Family Super Konyol Season 2 Part 10

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39tamat

Family Super Konyol Season 2 Part 10

Start Family Super Konyol Season 2 Part 10 | Family Super Konyol Season 2 Part 10 Start

Part X : Cerita Saat Liburan

Pukul 10:00 aku meninggalkan hotel menuju ke tempat nova berada bersama dengan shandy, sedangkan mei aku perintahkan untuk bekerja di kantor seperti biasanya. aku juga telah memberi tau shandy tentang joseph yang menghubungiku tadi pagi dan mengabarkan akan datang ke jakarta besok dan aku di suruh untuk menjemputnya di bandara.

Setelah tiba di hotel tempat nova menginap dan bertemu dengan nova aku pun segera menyerahkan dokumen untuk dirinya.

“ambil ini nov dan pelajari !?”, ucapku dengan memberikan dokumen kepada nova.

“dokumen apa ini hans ?”, tanya nova.

“tentang identitasmu yang baru, mulai sekarang kau menggunakan nama puji setyaningrum !”, ucapku.

“ok, lalu apa tugasku ?”, tanyanya lagi.

“aku akan mengkondisikannya nanti, untuk sekarang nikmmati saja waktu luangmu !”, ucapku.

“dan ingat berhati-hatilah, karena yang mengetahui tentang dirimu hanyalah aku dan shandy jangan sampai ada orang lain yang mengetahui keberadaanmu !”, ujarku lagi.

“memang siapa lagi orang yang mengetahui aku masih hidup ?”, tanyanya lagi.

“wirendra joseph angkawijaya, besok dia akan ke jakarta… berhati-hatilah jika kau masih sayang dengan nyawamu !”, ucapku.

“jika kau perlu bantuan kau bisa menghubungiku atau shandy !”, sautku lagi.

Ditengah-tengah obrolanku dengan nova tiba-tiba saja ada telepon masuk ke handphoneku, ku lihat tertulis nama Tante Rahma, aku pun mengangkat panggilannya.

“hallo tante.. ada apa ?”, ucapku.

“hans kau repot hari ini ?”, tanya tante.

“lumayan.. !”, jawabku singkat.

“ok, bisa kita bertemu hans, sekarang !”, ucapnya.

“ehm… ada apa ya ?”, tanyaku.

“sudahlah.. aku tunggu kamu di kawasan ancol !”, ucapnya.

Tante pun langsung mematikan teleponnya, aku berpikir apa mungkin rina menceritakan kejadian semalam kepada tante tapi sangat mustahil hal tersebut terjadi, karena sifat rina terhadap orang lain sangatlah cuek dan terkesan tertutup tapi tidak tau juga bila dengan orang tua nya, semoga saja bukan karena hal semalam karena rencanaku bisa berantakan jika itu terjadi.

“sorry sepertinya aku ada urusan mendadak, aku harus pergi dulu nova !”, pamitku pada nova.

“tidak masalah hans.. terima kasih atas perhatianmu !”, jawab nova.

“sama-sama !”, sautku.

Aku pergi dengan shandy meninggalkan nova sendirian, dan di tengah perjalanan.

“siapa yang menelepon mu hans ?”, tanya shandy.

“tante rahma, mamanya rina !”, jawabku.

“ohh.. apa mungin kekasihmu menceritakan kejadian semalam dengan mamanya ?”, tanya lagi shandy.

“mungkin saja tapi sangat kecil kemungkinan itu, kita lihat saja nanti jika benar maka aku akan jalankan rencana B !”, jawabku.

“sebenarnya yang kau rencanakan kepadanya ?”, tanya shandy.

“aku ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan suryadharma, sangat tidak mungkin bagiku untuk menyentuh perusahaan pusatnya, oleh karena itu aku bermain dengan cabangnya saja, hanya kerjasama kecil-kecilan yang tidak perlu sampai ke persetujuan pusat !”, jelasku.

“ohh.. lalu setelah terjalin kerjasama !”, ucap shandy.

“aku akan hancurkan cabang perusahaan yang ada di jakarta, disamping itu juga aku akan menghancurkan keluarga teguh suryadharma, melihat kejadian ini pastilah teddy akan berpikir yang tidak-tidak, dengan memanfaatkan sifat ambisius dia pasti akan datang ke jakarta dan membereskan masalah kecil ini !”, jelasku.

