Family Super Konyol Part 18

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 18

Start Family Super Konyol Part 18 | Family Super Konyol Part 18 Start

Part XVIII : Di Waktu Yang Lain

Di waktu yang lain, beberapa saat setelah aku keluar rumah dengan kak rina, dia nyalakan mesin mobilnya dan kita pun berjalan pergi meninggalkan rumah dan di tengah perjalanan.

“mau ngerokok ?”, tawar kak rina.

“ga dulu deh !”, tolakku halus.

Kulihat kak rina menyetir pelan dengan merokok di jalanan, dia terlihat sangat liar sekali, perhatian semua orang tertuju pada kak rina, mengendarai mobil Lexus nya dengan jendela mobil dibuka lebar dia menyetir dengan tangan kiri lalu dia sandarkan tangan kanannya di jendela dengan memegang sebuah rokok, bahkan setiap kendaraan yang menyalip kami pun pasti memperhatikan sosok kak rina tapi dia terlihat sangat cuek sekali.

Keluarga ini begitu nampak konyol sekali, mungkin yang waras hanya Om teguh saja. ngomong-ngomong soal kak rina, kenapa dia tidak memakai nama belakang Suryadharma yaa seperti diriku, bahkan adikku pun menyematkan nama itu dan anak dari kakaknya papaku juga menyematkan nama Suryadharma di belakang nama depannya. mungkin pengaruh dari Tante rahma, ya sudahlah apalah arti dari sebuah nama.

“ehh kak aku turun di depan aja ahh.. ga jadi ikut ke bekasi !”, ucapku.

“kenapa !?”, ucap kak rina.

“males banget kak.. jauh !”, tuturku.

“terus kamu mau kemana ??”, tanya nya lagi.

“aku mau ke game center aja ahh… maen game !”, tandasku.

“ya udah kalau gitu deh.. !”, ucap kak rina.

Setelah sampai depan aku pun turun dari mobil kak rina, setelah pamitan dengan kak rina, dia pun kembali memacu mobilnya menuju rumah temannya di bekasi.

“Ahh.. akhirnya, sekarang tinggal nunggu waktu aja, sambil nunggu waktu mending aku seneng-seneng deh !”, ucap sendiri.

Ku hentikan sebuah metromini yang akan mengarah pergi ke sekolahanku, tepat di depan sekolahanku, aku lanjutkan perjalananku dengan menaiki ojek pangkalan menuju ke sebuah butik pakaian, butik milik bu farah. aku ingin menghabiskan waktuku bersama bu farah sambil menunggu kabar dari agnes, seperti yang kalian ketahui aku sudah seminggu tidak masuk sekolah dengan alasan izin pulang kampung ke surabaya.

Aku pun melangkah masuk ke dalam butik bu farah dan kulihat bu farah sedang sibuk mengetik di meja komputer, beberapa karyawan kulihat sedang sibuk meladeni konsumen, seperti biasanya di hari minggu butik bu farah sangat rame hampir tak ada satu pun karyawannya yang menganggur. aku pun berjalan menuju meja komputer dimana tempat bu farah sedang sibuk dengan tugasnya, tanpa sepengetahuan dirinya aku pun langsung mencium pipinya.

“Ahh.. kamu ini, nanti ada yg tau gimana !”, ucap bu farah dengan sangat kaget.

“ga ada yang lihat sayang.. mereka pada sibuk ngeladeni pembeli.”, ucapku.

“kapan kamu pulang ?”, tanya bu farah wajah riang melihat kehadiranku.

“kemarin malam.. kangen yaa ?”, godaku genit.

“oleh-olehnya dulu sini, nanti baru aku kangen ama kamu ??”, tanya bu farah.

“emang kedatanganku ini bukan sebuah oleh-oleh untukmu !”, bisikku lirih di daun telingannya.

“udah pinter ngerayu yaa sekarang.. di ajarin siapa tuh !?”, celetuk bu farah dengan menggoda.

