Family Super Konyol Season 2 Part 31

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 31

Start Family Super Konyol Season 2 Part 31 | Family Super Konyol Season 2 Part 31 Start

Part XXXI : Sebuah Kejutan

Kemarin, Pukul 16:00…

“kapan kau akan menyerahkan semua datanya padaku ?”, tanyaku.

“seminggu lagi hans !”, jawabnya.

“aku tak tau apa yang terjadi denganmu, kenapa kau sangat lamban dalam bekerja !”, tegurku.

“bukankah aku harus menunggu keputusanmu dulu untuk bertindak !”, sangkalnya.

“seharusnya kau sudah menyiapkannya lebih awal jadi tidak harus menunggu lagi seperti ini !”, paparku.

“seminggu bukanlah waktu yang lama hans !”, sautnya.

“kita sudah terlalu dalam menjalankan rencana ini, sampai kapan kita harus menunggu lagi ?”, tanyaku dengan nada membentak.

“baiklah aku akan menyelesaikannya dengan cepat !”, ucapannya terdengar melemah.

“jangan biarkan aku terlalu lama berada dalam keluarga itu atau keberadaanku akan tercium oleh mereka !”, terangku padanya.

Tiga jam yang lalu…

“lebih baik kau sekarang pergi ke jogja dan selesaikan urusanmu disana !”, perintahku.

“apa kau yakin hans ?”, tanyanya.

“tentu saja !”, ucapku ringkas.

“bukannya semua rencana ini masih belum matang ?”, tanyanya lagi.

“sudahlah ikuti saja perintahku, biar aku yang mengatur semuanya disini !”, jawabku.

“waktu kita tidak banyak, sekitar 3 bulan lagi dia akan bisa bebas dari masa pengasingannya !”, ucapku.

“tapi hans, jika bukti ini aku beberkan.. dirimu bisa terseret dalam kasus ini juga !”, ucapnya.

“apa kau lupa kalau aku dengan sengaja memalsukan data diri renald sesuai dengan data diriku, hanya nama saja yang sengaja tidak aku palsukan !”, jelasku.

“maksudmu kau adalah renald dan renald adalah kau.. !”, sautnya.

“benar sekali.. dan sekarang apa lagi yang kau khwatirkan ?”, tanyaku padanya.

“tidak ada !”, jawabnya sangat yakin.

“kalau begitu pergilah hari ini juga !”, perintahku.

Satu hari sebelumnya…

“tumben sekali kau mengajakku bertemu empat mata !”, ucapnya.

“terserah apa yang kau pikirkan tapi ini semua aku lakukan untuk kepentingan keluargamu !”, jawabku ketus.

“baiklah sebelum kita mulai pembicaraan ini, keluarkan handphonemu dan pastikan kalau kau tidak sedang merekam obrolan ini !”, pinta darinya.

“no problem… !”, jawabku dengan mengelurkan handphoku dan ku taruh di atas meja.

“bicaralah !”, ucapnya menyuruhku membuka pembicaraan.

“aku membutuhkan bantuanmu untuk mencari tau tentang kekasihku !”, ucapku.

“kekasih.. bukannya kalian sudah tidak ada hubungan lagi ?”, tanyanya.

“it’s ok.. aku minta tolong kepadamu untuk mencari tau tentang rina !”, ucapku lagi.

“ehmm.. permintaanmu sangat sulit ku kabulkan, sory hans !”, jawabnya.

“kenapa ?”, tanyaku lagi.

“kenapa… karena aku dan dia sudah tidak lagi berhubungan !”, jawabnya.

“apa maksudmu ?”, tanyaku lagi seperti mengintrogasi.

“aku tidak lagi membutuhkan jasanya karena dia bertindak diluar kendaliku !”, jawabnya.

“lalu tentang kepergiannya ke jogja apa dia sudah di luar kendalimu ?”, tanyaku pada joseph.

“maybe yes.. maybe no !”, jawabnya sangat menggantung.

“cintamu itu akan membunuhmu hans.. lebih baik kembalilah menjadi hans yang aku kenal dulu !”, ucapnya padaku.

“inilah diriku yang kau kenal.. aku sudah kembali seperti hans yang kau kenal !”, jawabku lirih.

“ohh.. benarkah, lalu kenapa sampai sekarang kau tidak melakukan gebrakan ?”, tanyanya.

“aku sudah memulainya.. tapi rencanaku terhambat oleh sesuatu !”, ucapku.

“tentu saja terhambat.. bocah itu benar-benar di luar prediksi !”, sautnya.

