Family Super Konyol Part 19

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 19

Start Family Super Konyol Part 19 | Family Super Konyol Part 19 Start

Part XIX : Pergilah Ke Neraka

“Hallo, kak.. lagi dimana ?”, tanya ku.

“masih di rumah temen kakak.. ada apa nath ?”, tanya balik kak rina.

“ohh.. kirain lagi jalan pulang, mau bareng soalnya !?”, ucapku lagi.

“ini baru aja mau pulang, kamu tunggu kakak aja di tempat yang tadi !”, ucapnya.

“gak deh kak.. kelamaan aku pulang duluan aja deh ya !”, ujarku lalu kututup teleponku.

Ehmm… sedikit meleset, bekasi ke jakarta selatan di hari minggu dengan menggunakan mobil mungkin membutuhkan waktu sekitar 1,5 – 2 jam, aku akan mengulur waktunya sampai kak rina datang.

Sudah lebih dari 15 menit aku mengamati rumah om teguh dari tempat persembunyianku, tapi tanda-tanda kedatangan om teguh pulang ke rumah masih belum terlihat, aku cuma harus bersabar menunggu kepulangannya. aku hanya bisa menafsirkan bahwa semua yang ada di dalam rumah itu masih terlelap dalam tidurnya tanpa harus mengecek kedalam, percuma saja aku masuk dan mengecek tanteku karena aku akan tertangkap kamera yang berada di ujung atas tangga utama hal ini sama saja bunuh diri. tapi aku sangat yakin kalau mereka sudah terbius, alibiku dikuatkan dengan adanya mobil BMW hitam milik selingkuhan tante yang masih terparkir di rumah om teguh, jika dia sadar seharusnya dia sudah pergi meninggalkan rumah om ku.

Minggu sore Pukul 16:15,

Seharusnya sekarang mbak puji sudah bangun dari tidurnya dan menuju ke halaman depan untuk menyiram taman depan rumah, aku hanya perlu menunggu beberapa saat lagi. aku sudah mengatur dosis yang cukup untuk mbak puji agar terbangun dari tidur di sekitar jam 3 sore dengan begini dia masih ada beberapa waktu untuk mengumpulkan segenap nyawanya dan menghilangkan pusing di kepalanya karena pengaruh obat bius itu. benar saja, mbak puji pun keluar dari rumah dan menuju taman di depan rumah dan menyiraminya.

Tidak butuh waktu lama lagi karena dari kejauhan aku melihat mobil om teguh melaju menuju kerumahnya, aku pun keluar dari tempat persembunyianku mengarah pulang, dan sesampai di depan pagar rumah kita berdua pun berpapasan lalu ku buka pagar rumah untuk membantu masuk mobil om ke dalam rumah, kejadian ini pun di saksikan langsung oleh mbak puji yang sedang menyirami taman tapi kelihatannya mbak puji tidak sadar kalau di garasi ada mobil selingkuhan tante yang terparkir.

“dari mana bro ?”, tanya om ku.

“keluar maen ama temen om !”, jawabku.

Om pun pergi memarkirkan mobilnya, aku sengaja membangun argument di dalam kepala mbak puji bahwa aku baru saja pulang.

“mbak udah di ambil adonan kuenya !?”, tanyaku ke mbak puji.

“udah mas !”, jawabnya.

Sedikit basa-basi akan memperindah rencanaku, aku pun berjalan menuju ke tempat om parkir mobil dan dengan maksud masuk ke kamarku lewat jalan belakang. saat om keluar dari mobilnya dia pun bercakap kepadaku.

“bro, mobil siapa nih.. kinclong bener !”, ucap om ku.

“plat nya bagus lho, B 050 K.. BOSOK !” ucapnya dengan nada mengejek.

hahaha.. kita pun tertawa bersama, dan masuk kedalam rumah. aku pun berjalan ke arah belakang menuju kamarku, om pun ternyata mengikuti langkah kakiku masuk kedalam rumah lewat belakang.

“tante mu ada nerima tamu gak tadi ?!”, tanya om ku.

“kurang tau om, aku tadi keluar bareng kak rina dan baru pulang sekarang !”, jawabku.

“coba tanya ke mbak puji, dia kan di rumah mlulu !”, sautku lagi dengan memberi saran.

Om pun pergi untuk menemui mbak puji dan aku meneruskan langkahku ke kamar dan menunggu om ku di dapur untuk menahannya terlebih dalu sebelum naik ke atas, menahannya sampai kak rina tiba di rumah. tujuanku adalah untuk menguatkan bukti-buktiku tentang kepemilikan Test Pack itu, sekitar 2 bulanan sejak Test Pack itu aku temukan tidak ada perubahan yang berarti pada tubuhnya. jika semua pradugaku salah maka ada wanita lain diluar permainan ini, siapa sebenarnya dia ??.

Ku ambil sisa kue yang telah terpotong, lalu kupotong kecil-kecil dan kusajikan rapih di atas piring dengan maksud akan ku tawarkan kepada om ku dan ku ajak dia ngobrol di meja makan sampai kak rina pulang. aku memang sangat suka memasak sejak dulu, dan tak jarang juga aku iseng-iseng membuat kue untuk sekedar ku nikmati sendiri atau pun kubagikan ke yang lain, masakanku juga lumayan enak.

