Family Super Konyol Part 29

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 29

Start Family Super Konyol Part 29 | Family Super Konyol Part 29 Start

Part XXIX : Aku dan Polisi Cantik

Tiga bulan setelah semua berlalu, keluarga kecil Om teguh pun kembali ke dalam kebahagiaan, kini mereka tinggal di rumah dinas Om teguh. kedua orang tua mbak lina pun kembali bekerja menjadi asisten rumah tangga di rumah om teguh, tante yang tadi sangat tertekan perlahan bisa memenukan kembali jati dirinya.

Hanya menunggu waktu sebelum om teguh kembali ke tengah-tengah keluarganya, dia terlihat bahagia dengan beberapa kali menghubungiku hanya untuk sekedar mengucapkan terima kasih, dan sesekali tante datang ke tempat om teguh untuk membawakan makanan kesukaannya dan melepas rindu karena mereka masih belum bisa bersama-sama untuk sementara waktu.

Sementara itu kak rina juga berada di tengah-tengah keluarga itu, walaupun aku masih menaruh curiga akan dirinya tapi, ahh sudahlah… selama tidak ada orang yang mempengaruhi dirinya lagi, aku yakin lambat laun kak rina pasti akan kembali lagi seperti kak rina yang aku kenal dulu. semoga saja dendam di hatinya cepat surut dan bisa untuk menerima kenyataan yang memang sudah menjadi suratan mereka.

Renald saputra sudah meninggal, anggap saja seperti itu walau aku masih memiliki firasat buruk akan hal ini, tapi dengan seluruh kejadian ini aku pun sudah menyiapkan benteng pertahanan supaya keluarga Om teguh tidak di sentuh oleh tangan-tangan jail lagi yaitu dengan menyuruh mereka tinggal di rumah dinas itu selamanya, lalu menempatkan kembali orang-orang kepercayaan seperti orang tua mbak lina, menempatkan pengawal Om teguh untuk melindungi mereka dari kehadiran pihak asing, lalu memerintahkan tante untuk meninggalkan profesi sebagai wanita karir dan fokus menjadi ibu rumah tangga yang baik. dengan adanya orang tua mbak lina dan kak rina sendiri yang sangat menyayangi tante, aku yakin keluarga ini akan menjadi normal kembali.

Dan tentu saja dengan adanya aku disini tak akan ku biarkan satu orang pun masuk kedalam kehidupan mereka, langkahi dulu mayatku sebelum kalian menghancurkan keluarga ini, hahaha… ! sombong sekali diriku.

Saat ini aku sedang berada di kediaman Om teguh, bermain catur dan membicarakan hal-hal konyol untuk membiarkan tawa kami terlepas dan terbebas dari pikiran yang membelenggunya.

“om aku ingin minta izin untuk liburan, ingin merefresh otakku ?”, pintaku kepada om.

“oh.. tentu saja boleh, tapi sayang om tidak bisa menemanimu saat ini !”, ujar om teguh.

“tidak apa-apa, aku sendiri aja sudah cukup atau mungkin aku akan mengajak teman baikku !”, ucapku.

“jika kau membutuhkan teman, aku bisa menyuruh herlina untuk menemanimu, sepertinya dia juga akan setuju walaupun agak-agak malu, hahaha… maklum wanita !”, saran om.

“lina… linaaaa…. kemari sebentar lin… !”, teriak om ku memanggil mbak lina.

“iya pak ada apa ?”, tanya mbak lina ke om teguh.

“tuh di ajak nathan liburan.. !”, jawab om teguh ke mbak lina.

“hah.. siapa yang ngajak, liburanku akan berantakan kalau ngajak dia om !”, sautku ketus.

“emang siapa juga yang mau ?”, balas mbak lina kepadaku.

“dih, pakai jual mahal.. ati-ati kalau kemahalan tar gak laku lho !”, sindirku ke mbak lina

hahaha… aku dan om teguh tertawa terbahak-bahak, serasa puas dan lega bisa menyudutkan wanita yang sangat jual mahal kepadaku.

“om jadi gak sabar nunggu nih !, ucap om ku.

“nunggu apa om ?”, tanyaku kepada om.

“nungggu cerita cinta kalian berdua, hahaha… !”, jawab om ku

“emang menurut om kita berdua cocok ?”, tanyaku kepada om teguh.

“di dalam sebuah kebencian itu tertanam bibit-bibit cinta, semakin kalian saling membenci bibit cinta itu akan semakin tumbuh dan mengakar di hati kalian, hohoho.. !”, papar om teguh.

“puitis sekali anda pak.. pantas saja bu rahma sampai klepek-klepek !”, saut mbak lina.

