Family Super Konyol Season 2 Part 18

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 18

Start Family Super Konyol Season 2 Part 18 | Family Super Konyol Season 2 Part 18 Start

Part XVIII : Hubungan Terlarang

Pagi yang cerah dengan udara yang sejuk terhembus mengitari tubuhku, selimut ini terasa sangat hangat dan nyaman sekali, aku ingin berlama-lama dalam balutannya. hari ini aku sangat malas sekali untuk ke kantor tidak tau kenapa tapi rasanya tidak ada lagi yang perlu aku kerjakan untuk hari ini, sedikit memanjakan rasa malasku tak apa lah asal tidak kelewatan.

Kraaaakkk… pintu kamar hotelku tiba-tiba terbuka dengan sendiri, namun muncullah sosok wanita dengan mengenakan baju tidur dan masuk kedalam kamarku, wajah yang masih mengantuk dan jalan yang sempoyongan, dia langsung saja berbaring di ranjangku dan mendekapku erat.

“mei.. apa yang kau lakukan disini !”, ucapku dengan bermalasan.

“tidur !”, jawabnya dengan menahan ngantuk.

“pergilah ke kamarmu !”, usirku.

“males !”, sautnya.

Tangannya mendekap kepalaku dengan kuat dan mei mengeliat sehingga buah dadanya menindih tepat di wajahku, aku merasakan buah dada yang mengeras dan lumayan besar tersandar di wajahku, putingnya pun terasa nyata menyentuh pipiku berarti mei tidak mengenakan BH dan hanya berbalut baju tidur saja. salah satu kakinya mengapit kakiku sehingga meyusahkanku untuk bergerak.

“mei.. aku ga bisa nafas !”, ucapku dengan merontah.

Ku raih tangan mei untuk melepaskan pelukannya ini, dengan susah payah akhirnya aku pun bisa lepas dari pelukannya tapi dia pun dengan cepat memelukku lagi dan menindih tubuhku. aku tidak tau apa yang terjadi padanya, kali ini benar-benar menyesakan karena wajahku berada tepat di belahan payudaranya, mei pun menggesek-gesek mukaku dalam dekapan payudaranya sehingga baju tidurnya terkoyak berantakan, puting susunya pun dia arahkan kedalam mulutku hingga menelusup masuk diantara celah bibirku.

Penisku pun perlahan berdiri dan mulai mengeras, aku pun mencoba untuk menahan nafsuku untuk tidak terlena akan rangsangan yang diberikan oleh mei, dengan sekuat tenaga aku mencoba membalik tubuh mei yang menindihku, akhir mei pun tak berdaya, saat mei terbaring telentang di ranjang dan aku menindihnya aku segera menahan kedua pergelangan tangan mei di atas kepalanya dengan kedua tanganku.

Nampak jelas raut wajah cantik mei yang sangat bernafsu, wanita ini benar-benar sangat menggodaku, ekspresinya pun menunjukan kebinalan dan ingin sekali bercumbu dengan di iringi hembusan nafasnya yang mengebu membuat semakin terlena.

“mei tunggu dulu !”, ucapku untuk menenangkan mei.

“touch me hans.. !”, ucapnya dengan desahan.

“sudah cukup mei !”, sautku.

Aku beranjak pergi meninggalkan mei di ranjang, ku ambil handuk dan segera menuju ke kamar mandi. kubasuh muka ini dengan air supaya hilang semua setan-setan yang bergentayangan di pikiranku ini, aku sungguh tak habis pikir jika mei akan senekad ini. namun disaat aku sedang membasuh wajahku ini, mei masuk kedalam kamar mandiku dan memelukku dari belakang, aku bisa merasakan kalau mei tidak mengenakan busana, dengan cepat dia melorot celana tidurku setelah itu gantian celana dalamku yang di turunkan ke bawah, lalu dia pun mencoba membalik tubuhku.

