Family Super Konyol Season 2 Part 29

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 29

Start Family Super Konyol Season 2 Part 29 | Family Super Konyol Season 2 Part 29 Start

Part XXIX : Babak Baru

“hi, pak.. apa kabar ?”, tanya ku pada pria yang sedang duduk menunggu kedatanganku.

“ahh.. kau ini masih saja memanggil ku pak, panggil saja om biar lebih akrab !”, ucap pria tersebut.

“kemarilah.. aku sudah tidak sabar bermain catur denganmu lagi !”, ucapnya lagi.

“aku berharap dewi fortuna tidak menjauh dariku !”, sautku.

“hahaha… tanpa keberuntungan kau sudah bisa mengalahkanku hans !”, ucap pria itu.

Kami berdua pun duduk berhadapan dengan sebuah meja yang memisahkan kita, di atas meja tersebut telah tertatah rapih papan catur dan ditemani makanan ringan serta minuman teh hangat sebagai sajiannya. ini adalah pertemuan keduaku dengan dirinya yang ingin di sapa dengan sebutan om, tanpa pikir panjang permainan catur pun kita mulai.

Suasana pun seketika berubah jadi hening karena kita berdua terlihat sangat berpikir keras, ini kali pertamanya aku mendapatkan musuh yang sepadan dalam permainan catur, begitu pula dengan om ini, dia pun mengakui kalau diriku ini sangat pintar memainkan strategi saat bermain catur. perlu di ketahui juga bahwa pertemuan pertama kami juga diwarnai dengan permainan catur, di mana dari lima game aku bisa memenangkan dua game dan satu game lagi berakhir seri, dengan menyisakan satu ratu dan menteri untukku lalu untuk om di hanya tersisa ratunya saja.

“ohh.. kesitu rupanya kau akan menjalankan kudamu !”, ucap pria itu.

“tentu saja !”, sautku.

“ok kalau begitu, aku akan mengurung kuda ini !”, ucapnya.

“sepertinya siasatku berhasil om !”, ucapku menggertaknya.

“tunggu dulu anak muda.. aku juga memiliki taktik lain !”, sautnya.

Seperti inilah gambaran dari suasana yang ada, kita nampak sangat serius beradu taktik dan strategi dalam permainan catur ini. langkah demi langkah dari buah catur terus bergulir di setiap kotak papan catur hingga beberapa pasukan pun harus termakan oleh musuh ataupun ada yang sengaja di tumbalkan untuk mendapatkan keuntungan lain.

Sangat menyenangkan sekali permainan ini dimana di antara kita saling memeras otaknya untuk mendapatkan kemenangan. pengalaman dan jam terbang sangatlah berpengaruh untuk menentukan siapa pemenangnya dan selain itu juga adalah faktor lain yang perlu di perhatikan seperti strategi, ketenangan, fokus dan membaca langkah yang di ambil musuh. tapi di antara itu semua ada satu faktor penting lainnya yang sangat memperangaruhi hasil pertandingan, yaitu keberuntungan.

“skakmat.. !”, ucapku untuk mengakhiri game pertama.

“sial.. aku tidak menyangkah kalau kau akan mengorbankan ratumu untuk membunuh rajaku !”, saut dari om.

“apa pun akan aku lakukan untuk meraih kemenangan karena ini hanyalah sebuah permainan !”, paparku.

“ehmm.. kalau aku lihat dari cara bermainmu, kau terlalu bernafsu untuk segera mengakhiri permainan ini dengan cepat !”, ucapnya.

“aku harus menyelesaikannya dengan cepat karena dengan begitu musuhku tidak akan bisa leluasa menjalankan rencananya !”, jawabku.

“baiklah di game selanjutnya aku akan memberitahumu tentang kelemahan dari strategimu itu !”, ucap dari om dengan nada santai.

Disaat kita sedang menyusun ulang buah-buah catur di tempatnya, tiba-tiba dari arah belakang om muncullah sosok wanita yang sangat kharismatik dan berwibawa dengan balutan seragam kepolisian, dia adalah seorang polisi wanita tangan kanan dari om teguh suryadharma, yaitu herlina pramudya.

“maaf pak, ada telepon untuk bapak !”, ucap lina kepada om teguh.

“ohh.. terima kasih lin !”, saut dari om teguh untuk lina.

“sebentar hans, aku terima telepon dulu !”, izin om teguh padaku.

“silahkan om !”, jawabku santun.