“ohh.. jadi mbak lina suka cowok yang romantis yaa, aku ini juga cowok romantis lho.. !”, ucapku ke mbak lina.

“najis !”, balasnya singkat kepadaku.

hahaha.. lagi-lagi kita pun dibuat terpingkal-pingkal oleh candaan-candaan ringan ini, paras ayunya dengan rona merah di wajahnya karena menahan malu menghiasi raut muka mbak lina, kecantikannya khas wanita indonesia, dan innerbeautynya benar-benar terpancar dari raganya, dengan seragam kebanggaannya dan sifat ketegasan yang anggun membuat dirinya seakan terlihat sempurna di mata lelaki. sosok istri seperti dialah yang aku inginkan, aku tidak peduli lagi dengan usia yang terpaut jauh dari kita, 10 tahun rentan usia di antara kita tidak akan menghalangiku untuk mendapatkan cintanya.

“hi.. malah ngelamun, ngelamun apaan ?”, ucapan om mengagetkanku.

“anu om.. ngelamun anu.. !”, ucapku terlihat panik.

“huss.. anu.. anu.. jorok tau !”, saut mbak lina.

“Ciee…. cie…. ngelamunin lina yaa ?”, tanya om teguh dengan menggodaku.

“hahaha.. kayaknya bibit cinta itu sudah mulai tumbuh deh om !”, ucapku memancing mbak lina.

“usap dulu tuh ingus baru ngomong soal cinta !”, balas mbak lina kepadaku.

“hahaha… keponakan om di katain ingusan, om tidak akan sudi bermain catur lagi denganmu jika kau tidak bisa merebut hatinya !”, tantang om untukku.

“cuma butuh 2 bulan untuk membuat dia tergila-gila kepadaku !”, ucapku dengan melirik mbak lina.

“ohh ya.. coba saja tapi jika kau gagal, kau harus menuruti semua perintahku selama 2 bulan penuh ?”, tantang mbak lina.

“aku terima tantanganmu.. tapi sebelum itu kau harus mau menemaniku liburan, sebagai tanda jadi kesepakatan kita, bagaimana ?’, ucapku ke mbak rina.

“deal… om setuju !”, saut om ku di tengah pembicaraan kami.

“baik.. tapi jika aku melihat kau sekali saja melakukan tindakan mencurigakan, aku akan meninggalkanmu !”, jawab mbak lina.

“tenang saja.. anak ingusan tidak akan berani kepada polwan, yang anak ingusan akan lakukan adalah mengelabuhi polwan tersebut dengan kepolosannya !”, ucapku lirih kepada mbak lina.

“wow.. sepertinya ini akan menjadi tontonan yang seru, kapan kalian akan liburan ?”, tanya om teguh.

“hari sabtu besok !”, ucapku.

Aku pun kembali melanjutkan permainan catur dengan om teguh setelah puas menggoda mbak lina, sudah 5 permainan telah kita lewati tapi tidak ada satu pun aku di berikan kesempatan oleh om teguh untuk memenangkan permainan catur ini, dia sangat hebat dalam permainan catur.

“5 game tapi tidak satu pun kemenangan dapat ku raih, kau sungguh hebat om !”, pujiku.

“kau terlalu bernafsu untuk segera mengakhiri permainan dan kau tidak memperdulikan langkah dari pion-pionku, itulah kesalahanmu. !”, ucap om teguh.

“dalam permainan ini kau harus memperhatikan setiap detail langkah-langkah dari musuhmu, sekecil apapun itu seperti langkah pion-pion ini, karena setiap langkahnya memiliki tujuan tertentu !”, penjelasan om ku.

Kau benar om, aku terlalu bernafsu untuk mengakhiri permainan ini dengan sesegera mungkin membunuh ratunya, tak kusangka jika aku sudah masuk ke dalam perangkap musuh, untung saja ini hanya terjadi di permainan catur andai saja hal ini terjadi nyata dalam hidupku mungkin aku akan terlihat sangat memalukan di kalahkan dengan sangat mutlak seperti ini.

“aku sangat lelah sekali om, aku ingin pulang lalu menyiapkan semua perbekalan untuk besok… mungkin aku akan tidur seharian ini !”, ucapku.

“baiklah.. semoga besok harimu sangat menyenangkan !”, saut om teguh.

Aku pun mengendarai mobil tante untuk pulang ke rumah, rumah yang dulu terlihat ramai kini hanya ada aku dan sesekali kak rina pulang ke rumah itu, hanya 2 orang saja yang meninggali rumah itu sekarang. sangat menyeramkan tinggal sendirian di rumah sebesar ini, karena tidak ada tempat tinggal lain aku pun memilih untuk membulatkan tekad tidur di rumah ini.

