Family Super Konyol Part 9

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 9

Start Family Super Konyol Part 9 | Family Super Konyol Part 9  Start

Part IX : Terima Kasih Telah Mencintaiku

Denting dawai terdengar mengalun merdu membawaku terbangun dari mimpi indahku, namun terasa malas tubuhku untuk bangun, matapun terasa berat untuk terbuka mungkin ini karena sesuatu yang hangat ada disampingku. kupeluk benda yang kukira guling tersebut dan ku masukan mukaku di selah-selah ruang hangat, saat ku peluk tanganku menyentuh sesuatu yang aneh bentuknya besar, bulat, kenyal dan ada tonjolan kecil lalu aku pun meremasnya sembari ku usel-uselkan mukaku untuk mencari tempat yg hangat.

“Eeerrrhh… “, suara wanita.

Sentak terdengar erangan seorang wanita seperti orang yang baru bangun tidur, aku pun kaget dan langsung terbangun dari tidurku, kini aku duduk di atas ranjang dan kulihat seorang wanita tertidur di sampingku. sembari mengumpulkan seribu nyawaku yang belum terkumpul aku pun bengong memandang tubuhnya, sedikit demi sedikit aku pun mengingat semua kejadian malam itu, ternyata ini bukan mimpi.

Yaa.. bu farah lelap tertidur dalam mimpinya dia masih dalam pengaruh obat tidur, kulihat kesamping ada Agnes yang sedang duduk di dekat jendela sambil memainkan gitarnya.

“mau nambah gak, masih ada ada waktu tuh.. sekitar 2 jam lagi !”, cetus agnes dengan santainya.

“Anjrrriiittt… nambah, dikira mamamu rentalan PS apa !”, gumamku dalam hati.

“jam berapa sekarang ?”, tanyaku.

“06:15, kalau ga mau nambah kita jalan yuk ke kota, hari minggu gini banyak orang-orang lagi olahraga disana”, ajaknya.

“ya udah deh kita jalan aja daripada nanti ketahuan”, jawabku.

“baju ma handuk lu ada dikamar gue !”, jelasnya

“ehh.. lu mandi di luar aja yaa, gue mandi disini ! apa mau mandi bareng ama gue ??, hahahha.. !”, ucapnya menggoda.

Dia pun bangun dan mengambil handuknya untuk mandi, berjalan menuju kamar mandi dan di tutupnya kamar mandi itu tanpa dia kunci.

Sekarang aku hanya bisa membatin, kegilaan macam apa yang telah aku lakuin. aku melakukan sex pertama kali ku dengan bu farah. perjakaku kuserahkan padanya, walaupun aku seringkali melakukan onani dengan menggunakan objek dirinya tapi sensasi rasanya sangat jauh berbeda dengan berhubungan secara langsung, bagaikan langit dan bumi tiada banding.

Aku segera bergegas menuju kamar agnes untuk segera rapi-rapi dan mempersiapkan diri, meninggalkan tubuh indah bu farah yang masih tergeletak di ranjangnya. hati terus berdebar-debar, otak tak berhenti memikirkan semua yang telah terjadi, disisi lain diriku juga ketakutan setengah mati andai semua ini ketahuan oleh bu farah, oleh karena itu aku mengikuti ajakan agnes jalan-jalan untuk menghilangkan penat di benakku.

Setelah kubersihkan seluruh badan ini, ku basuh kepalaku dengan air berharap menghilangkan semua penat ini. aku pun sudah bersiap, rapi, harum, sedikit beban telah hilang dan dengan santai kumelangkah menuju kamar bu farah untuk menenggok agnes. kubuka pintu kamar dan hanya terlihat tubuh bu farah dengan posisi yang sama, agnes ternyata lama sekali jika mandi. ku tutupi dengan selimut supaya tidak terlihat vulgar olehku, meski nafsu perlahan bangkit dan membutakan hatiku, aku masih bisa menahan.

“Kuambil gitar dan mulai kumainkan, lagu lama yang biasa kita nyanyikan..”, lantunan laguku dengan memainkan gitar milik agnes.

Beberapa saat kemudian agnes keluar dengan balutan handuk menutupi dada sampai sebagian kecil pahanya. Sejak kejadian semalam, baik aku maupun agnes seperti tidak memiliki kemaluan lagi, yaa.. kita seperti sudah terbiasa bertelanjang tanpa ragu atau risih di hadapan masing-masing.