Dengan sigap dia menunduk dan tanpa kompromi langsung melahap penisku yang setengah berdiri, aku hanya bisa pasrah saja melihat tingkah laku mei seperti ini, mungkin dia tidak bisa menahan nafsunya padaku, aku pun berpikir tidak ada salahnya juga melakukan hal ini sekali lagi asal tidak kelewatan aja lagi pula aku juga bisa melampiaskan hasratku juga pada mei karena sudah lama tidak mendapat jatah dari rina, hehehhe…. !.

Perlahan penisku masuk kedalam mulutnya, mei pun mengkulumnya dengan penuh nafsu, hangat dan terasa seperti di sedot isi dalam kemaluanku, lidahnya memainkan perannya dengan menggoyang-goyangkan kepala penisku. semua ini benar-benar membuatku melayang tinggi, lalu di kocoknya nya penisku dengan mulutnya, tangan nya pun tak hanya diam, dia memeras buah zakarku, terkadang di tariknya, ohh.. sumpah ini sangat nikmat sekali, sudah lama aku tidak merasakan sensasi seperti ini dengamu mei.

Mei mengulum semua penisku sampai ke pangkalnya, lalu dia tarik mulutnya dengan dia sedot kencang sekali, aku pun di buat terbang melayang dengan hisapannya pada penisku dengan jemarinya yang terus-menerus meremas kedua bola zakarku, sensasi rasa yang sangat luar biasa ini membuat air mani ku pun serasa ingin keluar. menyadari aku sudah tak kuat lagi menahan permainan mulut mei, dia pun membarikan kecupan manis pada kemaluanku dan menyudahi aksi blowjobnya.

Perlahan berdiri dan dia pun mendekatkan wajahnya ke wajahku dan cumbuan pun beradu antara bibirku dan bibir mei, cumbuan ini terasa sangat jorok bagiku karena kita berdua belum mencuci mulut kita dan mengosok gigi apa lagi mei habis mengkulum penisku, tapi aku merasakan sesuatu yang berbeda dengan kejorokan ini, sangat nikmat suatu sensasi yang belum pernah aku rasakan, ternyata semakin jorok semakin asyik lalu aku pun melanjutkan permainan adu mulut ini.

Ooouucchh… desahan mei terdengar indah saat aku menggigit dan menarik bibir bawahnya, liur berbaur menjadi satu, ludah pun saling bertukar dan tertelan kedalam perut, cumbuan panas ini akhirnya aku akhiri untuk mengexplore tubuh mei yang lainnya. terlihat wajah chinesse mei yang mungil nan imut begitu bernafsu untuk melakukan hubungan intim denganku, aku pun sungguh tak sabar ingin mencicipi setiap lekuk tubuhnya.

“dibawah shower hans, sekalian kita mandi !”, ucap mei sangat bernafsu.

“buka bajumu !”, saut mei lagi.

Aku pun segera membuka baju tidurk yang masih melekat di badan, lalu menuju shower yang sudah mengeluarkan air, kita berdua pun bermain hujan-hujanan di bawah shower tersebut. aku membelakangi tubuh lalu kuciumi bagian leher belakangnya, terus bergeser ke arah punggungnya dan terus turun tepat ke arah bokongnya yang munggil tapi sangat menggemaskan, kuberikan tamparan-tamparan kecil ke pada pantat indahnya lalu ke remas dengan begitu kuat karena saking gemasnya.

Ciuman terus aku berikan untuk menelusuri pantat munggilnya, begitu juga dengan jilatan-jilatanku. kemudian aku pun melebarkan kaki mei dan membuka sedikit belahan pantatnya untuk dapat mengexplore bagian tersembunyi di area tersebut, ku julurkan lidahku untuk menjilati bagian luar lubang anus mei, lalu ku lumuri dengan ludahku sensasi yang berbeda dari biasanya, walaupun terkesan sangat jorok tapi ini begitu nikmat.

Sembari aku menjilati pantat dan anusnya, aku pun mulai memainkan jemariku untuk memainkan klitoris mei, aku merasakan bagian kemaluan dari meki begitu becek sekali karena cairan pelumas dari mekinya bercampur dengan air dari shower. perlahan-lahan aku memasuk jari tengah dan jari manisku kedalam vagina mei, desahan demi desahan terlantun dari mulut mei, ku lihat mei mulai mengerang kenikmatan dengan kedua tangannya memegang dinding kamar mandi, posisinya kini setengah jongkok untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.

