Family Super Konyol Part 28

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 28

Start Family Super Konyol Part 28 | Family Super Konyol Part 28 Start

Part XXVIII : Nathael VS Rina Oktavia

Aku sudah berjanji kepada Om dan tante akan menjaga kak rina dan akan berusaha sebaik mungkin untuk membawa kak rina kembali kepada mereka, tapi sebelum itu yang harus aku lakukan hanya ingin memastikan bahwa semua kecurigaanku terhadapnya tidaklah benar, sehingga aku bisa dengan perasaan lega membawanya kembali ke keluarganya tanpa sedikit pun perasaan was-was.

Dan sebelum semua rencanaku atau penyelidikan aku lanjutkan, aku sudah meminta tolong kepada tante untuk meminjam semua kameranya, lalu aku pun secara diam-diam menaruh ke-12 kamera tersebut di tempat yang biasa mbak puji dan kak rina melakukan aktifitasnya.

Hari pertama,

Satu hari setelah pertemuan pertemuan keluarga di tempat om teguh di sembunyikan.

“nath.. tante kemana sejak kemarin gak kelihatan ?”, tanya kak rina.

“dia bilang ingin cari suasana baru.. !”, jawabku simpel.

“iya kemana ?”, tanyanya dengan nada kesal.

“kurang tau tuh, dia gak bilang !”, jawabku.

“kok mobilnya bisa kamu bawa ?”, tanya lagi kak rina.

“tante bilang suruh bawa ke bengkel, kemarin setelah ngantar tante aku langsung bawa mobilnya ke bengkel !”, jawabku.

“nganter kemana ?”, tanya kak rina.

“ke stasiun gambir !”, jawabku.

“naek kereta apa, kemana tujuannya ?”, konfrotir pertanyaan dari kak rina.

“aku tidak tau, sampai gerbang stasiun tante turun dan aku disuruh kembali pulang. “, jawabku.

Bagus sekali, kak rina terlihat begitu kebinggungan. mengkonfrontir pertanyaan kepada seseorang yang tidak kau percayai, apakah hal ini sangat masuk akal ?. kau terlalu bodoh untuk masuk kedalam perangkapku yang sederhana ini, seharusnya kau tidak boleh menghilangkan kecurigaanmu kepadaku.

Terlihat ekspresi kak rina yang mencoba menenangkan diri dan berpikir keras akan sesuatu, lalu dia pun pergi meninggalkan rumah tanpa ada sedikit ucapan yang terlontar untukku. aku sengaja membuat panik dan kebingungan kak rina supaya kedok aslinya bisa terbongkar dengan sendirinya.

Lalu aku pun melanjutkan pantauanku terhadap mbak puji, untuk mencari tau apa yang akan dia lakukan jika mengetahui orang yang menjadi targetnya telah aku sembunyikan, akankah dia panik seperti kak rina atau sebaliknya, mencoba untuk tenang dan memikirkan langkah selanjutnya.

Gerak-geriknya aku amati dengan mengintipnya secara diam-diam, aku berharap dia tidak mengetahui kalau aku sedang mengamatinya. tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dan dia terlihat bekerja seperti biasanya. mungkin efek dari rencanaku masih belum terlihat untuknya, kita tunggu saja beberapa hari kedepan.

Hari kedua,

Sepulang sekolah aku langsung pulang kerumah tapi sesampainya di pagar rumah Om teguh aku melihat di garasi mobil tidak ada mobil kak rina, aku pun berpikir untuk melakukan pengintaian dari luar rumah Om teguh, aku terpikir jika ada aku di rumah mungkin mbak puji tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang mencurigakan tapi bagaimana jika tidak ada orang sama sekali dirumah terutama orang yang dia jadikan target yaitu tante rahma, kini aku hanya perlu memastikan apakah mbak puji akan bekerja seperti biasanya bila mengetahui rumah tidak ada orang sama sekali.

Tugas yang perlu dia lakukan adalah menyiram taman di sore hari, waktu terus berjalan dan detik demi detik telah terlampaui, sekarang sudah waktunya untuk mbak puji keluar rumah dan menyiram taman di depan rumah. setengah jam berlalu dia tidak keluar rumah dan melakukan rutinitasnya, hal ini mencurigakan mengingat mbak puji merupakan orang yang sangat ulet dan rajin serta tau akan tugas-tugasnya. aku pun memasuki rumahku secara diam-diam berharap mbak puji tidak mengetahuiku tindakanku ini.