“cepet amat lu mandi ??”, tanya agnes.

“iya.. keburu siang !”, jawabku.

“keburu siang apa keburu bangun mamaku, hahaha..!”, nadanya sangat mengejek.

Dia lepas handuk dan nampak tidak ada satu pun balutan benang yang menempel di tubuh agnes, dia mengambil baju dan merapikan dirinya, ku ikuti setiap aktifitasnya. walaupun aku bernafsu melihat agnes dalam hal ini tapi aku masih bisa mengontrolnya, nafsuku tidak terlalu menggelora dan meledak-ledak, mungkin karena agnes bukan tipe dan aku hanya mengangap dia hanya teman saja.

“udah jam 7:10 nes.. buruan”, ucapku.

“santai aja beb.. “, jawabnya manja.

Akhir kita pun naik busway ke arah kota, tepat ke monas, tiba di monas sudah pukul 8:30 dan suasana tidak begitu rame dan banyak orang-orang yang pergi meninggalkan tempat itu.

“kesiangan yaa.. ?”, tanyaku.

“kayaknya seh gitu.. tapi tak apalah, masuk aja yuk !”, ajak agnes kepadaku.

cuaca panas perlahan menguras staminaku, aku dan agnes memilih berteduh di bawah pohon di sudut area monas. kusandarkan punggungku ke pohan dan aku duduk beralas rumput, ku selonjorkan kakiku karena kelelahan, terlihat agnes pun sama sepertiku posisinya.

“Hey.. kalau di pikir-pikir semalam tuh terlihat seperti pemerkosaan yaa !”, agnes pun membuka obrolan.

“tau dah.. ga abis pikir tentang kejadian semalam !”, sautku.

“mama udah bangun belum yaa sekarang ?”, serunya.

“coba aja BBM !”, saranku.

Dia pun terlihat sibuk dengan HP nya, singkat cerita tiba-tiba agnes mengajakku ke coffe bean yang berada di lantai 1 Plaza Indonesia, dengan naik busway akhirnya kita sampai di tempat tujuan, tapi dia terlihat memikirkan sesuatu.

“nongkrong sini aja.. sambil nunggu mama gue !”, cetus agnes.

“ngapain mamamu kesini ??”, tanyaku dengan gugup.

“ada yang mau di beli katanya.. udah ga usah was-was gitu, santai aja !”, ucapnya.

tapi dibalik itu semua agnes terasa agak aneh, seperti ada yang dia pikirkan, aku pun yang sadar akan keanehan ini merasa terganggu juga, aku berpikir mungkin agnes melakukan kesalahan dalam rencananya semalam, tapi ya sudahlah semoga saja tidak ada apa-apa.

“semalam yang gue pakai bukan obat tidur biasa tapi obat bius dengan dosis tinggi, aku gunain hampir setengahnya !”, ucapnya.

“hah.. terus efeknya apa ??”, tanyaku.

“aku tidak peduli dengan efeknya, obat itu kutaruh di kamar mandi dan aku lupa membuangnya !”, serunya dengan nada serius.

Mampuuss… kami berdua pun terlihat sangat serius memikirkan masalah ini, bagaimana bisa hal semacam ini terjadi. kalau sampai ketahuan aku tak bisa bayangkan apa yang bakal terjadi, tapi… !.

“kita tunggu aja disini, kita lihat reaksi mama gue seperti apa !”, tandasnya.

“pinjem HP mu sini !”, pintaku ke agnes.

agnes pun meminjamkan HP nya kepadaku, lalu kubuka kontak BBM mamanya dan ku baca chatingan agnes dan mamanya, tak lupa juga ku perhatikan secara detail penulisan kata-kata yang biasa agnes gunakan ke mamanya, lalu aku pun chat dengan mamanya.

“mam.. sudah sampai mana ?”, pesanku kepada bu farah.

“baru masuk mobil sayang, mau berangkat nih.. tunggu bentar yaa !”, balas bu farah.

“mam.. minta tolong donk bentar ?”, tulisku.

“apa itu sayang ?”, balasnya.

“tolong simpenin obatku yang tertinggal di kamar mandi, bentuknya mirip botol insto warna biru”, suruhku.

“ohh itu punya kamu.. kirain punya siapa, udah mama taruh laci kamar !”, tulisnya.

“makasih mam, muuaacchh… !”, balasku lagi.