Keesokan harinya…

“baju.. udah, celana.. udah, snack.. udah, minuman.. udah, handuk.. udah, perlengkapan mandi.. udah, jaket.. udah, ini udah semua dan itu juga udah.. !”, ucapku sendiri dengan mempersiapkan semua kebutuhanku selama liburan.

“ok sep.. semuanya udah siap, sekarang waktu menjemput polwan cantik !”, ucapku ceria.

Sudah jam 07:00 pagi, semoga saja tidak macet selama di perjalanan dan semoga saja tidak polisi cepek yang sengaja mencari-cari alasan untuk menilang bocah ingusan yang sedang membawa mobil, aku pun memacu mobilku menuju ke tempat mbak lina. saat tiba di rumahnya dia pun terlihat sudah siap dengan beberapa barang bawaannya, aku membantunya untuk memasukan barang bawaan di kursi belakang mobil ini karena bagasi mobil sudah tidak cukup lagi.

“kita berdua aja ?”, tanya mbak lina.

“iyalah biar kesan romantisnya dapet gitu !”, ucapku penuh rayu.

“terus kita mau kemana nih ?”, tanya mbak lina.

“puncak lanjut ke cibodas, ok !”, jawabku.

“awas kamu macem-macem !”, ancam mbak lina.

Setelah selesai kita pun berangkat menuju puncak untuk berlibur, sebuah kamar di salah satu peginapan di kawasan tersebut telah aku booking untuk tempatku beristirahat, yaa.. aku sengaja hanya memesan satu kamar, hahaha… if u know what I mean !.

Pembicaraan pun terjadi di dalam mobil selama perjalanan, dan beberapa sendau gurau aku lontarkan untuk mencairkan suasana yang terasa kaku. aku benar-benar tergoda oleh kecantikan wanita yang ada di sampingku ini.

“mbak boleh tanya gak ?”, tanyaku.

“gak !”, jawabnya ketus.

“eh.. cantik juga kalau lagi marah kayak gini !’, godaku.

“diam ahh.. !”, ucapnya dengan menahan senyuman.

“ciee… udah bisa senyum toh !”, godaku lagi.

“tanya apa kok ?”, tanya kak rina.

“dulu waktu pernah kita ketemu, ku lihat sepertinya mbak lina tertarik banget denganku sampai-sampai perhatiinku dari ujung kaki ke ujung rambut,, emg ada yang aneh ya ?”, tanyaku.

“sebelum aku ketemu sama kamu, pak teguh udah sering kali cerita tentang dirimu.. kayaknya dia sangat bangga banget dengan dirimu, makanya aku ingin tau orang seperti apa seh yang di banggain oleh pak teguh !”, jawabnya.

“cakep yee.. !”, sautku.

“biasa saja !”, jawabnya singkat.

“terus kenapa awal-awal ketemu kayaknya mbak lina tertarik banget dengan diriku sampai-sampai mau aku ajak nonton dan sering BBMan tiap malam.. tapi setelah aku jebak mbak rina ke tempat om, mbak rina malah berubah jadi galak sampai sekarang !”, tanyaku panjang lebar.

“itu mah kamu aja yang ke GR an.. dari dulu sifatku kayak gini kok, galak !”, jawabnya.

“kayak guk-guk !”, sautku.

“kurang ajar… rasain nih !”, ucap mbak lina dengan tangan memukul lengan ku.

“ehh.. nabrak lho ini nanti !’, ucapku.

Dengan senyuman an tawa menghiasi perjalanan ini tak terasa kita pun sudah sampai di tempat tujuan kami yaitu di penginapan yang telah aku pesan, aku pun masuk kedalam penginapan itu setelah memarkirkan mobilku, di meja pelayanan aku pun menunjukan kode bookingan untuk menuju kamarku.

“hah.. kamu cuma memesan satu kamar ?”, tanya mbak lina dengan kaget.

“sisa satu !”, jawabku.

“lah terus aku tidur dimana ?”, tanyanya lagi.

“di kolong tempat tidur !”, jawabku ketus.

“ehh.. jangan maen-maen, kita cari kan bisa cari penginapan lain ?”, ucap mbak lina.

“cari aja sendiri !”, jawabku dengan cool.

Sesampainya di dalam kamar aku pun merapikan barang bawaanku, dan kulihat mbak lina duduk di sofa kamar dengan wajah tak percaya dan tak berdaya.

“mbak lina tidur aja di ranjang aku nanti biar tidur di sofa !”, ucapku.