Ku hentikan langkah kakiku tepat di depan pintu kamarnya, terdengar suara rintihan dan desahan yang cukup keras, suara desahan seorang lelaki dan perempuan yang sedang bercinta, aku pun mencari celah-celah untuk bisa mengintip kedalam kamar mbak puji. aku pun mengintip mbak puji dari lubang kunci pintu kamarnya, sesaat setelah aku mengintip aku pun di buat tercengang oleh kelakuannya, Yaa… dia sedang melakukan mansturbasi sambil nonton bokep dari handphonenya.

“Asuuu… wedok’an colo !”, gumamku lirih dengan nada kesal.

Aku kira bakal dapet bukti nyata lagi tapi emang dasar mbak-mbak yang satu ini, gak ada obatnya, hahaha… ! ya sudahlah, aku pun melanjutkan langkahku menuju kamar untuk merebahkan badan dan melepas lelah setelah seharian melakukan rutinitas.

Hari Ketiga,

Sepertinya di hari kedua kemarin aku tidak mendapatkan satu petunjuk apapun dan hal yang mencurigakan lainnya, kecuali satu yaitu kak rina yang tidak pulang ke rumah sampai sekarang, kemana dia pergi dan apa yang sedang dia lakukan. kini aku mulai memikirkan dan mengkhwatirnya dirinya, aku sangat takut jika dia mulai merencanakan hal-hal gila yang di luar perkiraanku, semoga saja dia baik-baik saja.

Disela-sela kesibukanku menjalankan rencana ini, aku sempat beberapa menit untuk menghubungi mbak lina, aku ingin tau keadaan tante dan Om teguh saat ini, aku pun meneleponnya untuk memuaskan rasa penasaranku.

“hallo.. sayang !”, sapaku dengan menggodanya.

“ada apa ?”, tanyanya judes.

“mau ngomong sesuatu tapi sayang… !”, ucapku memancingnya.

“sayang kenapa ?”, tanyanya dengan penasaran

“aku gak apa-apa kok sayang.. tumben kamu perhatian ama aku, hahaha.. !”, candaku.

“awas kamu !”, ancamnya dengan manis.

“hahaha… udah ahh bercanda melulu kamu tuh !”, ucapku.

“2 menit lagi sebelum aku mati’in !”, ujarnya.

“ok bu, aku cuma mau tanya keadaan tante dan om aja kok ?”, tanyaku.

“baik !”, singkat jawabnya.

“hah.. ga bisa di panjangin lagi tuh jawaban ?”, ucapku.

“gak !”, ucapnya singkat.

“jangan cepet marah tar cepet tua lho !”, sautku.

“biar !”, balasnya.

“cepet marah jadi cepet jelek lalu kalau dah jelek ga ada yang mau, kalau ga ada yang mau jadi perawan tua deh.. !”, ucapku menggodanya.

“bodo !”, sautnya singkat.

“ok, kalau gitu aku akan terus buat kamu marah biar kamu jadi perawan tua !”, ujarku.

Tut.. tut.. tut.. suara telepon yang telah terputus sambungannya, dia pun mematikan teleponku tepat setelah waktu menunjukan 3 menit dari pembicaraan ini. benar juga kata Om teguh, jika cinta sudah bicara apa pun akan di lakukan bahkan itu hal yang tidak masuk akal sekali pun. seperti aku sedang merasakan perasaan jatuh cinta kepada sosok polwan itu, Herlina Pramudya seseorang yang telah memberikan sebuah warna baru dalam hidupku, memberiku sentuhan yang indah di hatiku.

Aku masih harus terus menjalankan rencanaku untuk mengamati mbak puji dan kak rina, mencari-cari sebuah tindakan yang mncurigakan, yang mungkin saja mereka lakukan saat mengetahui tante rahma tidak ada di rumah beberapa hari ini. tapi sepertinya hari ini akan sama dengan hari kemarin, mbak puji terlihat seperti biasa dan tidak ada satu pun tindakan yang mencurigakan.

