Family Super Konyol Season 2 Part 25

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 25

Start Family Super Konyol Season 2 Part 25 | Family Super Konyol Season 2 Part 25 Start

Part XXV : Cincin Tunangan

Waktu sudah menunjukan pukul 07:00 dan pikiranku masih terus memikirkan tentang rina, apa yang harus aku lakkukan untuk bisa mendapatkan kata maaf darinya, aku pun mengambil sesuatu dari dalam tasku, sebuah kotak kecil yang di dalamnya terdapat sebuah cincin. cincin ini adalah hadiah dari mamaku, dia berpesan kepadaku kalau aku harus memberikan cincin ini kepada seorang wanita yang spesial dalam hidupku, seorang wanita yang nantinya akan selalu menemani keseharianku, waktu demi waktuku akan terhabiskan dengan kebersamaannya.

“mungkin aku harus memberikan cincin ini pada rina untuk mendapatkan kata maafnya dan supaya dia mau kembali lagi kepadaku !”, ucapku dalam hati.

“ahh… sudahlah aku harus bersiap ke kantor !”, ucapku lagi dalam hati.

Aku segera merapikan diriku dan bergegas masuk ke dalam mobil untuk menuju ke kantor, saat di dalam mobil aku pun menaruh kotak cincin itu dalam sebuah dashbord mobilku tapi di dalam mobil tersebut ku lihat ada sebuah kotak obat yang sengaja aku beli untuk kuberikan kepada renald, supaya dia bisa menggunakan obat tersebut kepada tante rahma, obat itu adalah obat untuk menggugurkan kandungan. aku pun menaruh kedua kotak tersebut kedalam dashbord mobilku.

Pukul 09:00 pagi hari, sosok shandy, mei, joseph serta diriku sudah berkumpul di ruangan kerja kantorku, sekarang ini aku ingin menginterogasi joseph tentang apa yang telah dia bicarakan pada rina, aku akan berusaha untuk mencari tau semua pembicaraannya dengan rina walaupun aku tau pasti dia tidak akan sepenuh jujur kepadaku.

“aku sudah peringatkan kepadamu untuk tidak menyentuhnya !”, ucapku pada joseph.

“aku tidak menyentuhnya hans… aku hanya berbincang saja dengannya, santai saja lah !”, ucap joseph dengan memalingkan wajahnya dariku.

“apa yang kau bicarakan dengan rina ?”, tanyaku lagi pada joseph.

“hans.. santai saja dan dengarkan aku, aku hanya melakukan apa yang menurutku penting dan sepertinya apa yang aku lakukan tidak akan berefek apa pun padamu !”, ucapan joseph benar-benar membuatku emosi.

“gara-gara kau, rina jadi lepas dari pengawasanku !” ucapku dengan membentak joseph.

“apa kau tau bahayanya jika dia lepas dari pengawasanku, semua rencanaku bisa berantakan !”, sambungku.

“kau hanya terlalu parno saja akan hal itu, menurutku rencanamu baik-baik saja !”, ucap joseph dengan santainya.

Dari sini aku bisa simpulkan bahwa rina telah menceritakan sedikit banyak tentang rencanaku pada joseph, aku harus merubah susunan rencanaku secepat mungkin, tapi sekarang yang punya di dalam rumah itu hanya nova. aku harus mencari tau apakah joseph mengetahui tentang nova atau tidak.

“dari bicaramu barusan sepertinya kau sudah mengetahui sedikit banyak tentang rencanaku yaa.. ?”, tanyaku pada joseph.

“kekasihmu itu tidak terlalu pintar menyimpan rahasia, aku jadi binggung tentang dirimu. kenapa seorang hans antoline membongkar semua rahasianya pada seorang wanita yang notabane dia adalah musuhnya sendiri !”, ucapan joseph sepertinya menyudutkanku.

“bertahun-tahun aku bersaing denganmu dan hampir aku tidak pernah melihat kelemahanmu tapi kali ini kau seperti bocah ingusan saja hans, sangat jauh dari hans yang aku kenal !”, ucapan joseph membuat amarahku seketika naik pitam.

“diam kau bajingaaannn… !”, ucapku membentak joseph.

Mei dan shandy yang ada dalam ruangan ini hanya bisa diam saja tanpa berani berkomentar atau menengahi perdebatan kami, dari sudut pandang mereka aku seperti orang yang sedang kalah, joseph sangat santai saja melontarkan semua argumentnya tapi aku dengan sangat emosi melawan semua pernyataan joseph. dan ini juga merupakan salah satu dari rencanaku, membuat diriku lemah di depan mata mereka supaya mereka meragukan atau meremehkan diriku dengan begitu aku akan mendapat simpati dari mei dan shandy, dan disisi lain joseph akan merasa sedikit jumawa dan berada di atas angin dalam permainan ini, biarkan saja dia terbang terlalu tinggi setelah itu aku akan menjatuhkannya kebumi.