“ohh.. rencana yang bagus, lalu apa rencana keduamu ?”, tanya shandy.

“nanti saja kita lihat, ok !”, ucapku.

“aku akan mengantarmu ke kantor dan lakukan tugasmu dengan baik !”, ujarku.

“baiklah hans !”, saut shandy.

Setelah mengantar shandy ke perusahaan, aku melanjutkan perjalanan ke tempat yang telah tante rahma tunjuk, sesaat sebelum aku memarkirkan mobil ku lihat tante rahma sedang mengobrol dengan seseorang di tepi pantai, setelah ku parkirkan mobilku aku pun menghampiri tante rahma.

“ehem.. maaf ganggu !”, ucapku memotong pembicaraan mereka.

“ohh.. hans, kau sudah datang !”, sapa tante rahma.

“langsung saja tante soalnya aku masih ada kerjaan di kantor, ada apa memanggilku !”, ucapku.

“santai saja hans.. ikuti tante !”, ucap tante rahma.

Kita pun memasuki sebuah kapal kecil dan di dalam kita pun duduk santai dan seketika itu pula tante menyuruh seseorang untuk menjalankan kapalnya.

“hah.. kita mau kemana tante ?”, ucapku.

“ke pulau seribu !”, jawab tante.

“mau ngapain kesana.. saya masih ada kerjaan di kantor !”, ucapku panik.

“bukankah kau sudah berjanji kalau mau nemani tante berlibur !”, ucap tante rahma.

“kapan saya janji.. lagian gak gini juga caranya tante !”, ucapku.

“kalau tante terus terang di telepon kamu pasti tidak bakal datang !”, ujar tante.

“hahaha… udah ahh nanti tante bakal tanda tangani kontrak kerjasamamu !”, ucapnya lagi.

Sepertinya tante mulai terobsesi dengan diriku, bahkan dia melakukan hal semacam ini kepadaku. sepertinya rina juga belum menceritakan kejadian kemarin malam, tapi mengingat tante akan menantangani kontrak kerjasama itu mungkin ada baiknya aku turuti saja kemauannya untuk saat ini.

“serius.. !”, tanyaku.

“of course.. percayalah !”, jawab tanteku.

“kapan kita akan kembali ?”, tanyaku.

“nikmati saja dulu liburan ini hans… !”, ujar tante dengan menggodaku.

Tante rahma terus menerus menggodaku dengan kata-kata genitnya dan memancing nafsuku dengan pakaian yang dia kenakan, busana yang begitu seksi dan sangat minim membuat belahan dadanya sangat jelas terlihat dan paha seksinya juga nampak menggairahkan, sepertinya hari ini akan terasa lama terlewati dan mungkin saja kejadian di hotel itu akan terulang lagi di liburan kali ini.

Akhirnya kapal yang kami tumpangi bersandar di sebuah pulau kecil dengan nama Untung Jawa, aku mengikuti tante rahma pergi dan di sebuah penginapan kita berhenti, ternyata tante telah merencanakan liburan ini sebelumnya. apa yang dia mau aku pun tidak tau, hanya aku dan dia di sebuah pulau dan satu kamar, mungkin pikiran negatif kalian mengarah ke sexual berarti pikiran kalian sama dengan ku.

“hanya kita berdua yang berlibur ?”, tanyaku kepada tante.

“tentu saja.. biar lebih romantis !”, ucapnya.

“apa kita akan melakukan hubungan sex lagi ?”, tanyaku datar.

“aku suka dengan sikap terus terangmu hans.. !”, ucap tante.

“bagaimana jika aku menolak ?”, tanyaku lagi.

“aku tidak akan menanda tangani kontrak tersebut, dan aku akan meninggalkan mu di pulau ini !”, jawab tante dengan santai.

“sepertinya aku sudah masuk perangkap tante dan tidak punya pilihan lain selain menuruti tante !”, ucapku datar.

“nice.. kau sangat pintar hans !”, ucap tante dengan membelai rambutku.

Suasana pantai dengan angin yang bertiup semilir membuat hati terasa tentram saat aku menikmati semua keindahan alam ini tiba-tiba sepasang tangan memeluk tubuhku dari belakang, tangan itu pun membelai dadaku dengan lembutnya.

“bisa kita mulai, menu pembuka nya hans.. !”, ucap tante rahma yang sudah bergairah.