Hari Keempat,

Sekarang sudah hari keempat dan tidak ada satu pun hal yang bisa aku tarik kesimpulan, semua terlihat seperti biasa-biasa saja tidak seperti dugaanku. apa semua rencanaku akan jadi percuma dan tidak berjalan dengan baik, atau mereka sudah mengetahui semua rencanaku ini, tapi bagaimana bisa mereka berpikir sampai sejauh itu, yang jelas sekarang aku hanya bisa menunggu sampai hari itu tiba.

Sampai hari ini pun kak rina belum pulang juga ke rumah, ada dimana dia sekarang, apa terjadi sesuatu dengan dirinya. aku telah menghubunginya berkali-kali tapi tidak bisa, sekarang aku sangat mengkhwatirkan dirinya, terlebih lagi aku telah berjanji kepada om dan tante untuk menjaganya, jika seperti ini bagaimana bisa aku menjaganya.

Waktu berlalu dengan begitu cepatnya, hari ini pun sama sekali tidak mendapatkan satu hal yang berharga, sudah 4 hari terbuang sia-sia. aku pun sempat ragu akan rencanaku sendiri, semoga saja akan berakhir dengan lancar, sisa 3 hari lagi sebelum aku melawan kak rina, aku berharap akan ada keajaiban kecil dalam rencanaku ini.

Hari Kelima,

Jam istirahat terdengar sangat keras dan melengking di telingaku, aku pun terbangun dari lamunan indahku, sepanjang jam pelajaran ini aku habis hanya dengan melamun saja. agnes yang di sebelahku pun segera menarikku untuk ke kantin.

Setibanya di kantin…

“hi bagaimana hasilnya sejauh ini, gue penasaran banget ?”, tanya agnes kepadaku.

“ga ada !”, ucap dengan nada lemes.

“ahh gak asyik lu.. gimana kok ?”, tanya agnes lagi dengan penasaran.

“sama sekali ga ada yang mencurigakan, mbak puji pun melakukan rutinitas seperti biasanya, percuma juga aku pasang kamera kalau kayak gini, gak guna !”, ucapku.

“jangan-jangan prediksi lu salah tentang mbak puji adalah musuh terselubung di keluarga Om lu ?”, ucap agnes.

“gak juga… persentase kemungkinannya masih sama atau bahkan bisa bertambah menjadi 100% !”, ucapku.

“kok bisa bertambah, kan dia selama ini ga menunjukan gelagat yang mencurigakan seharusnya persentase kemungkinanmu kan turun ?”, tanya agnes.

“hal ini sama saat kau melakukan pengintaian kepada selingkuhan tante, semua hasil pengintaianmu berbanding terbalik dengan latar belakang aslinya, aku curiga kalau rencanaku ini telah mereka ketahui !”, paparku kepada agnes.

“lalu bagaimana cara lu mengetahui kalau mereka sudah tau rencana lu ?”, tanya agnes.

“aku tidak tau pastinya tapi sepertinya aku sedang beradu strategi dengan seseorang dibalik mereka, seseorang yang sangat jenius juga !”, ucapku.

“ehh.. kalau di lihat-lihat dari cerita lu, si puji orang suruhan pria itu dan si rina pacar pria itu juga, lalu rina masukin puji kedalam kehidupan keluarga om lu, berarti pria itu yang gerakin mereka atau dengan kata lain lu sekarang sedang beradu strategi dengan pria itu !” papar agnes.

“yaa.. bener sekali, sepertinya seperti itu !”, ucapku.

“tapi kan pria itu udah di bunuh ama Om lu.. lah terus siapa donk yang gerakin mereka buat ngelawan lu atau mereka bekerja untuk siapa sekarang ?”, tanya agnes.

“kau semakin pinter aja nes, hehehe… !”, sautku dengan candaan.

“jelaslah.. sebagai teman sherlock holmes haruslah pinter, hahaha.. !”, ucapnya dengan tertawa.

“itu juga yang sedang aku pikirkan nes.. untuk siapa mereka bekerja sekarang atau siapa orang yang menggerakan mereka sekarang ?”, ucapku lirih dengan berpikir keras.

“apa mungkin mereka bertindak dengan keinginan sendiri !”, tutur agnes.