Aku pun mulai mengkocok-kocok kemaluan mei dengan kedua jemariku, suara mekinya yang becek sangat terdengar jelas dan beradu dengan suara rintihan mei yang tak henti-hentinya mendesah. mei sangat merawat sekali kemaluannya, setiap lelaki yang melihat vaginanya pasti akan sangat bernafsu untuk mencocolnya, meki yang berwarna merah ranum layaknya bungan mawar yang sedang bermekar dengan aroma khasnya membuat nafsu ini semakin terbakar.

Penisku pun memberontak untuk ingin mendapatkan jatah menikmati kemaluan mei, aku segera berdiri dan mengganti posisiku untuk melakukan doggy style di bawah guyuran air shower, ini adalah salah satu fantasi yang mengasyikan, aku pun mengarahkan penisku kearah vagina mei yang sudah sangat becek, dan dengan mudahnya penisku pun langsung tenggelam di dalam kemaluannya, sangat hangat walaupun becek, maklumlah namanya juga meki chinesse.

Tanganku di arahkan oleh mei untuk meremas payudaranya, dan gesturku pun mengikuti gestur dari badan mei, dengan kedua tangan meremas buah dadanya bibirku pun menciumi bahu dan lehernya dari belakang, aku pun mengatur ritme permainan ini dengan sedikit penetrasi kecil dan terlalu cepat membuat semuanya dalam kendaliku, mei yang sedang menikmati penisku yang sedang menusuk-nusuk kemaluanya pun menggeliat dan terus mendesah. karena semua nafsu sudah pada puncaknya aku pun mempercepat penetrasiku, dengan mengubah posisiku, ku tegapkan tubuhku dan ku remas erat pantatnya untuk pegangku, lalu ku kocok penisku dalam mekinya dengan menggerakan maju mundur, semakin cepat dan kencang untuk mendapatkan klimaks dari permainan ini, desahan mei pun semakin keras dan menggebu-gebu, setelah ratusan kali kocokanku pun membuahkan hasil, air maniku pun sudah mencapai titik didihnya dan segera akan keluar dari lubang penisku, dengan cepat aku menarik kemaluanku dari vagina mei dan menumpkan maniku di atas bokongnya.

“Oooohhh… oouuhh… !”, desahanku dengan sangat leganya.

Air mani pun tertumpah pada pantat indah mei, tanganku pun memegang penisku lalu ku gerakan mengesek-gesek pantatnya untuk meratakan air maniku di pantatnya, lalu dengan iseng aku pun mengarahkan masuk air maniku kedalam lubang anus si mei dengan penisku, dan sesekali aku mencoba menusuk-nusuk lubang anus mei dengan penisku yang sudah melemas.

“apa sudah selesai permainan ini hans ?”, ledek mei dengan nada mendesah.

“yaaa… !”, ucapku ngos-ngosan.

Mei pun terlihat tersenyum kecil dan menggandengku kedalam bak mandi, lalu kita pun tiduran di dalam bak mandi tersebut yang sudah berisi air hangat, dengan tubuh terbaring telentang dan mei separuh tubuhnya menindih badanku, seakan belum puas mei pun mencoba merangsangku kembali dengan jemarinya memainkan puting susuku dan bibirnya menciumi bibirku serta leherku, terdengar bisikan-bisikan lirih dari mulut mei untuk mengajakku bermain lagi, wanita ini benar-benar ingin menenggelamkanku dalam birahinya.

“kau sangat payah dalam urusan sex, hans !”, ucap mei dengan menggodaku.

“sekuat apa pun lelaki, dia tak akan mampu mengalahkan wanita dalam urusan sex !”, sautku untuk menyanggah pernyataan mei.

“kenapa kau berpikiran seperti itu hans ?”, tanya mei.

“ini bukan masalah tenaga tapi lebih ke arah penis.. secara normal penis lelaki akan melemas setelah mengeluarkan air mani dan butuh waktu lagi untuk membuatnya tegang kembali, oleh karena itu banyak lelaki dalam permainan sex mencoba menahan keluarnya air mani untuk bisa menikmati lebih lama atau mengexplore seluruh tubuh wanitanya !”, tuturku.

