Family Super Konyol Part 16

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 16

Start Family Super Konyol Part 16 | Family Super Konyol Part 16 Start

Part XVI : Pendatang Baru

Terdengar suara mobil terparkir di garasi, sepertinya tidak seperti suara mobil tante maupun om, apa mungkin mobil selingkuhan tante. tidak mungkin tante tidak ada di rumah sekarang. untuk memastikannya aku pun keluar mengarah ke ruang tengah. untuk membuka pintu depan, sesaat kemudian setelah ku buka pintu depan.

Terlihat sosok sangat cantik, wajah putih bersih, tinggi semampai, bentuk badan nya sangan indah, rambut tergurai dengan sedikit aksen warna pirang. wanita yang tidak asing lagi bagiku, aku pun menuju ke arahnya dan menyapa.

“hi.. kak !”, sapaku.

“Ohh nath.. bantuin kakak bawa tas ini ke atas !”, ucapnya.

Rina Oktavia anak dari om dan tanteku, kini dia datang kerumah ini entah dengan maksud apa tapi dengan adanya dia disini akan sangat membantuku untuk mengungkap rahasia rumah ini. dengan membawa tas kak rina aku pun menuju ke lantai atas memasuki kamarnya, sesaat kemudian kami pun terlibat obrolan.

“makasih yaa.. om dan tante mana ?”, tanyanya.

“kerjalah !”, jawabku.

“kak mau tanya ?”, cetusku lagi.

“apaan ?”, tanya balik kak rina.

“kemana aja gak pernah kelihatan ?!”, tanyaku.

“aku ngekost bareng temen-temenku, di rumah sepi nath !”, jawabnya lagi.

“maaf ya.. baru bisa nemuin sekarang !”, lanjutnya.

“ohh, ya udah aku turun dulu kak !”, ucapku.

Aku pun turun menuju ke kamarku, aku tidak boleh membuang kesempatan emas ini. aku langsung menghubungi lewat pesan singkat BBM,

“nes gimana.. udah dapet belum barangnya ?”, tulisku.

“kalau udah besok bawa, minggu depan aku ingin menggunakan nya kepada tanteku !”, lanjut pesanku.

Agnes sangat menurut kepadaku dan sangat bisa di percaya jadi tidak ada salahnya mengungkap semua rencanaku padanya dan juga semua cerita tentang keluarga ini, dengan begitu dia akan mengerti dengan sendirinya tentang apa yang harus dia lakukan, tak ada lagi dinding pembatas antara aku dan agnes, semuanya begitu terbuka.

Aku sering kali sangat ceroboh dan kurang teliti, oleh karena itu aku harus hati-hati dalam menjalan misiku, aku tulis secara detail misiku dalam sebuah diary lalu memphoto tulisan tersebut setelah selesai aku sembunyikan diary itu, dengan begini aku bisa lebih jeli lagi saat menjalankan misiku, photo itu hanya untuk mengingatkanku.

Huahahaha… detik-detik pembalasan akan segera tiba, aku tidak perlu konfrontasi langsung dengannya cukup orang lain saja yang melakukan itu. kenapa baru terpikir sekarang ide ini, tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

“nath.. jalan yuk, temenin kakak !”, ajak kak rina.

Sosok ayu itu tiba-tiba muncul di ruas pintu dengan menggunakan dress pendek sepaha dengan warna merah, lengan dressnya hanya sebatas pundak saja dan dia terlihat sangat seksi sekali, wajahnya benar-benar memikat jiwa sangat jauh berbeda dengan yang dulu, kak rina yang sekarang benar-benar berbeda dari yang pernah aku kenal, dia sungguh sangat sempurna. terlintas di benakku sedikit penyesalan kenapa aku lepas perjakaku kepada seorang janda beranak satu, hehehe.. sudahlah, gitu-gitu juga bu farah mau di ajak gaya apa aja sesuai fantasiku.

“kemana ?”, tanyaku.

“udah ikut aja !”, celetuk nya dengan memaksa.

Aku pun mengganti bajuku lalu mengikuti kak rina keluar menuju sebuah cafe di kawasan senayan city, kita pun nongkrong disitu sambil menikmati suasana yang ada di sekitar kafe tersebut. kulihat wajah kak rina yang putih mulus dengan bertaburan tipis make up, wanita ini benar-benar menawan bak bidadari yang jatuh dari langit, ingin sekali aku menyentuh paras ayu itu, usiaku dengan kak rina hanya terpaut 6 tahun saja.