“aku tidak yakin bisa mengimbangi permainanmu tante !”, ucapku santai.

“come on baby.. fucking me !”, ucap tante rahma dengan binalnya.

Dia pun membalik tubuh dan langsung mencumbu bibirku, rasa lipstik membuatku sangat risih dan tidak bisa menikmati cumbuan ini, aku pun mencoba untuk menghentikan aksi tante dengan menahan bahunya.

“tunggu sebentar, lebih baik kita lakukan di kamar mandi saja, aku sangat gerah !”, ucapku.

Aku pun menarik tangan tante rahma menuju ke kamar mandi dan kulucuti semua pakaian ku sampai telanjang begitu juga dengan tante rahma, kini kita sama-sama telanjang bulat lalu ku nyalakan shower kamar mandi dan kubersihkan lipstik di bibirnya, ku mulai lagi aksi cumbuan dengan penuh gairah.

Kita bercumbu di bawah guyuran air shower, sangat nikmat dan penuh sensasi. aku pun mulai membangkitkan fantasi sex ku dan ku coba terapkan pada diri tante rahma. tante rahma begitu sangat haus akan belaian laki-laki, sepertinya dia sangat jarang di sentuh oleh suaminya, sehingga nafsu untuk berhubungan sex sangat meledak-ledak.

“aku ingin berfantasi dengan tante, apa boleh ?”, ucapku dengan penuh nafsu.

“lakukan saja hans !”, ucapnya pasrah.

“buka mulutmu tante dan julurkan lidahmu !”, perintahku.

tante pun melaukan perintahku, terlihat paras cantik yang keibuan berubah menjadi raut wajah yang penuh nafsu dan ingin sekali di sentuh oleh lelaki. melihat posisi tante aku pun mengeluarkan ludah ke dalam mulutnya dan kugigit lidahnya yang terjulur lalu ku hisap, ku nikmati setiap tetes air liur tante rahma, sangat nikmat dengan aroma nafasnya yang di penuh nafsu.

Cumbuku pun mendapatkan balasan dari tante, dia tidak mau kalah dariku dan dia mencoba mengimbangi cumbuanku. saat aksi dengan aksi cumbuan, aku sandarkan tubuhnya pada dinding kamar mandi lalu aku angkat kedua tangannya ke atas dan kedua pergelangan tangan tante aku tahan dengan tangan kananku, terlihat ketiak yang putih dan halus tanpa rambut, dengan penuh nafsu aku pun menciumi kedua ketiak tante, ku julurkan lidahku untuk mendapatkan kenikmatan sensasi dari ketiak tante rahma, aroma khas dari ketiak membuat seluruh nafsuku mendidih, jilatan demi jilatan terus ku berikan sampai liurku pun membasahi kedua ketiaknya.

“hans.. kau sangat liar sekali !”, ucapnya sangat bernafsu.

Mendengar ucapan tante aku langsung menghajar bibirnya dengan cumbuan untuk menghentikan ocehannya, liurku yang telah bercampur dengan aroma ketiak tante membaur menjadi satu di dalam mulut kami berdua.

“sangat nikmat tante.. !”, ucapku penuh nafsu.

kemudian ku palingkan kepalaku menuju payudaranya, dua bola besar ku lahap dengan penuh nafsu, kumainkan payudara sebelah kiri dengan mulutku lalu tangan kiriku memainkan payudara sebelah kanannya, dan tangan kananku memainkan klitorisnya dengan mengesek-geseknya. hal ini membuat tante begitu menggeliat kenikmatan, kedua tangan tante memegang kepalaku dan menekannya kedalam payudaranya.

“aku tidak bisa bernafas !”, ucapku ngos-ngosan.

“hehe.. sekarang giliran tante, hans !”, ucap tante penuh godaan.

Kini tante membalik tubuhku dan menyandarkan tubuhku di dinding kamar mandi, lalu dia mulai lagi cumbuan di bbirku namun tidak begitu lama dia mengalihkan dengan jilatan-jilatan di leherku perlahan-lahan bibirmu turun ke arah putingku, tante memainkan putingku dengan lidahnya dan sesekali dia menghisapnya, sangat nikmat dan menggairahkan, tante begitu pintar memainkan lidahnya dan sangat berpengalaman.