“duh kenapa jadi kayak gini seh !”, ujarnya.

“udah nikmati aja.. berisik amat jadi orang !”, balasku.

“awas kalau kamu aneh-aneh !”, ancamnya kepadaku.

“minggir ahh.. aku mau rebahan !”, ku usir mbak lina dari sofa yang dia duduki.

Kurebahkan tubuh ini di sofa untuk melepaskan semua lelah selama dalam perjalanan, terlihat mbak lina sedang merapikan bawaannya setelah itu dia pun merebahkan tubuhnya di ranjang untuk memulihkan staminanya dan mengusir penat. beberapa saat kemudian kita pun tertidur di tempat berbeda.

“Kriiiiiiiiing…. ” suara nyaring terdengar dari handphone mbak lina, hal ini membuat kita berdua terbangun dari tidur lelap, dengan mata masih sepet ku lihat mbak lina mengangkat telepon dan berbicara dengan seseorang di dalam telepon itu, seperti itu dari om teguh karena dia terus-terus memanggil nama pak saat berbicara.

“om tolooooonng ada monster.. !”, teriakku supaya om mendengar suaraku.

“apaan seh.. berisik tau !”, ucap mbak lina.

Terdengar lirih suara tertawa seorang pria dari handphone mbak lina, om teguh kelihatannya sangat menikmati gurauanku, sehingga dia lepaskan semua tawanya dengan bebas dan keras. kulihat jam tanganku sudah menunjukan pukul 15:12 sore, sepertinya aku sudah tertidur begitu lama, perutku pun keroncongan karena belum makan dari pagi tadi. aku lekas bangun dari tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhku ini.

“aku mandi dulu mbak.. !”, ucapku kepada mbak lina.

“ya udah sana, pantes dari tadi bau asem !”, ledeknya.

“emang situ dah mandi apa ?”, tanyaku.

“belum.. hahaha… !”, jawabnya.

Aku pun segera mandi dan mengganti bajuku yang sudah lusut, selepas keluar kamar mandi kulihat mbak lina sedang menyiapkan perlengkapan mandinya dan segera masuk ke kamar mandi. selang setengah jam kemudian dia pun keluar dengan badan yang basah dan tubuh indahnya hanya terbalut lilitan handuk di atas payudaranya yang munggil sampai di atas lututnya, rambut pendeknya terkujur peluh oleh basahan air, terlihat jelas lekukan indah di lehernya.

“apa kamu lihat-lihat !”, ucapnya.

“mbak mau gak jadi istriku ?”, spontan tanyaku.

“hah.. gak salah denger nih !”, ucapnya kaget mendengar celetukku.

“serius.. aku cinta ama mbak lina !”, sautku lagi.

“bodo ahh.. !”, jawabnya.

Lalu mbak lina pun masuk lagi ke kamar mandi setelah mengambil beberapa pakaian untuk dia kenakan, setelah keluar dari kamar mandi dia terlihat begitu cantik dengan menggenakan gaun malam dengan panjang selutut dan lengan pendek, serta belahan dada yang berbentuk V, lehernya pun dia hiasi dengan kalung silver berliontin huruf H.

“wew.. cantik amat calon istriku ?”, godaku.

“berani menggodaku lagi aku akan pulang ke jakarta. !”, ancamnya.

“ampun.. !”, sautku.

“kok gak pakai jaket.. gak takut dingin apa ?”, tanyaku.

“dah biasa !”, jawabnya.

“ya udah.. kalau kedinginan gak bakal aku pinjemin jaketku !”, ucapku menyindirnya.

“yuk cari makan.. !”, ajakku.

Kita pun berkeliling mencari makanan khas daerah bogor, lalu pandanganku tertuju pada rumah makan bertuliskan Sate Kelinci, ku singgahkan mobilku di rumah makan itu dan kita pun memesan 2 porsi makanan sate kelinci. dan sesaat setelah makanan datang…

“wow.. lumayan banyak juga porsinya !”, ucapku.

“kamu sering kesini yaa ?”, tanya mbak lina.

“baru kali ini mbak !”, jawabku.

Kunikmati setiap irisan dari dari tusukan sate tersebut, bumbunya yang lezat dan dagingnya yang gurih seakan menjadi kesatuan yang sangat enak.

“enak gak ?”, tanyaku ke mbak lina.

“enak juga.. kamu suka hunting makanan ?”, tanya mbak lina.

“aku lebih suka hunting cintamu seh !”, jawabku dengan merayunya.

“mulai deh.. bikin gak mood makan aja !”, ucapnya.

“mbak.. yang tadi gimana jawabannya ?”, tanyaku.

