Family Super Konyol Season 2 Part 26

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 26

Start Family Super Konyol Season 2 Part 26 | Family Super Konyol Season 2 Part 26 Start

Part XXVI : Awal Kehancuran

“ok.. semua pekerjaanku sudah selesai, sekarang waktu jalan-jalan !”, ucapku sendiri.

“ikut !”, ucap mei padaku.

“males ahh.. hehehe.. !”, ucapku pada mei.

“pelit !”, celetuknya kesal.

“ohh yaa.. si renald sudah kembalikan, bisa tolong ambilkan kunci mobilku padanya !”, pintaku pada mei.

“males ahh.. !”, ucap dengan meniru gaya bicaraku.

“ya udah deh, aku ajak jalan-jalan tapi ambil’in dulu kunci mobilku !”, rayuku pada mei.

“beneran lho.. !”, saut mei.

“iya beneran.. !”, ucapku meyakinkan mei.

“sekalian tanya’in juga tentang perintahku, apa sudah di laksanakan atau belum ?”, sautku lagi.

Dengan segera mei pun mencari renald untuk meminta kunci mobilku, mengajaknya jalan-jalan sebentar tidak apalah yang penting jangan sampai mengajak untuk bertemu dengan rina karena jika dia bilang kepada shandy maka posisi akan berbahaya di mata shandy. setelah beberapa menit berlalu mei pun datang lagi memberikan kunci mobilku.

“hans… ini kunci mobilmu, kau harus mengajakku jalan-jalan !”, ucapnya dengan senang sekali.

“baiklah.. cepatlah siap-siap atau aku tinggal kau nanti !”, ucapku.

Kemudian kita berdua meninggalkan kantor dan mengarah kesebuah mall, ku ajak mei untuk berjalan-jalan ke sebuah mall, kubelikan dia sebuah jam tangan untuk menyenangkan hatinya.

“waahh.. makasih hans !”, ucap mei dengan tersenyum lebar.

“anggap saja sebagai hadiah atas kerja kerasmu selama ini !”, ucapku pada mei.

Saat waktu sudah menunjukan pukul 20:50, aku pun mengajak mei untuk kembali ke hotel. kuharap dia bisa puas setelah kumanjakan hasratnya untuk bisa berjalan-jalan berdua denganku, sepanjang perjalanan pulang mei terlihat selalu memandangi jam tangan pemberian dariku itu, sepertinya dia telah dimabuk kepayang oleh perasaannya. setelah sampai di depan pintu hotel, aku pun menurunkan mei disana.

“sampai disini saja yaa,.. aku mengantarmu !”, ucapku pada mei.

“hah… lalu kau mau kemana lagi ?”, tanya mei.

“aku masih ada urusan lainnya dan aku tidak bisa mengajakmu !”, ucapku lagi pada mei.

“ehmmm… kau pasti ingin bertemu dengan tante itu yaa !”, ucap mei mencurigaiku.

“hahaha… bukan, tapi aku harus menyiapkan rencana lainnya !”, jawabku.

“yaa udah deh kalau gitu… makasih atas hadiahnya !”, ucapnya dengan sumringah.

Dengan sedikit lega karena terbebas dari mei aku pun segera tancap gas menuju kesebuah apartement kediaman rina, aku ingin memberikannya sebuah cincin sebagai tanda kalau aku sangat serius dengan hubungan ini, mungkin dengan ini aku bisa meluluhkan hatinya lagi. lalu saat sedang menyetir, salah satu tanganku pun membuka dashbord mobil untuk mengambil kotak cincin yang aku simpan disana, disaat aku raba ternyata yang kudapatkan hanyalah kotak obat penggugur kandungan untuk tante rahma.

Kuhentikan mobilku segera lalu kunyalakan lampu dalam mobilku dan ku bongkar lagi isi dashborh tapi semua sia-sia, kotak cincin itu tidak kutemukan dan yang ada hanyalah kotak obat penggugur kandungan ini saja. sepertinya renald telah salah menafsirkan perintahku yang seharusnya ku maksud adalah memberikan obat penggugur kandungan ini untuk tante rahma bukannya cincin itu, dasar manusia bodoh selalu saja membuat masalah jadi semakin rumit.