“sama-sama sayang.. kayaknya kamu gunain buat mama yaa ?”, tanya bu farah.

“iya mam, maaf yaa… aku cuma pingin sesuatu yang beda aja !”, tulisku.

“ya udh gpp.. tunggu mama, ok !”, balas bu farah.

Sepertinya dugaanku benar, dan analisaku adalah :

1. Menentukan genre mereka, karena dalam kaum lesbian genre yang berperan sebagai cowok akan sangat dominan dan berusaha dengan segala cara untuk melindungi pasangannya dalam hal ini yang berperan sebagai wanita, dan dalam hal ini biasanya si cowok yang terlalu posesif tidak akan mentolerir sebuah kesalahan apalagi bila hatinya tersakiti, termasuk dengan kehadiran orang lain dalam kehidupan pasangannya.

2. Tentang Agnes, tanpa sepengetahuan mamanya sifatnya sangat liar dan dia juga sangat mendendam kepada mamanya tapi dibalik semua itu dia terlihat sangat ketakutan saat melakukan sebuah kesalahan di depan mamanya, dia juga tidak memiliki teman selain diriku disekolah dan agnes juga terlihat sangat tertarik kepadaku. 80% perkiraanku menduga bahwa agnes adalah yang berperan sebagai wanita walaupun dilihat dari luar dia terlihat sangat tomboy, tapi masih ada 20% yang mengganjal di pikiranku, yaitu tentang bagaimana bisa mamanya menerima diriku masuk kedalam kehidupan agnes.

3. Tentang bu farah, informasiku hanya berdasarkan cerita-cerita agnes saja. bagaimana pun juga dia adalah seorang wanita, yang harus kulakukan adalah mengambil hatinya yaitu dengan meminimalisir sebuah kesalahan, dalam hal ini berkata jujur akan keberadaan obat bius itu bisa menjadi salah satu poin terpenting untuk menutupi kejadian malam tadi, yaa.. setidak untuk memperkecil pradugaan negatif yang bergejolak dipikiran nya.

Tapi dari semua analisaku ini, tetap aku harus bisa mengontrolnya untuk menghilangkan semua dugaan-dugaan sekecil apa pun tentang kejadian malam tadi, caraku adalah memanfaatkan perasaan agnes kepadaku. “dia yang memulia, dia yang harus mengakhiri” sepertinya kata-kata itu sangat cocok di sematkan kepadanya. dan sekarang yang harus aku lakukan adalah menjawab atau menghilangkan semua kejanggalan yang ada di pikiranku.

“nes.. aku ingin tanya sesuatu yang berhubungan dengan keluargamu !”, tuturku.

“bagaimana bisa mamamu tidak tau kalau kau sangat liar diluar sana ??”, sautku lagi.

“mama terlalu sibuk dengan pekerjaan sebagai guru dan mengurus butiknya, gue hanya memanfaatkan kesibukannya untuk meluapkan kebebasanku di luar sepengetahuannya”, jawabnya.

“masak iya mamamu tidak curiga sedikit pun ??”, tanya ku lagi.

“iya dia pernah seperti itu.. harus pinter-pinternya gue untuk ngeles kalau dia bakal marah ama gue !”, jelasnya.

“kalau tentang kita berdua bagaimana tanggapan mamamu, apa mamamu juga mengira kalau kita pacaran ??”, tanya untuk mendapatkan info lebih jauh.

“kagak.. mama gue cuma kagum doank terhadap lu gara-gara latar belakang lu. yaa kali aja lu bisa di manfaatin untuk memperluas usahanya !”, cetusnya.

Ok, sedikit demi sedikit kejanggalan yang merasuki pikiran mulai terkikis, kita aku ingin bertanya secara mendalam lagi, kali ini tentang perasaannya kepadaku.

“ga tau kenapa, aku merasa nyaman aja kalau deket kamu walaupun rada ngeselin !”, ucapku untuk memancing agnes mengunkapkan isi hatinya.

“udah jatuh cinta kali lu ama gue, apa lu merayu gue hanya untuk menikmati tubuh gue !?”, cetus dengan canda.

“hahahha.. ga tau juga, cuma saat aku lg underpressure, bimbang, binggung atau apalah saat deket dirimu pikiranku jadi tenang, tingkah anehmu yang membuatku nyaman apalagi saat kau mencoba mendapatkan perhatianku, hahaha… !”, jelasku.

