain apaan ?”, tanya dari lina.

“si renald ternyata menyalah gunakan kerjasama tersebut untuk kepentingannya sendiri, dia sudah menyalahi kontrak kerjasama yang sudah disepakati !”, terangku.

“terus kenapa kamu bisa keluar dari perusahaan renald dan masuk kedalam perusahaan bu rahma ?”, tanya lina.

“yang pertama mengetahui niat buruk renald adalah aku, jadi aku yang ngerasa udah berdosa dengan bu rahma mencoba untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada bu rahma dan tentu saja untuk memulihkan nama baikku di mata bu rahma !”, jawabku.

“lalu ?’, tanya lina.

“lalu makanannya datang deh.. !”, ucapku mengalihkan perhatian dari lina.

Disaat bersamaan hidangan yang kami pesan pun datang dengan di antarkan oleh dua orang pelayan, dua porsi ayam bakar dan dua es teh manis telah tertata rapih di atas meja makan kita berdua. kita berdua lalu menyantap sajian yang telah ada dengan sesekali melanjutkan obrolan yang tertunda tadi.

“gimana ?”, tanya lina sambil mengunyah makanan.

“hemm… enak banget apa lagi sambalnya !”, jawabku.

“bukan itu.. ceritamu tadi lhoo gimana kelanjutannya !”, ucap lina sangat gemas kepadaku.

“yaa gitu.. akhirnya bu rahma percaya ama aku dan aku disuruh tanggung jawab atas semua perbuatanku !”, jawabku.

“tanggung jawab gimana ?’, tanya lina.

“ehh.. ini kamu yang traktir lho yaa, aku gak bawa dompet soalnya !”, ucapku pada lina untuk membuatnya kesal.

“iyee bawel.. buruan cerita lagi !”, ucapnya dengan menyuruhku melanjutkan ceritaku.

“bentar minum dulu !”, ucapku lalu aku pun minum es teh manis.

“dah kan minumnya.. dah buruan cerita lagi !”, suruh lina.

“emang kenapa seh kok penasaran banget ?”, tanyaku.

“udah jangan banyak tanya cerita aja… atau aku gak mau bayarin lho, biar kamu di suruh cuci piring di belakang !”, ancam lina.

“ok.. ehm… sampai mana yaa tadi ceritaku ?”, tanyaku dengan berpura-pura lupa.

“iiihhh… ngeselin banget kamu tuh… !”, ucap lina sangat kesal.

“emang lupa.. mau gimana lagi !”, sautku.

“sampai tanggung jawab !”, saut juga dari lina.

“jadi gini.. bu rahma menyuruhku bertanggung jawab dengan menjadikanku senjata untuk melawan kelicikan dari renald, kan aku sudah lumayan lama jadi anak buah renald jadi bu rahma memanfaatkan segala pengetahuanku tentang renald untuk melawan renald. dan untuk mejadikan misi itu makanya bu rahma memasukanku ke dalam perusahaannya !”, tuturku.

“lalu karena misiku berhasil dan kinerjaku juga bagus makanya sampai sekarang aku dipercaya oleh bu rahma dan disuruh memegang perusahaan ini sementara waktu !”, tuturku lagi.

“ohh gitu yaa.. !”, ucap dari lina dengan ekspresi seperti orang yang sedang berpikir keras.

“emang ada apa seh.. kok serius amat ?”, tanyaku pada lina.

“kamu tau gak hubungan antara renald dengan bu rahma ?”, tanya dari lina.

“hubungan bisnis kan saat perusahaan mereka bekerja sama !”, jawabku.

“bukan-bukan itu !”, saut dari lina.

“emang hubungan apa ?”, tanyaku balik.

“kan renald di bunuh oleh om teguh karena selingkuh dengan bu rahma !”, spontan saja lina berucap seperti itu.

“hah… serius ?”, tanyaku dengan menunjukan ekspresi kaget.