Pesanan pun datang ke meja kami, salad dan green tea pesanan kak rina, sedangkan aku memesan wedang ronde saja, jangan tanya kenapa aku juga heran kenapa di cafe semewah ini ada menu wedang rondenya, hahahaha..

Sejak kita duduk dan sampai saat ini belum ada obrolan yang keluar dari mulut kita berdua, kulihat kak rina mengelluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebungkus rokok lalu korek lalu handphone lalu dompet lalu sebuah photo yang kemudian dia tunjukan kepadaku.

“nih liat cowok kakak.. cakep ga dia ?!”, ucapnya dengan menaruh sebuah photo tepat di mejaku.

Serasa tersambar petir, saat kulihat wajah pria yang ada di photo itu benar-benar membuatku muak dan ingin sekali aku untuk menghabisinya, dia adalah pria selingkuhan tanteku dan ternyata dia juga kekasih kak rina, bagaimana mungkin ini bisa terjadi anak dan mamanya dia embat semuanya dan yang membuatku sangat marah adalah dia telah merebut kedua wanita yang aku kagumi, aku harus cepat bergerak untuk menghabisinya.

Semua amarahku membakar seluruh jiwa ini, aku amat sangat emosi melihat hal ini. aku tidak bisa menerima kenyataan ini, aku ingin sekali membantah takdir ini, bunuh.. bunuh.. bunuh.. kata-kata itulah yang terus mengumandang di telinganku, di saat itu pula aku teringat peristiwa di Hotel Santika.

Disaat aku sedang tersudut tak berdaya akan semua pernyataan tante, aku berpikir untuk keluar dari permasalahan ini dan meninggalkan hotel itu tepat cepat, tapi tante malah menahanku dengan godaan-godaannya dimana dia duduk mesra dalam pangkuanku, hal ini membuat pikiran menjadi tak karuan di saat nafsuku sudah mencapai titik puncak.

“wow.. hebat juga dirimu, Nathael Suryadharma.. !”, ucap seorang pria.

Dia adalah selingkuhan tante yang tiba-tiba muncul dari kamar mandi kamar yang di booking tante, nafsu yang sudah menggelora tiba-tiba saja berubah menjadi emosi yang membakar jiwa, kini otakku berisi luapan-luapan emosi melihat wajahnya. pria itu berjalan menuju pintu kamar dan menguncinya, lalu dia menuju ke arahku dengan membawa seutas tali.

“jangan melawan sayang, dan nikmati saja !”, bisik lirik tante di telingaku.

“atau tante akan menelepon om kamu sekarang juga !”, lanjutnya dengan mengancam.

Pria tersebut lalu mengikat kedua tanganku dengan sangat erat ke arah belakang, ini terasa sangat menyakitkan tapi tidak bisa menghentikan ledakan emosiku kepadanya. lalu tante pun beranjak dari pangkuanku menuju ke ranjang di depanku, setelah selesai mengikat tanganku pria itu pun menuju ranjang dengan wajah yang tersenyum puas.

Di depan kedua bola mataku, aku dengan jelas menyaksikan mereka berdua saling bercumbu, keringat dingin pun keluar dari sekujur tubuh ini terasa tak percaya dengan apa yang aku lihat, aku berharap ini hanya mimpi belaka tapi ini semua adalah sebuah kenyataan yang tak terelakan. aku tertunduk lesuh tak sanggup melihat adegan tersebut.

Air mataku pun berderai keluar dari kedua bola mataku, perasaan sakit hati ini benar-benar terlalu dalam sungguh tak kuat aku menahannya, dalam sumpah serapahku berkata “akan kubunuh kau dengan segala cara”, jika kau membiarkan aku masih hidup setelah malam ini maka aku akan mewujudkan sumpah serapahku itu untuk menjadi sebuah kenyataan.

Mendengar desahan-desahan tante rahma membuat seluruh nafasku terhenti, rintihannya mampu merobek-robek jantungku, betapa hinanya diriku seperti tidak memiliki harga diri lagi, lalu bersujud di depan mereka.

“hentikan.. tolong hentikan ini !”, pintaku memohon dengan pasrah.

Mereka pun tak mendengarkan pintaku, malah semakin menggebu-gebu, desahan dan rintihan pun semakin keras terdengar, dan disaat seperti ini tante tiada henti-hentinya mempermainkan perasaanku.

“AaaaHhh.. Nathan, tolong tante nathaann… AAAaaahhh !”, godanya dengan nada penuh nafsu.

