Family Super Konyol Part 22

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 22

Start Family Super Konyol Part 22 | Family Super Konyol Part 22 Start

Part XXII : Polisi Cantik Herlina

Pembicaraan ku dengan kak rina pun masih terus berlanjut di caffe itu, aku mencoba untuk mengkorek-korek lebih dalam lagi tentang semua yang kak rina tau, tapi di selah pembicaraanku dengan kak rina handphoneku pun berdering tanda panggilan masuk.

Kulihat handphoneku ternyata nomor tidak dikenal, aku pun mencoba mengangkatnya.

“hallo.. siapa nih!”, tanyaku.

“ini Herlina.. apa saya sedang bicara dengan saudara nathael suryadharma !”, tanyanya balik.

“iya saya sendiri.. ini herlina siapa ya ?”, tanya ku penasaran.

“yang dulu saya pernah nganterin STNK motor itu lho !”, tuturnya.

“ohh.. ya saya inget, ada perlu apa ya mbak ?”, tanya ku lagi.

“bisa kita bertemu.. saya ada pesan dari pak teguh untuk di sampaikan ke anda !”, jelasnya kepadaku.

“sore aja ya mbak.. ke tempat dulu kita bertemu ya !”, ucapku.

“iya.. dan pak teguh bilang jangan sampai ada yang tau, makasih mas !”, pungkasnya dengan menutup telepon.

Ada perlu apa om mencariku dan pesan apa yang dia akan sampaikan, bukankah om sekarang sedang di tahan di kepolisian, kenapa dia masih bisa menyuruh orang untuk bertemu denganku. ahh sudahlah nanti juga tau sendiri.

“siapa tuh barusan ?”, tanya kak rina.

“kakaknya temenku.. pingin ngajak ketemuan !”, jawabku.

“nanti sore kan ketemuannya.. ?”, tanya kak rina.

“iya sore.. !”, jawabku singkat.

Sejenak aku mulai memikirkan semuanya, kak rina berpacaran terus pacarnya selingkuh ama tante dan kak rina tau tapi kak rina masih menjalin hubungan dengan pacarnya, berarti kak rina telah di manfaatkan oleh pacarnya. tunggu dulu, kasus kak rina sangat mirip dengan kasusku yaitu memanfaatkan agnes untuk mendapatkan bu farah, agnes tau kelakuanku tapi tidak dengan bu farah, bisa kebetulan seperti ini.

“kak.. soal om teguh, bagaimana kondisinya sekarang ?”, tanyaku.

“aku tidak tau.. semuanya gelap !”, jawabnya simpel.

“bisa bantu kakak gak ?”, saut dengan bertanya.

“apaan.. ?”, tanyaku balik.

“kakak menaruh kecurigaan tentang mbak puji, terutama hubungan nya dengan mamaku.. bisa bantu untuk mencari tau ?”, pintanya kepadaku.

“gak janji yaa.. tapi ku usahakan !”, ucapku.

Sekitar pukul 10:00 kami pun segera pulang, tapi aku minta untuk di turunkan di depan sekolahku, karena aku akan ke rumah agnes untuk menunggu bu herlina yang akan datang sore nanti ke rumah agnes. rumah agnes adalah tempat paling aman karena baik agnes maupun bu farah telah jatuh kedalam genggamanku, kurasa akan ada hal penting yang akan di sampaikan oleh bu herlina.

Sesampainya di kediaman agnes aku pun mengetok pintu, dan di bukakan pintunya oleh agnes.

“ehh.. lu, tumben ga ngabari dulu.. !”, ucapnya.

“ada yang penting.. om ku nyuruh orangnya kesini untuk bertemu denganku !”, jelasku.

“mau ngapain dia !”, tanya agnes.

“ga tau deh.. tapi kayaknya penting !”, jawabku.

“nah lhoo… mau di ciduk lu !”, ucapnya ngeledek.

Tiba-tiba di tariknya tanganku oleh agnes ke dalam kamar bu farah dan di dorongnya tubuh ke ranjang tersebut,

“temenin gue tidur, beb.. !”, ucapnya manja.

“sakit nih anak !”, celetuk ku.

“masih mending gue dari pada lu yang demennya ama yg tua-tua !”, ucapnya penuh sindiran.

“yang tua jam terbangnya lebih tinggi !?”, tuturku.

“malu-maluin kalau di ajak kondangan !”, ucapan si agnes dengan sinis.

Satu jam kemudian agnes pun terlelap dalam tidurnya, dan diriku berbaring di samping tubuhnya. sesaat kemudian terdengar suara motor terparkir di halaman rumah farah, spontan aku pun meninggalkan kamar bu farah menuju ke ruang tamu, ku lihat bu farah yang datang lalu aku pun sembunyi di belakang pintu, saat pintu di buka oleh bu farah aku pun langsung menyergapnya dari belakang.

“Aaahh.. kamu nih kageti mlulu !”, ucap bu farah dengan nada terkejut.

“senam jantung kan enak !”, godaku.

Sambil kututup pintu aku pun mengajak duduk farah dengan tak melepaskan pelukanku, saat kami duduk bu farah pun aku pangku di pahaku, sesekali aku menciumi bahunya.

“ada agnes dia rumah, nanti dia tahu lho.. !”, ucapnya sedikit panik.

“tidur dia di kamar kamu.. !”, jawabku.

“tidur yuk yank.. ?”, rayuku ke bu farah.

“gak ahh.. takut ketagihan !”, ucapnya dengan senyuman kecil di bibirnya.

“walah.. nanti burungku kurus lho kalau ga di kasih jatah lagi !”, ucapku melas.

hehehehe… kita pun tertawa bersama !

“bodo amat.. bukan burungku ini !”, celetuknya dengan wajah meledek.