Aku melihat wajah herlina sangat panik karena keceplosan omongan, aku pun mencoba untuk memanfaatkan momentum ini untuk bisa mencari tau tentang seberapa tau herlina akan kematian renald.

“serius apaan seh.. udah makan aja !”, ucapnya.

“aahhh.. gak asyik nih !”, ucapku rada sewot.

“apanya yang gak asyik ?”, tanyanya.

“itu tadi ceritamu.. penasaran jadinya nih !”, ucapku pada herlina.

“rahasia !”, sautnya singkat.

“sumpah.. aku gak bakal cerita kesiapa pun !”, rayuku.

“sekali rahasia tetep rahasia !”, ucapnya.

“it’s ok kalau gak mau cerita, tapi boleh kan aku tanya satu hal !”, ucapku.

“apa ?”, tanyanya balik.

“kamu terlihat antusias sekali saat menginterogasiku tadi dan sangat ingin mendapatkan informasi dariku, lalu kamu juga mencoba menggabungkan informasi dariku dengan misteri dibalik kematian renald. sebenarnya apa dan siapa yang kau selidiki ?”, tanyaku.

“gak ada !”, ucapnya.

“ohh gitu yaa sekarang… ya udah kalau gitu !”, ucapku.

Wanita ini benar-benar membuatku muak, dia ingin mendapatkan informasi dari tapi dia sendiri tidak mau berbagi denganku. walaupun aku sudah dekat dengannya tapi tetap saja tidak mudah bagiku untuk mengkorek informasi darinya, sebuah pion yang sangat sempurna yang dimmiliki oleh teguh suryadharma.

Lalu kita berdua pun melanjutkan obrolan kami dengan mengalihkan pembahasan, sepertinya herlina mendapatkan informasi yang dia mau, mungkin juga dia sengaja mengajakku makan diluar untuk mengkorek informasi dari, secara tidak langsung aku sudah termakan oleh kepolosannya. hahaha… benar juga, tanpa aku sadari aku telah memberikan informasi kepadanya.

“hans… kejutanmu sudah datang !”, ucap dari herlina.

“sudah datang, apa maksudmu ?”, tanyaku.

“lihat belakangmu !”, suruh herlina.

Aku menoleh ke arah belakang lalu kulihat seseorang memasuki pintu rumah makan ini, seorang bocah yang menjadi batu sandunganku, yaitu nathael suryadharma. dia berjalan dengan begitu tenang dan santainya lalu menghampiri kita berdua yang sedang menyantap hidangan.

“kehujanan yaa !”, tanya lina pada nathan.

“iya !”, ucapnya dengan melirik ke arahku.

“hans inilah kejutan yang aku maksud !”, ucapnya kepadaku dengan memperkenalkan nathan.

“kenalin dia adalah hans !”, ucap lagi herlina pada nathan.

Tidak ku sangka ternyata herlina sengaja mengatur pertemuanku dengan bocah tengik ini di tempat ini, herlina benar juga ini merupakan sebuah kejutan untukku. kulihat dengan ekspresinya sangat datar sekali dan begitu dingin sekali aura yang menyelimuti anak ini, sangat penuh dengan kemisteriusan.

“hans… hans antoline !”, perkenalan diriku pada nathan dengan menyodorkan tanganku.

“Nathael.. panggil saja nathan !”, ucapnya dengan menjabat tanganku.

“kali berdua ngobrol dulu aja yaa.. aku akan pesankan makanan untukmu !”, ucap dari herlina pada nathan.

Herlina pun pergi memesankan makanan untuk nathael, dan nathael pun mengatur kursi lalu duduk tepat di samping herlina, melihat gelagat dari mereka berdua aku mencium bau-bau percintaan, bukan sekedar hubungan antara pengawal dengan tuannya. aura yang kurasakan begitu sangat dingin dan terkesan acuh, walaupun aku sedekat ini dengannya dia seperti tidak menanggapku.

“selamat atas prestasimu di sekolah !”, ucapku membuka obrolan.

“terima kasih !”, jawabnya.