“nathaann… Aaaahhh… AAaaaahh.. !”, godanya dengan penuh kepuasan.

Aku hanya mampu mendengarnya tanpa mampu melihat semua adegan itu, terdengar jelas bagaimana erangan kepuasan diantara tante dan selingkuhannya, sepertinya mereka telah menuntaskan seluruh nafsu mereka.

Setelah mereka selesai berpacu dalam gejolak nafsu, ikatanku pun di lepaskan lalu ak disuruh pergi meninggalkan mereka, aku pergi dengan melangkah gontai yang lemas, kepala tertunduk malu, perasaan ini sangat tak karuan dan terlebih lagi adalah rasa sakit hati yang sangat merobek-robek jantungku.

Ternyata tanteku telah menyiapkan jebakan ini atas saran pria itu, dengan memanfaatkan perasaanku terhadap tante mereka dengan sengaja melakukan adegan itu di depan mataku untuk menghancurkan hatiku dan menginjak-injak harga diriku, aku seperti serigala tua yang tak bertaring tak sanggup melakukan apapun dan terlihat pasrah akan keadaan ini. Yaa.. aku telah masuk kedalam perangkapnya, aku kalah telak, dan kekalahan yang sangat memalukan. lebih baik kalian membunuhku daripada menyiksaku seperti ini.

“hei,,, di tanya malah ngelamun !”, ucap kak rina dengan mengagetkanku.

“wajahnya seperti bajingan !”, jawabku sinis.

“ehmm… kamu kenal dengan dia ??”, tanya lagi kakakku.

“tidak, sepintas terlihat dia seperti seorang bajingan !”, jelasku.

“ada apa dengan nada bicaramu ??”, tanya kak rina dengan mengamatiku curiga.

“hehe.. aku hanya gak rela aja kalau kak rina di sakiti ama cowok, ahahha !”, ucapku dengan berakting ceria.

Kak rina seperti tau kalau aku dengan sengaja mengalihkan perhatian, dia pun mengambil sebatang rokok dari kotak kecil bertulis Dunhill Mild, lalu dia sodorkan rokok itu kepadaku.

“ngerokok aja.. lumayan bisa buat ngurangi strees !”, ucap kak rina.

aku pun mengikuti saran kak rina untuk merokok, ku ambil sebatang rokok itu dan ku nyalakan.

“udah biasa ngerokok kan ?”, tanya kak rina.

“iya.. sejak 2 bulan kemarin !”, jawabku.

Sejak berteman dengan agnes itulah aku mulai merokok di luar sekolah dan beberapa kali membolos sekolah untuk bermain game online di game center.

“Eehh… apa yang kamu pesen itu nath !?”, tanya kak rina.

“anu.. nih wedang ronde !”, jawabku rada malu.

“wkwkwkwkw… !”, ketawa keras terdengar.

“kebiasaan di kampung jangan di bawa kekota, malu-maluin !”, ucapnya dengan nada meledek.

“enak kok.. buat angetin badan, mau ?!”, jelasku.

“suka-sukamu deh !”, ketus ucapnya.

Tapi dari semua senda gurau itu terlihat jelas dari paras ayu kak rina bahwa dia sedang mengalami problematika yang cukup pelik.

“kelihatannya cukup berat masalah yang kak rina punya !?”, tanyaku kepada kak rina.

“udah biasa kok.. tar juga balik lagi “, jawabnya.

“pria yang di photo itu !”, tanyaku.

“iya.. dia, bajingan itu !”, jawabnya dengan penuh emosi.

Ohh.. ternyata pria telah menyakiti hati kakakku, menyakitinya berarti menyakitiku juga, melihat kakakku tersakiti aku pun bisa merasakan sakit itu.

“gue coba ikhlasin, nuruti kemauan lu dan nerima lu apa adanya, tapi kenapa kau malah ingin mengugurkannya.. !”, gumam lirih kak rina.

Duuuuaaarrrr…. aku mendengarnya dengan jelas walau lirih terlantun dari mulutnya. semua anggota tubuhku terasa kaku, apakah ini benar atau aku salah dengar, dia telah berani melakukan sampai sejauh ini, apa dia benar-benar sudah bosan hidup. naluriku untuk mengakhiri hidupnya semakin bulat.

Berarti Test Pack itu adalah kepunyaan…. !

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 16 | Family Super Konyol Part 16 – END

(Family Super Konyol Part 15)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 17)