“kau benar.. tapi ada hal lain yang masih membuatku tidak tenang !”, ucapku.

“apa itu ?”, tanyanya.

“tentang orang yang ingin kau bunuh, kenapa kau tidak membunuhnya setelah mengetahui keberadaannya ?”, tanyaku.

“hahaha… harus berapa kali aku bilang kepadamu kalau aku juga punya rencana tersendiri !”, ujarnya.

“sepertinya dia bukan bagian dari rencanamu !”, ucapku.

“benar sekali hans… dia sudah tidak ada gunanya lagi bagiku !”, sautnya.

“yang perlu aku lakukan adalah fokus terhadap rencanaku !”, ucapnya lagi.

“ohh.. sory hans sepertinya aku harus pergi sekarang, aku harus bertemu dengan seseorang !”, ucapnya padaku.

“tunggu sebentar… ijinkan aku bertanya satu pertanyaan terakhir !”, ucapku menahannya untuk pergi.

“baiklah.. bertanyalah !”, jawabnya.

“kau bekerja untuk siapa ?”, tanyaku padanya.

“hahaha… pengamatanmu sangat jeli sekali, hans.. tak heran jika tua bangka itu mempercayakan tugas ini padamu !”, ucapnya.

“tentang aku bekerja untuk siapa itu bukanlah urusanmu !”, ucapnya dengan melangkah pergi.

Omongannya benar juga kalau aku sudah terlalu lama mengulur-ulur waktu, semua rencana terpecah karena keberadaan rina, tante rahma dan nathael disamping itu juga adanya musuh yang berada di pihakku seperti joseph, membuat semua kematangan rencanaku harus aku ubah berkali-kali.

Kesalahanku paling fatal adalah aku terlalu berlebihan dalam melindungi orang yang kucintai, jika aku seperti ini terus bukan tidak mungkin aku akan melakukan sebuah blunder. semua rencanaku akan berubah menjadi sebuah jebakan yang akan menjerumuskanku kedalam masalah baru.

Dua hari setelahnya…

“hey.. bocah kenapa kau melihatku seperti itu ?”, tanyaku.

“wajah lu gak asing.. sepertinya gue pernah ngelihat lu deh !”, ucapnya.

“ohh yaa… kapan dan dimana ?”, tanyaku.

“gue lupa tapi gue yakin sekali pernah ngelihat lu !”, ucapnya dengan berpikir keras.

“lalu kenapa kalau kau pernah melihatku, ada masalah ?”, tanyaku.

“tidak ada seh.. tapi gue penasaran kenapa lu berada disini ?”, tanyanya.

“tidak apa-apa.. aku hanya sedang menunggu seseorang saja !”, jawabku.

“siapa ?”, tanyanya.

“apa kau selalu seperti ini.. ingin tau tentang urusan orang lain ?”, tanyaku.

“hehehe… lu sangat mencurigakan sekali tentu saja gue ingin tau !”, jawabnya.

“hahaha… bilang saja kalau kau ingin mendapatkan perhatianku !”, ucapku.

“bisa jadi.. cewek mana yang gak tertarik ama lu, udah ganteng kaya pula !”, ucapnya.

“tau dari mana gue kaya ?”, tanyaku.

“dari pakaian dan mobil lu !”, ucapnya.

“itu punya orang tuaku bukan punya pribadi !”, sautku.

“kayaknya ada orang yaa di mobil lu ?”, tanyanya.

“iya !”, jawabku singkat.

“cewek apa cowok ?”, tanyanya.

“cewek !”, jawabku.

“cewek lu ?”, tanyanya lagi.

“bukan !”, jawabku.

“lu nyebelin juga yee kalau di ajak ngobrol.. dah kayak temen gue !”, ucanya.

“emang lu punya temen ?”, tanyaku dengan nada meledek.

“sialan lu !”, ucapnya.

“eehh.. udah dulu yaa, udah waktu gue cabut nih !”, ujarnya lagi.

“ok, hati-hati di jalan !”, ucapku.

Sepertinya aku tidak akan bertemu dengannya hari ini, ya sudalah kalau begitu mending aku juga cabut aja dari sini.

Beberapa menit kemudian…

“lewat tol saja hans biar gak kejebak macet !”, ucapnya.

“baiklah sesuai dengan arahanmu !”, jawabku.

“sayang sekali yaa kau sudah menunggu lama tapi tidak jadi bertemu dengannya !”, ujarnya.

“hehe.. sepertinya hari ini aku sedang tidak mujur !”, ucapku padanya.