“ama bu guru genit yang sekarang sedang jatuh cinta ama muridnya sendiri.. !”, ucapku dengan canda dan menggoda.

“perasaan muridnya duluan deh yang menggoda !”, sautnya dengan muka gemes manja.

Sejak kejadian aku menginap di rumah bu farah saat itu, hubungan kami pun terjalin sangat romantis dan bahkan seperti orang yang sedang dimabuk asmara, kita seperti sepasang kekasih yang masih anget-angetnya. dan panggilan sayang kita gunakan untuk memanggil satu sama lainnya. bahkan kami pun sering kali melakukan hubungan sex di toilet sekolah, dan di dalam mobil bu farah, hubungan di antara kita pun tidak terlihat tabu lagi.

Aku pun duduk di meja komputer yang satunya lagi lalu membantunya bekerja, dan sesekali saat semua orang tidak memperhatikan kita, aku mencuri kesempatan untuk mencium bibirnya, tak hanya itu beberapa kali pun aku remas pantatnya dari belakang. karena terlalu sering menggoda bu farah, nafsu ku pun bermunculan dan perlahan merasuki seluruh pikiranku, gairah pun tak tertahankan, ingin sekali meluapkannya pada bu farah.

“ke belakang bentar yuk yank.. ?!”, bisikku penuh nafsu.

“mulai deh.. dasar otak mesum !”, tuturnya dengan tersipu-sipu.

Tangan bu farah pun mengarah ke penisku lalu dia pegang penisku yang sudah sangat keras dan tegak berdiri.

“ihh.. baru juga di pegang dah bangun aja !”, ucapnya manja.

“sekarang tugas kamu sayang.. !”, tuturku genit.

“tugas apaan ?”, tanya bu farah.

“tugasku bangunin.. tugasmu nidurin !”, ucapku penuh canda.

“Ogaaaahh… menang banyak kamu !”, jawab bu farah dengan muka gemes.

Hahaha.. kita berdua pun tertawa karena canda gurau itu, aku pun pergi ke toilet belakang yang ada di butik bu farah. sesampainya di toilet aku kirimkan pesan via BBM ke bu farah.

“kalau kamu ga mau nidurin sekarang aku ga bakal mau bangunin lagi !”, tulis pesanku.

“ku hitung mundur 5 menit dari sekarang, aku menunggu jawabanmu sayang !”, lanjut dari pesanku.

Sembari menunggu bu farah aku pun melihat jam tanganku, waktu sudah menunjukan pukul 09:00, waktuku tak banyak aku harus melampiaskan hasratku secepat mungkin ke bu farah. tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu toilet, ternyata bu farah dan dia pun masuk kedalam toilet denganku.

“buruan buka celananya.. !”, ucapnya dengan wajah terlihat sedikit panik.

“sabar sayang.. “, ucapku dengan tangan membuka celanaku sendiri.

“Hah.. kok tambah kurus yank burungnya ?!”, ucap bu farah setelah melihat kemaluanku.

“hahaha… “, kita berdua pun tertawa pelan.

Aku pun mengarahkan tangannya untuk memainkan ku burungku, lalu tangan kananku mendekap tubuhnya dan mendekatkan ke tubuhku, lalu ku cumbu bibirnya, kita pun bersilat lidah dan saling bertukar ludah, rasa liur dan ludahnya bercampur jadi satu dengan lipstiknya, ingin sekali aku mencumbu payudaranya tapi busana dress panjang yang dia pakai sangat mengganggu sekali, aku hanya bisa memendam saja hasrat itu. aku pun ingin menjilatin area ketiak bu farah tapi dia lengan panjang dress nya lagi-lagi sangat menggangguku. dan ku hentikan semua cumbuanku.

“di rumah yuk yank.. pakaianmu ganggu banget, aku ga bisa explore semua tubuhmu !”, bujuk rayuku.

“disini aja yank.. kerjaanku masih banyak !”, ucapnya.