Om teguh pun pergi meninggalkanku dan herlina di tempat kita bermain catur untuk mangangkat telepon rumah, dan aku pun dengan sikap normal mencoba mengajak herlina mengobrol denganku. wanita ini benar-benar sangat berwibawa sekali dengan seragam kepolisiannya, sepertinya dia sangat berdedikasi tinggi sebagai anggota kepolisian oleh karena itu kenapa om teguh mau mempercayainya sebagai tangan kanannya. dan disaat aku memandangnya dengan tersenyum-senyum sendiri, lina pun menegurku dengan santun.

“hey… ngapain senyum-senyum sendiri !”, tegurnya.

“tumben kamu terlihat cantik !”, ucapku menggoda lina.

“ngerayu apa ngeledek nih !”, ucapnya dengan tersenyum tersipu malu.

“ngeledek !”, ucapku rada jutek.

“aku tilang kamu nanti.. gak punya SIM juga pakai bawa mobil sendiri !”, ancam dari lina dengan menebar senyuman kecil padaku.

“tinggal bilang ke om teguh nanti juga balik lagi STNK mobilku !”, sangkalku.

“Ssssttt… ada pak teguh !”, ucap herlina memberi tanda kalau ada om teguh.

Dan benar saja beberapa detik kemudian om teguh pun datang dan kembali duduk di kursinya, lalu kuperhatikan dia menyeduh cangkir yang berisi teh hangat. setelah itu dia pun menatapku dengan ekspresi yang sedikit kecewa.

“waduuhh.. sepertinya om harus pergi dulu nih hans !”, ucap om teguh.

“ohh.. ya udah kalau gitu om tidak masalah kok !”, ucapku padanya.

“maaf ya hans.. om tidak bisa menemanimu bermain catur !”, ucap om teguh.

“tidak perlu minta maaf om… justru saya yang tidak enak karena mengganggu acara om teguh !”, ucapku merendah.

“sepertinya hari ini om kalah sama kamu hans.. 1-0 yaa !”, ucap om teguh.

“lain kali om juga bisa mengalahkanku !”, ucapku merendah lagi.

“yaa udah kalau gitu, kita keluar bareng saja hans… dan lina kau juga ikut om !”, ucapan om teguh pada kita berdua.

“makasih om.. saya pulang saja kalau begitu !”, ucapku pada om teguh.

“lhoo.. kita makan dulu di luar, om gak lama kok paling juga satu jam udah kelar !”, ucap om teguh padaku.

“makasih banyak om… saya ingin melanjutkan menulis novel, nanggung udah setengah jalan !”, alibiku.

“ohh.. ya udah kalau begitu, nanti kalau udah jadi om mau donk baca novelmu itu !”, ucap om teguh.

“tentu saja om.. dengan senang hati !”, jawabku.

“ya udah yukk… !”, ucap om teguh mengajak kita untuk keluar bersama.

Akhirnya acara ini berlalu dengan cepat, om teguh pergi karena ada urusan mendadak dengan ditemani oleh herlina, sedangkan aku berpisah dengan mereka berdua dan memacu mobilku untuk pulang kerumahku, kayaknya hari ini akan aku lalui di depan laptop saja dengan melanjutkan menulis novelku.

Aku pun mengendarai mobilku dengan sangat santainya untuk menikmati setiap jalanan yang menimbulkan kenangan-kenangan indah di benakku. lamunan tentang masa lalu pun tersirat kembali dalam angganku, cerita-cerita nostalgia yang telah terbangun bersama dan kini sedang aku rangkai lagi menjadi kesatuan yang utuh, hanya untuk mendapatkan masa depan yang aku impikan.

“Krriiiinnnggg…. kriiiiinnnggg…. “, suara teleponku berbunyi bertanda adanya panggilan masuk dari seseorang, lalu aku pun mengangkatnya dengan masih menyetir mobil.

“hallo hans !”, ucap seorang wanita yang tidak asing lagi.

“iya nov.. ada apa ?”, tanyaku pada nova.

“apa kau bisa menjemputku sekarang di plaza indonesia !”, pinta nova padaku.

“hah.. sedang apa kau disana ?”, tanyaku balik.

“menunggu shandy dan mei.. !”, jawabnya.

“lalu kenapa kau menyuruhku untuk menjemputmu ?”, tanyaku pada nova.

“sudah hampir satu jam aku menunggu mereka, makanya aku ingin pulang saja !”, ucap nova dengan sedikit kesal pada shandy dan mei.

“hahaha… kenapa tidak kau hubungi saja mereka nov ?”, saranku.

“tidak ada respon hans… sepertinya mereka sengaja mengerjaiku !”, ujar dari nova.

“baiklah kau begitu, tunggu sebentar aku akan segera kesana !”, jawabku.