“sedangkan wanita kalau udah selesai ejakulasi dia akan lemas karena kepuasan tapi lubang nya masih bisa di pakai, mau di hajar 10 ronde pun juga bisa apa lagi yang maniac macam kamu ini, hehehe… !”, ucapku dengan bercanda.

“andai saja wanita kayak cowok gitu, misal habis ejakulasi terus lubangnya nutup sendiri pasti antara cewek ama cowok ga ada yang mau ngeluarin duluan, wkwkwkwkkw…. !”, ucapku dengan tertawa terbahak-bahak.

“ahahha.. tapi walupun gitu pegel juga tau untuk nahan penetrasi cowok, apa lagi kalau posisi missionaris gitu, kedua kaki diatas dan terus-terusan di genjot, itu pegel lho paha ama pinggulnya, cuma gara-gara nikmat aja jadi kerasanya belakangan, hehehe… !”, tutur mei untuk mematahkan alibiku.

“ehh.. udah lama banget kita gak seperti ini, tapi aku harap kita gak keterusan seperti ini !”, ucapku.

“terakhir kali kau menyetubuhiku di dapur rumah orang tuamu !”, ucap mei.

“hahaha.. karena kau selalu saja menggoda nafsuku, waktu itu aku benar-benar sedang mabuk jadi aku melampiaskannya padamu !”, ucapku.

“sebenarnya aku sangat takut kalau hubungan kita dulu tuh di ketahui oleh shandy, karena shandy sangat menyukaimu aku gak mau dia mencap aku sebagai teman yang brengsek !”, ucapnya.

“hubungan… aku gak pernah inget kalau kita pernah membuat suatu komitmen !”, balasku.

“huh.. kau dulu sempat suka kan sama diriku tapi kau gak mau ungkapin, apalagi kau masih berharap dengan kekasihmu itu !”, celetuk mei padaku.

“hehehe… sedikit doank ga banyak kok !”, ucapku bercanda untuk meredakan suasana.

“gara-gara kelakuanmu yang suka curi-curi pandang padaku aku jadi keGRan deh, kalau waktu itu aku gak agresif mungkin aku gak bakal bisa sedekat ini denganmu hans !”, ucap shandy.

“tapi kalau bicara masa lalu pasti tidak lepas dari shandy.. kau, aku dan shandy adalah teman yang sangat dekat di masa kecil dulu bahkan kuliah pun kita bersama, karenamulah aku dan shandy mau bekerja di perusahaan kakekmu meski kita berdua tidak ada hubungan sama sekali dengan keluarga besarmu, hanya karena kita berdua memilih tujuan yang sama yaitu untuk mendekatimu dan mendapatkan cintamu walaupun kita berdua juga tau kalau hatimu sudah ada yang mengisi yaitu rina kekasihmu itu !”, ucap mei dengan mengenang masa lalu kita.

“aku sangat kasihan dengan shandy, dia rela melakukan apa pun untukmu hans tapi aku dengan kejamnya menusuknya dari belakang dengan bercinta denganmu tanpa sepengetahuan dia, dan sampai sekarang.. meski kau terus mencoba mengingatkanku dan menahanku tapi hasratku tak bisa aku bendung !”, lanjut paparan dari mei.

“sudahlah mei.. aku senang kalau sadar akan perbuatanmu walaupun kadang kau juga sering lepas kontrol seperti sekarang ini. aku ingin kau tetap berakting sepertinya ini, membuat pikiran shandy beranggapan bahwa kau adalah teman baik yang di anggap seperti adiknya sendiri olehnya, dengan sikapnya sedikit manja, centil dan nakal di depannya akan membuat hati shandy ingin melindungimu !”, ucapku.

“kadang aku berpikir sampai kapan semua sandiwara ini akan berakhir hans.. dan aku juga tidak bisa memastikan tentang perasaanku ini akan terbalas atau tidak, masa depanku terlihat sangat gelap, hans !”, ucapan mei terdengar melemah seperti orang bersedih.