Berhubungan apartement rina sudah dekat, aku pun terus melanjutkan perjalananku menuju apartementnya, setelah memasuki parkiran dan ku parkirkan mobilku. aku segera melangkah menuju kesebuah salah satu kamar tempat tinggal rina, disaat ku masuki kamar apartement rina keadaannya sangat kosong melompong tidak ada satu pun tanda-tanda bahwa tempat ini dihuni oleh seseorang, aku berpikir bahwa rina telah pergi meninggalkan apartementnya. kemana dia pergi aku pun tidak tau karena dia tidak mengabariku, tapi yang harus kulakukan adalah mencari tau keberadaannya sekarang.

Melihat aku harus dengan cepat mengambil keputusan sebelum sesuatu terjadi kepadanya, apa lagi setelah aku memberikan perintah kepada shandy untuk melakukan apa pun yang dia inginkan, aku takut jika rina bertemu dengan shandy, nyawanya bisa sangat terancam. sebuah ide pun terpikirkan di dalam otakku, lalu dengan cepat aku menelepon shandy.

“hallo shan.. !”, ucapku pada shandy.

“iya hans.. ada apa ?”, saut shandy.

“aku ingin merubah pengintaianmu.. ku perintahkan kau untuk mengintai semua aktifitas dari agnes temannya nathael !”, perintahku.

“baiklah hans !”. ucapnya.

Tanpa banyak tanya shandy pun mengiyakan perintahku, dengan begini setidaknya aku sudah bisa menjauhkan shandy dari rumah teguh suryadharma, aku khwatir jika rina memutuskan untuk pulang ke rumah dan di saat bersama shandy yang sedang memata-matai nathael melihat kehadiran dari rina. sekarang hanya tinggal nova saja, aku akan menghubunginya via pesan singkat untuk menceritakan kepadaku jika rina pulang kerumah dan memerintahkanya untuk tutup mulut dari orang lain, dengan memanfaatkan rasa bala budinya aku yakin jika nova akan menurutiku karena akulah yang telah menyelamatkannya.

“ehmm.. lebih baik aku tunggu di sini saja dengan berharap rina akan kembali lagi ke apartement ini !”, gumamku sendiri.

Setelah beberapa jam tidak ada tanda-tanda kehadiran dari rina, aku pun memutuskan malam ini akan tidur di apartement ini, dan berharap akan ada secercah harapan untukku.

Beberapa hari kemudian….

Hari demi hari telah terlewati tapi dirimu tidak ada kabar lagi, dan mulai hari ini aku akan bekerja di perusahaan suryadharma. pikiranku sangat mencemaskan nasib dari rina kekasihku itu, semoga saja dia selalu dalam perlindungan Tuhan. sudahlah tidak perlu melamun lagi kali ini aku harus bergerak cepat untuk meruntuhkan perusahaan ini, waktu sudah menunjukan pukul 10:00 saat yang di tunggu-tunggu akan di mulai, kini aku sedang berada di dalam ruangan meeting perusahaan besar suryadharma ini, aku akan di perkenalkan langsung oleh tante rahma kepada semua staffnya tentang tanggung jawabku selama disni.

“baiklah, izinkan saya untuk menyita sejenak waktu anda sekalian !”, ucap dari tante rahma kepada seluruh staffnya yang berada di ruangan meeting tersebut.

“beliau ini adalah wakil dari kepala cabang yang baru, yang bertanggung jawab kepada saya atas semua sistem yang ada di perusahaan ini, bisa dibilang tugas saya sementara ini akan di gantikan oleh beliau !”, ucapan dari tante rahma untuk memperkenalkanku.

“nama beliau adalah Hans Antoline atau bisa di panggil dengan sebutan pak hans !”, ucap dari tante rahma lagi.

“jadi untuk kalian semua, wajib hukumnya bagi kalian untuk meforward laporan kepada beliau juga !”, ucapan dari tante lagi.

“baiklah bu !”, ucap serentak para staff dengan sopan kepada tante rahma.

Setelah beberapa menit perkenalan ini berlangsung akhirnya selesai juga, dan saat ini aku dan tante rahma hanya berdua di ruangan meeting membahas tentang job desk yang akan berlaku untukku mulai hari ini. semua penjabaran tentang tanggung jawabku dan job deskku telah usai kini waktunya untuk diriku menuju ke ruangan kerjaku dan memulai pekerjaan baruku.

“terima kasih tante.. aku harus segera memulai pekerjaanku, aku permisi dulu tante !”, ucapku kepada tante rahma.

“tunggu dulu hans.. kenapa kau buru-buru sekali !”, ucap tante dengan gelagat ingin menggoda ku.