“hans, aku sudah peringatkan padamu kalau hubungan kalian adalah hubungan yang terlarang, kenapa masih kau teruskan hubungan tersebut !”, ucap joseph.

“itu bukan urusanmu, dan lebih baik kau katakan saja tentang informasi apa saja yang telah kau dapatkan dari rina ?”, tanyaku dengan nada emosi tinggi.

“bukankah aku sudah bilang kalau kekasihmu itu terlalu bodoh untuk terlibat dalam urusan ini, apa lagi harus masuk ke dalam teammu !”, papar joseph.

“dan kau harusnya berterima kasih padamu hans karena aku telah membantumu untuk mengeluarkan dia dari teammu !”, sambung joseph.

Dugaanku mungkin sekitar 60% dia belum tau tentang keberadaan puji karena jawabannya sengaja dia putar-putar ke jawaban awal yang pernah dia ucapkan, tapi aku harus memikirkan siasat untuk menyelamatkan nyawa puji karena cepat atau lambat joseph pasti akan mengetahui keberadaannya.

“bergabunglah dalam team untuk menggantikan posisi rina !”, pintaku pada joseph.

“hahaha… kau kenapa hans, kau seperti orang bodoh saja… rupanya rina telah membuat otak berhenti berjalan !”, ucapan joseph merendahkanku.

“aku sudah mengenalmu puluhan tahun hans… dan selama itu kau tidak pernah mau menerima dan meminta bantuan dariku, aku yakin kau telah merencanakan sesuatu untukku !”, ucap joseph dengan tertawa puas melihatku bimbang.

“dan maaf hans… demi keselamatanku, aku menolak menjadi anggota dari teammu !”, ucap joseph dengan tatapan yang merendahkanku.

“baiklah.. kalau begitu aku akan memulai penghancuran ini lebih cepat dari rencanaku !”, ucapku pada joseph.

“bukankah kau sudah mengetahui rencanaku, lebih baik kau pergi jauh-jauh dari sini jika tidak mau membantuku !”, sambungku lagi.

“ehmm… jujur aku tidak mengerti dengan ucapanmu barusan, tapi aku tidak akan termakan oleh akal busukmu itu hans !”, ujar joseph dengan menaruh kecurigaan padaku.

“kau boleh pergi, joseph !”, usirku pada joseph.

Joseph pun keluar ruangan dan pergi entah kemana, lalu ku lihat shandy sedang serius mengerjakan sesuatu dia seperti tidak mempedulikan semua perdebatanku dengan joseph tadi, sementara mei dengan penasaran memperhatikan langkah joseph yang keluar dari ruangan ini lalu dia pun menatapku dengan tatapan yang binggung akan sesuatu.

“hans, kau nampak sangat kacau sekali.. aku sama sekali tidak mengerti dengan semua omonganmu, apa ini juga bagian dari rencanamu ?”, tanya mei padaku.

“tentu saja.. !”, sautku singkat pada mei.

“mei dan kau shandy, aku ingin membuat keputusan baru, tolong dengarkan aku !” ucapku pada mei dan shandy.
“apa itu hans ?”, tanya mei.

“beberapa hari kedepan aku aku memasuki perusahaan suryadharma dan sejak saat itu akku pun tidak akan ke kantor ini lagi lalu aku juga akan pindah dari hotel yang aku tempati, pertemuan kita akan terjadi sekali dalam 2 minggu, tapi komunikasi kita via BBM/telepon masih akan terus berjalan !”, terangku pada mereka.

“kenapa kau harus keluar dari perusahaan ini dan meninggalkan hotel ?”, tanya mei padaku.

“untuk memecah fokus dari joseph, selama kita bersama-sama joseph akan mudah mengawasi kita tapi jika kita berpisah menjadi dua bagian, otomatis kosentrasinya juga akan terpecah !”, jelasku pada mei.

“mei saat aku mulai bekerja pada perusahaan suryadharma, semua kontrak kerja itu tidak usah lagi perdulikan, ambil keuntungan yang sebesar-besarnya dari perusahaan suryadharma dan buat perusahaan itu bangkrut !”, perintahku pada mei.

“haaahhh.. akhirnya aku tidak perlu lagi berpikir keras untuk menutupi kekurangan perusahaan ini, tenang saja hans semua akan berjalan dengan cepat !”, ucap mei padaku.