“aku juga tidak tau mei.. aku juga sama sepertimu, telah terbutakan oleh cinta. satu kata yang sangat sulit untuk dipahami, walau terlihat indah tapi sangat mematikan, terasa harum namun busuknya sangat menyengat !”, ucapku mellow.

“beginilah cinta deritanya tiada pernah berakhir !”, saut mei ala chu pat kai.

Tiba-tiba suasana berubah sangat serius saat mendengar pertanyaan mei…

“hans.. kenapa kau menyembunyikan sesuatu padaku, tentang nova, siapa dia, kenapa kau tidak pernah bicara padaku bukankah aku juga bagian dari team ini ?”, tanya mei dengan serius kepadaku.

“kemarin kau menyebut namanya saat kau terlihat sangat panik setelah melihat tayangan cctv, sepertinya kau dan shandy mengetahui tentang dirinya dan tidak menceritakan kepadaku, kenapa hans ?”, tanya mei lagi.

“saat aku mengetahui kalau joseph akan ke jakarta untuk mengawasiku, aku sudah merencanakan sesuatu untuknya yaitu dengan menyuruhmu mengamati joseph, karena tugas ini akan menyita beberapa waktumu untuk berinteraksi dengan dirinya maka aku sengaja menyembunyikan tentang identitas asli nova darimu !”, jawabku.

“namun kali ini tidak ada salah jika aku cerita sedikit tentang nova karena kau juga sudah aku bebas tugas untuk tidak mengawasi joseph lagi !”, sambungku.

“orang tua nova dulu adalah orang kepercayaan di keluarga besar suryadharma, namun suatu ketika nova di sandra oleh teguh suryadharma dan sebagai tebusannya orang tua nova di minta untuk menaruh obat tidur di dalam minuman saat sedang berlangsung acara keluarga dan teguh suryadharmapun membakar rumah yang di jadikan pesta tersebut, lalu setelah tugas mereka selesai orang tua nova di tembak mati oleh teguh suryadharma dan nova sendiri dibunuh dengan dilemparkan kedalam kobaran api rumah yang sudah terbakar tersebut namun untungnya nova bisa selamat dari maut !”, ceritaku pada mei.

“kepada aku merahasiakan ini darimu, karena aku takut jika kau secara tak sengaja menyebut namanya di depan joseph, maka dia akan mencurigaimu. dan jika joseph tau keberadaan nova maka dia akan dibunuh oleh joseph !”, ucapku lagi.

“hahaha… sudahlah, sudah waktunya kita bergegas ke kantor !”, ucapku pada mei untuk memecah ketegangan.

“semoga kau tidak membohongiku hans… !”, gumam mei sangat pelan dengan ekspresi mencurigaiku.

Aku pun segera membilas tubuhku dan membersihkannya dari semua kotoran yang ada begitu pula dengan mei, setelah selesai kita mengambil handuk dan menuju ke kamar untuk mengenakan pakaian formal yang biasa kita gunakan untuk ke kantor biasanya, setelah aku terlihat rapih aku pun menuju kamar mei untuk mengajaknya bareng ke kantor.

Dan setibanya di kantor….

“hi.. shan !”, sapaku pada shandy yang sedang mengerjakan sesuatu.

“ohh hans.. tumben kalian bebarengan ke kantor !?”, ucapan tertuju untukku setelah melihat aku dan mei memasuki ruangan kerja kita.

“ahh.. harusnya aku memarahimu karena meninggalkannya, apa kau tidak tau kalau mei sangat menyusahkanku !”, ucapku pada shandy.

“hahaha.. apa kau kira aku juga tidak merasakan hal yang sama denganmu, bahkan setiap hari aku harus menjinakan sikap liarnya itu !”, ucapan shandy padaku.

“kau seperti pawangnya saja, hehehe… !”, sautku.

“kalian berdua sama-sama menyebalkan !”, celetuk mei memecah obrolanku dengan shandy.

Hahaha… aku dan shandy pun tertawa melihat wajah kesal dari mei, seperti inilah jika kita bertiga sedang berkumpul dan bersantai untuk melepaskan penat dari semua tugas yang ada, walaupun di antara kita bertiga memiliki rahasia tersendiri.