Disaat bersamaan tangan kanannya memegang penisku yang sudah sangat keras, dia remas-remas penisku lalu jari-jarinya menekan-nekan ujung kepala penisku, membuat nafas ku bergelora kenikmatan, dengan lembut dia pun mengkocok-kocok penisku dengan sesekali dia belai keatas dan ke bawah.

“kau sangat hebat tante !”, ucapku.

“apa kau masih bisa bertahan hans ?”, tanyanya dengan menggodaku.

“sepertinya kau akan memenangkan permainan kali ini tante !”, ucapku memancing tante untuk berhenti.

Benar sekali, tante rahma pun menghentikan aksi mungkin dia berpikir aku akan mengeluarkan air maniku, padahal ini adalah trikku untuk lebih mengexplore lagi tubuh indah tante rahma.

“apa kau mau keluar hans ?”, tanya tante.

“kena kau !”, ucapku.

Disaat tante menghentikan aksinya, aku pun langsung mengankat tubuh tante dan menggendongnya denga kedua tanganku lalu ku bawah ke sebuah sofa panjang di kamar tidur, aku teringat akan perkataan joseph tentang posisi 69, aku ingin menerapkan hal tersebut pada tante.

“aku akan mengalahkanmu seperti di club malam waktu itu !”, ucapku penuh nafsu.

“tak akan semudah itu hans !”, sautnya.

Aku membaringkan tubuhku di sofa panjang lalu kutarik paha tante rahma ke arah kepalaku, ku angkat kaki kirinya lalu ku arahkan melangkahi kepalaku dan ku pegang pantatnya kemudian kucumbu kemaluannya, tante yang mengetahui hal ini sentak saja merubah posisinya sesuai dengan keinginanku, dan dia pun menikmati penisku dengan cumbuan mulutnya dan kocokan tangannya.

Vagina tante sangat terawat sekali, halus dan gundul dengan aroma harum membuat nafsu tak tertahan lagi untuk menjilatinya, cairan liurku pun bercampur dengan cairan-cairan aneh yang keluar dari kemaluan tante. ku jilati, ku cumbu, ku gigit dan semua fantasi yang ada di otakku aku pratekan pada sexku kali ini, setelah puas dengan permainan mulut kini dua jariku ku masukan ke dalam vagina tanteku, desahan-desahan tante pun sentak terdengar.

“Oooohh hans… perlahan hans !”, ucap tante dengan merintih nikmat.

Kumasukan dua jari sedalam-dalamnya kedalam lubang kemaluan tante, lalu kutarik keluar dan kumasukan lagi begitu terus sampai vaginanya terasa sangat becek, kemudian permainan jariku aku ubah dengan mengkocok vaginanya dari dalam dengan kedua jariku, ku arahkan jariku ke bagian teratas di dalam vaginanya, lalu ku kocok dengan keras dan tak henti sampai tantepun tak kuat menahannya.

“Aaaaahhh…. hanss….. !”, ucapan tante sangat menggelora.

Cairan tante keluar begitu banyak dan muncrat membasahi wajahku, perlahan kuhentikan aksi squirtingku kepada tante karena tante mulai terlihat lemas setelah mengeluarkan cairan itu, tak hanya wajahku yang terbasahi oleh cairan tersebut tapi sofa dan lantai pun basah oleh cairan yang keluar dari kemaluan tante.

Aku pun membalik tubuh dan membaringkan tubuh tante di sofa, ku lihat tante sangat lemas dan lega dengan aksiku, sepertinya aku sudah mengalahkannya, di saat aku berdiri tiba-tiba tangan tante menarikku dan tubuhku langsung di balik tante dan terbaring lagi di sofa, dia menindihku lagi lalu kulihat tante menaruh kemaluannya di atas penisku, tante mulai adegan petting dengan mengesek-gesekan penisku ke klitorisnya.

“aku masih belum selesai hans !”, ucap tante seakan ingin menelanku dalam nafsunya.

“tak akan aku keluarkan sebelum kau menyerah tante !”, ucapku sangat menantang.

Mendengar ucapanku tersebut tante begitu bernafsu untuk memulai pertarungannya lagi, perlahan dia pun mencelupkan penisku kedalam kemaluannya sampai akhirnya seluruh batangku masuk kedalam liang vaginanya, dia mulai mengkocok penisku dengan gerakan naik turun, kurasakan pantat besarnya sangat hangat saat menindih pahaku.