Bruuaaakk… suara pintu depan tertutup dengan sangat keras. kulihat om dengan wajah penuh emosi dan langkah kaki yang cepat menuju ke tangga utama. aku pun mendekatinya,

“om.. ada apa ?”, tanyaku.

Dia pun tidak menjawab dan tetap dengan pendiriannya sesegera mungkin menuju ke kamarnya. rencana meleset sedikit gara-gara kak rina masih belum datang tapi tak apalah, yang penting tujuan dari rencana ini adalah membunuh dirinya. aku pun mengikuti langkah om menaiki tangga utama menuju ke kamarnya.

Minggu sore Pukul 16:50,

Saat ini mungkin mereka sudah sadar tapi kepala mereka masih berputar-putar, aku memang dengan sengaja men-setting semua ini sedemikian rupa, aku mengharapkan mereka sudah terbangun dengan kepala pusing saat om sedang memasuki kamarnya, dengan begitu aku pun bisa berpura-pura menahan amarah om dengan maksud tante rahma melihat upayaku meredakan amarah om teguh sehingga dia tidak menaruh curiga sedikitpun terhadapku.

Lagi-lagi “Bruaaaakk… ” suara pintu kamar tante terbanting oleh tendangan kaki dari om teguh, sentak hal tersebut membuat kaget dua insan manusia yang sedang tidur di atas ranjang tanpa menggunakan sehelai pun pakaian. mereka berdua terlihat kaget dan sangat panik melihat kedatangan om dan diriku. semua terlihat sangat sempurna, sekarang aku hanya harus berakting menahan dan meredakan emosi on teguh yang terlihat sangat marah.

Dengan wajah tak percaya dan ketakutan, tante terlihat menutupi tubuhnya dengan sprei dan pria itu dengan cepat menggenakan kaos biru dan celana hitamnya. aku pun mencoba menenangkan emosi om teguh dengan sesekali memeluk pundaknya seraya berkata,”sabar om”. tapi luapan emosi om teguh sungguh tak terbendung lagi dan dia pun berteriak keras.

“Bangsaaaaattt… akan kubunuh kalian !”, teriakan om teguh penuh emosi.

Om teguh pun terlihat melakukan gerakan, dengan tangan kanannya merogoh punggung bagian bawah dan sedikit terlihat bentuk pistol dari celah-celah kaos yang tersingkap. aku pun langsung menahannya dengan memeluk erat tubuh dan kedua tangan om ku dari dari belakang dengan kedua tanganku, dan aku pun berkata.

“pergi… cepat pergi dari sini !”, suruhku kepada pria itu.

“lepaskan nathan… lepaskan anjinggg…. !”, teriak om ku.

Om teguh merontah dengan keras ingin aku untuk melepaskannya, kulihat pria itu pun segera pergi keluar kamar dengan cepatnya dia pun telah telah menuruni tangga, lalu aku pun dengan sengaja merenggangkan pelukan ku supaya om teguh bisa terbebas dari cengkramanku.

Aku melakukan semua itu di depan tanteku dengan maksud menghilangkan semua kecurigaan tanteku kepadaku dan satu hal yang paling penting adalah aku bisa mendapatkan simpati dan perhatiaan tanteku atas tindakanku ini, dengan begitu rencanaku selanjutnya akan bisa berjalan dengan mulus.

Saat om teguh telah terlepas dari cengkramanku, dia pun pergi mengejar pria itu dengan hasrat ingin membunuhnya, aku pun berpura-pura bergegas menyusulnya hanya untuk memastikan bahwa pria itu mati terbunuh oleh om teguh.

“Dooooorrr…” suara tembakan dari dalam rumah, om teguh melepaskan tembakan ke arah pria itu tapi meleset pria itu pun terus berlari dan lagi-lagi suara tembakan terdengar saat pria tersebut akan keluar dari rumah tapi lagi-lagi tembakannya meleset. adegan seorang pria lari di kejar om teguh dan om teguh di kejar olehku sepertinya masuk dalam rencanaku tapi sekarang pria itu telah berada dalam mobil dan memacu mobilnya, lalu om teguh pun mengejarnya juga dengan mengendarai mobilnya dan meninggalkanku.

“dasar polisi ******.. 2 kali nembak tapi gak ada yang kena !”, ucapku dalam hati penuh kekesalan.

Sialan.. ini di luar perkiraanku, bagaimana aku bisa memastikan pria itu telah mati, aku tidak bisa mengendarai mobil jadi aku hanya bisa menunggunya di rumah, beberapa saat kemudian tante dengan mengenakan baju tidurnya keluar dari pintu depan dan berkata kepadaku.

“nathan dimana om ?!”, tanyanya dengan sedikit ketakutan.

“om pergi mengendarai mobilnya untuk mengejar selingkuhan tante !”, jawabku.

“ikut tante nathan !”, ajak tanteku.