“yang mana seh ?”, tanyanya balik.

“mau jadi istriku gak ?”, jelasku.

“aku gak bakal ketipu dengan akal bulusmu lagi, kita sedang taruhan selama 2 bulan ini, jadi semua rayuan dan godaanmu gak guna !”, jawabnya serius.

Setelah semua sajian telah kita santap habis dan bill pun telah kita bayar, waktunya kita untuk pulang ke penginapan, tapi saat mbak lina akan beranjak dari tempat duduknya terdengar bunyi “Kraaaakkk…”, dan mbak lina dengan sigap langsung duduk kembali ke tempat duduk dengan sangat cepat.

“ehmm.. bunyi apaan tuh ?”, tanyaku.

“pinjem jaketnya donk !”, pinta mbak lina.

“enak aja.. dingin tau !”, ucapku.

“bunyi apaan tadi ?”, tanyaku lagi.

“rok ku sobek, gara-gara kejepit kursi kayu ini !”, jawab mbak lina dengan malu-malu.

“hahahha… nah lho kena getahnya kan !”, ledekku.

“udah ahh.. mana sini jaketnya !”, ucap mbak lina.

“ya udah seh tinggal jalan aja, gitu aja repot toh bisa juga di tutupi pakai dompet mbak lina !”, saranku.

“ini robeknya pas di pantatku dan besar banget !”, ucapnya lirih dengan menatap tajam ke arahku.

“bilang dulu kalau mbak lina mau jadi istriku ?”, pintaku.

“istri.. istri.. buruan ahh !”, ucapnya dengan nada rada membentak.

“beneran aku serius kok !”, ucapku menyakinkannya.

“kamu aja masih sekolah.. kok ngomong soal istri segala !”, ujar mbak lina.

“yaa.. nanti kalau aku udah lulus dari perguruan tinggi, aku bakal nikahi mbak lina, sekarang ini kita bikin komitmen dulu, gimana ?”, tawarku.

“terserah kamu deh !”, ucapnya.

Aku pun menyerahkan jaketku kepada mbak lina, dan mbak lina pun langsung melilitkan jaketku di pinggangnya dengan kedua lengan dari jaketku dia ikat melingkar di perutnya sehingga robekan itu pun tertutup sempurna. lalu kami pun memasuki mobil untuk perjalanan ke penginapan, selama dalam perjalanan aku pun selalu menggodanya supaya dia terlena oleh rayuanku. hanya butuh waktu setengah jam saja untuk sampai di penginapan kita, mbak lina pun terlihat bergegas menuju kamarnya.

“sial banget hari ini !”, ujar mbak lina.

“aku di kamar aja, kalau kamu mau keluar silakan !”, ucapnya.

“gak ahh.. males !”, sautku.

“ehh.. besok maen paralayang yuk, mau gak ?”, tanya mbak lina.

“wow… emang mbak lina bisa maen paralayang ?!”, tanyaku balik.

“bisalah.. besok aku ajarin !”, ucapnya.

Semalam ini kita habis di dalam kamar berdua dengan cerita-cerita dari mbak lina dan dariku, canda tawa pun mewarnai keindahan malam, sesuai perjanjian awal aku pun tidur di sofa dan mbak lina tidur di ranjang.

Tak terasa pagi sudah menjelang, alarm yang di pasang mbak lina sontak membangunkan kita untuk segera manyambut hari yang baru. kita pun bersiap diri untuk melakukan olahraga paralayang di kawasan puncak bogor, kami pun segera melakukan perjalanan ke tempat olah raga paralayang itu, melewati masjid agung di puncak lalu menanjak lagi memasuki lautan kebun teh akhirnya kita pun tiba di tempat itu.

“bagus sekali tempatnya mbak !”, ucapku.

“iya.. bagus pemandangannya, di tengah hamparan kebun teh !”, ujar mbak lina.

“sini yuk aku ajak ke tempat temenku !”, ajak mbak rina.

Aku dan mbak lina pun melakukan pemanasan sebelum ber paralayang, kita pun menggunakan safetyrider dalam olahraga paralayang ini untuk menjaga keselamatan dari hal yang tak di inginkan, dalam posisi take-off mbak rina berada tepat di belakangku dan aku berada di depannya, dan kita pun berlari lalu terbang tinggi di atas ketinggian, dalam posisi seperti ini, mbak rina memegang kendali penuh dan dia berada di atas pungguku dan aku berada tepat di bawahnya.

“wow.. keren sekali mbak !”, ucapku sangat takjub dengan sedikit berteriak.

“asyikan !”, ucapnya.

“mbak yang semalam itu aku serius lho !”, ucapku.