“kecil kemungkinan… firasatku sangat buruk akan hal ini, aku merasa ada yang tidak beres dengan om teguh, bila aku membahas tentang pria itu di depannya, maka om akan bereaksi sangat keras kepadaku untuk menghentikanku membahasnya !”, paparku.

“apa mungkin pria itu masih hidup.. ?”, tanya agnes lirih kepadaku.

“0,01% aku juga berpikir seperti itu. tapi semua bukti menegaskan bahwa dia telah mati, dan aku pun tidak bisa melakukan penyelidikan karena minimnya informasi tentang dirinya, hanya sifat keras kepala om teguh dan firasatku saja yang melandasi persentase kemungkinan itu !”, tuturku.

“bagaimana dengan kemungkinan adanya orang lain yang menggerakan si puji dan si rina ?”, tanya agnes kepadaku.

“ehmm… kau benar juga, tapi siapa dia dan kenapa sampai sejauh ini penyelidikanku tidak mencium adanya sentuhan tangan dari orang lain. “, ucapku.

“pertama aku mencurigai tante adalah dalang dari kehancuran keluarga ini, lalu targetku berubah ke arah selingkuhan tante yang menjadi dalang dari semua ini dengan rencana-rencananya yang sangat matang, menyusupkan mata-mata seperti mbak puji ke dalam kehidupan keluarga om teguh. jika benar ada orang lain berarti orang lain itu ada di balik pria selingkuhan tante “, lanjut ucapku.

“apa mungkin ada orang lain lagi di balik semua ini, jika benar seperti itu bisa di pastikan bahwa dirinya sangatlah hebat sampai aku pun tidak bisa mendeteksinya !”, gumamku lirih.

“jika orang itu sehebat apa yang lu pikirin, mungkin aja om lu sudah tau akan keberadaan orang itu, makanya dia gak ingin lu terlalu jauh dalam penyelidikan yang lu lakuin !”, tutur agnes kepadaku.

“kau benar juga, jika om dengan jabatan dan latar belakang keluarga besar suryadharma saja ketakutan berarti orang ini sangatlah berpengaruh !”, ucapku.

“tapi semua prediksi ini kan berlaku jika benar ada orang lain, sudahlah lebih baik lu fokus lagi ama rencana lu untuk si rina !”, tutur agnes.

Debat pun aku akhiri seiring dengan bunyi bel masuk sekolah, aku pun melanjutkan sisa-sisa jam pelajaran sebelum pulang sekolah. aku berharap akan ada secercah harapan dari rencana ini, mungkin saat aku pulang sekolah aku bisa menemukan sesuatu yang bisa menjadi amunisi untuk melawan kak rina esok lusa.

Sesampainya di rumah aku segera menuju kamar dan mengecek semua hasil pantauan kameraku, sepertinya sama saja. sudah hari kelima tapi tidak ada satu pun hal yang aku harapkan terjadi, dan hari ini pun kak rina belum juga pulang ke rumah, jika seperti ini terus bagaimana aku bisa mempertanggung jawabkan ucapan ku di depan tante dan om tentang menjaga kak rina.

Hari Keenam,

Lima hari yang penuh dengan kesia-siaan dan sekarang aku pun tak memperdulikan rencanaku lagi, aku sangat khwatir akan keadaan kak rina. jika terjadi apa-apa dengan kak rina maka aku akan kehilangan muka di depan om dan tanteku, mau tidak mau aku akan mencarinya. aku pun mencoba dengan menanyakan keberadaan kak rina kepada mbak puji.

“mbak.. kak rina kemana ya kok belum pulang-pulang sampai sekarang ?”, tanyaku.

“kurang tau mas.. kira’in non rina sudah izin ke mas nathan !”, jawab mbak puji.

“gak tuh mbak.. malah aku kira mbak puji tau keberadaan kak rina !”, sautku.

“ya udah deh mbak.. makasih yaa !”, ucapku ke mbak puji.

Aku pun pergi untuk melanjutkan hari terakhir sekolahku di minggu ini, sekali lagi rutinitas sekolah yang membuat bosan harus aku jalani untuk kepentingan masa depanku nantinya. aku pun berharap bel pulang sekolah segera berakhir dan aku pun melanjutkan kegiatanku untuk mencari keberadaan kak rina.