“nanti aku bantu.. kamu pinjem motor karyawanmu aja biar cpt sampai rumah !”, ucapku merayu.

“jam 11 harus sampai sini lagi yaa.. “, tuturnya.

Kita pun mengakhiri aksi kami saat itu juga dan mencoba menahan nafsu, bu farah dengan cepat keluar dari toilet lalu menuju ke salah satu karyawannya untuk meminjam motor, setelah dapat dia pun BBM aku untuk keluar dari toilet, kita sengaja memberi jarak waktu keluar dari toilet supaya tidak di curigai. kunci motor ku pegang dan kita berangkat menuju rumah bu farah.

Sesampainya di halaman rumah bu farah, aku pun menarik tangan dengan cepat menuju pintu, setelah terbuka aku langsung menutup pintunya dan kita pun memulai lagi berpacu dengan nafsu. ku sandarkan tubuh di pintu lalu ku cumbu bibirnya, kukulum bibirnya, ku gigit dan ku hisap kedua bibirnya, lidah pun beradu di dalam mulut.

“minum dulu sayang, mulutku terasa kering !”, ucap bu farah.

Aku pun menghentikan cumbuan dan bergerak menuju dapur untuk minum, setelah minum kembali ku lanjutkan permainan lidahku, tangan ku bergerilya di antara kedua payudaranya, kuremas-remas dan sesekali aku menekan-nekannya. tangan bu farah pun tak mau diam, dia melucuti celanaku sehingga kini bagian bawah sudah bugil.

Ku raih resleting di punggung bu farah lalu kuarahkan ke bawah sehingga dress panjangnya terbuka, kini tubuhnya hanya di balut oleh BH dan CD serta hijab yang masih membungkus kepalanya. satu persatu kulucuti BH dan CD nya sehingga nampak jelas buah dadanya dan kemaluan bu farah yang gundul.

“kok gundul yang hutannya.. !”, ucapku menggoda.

“iya.. seminggu ga di siram jadi mati semua pohonnya !”, ucapnya bergurau

Sembari tertawa kita pun melanjutkan aksi kami, kini ku angkat tubuh bu farah dan ku letakan di atas meja makan ku renggangkan kedua kaki nya lalu aku pun dengan penuh nafsu menjilati klitorisnya, kumainkan klitoris bu farah dengan lidahku, kulumuri dengan ludahku sehingga terlihat sangat basah dan becek, sesekali pula aku mengiitnya yang menimbulkan erangan dan rintihan keluar dari mulut bu farah.

Setelah puas bermain-main dengan klitoris kini aku mulai menjajah lubang vaginanya, kulihat area kemaluan bu farah begitu basah, kujulurkan lidahku lalu kugerakan naik turun mengikuti belahan yang memisahkan kedua bukit kecil, terasa rasa asin setelah cairan di vagina bu farah menyentuh lidahku, lalu kumasukan lidah ku dalam lubang kemaluannya.

“Aaaahh.. pelan sayang”, desahan bu farah begitu menggoda, tangan kanannya yang mencambak rambutku dan menekan kepalaku kedalam vaginanya, seakan aku tidak boleh menghentikan aksiku. saat lidah berada di dalam lubang kemaluannya, aku pun memainkan lidahku dan menjulrukan semakin dalam sedalam-dalamnya.

“Ting.. tung.. “, suara handphone ku bertanda ada pesan BBM masuk, “Ting.. tung.. “, ini pasti agnes, mungkin dia sedang melaporkan kejadian dirumahku, aku pun tak menggubrisnya, saat ku lirik jam tanganku waktu sudah menunjukan pukul 10:30.

Anjrrriiiittt… cepet amat waktunya, 20 menit lagi waktu untuk menikmati tubuh bu farah. karena jam 11:00 bu farah harus balik ke butiknya. aku pun melepaskan aksiku untuk menjilati meki bu farah. lalu aku berdiri dan mengarah ke wajah, dengan cumbu-cumbuan kecil aku berujar,

“jam 10:30 sekarang yank.. !”, ucapku.