“shan.. bagaimana dengan kabar terbaru dari bocah itu, apa dia melaporkannya ke om nya ?”, tanya pada shandy.

“sepertinya tidak seperti bayangan kita hans… bocah itu bersikap biasa saja walaupun terlihat sedikit emosi setelah melihat kejadian itu, begitulah penuturannya(yang dimaksud nova) ?”, ucap shandy.

“bilang aja nova.. mei juga sudah tau, tadi aku menceritakan semua padanya !”, sautku.

“lalu dengan tante rahma dan renald apa hari ini mereka ada bertemu lagi di rumah tersebut ?”, tanya ku pada shandy.

“belum.. tapi sepertinya mereka untuk sekarang ini tidak akan melakukan perselingkuhan di rumah itu, karena nova sudah menasehati tante untuk melakukan perselingkuhan id luar saja !”, jawab shandy.

“ada informasi apa lagi tentang bocah itu ?”, tanyaku pada shandy.

“dia disini untuk melanjutkan sekolah tingkat atas.. untuk sementara ini dia akan selalu berada di rumah itu sebelum masuk sekolah, kemungkinan 2 minggu kedepan dia baru mulai memasuki sekolah !”, ucap shandy.

“ehmm… lumayan lama juga tapi tak masalah !”, ucapku.

“ngomong-ngomong dimana joseph ?”, tanyaku pada shandy lagi.

“aku tidak tau.. sejak tadi tidak terlihat di kantor !”, jawab shandy.

“ok, thanks you shan atas informasinya !”, ucapku pada shandy.

Kita bertiga pun melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda beberapa menit karena obrolan tadi, sepertinya hari ini tidak akan ada perubahan yang berarti dan pekerjaan kantor juga sudah selesai aku kerjakan, rasa-rasanya aku akan habiskan waktuku untuk menulis dan melanjutkan novelku saja, sudah lama juga aku tidak meneruskan novelku. disaat aku sedang getol-getolnya menulis novel tiba-tiba suara handphoneku berbunyi tanda ada pesan BBM masuk dan aku pun segera membacanya.

“hans, bisa temui aku di caffe yang kemarin, aku menunggumu disini “, tulis pesan singkat tersebut dari rina.

“baiklah aku segera kesana sekarang “, balasku.

Aku segera pergi menuju ke caffe di daerah senayan city setelah berpamitan keluar sebentar kepada mei dan shandy, ku pacu mobilku dengan cukup kencang namun percuma saja karena macetnya jakarta membuat emosiku mendidih, mau tak mau aku harus bersabar dengan barisan metromini dan angkot yang sedang ngetem.

Sesampainya di caffe tersebut….

“hi rin.. ada apa ?”, tanyaku dengan khwatir pada rina.

“santai saja tidak usah panik gitu !”, ucapnya santai.

“aku cuma mau melihat hasil rekaman cctv yang kau pasang !”, ucapnya lagi.

“yaa.. kau tidak bilang tadi waktu aku di kantor, aku belum mengcopy nya ke flashdisk !”, jawabku.

“ehmm… harusnya kan kau sudah mengiranya kan kau sudah janji kalau aku boleh melihatnya !”, ucap rina.

“gimana kalau nanti malam saja, aku bawakan ke apartementmu !”, saranku.

“baiklah !”, ucapnya.

Sepertinya mood rina sedang baik sekarang, nada suaranya juga lebih halus tdak seperti kemarin, dan perlahan rina pun memeluk tangan kiriku dan mendekapnya, kepalanya pun dia sandarkan pada bahuku, nampak jelas kalau dia ingin bermanja-manjaan denganku, aku membelainya rambut dengan tangan kananku lalu ku kecup keningnya.

“jangan mencuri-curi kesempatan lho… nanti moodku bisa berubah lagi !”, ucapnya datar.

“ehmm.. terserah deh !”, ucapku padanya dengan menghela nafas.