Buah dada yang besar memantul-mantul dan ku tahan dengan kedua tanganku, lalu kuremas-remas, gerakan tante semakin menggila dan semakin kencang kurasakan, aku benar-benar tidak kuat menahannya lagi, ku coba meremas dengan kencang payudara tante rahma supaya menghentikan genjotannya tapi hal tersebut malah membuat bergairah dan meneruskan kocokannya, dan air maniku tak terbendung lagi seakan ingin muncrat, dengan cepat aku menarik tante dan ku rebahkan tubuh di sofa, lalu ku arahkan penisku ke payudaranya, dan Crroooottt…. seluruh air maniku ku tumpahkan di atas payudara tante.

“Aaahhhh… aaahh… !”, desahku penuh kelegaan.

“Oooohh.. apa kau kalah hans !”, ucap tante meledekku.

“belum.. baru 1-1, aku belum kalah !”, ucapku.

“kau harus menerima kekalahanmu, nanti malam !”, ucap tante menggoda.

Setelah puas dengan semuanya, ku ambil tissue dan ku bersihkan air maniku di payudara tante, duduk di lantai dan menyandarkan tubuhku di sofa dimana tante sedang berbaring, kita pun masih telanjang bulat dan belum mengenakan pakaian.

“hehe.. pintar sekali akalmu hans, melakukan squirting untuk melemaskan tante !”, ucap tante.

“haha.. sepertinya aku salah perhitungan, lawanku kali ini sangat berpengalaman !”, ucapku.

“ohh yaa.. tante aku ingin tanya sesuatu, mungkin sedikit ke ranah pribadi tante !”, pancing ucapanku.

“apa itu hans.. tanyakan saja !”, ucap tante.

“saat aku melakukan sex dengan tante, aku merasakan kalau tante seperti haus akan belaian lelaki, apa tante selama ini hidup sendiri ?”, tanyaku untuk memancing jawaban tante.

“aku punya keluarga, dengan satu anak dan seorang suami. cuma suamiku akhir-akhir ini terlalu sibuk dengan urusannya, bahkan kita sering berantem setiap kali bertemu. sudah lama aku tidak di sentuh olehnya !”, jawab tante rahma dengan nada sedikit sedih.

“ohh.. maaf tante, kalau pertanyaanku membuat tante sedih !”, ujarku.

“no problem hans… apa kau tau hans, setiap kali aku berhubungan sex dengan suamiku dia selalu memakai obat kuat untuk mengimbangiku, ehehe… !”, ucap tante rahma.

“hahaha.. sepertinya aku membutuhkannya untuk nanti malam, haha.. !” ucapku bercanada.

“kalau aku perhatikan tante merupakan type wanita yang memiliki nafsu yang luar biasa besar, apa tante sudah terbiasa dengan perselingkuhan ?”, tanyaku.

“baru sekali dan itu denganmu !”, jawabnya singkat.

“wow.. kenapa tante mau melakukan hal ini kepadaku ?”, tanyaku lagi.

“bukankah sudah tante bilang, pertama kali bertemu denganmu tante sudah merasakan getaran yang aneh di hati tante, sepertinya tante sedang mengalami puber kedua dan jatuh cinta lagi kepadamu !”, jawaban tante.

“haa.. apa aku bisa di bilang pria yang beruntung !”, gumamku.

“hehe.. bisa juga di bilang begitu !”, saut tante.

“tapi masalah apa yang terjadi dengan suami tante sampai-sampai dia tidak mau menyentuh tubuh tante, apa suami tante juga selingkuh ?”, tanyaku.

“aku tidak tau.. yang aku tau dia sedang di mintain bantuan oleh kakaknya dari surabaya !”, jawab tante.

Ooohh.. di minta’in bantuan oleh teddy, apa mereka sudah mencium kedatangan kita di jakarta, bantuan seperti apa yang di minta oleh teddy kepada teguh, aku harus berhati-hati dan menjalankan rencanaku semulus mungkin supaya tidak terendus oleh keluarga suryadharma.

Tapi lebih baik memikirkan cara mengalahkan tante untuk nanti malam.

Bersambung

END – Family Super Konyol Season 2 Part 10 | Family Super Konyol Season 2 Part 10 – END

(Family Super Konyol Season 2 Part 9)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Season 2 Part 11)