“ya udah cepetan yank.. aku duluan yaa habis tuh kamu !”, ucapnya mendesah.

Tak lupa aku pun menyempatkan membaca BBM dan segera mungkin membalasnya.

Aku pun memundurkan kursi meja makan dengan jarak yang lumayan agak jauh dari meja makan, lalu ku bantu turun bu farah dari meja makan, dan kemudian aku duduk di kursi tadi dan bu farah pun aku pangku, dia duduk dengan posisi membelakangiku. lalu dia pun mulai melakukan aksinya dengan menggoyang-goyangkan pantatnya sehingga menekan kemaluanku, dan sesekali aku pun menampar pantat besarnya, “Plaaaaakkkk.. ” suara tamparanku di iringi desahan dari mulut bu farah.

“masukin yank.. !”, suruhku dengan penuh nafsu.

Di pegangnya kemaluanku oleh tangan bu farah, lalu di arahkannya ke lubang vaginanya dan kemudian dia memasukan pelan-pelan, perlahan tapi pasti seluruh batang penisku pun di lumat habis oleh meki bu farah, aku pun memberikan tamparan-tamparan kecil ke pantatnya untuk memicu bu farah melakukan penetrasinya. pelan-pelan bu farah pun menaik turunkan pantatnya, penisku pun terasa seperti di kocok-kocok oleh olehnya, hangat terasa burungku di dalam lubang vaginanya walaupun sangat becek karena banyaknya ludahku di kemaluannya.

Saking gemasnya melihat pantat besar yang memantul-mantul di pahaku, aku pun meremas keras pantat bu farah, sehingga dia pun berteriak merintih nikmat, kuberikan tamparan di pantat supaya bu farah mempercepat penetrasinya, “plaaakk.. plaaakkk.. plaakkk.. “, desahan yang mengebu-gebu pun terdengar sangat menggoda.

“Aku mau keluar sayang… !”, ucapnya penuh nafsu dan mendesah.

“dikit lagi sayang… sayang.. !” desahannya semakin mengebu.

Dengan penetrasi naik turun yang semakin kencang dan remasan-remasan di pantatnya membuat bu farah di sanggup menahan lagi ejakulasinya.

“AaaaaAAHhhh… Aaaahh.. !”, desahannya penuh dengan kepuasan.

Bu farah pun menyandarkan tubuh lemasnya ke badanku, sambil berbisik lirih,

“makasih sayang.. !”, ucapnya lirih dengan mengkecup pipiku.

“iya yank… bantuin aku yuk !”, ajakku mesra.

“aku masih lemas.. !”, jawabnya lirih.

Aku pun tak habis akal, ku berdirikan bu farah lalu aku menyuruhnya menaiki kursi dengan kedua lutunya menjadi tumpuan, kini posisi bu farah pun menungging membelakangiku. perlahan-lahan aku meraba-raba lubang kemaluannya, lalu ku ludahi lagi vaginanya dan menggesek-gesekan jari-jariku ke di bagian luar vaginanya, setelah terlihat cuma basah kini aku pun melumasi penisku dengan ludahku, yaaa.. kini aku pun mulai memasukan burungku ke dalam vaginanya lagi, begitu lancar sekali memasuki lubang kemaluan bu farah.

Phaaakk.. phaaakkk.. bunyi yang di timbulkan dari aksi penetrasiku, rintihan-rintihan bu farah terdengar sangat nyata seolah dia sangat menikmatinya, aku pun semakin mempercepat penetrasiku dengan menampar pantatnya yang semok, warna merah merona karena tamparan ku pun terlihat jelas di pantatnya, ku remas dengan sangat kuat tanpa mengehentikan penetrasiku. Aku sudah tak tahan lagi ingin segera aku keluarkan semua air maniku yang lama tertahan, aku pun merubah posisi kita.