Aku memalingkan wajah bu farah ke arah wajahku, lalu kucium bibirnya.

“Eeerrrhh.. sayank ahh.. !”, rintihnya dengan menolak ciumanku.

“Aku buru-buru sayang.. sedang di tunggu orang di butik, nanti aja yaa kalau butiknya udah tutup”!, papar bu farah.

“bentaran.. !”, ucapku dengan penuh nafsu.

Aku merubah posisi kami, ku arahkan bu farah ke tembok rumahnya lalu ku angkat bagian bawah roknya sampai ke pinggul, dan ku geser CD nya agar terlihat lubang kemaluannya, aku pun membuka resletingku dan membuka celanaku dan mengeluarkan penisku yang setengah berdiri.

“ihh.. masih tidur juga !”, ucap bu farah dengan memandang penisku.

Aku memegang burung dan membasahinya dengan ludahku, lalu ku elus-elus supaya berdiri, perlahan penisku pun tegak berdiri dan mengeras, lalu aku masukan ke dalam celah CD yang sengaja aku geser sedikit, ku dorong perlahan sampai menembus kemaluan bu farah, dan sesaat kemudian penisku pun berada di dalam kemaluan bu farah.

“Aaaahhh.. Aahh.. “, desahan bu farah.

Nafsuku pun mulai bermunculan dan tidak butuh waktu lama semua nampak bergeloran dan meledak-ledak, aku pun memulai penetrasi ku kedalam lubang vaginanya, hangat dan sempit. kemaluan bu farah sangat rapet sekali bila di bandingkan dengan kepunyaan mbak puji dan tante rahma, mungkin kemaluannya jarang di masukin oleh sesuatu.

“Aaaahhh… cepet yank, aaahh.. !”, desahnya merintih.

Kutarik keluar penisku lalu aku mengarahkan nya ke lubang anus bu farah, dan akupun mulai meng-anal dirinya.

“Oooohh.. pelan sayank !”, ucapnya lirih bernafsu.

“periih yank.. Aaahh.. !”, sambungnya lagi dengan nada mendesah dan menahan perih.

“tahan sayank.. bentaran kok !”, kurayu dan kupaksa masuk burungku.

Perlahan-lahan aku pun mulai melakukan penetrasi lagi ke dalam lubang duburnya bu farah, ekspresi bu farah yang seperti menahan perih dan nikmat, dengan mengigit bibirnya membuatku semakin bernafsu untuk meningkatkan penetrasiku lagi, semakin kencang genjotanku ke pantatnya membuat nafas bu farah pun menderu keras berbaur dengan desahannya, dan “Crrrooooott… ” seluruh cairan maniku aku keluarkan di dalam lubang anus bu farah.

“Aaaaahhh… aaahh.. dah keluar yank !”, ucapku lirih dengan segala kelegaanku.

“ambil tisu basah di tasku yank !”, perintah bu farah.

Ku ambil tisu basah dan kubersihkan vagina dan lubang anus bu farah dari cairan maniku, setelah itu aku pun membersihkan kemaluanku sendiri.

“dah puas.. hem,,. !”, ucapnya dengan menunjukan wajah gemes.

“belum.. mau nambah ?”, jawabku.

“nambahnya pakai tanganmu sendiri aja.. !”, sautnya dengan mengejek.

Bu farah pun mengambil bungkusan di dalam kamarnya keluar lagi untuk segera kembali ke butik.

“ehh yank.. nonton yuk tar malam ?”, ajak ku ke bu farah.

“nonton apa ?”, tanya nya balik.

“nonton bokep !”, jawabku dengan bercanda.

“bodo ahh.. aku pergi dulu yank !”, bu farah pun pergi dengan memberika ciuman mesra di bibirku.

Aku pun tiduran di sofa untuk menunggu kedatangan bu herlina, cukup lama juga sampai pintu depan pintu di ketuk oleh seseorang, aku pun terbangun dari sofa lalu membuka kan pintu, terlihat sosok ayu yang sangat kharismatik dengan balutan seragam kepolisian, Herlina Pramudya dialah sosok itu.

“Silahkan masuk bu ?”, ucapku sembari menawarkan masuk rumah,

Sesaat setelah kita sampai di tempat duduk kita,

“saya di suruh pak teguh untuk menyampaikan surat ini ke anda.. dan pak teguh minta kepada anda untuk selalu mengawasi keadaan rumah, terutama istrinya dan anaknya !”, tuturnya.

“pak teguh juga bilang jangan sampai surat itu di ketahui oleh orang lain !”, lanjutnya lagi.

“ohh.. ok deh, udah cuma itu aja ?”, tanyaku lagi.

“dan satu lagi saya di minta oleh pak teguh untuk menjadi perantara antara pak teguh dan anda, nomor yang saya gunaka menelepon anda tadi adalah nomor saya, anda bisa kapan pun menghubungi saya lewat nomor itu !”, paparnya dengan sangat panjang.

“wow.. kita bisa sering ketemu donk kalau gitu !”, ujar dengan canda.

“bisa jadi.. kapanpun itu !”, ucapnya dengan senyuman manis.

“satu lagi, tempat ketemuan kita adalah di rumah ini, dan jangan sampai ada yang tau siapapun itu termasuk om teguh sendiri tentang tempat ini, ok !”, ucapku.

“siap saudara Nathael Suryadharma !”, ucapannya penuh canda.

Setelah bu herlina pergi aku pun membaca isi surat yang di tulis nya untukku, aku pun hanya bisa diam membisu dan tak percaya setelah membaca isi surat tersebut.

Jika semua ini benar, lalu siapa sebenarnya Rina Oktavia itu !

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 22 | Family Super Konyol Part 22 – END

(Family Super Konyol Part 21)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 23)