“emang kenapa kau ingin sekali mendapatkan perhatianku ??”, tanyaku.

“karena gue suka ama lu… perasaan dah gue jelasin berkali-kali deh waktu di sekolah !”, ucapnya santai tapi memalingkan mukanya dariku.

“ohh.. pertanyaan ini aku ingin kau menjawabnya dengan jujur !”, ucapku.

Yaa.. sudah mulai terbuka dan masih satu pertanyaan lagi yang aku ingin tau jawabannya, karena aku tidak bisa memprediksi jawabannya.

“apaan ?”, tanya agnes.

“kalau kamu suka aku kenapa kamu biarkan aku menyetubuhi mamamu, emang ga ada rasa cemburu gitu ?”, tanyaku serius.

“hahaha… “, dia tertawa kencang.

“emang lu ga bisa menebaknya, lu kan pinter.. udahlah cukup gue aja yang tau !”, ucapnya.

Sialan lu nes.. aku hanya bisa memperkirakan kalau dia melakukan semua itu hanya karena rasa dendamnya kepada bu farah dengan memanfaatkan nafsuku yang menggebu terhadap mamanya, hanya sebatas itu saja analisaku kalau itu benar hal tersebut tidak akan menjadi batu sandungan untuk memanfaatkan si agnes untuk kepentinganku.

Suara yang tak asing terdengar menyapa kami, yaa ternyata sosok bu farah telah hadir dan memecah alur pembicaraan kami.

“Hi.. udah lama nunggu yaa.. maaf ya !”, ujar bu farah.

“waduh.. lagi ngomongin apa nih kok seris amat ?!”, tuturnya lagi.

“hanya bercanda aja kok mam.. !”, ucap si agnes.

“ohh… iya obatmu udah mama taruh di laci kamar mama !”, tuturnya mamanya.

Kampreettt… aku lupa ngasih tau agnes tentang chatingan ku dengan mamanya dan sekarang HP nya masih ada padaku, kenapa bisa seceroboh ini, melihat agnes dengan muka kebinggungan membuatku langsung mengambil langkah seribu.

“nes.. anterin ke toilet bentar donk, aku ga tau dimana toiletnya”, pintaku ke agnes.

“ya udah yuk… mam bentar ya, anter dia dulu”, tutur agnes.

kita pun berjalan menuju toilet yang terletak di celah kios jam tangan Tag Heuer tak jauh dari tempat kami nongkrong, di saat itu pula aku menjelaskan tentang isi chatinganku kepada agnes tapi tidak menjabarkan semua hasil analisaku.

“kalau menurutku seh, mamamu ga bakal marah kalau kamu jujur soalnya mamamu terlihat sangat sayang banget ama kamu !”, jelasku.

“kalau di tanya buat apa, gimana gue harus jawab ?!”, tanya agnes dengan serius.

“bilang aja untuk melampiaskan fantasimu atau mencari sensasi lain, aku yakin mama pasti ngerti dan maklumi kok !”, jelasku lagi.

“gue tunggu depan aja yaa.. biar mama gak mikir yang macem-macem !”, tutur agnes.

Aku pun memasuki sebuah celah di antara 2 kios dan agnes menunggu di depan toko arloji Tag Heuer setelah menunjukan diman lokasi toilet. Ohh.. ada lift juga ternyata, aku pun lurus saja menuju kearah toilet sesuai petunjuk di dinding.

Sosok lelaki yang tidak asing dan aku sangat mengenal nya sedang menunggu di depan pintu toilet, dan aku masih terus melangkahkan kakiku mendekat ke arahnya, dan beberapa detik kemudian keluarlah seorang wanita seksi dari pintu toilet menuju ke arah pria tersebut.

“lama yaa, yaank.. !”, ucap wanita itu kepada sang pria.

“udah biasa kali, hehehe.. !”, ucap pria itu, dengan mencium kening sang wanita dan mengelus rambut wanitanya.

Kini mereka berjalan kearahku dengan sang pria memeluk erat tubuh si wanita, aku hanya tertegun melihat kejadian ini dan tidak membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini. kita pun saling berhadap-hadapan dan akan segera berpapasan.

“Hanya ada 2 pilihan, kehancuran atau menjadi budak selamanya !”, gumamku dengan sangat percaya diri.

Bersambung

END –  Family Super Konyol Part 9 | Family Super Konyol Part 9  – END

(Family Super Konyol Part 8)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 10 )