“serius apa nya ?”, tanya mbak lina

“yang aku ingin nikahi mbak !”, ujarku.

“bodo ahh.. !”, ucapnya.

“lah mbak lina kan udah bikin komitmen !”, sautku.

“kalau ga gitu kamu gak bakal kasih jaketnya !”, ucapnya.

“jatuhlah.. jatuhlah.. jatuhlah.. jatuhlah… !”, ucapku.

“huss.. ngomong apaan seh !”, bentak mbak lina.

“lah aku di bohongi… padahal dah berharap banget kalau mbak lina nerimaku !”, tuturku.

“lagian masih berapa tahun lagi, semua masih bisa terjadi !”, ucapan mbak lina.

“Nathael Suryadharma tidak akan mengingkari janjinya, sekali mbak lina tetep mbak lina !”, ucapku dengan berteriak.

“hahaha.. lihat aja nanti, kamu bisa apa gak ngeyakini mbak untuk nunggu kamu !”, ujar mbak lina.

“berarti mbak lina ngasih harapan ke aku kan !?”, tanyaku.

“iya.. iya.. !”, ucapnya.

“wow… I LOVE YUUU… AKU TRISNO KARO KOWE MBAKYUUUU !”, teriakku sangat keras.

“aku cuma ngasih harapan lho bukan ngasih jawaban.. !”, saut mbak lina dengan tersenyum ceria.

“halah.. podo wae iku, seng penting atine wes kebuka !”, sautku dengan basa jawa.

Wow.. hari yang sangat indah dan tak terasa waktu cepat berlalu, malam hari datang untuk mengistirahatkan tubuh kami, semua kejadian di liburanku benar-benar sempurna. kini aku dan mbak lina sudah tiba di penginapan, aku sangat senang dengan diberikannya harapan untuk bisa mewujudkan impianku yaitu menikahi mbak lina.

Aku pun segera amsuk kamar mandi setelah mbak lina menggunakan kamar mandi itu, lalu aku secepat kilat mengguyur tubuh karena tak tahan akan hawa dingin yang menusuk tulangku. ku selimuti tubuhku ini dengan baju tidur dan ku tenggak teh hangat sebagai penghangat tubuh.

“cepet amat mandinya ?”, tanya mbak lina.

“dingin banget.. gak tahan mbak !”, jawabku dengan nada menggigil.

“hahaha.. baringan aja sini di ranjang, pakai tuh selimut biar hangat !”, ucap mbak lina.

Aku pun menaiki ranjang dan tiduran di samping mbak rina yang sedang asyik membaca novel, ku selimuti tubuhku dengan selimut kamar tidur ini. begitu hangat terasa dan aroma wangi tubuh mbak lina juga tercium sangat menggoda hati, ku lirik mbak lina yang hanya menggunakan balutan baju tidur tanpa BH yang dia kenakan karena nampak jelas benjolan kecil seperti puting yang timbul di baju tidurnya.

“baca apa seh mbak ?”, tanyaku.

“novel Hans Antoline !”, jawabnya.

“ceritanya gimana tuh ?”, tanyaku lagi.

“tokoh utamanya berada di antara cinta sejati dan balas dendam gitu deh !”, jawabnya.

“ngomong-ngomong soal cinta, mbak lina cinta gak ama aku, hehe.. ?”, ucapku canda.

“ehm.. duh bisa gede kepala ku kalau di godain mlulu !”, ucapnya dengan sipu malu.

“hahaha.. tapi sumpah aku ga boong, aku jatuh cinta ama mbak lina.. sifat mbak lina yang galak malah membuat perasaanku jadi semakin menggila !”, ucap rayuku.

“aku juga sebenarnya tertarik sama kamu, apalagi saat lihat kamu berusaha keras buat nyatu’in keluarga om teguh, terasa banget jiwa seorang lelaki sejati, asli keren banget tuh kalau menurutku !”, ucapan mbak rina memujiku.

“ohh iya.. kerennya gimana ?”, tanyaku.

“kerenlah.. keluarga orang lain aja dia lindungi dengan kerasnya gimana dengan keluarganya sendiri nanti, pasti mati-matian dia akan lindungi !”, ucap mbak puji.

“apa lagi kamu juga pinter banget dalam menganalisa masalah, kadang aku juga ngerasa kamu tuh kayak allien, sangat berbeda dengan anak seusiamu, jangan Geer lho !”, ucapnya lagi.

“ohh.. mungkin didikan dari keluarga ini mbak, aku sebenere males banget kalau harus ikut campur urusan orang lain, tapi saat ngelihat orang terdekat kita seperti Om teguh di sakiti, jujur saja hati terasa ga terima aja, aku ngerasa kayak harus melindungi aja !”, ucapku.