“woi.. mikirin apa lu ?”, ucap agnes mengagetkanku.

“ohh.. nes, aku cuma kepikiran kak rina, sampai sekarang belum pulang juga !”, jawabku.

“terus besok gimana kalau dia gak pulang juga gagal donk rencana lu ?”, tanyanya lagi.

“aku tidak memikirkan tentang rencanaku lagi, yang sekarang aku pikirkan adalah menemukan kak rina sesegera mungkin, aku ga nyangka kalau dia akan pergi selama ini tanpa kabar apa pun !”, paparku.

“baru kali ini gue liat lu khwatir’in seseorang, biasanya kan lu masa bodoh !”, saut agnes.

“gak tau lah nes.. aku binggung banget sekarang !”, ucapku.

Sesaat setelah pulang sekolah aku pun memacu mobil tante untuk mencari keberadaan kak rina di caffe tempat biasanya kita nongkrong, aku coba mencari info tentang kak rina dari pelayan caffe maupun manager caffe di tempat itu tapi tidak ada satu pun informasi yang aku dapatkan. aku pun pulang dengan tertunduk lesuh, dan kembali berharap di hari terakhirku besok akan terjadi suatu keajaiban.

Hari Terakhir,

Tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu kamarku membangunkan diriku yang sedang terlelap dalam mimpi indahnya, aku pun bangun dan berjalan dengan sempoyongan membukakan pintu kamarku, terlihat sosok wanita yang selama ini aku cari, dialah kak rina.

“buruan mandi dan temuin kakak di ruang keluarga !”, ujarnya.

Lalu dia pun pergi meninggalkan diriku yang masih belum sadar sepenuhnya, apa yang barusan aku lihat adalah benar-benar kak rina, kapan dia pulang, segala bentuk pertanyaan terngiang di benakku. Aku pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan badanku lalu sesegera mungkin menuju ruang keluarga.

Kulihat kak rina sedang duduk di ruang keluarga dengan menghisap rokoknya, begitu sangat tenang dan santai sekali, aku pun menghampirinya dengan perasaan lega karena dia kembali dengan selamat ke rumah ini. tapi aku tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini, tidak tau juga apa maksud kak rina memanggilku ke ruang keluarga ini. aku pun duduk di depan kak rina.

“nih kalau mau ngerokok ?”, ucap kak rina.

“tidak.. makasih !”, tolakku santun.

“kapan kak rina pulang ?”, tanyaku.

“aku tidak ingin basa-basi… apa yang kau mau dari kakak ?”, tanya kak rina dengan serius.

“aku sudah tahu kalau kau secara diam-diam juga mencari informasi tentang keluarga ini, termasuk tentangku, kau mencurigaiku kan, dan kau pasti sudah di perintahkan oleh papa untuk menyelidikiku, benar kan ?”, terang kak rina.

“aku hanya ingin kak rina kembali lagi seperti dulu, aku di suruh om untuk menyelidiki tentang perubahan sifat kak rina selama ini !”, ucapku pelan.

“kau tau apa tentang diriku, memang kau tau aku dulu seperti apa.. ?”, tanya balik kak rina dengan nada emosi.

“kak rina yang sekarang terlihat sangat liar dan tak terkendali, sangat berbeda dengan kak rina yang aku kenal dulu !”, jawabku santai.

“inilah aku.. inilah aku yang sebenarnya, kalau kau tidak suka silahkan pergi dari rumah ini !”, bentak kak rina dengan nada tinggi.

Kenapa bisa seperti, ini di luar dari apa yang aku perkirakan. semua rencanaku tidak berjalan dengan lancar, aku juga tidak tau kenapa kak rina terlihat begitu sangat emosi. apa karena dia merasa kehilangan keluarganya. aku harus bisa menenangkan dirinya dulu setelah itu aku akan mencoba memancingnya pelan-pelan.

“kak dengarkan aku dulu.. aku tidak tau kenapa kak rina begitu sangat emosi kepadaku tapi aku mohon tenanglah dulu dan kita bicarakan semua ini dengan kepala dingin !”, tuturku.