Tante rahma menghampiriku yang sedang duduk di kursi lalu tante pun duduk di atas pangkuanku, dan tangannya memeluk leherku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“ehmm… mulai !”, ucapku pelan.

“hehe.. sebentar saja hans !”, saut tante.

“nanti ada yang masuk tante !”, ucapku.

“ke ruangan tante yuk !”, rayu tante.

Aku harus mencari cara untuk menghindari percintaanku dengan tante sementara waktu ini, karena aku takut jika rina mengetahui hal ini, apa lagi rina tidak dalam pengawasanku lagi jadi sangat susah bagiku untuk mengetahui apa yang bakal di lakukan olehnya, sementara rina sudah tau semua rencanaku.

“nanti malam saja yaa.. !”, ucapku dengan memberikan ciuman di bibirnya.

“ayolah hans.. sebentar saja !”, rayu tante rahma dengan membalas ciumanku.

“aku sengaja menyiapkan stamina untuk nanti malam tante, sebagai hadiah karena tante telah menerimaku bekerja di perusahaan ini !”, bujukku.

“oohh.. kau sudah merencanakan hal nakal yaa !”, ucap tante dengan genit.

“hehehe… mungkin sebuah kejutan kecil tante !”, ucapku lagi.

“baiklah kalau gitu hans, aku akan menunggumu nanti malam !”, ucap tante.

“tapi sebelum itu berikan aku cumbuanmu dulu !”, ucap lagi tante dengan nafas yang penuh nafsu.

Aku pun mencumbu bibir indah tante rahma, hisapan demi hisapan terjadi di antara kedua mulut kami, hingga liur pun terjatuh membasahi lantai ruangan ini. setelah cukup puas akan cumbuan ini aku pun menghentikannya dan segera menuju ke ruanganku untuk segera memulai misiku. di saat aku sedang berjalan menuju ruanganku dering teleponku berbunyi bertanda adanya panggilan masuk, dan shandy meneleponku.

“ada apa shan ?”, tanyaku langsung pada shandy.

“nathael tadi pagi memperkosa nova !”, ucapan shandy terasa begitu emosi.

“biarkan saja !”, ucapku.

“kenapa hal ini kau biarkan saja ?”, tanya shandy dengan emosi.

“shan.. coba berpikir dengan tenang, ini merupakan bagian dari rencana nova yang ingin menghancurkan moral anak itu, jadi biarkan saja rencana nova berjalan dengan lancar !”, paparku.

“bukankah kau sendiri sudah mendengar penjelasan dari mulut nova waktu bocah itu pertama melakukan tindak asusila pada nova !”, sambungku.

“kau benar hans… aku terlalu terbawa emosi !”, ucap shandy padaku.

“lalu informasi apa lagi yang kau dapatkan ?”, tanyaku pada shandy.

“beberapa waktu yang lalu ada seorang polisi wanita mendatangi rumah si agnes dan di dalam rumah itu juga ada nathael, aku tidak tau sedang ada kepentingan apa polisi wanita itu hingga datang ke rumah itu !”, papar dari shandy.

“polisi wanita yaa… !”, ucapku dengan berpikir keras tentang hal tersebut.

“baiklah, shan… jika polisi itu sudah pergi dari tempat itu kau ikuti kemana dia pergi !”, ucapku.

“aku berpikir jika polisi itu adalah utusan dari teguh suryadharma !”, ucapku lagi dengan memerintahkan shandy menjalakan rencanaku.

“baiklah hans !”, ucap shandy.

Sepertinya teguh suryadharma sudah bertindak untuk mengamankan orang-orang terdekatnya setelah aku mengancamnya via telepon waktu itu, nathael merupakan salah satu keponakan yang paling di kagumi jadi wajar saja bila dia menyuruh anak buahnya untuk memantau kondisinya, tapi kenapa harus seorang polwan dan kenapa pula sampai mengadakan pertemuan di rumah agnes temannya nathael.

Aahh.. sudahlah, sejauh ini belum ada kabar juga dari rina, kemana sebenarnya dia pergi dan apa yang sedang dia rencanakan. nova pun tidak mengabarkan bahwa rina ada di kediaman teguh suryadharma, berarti dia ada di tempat lain dan pasti dengan orang lain yang mungkin saja dia adalah orang yang telah menghasut rina, siapa kalau bukan joseph.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 26 | Family Super Konyol Season 2 Part 26 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 25)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 27)