“hebat kamu.. !”, ucapnya lirih sambil berbisik di telinganku.

“tidur ahh.. ngantuk !”, sambungnya lagi.

Mbak lina pun menaruh bukunya dan menarik selimut lalu memiringkan badannya sehingga berhadapan dengan yang sudah dalam posisi miring, kita pun saling berpandangan, tatapan demi tatapan meniupkan nafsu yang seolah mengalir begitu halus mengisi hembusan nafas.

“cantik banget kamu mbak !”, pujiku.

“udah ahh.. !”, ucapnya dengan mata tertutup.

“mbak aku boleh menyentuh pipi mbak lina gak ?, merah merona kayaknya menahan malu tuh, bikin gemes aja, hehehe.. !”, ucapku lirih.

“ehm.. jangan macem-macem !”, sautnya.

Tanganku pun secara perlahan menyentuh pipi merahnya, dan terasa sangat halus. ku sentuh dengan lembut dan dan ku ayunkan jemariku mengelilingi pipinya. ku lihat mbak lina hanya memejamkan mata saja dan sembari memunculkan senyum kecil di bibirnya, aku arahkan jemariku ke arah telingannya, mbak lina hanya berusaha menahan geli dari rangsangan yang aku berikan, lalu perlahan aku pun mengkecup bibir indahnya, tak ada respon sama sekali dari mbak lina.

Aku sangat menikmati wajah ayunya itu, ku kecup lagi bibirnya dan pipinya, terdengar deru nafas yang semakin menggebu dari mbak lina, membuat jantungku berdebar-debar semakin kencang, kecupan kecilku ku lanjutkan ke arah keningnya dan di celah-celah belakang telinganya untuk memancing rangsangan mbak lina, desahan pun terdengar syadu dari bibir mbak lina. ku arahkan bibirku ke arah bibir mbak lina lalu aku pun memberikan cumbuan, dan ternyata mbak lina pupn membalas cumbuanku ini.

Kugigit manja bibir bawahnya lalu ku masukan lidahku kedalam mulutnya dan memainkan lidahku dengan lidahnya, cumbu semakin mesra dan panas, terlihat betapa cantik wanita ini dari dekat, matanya masih tertutup menahan malu tapi aku tak menghiraukan hal itu, aku terus mendesak mbak lina dengan deburan nafsuku, ku gerakan tanganku ke arah punggungnya dan ku elus-elus bagian tersebut, lalu kubuka tali simpul yang mengikat baju tidurnya, kini tanganku mengarah ke bagian dadanya, ku pegang payudaranya dan kuremas perlahan sangat kencang sekali walaupun tidak begitu besar tapi pas sekali di genggaman tanganku.

Kubaringkan tubuh indahnya, lalu aku pun menaiki tubuhnya, setelah puas dengan cumbuanku di bibirnya aku kini mencumbu bagian payudaranya, mbak lina terlihat pasrah dengan desahan-desahan yang kian memanas dan matanya masih tertutup untuk menahan semua deraan nafsunya. ku pelintir puting munggilnya lalu ku hisap dan ku mainkan dengan lidahku, aku mencoba menikmati setiap jengkal tubuhnya untuk memanjakan nafsu birahiku, ku gerayangi setiap tubuhnya, untuk mendapatkan puncak sensasi yang tiada tara.

Kini kuarahkan bibirku ke arah perutnya, ku ciumi pusarnya dan jilati setiap area perutnya, wangi tubuhnya begitu berbeda dengan wanita lainnya yang pernah aku tiduri, wanginya sangat alami bak perawan, kini bagian samping perutnya yang hajar dengan jilatanku, tanganku pun tak henti-henti menelusuri bagian tubuhnya, sembari aku menikmati bagian perutnya, tanganku secara pelan-pelan menurunkan celana dalam yang di gunakan oleh mbak lina.

Setelah puas bermain dibagian perut kini giliran ku memainkan bagian bawah mbak lina, ku renggangkan kedua kaki mbak lina untuk mendapatkan ruang yang cukup agar aku bisa masuk melalui celah-celah pahanya. kucium paha seksi mbak lina yang begitu sensual dan halus, ini semua begitu indah terlihat. kujulurkan lidahku untuk menjilati pahanya, sembari aku jilati tanganku pun meremas-remas pahanya, ku explore kedua paha mbak lina, terlihat mbak lina sangat menikmati permainanku ini.