Pandanganku pun tertuju pada seorang shandy yang dari tadi hanya duduk diam saja, seluruh pandangannya kosong seperti orang yang tidak memiliki tujuan hidup, aku pun mendekatinya untuk membuatnya tenang.

“shandy.. maafkan aku soal semalam !”, ucapku lirih pada shandy.

“aku sudah memaafkanmu !”, jawabnya acuh.

“shan.. aku mengerti tentang semua ucapanmu tadi malam, oleh karena itu aku tidak akan pernah lagi menghalangi langkahmu !”, ucapku dengan nada penuh penyesalan.

“apa maksudmu ?”, tanya shandy.

“aku ingin mengakhiri permainan ini dengan cepat !”, jawabku.

“lalu ?”, tanyanya lagi.

“aku tidak akan pernah menghentikan langkahmu jika ingin menghabisi anggota keluarga itu tapi tolong jangan biarkan dirimu masuk ke dalam buih !”, ucapku dengan serius.

“termasuk dengan kekasihmu itu ?”, tanya shandy yang sedang menatapku dengan tajam.

“tentu saja !”, jawabku.

“apa kau yakin hans ?”, tanyanya lagi untuk memastikan pernyataanku.

“yaa.. shan, lakukan saja tapi jangan membahayakan dirimu, karena dirimu lebih berharga dari apa pun !”, ucapku kepada shandy.

“hans seperti inilah yang aku kenal !”, ucap shandy dengan tersentum kecil.

Maafkan aku shandy jika aku harus berbohong kepadamu tentang apa yang aku rasakan saat ini, aku ingin kau tetap menjadi shandy yang selalu ceria tanpa ada dendam yang membara di hatimu, aku mempunyai rencana lain untukmu shan.

“tapi kau lakukan terus pengintaian terhadap bocah itu ?”, pintaku pada shandy.

“tenang saja hans !”, ucap shandy.

“dan satu lagi… aku menyimpan semua dokumen dan bukti-bukti nyata akan tindak kejahatan yang di lakukan oleh retno suryadharma di brangkas kamarku, kau ambillah sekarang dan simpan itu untukku, pelajarilah berkas tersebut karena nanti kau sendiri yang akan memenjarakannya !”, ucapku pada shandy.

“tetaplah seperti ini hans dan jangan pernah berubah lagi !”, ucap shandy padaku dengan wajah yang kembali ceria.

“woi… kalian berdua sedang membicarakan apa ?”, pertanyaan mei membuat pembicaraanku dengan shandy pun bubar.

“hahaha… hanya rahasia kecil saja !”, ucapku pada mei.

“apa itu hans.. aku ingin tau ?”, tanya mei padaku.

“jangan mei.. nanti kau akan menyesal mendengarkannya !”, ucapku menggodanya.

“apa itu katakan ?”, saut mei.

“kata shandy kau nampak gemukan dan jelek, hahaha… !”, jawabku dengan mencandai mei.

“brengseeeekkk kau hans… !”, teriak penuh kesal mei padaku.

Shandy pun meminta izinku untuk keluar meninggalkan kantor dan menuju ke kamar hotel untuk mengambil semua berkas yang ada di brangkasku. sementara itu aku menyuruh mei untuk memberikan kunci mobilku kepada renald dan menyampaikan pesanku padanya. dan beberapa menit kemudian mei pun kembali ke ruanganku.

“bagaimana mei ?”, tanyaku pada mei.

“sudah hans !”, jawab singkat mei.

“apa yang kau katakan pada renald ?”, tanya lagi.

“sesuai dengan pesanmu, kalau kau telah menyiapkan sesuatu untuk tante rahma yang kau simpan di dalam dasbord mobil mu, lalu ku bilang juga kalau kau menyuruhnya memberikannya secara diam-diam jangan sampai ada orang lain yang mengetahuinya !”, papar mei padaku.

“ehmm… sedikit melenceng tapi tak apalah, renald juga akan mengerti maksudku !”, ucapku.

“lagian kenapa kau suruh manusia bodoh itu membawa mobil seh ?”, tanya mei padaku.

“biar terkesan kalau aku dimanfaatin oleh renald dengan begitukan tante rahma akan sangat membencinya !”, jelasku.

“hehehe… aku pintar sekali hans !”, pujian mei padaku.

Masalah dengan shandy telah selesai, tentang joseph pun telah aku rencanakan sesuatu untuknya, dan dengan rina mungkin nanti malam aku akan menyelesaikannya juga. semoga saja semua berjalan lancar supaya aku bisa tidur nyenyak malam ini.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 25 | Family Super Konyol Season 2 Part 25 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 24)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 26)