“aku tau mereka sangat menyayangiku, tapi bukan seperti ini. menyuruhmu untuk memata-mataiku dan mendapatkan informasi tentangku, aku bukan anak kecil lagi, aku ingin bebas.. aku tidak ingin terkekang dan terkurung dalam keluarga ini !”, ucap kak rina penuh luapan emosi dan menahan tangis.

“apa yang kau curigai dari kakak… katakan semuanya dan kakak akan jawab semua, katakan ?”, tanyanya dengan bentakan.

“baiklah.. aku mencurigai kak rina menyusupkan mbak puji ke dalam keluarga ini atas perintah dari renald pacar kakak yang jga selingkuhan tante, apa benar ?”, tanyaku.

“benar.. aku di suruh renald untuk memperkerjakan puji di rumah ini !”, jawab kak rina dengan isak tangisnya.

“apa tujuannya ?”, tanyaku lagi.

“untuk memisahkan papa dan mamaku atau menghancurkan keluarga ini !”, jawabnya lagi.

“kenapa kak rina menyetujui hal ini ?”, tanyaku lagi.

“karena aku sangat menyayangi mamaku, aku tidak ingin melihat mamaku terkurung oleh aturan yang ada di keluarga suryadharma, aturan itu membuat mamaku seperti layaknya budak yang tidak memiliki harga diri sama sekali, aku hanya ingin membebaskan mama dari keluarga besar ini. !”, jawab kak rina.

“oleh karena itu kenapa aku relakan kekasihku untuk mama karena itu satu-satu alasanku untuk membuat mama keluar dari keluarga ini, tapi kau dengan sengaja merencanakan pembunuhan itu !”, lanjut cerita kak rina.

“bukannya kak rina juga ingin dia mati ?”, tanyaku.

“iya.. karena dia merayu mama untuk menggugurkan kandungannya dan akhirnya mama pun menggugurkannya !”, jawab kak rina.

Sejauh ini semua perkataan kak rina sesuai dengan jalur prediksiku tidak ada satu pun yang meleset, kak rina jujur kepadaku tapi kenapa dia jujur dan mengungkapkan semuanya, apa dia sudah sadar dan ingin mengakhiri ini semua. kak rina hanyalah alat untuk mengalihkan perhatianku, mengalihkan perhatian dengan kejujuran supaya aku tidak mencurigainya lagi dan beranggapan bahwa masalah ini telah selesai, aku harus terus mengorek informasi dari nya.

“kenapa kak rina begitu jujur kepadaku saat pertama kali bertemu hingga saat ini ?”, ucapku penuh penasaran.

“apa kau pernah merasakan memendam sesuatu yang sangat besar di dalam hati, dan tidak ada orang disekitarmu yang bisa di ajak untuk berbagi.. saat aku pulang ke rumah ini, aku melihat dirimu yang masih polos jadi kakak pun bisa leluasa mencurahkan semua keluhan kakak kepadamu !”, jawab kak rina.

“ceritakan kepadaku tentang semua yang kakak ketahui tentang renald saputra ?”, tanyaku.

“semua yang ada di pemberitaan itu benar adanya, dan dia berjanji akan memberiku cincin tunangan sebelum aku mengetahui kalau dia adalah selingkuhan mamaku !”, ucap singkat kak rina.

Tunggu dulu, cincin.. cincin.. cincin.. tunangan, cincin itu.. sepertinya ada titik terang dibalik semua problematika ini.

“semua prediksiku sama dengan yang kak rina utarakan, kak rina memang jujur kepadaku, tapi kenapa kak rina menggeledah kamarku, tentang diaryku yang jatuh itu, kak rina sebenarnya bohongkan ?”, tanyaku serius.

“kau memang tak sebodoh yang aku kira.. aku sengaja mencari tau tentang dirimu karena penasaran saja !”, ucapnya.

“penasaran.. sepenasaran itu kah kak rina kepadaku ?”, tanyaku dengan tatapan tajam.

“jika aku serius menyelidikimu, tak akan mungkin aku kembalikan diary itu kepadamu. jika aku serius mungkin sekarang kau sudah ada di dalam penjara karena aku memiliki bukti otentik akan tindak kejahatanmu !”, tutur kak rina.

Sialan semua di luar perkiraanku, sekarang aku yang tidak bisa berkutik. tapi melihat dari semua jawaban yang di berikan kak rina memang ada benarnya dan bisa di logika, dan dari ekspresi wajahnya juga terlihat sangat emosional sampai dia pun tak kuasa menahan air matanya.