Kutarik tubuh bu farah lalu ku turun dia dari kursi, dan ku balik badanya menghadap ke arahku lalu ku suruh jongkok dan mengulum penisku, dan satu tangan ku menahan kepalanya dan satu nya ku lagi mengelus-elus pipinya. disaat sperti ini pun bu farah masih sempat berujar,

“keluarin di payudara aja yaa.. !”, ucapnya.

“iya sayank.. kamu pancing dulu pakai mulut !”, saut ku penuh nafsu yang membara.

Bu farah melakukan manuvernya yang sangat membuatku merinding, dia mengulum semua penisku sampai ke pangkalnya, lalu dia tarik mulutnya dengan dia sedot kencang sekali, lidahnya pun dia gesek-gesekan di kepala kemaluanku, aku terbang melayang, kocokan mulutnya semakin menjadi-jadi tak hanya di kocok tapi dia pun menghisap kuat penisku dengan lidah yang terus di gesek-gesek ke kepala panisku, sensasi rasa yang sangat luar biasa ini membuat air mani ku pun serasa ingin keluar.

“sayang mau keluar .. sayang.. !”, ucapku penuh nafsu yang membara.

Bu farah pun menghentikan kocokan mulutnya dan ingin mengeluarkan penisku dari mulutnya, tapi aku menahan kepalanya dengan kedua tangan dan aku melakukan penetrasi ke dalam mulutnya, tangan bu farah pun memukul-mukul pahaku memintaku untuk melepaskan tanganku yang menahan kepalanya, aku tak mempedulikan hal itu dan aku terus melakukan penetrasi ke dalam mulutnya dan keluarlah dengan sempurna cairan air maniku di dalam mulut bu farah.

“Aaahhh… AaahhhH.. !”, desah ku penuh kepuasan.

Kepala bu farah pun masih aku tahan dan tak ku lepaskan sampai semua air maniku keluar dan disaat aku begitu lega barulah aku lepaskan cengkramanku, ku lihat bu farah merasa sangat jijik dengan muntahan air maniku di dalam mulutnya dan dia pun memuntahkannya di lantai, aku berlutut mendekap tubuh bu farah.

“maaf sayang.. kamu gpp kan?”, ucapku.

“hueekk.. sini !”, suara bu farah lirih.

Ditariknya kepalaku oleh tangan bu farah dan dia langsung mencumbu bibirku, lalu semua sisa-sisa mani yang ada di mulutnya dia muntahkan kedalam mulutku, dia pun menarik wajahnya menjauh dariku dan tangannya mendekap mulutku.

“rasain tuh.. enak gak ??”, ucap bu farah dengan wajah mengerjai.

“dasar nakal… !”, godanya.

Kutarik tangannya sampai terlepas dan ku muntahkan air mani yang di mulutku, rasa asin terasa sangat pekat sekali di lidahku, huuueeekk…

“hahahaha… emang enak !”, kata bu farah dengan mengejekku.

“udah yuk yank… kerjaanku masih banyak di butik !”, sautnya lagi.

“ya udah.. yuk !”, jawabku.

“cuci dulu yank.. !”, ucap bu farah dengan mengajakku ke kamar mandi luar.

Sesampainya di kamar mandi dia pun mencuci kemaluanku dengan meremasnya dan sesekali dia kocok, lalu dia mencuci kemaluannya sendiri setelah mencuci kemaluanku.

“handphone kamu tadi rame banget, siapa seh yank !?”, tanya bu farah.

“si agnes.. mau ngajak maen ke game center!’, jawabku.

“ohh.. terus habis ini kamu ga bantuin aku donk !”, tanya bu farah.

“nanti sore aja ya yank.. tadi aku lupa kalau ada janji ama agnes !”, alibiku ke bu farah.

“ya udah kalau gitu.. !”, ucap bu farah.

Setelah kita merapikan diri dan aku pun mengantar bu farah ke butiknya, setelah itu aku pergi menuju game center untuk bertemu agnes.

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 18 | Family Super Konyol Part 18 – END

(Family Super Konyol Part 17)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 19)