Tante dengan buru-buru mengambil kunci mobilnya dan sesegera mungkin mengejar om teguh, kita pun buru-buru mengejar mereka. tapi sayang setelah berjalan cukup jauh jejak mereka berdua tidak di temukan, aku pun berkali-kali menghubungi om teguh tapi tak di respon dan tante juga menyuruhku untuk menghubungi selingkuhannya tapi tidak di respon juga.

Kita berdua memang memiliki tujuan yaitu sesegera mungkin menyusul mereka tapi misi ku dengan tante berbeda, aku bermaksud untuk memastikan apakah dia sudah mati atau tidak tapi tujuan tante adalah menghalangi om teguh untuk membunuh pria itu.

Minggu malam Pukul 19:10,

Disaat kita mulai pasrah dan menyerah akan pengejaran ini, tiba-tiba telepon tante yang berada di tanganku pun berdering. tertera sebuah nama di panggilan tersebut

“Papaku”, lalu kutunjukan HP tersebut ke tante, dan tante pun menerima telepon itu.

“Hallo pa.. kamu dimana !”, ucap tanteku dengan nada panik.

“bagaimana dengan kamu pa !”, bicaranya lagi.

“baiklah mama segera kesana !”, ucapnya lagi dan mengakhiri panggilan tersebut.

Aku hanya diam saja tanpa banyak omongan, dilihat dari obrolan itu sangat jelas bahwa tante ingin segera pergi ke tempat om teguh berada, semoga saja disana aku bisa melihat mayat bajingan itu.

Tapi kali ini… tanteku berbuat ulah,

“Hallo kantor polisi, ada kecelakaan di Jalan baru cigarotan, bintaro sektor 9 !”, ucapnya di telepon.

What the Fuck… kenapa telepon polisi, dasar wanita tolol andai pria itu benar-benar terbunuh sama saja kau dengan menjerumuskan suamimu sendiri, Aaaaarrrrrgghh… kenapa banyak manusia bodoh di keluarga ini, ahh sudahlah yang penting aku harus segera menuju ke tempat om teguh sebelum polisi-polisi itu datang.

Tapi setelah aku sampai di lokasi, aku tak percaya dengan apa yang aku lihat, 2 mobil polisi terlihat parkir di antar mobil om teguh dan ada satu mobil BMW hitam dengan plat nomor “B 050 K” terlihat hancur dan hangus terbakar di bagian depannya dengan posisi seperti menabrak pohon, kulihat sesosok tubuh di angkat keluar dengan wajah yang berlumuran darah sehingga aku tidak bisa mengenali dengan jelas wajahnya tpi ada lubang bekas tembakan terdapat di kening kepalanya, baju biru dan celana hitam sama persis dengan pakaian yang di kenakan pria itu, yaa.. kemungkinan besar dia adalah selingkuhan tante.

Disisi lain ku lihat om di masukan ke dalam mobil polisi dengan tangan terborgol, tante pun menangis tersendak-sendak melihat semua ini, lalu dia menghampiri om tapi mobil yang membawa om perlahan pergi meninggalkan kita.

Aku pun mulai menganalisa kejadian ini :

Kuperhatikan sekelilingku dan jalanan begitu sangat senyap, tidak ada satu kendaraan pun yang melewati jalanan ini, disini hanya ada sekitar 8 polisi, 1 mayat, tante, om dan aku sendiri dengan 2 mobil polisi, 1 mobil om, 1 mobil tante, 1 mobil yg menabrak pohon, dan 4 motor besar milik polisi.

Bukankah kejadian seperti ini akan menarik perhatian orang-orang untuk melihatnya, dan hari ini adalah hari minggu di mana orang-orang akan bepergian keluar untuk menikmati hari weekend mereka tapi kenapa jalanan ini begitu sangat sunyi.

Om teguh nampak jelas sekali ingin membunuh pria itu, terbukti dari 2 tembak yang dia lesatkan kepada pria tersebut walaupun meleset, lalu tanpa pikir panjang dia pun mengejar pria tersebut.

Kejar mengejar, mobil tertabrak pohon dan bekas tembakan di kening kepala. sangat kecil kemungkinan om menembak tepat mengenai kening kepalanya saat mengendarai mobil. kemungkinan terbesarnya adalah mobil om dan pria itu saling adu fisik dan mobil pria tersebut terpental menabrak pohon kalau dilihat dari jenis dan body mobilnya sudah jelas bahwa sedan BMW VS Pajero mobil om jauh unggul kalau soal adu fisik, setelah tertabrak pohon kemudian om mendekatinya dan menembak kepalanya dari jarak dekat.

Komisaris Jendral membunuh anak ingusan dengan tangannya sendiri, jika media memuat berita ini maka akan sangat memalukan dan meruntuhkan harga diri kepolisian di mata masyarakat, ini adalah sebuah aib yang harus ditutupi. mungkin itulah penyebab kenapa tempat ini terlihat sangat senyap sekali, mungkin polisi telah mensterilkan lokasi ini.

Dari semua analisaku, aku sangat yakin bahwa mayat tersebut ada selingkuhan tante. 99,99% aku yakin pria itu telah mati, dan sekarang berada di neraka !.

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 19 | Family Super Konyol Part 19 – END

(Family Super Konyol Part 18)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 20)