“kau sangat dingin sekali yaa !”, ucapku.

“biasa saja !”, jawabnya.

Selama ditinggal oleh herlina tidak ada pembicaraan yang sangat berarti di antara kita berdua karena nathael terkesan sangat tertutup, sampai akhirnya herlina pun kembali ke meja kita berdua. kemudian dia pun mencoba mencairkan suasana dengan melakukan obrolan ringakan antara kita bertiga.

“bagaimana hans ?”, tanya lina.

“benar-benar sebuah kejutan !”, jawabku.

“hi.. jangan diem saja, ngobrol donk !”, ucap lina kepada nathan.

“kenapa kau gak sopan kepadanya ?”, tanyaku pada lina.

“karena kita teman !”, saut dari nathan menjawab pertanyaanku.

“hah.. !”, lina pun menampakan ekspresi aneh kepada nathael setelah mendengar jawaban nathael.

Sudah bisa di tebak dan sangat mudah untuk di tebak, kepolosan dari herlina benar-benar berguna bagiku, herlina pernah bilang kalau cowoknya lebih muda darinya dan setelah melihat tingkah mereka berdua pun aku jadi merasa kalau hubungan mereka berdua adalah sepasang kekasih, pantas saja jika kau bersifat sangat ingin kepadaku.

“hahaha… sudahlah !”, ucapku.

“terima kasih atas novelmu !”, ucap nathan kepadaku.

“kau juga membacanya ?”, tanyaku.

“tidak tapi lina yang suka bercerita kepadaku !”, jawabnya.

“tunggu sebentar yaa.. aku ingin kebelakang sebentar !”, ucapku kepada mereka berdua.

Lalu aku pun beranjak dari tempat dudukku dan pergi kebelakang, tapi aku dengan sengaja meninggalkan handphoneku dimeja dengan posisi terbalik karena aku sengaja menyalakan perekam untuk merekam pembicaraan mereka berdua selama aku dikamar mandi. setelah sampai di dalam kamar mandi aku dengan sengaja mengulur waktu supaya mereka bisa agak lama berbincangnya, dengan begitu informasi yang aku peroleh akan sangat berharga.

Setelah hampir 15 menit aku pun kembali lagi ke meja makanku dan bergabung dengan mereka dan saat kulihat posisi dari handphoneku ternyata tidak berubah sama sekali, mereka tidak akan melakukan hal yang tidak sopan dengan mengambil handphone. lalu ku ambil handphoneku dan kumatikan hasil rekamanku, kulakukan semua itu dengan gestur yang sesederhana mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan kepada mereka.

Kemudian kita bertiga pun melanjutkan obrolan, dimana obrolan ini didominasi oleh aku dan herlina saja sedangkan nathael terlihat sangat acuh tak acuh, diam dan tenang seperti masa bodoh dengan obrolanku dan herlina. menurutku sifatnya ini sangat aneh apa lagi dengan usianya yang masih muda dan tengah berada antara orang dewasa sepertiku dan herlina, benar-benar tidak sopan.

“ohh.. maaf sepertinya aku harus meninggalkan kalian berdua, ada urusan mendadak !”, ucapku pada mereka berdua.

“baiklah hans… hati-hati di jalan yaa !”, ucap dari herlina.

“terima kasih !”, balasku.

“nathan.. duluan yaa !”, ucapku pada nathan.

“hati-hati !”, sautnya.

“yuukkk.. !”, ucapku pada mereka berdua.

Aku melangkah pergi meninggalkan mereka berdua menuju ke parkiran mobil dan dengan segera aku menyalakan mobil lalu pergi menuju ke kantorku, dan di dalam perjalanan aku pun memutar rekaman hasil percakapan dari herlina dengan nathael. dan disaat aku memutar rekaman itu betapa terkejutnya diriku mendengar pembicaraan dari nathael.

“Dasar bocah tengik, bajinggaaaannn… !”, ucapku sendiri sangat kesal.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 34 | Family Super Konyol Season 2 Part 34 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 33)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 35)