Setelah cukup lama kita bermesraan di caffe tersebut, akhirnya rina memutuskan untuk menyudahi pertemuan ini, dia pun memutuskan untuk pergi kekampus lagi dan seperti biasanya dia tidak mau aku antar ke kampus, dia pun pergi begitu saja setelah berpamitan denganku. setelah melihat kepergiannya aku pun memanggil pelayan untuk membawakan bill dari menu yang kita pesan.

Namun sentak saja jantungku dibuat kaget oleh sosok pria yang dengan tidak sopannya dan tanpa seizinku langsung duduk di kursi sebelahku, tempat dimana rina tadi duduki, wajahnya sangat tak asing lagi karena dia adalah joseph sepupuku dan dia pun nampak tersenyum sinis terlihat sangat senang.

“kau.. sedang apa kau disini ?”, tanyaku sangat gugup dan panik.

“hahaha… sudahlah tidak usah segugup itu !”, ucap joseph padaku.

“apa yang kau lakukan disni ?”, tanyaku lagi dengan menahan rasa gugupku.

“ehmm.. cukup lama untuk menyaksikan adegan mesra mu dengan kekasihmu itu, upss… dia kekasihmu bukan yaa ?”, ucapnya sangat meledekku.

“diamlah kau joseph… !”, ucapku dengan tegas kepadanya.

“wow.. santai saja hans, aku hanya ingin bermain-main saja disini dan tak sengaja melihatmu dengannya tadi, cukup mesra juga !”, jelasnya kepadaku.

“aku hanya merayunya saja sama seperti yang aku lakukan pada mamanya !”, ucapku pada joseph.

“jika itu mamanya mungkin aku masih bisa percaya jika kau hanya memanfaatkannya saja, tapi jika anaknya juga kau embat apa itu tidak berlebihan atau jangan-jangan kau menyukainya !”, celetuk joseph memancing emosiku. `

“aku hanya menjalankan misiku tidak untuk hal lain !”, jawabku.

“mungkin jika shandy dan mei mendengar omonganmu dia akan percaya, tapi tidak denganku hans !”, saut joseph.

“adegan tadi sepertinya bukan rekayasa, aku tidak melihat kalau kau sedang berakting hans… aku sudah mengenal sejak lama, aku tau semuanya tentang dirimu dan yang paling mencurigakan adalah kepanikanmu saat mengetahuiku ada disini, jika dia adalah bagian dari rencanamu dan hanya kau manfaatkan saja, kau tak seharusnya sepanik itu hans !”, tutur joseph padaku.

“hans, dengarkan aku.. aku tidak ingin kau melenceng dari tugasmu, dan aku juga tau dia itu siapa, jika benar antara kau dan dirinya menjalin suatu hubungan, hubungan itu tidaklah di benarkan itu suatu hubungan yang terlarang hans !”, tuturnya lagi.

“aku tau tentang hal tersebut, oleh karena itu aku minta kepada untuk diam saja dan nikmati pertunjukanku !”, ucapku pada joseph dengan nada kesal.

“hahaha… baiklah, jika kau tidak memberitahuku maka aku akan menanyakan sendiri pada gadis itu !”, ucapan joseph membuatku emosi.

“jika kau berani menyentuhnya, aku akan membunuhmu !”, ucapanku sangat emosi dan mengancam joseph.

“hehehe.. emosimu terpancing juga, tenang saja hans.. aku datang kesini bukan untuk mengganggumu tapi aku juga memiliki rencana lainnya !. ucapnya dengan meremehkanku.

“kalau begitu tenangkan saja otakmu.. aku pergi dulu, hans !”, ucap joseph sambil berjalan meninggalkanku.

Bangsaaaaaaatttt…. kenapa jadi seperti ini, hanya selang beberapa hari setelah aku menyuruh mei untuk tidak memata-matainya, dia sudah bertindak sejauh ini, kenapa aku bisa seceroboh ini. rencanaku, rina, tante rahma, joseph, dan satu lagi bocah tengik itu, sepertinya terlalu banyak masalah yang harus aku hadapi, aku harus fokus pada satu dan dengan cepat pula aku harus menyelesaikan sebelum timbul masalah baru lagi.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 18 | Family Super Konyol Season 2 Part 18 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 17)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 19)