“lain kali aku akan membantu untuk bertemu dengannya !”, ucapnya lagi.

“baiklah.. aku akan mengatur schedule ku lagi !”, jawabku.

“hans, kita mampir ke arteri pondok indah dulu !”, ucapnya.

“baiklah nyonya !”, ucapku dengan nada bergurau.

“apaan seh nyonya.. nyonya.. tua banget di panggil nyonya !”, sautnya.

“kan kamu lebih tua dariku !”, ucapku.

“yaa elah… beda cuma beberapa tahun ini !”, sautnya.

“tetep aja kamu lebih tua !”, ucapku.

“tapi kan gak jauh bedanya !”, sautnya rada kesel.

“tetep aja kamu lebih tua !”, ucapku memancing rasa kesalnya.

“cuma 3 tahun doank seh bedanya !”, ucapnya rada jutek.

“tetep aja kamu lebih tua !”, ucapku mengulangi jawaban yang sama.

“iihhh… ngeselin banget deh, turuni aku disini aja.. males banget satu mobil dengan orang yang nyebelin kayak kamu !”, ucapnya dengan kesal.

“beneran mau turun ?”, tanyaku.

“iya turunin… !”, ucapnya sangat yakin.

“ini tol lho.. masih mau turun !”, ucapku meledeknya.

“yaa… anu.. yaa nanti setelah habis tol !”, ucapnya rada linglung dan sedikit malu.

“hahaha… dasar plin-plan !”, ledekku.

“diam ahh…. berisik banget jadi orang !”, ucapnya.

Akhirnya perjalanan kami pun sampai di tempat tujuan, setelah mengantarkan dirinya ke tempat tujuannya, aku pun segera cabut lagi untuk menemui seseorang yang telah menungguku di sebuah caffe.

Setibanya di caffe…

“maaf membuatmu menunggu !”, ucapku.

“santai saja hans !”, ucapnya.

“bagaimana kabarmu ?”, tanyaku.

“baik-baik saja !”, jawabnya.

“lalu kau sendiri bagaimana ?”, tanyanya balik.

“seperti yang kau lihat, baik-baik saja !”, jawabku.

“bisa kita mulai saja inti dari pertemuan ini ?”, tanyaku padanya.

“apa kau buru-buru ?”, tanyanya balik.

“sekitar dua jam lagi aku sudah janji bertemu dengan seseorang !”, jawabku.

“baiklah kalau begitu.. aku akan menceritakan sebuah rahasia kepadamu !”, ucapnya.

“rahasia ?”, tanyaku penasaran.

“rinalah sebenarnya yang telah menggugurkan kandungan mamanya !”, ucapnya.

“apa kau serius ?”, tanyaku.

“tentu saja hans.. karena aku menyaksikannya sendiri !”, jawabnya.

“kenapa kau baru bercerita sekarang ?”, tanyaku.

“karena kau tidak memberikan waktu untuk berbicara empat mata seperti ini !”, jawabnya.

“ohh.. maaf tentang hal ini, aku sungguh tak tahu !”, ucapku.

“tidak masalah hans.. aku juga tau kalau kau disibukan oleh rencanamu !”, ucapnya.

“lalu bagaimana dengan rencanamu sendiri ?”, tanyanya.

“aku sudah menyuruhnya ke jogja kemarin !”, jawabku.

“ohh.. sudah mulai yaa !”, ucapnya.

“tentu saja.. aku sudah muak untuk menunggu lagi !”, sautku.

“lalu bagaimana dengan si china itu ?”, tanyanya.

“hahaha… tentang dia, dia berjanji seminggu lagi akan memberikan semua berkasnya kepadaku !”, ucapku.

“berarti retno dan perusahaan cabang itu dalam waktu dekat ini akan berakhir !”, ucapnya.

“tentu saja !”, sautku.

“ohh iya.. aku lupa memberitahu tentang hal ini !”, ucapnya.

“apa itu ?”, tanyaku.

“cincin tunanganmu ada ditangan nathael.. bukan lagi ada di tangan tante rahma !”, ucapnya.

“terima kasih atas informasimu !”, ucapku.

“hanya itu saja yang ingin aku bicarakan padamu, saat ini !”, ucapnya.

“baiklah kalau sudah selesai aku akan pergi sekarang !”, ucapku.

Aku pun menyudahi pertemuan ini dan segera pergi untuk bertemu dengan seseorang yang mungkin saja dia telah tiba disana lebih dulu dariku.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 31 | Family Super Konyol Season 2 Part 31 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 30)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 32)