Kudekatkan hidungku ke arah vaginanya untukku bisa merasakan aroma khas dari kemaluan mbak lina, terlihat sangat jelas bentuk kemaluan mbak lina yang sangat munggil dan tertutup rapat, sangat merah ranum apakah mbak lina masih perawan, aku pun di buat penasaran akan hal tersebut. ku cium vaginanya lalu ku mainkan lidahku untuk bermain-main di area kemaluannya, kurasakan rasa yang berbeda, rasa yang mengundang nafsuku untuk terus meluap-luap tak karuan, lalu klitoris mbak lina yang terhalang oleh bulu-bulu halus ku hisap manja dan ku jilati untuk memuaskan hasratku.

Paha mbak lina yang tadinya merenggang kini mengapit kepala, seoalah dia tidak tahan akan kenikmatan yang ku berikan, kedua tangannya pun menekan kepalaku untuk segera menjauh dari kemaluannya.

“geli nathan.. mbak ga tahan !”, ucapnya.

Aku mengalihkan targetku, kini kubalik tubuh indah mbak lina sehingga dia dalam posisi tengkurap, kulihat pantat yang tidak begitu besar tapi sangat menggairahkan, tanpa pikir panjang lagi aku pun menjilati pantat mbak lina dan ku remas habis kedua belahan pantatnya, kugigit untuk memunculkan desahan-desahan lirih dari mbak lina, kuciumi dan kuarahkan pandanganku pada belahan yang membelah kedua pantatnya. lalu aku pun mencoba menciuminya dan ku jatuhkan liurku ke dalam lubang anusnya.

“Aaahh.. nathan jangan !”, ucap mbak lina dengan nada penuh gairah.

Dia pun berbalik dan menarik tubuh ke atas sehingga tubuhku menindih tubuh indah mbak lina. tangannya pun dengan cepat mencopoti pakaianku satu persatu sehingga kini aku pun bugil, ku lihat mbak lina yang masih mengenakan pakaian tidur dengan cepat aku pun melepaskan baju tidurnya, kini kita berdua sama-sama telanjang.

“nathan aku baru pertama kali ini melakukannya, kamu harus tanggung jawab !”, ucapnya lirih.

“i love u !”, ucapku singkat.

“aku percaya sama kamu !”, nadanya lirih mendesah.

Pikiranku pun bergejolak, apa benar aku mendapatkan seorang perawan setelah aku tidak perjaka, jika mbak lina percaya sama aku maka aku akan menjaga kepercayaannya. akan aku jadikan kau ratu dihatiku mbak, selamanya !

“tahan yaa.. !”, ucapku lirih.

Aku pun mengarahkan burungku ke arah kemaluan mbak lina lalu ku gesek-gesekan kemaluanku ke klitoris mbak lina untuk merangsang mbak lina, aku merasa darah kemaluannya sudah basah akan cairannya sendiri, perlahan ku turunkan kemaluanku ke ada vagina mbak lina dan perlahan ku dorong masuk, lalu terdengar suara desahan dari mbak lina.

“AaaaahhHH.. nath !”, lirih suaranya penuh gairah.

Aku pun memaksa masuk secara perlahan kedalam lubang kemaluan mbak lina, dengan tangan kiri meremas-remas payudaranya, dan bibirku mencoba mencumbu bibir mbak lina, desahan mbak lina semakin terasa saat batang burungku yang sudah sangat keras menancap masuk kedalam lubang vaginanya

“Aaaaahhh… sakit !”, desahnya menyayat nafsuku.

“udah nathan.. sakiiitt !”, kicaunya lagi dengan penuh nafsu.

Aku pun menghentikan aksiku, dan ku lihat wajah mbak lina yang sangat kesakitan, sehingga aku pun tidak tega untuk meneruskannya.

“kamu gak apa-apa kan mbak !”, ucapku.

“sakit.. !”, ucapnya lirih.

Aku pun bangun dari dan melihat ke arah kemaluan mbak lina, terlihat jelas darah merah muda yang masih hangat mengalir keluar dari lubang vaginanya, penisku pun bersimba darah karena darah keperawanan mbak lina. ku ambil tissu untuk membasuh darah dari kemaluanku dan ku bersihkan secara hati-hati kemaluan mbak rina.

Kemudian aku pun tidur di samping mbak lina, kutarik selimut untuk menutupi tubuh kita berdua, ku peluk erat tubuh mbak lina, dan berharap dia tidak kesakitan lagi.

“maaf mbak !” ucapku penuh penyesalan.

Mbak lina pun terlihat tenang sekarang, dan kita berdua tidur melewati malam dengan mimpi indah !.

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 29 | Family Super Konyol Part 29 – END

(Family Super Konyol Part 28)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 30)