Setelah aku mematikan panggilan dari nova, aku segera tancap gas menuju ke plaza indonesia untuk menjemput nova. shandy dan mei ini benar-benar keterlaluan sekali pada nova, kenapa mereka berdua bersekongkol untuk mengerjai nova. setelah beberapa menit aku pun sampai di mall plaza indonesia dan segera menuju ke tempat nova yang sedang menungguku di depan pintu masuk plaza indonesia, setelah aku melihat keberadaannya aku pun segera menghampiri nova.

“hi nova.. maaf kalau lama menunggu !”, ucapku pada nova.

“masih mending menunggumu dari pad nunggu mereka berdua !”, ucap dari nova ketus.

“hahaha… baiklah, kita cari tau kenapa mereka berdua ngelakuin ini padamu !”, ucapku.

Kemudian aku pun segera menelepon shandy dengan menggunakan ponselku, aku ingin tau dimana dia sekarang dan sedang melakukan apa dia, sampai-sampai tega sekali shandy meninggalkan nova sendirian disini. dan panggilanku pun di terima oleh shandy.

“hallo shan.. !”, ucapku pada shandy.

“iya hans ada apa ?”, tanya shandy.

“kau lagi dimana sekarang shan ?”, tanyaku balik.

“lagi hotel bersama dengan mei !”, ucapnya dengan menahan tawa.

“kenapa kau ketawa ?”, tanyaku lagi dengan penasaran.

“hahaha.. kau pasti sekarang bersama dengan nova kan !”, tiba-tiba suara shandy berganti dengan menjadi suara dari mei.

“iya aku sekarang dengan nova.. aku akan menghajarmu mei kalau kau terus-terusan mengerjaiku dan nova !”, ucapku jengkel pada mei.

“hahaha… aku dan shandy hanya ingin memberikan nova sedikit pelajaran !”, ucap mei.

“apa maksudmu ?”, tanyaku lagi pada mei.

“kemarin malam nova dengan sengaja meninggalkanku dengan shandy di tempat itu juga, dan yang lebih parahnya dia mengambil dompet kita berdua, makanya kemarin malam aku menelponmu untuk menjemputku dan shandy !”, ucap mei.

“huft… kenapa kalian selalu menyusahkanku !”, ucapku pada mei.

Aku pun mematikan telepon untuk menyudahi pembicaraan yang tidak penting ini, lalu aku antar nova ke tempat shandy dan mei berada, karena disanalah sekarang dia tinggal. sepanjang perjalanan aku dan nova terlibat pembicaraan yang ringan untuk menghilangkan rasa jenuh karena kemacetan di ibukota. dan setelah tiba aku di kamar mei dan shandy, aku pun segera memasuki kamar tersebut tanpa mengetuknya, dengan memasang muka marah aku ingin menakuti mereka karena ulahnya yang meninggalkan nova sendirian di mall.

“hahaha.. !”, ketawa mei dan shandy melihat aku dan nova datang.

“diam ahh… gak lucu !’, ucapku pada mereka.

“padahal aku dah pasang ekspresi marah tapi liat kalian ketawa aku malah pingin ketawa juga !”, ucapku pada mereka lagi.

“makanya jangan resek jadi orang !”, celetuk mei pada nova.

“gak apa-apa lah biar seru !”, saut nova.

“sebenernya emang gak masalah bagi kita.. justru masalahnya datang pada hans !”, saut shandy.

“secara gak langsung aku juga yang kena getahnya !”, ucapku pada mereka bertiga.

“tapi kau pahlawan kita bertiga lho, hans !”, ucap mei dengan nada manjanya.

“ahh.. bullshit lah semua ini !”, ucapku berpura-pura kesel.

“cie.. cie.. ngambek !”, goda dari mei.

“apaan seh, gak jelas banget… tugas mu lho gimana ?”, tanyaku pada mei untuk mengalihkan perhatian.

“sudah selesai donk !”, ucap mei.

“tanya shandy tuh.. dari tadi malas-malasan dia !”, saut nova.

“iya bener.. dari semalam nih shandy malas banget !”, saut mei menyudutkan shandy.

“percuma saja di awasi.. sekarangkan anak SMA lagi penerimaan rapot !”, jawab shandy.

Ohh yaa.. baru ingat kalau hari ini anak-anak SMA lagi penerimaan rapot, pantes saja tari om teguh mendadak pergi sepertinya dia ingin mewakili nathael mengambil rapot di sekolahnya.

Tak terasa sudah satu tahun lebih aku berada di kota ini, begitu banyak kejadian yang telah aku lalui setiap harinya. kota ini benar-benar menyimpan begitu banyak kisah dan misteri dari perjalanan hidupku, semoga saja di setiap sisinya akan selalu ada keberuntungan untukku.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 29 | Family Super Konyol Season 2 Part 29 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 28)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 30)