“dimana mamaku kau sembunyikan ?”, tanya kak rina.

“eehh… siapa yang kakak maksud ?”, tanyaku balik.

“aku tidak suka basa-basi… katakan dimana mamaku, aku tau kalau kau lah yang menyembunyikan mamaku, apa semua jawabanku masih ada yang membuatmu ragu, silahkan tanya lagi tentang semua kecurigaanmu terhadapku ?”, ujar kak rina.

“jika mbak puji adalah orang suruhan renald, kenapa dia masih disini padahal renald sudah mati, bekerja untuk siapa dia jika majikannya sudah mati !”, tanyaku lagi.

“untukku.. aku menyuruhnya untuk terus bekerja di rumah ini setelah renald mati, untuk mengawasi mamaku yang sedang underpressure !”, jawab kak rina.

Yaa… tak ada lagi yang bisa aku tanyakan, semuanya telah kak rina jabarkan dan membantah semua analisaku, apakah aku kalah lagi dengan kak rina, sudah tidak penting kalah atau menang, yang jelas kak rina sudah mengatakan semuanya kepadaku dan aku pun sudah merekam pembicaraan ini di handphoneku, rekaman ini akan aku tunjukan kepada Om teguh.

“tentang perubahan sifat kak rina apa itu pengaruh dari renald ?”, tanyaku.

“iya… kurang lebih begitu !”, jawab kak rina.

“sudah berapa lama kak rina mengenal renald ?” tanyaku lagi.

“1,5 tahun kurang lebih !”, jawab kak rina.

“apa sudah cukup.. sekarang katakan dimana mamaku ?”, tanya kak rina dengan nada memaksa.

“satu lagi, kemana kak rina selama seminggu ini ?”, tanyaku lagi.

“Yogyakarta mencari mama di rumah kakek dan tempat tante retno !”, jawabnya lagi.

Aku memberikan keterangan bahwa tante pergi ke stasiun gambir, pantas saja jika kak rina berpikiran bahwa tante akan pergi ke Yogyakarta. jika kak rina pergi kesana pasti tante retno atau kakek akan mencari tau juga tentang keberadaan tante, tapi kenapa dari mereka tidak ada yang menghubungiku yang sudah beberapa bulan ini tinggal disini.

Kemudian tentang renald, kenal dengan renald 1,5 tahun lalu mempengaruhi kak rina kemudian menyusupkan mbak puji ke rumah ini 1 tahun yang lalu, bisa di bilang cukup cepat hanya dalam waktu 6 bulan bisa mempengaruhi kak rina dan menjadikannya budak padahal baru kenal, bahkan kak rina pun merelakan mamanya yang paling dia sayangi untuk dirinya, apakah hal ini wajar, tentu tidak ??.

“apa kak rina yakin yang meninggal itu renald kekasih kak rina ?”, tanyaku lagi.

“bukankah kau juga sudah melihat semua data hasil otopsinya sendiri, apa itu masih belum cukup untukmu ?”, tanya balik kak rina.

“aku akan beri tau dimana tante, tapi dengan satu saran usir jauh-jauh mbak puji dari kehidupan keluarga ini !”, ucapku.

“baiklah.. 1x24jam dia akan pergi dari rumah ini !”, jawabnya.

“tante ada di rumah dinas Om teguh, ku harap kak rina tidak menimbulkan polemik baru lagi. mereka sudah tenang seperti sedia kala !”, pintaku.

“aku hanya ingin mamaku baik-baik saja !”, tuturnya.

Perdebatan kita pun di akhiri dengan damai, kak rina yang sudah selesai denganku langsung pergi meninggalkan rumah menuju ke tempat tante berada, aku harap keluarga kecil ini bisa kembali normal tanpa gangguan yang berarti lagi. walaupun ini telah selesai tapi masih ada beberapa hal yang masih mengganjal dipikiranku.

Sepertinya aku membutuhkan liburan.. aku akan membujuk Om teguh supaya mbak lina mau ku ajak liburan denganku, hehehe… !

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 28 | Family Super Konyol Part 28 – END

(Family Super Konyol Part 27)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 29)